Senin, Januari 20, 2020
Sprt Dalam Negeri
Pemred

Pemred

Foto: Kapolda Irjen Pol Nana Sudjana

ANcom--Mataram |  Kepolisian Daerah NTB melaksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda Ke-91 Tahun 2019, dengan dipimpin langsung Inspektur Upacara Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Nana Sudjana AS, MM. Upacara diikuti oleh Wakapolda, Irwasda, PJU, para Pamen, Pama, Bintara dan ASN dalam lingkungan Polda NTB.

Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Nana Sudjana AS, menyampaikan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia antara lain apresiasi setinggi-tingginya kepada para tokoh pemuda tahun 1928 yang telah berjuang sehingga telah menjadi pelopor pemuda untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia sekaligus menjaga keutuhan NKRI.

Lanjut kapolda NTB mengatakan bahwa Hari Sumpah Pemuda ke-19 kali ini mengambil tema " Bersatu Kita Maju ". Tema tersebut diambil untuk menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun oleh para pemuda, bahwa hanya dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa. Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau, satu sisi memberikan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber daya serta daya saing.

Namun pada sisi lain perkembangan ini mempunyai dampak negatif, informasi yang bersifat destruktif mulai dari pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudah apabila pemuda tidak dapat memfilter dengan ilmu pengetahuan dan karakter positif dalam berbangsa dan bernegara.

Pemuda yang tangguh adalah pemuda yang memiliki karakter moral dan karakter kerja, pemuda yang beriman dan bertaqwa, berintegritas tinggi, jujur, santun, bertanggung jawab, disiplin, kerja keras, kerja ikhlas, dan tuntas. Pemuda juga harus memiliki kapasitas intelektual dan skill kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepeloporan yang mumpuni, serta pemuda harus memiliki inovasi agar mampu berperan aktif dalam kancah internasional.ungkapnya.

Tema Bersatu Kita Maju sesungguhnya diperuntukan untuk seluruh elemen bangsa yang bagi pemuda menjadi keharusan karena ditangan pemudalah Indonesia bisa lebih maju.
Pada saat ini dibelahan dunia telah lahir generasi muda yang memiliki pola pikir yang serba cepat, serta instan, lintas batas, cenderung individualistik dan gramatikal. jelas Nana.

Canggihnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta mudahnya akses terhadap sosial media, telah menjelma menjadi tempat favorit berkumpulnya anak-anak muda lintas negara, lintas budaya, lintas agama, yang interaksi mereka di media sosial berjalan real time 24 jam.

Pemuda juga adalah harapan bangsa dan Negara, pemuda juga harapan bagi dunia, pemuda Indonesia harus maju dan berani menaklukan dunia. Menteri Pemuda dan Olahraga berharap kedepan akan banyak muncul tokoh-tokoh muda yang mendunia.ucapnya.

Gerakan revolusi mental menemukan relevansinya, pembangunan karakter kita bisa kuat, tangguh dan kokoh ikut serta dalam percaturan pemuda dunia, kita tidak lagi harus bertahan dan menghadapi dampak negatif dari modernisasi dan globalisasi, tetapi kita harus mempu memberikan warna untuk mengubah dunia dengan tekat dan semangat yang didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi.imbuhnya.

Pada akhir sambutan Menteri Pemuda Dan Olahraga mengatakan pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras dan kultur, menuju persatuan dan kesatuan bangsa, maka tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan keluar batas-batas tembok kekinian dunia demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik.tutup Kapolda NTB Irjen Pol. Nana (Zi )

Foto: tweeter joko widodo

ANcom--PALU | Presiden Jokowidodo ke Palu, Sulawesi Tengah memastikan pembangunan hunian tetap (Huntap) berjalan sesuai rencana.

Didampingi sejumlah menteri, rombongan presiden didampingi gubernur Longki Djanggola meninjau Huntap di Duyu, Palu Selatan. Setelah mendapat penjelasan dari pejabat terkait dari kementerian PUPR, presiden mengaku kalau pembanguan agak mengalami keterlambatan.

Bencana alam gempa yang yang diikuti tsunami dan likuefaksi, 28 September tahun 2018, sedikitnya telah menorehkan sejarah sbegaai bencana alam terdhasyat dalam sejarah di Sulwesi Tengah. 

Puluhan ribu korban jiwa dan ratusan ribu kehilangan tempat, membuat pemerintah menetapkan bencana yang menimpa Palu, Donggala, Sigi dan Parimo itu sebagai bencana nasional.

Kini, pemulihan dibawah koordinasi pemerintah pusat telah beketja secara terencana dan maksimal, baik membangun hunian sementara (Huntara) maupun Huntap, diakui ada kendala sehingga pembangunan belum nampak secara signifikan.

Bencana nasional yang diperkirakan menelan kerugian mencapai Rp 63 triliun tersebut, diakui oleh pemerintah merupakan fakta sejarah yang harus menjadi bahan renungan bahwa rencana manusia sangat ditentukan oleh yang kuasa, Tuhan Yang Maha Esa.

Presiden Jokowi, Menteri PUPR dan Gubernur Longki memastikan, akan kelancaran pembangunan Hutap yang merupakan solusi sebagai bantuan pemerintaj kepada korban terdampak langsung bencana tersebut.

