Minggu, Desember 15, 2019
hut daerah
Olah Raga
Pemred

Pemred

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulteng, Tolitoli. Setelah penangkapan Kasus Narkotika Jenis Sabu seberat 5,1 Kg dengan 2 tersangka beberapa waktu yang lalu, Sat Narkoba Polres Tolitoli melakukan pemeriksaan, dan memenuhi keperluan berkas untuk proses peradilan.

Berkas Kasus Sabu 5,1 Kg akhirnya dinyatakan lengkap oleh Jaksa, Jumat (13/10/2017) “Sat Narkoba Polres Tolitoli telah melaksanakan tahap II atau penyerahan tanggung jawab tersangka dan barang bukti kasus narkotika jenis Shabu seberat 5 kg,” kata Kasat Narkoba Polres Tolitoli Iptu Besrom Purba.

Kedua tersangka yaitu YA dan SY beserta barang bukti kemudian diserahkan ke Kejaksaan Negeri Tolitoli.

Perlu diketahui bersama, bahwa YA dan SY ditangkap di Pelabuhan Dede Tolitoli karena membawa Narkotika jenis Sabu seberat 5,1 Kg pada 16 Juni 2017 dan merupakan penangkapan Narkotika jenis Sabu terbesar di Indonesia timur untuk saat ini.

Kedua tersangka beserta barang bukti akhirnya diterima langsug oleh Kanit Pidum Kejaksaan Negeri Tolitoli beserta barang bukti Sabu 5,1 Kg.

Penulis : Hernawan Saputra
Editor : Alfian
Publish : Hernawan Saputra

 

Tolitoli, Jurnalsulawesi.com – Pengusutan kasus korupsi Gernas Kakao yang dilakukan Polres Tolitoli Tolitoli yang merugikan negara sebesar Rp11,2 miliar, dinilai tepang pilih. Pasalnya, dari enam tersangka yang ditetapkan penyidik, hanya empat yang diajukan ke pengadilan dan telah menjalani hukuman.

Yohanes Budiman Napat SH,MH, salah seorang pengacara di Palu mendesak Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulteng agar mengusut keberadaan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dua tersangka dugaan tindak pidana korupsi Gernas Tolitoli Tahun 2013 atas nama tersangka Ir Donatus Marru (Dirut PT Supin Raya) dan Ir M Nawir (PT Supin Raya), yang ditetapkan sebagai tersangka, namun hingga kini, kedua oknum tersebut masih bebas tanpa proses peradilan.

Menurut Yohanes perkara ini ngambang dan tidak jelas kelanjutannya karena kedua tersangka sudah ditetapkan sebagai tersangka melalui gelar perkara di Polres Tolitoli, tapi hingga kini statusnya tidak jelas.

BACA JUGA: Dua Tersangka Masih Melenggang

“Kami minta Polda Sulteng mengusut kasus ini. Karena sudah ditetapkan sebagai tersangka tetapi tidak jelas penyelesaiannya. Ini harus diusut hingga tuntas,” ujarnya.

Sementara Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Tolitoli, Ridwan SH dngan blak-blakan kepada Jurnalsulawesi.com mengungkapkan saat penyidik menyerahkan dua tersangka itu hanya dalam bentuk SPDP, tanpa disertai BAP.

“Soal di mana BAP kedua tersangka itu, tanya ke penyidik Tipikor Satreskrim Polres Tolitoli, sebab hingga saat ini tidak pernah diserahkan,” ujarnya di Tolitoli, beberapa waktu lalu.

Ridwan juga menjelaskan pihaknya sudah melakukan P17 ke penyidik Tipikor Satreskrim Polres Tolitoli untuk mempertanyakan perkembangan dari penyidikan dua tersangka itu.

Namun kata Ridwan, hingga batas waktu yang ditentukan sesuai Undang-undang, penyidik tidak pernah menghadirkan berkas BAP kedua tersangka. “Sesuai SOP Kejaksaan, maka dua SPDP tanpa dilengkapi berkas BAP dua tersangka itu dikembalikan ke penyidik. Sedangkan empat tersangka lainnya SPDP dilengkapi berkas kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor Palu dan ke empatnya saat ini sudah divonis dan menjalani hukuman meskipun ada yang proses kasasi,” imbuhnya.

Menurut Ridwan SH, mestinya ketika pihak penyidik Tipikor Satreskrim Polres Tolitoli tidak mampu membuktikan adanya tindak pidana dilakukan terhadap dua SPDP tersangka Ir Donatus Marru dan Ir M Nawir, harusnya dipertimbangkan untuk dikeluarkan Surat Perintah Penhentian Penyidikan (SP3).

“Apanya yang JPU mau P21? Sementara yang kami peroleh dari penyidik hanyalah surat keterangan SPDP dua tersangka atas nama Ir Donatus Marru dan Ir M Nawir tanpa disertai BAP. Ini bukan mandek di Kejaksaan Negeri Tolitoli. Tolong tanya ke penyidik Tipikor Satreskrim Polres ToliToli. Kami sudah berikan petunjuk P17 untuk mempertanyakan pengembangan perkara, tapi tidak pernah dihadirkan dua berkas SPDP tersebut ” kata Ridwan.

Ridwan menegaskan, sesuai SOP Kejaksaan Negeri Tolitoli masih menunggu penyidik menyerahkan dua berkas SPDP tersangka kasus korupsi Gernas Tolitoli tersebut.

Ridwan juga mengatakan, penanganan kasus ini berlangsung cukup lama. Bahkan penyidikan yang dilakukan sampai bolak-balik sehingga diambil alih oleh supervisi KPK. Tetapi yang disupervisi KPK hanya empat tersangka dan mereka itulah yang dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor PN Palu dan sudah divonis. Sementara dua tersangka lainnya yakni Ir Donatus Marru dan Ir M Nawir tidak pernah disupervisi KPK karena berkas perkaranya tidak pernah ada. [***]

KompasProperti - Pangeran Harry dan tunangannya, Meghan Markle, akan melangsungkan pernikahan pada Mei 2018.

