hpn2020
Sport Luar Negeri
Pemred

Pemred

Jakarta (alasannews) -- Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan 3 WNI dari 78 WNI yang berada di Kapal Diamond Princess di Jepang dinyatakan positif virus corona.

Dua di antaranya dilarikan ke rumah sakit di Kota Chiba. "Saya juga menyampaikan beberapa update terkait dengan kru kita yang ada di dalam kapal tersebut.

Berdasarkan komunikasi kita terakhir termasuk pembicaraan dengan duta besar Jepang maka diperoleh informasi bahwa 3 dari 78 kru WNI dinyatakan confirmed. Nah 3 WNI tersebut adalah dari total 446 per saat ini yang dinyatakan confirmed," ujar Retno di Kemlu, Jalan Taman Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2020).

Retno mengatakan total penumpang yang ada di kapal tersebut adalah 3.711. Sementara mereka berasal dari 56 negara.

"Dapat saya sampaikan bahwa total orang yang ada di dalam kapal tersebut jumlahnya adalah 3.711 yang terdiri dari penumpang jumlahnya 2.666 sementara krunya adalah 1.045 dari 56 negara," kata dia.

Retno mengatakan 2 WNI yang dinyatakan positif corona itu dibawa ke rumah sakit di Kota Chiba. Sementara satu oramg lainnya masih menjalani proses menuju rumah sakit.

"Dari 3 WNI yang sudah dinyatakan confirmed tersebut 2 di anataranya dibawa ke rumah sakit di Kota Chiba sementara yang satunya sedang menjalani proses untuk menuju rumah sakit. Sehingga per detik ini saya belum dapat menyampaikan satu WNI dibawa ke RS mana," jelas Retno.

Retno mengatakan tim KBRI yang berada di Jepang sudah berada di Chiba. Retno mengatakan bahwa KBRI akan memastikan bahwa ketiga WNI itu akan mendapatkan penanganan yang baik.

"Tim KBRI mungkin saat ini sudah berada di Chiba pagi tadi mereka sedang menuju ke Chiba untuk memastikan bahwa WNI kita mendapatkan penanganan yang baik dari otoritas di Jepang," tutur Retno. Diketahui sebanyak 78 WNI yang menjadi kru Kapal Diamond Princess dikarantina di Jepang. Dijadwalkan masa karantina akan selesai Rabu (19/2) besok.

Berita ini sudah ditayang di detik.com

Selasa, 18 Februari 2020 06:28

Isal, Serius Dong

Moh Faisal Lahaja (ist)

POLITIKA (alasannews) -- Ramai bicara kandidat Cabup Tolitoli, menjadi berita menarik baik di medsos maupun media streaming. Isu paling gres adalah siapa kandidat 01. Media ini mencatat sedikit empat nama berpotensi menjadi 01, salah satunya adalah Ketua DPD Golkar Tolitoli, Faisal Lahaja.

Pekan ini ditemui di GI Jakarta,Isal sapaan akrab ketua Golkar itu mengaku serius untuk urusan Pilkada Tolitoli. Sebagai anak kampung, merasa terpanggil untuk membangun daerahnya.

"Kita pasti bisa dengan segala kekuatan yang ada (SDM-SDA)," paparnya mengurai potensi-potensi yang bisa dikembangkan ke depan.

Anggota DPRD provinsi ini mengaku, ada banyak potensi SDA yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat kita, contoh kelautan dan tambang.

Selain yang sudah ada seperti pertanian dan perkebunan, Tolitoli menyimpan potensi kelautan yang besar.

Demikian juga sektor pertambangan, katanya. Ini terpulang kepada pemimpin dan masyarakatnya. Apakah harus puas dengan hasil yang ada, tentunya tidak masih bisa maksimalkan seperti pengirimn ikan beku.

Kalau sekarang Tolitoli bisa menjadi daerah penyangga ikan nasional, tentu ke depan pemimpinnya harus bisa menjadikan Tolitoli bisa ada industri ikan atau pabrik pangalengan atau pembekuan ikan.

NDB Menuju Cawagub Sulteng (2) "Apa Kabar Ibu-ibu"

POLITIKA (alasannews) -- Sulteng punya Gubernur wanita? Kenapa tidak! Kalau saja ibu Nurmawaty Dewi Bantilan (NDB) menjadi Cawagub Sulteng pada Pilkada 2020...siapakah yang diuntungkan.

Di sini saya bertanya kepada kaum bapak dan ibu saja. Sepintas, tidak terbayang kalau kemajuan emansipasi wanita sudah jauh menembutas batas peradaban kita.

Sudah ada bupati bahkan camat, gubernur, bahkan republik kita ini pernah dipimpin seorang wanita (ibu Megawaty).

Tidak latah, bila saja Sulteng ingin dipimpin seorang wanita. Apakah NDB bisa menerobos 'kepakuman' politik yang tengah dirasakan rakyat pemilih yang hampir 2 juta orang itu.

NDB wanita karier yang satu-satu di.miliki Sulteng dimpanggung politik saat mau maju ke Pilgub 2020. Apakah para ibu bisa memahami keberadaanya, mau merasakannya atau sebaliknya?

Kembali kepada kita semua dan saya tanyakan di sini "apa kabar ibu-ibu" Meliki.latar belakang keluarga intelektual, NDB tidak sekadar mumpuni.

Kafasitas dan kafabilitasnya sangat memadai untuk memimpin Sulteng, 2020-2025. Berlatar ekonomi, NDB memiliki peluang mengembangkan Sulteng menjadi Sejahtera.

Apalagi, pertumbuhan ekonomi Sulteng jauh di atas rata-rata nasional. Empat periode birokrat memimpin Sulteng, alhamdulillah hasilnya kita sudah bisa.melihat. Di.mana letaknya NDB ingin mensejhaterakan Sulteng..

ikuti tulisan ringan berikutnya. Insah Allah

BOGOR (alasannews) -- Terjal dan berlumpurnya jalan menuju Desa Cisarua Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor tidak menyurutkan semangat tim yang mengusung nama Sinergi Untuk Berbagi menuju lokasi.

Pagi itu Sabtu 15 Februari 2020, dimana medan yang dilalui cukup sulit dijangkau kendaraan biasa, ditambah lagi kondisi cuaca yang kurang bersahabat, tim terus melaju hingga titik target.

Meskipun jalan dilalui penuh halangan dan rintangan, serta jalan yang kiri kanan jurang serta tebing yang curam, tim Sinergi Berbagi akhirnya bisa mencapai lokasi yang terkena banjir satu bulan lalu.

Tim Sinergi Untuk Berbagi ini merupakan gabungan dari beberapa Komunitas dan Organisasi dari generasi milenial yang mempunyai kepedulian terhadap korban bencana alam, khususnya korban banjir dan longsor yang terjadi di desa Cisarua.