Dari sisi ekonomi, sendi sendi penggerak ekonomi rakyat yang hancur tertelah bencana, juga perlahan dipulihan dengan berbagai bentuk bantuan stimulan.

Pertumbuhan ekonomi Sulteng yang berada di atas pertumbuhan rata rata nasional, juga mengalami goncangan yang cukup terasa dalam satu tahun terakhir.

Bencana tersebut, tidak hanya menghancurkan infrastruktur pemerintah, sejumlah pusat perbelanjaan pun ikut hancur seperti mall dan beberapa pusat pertokoan.

Bangunan swasta seperti hotel, merupakan investasi paling banyak menyumbang pertumbuhan ekonomi kota Palu pun ikut rata dengan tanah pada saat itu.

Ekonomi lumpuh, membutuhkan uluran tangan. Tak hanya nasional, sejumlah badan dunia pun hadir ke Palu untuk bahu membahu mengatasi kegetiran warga di sana.

ANcom--SELAYAR | Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan merealease secara resmi pengumuman terkait dengan penetapan jumlah minimal syarat dukungan dan persebaran dukungan calon perseorangan dalam rangka untuk menyongsong pelaksanaan, bursa pemilihan bakal calon bupati dan wakil bupati, tahun 2020.

Ketua Komisi Pemilihan Umum, Kabupaten Kepulauan Selayar, Nandar Jamaluddin, S.Pd, M.Si, menguraikan, “jumlah minimal syarat dukungan untuk pasangan calon perseorangan dalam pelaksanaan bursa pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2020, harus memenuhi kuota standar dukungan, sekurang-kurangnya, sembilan ribu seratus enam puluh satu orang”

“Persebaran dukungan dimaksud, minimal terdapat, sekurang-kurangnya di enam wilayah kecamatan”.

“Hal ini didasarkan, pada berita acara, KPU Kepulauan Selayar, nomor : 190/Pl.022/BA/7301/KPU-Kab/X/2019, jelas, mantan, Sekretaris PGRI, masa bhakti, 2014-2019 yang belakangan, terpilih, dan melenggang menjadi komisioner KPU Kepulauan Selayar”.

“Sebelumnya, KPU Kepulauan Selayar, telah menfasilitasi penyelenggaraan kegiatan sosialisasi tahapan pilkada dan persyaratan pencalonan pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2020. Sosialisasinya sendiri, dilaksanakan pada sekitar pukul 10.00 Wita, hari, Senin, (21/10) kemarin, bertempat di rumah pintar pemilu (RPP), Kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kepulauan Selayar”, urai Nandar Jamaluddin kepada wartawan, melalui sambungan telefon selular, hari, Senin, (28/10) pagi. (Fadly Syarif)

ANcom--BOGOR |Ratio penyuluh dan luas lahan serta jumlah petani, menjadi topik bahasan Kadis Tanaman pangan dan Holtikultura Tolitoli, ketika bertemua kepala BPPSDM Kementerian Pertanian, Prof Dr Ir Dedy Nursyamsi di sela sela  acara orasi pengukuhan Profesor Riset, di Bogor.

Dalam keterangan tertulis yang dikirimkan ke alasannews.com, Selasa (29/10) Kadis Rustan Rewa menyebutkan, ratio atau jumlah penyuluh lapangan (ppl) seperti di Tolitoli yang hanya seratusan orang, sangat beray untuk bisa mengjangkau dengan maksimal seleuruh wilayah yang begitu luas di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah,

Luas lahan pertanian kabupaten Tolitoli yang membentang dari Selatan ke Utara yang jaraknya lebih 200 KM, membutuhkan tantangan dari para penyuluh kita dan semoga saja Kementan di bawa komando Menteri baru bisa lebih maksimal menyiapkan Tolitoli sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional terutama ibu kota setelah pinda ke Kaltim.

Rustan menghadiri acar pengukuhan tiga profesor itu di Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor menyempatkan diri untuk bisa bertukar informasi yang para pejabat terkait di kementerian.

"Saya sampaikan, bagaimana petan PPL ini bisa lebuh maksimal agar pertanian kita lebih maju," tandas Rustan lagi.

Menurutnya, jumlah PPL di Tolitoli untuk PPL Kabupaten 68 orang, THL TBPP 12 dan PPL Hinor 32 orang sangat jauh dari jumlah ya g harus dibutuhkan, katanya.

Sebelumnya, rustan Rewa bertemu Menteri Syahrul Yasin Limpo (SYL) di Kementerian pertanian di Jakarta. Kementerian kata Rustan, tetap konsisten menyiapkan Tolitoli sebagai salah satu penyanggah pangan naaional ke depan.puan

Senin, 28 Oktober 2019 12:26

Gaya Hidup ASN jadi Sorotan Publik

Hari ini, pemerintah kembali akan membuka lowongan calon pegawai negeri sipil (cpns) untuk tahun 2019-2020. Semntara itu, Aparat sipil negara (asn) seharusnya memilki kedisiplinan dan bisa menjadi contoh di masyarakat kini dalam sorotan 

Di tolitoli, hal ini menjadi sorotan lembaga swadaya masyarakat soal perilaku keseharian asn di sana. Pasalnya, mulai dari gaya hidup sampai  menjadi pelakor( perebut laki orang) dinilai sudah sangat bertentangan dengan disiplin asn itu sendiri. Termasuk pelanggaran berat baukan bisa berujung pemecatan bagi yang melakukannya.