Kensington Palace, tempat tinggal resmi Pangeran Harry menyebut, pernikahan itu bakal digelar di St. George's Chapel di Kastel Windsor, Inggris.

"Yang Mulia Ratu (Elizabeth II) telah mengizinkan pernikahan dilaksanakan di Kapel (St. George's)," demikian bunyi pernyataan Kensington Palace seperti dikutip Nine.

Tentu kita membayangkan bagaimanakah nantinya prosesi pernikahan tersebut akan berjalan, setelah pernikahan ala dongeng Pangeran William dan Kate Middleton dilangsungkan pada 2011 lalu.

Dibandingkan Katedral Westminster, lokasi Pangeran William dan Kate mengikat janji suci, Kapel St. George's sedikit lebih intim serta menjadi salah satu kapel paling indah dan bersejarah di Inggris.

 

St. Georges Chapel
St. Georges Chapel(Nine)

Selain banyak pernikahan kerajaan digelar di sini, kapel ini juga dikenal sebagai lokasi pemakaman orang-orang terkenal. Sebut saja Ratu Victoria, Raja George VI, Ratu Mary, Putri Margaret, dan Duke of Windsor yang tak lain mantan Raja Edward VIII.

 

Tapi ini bukanlah sebuah ide yang buruk. Sebab, Harry dan Meghan akan dikelilingi oleh orang-orang tercinta di kehidupan mereka.

 

St. Georges Chapel
St. Georges Chapel(Nine)

Struktur Menakjubkan

 

Sebenarnya, pembangunan kapel ini dimulai sejak abad ke-13. Namun, langkah perluasan dengan menambah struktur kubah elegan baru ditambahkan pada abad ke-15 oleh Raja Edward IV.

Berbagai elemen lainnya ditambahkan kemudian oleh raja-raja berikutnya, seperti jendela oriel oleh Raja Henry VIII, yang juga turut dikubur di halaman kapel tersebut.

Sementara di The Quire, terdapat spanduk Knight of The Garter yang di bawahnya terdapat helm dan pedang mereka.

 

St. Georges Chapel
St. Georges Chapel(Nine)

Kapel St. George's memiliki ikatan yang kuat bagi Harry. Sebab, ia dibaptis di tempat ini saat masih bayi.

 

Ikut jejak paman

Menikah di kapel ini, seakan memberikan kesan kepada Harry bahwa dirinya mengikuti jejak sang paman, Edward, saat menikahi Sophie, Countess of Wessex di tempat yang sama.

Sebenarnya, banyak anak-anak Ratu Victoria yang juga menikah di lokasi yang sama. Pernikahan terakhir terjadi pada tahun 2008, saat anak Putri Anne, Peter Phillips menikah dengan Autumn Kelley.

 

St. Georges Chapel

Jakarta - Komisi I DPR hari ini akan menggelar uji kelayakan dan kepatutan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI untuk menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo. Fit and proper test akan digelar dengan sistem terbuka-tertutup.

Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin, uji kelayakan dan kepatutan Marsekal Hadi akan digelar pukul 10.00 WIB, Rabu (6/12/2017). Fit and proper test dimulai dengan adanya sesi pemeriksaan administrasi.

"45 menit pertama kita lakukan pemeriksaan administrasi. Sudah ada item-item yang akan ditanyakan. Kemudian 10.45 kita mulai fit and proper test. Setelah itu, kita akàn rapat tertutup untuk memutuskan menolak atau menyetujui,

itu," ungkap TB di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/12).


Fit and proper test Marsekal Hadi awalnya akan terbuka untuk umum. Namun untuk sesi pendalaman, uji kelayakan akan dilakukan secara tertutup.

"Rapat akan dilaksanakan ketika paparan visi-misi itu terbuka dan ketika pendalaman, karena ada banyak mungkin hal-hal yang sifatnya rahasia kita laksanakan tertutup," sebut TB.

Mayoritas fraksi di DPR memberi dukungan untuk Marsekal Hadi. Perwira tinggi TNI yang kini menjabat sebagai KSAU itu dinilai memenuhi kualifikasi untuk menjadi Panglima TNI. Dia juga dianggap bisa meneduhkan institusi TNI jelang tahun-tahun politik ke depan dalam rangka pilkada serentak pada 2018 serta Pileg dan Pilpres di 2019.

"Saya yakin mampu memposisikan TNI tetap berada di zona sapta marga yang netral terhadap kekuatan politik mana pun," ucap Ketum PPP Romahurmuziy.

Meski ada banyak yang mendukung Marsekal Hadi, Fraksi PKS menyatakan masih menunggu fit and proper test sebelum menentukan sikap apakah menerima atau menolak. Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menyatakan siap melakukan uji kelayakan dan kepatutan terahdap Hadi.

"Kita fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan) dulu. Kita lihat visi-misinya tentang menjaga negara dan pemahaman serta kesadaran tentang berbagai ancaman negara zaman sekarang ini," ucap anggota Komisi I DPR tersebut.

Sementara itu, Fraksi Gerindra tampak agak segan mendukung Marsekal Hadi sebagai Panglima TNI yang baru. Sebab Hadi dinilai belum memiliki prestasi yang luar biasa.

"Saya terus terang, sebagai KSAU, saya kira beliau belum terlalu lama jabatannya di situ. Dan menurut saya tidak ada prestasi yang luar biasa. Tidak ada juga ide-ide yang luar biasa. Tetapi seorang prajurit, perwira tinggi, beliau cukup baik," tutur Ketua Fraksi Gerindra, Ahmad Muzani.

 

Setelah penunjukan Presiden Joko Widodo kepada dirinya sebagai Panglima TNI, Marsekal Hadi belum banyak berbicara. Dia hanya memohon doa agar prosesnya menuju pucuk pimpinan TNI bisa berjalan lancar.