Adapun komunitas dan organisasi yang tergabung di Sinergi Untuk Berbagi ini antara lain: *We Are Charity (WAC) yang diketuai oleh Alona Puspa, Perempuan Merah Putih (PMP) dan Yayasan Seniman Jalanan Indonesia (YSJI) diketuai oleh Astrid Esther (Queen Astrid) , Aliansi Masyarakat Untuk Nawacita (Almaun) diketuai oleh M Rafik Perkasa Alamsyah, dan Remaja Islam Sunda Kelapa (Riska) yang diwakili oleh Ketua Departemen Riska Peduli Sendi Lesmana, serta dukungan Trauma Healing yang dipandu oleh Dika ( Almaun).

Rombongan ini membawa bantuan berupa beras, gula, minyak goreng, kopi, bubur ayam instan, teh, susu, biskuit bayi dan ibu hamil, biskuit orang dewasa, air minum mineral 2 botol besar per keluarga, sereal, termasuk peralatan mandi, obat-obatan standar termasuk krim anti nyamuk. Selain itu bantuan yang dibawa ada juga yang berupa pakaian dalam.

Di lokasi rombongan disambut oleh warga dengan sambutan dari Sekdes Cisarua Bapak Nana, mewakili tim Sinergi Berbagi sambutan disampaikan oleh Alona Puspa dari WAC.

Acara dipandu oleh Tyas Sanusi dari PMP, pengisi acara berupa hiburan musik untuk warga dari YSJI. Tim Dokter dari Al Maun dipimpin oleh Dr. Zul, dan tim medis perawat dari Riska.* Kondisi masyarakat pasca bencana ini cukup memprihatinkan, mengingat lokasi yang relatif sulit dijangkau, sehingga bantuan yang datang belum mencukupi kebutuhan masyarakat.

Masih banyak kebutuhan primer yang dibutuhkan masyarakat seperti sembako, makanan siap saji, perbaikan rumah, kebutuhan pakaian layak pakai, selimut tebal, jaket untuk anak-anak, matras untuk tidur, serta obat-obatan mengingat curah hujan cukup tinggi, dan akses menuju Puskesmas serta Pasar cukup jauh dan sulit dijangkau.

"Harapan kami agar Pemerintah lebih memperhatikan kondisi Desa Cisarua, karena warga sangat mengharapkan pemerintah datang langsung melihat Desa Cisarua agar segera mengatasi segala permasalahan yang ada". Ujar Astrid Esther menutup wawancara kegiatan Bakti Sosial Sinergi Untuk Berbagi ini.

 

JAKARTA (alasannews) -- Panglima Komando Nasional Brigade 411, H Basir Bustomi berharap Silat diajarkan diseluruh Sekolah di DKI Jakarta. Dengan begitu kita bisa  bangga Pencak Silat Indoensia diakui dunia.

Alasannya kenapa silat perlu diajarkan di sekolah, Silat Indonesia diakui Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO-PBB) menjadi warisan budaya tak benda kemanusiaan.

Direktorat Sosial Budaya dan Organisasi Internasional Negara Berkembang Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kampradipta, menjelaskan perihal seni beladiri yang diakui UNESCO itu.

UNESCO menggunakan istilah ‘Tradisi Pencak Silat’ untuk merujuk budaya dari Indonesia. “Saya berharap pecak silat diajarkan disekolah-sekolah, jadi extra kulikuler, khusus DKI Jakarta saya berharap silat Betawi BEKSI yang diajarkan disekolah-sekolah sebagai mata pelajaran kearifan lokal*” ujar HBasir Bustomi pendiri perguruan Pencak silat RED BEKSI (BEKSI MERAH), saat ditemui jurnalis Heru BosBro diMarkas Besar Red Beksi di Kebayoran Lama.

Sudah selayaknya Pemerintah Daerah melestarikan seni budaya pencak silat, salah satu caranya mengadakan pelajaran extra kulikuler pencak silat disekolah-sekolah dari SD hingga SMA/SMK. Khusus wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya (Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang dan Tangerang Selatan) Red Beksi siap membantu menyedikan pelatih kesekolah-sekolah yang ingin belajar silat Betawi yaitu Beksi.

Untuk info lebih lanjut bisa hubungi facebook H. Basir Bustomi, Perguruan Pencak Silat Beksi, instagram @RedBeksi atau hubungi Whatsapp 088210620869 - Lukman / 08159222111- Heru BosBro.

Senin, 17 Februari 2020 11:51

Radiasi Serpong.

Oleh: Dahlan Iskan, Tokoh Nasional 

KALAU  benar, ini sangat mencoreng ilmuwan kita. Bahkan negara kita.

Bagaimana bisa –seperti diumumkan lembaga pengawas nuklir Indonesia kemarin –ditemukan sumber radiasi nuklir di perumahan di Serpong, dekat Jakarta.

Tepatnya di sebuah tanah kosong di komplek perumahan Batan Indah. Itulah perumahan yang dibangun untuk dibeli karyawan yang terkait dengan Pusat Penelitian Teknologi (Puspitek) Serpong. Di kawasan lebih 200 hektar itu ada Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), ada reaktor nuklir skala kecil, ada Badan Pengawas Nuklir (Bapeten), ada BUMN Industri Nuklir Indonesia (PT Inuki), dan ada Institut Teknologi Indonesia (ITI).

Tanggal 30 dan 31 Januari lalu Bapeten mencoba alat yang baru dibeli. Yakni alat pendeteksi radiasi. Sudah menjadi kewajiban Bapeten untuk memonitor bocor tidaknya reaktor nuklir milik Batan di situ. Umur reaktor itu sudah 40 tahun.

Tapi belum bisa dikatakan tua untuk usia sebuah reaktor. Hanya teknologinya yang sudah agak ketinggalan. Daerah yang diperiksa alat itu meliputi sekitar stasiun kereta api Serpong, ITI, Puspitek, dan sekitarnya. Semuanya aman. Tidak terdeteksi adanya radiasi.

Tapi ketika membawa alat itu ke komplek perumahan Batan Indah muncullah tanda: ada radiasi di situ. Ini sebuah keanehan yang menggelikan. Di sekitar reaktor sendiri tidak ditemukan adanya radiasi. Justru di perumahan yang jauh terdeteksi radiasi. Jarak Batan Indah dengan reaktor itu sekitar 3 kilometer. Ini sungguh lelucon yang menjengkelkan.

Terutama bagi kita yang concern bahwa nuklir adalah masa depan kita. Ambyar! Ketika alat pendeteksi itu dibawa keliling di Batan Indah ditemukanlah titik pusat radiasi.