Salah satu contoh adalah soal sebagain gaya hidup asn di tolitoli seperti berlomba dalam pola hidup konsumtif bahkan terkesan glamour, mulai jdi buah bibir masyarakat umum.

Belum lagi, sejumlah asn ditengarai melakukan tindakan tak terpuji misal jadi pelakor. Isu pelakor asn di kota cengkeh sudah jadi rahasia umum.

Hal lain sejumlah asn tampak memperkaya diri begitu menempati suatu jabatan. Tampak menyolok dalam keseharian mereka.

Tim media ketika melakukan penelusuran menyimpulkan bahwa sudah saatnya pimpinan asn dalam hal ini Sekab (selaku pembina penegakan disiplin) melakukan peringatan keras terhadap asn yang ditengarai menjadi pelakor dan asn yang gaya hidupnya glamour.

Data menyebutkan, sejumlah asn juga melakukan perbuatan selingkuh apakah sesama asn atau dengan wil di daerah berbeda.

Meski belum terkonfirmasi akan kabar ini, namun santer ada asn bahkan menjadi buah bibir di masyarakat akan tindak tanduknya atau kelakuannya.

Sekab Mukaddis belum memberikan penjelasan akan sinyalemen yang sudah jadi buah bibir di masyarakat itu.

Tetapi setiap upacara tanggal 17 an bulan berjalan, himbauan akan disiplin asn selalu ditekankan baik oleh bupati, wakil bupati maupun sekab.

 

ANcom--SELAYAR | Tak perduli terik panas matahari yang menyengat, jajaran personil kepolisian dari unsur Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan bersama rombongan Pengurus Bhayangkari Cabang Kepulauan Selayar menggelar rangkaian giat “Jum’at Berbagi”.

Personil Satbinmas dan Pengurus Bhayangkari Polres Kepulauan Selayar rela menyusuri jalan-jalan setapak sempit, dan berdebu untuk bersosialisasi dan membina kedekatan dengan warga masyarakat, khususnya warga kurang mampu.

Giat “Jum’at Berbagi" digelar dalam rangka untuk membagikan dan menyalurkan bantuan sembilan bahan pokok (sembako) kepada warga masyarakat kurang mampu yang tersebar di sejumlah wilayah kelurahan di kecamatan Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar.

Giat ini dipimpin oleh Kepala Bagian Sumber Daya (Kabag Sumda) Polres Kepulauan Selayar, AKP. Sukardi, SH., M.SI.

Dalam rangkaian kunjungan anjangsananya, mereka menyambangi empat orang warga kurang mampu antara lain Darmawati (53 thn), Bongko (68) warga, Lrg 3, Jln. Mappatoba, Lingkungan Bua-Bua Timur, Kelurahan Benteng Utara, Citra (28 thn), warga Jln. Poros Bandar Udara, H. Aroeppala, Kelurahan Bonto Bangung, Kecamatan Bontoharu, Bunga Dewi, (90 thn)warga Kelurahan Bontobangung, Kecamatan Bontoharu.

Kepala bagian Sumber Daya (Kabag Sumda) Polres Kepulauan Selayar, AKP Sukardi, SH,. M. Si, menuturkan giat pembagian dan penyaluran bantuan sembilan bahan pokok (sembako) ini merupakan giat rutin jajaran personil kepolisian, Polres Kepulauan Selayar yang dikemas melalui program, “Jum’at berbagi”

Ini merupakan wujud rasa empati dan simpati jajaran kepolisian, Polres Kepulauan Selayar, terhadap warga masyarakat kurang mampu.

Satu hal yang paling penting kata Kabag Sumda, bahwa melalui rangkaian kegiatan ini pula, kita berharap, jalinan tali silaturrahim masyarakat dan institusi kepolisian akan semakin kuat, dan selalu merasa dekat dengan polisi, terutama dalam pelaksanaan, tugas pokok dan fungsinya, selaku pengayom, pelayan, dan pelindung masyarakat.

Kita tidak ingin ada ruang pemisah dan sekat pemisah, antara masyarakat dengan polisi, tandas AKP. Sukardi, kepada awak media, hari Jum’at, (23/10) kemarin, usai memimpin secara langsung, jalannya, pelaksanaan giat, “ Jum’at Berbagi”

Giat ini dimulai pada sekitar pukul 14.00 dan Alhamdulillah, bisa berakhir dengan aman, tertib, dan lancar, pungkasnya. (Fadly Syarif)

 

ANcom--PAPUA BARAT |  Jembatan Holtekamp, ikon Indonesia bagian timur akan segera diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jembatan sepanjang 733 meter ini merupakan salah satu infrastuktur penting karena menghubungkan daerah Hamadi di Distrik Jayapura Selatan dan daerah Holtekamp di Distrik Muara Tami.

Jembatan ini akan mempersingkat waktu tempuh dari Kota Jaya Pura menuju Skow, Distrik Muara Tami yang merupakan perbatasan RI-Papua Nugini.