"Nanti saja ya, tak dongengi panjang. Mohon doanya," kata Hadi singkat, Selasa (5/12).
(elz/ams)

 

Rabu, 06 Desember 2017 13:02

Kasman Lassa Diujung Tanduk

Donggala, Inovasi.web.id. Perhelatan demokrasi lima tahunan, untuk memperebutkan kursi Donggala 1 pada 2018 mendatang, tinggal menghitung bulan. Beberapa bakal calon bupati pun mulai bersiap dengan berbagai strategi untuk merebut hati rakyat Donggala, termasuk mempersiapkan tim suksesnya sebagai ujung tombak.

Bupati Donggala Kasman Lassa, pun menyatakan diri ingin kembali berkiprah memimpin Donggala untuk kali kedua, sebagai kandidat incumbent.

Namun tampaknya, Kasman bakal menemui kerikil tajam. Pasalnya, beberapa tim sukses yang dulu mengantarnya ke tampuk pimpinan sebagai orang nomor satu di Donggala merasa kecewa, karena janji jatah proyek untuk mereka tak terealisasi hingga kini.

Kasman, yang saat itu berpasangan dengan Vera Laruni sebagai Wakil Bupati, kini tim suksesnya semasa perjuangan dulu, terpecah belah.

Pengamat Kebijakan Publik, Kamarudin mengatakan, posisi Kasman Lassa  saat ini berada di ujung tanduk.  Pasalnya,  beberapa kekuatan Kasman sebagai timses handal yang memiliki kekuatan masa, telah berpaling kepada bakal calon yang lain.

Dengan kenyataan seperti sekarang ini, kata Kamarudin, bisa jadi Kasman Lassa tereliminasi dari pencalonannya sebagai Bupati Donggala untuk periode kedua.

“ Dalam dunia politik itu bukan hitam putih, bukan pula garis lurus, namun bergerak sesuai dinamika dan kepentingan dibaliknya. Tidak ada loyalitas dalam politik. Sekali mendulang kecewa, tercerai berailah jadinya. Begitu pula dengan  apa yang dialami Kasman Lassa saat ini. Apalagi partai yang mengusungnya dulu, tidak memberikan rekomendasi. Dengan kenyataan tersebut, sangat mungkin Kasman akan tereliminasi,” Ungkap Kamarudin.

Meski demikian, lanjut Udin, Kasman masih ada peluang, dengan membangun kembali komunikasi politik dengan berbagai elemen. Kepiawaian Kasman dalam komunikasi politik diuji.

Terkait pelaksanaan Pilkada Kabupaten Donggala, KPUD setempat memberi peluang bagi pasangan bakal calon bupati ataupun wakilnya untuk maju melalui jalur independen.

Apabila nantinya Kasman Lassa masuk melalui jalur independen, namun kuota yang menjadi ketentuan tidak mencukupi, dikhawatirkan Kasman akan gagal maju sebagai bakal calon Bupati. Apalagi saat ini, kinerja Kasman yang tidak optimal selama memimpin Donggala,  hangat menjadi perbincangan publik.

Dino    : Biro Palu, Sulawesi Tengah

 

Morowali, Inovasi.web.id. Seperti pemberitaan yang telah di muat sebelumnya, pergantian pucuk pimpinan DPRD Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah dari Ambo Dalle ke Irwan Arya yang akan dilangsungkan hari ini, 5 Desember 2017, akhirnya terealisasi sudah.

Proses dan pengambilan sumpah yang dilakukan oleh Ketua Pengadilan Negeri Poso itu sendiri sudah berjalan sesuai dengan mekanisme dan prosedural yang ada.

Kegiatan pelantikan yang di lakukan di ruang paripurna DPRD sekitar pukul 14;00 Wita siang tadi itu,  disaksikan oleh unsur pimpinan dan fraksi-fraksi DPRD, Asisten Bidang Otoda Provinsi Sulawesi Tengah, Anggota DPRD Morowali Utara, Korum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Morowali, Pejabat OPD, para aktivis, LSM, puluhan wartawan PWRI dari sejumlah Dewan Pimpinan Cabang yang ada di Sulteng, dan seratusan warga masyarakat yang sengaja datang untuk menyaksikan pelantikan tersebut.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Tengah yang juga adalah Bupati Morowali, Drs. H Anwar Hafid dalam sambutannya mengatakan. Pelantikan ketua DPRD itu merupakan hal yang wajar dan biasa dalam rotasi sebuah jabatan politik.

Oleh karena itu, kepada masyarakat dimintanya agar tidak membesar-besarkan apalagi sampai menjadikannya sebagai sekat dan perbedaan antara satu dengan yang lainnya.

“ Pergantian ini merupakan sesuatu yang wajar dan biasa dalam rotasi sebuah jabatan, jadi saya minta agar tidak di besar-besarkan apalagi menjadikannya sebagai sekat dan perbedaan antara satu dengan yang lainnya,” ungkapnya.

Masih pada kesempatan yang sama dikatakannya, walaupun bukan lagi menjabat sebagai ketua DPRD namun posisi Ambo Dalle sebagai pihak yang telah digantikan oleh Irwan Arya masih tetap berstatus sebagai anggota DPRD Morowali dan masih tercatat sebagai anggota partai Demokrat.

“Karena satu dan lain hal sehingga posisinya harus digantikan namun demikian dia (Ambo Dalle) masih tetap berstatus anggota DPRD dan melaksanakan tugas seperti biasanya,”  pungkasnya.