Di situlah sumber radiasi itu: di sebuah tanah kosong di sela-sela rumah. Di situlah sinyal terkuat radiasi muncul: di dalam tanah di situ. Bapeten pun melakukan penggalian. Di situlah terkubur benda-benda yang pernah berhubungan dengan produk nuklir. Kelihatannya itu bukan kuburan baru. Tapi tidak diketahui sudah berapa lama terkubur di situ. Kalau pun ada orang yang sudah terkena radiasi juga belum diketahui sudah berapa lama terkenanya. Demikian juga pohon-pohon di sekitarnya. Terutama pohon buah: sudah berapa tahun mengisap radiasi dari dalam tanah itu.

Bapeten sudah benar: prioritasnya adalah mengatasi persoalan dulu. Bapeten segera memasang pita kuning di sekeliling lokasi itu. Agar tidak ada orang yang memasuki tanah kosong tersebut. Langkah berikutnya: mengambil tanah yang sudah terpapar radiasi. Tanah itu dimasukkan drum berpenutup rapat. Sampai kemarin sudah terkumpul 52 drum tanah yang bisa diamankan. Yakni drum berukuran 100 liter. Hasil deteksi terakhir Sabtu kemarin menyebutkan radiasi di situ sudah berkurang 30 persen. Masih diperlukan 20 hari lagi untuk menghilangkan semua itu. Setelah ini barulah dicari jawaban atas banyak pertanyaan berikut ini:

Bagaimana ceritanya sumber radiasi itu bisa sampai di situ. Sudah berapa lama di situ. Berapa orang dan berapa pohon yang sudah terpapar di luar batas yang diperbolehkan. Dugaan saya: ada orang yang mencuri produk nuklir. Kalau yang dicuri itu senjata nuklir tentu sudah seperti di film Hollywood.

Tapi, di Serpong, kan tidak pernah dibuat senjata nuklir. Yang pernah dibuat di Serpong adalah radio isotop. Yakni nuklir untuk kedokteran. Yang bisa dipakai untuk mendeteksi kanker itu.

Maka, apakah ada yang mencuri radio isotop? Sungguh pertanyaan yang tidak sampai hati dikemukakan. Sekaligus bikin malu bangsa: masak iya sih sampai ada yang mencuri produk nuklir? Korupsi Jiwasraya saja sudah sangat memalukan.

Tapi kan masih tergolong biasa: ahli keuangan mencuri uang. Tapi mencuri nuklir? Pengarang novel pun tidak akan pernah punya ide cerita fiksi seperti itu. Dan ini bukan fiksi. Berarti, pencurinya orang dalam. Jangan-jangan yang tinggalnya juga di perumahan itu! Orang dalam mana?

Tidak mungkin orang Bapeten. Tidak mungkin orang Batan. Tidak mungkin orang ITI. Tidak mungkin Benny Tjokrosaputro. Ups… Ia kan orang luar. Yang sangat mungkin adalah: ia orang BUMN. Tinggal dicari tahu: Kapan? Tahun berapa? Jangan-jangan sewaktu saya menjadi menteri BUMN!

Saya begitu sedih membaca siaran pers Bapeten kemarin. Ini pasti menjadi berita dunia –khususnya dunia nuklir. Kok ada produk nuklir bisa dicuri! Betapa bobrok kita ini.

Lantas, bagaimana kita bisa mendapat izin internasional di bidang niklir kalau mereka tahu kelakuan orang kita seperti itu? Mereka pasti mempertanyakan: bagaimana dunia bisa aman kalau Indonesia diberi ijin nuklir?

Apakah bisa dipercaya untuk menjaganya dengan baik? Jiwasraya telah begitu kuat memukul diri kita. Pencurian produk nuklir ini begitu dalam memukul batin kita. Itu kalau benar ada pencurian. Dan rasanya benar!

Mungkin. (dahlan iskan)

Opini sudah tayang di suara merdeka

Senin, 17 Februari 2020 10:17

Umroh Bersama Penghafal Qur'an

Senin, 17 Februari 2020 07:37

Isu ARB dan MNB 'pecah konksi' merebak

Moh Nurmansyah Bantilan (ist)

TOLITOLI (alasannews) -- Perhelatan Pilkada baru akan digelar akhir 2020. Pasangan kandidat pun masih labil alias belum pasti. Isu yang merebak sekarang adalah pasangan Abd Rahman Buddin (ARB) dan M Nurmansyah Bantilan (MNB) 'peca' alias retak pun jadi bubah bibir. Sl

Sebelumnya, pasangan ARB dan MNB diunggulkan publik karena memiliki power yang signifikan. Arb sebagai wakil bupati sedangkan Randy Saputra memegang kursi Ketua DPRD juga ketua PPP, sementara MNB sebagai Ketua PD memiliki hubungan emosional dengan penduduk setempat.

Sedangkan kandidat lain adalah pasangan AHY dan MBB, disebut sangat familiar. Dengan dukungan PAN yang nota bene bupati Tolitoli, pasangan ini sangat diunggulkan disemua lapisan.

Lain halnya dengan Moh Faisal Lahaja (ketua DPD Golkar) Tolitoli, disebut bisa menjadi kuda hitam dalam pilkada kali ini. Ditemui di salah satu Cafe di GI, Jumat pekan lalu, Faisal mengaku serius untuk Pilkada Tolitoli.

Dengan bekal peroleh suara di urutan kedua di Tolitoli, dia mengaku memilki dukungan di akar rumput sebagai anak kampung. Isal sapaan akrab Moh Faisal dikenal dengan perangainya yang mudah akrab, bisa merajut akar rumput sebagai kekuatannya.

Persoalan sekarang, Golkar menjadi incaran beberapa tokoh seperti Iskandar Nasir, Muhtar Deluma juga MNB. Golkar dalam posisi yang diuntungkan bila saja benar kabar keretakan Arb dan Mnb. Tapi kata Isal ini semua kerja politik sehingga kita tunggu jadwal pendaftaran ke KPU saja, kilahnya.