Memang, untuk membangun jembatan ini butuh dana yang tak sedikit. Berdasarkan catatan detikcom, jembatan ini membutuhkan biaya Rp 1,6 triliun. Pembangunan jembatan ini melibat anggaran pemerintah pusat dan daerah.


Lebih lanjut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono pernah mengatakan, jembatan ini menjadi sangat penting untuk meningkatkan perekonomian setempat. Khususnya untuk mempercepat urusan pengiriman logistik.

Sebelum adanya jembatan itu, dari Jayapura menuju Holtekamp hingga ke perbatasan Skouw membutuhkan waktu hingga dua jam. Dengan adanya Jembatan Holtekamp waktu tempuh dua titik ini bisa dipersingkat jadi sekitar 30-45 menit.

"Keberlanjutan kota Jayapura tergantung expand area jembatan ini yang menyambungkan Holtekamp. Tadinya muter bisa berjam-jam perjalanan. Ini bentuk pengembangan kota Jayapura ke arah timur. Ini jadi faktor strategis karena berdampingan dengan Papua Nugini," kata Basuki di Jayapura, Papua, Sabtu (17/3/2018).

Kawasan jembatan Holtekamp juga punya potensi untuk pengembangan pariwisata. Salah satu yang bisa dikembangkan adalah wisata olah raga ski air.

"Banyak potensi yang bisa dikembangkan di sini. Jembatan ini juga bisa buat sehari-hari untuk membawa kebutuhan barang. jadi harga juga bisa ditekan," ujarnya.

Untuk diketahui, pada jembatan ini ada dua span atau bentang tengah yang terpasang di jembatan ini. Masing-masing memiliki tinggi 20 meter, lebar 26 meter, panjang 112,5 meter dan berat 2.000 ton.

Basuki mengatakan, yang menarik dari pembangunan jembatan ini adalah bentang utama jembatan buat utuh oleh PT PAL di Surabaya. Pengiriman bentang tersebut dilakukan secara utuh melalui jalur laut.

 

 

ANcom-TOLITOLI | Pertemuan Raya dan Konsultasi Pria / Kaum Bapa (P/KB) Sinode Am Gereja-gereja (SAG) se-Sulawesi Utara dan Tengah (Sulutteng) dilaksanakan di Desa Diule Kecamatan Tolitoli Utara. Konsultasi itu dibuka oleh Ketua P/KB SAG Sulutteng yang juga Bupati Minahasa Sulawesi Utara Ir. Royke Octavian Roring, M.Si.,IPM.,Asean Eng pada hari Jumat (25/10) di Gereja Protestan Indonesia Jemaat SION Desa Diule dan turut dihadiri oleh Bupati Tolitoli diwakili oleh Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Sekwan) Kabupaten Tolitoli Drs. Budi Y. Katiandagho, Kapolres Tolitoli AKBP Hendro Purwako, SIK.,MH, Sekretaris Sinode GPIBT Pdt Ny Sarota Kaparang Dambouw STh, Ketua PKB GPIBT Pnt Frans Sawiri, Ketua Jemaat GPIBT Sion Diule Pdt Rikmon Lenehi STh, Bendahara PKB SAG Dr. Ronald Roe Roe, Pdt Jony Mandey, para Dokter TIM Kesehatan Kabupaten Minahasa, Jemaat GPIBT Sion Diule, dan Para peserta SAG.


Kegiatan tersebut berlangsung selama 4 hari dari tanggal 24 sampai tanggal 27 Oktober 2019 dengan tujuan mewujudkan tali persaudaraan antara anggota Pria Kaum Bapa dengan jemaat serta masyarakat melalui kerja nyata dan pembangunan.


Bupati Tolitoli dalam sambutan tertulisnya yang disampaiakan oleh Drs Budi Y. Katiandagho menyampaikan bahwa merupakan suatu kehormatan bagi Pemerintah Tolitoli atas penyelenggaraan kegiatan ini dan memberikan apresiasi karena telah mencerminkan adanya signegritas dan semangat trilogi relasi antar sesama Gereja maupun kemitraan dengan pemerintah.

Selain itu, Pria /Kaum Bapak juga harus peduli dan peka dengan persoalan bangsa saat ini dan turut mengambil bagian dalam menyelesaikan setiap masalah dengan memberikan pencerahan kepada jemaat dan masyarakat akan pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama.


Sementara itu, Bupati Minahasa Ir Royke Octavian Roring M.Si.,IPM.,Asean Eng, yang juga selaku Ketua P/KB SAG Sulutteng dalam sambutannya mengatakan banyak program yang akan dilaksanakan P/KB SAG, selain mempertemukan 13 Sinode serta membahas program yang nantinya akan ikut di Sidang Raya Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) yang akan membahas pelaksanaan pemilihan Majelis Pekerja Harian (MPH) PGI.


Royke Octavian Roring menambahkan program P/KB saat ini adalah mensosialisasikan 18-21 yaitu program tanpa handphone dimana penggunanya mulai pukul 18.00 sampai pukul 21.00 dengan mewujudkan 3B yakni Bermain, Bicara dan Berdoa. Alasannya, karena kondisi yang ada sekarang ini dalam keluarga dimana saat berkumpul bersama sudah tidak ada lagi saling komunikasi dalam keluarga disebabkan masing-masing sibuk denga menggunakan handphone.