( Deddy Todongi : Biro Morowali )

Selasa, 05 Desember 2017 16:14

BLH Periksa Kegiatan di RSU Mokopido

Tolitoli--Masalah lingkungan memang sangat sensitif. Itulah sebabnya, badan lingkungan hidup Tolitoli selasa (05/12) meninjau aktivitas di rumah sakit milik pemda tersebut.
Sekretaris kantor BLH Tolitoli, kepada Alasannews mengatakan, kunjungan ini sifatnya penting sehingga apa yang didapat dilapangan belum bisa disimpulkan.
Kita akan bahas di kantor apa hasil dari kunjungan ini. Jelasnya, masalah lingkungan ini akan menjadi perhatian badan lingkungan.si
 
 
Selasa, 05 Desember 2017 16:01

Cuaca Buruk, Nelayan Tolitoli Terganggu

Tolitoli--Cuaca buruk, membuat sejumlah nelayan di Tolitoli Sulawesi Tengah memilih memarkir  perahu mereka di tempat aman.
Salah seorang nelayan di Nalu, Tolitoli Samino mengaku sering kalau cuaca buruk kami nelayan memilih parkir perahu alias lego jangkar. Memang musim pada bulan desember seperti sekarang kadang lebih banyak buruk terutama di laut.
Jumlah nelayan di Nalu, rata-rata memilih lego jangkar kalau pada musim seperti ini. Kalau to ada yang melaut itu jumlah tidak banyak dan biasanya tidak keluar terlalu jauh.
Apalagi, banyak nelayan di Nalu hanya menggunakan perahu bermesin katinting. Itupun, hanya katinting kebanyakan 5 dan 9 pk.
Sementara pejabat perikanan menyebutkan, pihaknya telah memberi peringatan kepada para nelayan untuk berhati-hati pada musim cuaca seperti sekarang ini. Memang, pendatan nelayan akan menurun drastis jika cuaca memburuk.
Mereka, nelayan kita biasanya memilih mencari pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Mereka biasanya bekerja menjadi kuli bangunan, atau menjadi pekerja ditempat lain.
Soal pendapatan ini nelayan memang relatif menurun pada musim cuaca buruk. Sepertinya, ini perlu antisipasi para nelayan jika menjelang bulan tertentu seperti bulan desember.si/adc
 
 
Selasa, 05 Desember 2017 14:20

Pantia Matanggauk Jumpa Pers

Tolitoli_Panitia matanggauk, penobotan raja Tolitoli, Sulawesi Tengah memastikan telah siap melaksanakan pesta adat.

Ketua panitia H Iskandar Nasir didampingi wakil ketua ir Mujidin Bantilan, menegaskan hal itu kepada pers, senin kemarin di Balre Adat Masigi Lipu Ttoli

Dikatakan, ritual adat tersebut dimulai dari rumah adat tanggal 6/9 Desember dan tanggal 10 desember di atas Lantung atau batu besar di Pantai Gaukan Bantilan, di Kelurahan Nalu Tolitoli Sulawesi Tengah.

Sedang pemberitahuan kepada masyarakat akan dilakukan tanggal 9 Desember melalui acara Mamalrinu. Agenda ini dilakukan dalam bentuk pawai dimulai dari rumah adat dan vinish kembali di rumah ada di Nalu.

Sedang untuk meramaikan penobatan ini direncanakan 10.000 warga diundang langsung oleh panitia mulai desa Kombo di Dampal Selatan sampai Lakuan di Tolitoli Utara.

Demikian juga dengan raja_raja se Sulteng juga sudah dilayangkan undangannya. Mengenai konfirmasi raja yang akan hadir diperoleh keterangan dari Jogya yaitu H Yapto Soeryosumarno.

Mengenai raja Ternate, kata Iskandar sedang diperoleh kabarnya karena kita lagi menunggu semua kabar.

Yang jelas persiapan panitia sudah hampir rampung. Kami tinggal finalcek semua kesiapan di lapangan.si/adc

 

 

Selasa, 05 Desember 2017 14:19

Penobatan Raja Tolitoli 10 Desember

Alasannews.com—Penobatan raja/pemangku adat Tolitoli, Dr (hc) H Moh Saleh Bantilan SH MH dijadwalkan 10 Desember 2017. Penobatan diawali ritual adat Matnggauk di rumah adat Balre Basigi Lipu Ttolri diakhir dengan pemasangan mahkota di Babo Lantung di Pantai Gaukan Bantilan.

Ketua dewan adat sibitolu H Ibrahim Sauda dan Ketua panitia pelaksana Iskandar Natsir, kepada Alasandotcom, Senin pagi mengatakan, semua persiapan baik ritual adat maupun kelengkapan panitia sudah dalam tahap penyelesaian.

Panitia kata Iskandar akan menyebar 3000-an undangan termasuk mengundang khusus para raja/pemangku adat se Sulawesi Tengah yang jumlahnya sekitar 22 itu. Para raja dan undangan, akan menempati tribun utama di gedung eks pelaksanaan MTQ beberapa waktu lalu di PGB Tolitoli dengan kafasitas 3000-an orang.

Sementara ritual adat yang dimulai dari Balre Masigi, hanya diikuti para sesepuh adat setempat. Dari Balre Masigi, raja atau gaukan moh Saleh Bantilan akan diusung dengan menggunakan alat usungan yang terbuat dari Olrisan Bulraan atau bambu kuning.

Prosesi adat dari Balre Masigi ini diperkirakan memakan waktu satu sampai satu setengah jam. Sebelum ritual dimulai, H-3 para sesepuh adat juga menggelar ritual Matanggauk di rumah adat tersebut.  Acara ritual Matanggauk ini sendiri, terakhir dilakukan tahun 1958 lalu saat Raja Moh Yahya Bantilan akan naik tahta.