PEKANBARU (alasannews) -- Pendidikan Jurnalistik Gratis yang di taja Oleh Lembaga Pendidikan Wartawan, Pekanbaru Journalist Center (PJC) bersama dengan YK Law Firm bertempat di Kantor PJC Jalan Rambutan 13 B Kota Pekanbaru. Dalam Pendidikan Jurnalistik ini Dibimbing langsung Oleh Drs. Wahyudi El Panggabean MH Selaku Direktur Utama Lembaga Pendidikan Wartawan dan DR. Yudi Krismen. SH. MH, Dosen di Pasca Sarjana Fakultas Hukum UIR. Pada Materinya Wahyudi El Panggabean menyampaikan penting nya mengenali peristiwa sebelum membuat sebuah berita dan persiapan yang matang sebelum melakukan Proses wawancara. ” ya sebelum kita melakukan proses wawancara kepada narasumber kita harus melakukan persiapan yang matang, penampilan prima, berbicara dengan sopan santun, buang rasa takut dan terakhir buat TOR atau panduan Pertanyaan.” kat Wahyudi, Minggu (16/2/2020) Ketika di tanya apa harapan Wahyudi terkait program Gratis yang ia cetus di Lembaga Pekanbaru Journalist Center ini, Wahyudi berharap agar Program ini bisa berjalan terus sesuai dengan yang di inginkan. “Saya berharap agar Program ini dapat berkesinambunga karena inilah yang akan kekal abadi bagi kita karena ini adalah salah satu ilmu yang bermanfaat yang kita ajar kepada generasi generasi muda kita. Apalagi generasi muda Sekarang ini luar biasa anak muda sudah berani jadi Wartawan dan memiliki Media makanya kita kawal serta bina agar mereka dapat menjadi Wartawan yang Profesional.” Ujarnya. Sedang kan DR.Yudi Krismen,SH. MH menyampaikan materi tentang UU IT dan UU Pers serta Kode Etik Jurnalistik yang mesti di ketahui oleh seorang Jurnalist. Pasal yang sering digunakan adalah pasal 27 Ayat 3 UU ITE tentang pencemaran nama baik serta pasal 28 ayat 2 UU ITE tentang penyebaran Kebencian. ” jadi Jurnalis Mesti pandai juga karena yang terjerat UU ITE ini banyak yang berhubungan dengan Media Sosial meskipun Share Produk Jurnalistik (berita) kalau disisipi komentar yang memancing caci maki orang banyak ini juga berbahaya bagi Jurnalis. Kebebasan Pers bukan berarti membuat Jurnalis bisa bertindak Seenaknya (ada pasal 7 ayat (2) (UU 40/1999 tentang Pers ) Jurnalis adalah Profesi yang memiliki dan harus menaati Kode Etik Jurnalistik.” Jelas Pimpinan YK Law Firm. Tampak hadir pada pelatihan Jurnalis Gratis yang di Gelar Oleh Pekanbaru Journalist Center (PJC) ini ibu Asmanidar. SH selaku Ketua IKADIN Kota Pekanbaru, Pebrian Koto. S. Pd yang mendampingi para Pemateri. Salah seorang Peserta Program Jurnalistik Gratis Nova (menyampaikan ucapan Terimakasih kepada PJC dan YK Law Firm yang telah memberikan ilmu ilmu seputar Kewartawanan dam UU Pers. ” Alhamdulillah dengan mengikuti pelatihan jurnalistik ini kami banyak mendapat kan pelajaran penting dan ilmu mengenai dunia wartawan serta UU yang ada dalam dunia Jurnalistik, semoga ilmu yang telah kami dapatkan bisa bermanfaat buat kami para peserta ini.” ujar Nova. (Rilis/Red)

Gubernur Anies Ingin Jakarta Punya Museum Lawak,  tampak pengurus Paski DKI usai dilantik (foto ist)

JAKARTA (alasannews) -- Pelaksanaan pelantikan pengurus daerah PaSKI DKI Jakarta berlangsung meriah dan sukses.

Pelantikan pengurus daerah (PengDa) PaSKI DKI Jakarta terkesan sangat spesial sekali karena dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Iwan Henry Wardhana Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Pengda Paski Jabar Bang Komeng, Pengda Paski Banten Bang Narji, Pembina PaSKI Pusat Tarzan, Derry penasehat PaSKI, H.Komar, Ginajar, Eko Patrio, Jarwo Kwat Ketua Umum PaSKI , Ivan Sekjen Paski Pusat, David Nurbianto Stand Up Comedy, Maman Suherman, Rachmat Gobel, Denny Chandra, Rudy Sipit, Idan Separo, Kojek , Mamo Diamor, Faqih Ngademin dan lain-lain.

Balai kota DKI Jakarta jadi saksi bisu moment bersejarah pelantikan Pengurus Daerah PaSKI DKI Jakarta priode 2020-2023. Pelantikan pengda PaSKI DKI Jakarta menjadi moment penting dan bersejarah bagi dunia komedi Indonesia, acara yang digelar pada hari Sabtu, 15 Febuari 2020, Jam 19.00 - Selesai, sangat berkesan dan meriah.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam sambutannya menginfokan gagasanya untuk membuat museum Lawak di Jakarta. "Ide yang sangat luar biasa dari Pak Anies Baswedan yang ingin membuat Museum lawak, ini akan mengakomodir seniman komedi diJakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya, dan bisa menjadi alternatif hiburan dan wisata diJakarta" ujar Teguh Margono, SH selaku Bidang Hukum dan Advokasi pengda PaSKI DKI Jakarta.

Acara pelantikan telah resmi mengangkat para pengurus daerah PaSKI DKI Jakarta priode 2020-2023 yaitu:

Penasehat Ibu Linda Agum Gumelar, Ketua Denny "Cagur" Wahyudi, Wakil Ketua I Beddu wakil ketua II Mukhlas, Sekretaris Mas Ganang Pricahyono (Mas Gan), Bendahara Kumala Sari , Bidang Usaha Kreatif dan Pengembangan SDM Haerudin (Heru BosBro) Simon Rarameha Ngadang (Temon) , Panca Sunu Setyaji, Murfi Hidayat, Dindo Romanjaya, Bidang IT dan Sosial Media : Encep Muh Subhan, Zulfikri, Zukfikar, Dadang Suherman, M. Hafiz Sya'ban. Bidang Humas dan Hubungan Antar Lembaga : Wildan Delta (Kiwil), Saleh Ali, "Takur" Yazir Haq, Kimau, Rudi Handoko Rahardjo , Bidang Sosial Kemanusiaan dan Kerohanian : H. Otong Lalo, H. Bachtiar, Nizamudin, Maya Safira, Latifah, Dedy Rachmanto, Muhammad Hafiz dan untuk Bidang Hukum dan Advokasi Teguh Margono,SH dan Agung Mattauch,SH,MH.

"Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada para sponsor, pemprov DKI Jakarta yang telah memberikan tempat dan fasilitas diBalai kota DKI Jakarta, para pelawak, pengurus dan anggota PaSKI DKI Jakarta , hingga bisa terlaksananya acara pelantikan ini" ujar Takur selaku ketua panitia pelaksana pelantikan Pengurus Daerah DKI Jakarta priode 2020-2023.

Acara pelantikan pengurus daerah PaSKI DKI Jakarta yang berlansung sukses penuh gembira dimeriahkan oleh MC kocak Abdel & Temon, hiburan musik humor Go Blocks Band, Lenong PaSKI DKI Jakarta dengan para pemain Denny Cagur, Beddu, Parto Patrio, H.Bachtiar, Nizam, Murfi, Kimau, Mae, Kumala Sari dan para pemain lainnya dari sanggar Si Pitung, palang pintu dan gambang kromong sanggar Si Pitung Rawa Belong pimpinan H. Bachtiar, ABI (Aku Badut Indonesia) pimpinan Deddy Delon dan stand up comedy.