Royke Octavian Roring juga menyampaikan dan memberikan apresiasi kepada panitia pelaksanaan kegiatan tersebut, terlebih buat Jemaat Sion Diule Kabupaten Tolitoli yang sudah melaksanakan kegiatan Pertemuan Raya Pria / Kaum Bapa GPIBT dan Rapat Konsultasi Ketua-ketua Pelka P/KB se-SAG Suluteng serta melaksanakan berberapa kegiatan ibadah kerohanian, lomba lomba antar P/KB, kegiatan Bakti Sosial dan kegiatan yang lain, kiranya kemajemukan yang ada di desa ini bisa terjalin keharmonisan antar umat beragama dan saling melengkapi kata Royke Octavian Roring mengakhiri sambutannya.bhtt

 ANcom-SELAYAR | Pulau Latondu merupakan gugusan pulau berpenghuni yang terbentuk di atas lahan pasir laut, seluas kurang lebih, 101 ha. Secara adminitratif pemerintahan, Pulau Latondu, terletak di wilayah administratif, Kecamatan Takabonerate.

Desa Latondu didiami oleh kurang lebih 189 kepala keluarga dan 798 jiwa penduduk yang terdiri dari suku Bajo, Flores dan Selayar.

Mengingat akan mata pencaharian warga masyarakatnya yang rata-rata menggantungkan kehidupan dari hasil melaut, dengan daya dukung karakteristik alamnya yang berada di wilayah pesisir, maka tidak heran, jika hampir seluruh bentuk biota laut dapat di jumpai di daerah yang terbentuk, di atas paparan pasir, sepanjang kurang lebih. 411 ha, dan 197 ha, karang mati tersebut.

Berada di Pulau Latondu yang dikelilingi oleh bentangan pasir putih nan lembut, selembut salju membawa alam khayal, bak tengah berada di ‘negeri’ salju. Selama berpetualang di Pulau Latondu, pengunjung akan banyak mengenal nama-nama pantai yang sudah tidak asing di telinga, maupun memory ingatan.

Jika sebelumnya, pengunjung, pernah menapakkan kaki, di Provinsi Jawa Timur, maka nama ruas jalur pantai utara yang kemudian disingkat dengan sebutan jalur pantura, pasti sudah sangat familiar di kuping seorang pengunjung atau wisatawan mancanegara.

Nah, setiba di Pulau Latondu, kaki pengunjung akan di bawah melangkah menyusuri keindahan panorama alam pantai jalur utara yang oleh masyarakat setempat, juga kerap diistilahkan dengan sebutan pantai utara disingkat Pantura.

Selain itu, pengunjung juga akan di bawah berkeliling menapaki pantai Marina, Pulau Latondu dan kembali diingatkan pada salah satu nama pantai tersohor yang terletak di perbatasan kota Butta Toa, Kabupaten Kabupaten Bantaeng, dan Kota Butta Panrita Lopi, Kabupaten Bulukumba.
Pantai Marina Bantaeng, demikian, nama salah satu lokasi destinasi pariwisata primadona milik masyarakat kota Butta Toa yang dirintis dan dibangun pertama kali oleh mantan Bupati Bantaeng yang sekarang terpilih menjadi Gubernur Sulawesi-Selatan, Prof. Dr. Ir. H.M Nurdin Abdullah, M.Agr


Tak berakhir sampai di situ. Akan tetapi, pengunjung juga akan di bawah berpetualang dan menyaksikan dari dekat aktivitas nelayan pengolahan dan penjemuran daging ikan buntala. di Pulau yang sama, pengunjung juga dapat menyaksikan lokasi konservasi atau penangkaran anak tukik (penyu), sebelum siap di lepas ke alam bebas.
Berbeda dengan pulau-pulau lain di wilayah administratif Kecamatan Takabonerate lainnya, masyarakat Pulau Latondu, telah diajarkan dan didik untuk mengenal dan tidak menangkap jenis-jenis biota laut di lindungi.

Sebuah papan bertorehkan nama serta jenis biota laut dilindungi yang dilengkapi oleh keberadaan dokumentasi foto, di pancang sebagai media sosialisasi bagi masyarakat lokal, pengunjung, maupun wisatawan mancanegara yang datang berpetualang ke Pulau Latondu.

di salah satu ruas jalan pemukiman pengunjung juga dapat menjumpai dan menyaksikan sebuah papan berlatar belakang cat hijau bertuliskan “ Kelompok Masyarakat Peduli KIMA” Desa Latondu, Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Selayar.

Melengkapi referensi pengetahuan dan dokumentasi foto, Pulau Latondu, pengunjung dapat melangkahkan kaki, menuju ke lokasi industri pembuatan perahu jolor tradisional buatan masyarakat lokal.

Setelah itu, pengunjung juga dapat menyaksikan deretan lokasi penjemuran teripang, biota laut satu ini, dipercaya dan diyakini memiliki beberapa khasiat, saat diolah, dan dijadikan sebagai ramuan obat tradisional.