 Moh Saleh Bantilan, merupakan putra ketiga dari raja Moh Anwar Bantilan yang mangkat beberapa waktu lalu. Saleh Bantilan, menerima tonggak estafet ini berdasarkan surat wasiat yang ditulis tangan H Anwar Bantilan tahun 2015 lalu.si/adc

 

 

 

  

Selasa, 05 Desember 2017 14:09

Penobatan Gaukan Hidupkan Adat Istiadat

Tolitoli--Penobatan Gaukan (raja) dimaksudkan untuk menghidupkan tradisi atau adat istiadat orang Tolitoli dalam kehidupan sehari-hari.
Demikian dikemukakan, H Iskandar Nasir ketika menjawab wartawan dalam acara jumpa pers panitia penobatan gaukan disekretariat panitia, Balre Masigi, senin (4/12).
Jumpa pers yang dihadiri sejumlah wartawan cetak, elektronik dan online itu, dijelaskan penobatan serupa terjadi 58 tahun silam saat gaukan H Moh Yahya Bantilan dan H Anwar Bantilan diacarakan dengan adat Matanggauk.
Dengan begitu, prosesi adat ini juga memberitahu kepada kita yang ada bahwa adat Tolitoli itu ada dan masih dilestarikan secara turun temurun. Adat matanggauk, diawali dari ritual Madanjag kemudian Mamalrinu ke berbagai kampung yang biasanya dilakukan sehari sebelum penobatan di tempat yang telah ditentukan.
Kalau penobatan kali ini dilakikan di atas Lantung--batu besar--di pantai Gaukan Bantilan. Lantung penobatan ini sengaja didatangkan dari sebuah gunung di Desa Kapas, Dako Pemean. Gunung tempat mengambil batu ini, dulunya merupakan tempat raja berburu.
Acara penobatan, menurut panitia akan dihadir sejumlah raja dan puluhan ribu warga masyarakat Tolitoli. Tradisi penobatan atau pemasangan mahkota raja akan dilakukan Harsono Bantilan, paman tertua dari raja Moh Saleh yang mendapat wasiat dari ayahnya H Anwar Bantilan.si/adc
 
 
Selasa, 05 Desember 2017 13:58

Penobatan Gaukan Hidupkan Adat Istiadat

Tolitoli--Penobatan Gaukan (raja) dimaksudkan untuk menghidupkan tradisi atau adat istiadat orang Tolitoli dalam kehidupan sehari-hari.
Demikian dikemukakan, H Iskandar Nasir ketika menjawab wartawan dalam acara jumpa pers panitia penobatan gaukan disekretariat panitia, Balre Masigi, senin (4/12).
Jumpa pers yang dihadiri sejumlah wartawan cetak, elektronik dan online itu, dijelaskan penobatan serupa terjadi 58 tahun silam saat gaukan H Moh Yahya Bantilan dan H Anwar Bantilan diacarakan dengan adat Matanggauk.
Dengan begitu, prosesi adat ini juga memberitahu kepada kita yang ada bahwa adat Tolitoli itu ada dan masih dilestarikan secara turun temurun. Adat matanggauk, diawali dari ritual Madanjag kemudian Mamalrinu ke berbagai kampung yang biasanya dilakukan sehari sebelum penobatan di tempat yang telah ditentukan.
Kalau penobatan kali ini dilakikan di atas Lantung--batu besar--di pantai Gaukan Bantilan. Lantung penobatan ini sengaja didatangkan dari sebuah gunung di Desa Kapas, Dako Pemean. Gunung tempat mengambil batu ini, dulunya merupakan tempat raja berburu.
Acara penobatan, menurut panitia akan dihadir sejumlah raja dan puluhan ribu warga masyarakat Tolitoli. Tradisi penobatan atau pemasangan mahkota raja akan dilakukan Harsono Bantilan, paman tertua dari raja Moh Saleh yang mendapat wasiat dari ayahnya H Anwar Bantilan.si/adc
 
 

Morowali, Inovasi.web.id. Pelantikan, Irwan Arya sebagai Ketua DPRD, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah yang sebelumnya sempat ditunda dan diwarnai aksi demonstrasi akhirnya dipastikan akan dilangsungkan besok, Selasa 5 Desember 2017.

Dari informasi yang di himpun di seputar DPRD Morowali, pelantikan Irwan Arya itu rencananya akan di gelar di salah satu ruang  gedung DPRD Morowali serta disumpah oleh Hakim dari Pengadilan Poso.

Untuk keperluan tersebut pihak DPRD sudah melakukan gladi resik yang dilangsungkan petang tadi.

“Benar,  kepastiannya besok Pak Irwan akan di lantik. Silahkan datang jam dua siang,” terang Kepala Seksi Bagian Persidangan DPRD Kabupaten Morowali, Galib SH kepada inovasi.web.id yang menemuinya, Selasa, 4 Desember 2017.

 

Palu, Inovasi.web.id. Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, membuka rapat koordonasi Eradikasi Schistosomiasis Propinsi Sulteng Tahun 2018 – 2025, didampingi Kepala Bappeda Sulteng, Prof. Patta Tope, Bupati Sigi, Wakil Bupati Poso, serta Ketua DPRD Kab. Poso dan Sigi, di aula Bappeda Sulteng, Senin, 4/12/2017.

Pada kesempatan tersebut Gubernur berbagi cerita, bahwa akibat penyakit Schistosomiasis dirinya sering diwarning  Menteri Kesehatan .

“ Masa gubernurnya orang kesehatan masalah schistosomiasis belum tuntas tuntas,” katanya

Untuk itu, lanjutnya, agar nanti tidak lagi diwarning Menteri Kesehatan, ia smeminta semua pihak pemangku kepentingan dalam pemberantasan dan pengendalian schistosomiasis agar serius untuk melaksanakan tugasnya .

“ Sekarang saya tegaskan perlu pembagian tugas, yang mana tugas Propinsi dan mana tugas Kabupaten, karena fokus lokasi penyakit schistosomiasis sudah di deteksi. Sekarang dipetakan fokus mana yang ditangani Propinsi dan mana yang ditangani Kabupaten Sigi, dan juga kabupaten Poso. Tujuan pembagian tugas tersebut supaya tidak saling mengharapkan,” jelasnya.

Gubernur menambahkan, nantinya upaya yang dilakukan masing – masing akan diuji, mana yang berhasil.