"Semoga pengurusan pengda PaSKI DKI Jakarta oriode 2020-2023 benar-benar bisa menjadikan wadah komunikasi, silaturahmi dan kreatifitas para seniman komedi Indonesia khususnya DKI Jakarta" kata Denny Cagur selaku ketua PengDa PaSKI DKI Jakarta priode 2020-2023.

Penampakan stadion manahan solo setelah direnivasi, dengan kafasitas 20.000 penonton siap gelar FAFA 2020 (ist/tweter)

SURAKARTA (alasannews) -- Presiden Joko Widodo meresmikan renovasi dan pengembangan Stadion Manahan, Kota Surakarta, pada Sabtu, 15 Februari 2020.

Setelah direnovasi sejak Agustus 2018, Stadion Manahan kini memiliki fasilitas yang lebih baik. “Alhamdulillah kita pada malam ini bisa melihat, setelah direnovasi besar-besaran, Stadion Manahan Solo menjadi stadion yang megah dan fasilitas yang jauh lebih baik,” kata Presiden dalam sambutannya.

Setelah direnovasi, Presiden juga berharap agar Stadion Manahan siap untuk menjadi salah satu stadion yang akan menggelar pertandingan Piala Dunia FIFA U20. “Kita berharap nantinya di 2021 Stadion Manahan Solo bisa ditetapkan sebagai stsdion untuk Piala Dunia U20 oleh PSSI maupun FIFA. Sehingga nanti kita bisa bersama-sama melihat laga internasional di stadion yang sangat megah ini,” imbuhnya.

“Dengan mengucap bismillahirahmanirrahim, dengan memohon rida dan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, pada malam hari ini saya nyatakan, saya resmikan renovasi dan pengembangan Stadion Manahan Solo,” ujarnya. Selepas memberikan sambutan, Presiden kemudian menandatangani prasasti tanda peresmian dan menyerahkan bola kepada anak gawang.

Selanjutnya, Presiden menyalami para pemain Persis Solo dan Persib Bandung yang akan berlaga dalam pertandingan persahabatan. Stadion Manahan sendiri mulai direnovasi pada Agustus 2018 dan selesai pada akhir tahun 2019.

Stadion ini memiliki luas 34.960 meter persegi dan berdiri di atas kawasan seluas 173.300 meter persegi. Stadion Manahan memiliki kapasitas 20.000 penonton dengan tempat duduk tunggal. Renovasi juga mencakup pengerjaan perbaikan struktur, penambahan kolom baru, hingga penambahan struktur lantai VIP.

Usai peresmian, Presiden kemudian menyaksikan laga persahabatan antara Persis Solo melawan Persib Bandung dengan ditemani Ibu Negara Iriana dan cucu pertamanya Jan Ethes Srinarendra.

Sejumlah menteri turut hadir dalam acara peresmian tersebut, yaitu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Selain itu hadir pula Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo, dan Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochammad Iriawan.

(BPMI Setpres)

Bangunan Gudang KUD yang tidak terawat tampak mulai rusak (fadly syarif)

BENTENG (alasannews) -- Rangkaian blusukan digelar Pimpinan Daerah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia ( GNPK-RI) Kabupaten Kepulauan Selayar. Sulawesi-Selatan, hari, Minggu, (16/02).

Agenda blusukan dipusatkan di bekas, bangunan gudang KUD Pelita, di ruas jalan Veteran Benteng yang saat ini, tidak lagi termanfaatkan dan tidak terurus sama sekali Dalam rangkaian blusukannya kali ini, Pimpinan Daerah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia, sempat bertemu dan berbincang bersama, Hj. Sitti Asyiah yang mengaku sebagai isteri salah seorang tokoh pengagas, pembangunan gudang KUD Pelita, di era tahun 1978-1979 silam.

Bangunan gudang tua yang sudah berusia kurang lebih empat puluh dua tahun yang merupakan asset tidak bergerak, milik ex. anggota KUD Pelita tersebut, kini dikuasakan pemanfaatannya, kepada Hj. Sitti Asyiah dengan ketentuan yang bersangkutan, berkewajiban melunasi pajak bumi dan bangunan gudang beserta lokasinya.

Di hadapan jajaran Pimpinan Daerah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia, Sitti Aisyiah menuturkan keinginanan dan harapannya kepada pemerintah kabupaten untuk dapat turun tangan dan menggelontorkan anggaran rehabilitasi ex. bangunan KUD Pelita, agar dapat kembali dimanfaatkan oleh warga masyarakat untuk menyimpan stock hasil bumi dan pertanian.

Ia berharap, harga kopra dan cengkeh yang saat ini, sangat anjlok dapat segera kembali stabil agar petani dan warga masyarakat bisa menghela nafas lega, seperti sebelumnya. di lokasi yang sama, Ketua GNPK-RI Kabupaten Kepulauan Selayar, Fadly Syarif, mengutarakan, "Kegiatan blusukan ini merupakan agenda rutin yang digelar jajaran Pimpinan Daerah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia.

Hampir pada setiap kegiatan kunjungan, kita senantiasa memberikan motivasi dan semangat kehidupan bagi masyarakat dalam menghadapi pasang surut harga komoditi pertanian dan hasil bumi".

Hal ini kita lakukan sebagai wujud nyata kepeduliaan dan keberpihakan ormas GNPK-RI terhadap upaya peningkatan taraf perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Selain berdialog dengan masyarakat, agenda kunjungan kita fokuskan untuk melihat dan menyaksikan kondisi fisik bangunan gudang yang sudah sangat memprihatinkan.

Beberapa bagian dindingnya mulai retak, dan bahkan, hancur termakan usia. Sementara rangka bangunan dan atapnya, sudah rusak total. Kondisi yang tak kalah miris, terlihat pada beberapa bagian daun jendela yang mulai lapuk dan keropos.

"Kita berharap, agar bangunan gudang tua yang dulunya merupakan salah satu urat nadi perekonomoan warga masyarakat ini bisa mendapat perhatian dari pihak instansi tekhnis terkait". "Gudang ini, tak lepas dari catatan sejarah perekonomian daerah di masa lalu. Oleh karenanya, pemerintah kabupaten berkewajiban mendorong pengalokasian anggaran rehabilitasi bngunan gudang dimaksud, tegasnya.

(Humas GNPK-RI)

Tampak ambulance yang dirinsek usai tambak kerbau (fadly syarif/anc)

 

SELAYAR (alasannews) -- Persoalan ternak liar tak bertuan yang telah acap kali menjadi bahan perbincangan dan sorotan di aku media sosial facebook, hari ini, Minggu, (16/2) kembali menjadi pemicu laka lantas yang terjadi di jembatan Tulang, Desa Barugaia. Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan.

Sebuah armada mobil ambulance milik Puskesmas Buki bermuatan jenazah, ringsek usai mengalami kecelakaan lalu lintas yang dipicu oleh kerbau liar tak bertuan yang kerap bergentayangan di jalan raya.