Usai menyaksikan lokasi penjemuran teripang, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan menyusuri kawasan pesisir pantai dan menyaksikan nelayan lokal mengangkut hasil tangkapan ikan moray untuk kemudian dipotong-potong kecil, dan dijemur.


di sore hari, pengunjung dapat menyaksikan kumpulan ibu-ibu rumah tangga yang hampir setiap petang berkerumung di pinggir pantai menanti suami dan perahu keluarga mereka berlabuh di tepi pantai, sekembali dari melakukan aktivitas melaut.

Saat berdiri dan menatap lepas ke arah pantai. Mata pengunjung akan dimanjakan oleh keindahan panorama laut lepas dan pancaran cahaya bening, bak crystal yang terpantul di atas bening air laut, kebiru-biruan.

di tempat yang sama, pengunjung juga dapat melihat dari dekat deretan pohon kelapa yang tumbuh di antara kawasan pemukiman warga nelayan tradisional, beraksitektur bangunan rumah panggung, beratap daun kelapa,

terakhir, mata pengunjung akan ‘dimanjakan’ oleh pantulan cahaya merah merekah di atas damainya air laut sebuah pertanda bahwa sebentar lagi hari akan berganti malam. Keindahan panorama alam sunset nan menawan, bak magnet di tengah laut akan membuat pengunjung terhenyak, dan berdecak kagum atau bahkan bahkan mengambil keputusan untuk tiinggal berlama-lama di Pulau Latondu. (*)

ANcom-Selayar | Pulau Latondu, Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, kembali digadang-gadang dan dipersiapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan event festival Takabonerate 2019, salah satu event wisata bertaraf nasional yang tercatat secara resmi dalam deretan 100 wondoerfull event, Kenenterian Pariwisata Republik Indonesia.

Berbagai bentuk kearifan lokal dan tradisi kehidupan keseharian masyarakat Pulau Latondu akan menjadi target kegiatan explorer potensi yang dikemas dinas pariwisata melalui paket land tour.

Kegiatan explorer potensi yang dikemas dalam paket land tour, rencananya akan difokuskan pada pengambilan gambar dan liputan keanekaragaman tradisi kehidupan keseharian masyarakat Pulau Latondu, dan bentuk-betuk kearifan lokal budaya lainnya yang terdapat di wilayah administratif pemerintahan Desa Latondu.

Peserta land tour akan ‘digiring’ untuk menyaksikan dari dekat rangkaian prosesi, pengolahan minyak kelapa tradisional, tradisi menggoreng pisang di pingir pantai, tradisi anyogoro, pembuatan atap daun kelapa, dan tradisi angngatti-ngatti kerap dilakukan warga saat air laut sedang surut.

Sebuah bentuk tradisi keseharian yang rutin dilakukan untuk mendulang rupiah dan mencari tambahan rezeki dengan memanfaatkan situasi, pasang-surut air laut. Suasana air laut yang sedang surut dijadikan kesempatan ‘emas’ oleh warga untuk ‘berburu’ dan engumpulkan beraneka ragam jenis kerang laut yang terkadang terselip di balik rerimbunan padang lamun.

Kerang laut sejenis kima, gempang, siholung, biri-biri dan bimba yang telah dikumpulkan langsung dibersihkan untuk selanjutnya, di jual ke pasar, atau tetangga terdekat. Sementara sisanya, dijadikan sebagai hidangan untuk keluarga.

Bila sedang beruntung, dan bernasib mujur, masyarakat bahkan tak jarang membawa pulang kepiting, dan berbagai jenis ikan yang secara kebetulan, ‘terjebak’ di sela-sela padang lamun dan tidak sempat kembali habitat awalnya.

Satu hal yang menarik dari rutinitas angngatti-ngatti atau aktivitas mencari kerang yang biasa dilakukan oleh warga masyarakat pesisir pantai, karena aktivitas ini tak hanya melibatkan orang dewasa. Akan tetapi, anak-anak di bawah umur pun ikut mengandrungi kegiatan yang sudah mengakar dari generasi ke generasi di Pulau Selayar ini.

Sebagai rangkaian akhir kegiatan petualangan, pengunjung juga dimungkinkan untuk duduk bersama dengan warga masyarakat lokal setempat, sembari menikmati suguhan nasi santan dan beraneka ragam jenis ikan yang diperoleh daei rangkaian tradisi Assulo, atau berburu ikan di malam hari dengan menggunakan perlengkapan sarakka atau tombak dengan bantuan penerangan lampu strongkeng atau cahaya senter kepala seadanya.

Tradisi Assulo, biasanya dilakukan oleh warga masyarakat lokal, saat air laut sedang surut di malam hari. (fadly syarif)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANcom--Tolitoli | Bagian satuan narkoba Polres Tolitoli sambangi SMA  Cokroaminoto Tolitoli dalam rangka Forum Discution Group ( FDG), Kamis (24/10).

FDG semacam ini, diakui bisa memberi edukasi kepada peserta didik dalam memahami bahaya narkoba yang setiap saat mengintif kehidupan mereka.

Polri dakam hal mengedukasi pelajar agar terhindar dari bahaya narkoba, mencanangkan FDG bisa menjangkau semua sekolah bahkan kelompok masyarakat luas lainnya.

Salah seorang siswa SMA Cokroaminoto Tolitoli, Ery Anuari kepada media mengatakan, kedatangan bapak bapak polisi itu mengedukasi kami pelajar akan bahaya narkoba.