“Kalau Kabupaten Sigi dan Poso yang berhasil, agar diikuti dan diberikan penghargaan. Hal ini saya sampaikan karena penyakit Schistosomiasis ini yang membuat saya jadi malu ketemu ibu menteri kesehatan, karena beliau juga senior saya di Departemen Kesehatan dan juga senior saya di UI . Untuk itu supaya saya tidak selalu di warning maka kita harus serius untuk menanggulangi dan memberantas penyakit Schistosomiasis ini, target saya sebelum selesai masa jabatan saya tahun 2021, penyakit schistosomiasis sudah tidak ada lagi di Sulawesi Tengah,” tandasnya.

Beberapa waktu lalu, beberapa dokter baik dari sigi dan Kabupaten Poso sudah melakukan study banding ke negara Cina, karena beberapa puluh tahun lalu Cina merupakan negara yang paling banyak prevelensinya mengidap penyakit schistosomiasis, tapi sekarang negara Cina sudah bebas penyakit Schistosomiasis.

“ Untuk itu saya mengharapkan agar hasil study banding itu dapat diterapkan dengan baik di daerah ini,” pintanya.

Selanjutnya Gubernur berharap kepada Tim Pengendali dan Pemberantasan Penyakit Schistosomiasis Pemerintah Kabupaten Sigi dan Poso, sekarang ini fokus lokasi keong sudah di ketahui, untuk itu agar lokasi tersebut segera di ekploitasi dengan baik agar keong tersebut tidak berkembang.

Pada akhir acara sosialisasi, Gubernur sulawesi Tengah, Bupati Sigi dan Poso, menandatangani MOU penangulangan Schistosomiasis .

Poso, Inovasi.web.id. Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, lakukan peninjauan langsung ke lokasi kandang pembibitan sapi, di lembah Napu, Desa Alitupu, Kabupaten Poso, Minggu, 26 November 2017.

Peninjauan tersebut dilakukan, untuk memastikan kesiapan terkait program pembibitan sapi. Menurut Gubernur, program ini sebagai bukti keseriusan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, untuk mewujudkan program 1 juta sapi, sekaligus mendukung swasembada daging sapi secara nasional.

“ Saya sudah dua kali menemui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian . Kita bersyukur, tahun 2018 ini pihak Kementrian sudah berkomitmen akan memberikan dukungan berupa bantuan bibit sapi jenis brahman (BX), dalam jumlah besar  sekitar 1000 Ekor,” ujar Longki Djanggola.

Harga sapi BX di pasaran, lanjutnya, bisa mencapai 25 jt per ekor, belum biaya pengirimannya ke Palu sampai tiba di lokasi di Napu,  semua biaya ditanggung pemerintah pusat.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Longki Djanggola berharap,   kepada Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Nahyun Biantong, Camat, Kepala Desa Alitupu, dan Tokoh masyarakat agar serius mempersiapkan lokasi pembibitan sapi ini dengan baik termasuk diatur alas haknya dan proses pemakaian lokasi ini dengan baik sesuai ketentuan perundang undangan yang berlaku.

“ Program ini tujuannya sangat besar kepada masyarakat  untuk peningkatan kesejahtraa. Saya juga bangga mendengar laporan Kadis Perkebunan dan Peternakan Pak Nahyun Biantong. Dari hasil kunjungan Dirjen Peternakan dan Keswan di lokasi ini menyatakan bahwa penilaian beliau lokasi jauh lebih baik dari lokasi peternakan yang ada di Australia dan Sumbawa, sehingga momentum itu harus dimanfaatkan dengan baik,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Peternakan dan Keswan menyampaikan, pertama ucapan terimakasih kepada Dirjen Peternakan dan Keswan yang telah meninjau langsung Lokasi serta menilai bahwa lokasi ini jauh lebih baik dan layak untuk pengembangan pembibitan sapi.

“ Saya mengucapkan terima kasih kepada Dirjen Peternakan dan Keswan, yang telah meninjau lokasi ini, dan sangat layak untuk budidaya sapi daging. Lokasi ini lebih baik dari lokasi peternakan yang ada di Australia dan Sumbawa, sehingga dengan pernyataan itu merupakan dorongan kepada kita supaya serius untuk menindaklanjutinya. Selain itu  saya sangat berterima kasih kepada Gubernur Sulawesi Tengah atas kesediaan beliau untuk meninjau langsung lokasi Pembibitan Ternak Sapi di tempat ini serta mensupport secara total,” ungkapnya.

Menurut Kepala Dinas Peternakan, bahwa lokasi pembibitan sapi yang disiapkan di lembah Napu desa Alitupu ini seluas 320 Ha, dimana tanah tersebut milik masyarakat dengan memberikan melalui sistem pinjam pakai kepada Pemerintah Propinsi Selama 25 Tahun .

“ Bentuk kesepakatannya sudah ditandatangani semua pihak, sehingga lokasi ini sudah siap untuk dimanfaatkan sebagai lokasi peternakan pembibitan Sapi . Nantinya bibit sapinya akan dibantu Pemerintah Pusat sebanyak 1000 ekor, dengan rincian 900 Betina dan 100 ekor jantan  dan Gubernur juga sudah menyetujui,” imbuhnya.

Sementara untuk pemagaran lokasi, pembuatan kandang, dan juga pembangunan kantor pengelola, termasuk sarana pendukung lainnya, Nahyun Biantong menjelaskan, nantinya Gubernur akan membentuk Unit Pengelola Perbenihan Sap,i supaya terkolala dengan baik, karena ke depan anak bibit sapi ini akan didistribusikan kepada masyarakat atau kelompok masyarakat untuk dikembangkan, dengan syarat bahwa sapi bantuan itu belum boleh langsung di jual tetapi anaknya baru bisa di jual. itu ketentuannya.