Armada mobil ambulance melaju dari arah kota Benteng dan rencananya akan menuju ke Dusun Bontonumpa untuk mengantar jenazah yang bary dijemput dari RSUD KH. Haiyung, Benteng.

Akibat kecelakaan tersebut, jenazah beserta rombongan keluarga yang berada di mobil ambulance terpaksa dievakuasi dengan menumpangi armada mobil pick up untuk melanjutkan perjalanan menuju ke Dusun Bontonumpa.

Beberapa hari sebelumnya, persolalan ternak liar, sempat disorot oleh salah seorang netizen yang merasa gerah melihat kambing tak bertuan, keluar masuk, pekarangan rumah dan memakan tanaman warga.

Kepala bidang Trantibun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran ( Damkar) Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Eka Putera Rindam yang dikonfirmasi wartawan, hsri Minggu, (16/2), membenarkan kejadian laka lantas, di area Jembatan Tulang yang disebabkan oleh kerbau liar tak bertuan. Andi Eka menuturkan, hal ini sudah dibahas dan dikoordinasikan dengan sejumlah camat.

Bahkan, ia selaku, Kabid Trantibum merasa prihatin, dengan masih cenderung rendahnya kesadaran masyarakat dan atau pemilik ternak, akan dampak dan sisi negatif yang akan ditimbulkan saat ternak bekeliaran tanpa pengawasan. Selain dapat memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas, ternak liar juga berpotensi merusak tanaman waga, pungkasnya.

(Fadly Syarif)

TOLITOLI (alasannews.id)--Julita, Warga Ogomolli Tolitoli, Sulawesi Tengah eks Wuhan China yang akan pulang ke kampung sudah masa karantina di Natuna, Kepulauan Riau. Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Tolitoli, dr Sofyan Lahaja yang dikonfirmasi alasannews, Sabtu (15/2/2020) mengatakan, secara medis semua WNI eks Wuhan China sudah melalui masa karantina di Natuna dinyatakan negatif akan virus Corona (Covid-19) Namun kalau ditanyakan bagaimana antisipasi IDI Tolitoli soal kepulangan warga Desa Ogomolli itu selalu saja berpedoman pada tugas masing-masing. Artinya kata Sofyan legalistas penanganan itu ada pada Pemda dalam hal ini Dinas Kesehatan. "Kami di IDI selalu saja siap melakukan penangan medisnya sebagaimana tindakan yang diperlukan," ujar Sofyan. Menyangkut peralatan, IDI sudah melakukan koordinasi baik nasional hingga ke daerah dan semua anggota IDI siaga akan masalah Corana yang sudah membunuh lebih dari 1000 orang itu. Dia juga mengakui kekuatiran warga Tolitoli akan berita ini. Namunpun begitu, pemerintah selalu berbuat maksimal termasuk IDI, katanya agar warga masyarakat tidak gelisah berlebihan. Keterangan kepulangan warga kampung Ogomolli, Kecamatan Galang Tolitoli itu setelah pemerintah menyatakan WNI eks Wuhan yang menjalani masa karantina di Natuna bebas dari virus Corona. Kepulangan Julita yang beralamat Jalan Moh Natsir Desa Ogomolli Kec. Galang di medsos jadi pro kontra. Warga Sulteng lainnya yang akan pulang kampung adalah Asrida Afrianti warga Kabupaten Banggai

Minggu, 16 Februari 2020 00:31

NDB Menuju Cagub Sulteng (1)

Foto:ist

POLITIKA (alasannews) -- Politisi Dewi Nurmawaty Dewi Bantilan, setapak lagi akan menajdi calon gubenur Sulteng 2020 dari Partai Golkar. Selain dari Golkar, iapun berpeluang mendapat dukugan dari PKB dan Perindo.

Anak pertama pasangan DR MM Bantilan (Tolitoli) dan DR Nursidah Kasim (Luwuk), mengenyam pendidik di Untad Palu dalam bidang ekonomi. Setelah malang melintang dalam mengembangan perusahaan BUMN PT Telkomsel waktu itu, iya akhirnya mengikuti jejak ayahanda terjun ke politik.

Waty begitu ia disapa, berhasil menjadi peraih seluara terbanyak untuk Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Dapil Sulawesi Tengah. Empat periode di Senayan sebagai perwakilan daerah Sulawesi Tengah, iya pun banting stir ke Partai Golkar.

Iya pun bertarung rekan separtainya H Muhiddin Said yang juga senior di partai berlambang pohon beringin itu. Belum terwujud impiannya duduk di senayan untuk fraksi Golkar, kini ibu satu anak itu terpanggil dan terdorong untuk.maju di Pilgub Sulteng 2020.

Tentunya, ia dan pendukung berharap Golkar memberikan amanat untuk maju bertarung. Waktu pun kini ia lalui. Waty termasuk kader beringin dan wanita satu-satunya yang akan maju ke Pilkada 2020 ini.

Setapak lagi, ia bakal.meraih dukungan penuh nagi sejumlah partai yang ia masuki daftar. Dalam suatu kesempatan alumnus Fekon Untad ini mengatakan, termasuk.daftar ke Partai Gerindra iya sudah lalukan. Kini, peta politik Pilgub berada dinl kisaran, Nasdem, Demokrat atau Golkar.

Apakah Waty bisa mengulang sukses Golkar setelah satu dasawarsa ini lepas? Terpulang kepada kita semua masyrakat Sulawesi Tengah. Melihat peta kemenangan Golkar si Pileg 2019, dengan suara 200 ribu lebih, Golkar tampaknya harus menjadi mesin utama bagi pemenangan NDB.

(bersambung)