Siswa kekas XI itu mengaku kini lebih paham bahaya barang tersebut. "Tau juga dikit dikit. Setelah dijelasin oleh pa polisi, kami lebih paham lagi," ujar Ery.

Bukan hanya bahaya narkoba, polisi juga mengedukasi kami soal rokok dan obat obatan sejenis yang bisa merusaka syaraf, imbuh Ery.

Polisi melakukan ini, telah mencium bahwa para penjahat narkoba mulai melirik anak anak pelajar

Diingatkan, agar orang dan dewan juga teruz memantau perkembangan anaknya kapan dan dimana saja.

Narkoba, sudah merangsek kesegala penjuru termasuk mengintai generasi muda yang masih pelajar baik SLTP maupun SMA.

Terbukti menurut data, banyak korban narkob yang masuk bui ditinjau dari usia tergolong remaja seusia anak sekolah atau pelajar.

puan

Foto: fadli syarif

ANcom--Selayar | Warga Desa Kembang Ragi, Kecamatan Pasimasunggu, Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Kepulaan Selayar, Sulawesi-Selatan dihebohkan oleh penemuan jasad bayi tak berdosa yang ditemukan tergelatak di pinggir jalan, pada hari Rabu, (23/10) subuh.


Jasad bayi malang, tak berdosa ini, diemukan pertama kali oleh salah seorang warga masyarakat yang hendak pulang ke rumah, sekembali dari pasar. Jasad bayi ditemukan dalam kondisi yang menggenaskan, setelah sebahagian anggota tubuhnya, habis tercabik-cabik oleh anjing.


Kapolsek Pasimasunggu, AKP. Rahman, dan anggota yang menerima laporan kejadian, langsung bergerak menuju ke tempat kejadian peristiwa (TKP) dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Tak ingin berspekulasi mengenai sosok pelaku, pembuang bayi, Kapolsek Pasimasunggiu, AKP. Rahman mengaku akan menyisir rumah, di sekitar lokasi penemuan jasad bayi yang diduga kuat, berjenis kelamin perempuan itu.


Untuk memastikan pelakunya, kita akan menyisir rumah di sekitar tempat kejadian perkara, sebab pelakunya, diperkirakan malu, mengandung, dan melahirkan anak dari hasil hubungan gelap, jelas AKP. Rahman, di sela-sela pelaksanaan olah tempat kejadian perkara.


Usai melakukan proses olah tempat kejadian perkara, jasad bayi yang proses kelahirannya, dipsatikan berjalan normal ini, langsung di bawah ke Puskesmas Pasimasunggu untuk menjalani proses visum et repertum, dan autosi.


Dari hasil visum yang dilakukan tim medis Puskesma Pasimasunggu, Kepala PKM, H. Abdullah, menyebut, jasad bayi yang diperkirakan baru berusia delapan jam tersebut, diduga berjenis kelamin perempuan, dan dilahirkan dalam kondisi normal.


Setelah menjalani proses visum dan autopsi, jasad bayi yang ditemukan dalam kondisi menggenaskan tersebut, langsung dimakamkan secara layak, bertempat, di Taman Pemakaman Umum (TPU) Taman Roya, Benteng Jampea.


Secara terpisah, Kepala Dusun Benteng Barat, H.M. Hisab yang didampingi Kepala Dusun Bonelambere, menampik, jikalau jasad bayi temuan warga, berasal dari dusun yang dipimpinnya.
“Jasad bayi ini, bisa jadi, berasal dari luar dan diperkirakan sengaja dibuang orang tuanya, saat melintas di tkp”, cetus H.M. Hisab kepada awak media.


“Meski begitu, kami ,selaku kepala dusun, akan membantu aparat kepolisian untuk menelusuri orang tua, pelaku pembuang bayi, dan mempertanggung jawabkan perbuatannya secara hukum”. (Fadly Syarif)

ANcom--Shanghai | Indonesia resmi ditunjuk FIFA jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Indonesia mengalahkan Peru dan Brasil sebagai pesaingnya.

Keputusan ini dikeluarkan FIFA dalam Council Meeting di Shanghai, Kamis (24/10/2019) siang waktu setempat. Rapat tersebut dipimpin Presiden FIFA Gianni Infantino.

Selain membahas sejumlah agenda FIFA yang dihelat dalam dua tahun ke depan, FIFA juga mengumumkan negara yang jadi tuan rumah FIFA U-17, U-20, dan juga Piala Dunia Sepakbola Pantai.

 

FIFA juga menentukan siapa yang jadi tuan rumah Piala Dunia Antarklub 2021 serta membahas penjadwalan Piala Dunia 2022.

Setelah FIFA mengumumkan, giliran PSSI yang memberikan kabar gembira ini lewat akun twitter resminya.

"Alhamdulillah presentasi PSSI diterima dengan baik sehingga kita diterima jadi tuan rumah," ujar Direktur Media dan Digital PSSI, Gatot Widakdo, kepada detikSport.

 Puan

#KamiSiap

 

 


ANcom--Selayar | Gelar operasi zebra 2019, hari pertama, di jajaran satuan lalu lintas Polres Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, pada sekitar pukul 06.00 Wita, hari Rabu, (23/10), bertempat di ruas jalan, Soekarno Hatta, Benteng, berjalan mulus tanpa hambatan.