“ Untuk pengiriman benih sapi jenis BW oleh pemerintah pusat direncanakan pada bulan Februari 2018. Selanjutnya pemikiran besar kita , kalau melihat potensi lokasi di lembah Napu ini sangat prospek dikembangkan peternakan sapi , sehingga kalau hal itu sukses bukan tidak mungkin bisa dibangun pabrik pembekuan daging di sini, sehingga pasar ternak sapi kedepan sangat jelas kepada peternak . ini pemikiran besar kita. Dengan demikian kita berharap akan membawa dampak untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Senin, 04 Desember 2017 17:10

Anggaran PU Tahun 2018

Yogyakarta, (FHI) – Dalam rangka peringati Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) ke-72, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan, Energi dan Sumber Daya Mineral PUP ESDM menggelar upacara peringatan Hari Bhakti di halaman Kantor Dinas PUP ESDM, Bhakti PUPR Bangun Daya Saing Bangsa adalah tema Menteri PUPR  Ir. M Basuki Hadimuljono yang dibacakan oleh Inspektur Upacara Sekda Provinsi DIY Ir. Gatot Saptadi pada Senin (4/12/2017) pagi, tepat pukul 09.00 WIB. Upacara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi DIY Ir. Gatot Saptadi yang bertindak sebagai inspektur upacara. Selain itu, momen istimewa tersebut juga turut dihadiri oleh para pejabat serta karyawan Dinas PUP ESDM dan mitra kerja. Dalam penggalan naskah Menteri PUPR yang dibacakan Gatot Saptadi, Menteri PUPR mengajak untuk meningkatkan kerja sama dan kekompakan dalam menuntaskan pembangunan infrastruktur yang diamanahkan kepada kementrian PUPR. Basuki mengingatkan, semua proyek pembangunan sarana dan prasrana tahun 2017 diharapkan dapat diselesaikan dengan baik dan menjadi kebanggaan baru rakyat IndonesiaSaat ini, Kementrian PUPR tengah fokus untuk mendukung 10 (sepuluh) destinasi pariwisata sebagai Bali Baru dengan 4 (empat) prioritas utama, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.Pembangunan infrastruktur telah terbukti mampu menopang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing nasional. Laporan World Economic Forum tahun 2017-2018 menyatakan bahwa indeks daya saing global Indonesia naik dari peringkat 41 menjadi peringkat 36. Sementara indeks daya saing infrastruktur naik dari peringkat 60 menjadi peringkat 52.Basuki juga menekankan kepada jajarannya bahwa tahun 2018 merupakan tahun politik, sesuai pesan dari Bapak Presiden Basuki menghimbau agar tetap fokus bekerja dan jangan berpolitik.Untuk tahun 2018 Kementrian PUPR mendapatkan amanah yang berat dengan alokasi anggaran sebesar Rp.107,4 Triliun yang merupakan alokasi terbesar dari seluruh kementrian dan lembaga. “Karenanya amanah ini harus kita pikul dengan penuh tanggungjawab, optimisme, komitmen dan profesionalisme yang tinggi,” pungkasnya. (Dod/imo)

Senin, 04 Desember 2017 15:54

Pantia Matanggauk Jumpa Pers

Tolitoli_Panitia matanggauk, penobotan raja Tolitoli, Sulawesi Tengah memastikan telah siap melaksanakan pesta adat.

Ketua panitia H Iskandar Nasir didampingi wakil ketua ir Mujidin Bantilan, menegaskan hal itu kepada pers, senin kemarin di Balre Adat Masigi Lipu Ttoli

Dikatakan, ritual adat tersebut dimulai dari rumah adat tanggal 6/9 Desember dan tanggal 10 desember di atas Lantung atau batu besar di Pantai Gaukan Bantilan, di Kelurahan Nalu Tolitoli Sulawesi Tengah.

Sedang pemberitahuan kepada masyarakat akan dilakukan tanggal 9 Desember melalui acara Mamalrinu. Agenda ini dilakukan dalam bentuk pawai dimulai dari rumah adat dan vinish kembali di rumah ada di Nalu.

Sedang untuk meramaikan penobatan ini direncanakan 10.000 warga diundang langsung oleh panitia mulai desa Kombo di Dampal Selatan sampai Lakuan di Tolitoli Utara.

Demikian juga dengan raja_raja se Sulteng juga sudah dilayangkan undangannya. Mengenai konfirmasi raja yang akan hadir diperoleh keterangan dari Jogya yaitu H Yapto Soeryosumarno.

Mengenai raja Ternate, kata Iskandar sedang diperoleh kabarnya karena kita lagi menunggu semua kabar.

Yang jelas persiapan panitia sudah hampir rampung. Kami tinggal finalcek semua kesiapan di lapangan.si/adc

 

Senin, 04 Desember 2017 15:52

Guru SD Tewas hendak ke Acara Maulid

Tolitoli--Naas memang tidak bisa ditebak. Begitulah yang menimpa guru sekolah dasar (SD) di Tolitoli, Sulawesi Tengah tewas di jalan raya terlindas sebuah truk.
Irma guru yang naas itu, pada hari itu hendak menghadiri acara Maulidan di tempat dia mengajar. Namun nasib tak terkira, di perjalanan dia mengalami kecelakaan lalu di jalan raya trans Sulawesi di desa Tende kecamatan Galang.
Menurut saksi mata, sepeda motor yang di kendarai ibu guru Irma terseret beberapa meter hingga hingga korbanpun sampai-sampai satu kakinya terpisah dari tubuhnya. "Satu kakinya putus terseret truk itu" ujar saksi.
Korban seketika juga tewas ditempat kecelakaan. Petugas dari kepolisian yang tiba di lokasi langsung mengamankan korban, demikian sopir truk langsung dikirim kantor polisi terdekat.
Irma yang dketahui masih berstatus bujang itu, baru dikebumikan oleh keluarga pada keesokan harinya. Keluarga merasa kasus ini harus diproses secara adil.
Menurut data kepolisian, kecelakaan kali ini merupakan salah satu kecelakaan mengenaskan dipenghujung tahun 2017 di jalan raya.