RIAU (alasannews) -- Kepedulian terhadap sesama menjadi keharusan bagi setiap orang sebagai makhluk sosial. Hal ini juga jadi bagian yang tak terpisahkan bagi Forum Pers Independent Indonesia (FPII) khususnya Setwil Riau. Selain dituntut memberikan Informasi kepada Masyarakat Ramai Tim FPII juga mengabdikan diri kepada masyarakat dengan Program Peduli Kasih Sesama. Sebagai bentuk kepedulian kasih terhadap sesama pada Jum'at (14/2/2020) Tim Forum Pers Independent Indonesia (FPII,) Setwil Riau yang didampingi Korwil FPII Kampar menjenguk pasien cilik penderita penyakit tumor ganas asal Kabupaten Rokan Hilir. Kedatangan Tim FPII langsung disambut oleh orang tua pasien. Sangat miris mata saat melihat Putra, bocah berusia 7 tahun sang pasien tumor ganas hanya bisa terkulai lemas diatas tempat tidur, dengan kondisi perut yang semakin membesar dan tubuh dan semakin kurus. Rasa sakit yang dialami, Putra membuat hati kita meneteskan airmata. Bocah malang tersebut harus terbaring lemah di Rumah Sakit dengan harapan diberikan keajaiban dari Allah SWT agar segera sembuh. Menurut keterangan Orang tua Putra Sakit yang dialami anaknya sudah berlangsung lebih kurang 1 tahun yang lalu, berbagai pengobatan juga sudah dicoba namun hasilnya belum maksimal,"ujarnya dengan wajah sedih. Masih katanya karena perut sang anak terus mengalami pembengkakan sehingga waktu itu harus dirawat di RSUD Bagansiapiapi. Berdasarkan diagnosa awal dari Tim Dokter, Putra divonis mengidap penyakit tumor ganas yang awalnya dipicu oleh adanya penyakit kanker ginjal yang terus menjalar ke organ tubuh lainnya,"jelasnya. Lebih lanjut setelah melakukan pengobatan di RSUD Bagansiapiapi akhirnya dengan bantuan banyak pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu - persatu anak kami dirujuk ke RS PMC Pekanbaru, dan disini lebih kurang sudah 6 hari. " Di RS PMC ini kita sudah lebih kurang 6 hari"bebenya. Sebelumnya kita juga mencoba pengobatan Alternatif ke Padang Sumatra Barat, dengan pengobatan Alternatif ada ringan sedikit, biasanya Putra kalau sakit tidak mau minum, kita sekarang hanya bisa berharap keajaiban dari Allah SWT, karena saya selaku orang tua tidak tega melihat apa yang dirasakan oleh Putra yang setiap hari merengek merasakan sakit,"tutur Ayah Putra sambil mata berkaca - kaca menahan kesedihan. Ketua FPII Setwil Provinsi Riau Ismail Sarlarta kepada awak media usai kunjungan mengatakan," kedatangan kita ke RS PMC ini dalam rangka menjenguk Anak , Adik kita Putra yang mengidap sakit tumor ganas, dengan program Peduli Kasih yang diprogram oleh FPII khususnya Wilayah Provinsi Riau bahwa kita peduli terhadap sesama,"ungkapnya. Sambung Ismail, selain itu juga kita mengetuk hati Pemerintah baik Pemda Rokan Hilir maupun Pemerintah Provinsi Riau agar memberikan perhatian. " Berikan bantuan yang sunguh - sungguh , jangan hanya setengah - setengah. Karena keluarganya sangat membutuhkan uluran tangan, beliau orang susah yang kesehariannya bekerja serabutan, dengan cobaan oleh Allah SWT betapa tegar hati orang tuanya, untuk itu Pemerintah harus peduli, karena kesehatan masyarakat juga hak masyarakat sesuai amanat UU 1945,"cetus Ismail. Sementara itu ditempat yang sama Asril Ketua FPII Korwil Kampar juga menyampaikan hal yang sama berharap kepada Pemerintah dan seluruh element masyarajak agar membuka mata terhadap apa yang diderita oleh sesama. " Saya berharap Pemerintah berikan bantuan dan Perhatian Estra, dan juga kepada masyarakat mari sama - sama kita doakan adik kita ini Putra agar segera diberikan kesembuhan"harapnya. Masih kata Asril semoga dengan kunjungan yang kita lakukan, bisa meringankan beban yang dirasakan oleh keluarga pasien cilik penderita tumor ganas asal Rohil ini"tutup Asril. Sumber: FPII Setwil Riau

Sabtu, 15 Februari 2020 07:29

Esar Menyapah, Ganteng na Di

POLITIKI (alasannews.id) -- Putra kedua Gaukan Moh Saleh Bantila, Moh Besar Bantilan alias Esar, secara marathon melakukan silaturrahmi di sejumlah desa di Kecamatam Dondo.

Tidak sekadar terkait dengan pencalonannya pada Pilkada 2020 ini. Tapi, Esar menyapah warga karena dia adalah salah tokoh publik di kabupaten. Dia adalah Ketua DPD KNPI juga ketua Pemuda Pancasila.

Arinya, kunjungannya keberapa desa itu merupakan rangkaian dari silaturrahminya dengan anggota dan pengurus terutama tokoh-tokoh yang ada didesa itu. Wow...ganteng na di...cetus seorang ibu muda ketika esar bersama rombongannya berada di DesaLais, Kecamatan Dondo.

Murah senyum, Esar yang mengenakan pici hitam dengan mengenakan kemeja putih, menjadi idola tidak hanya anak remaja, ibu ibu pun menggandrunginya sebagaia idola dalam setiap pertemuan itu.

Dalam berbagai kesempatan, Esar didaulat untuk memberikan sepatah dua kata. Alhamdulillah, Esar mampu dan tampak talentanya dalam memberikan penjelasn ke masyarakat.

Sekalipun, persoalan yang ditanyakan warga adalah urusan kepemerintahan. Sebagai seorang publik figure, Esar juga tampak biasa-biasa saja.

Dia paling sering senyum ketika harus duduk di barisan kursi paling depan dengan tokoh-tokoh di desa yang usianya jauh di atas Esar. Esar..esar...esar...begitu para pengidolanya ketika melihat rombongan esar melintas. Insah Allah.

TOLITOLI (alasannews.id)--Warga Tolitoli, Sulawesi Tengah eks Wuhan China akan segera pulang kampung segera masa karantina di Natuna, Riau.

Keterangan kepulangan warga kampung Ogomolli, Kecamatan Galang Tolitoli itu setelah pemerintah menyatakan WNI eks Wuhan yang menjalani masa karantina di Natuna bebas dari virus Corona.

Kepulangan Julita yang beralamat Jalan Moh Natsir Desa Ogomolli Kec. Galang dan Asrida Afrianti warga Kabupaten Banggai, menurut sumber akan dilakukan pemerintah dalam waktu dekat ini, tulis Kumparan.

Dua warga Sulawesi Tengah dari Wuhan China yang dikarantina di Natuna akan dipulangkan ke kampung halaman masing-masing, pada Sabtu (15/2), setelah dinyatakan sehat atau tidak terjangkit Virus Corona usai menjalani karantina di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Dua warga Sulteng itu adalah Julita beralamat Jalan Moch. Nasir, Desa Ogomoli, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli dan Asrida Afrianti, beralamat RT.01/RW.01, Kelurahan Rantau Jaya, Kecamatan Simpang Raya, Kabupaten Banggai. Ke Dua warga Sulteng ini akan diterbangkan dari Natuna sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah tiba di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, selanjutnya menuju daerah masing-masing.

Selain itu, bersama rombongan warga Sulteng yang merupakan WNI dari Wuhan Tiongkok yang sudah dikarantina di Natuna, ada seorang warga dari Sulawesi Barat bernama Rifdah Nur Aliyah. Setelah tiba di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Rifdah Nur Auliyah kemudian dibawa ke kampung halamannya di Mamuju Utara, tepatnya di Jalan Palapa Raya, RT.01 RW 01, Kelurahan Balanti, Kecamatan Baras, Kabupaten Mamuju Utara.

Sementara itu meskipun belum mendapat informasi kepulangan dua warga asal Sulteng itu dari Natuna, Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah memastikan mereka sehat pascamenjalani observasi 14 hari. “Kami belum dapat info tapi yang pasti jika ada yang pulang ke Sulteng besok maka dipastikan mereka sehat dan sama sekali tidak terjangkit virus corona,” kata dr Amin ditemui di ruang kerjanya, Jumat (14/2) kepada kumparan.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah, dr Amin mengatakan Dinas Kesehatan sudah berkoordinasi dengan KKP di Bandar Udara Mutiara Sis Aljufrie.

"Kami akan lanjutkan koordinasi dengan Dinas Kesehatan di kabupaten/kota untuk kedatangan warga dari Natuna,” kata dr Amin. Dia menambahkan masyarakat Sulawesi Tengah tidak perlu kuatir. Pasalnya, dua WNI yang kembali ke Sulawesi Tengah sehat.

Ketua LSM GIAK Hendri Lamo (dok/ist)

TOLITOLI (alasannewscom) -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah terus menuai kritik. Bahkan LSM Giak berencana membawa persoalan di KPU itu ke DKPP.

Ketua LSM Gerak Indonesia Anti Korupsi (GIAK) Hendri Lamo, kepada alasannews.com, malam ini Jumat (14/2/2020) dengan tegas mengatakan bahwa KPU Tolitoli layak di DKPP.

Meski begitu, GIAK sebelum melaporkan ke DKPP amsih akan melakukan rapat dengar pendapat (RDP) bersama KPU di DPRD Tolitoli. "Hari ini saya akan layangkan surat permintaan RDP ke DPRD Tolitoli," tegas Hendri sambil mengatakan itu suratnya lagi dibuat.

Menurut Hendri, terkait keputusan KPU Kabupaten Tolitoli yang meluluskan 11 orang calon anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) hasil tahapan seleksi tertulis di tiga (3) kecamatan yang berbeda (Kecamatan Dondo, Kecamatan Dakopemean dan Kecamatan Tolitoli Utara), ini merupakan keputusan fatal yang telah menabrak aturan perundang-undangan sebagaimana di atur dalam peraturan komisi pemilihan umum (PKPU) nomor 36 tahun 2018 pasal 43 ayat (6) Yang berbunyi : KPU/KIP Kabupaten/Kota menetapkan paling banyak sepuluh (10) orang calon anggota PPK yang lulus seleksi tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Disebutkan, Regulasi di atas sudah sangat jelas memerintahkan kepada KPU/KIP Kabupaten/Kota untuk menetapkan paling banyak sepuluh (10) orang calon anggota PPK hasil seleksi tertulis dan bukan sebelas (11) orang.

Sehingga keputusan ini membuka ruang tidak adanya kepastian hukum di 3 kecamatan tersebut terhadap status anggota PPK yang akan terpilih, legitimasinya diragukan dan ke depannya akan menciptakan persoalan-persoalan baru yang lebih besar dalam proses penyelenggaraan tahapan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah di 3 kecamatan yang dimaksud.

Ketidakpastian hukum terhadap legitimasi PPK di tiga (3) kecamatan tersebut, nantinya akan berimplikasi juga terhadap legitimasi penyelenggara pemilu ditingkat PPS dan KPPS yang setelah proses perekrutan calon anggota PPK ini selesai dan anggota PPK yang terpilih yang akan melakukan proses perekrutan tersebut.

Menyikapi persoalan ini, Gerakan Rakyat Pengawas Penyelenggara Pemilu akan membuat laporan/pengaduan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terkait pelanggaran kode etik ini.

Tampak pria terduga pembawa sabu 1 Kg, diaman petugas sesaat mendarat di bandara mutiara Sis Aljufri Palu. (Humas polda sulteng)

PALU (alasannewscom) -- Kita tidak boleh kalah dengan para pelaku penyalahgunaan narkoba di Provinsi Sulawesi Tengah, sehingga dibutuhkan dukungan dan kerjasama masyarakat untuk melindungi generasi bangsa dari bahaya narkoba.

Lagi-lagi ditresnarkoba Polda Sulteng berhasil menggagalkan sebanyak kurang lebih 1 (satu) kilogram sabu dari salah seorang penumpang pesawat maskapai nasional yang terbang dari Medan Sumatra Utara setelah melakukan perjalanan dan transit di Jakarta tujuan Palu, Selasa (11/2) malam.

Ini fakta yang harus dilawan, Sulteng menjadi target pemasaran para bandara barang tersebut. Alhamdulillah, petugas sigap menangkalnya. Bravo pa polisi.

Adalah pria berinisial H.I (27 th) yang berlamat di Palembang Sumatra Selatan itu ditangkap Ditresnarkoba Polda Sulteng, setelah sebelumnya petugas mendapatkan informasi dari masyarakat akan adanya seseorang yang membawa narkotika jenis sabu dengan menumpang salah satu maskapai nasional.

Setelah koordinasi dengan pihak bandara Sis Aljufri Mutiara Palu, pelaku diamankan saat memasuki ruang kedatangan dan dilakukan penggledahan, ternyata di dalam tas yang dibawa telah disimpan dua plastik besar kristal putih didalam sepatu warna hitam yang diduga sabu dengan berat kurang lebih 1 Kg sabu.

Dari keterangan saudara H.I dikembangkan dan mengarah kepada orang yang diduga sebagai pemesan atau pengendali peredaran narkoba jenis sabu tersebut yang ternyata dari Rutan Maesa Palu, setelah melakukan koordinasi dengan Kepala Rutan, Petugas langsung melakukan penggledahan di Blok rutan terhadap saudara Y.H dan menyita dua buah handphone yang diduga terdapat pembicaraan dengan pelaku H.I Pelaku saat ini diamankan di Ditresnarkoba Polda Sulteng berikut barang bukti berupa dua plastic kristal putih diduga sabu 1 Kg, uang tunai Rp 650.000, sepasang sepatu warna hitam, satu buah ransel, satu buah tas kecil warna coklat, satu buah hand phone dan KTP atas nama H.I.

Terhadap pelaku dapat diancaman pasal 112 UU No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara minimal empat tahun dan maksimal hukuman penjara dua puluh tahun.

Terima Kasih kepada masyarakat yang sampai saat ini masih mempunyai kepedulian untuk memberikan informasi dan melapor kepada Polri tentang penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di Sulawesi Tengah, Polda Sulteng dan jajaran akan terus berkomitmen memberantas peredaran gelap narkoba di Sulteng dan menindak tegas para pelakunya, bila melawan tembak ditempat, tiada hari tanpa pengungkapan kasus narkoba itu prinsip kami,” jelas Kabidhumas Polda Sulteng. Sumber :

Humas Polda Sulteng

Halaman 1 dari 176
Umroh

Kontak Polisi

RESOR PALU