 

Senin, 04 Desember 2017 15:50

Puluhan Rumah Terancam Ombak

Tolitoli--Puluhan rumah penduduk di KelurahA Nalu, Tolitoli Sulawesi Tengah terancam ombak. Baru-baru ini , ada rumah lantainya hancur diterjang hantaman ombak.
Kepala Kelurahan Nalu, Askar kepada Alasan membenarkan ancaman ombak tersebut setiap tahun terulang. Saya juga tidak bisa berbuat banyak dan melarang warga membangun rumah dipinggir pantai dekat Taman Pantai Gaukan Bantilan, katanya.
Dikatakannya, memang masalah ini selalu terulang, apalagi pada bulan tertentu ombak tampak lebih dahsyat. Disitu--ditepi pantai--sebetulnya tidak bisa dibangun rumah tinggal.
Faktanya, rumah-rumah tersebut berdiri persis di tepi pantai tempat pecahnya ombak. Ini benar-benar berbahaya, tapi mau bilang apa, masyarakat mungkin cuma itu lahan mereka, katanya.
Bupati Tolitoli, Moh Saleh Bantilan berulang kali sudah mwngingatkan kalau tempat tersebut tidak.aman untuk membangun rumah tinggal. Apalagi, rumah-rumah tersebut sangat darurat. Artinya bahan bangunannya tampak tidak kuat alias rapuh.
Salah seorang warga, ibu Rustam kemarin kepada Alasan mengaku trauma dengan ombak. Saya trauma karena prrnah rumah saya lantainya berantakan dihantam ombak.
Kisah ini selalu menghantui warga yang berdekatan pa Rustam. Saya berencana akan pindah.dari tempat ini, ujar Rustam.
Di Tolitoli, Sulawesi Tengah selain di Nalu ada sejumlah tempat pemukiman penduduk selalu terancam ombak. Sebut saja di pantai Bajugan, pantai Ginunggung di Kecamatan Galang.si/adc

Jakarta, Kompasotomotif - Sekolah balap kini tidak hanya membuka kesempatan bagi para anak muda yang punya cita-cita jadi pebalap. Karena kalangan umum semua usia yang punya ketertarikan yang sama juga bisa dilatih.

Syaratnya hanya perlu menyiapkan sejumlah uang yang digunakan untuk biaya sewa motor, sewa sirkuit, dan akomodasi. Selain itu,syarat lain untuk bisa ikut dalam pelatihan balap adalah memilikiperlengkapan balap. Sekolah balap tidak menyediakan ataupun menyewakan perlengkapan ini. Sehingga calon peserta harus menyiapkannya sendiri.

Perlengkapan balap terdiri atas helm, wearpack, sarung tangan dan sepatu. Tidak ada kisaran harga yang pasti untuk keempat jenis perlengkapan ini. Karena semua tergantung merek dan model yang menyesuaikan dengan selera dan kantong calon pembeli.

 Baca juga : Siapkan Uang dan Rasakan Sensasi Jadi Pebalap di Sirkuit

 

Helm KYT Aleix Espargaro
Helm KYT Aleix Espargaro(Stanly/Otomania)

 

Untuk helm, sekolah balap hanya mensyaratkan jenis yang digunakan harus full face. Di tempat-tempat penjualan helm, harga helm full face sangat bervariasi tergantung merek.

Untuk helm-helm full face merek KYT biasa dibanderol dari mulai harga Rp 350.000 hingga Rp 500.000. KYT sendiri merupakan merek lokal.

Bila calon pembeli lebih menyenangi merek luar negeri, tersedia Nolan yang harganya kini ada pada kisaran Rp 2,5 juta hingga hampir Rp 4 juta. Selain Nolan, ada juga AGV yang berada pada kisaran harga yang nyaris sama.

 

Jenis wearpack yang standar digunakan untuk balapan motor.
Jenis wearpack yang standar digunakan untuk balapan motor.(KompasOtomotif/Alsadad Rudi)

 

Sedangkan untuk wearpack, sekolah balap mensyaratkan model one piece. Ini adalah model yang lazim dipakai para pebalap MotoGP hingga road race.

Wearpack lokal yang harganya relatif terjangkau adalah merek AHRS. Bila menyambangi racing shop AHRS, akan mudah ditemui wearpack dari mulai yang dijual dengan harga Rp 650.000, Rp 850.000 hingga yang paling mahal Rp 900.000. Bila calon pembeli lebih menyukai merek impor, ada Alpinestar yang dijual pada kisaran harga Rp 1,3 juta hingga Rp 1,8 juta.

Setelah helm dan wearpack, perlengkapan lainnya yang tak boleh ketinggalan adalah sarung tangan. Sarung tangan yang standar balap biasa panjangnya menutupi hingga melewati pergelangan tangan. Pada bagian jari dan kepalan terdapat pelindung. Harga sarung tangan model ini biasanya dijual dari mulai Rp 500.000 hingga Rp 1 juta.

 

Jenis sarung tangan yang standar digunakan untuk balap motor.
Jenis sarung tangan yang standar digunakan untuk balap motor.(KompasOtomotif/Alsadad Rudi)

 

Perlengkapan terakhir yang dibutuhkan untuk bisa mengikuti pelatihan balap adalah sepatu. Sepatu balap biasanya terdiri atas dua jenis, yakni model tinggi dan model rendah. Sekolah balap tidak mengharuskan penggunaaan salah satu jenis. Model apapun diperkenankan untuk dipakai, sepanjang menutupi mata kaki.

Seperti perlengkapan lainnya, harga sepatu balap juga bervariasi tergantung merek. Untuk sepatu balap model rendah biasanya dijual pada kisaran harga Rp 600 ribu hingga Rp 1,5 juta. Sedangkan model tinggi dijual pada kisaran harga Rp 2 juta hingga Rp 4 juta.

Seluruh perlengkapan dengan harga yang tercantum di atas sudah sesuai dengan model standar yang ditetapkan oleh sekolah balap.

 

Salah satu jenis sepatu balap dengan model rendah.
Halaman 162 dari 165

Kontak Polisi

RESOR PALU