Tidak kurang dari lima puluh enam pengendara, terjaring razia yang digelar aparat satuan lalu lintas, hingga pukul 18.00 Wita, hari Rabu, (23/10). Dua puluh delapan diantaranya, mendapat sanksi tilang karena terjaring, saat tengah berkendara, melawan arus, serta tidak menggunakan helm standar nasional Indonesia (SNI).
Dalam gelar operasi yang sama, dua puluh empat pengendara lainnya juga ikut terjaring razia pemeriksaan kelengkapan surat-surat kendaraan.


Kasat Lantas Polres Kepulauan Selayar, AKP. Nurhaeni, S.Sos, menandaskan, “untuk mendukung berjalan lancarnya pelaksanaan giat razia, bersandikan operasi zebra 2019 yang kita gelar hari ini, Rabu, (23/10) jajaran aparat satuan lalu lintas menerjunkan kurang lebih dua puluh orang personil gabungan untuk melakukan tugas pengaturan arus lalu lintas yang didukung oleh sepuluh personil, berikut kendaraan patroli”.
Selain melakukan pengaturan lalu lintas dan penindakan, tim operasi zebra 2019, Polres Kepulauan Selayar juga melibatkan sejumlah personil lain, diantaranya, personil penjagaan, personil LLAJ Dishub, layanan jasa raharja, dan satuan penyelenggara administrasi SIM atau satpas.

Dikatakannya, razia bersandi operasi zebra 2019 digelar untuk menanamkan rasa kepatuhan, ketaatan, dan sikap kedisiplinan berlalu lintas yang bermuara pada upaya untuk menekan angka tindak pelanggaran dan sekaligus mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas.

Dengan demikian, pengendara atau pengemudi diharapkan akan lebih berhati-hati dan mengedepankan keselamatan berkendara.  “pelaksanaan razia, mengacu pada dua belas item, sasaran pelanggaran prioritas yang terdiri dari 1. Pengendara kendaraan bermotor yang tidak memiliki SIM (surat izin mengemudi). 2. Kendaraan bermotor roda dua atau roda empat yang tidak dilengkapi dengan STNK. 3. Pengendara yang melawan arus. 4. Tidak menggunakan helm SNI. 5. Mengemudikan kendaraan tidak menggunakan sabuk keselamatan atau safety bell. 6. Menggunakan ponsel saat mengemudi. 7. Pengendara di bawah umur atau pengendara yang tidak memiliki SIM 8. Berkendara sepeda motor berbonceng tiga. 9. Kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak memenuhi persyaratan layak jalan. 10. Kendaraan roda dua dan roda empat yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan yang standar. 11. Berkendara di bawah pengaruh alkohol. 12. Kendaraan bermotor yang memasang rotator atau sirine yang bukan untuk perentukannya”.

Kendati begitu, kita tetap akan melakukan penindakan terhadap segala bentuk tindak pelanggaran lalu lintas lainnya yang berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain di jalan, pungkasnya kepada awak media di sela-sela pelaksanaan gelar operasi zebra 2019, hari pertama. (fadly syarif)

Kamis, 24 Oktober 2019 01:59

Pilkada dan Pemimpin Bersih

Foto: ilustrasi

ANcom--SOROT | Belakangan, pelakor jadi isu dalam Pilkada. Entah siapa yang menggiringnya dan dikaitkan dengan moral dan etika calon pemimpin.

Redaksi alasannews.com, dari sejumlah sumber untuk edisi tayang hari ini berjudul menyarikan untuk Anda " Pilkada dan Pelakor" atau Tolitoli mencari pemimpin Bersih"

Pilkada adalah pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah. Masyarakat dihadapkan pada pilihan, hak mutlak masyarakat dinomor satukan dalam artian memilih siapa saja calon pemimpin yang menurutnya baik dan benar.

Undang undang mengatur, calon kepala daerah mendaftarkan diri atau diusung oleh partai atau gabungan parti.

Berarti, pintu partai menjadi tempat pertama untuk seleksi calon kepala daerah. Partai memiliki peran penting dalam menyodorkan calon, apakah secara moral sudah sesuai harapan masyarakat atau sebaliknya.

Partai bertanggjngjawab kepada masyarakat untuk tidak sekadar menyodorkan atau menyeleksi calon hanya karena kenal, berduit, pintar dan lain sebagainya. 

Sebab, kesalahan partai menyodorkan nama ke masyarakat bisa membuahkan pemimpin yang tidak diharapkan. Misal, korupsi. Meskipun belum ada study soal perilaku korup dipicu karena adanya main mata dengan wanita atau laki lain.

Sebaliknya, masyarakat sebagai benteng terakhir untuk benar benar melakukan filter terhadap calon yang bersih, baik moral maupun perbuatan lainnya. Masyarakat pun jangan digiurkan dengan penampilan atau bujuk rayu money poltik lagi.

Masyarakat harus tau trad record seseorang calon, sebab secara moral masyarakat harus pahami calon pimpinan yanh hendak dipilihnya. 

Pemimpin yang terindikasi moral dan korupsi sebaiknya dihindari  agar tidak masuk bursa  yang akan dipilih.

Ingat, moral calon seorang pemimpin sederhananya bisa diukur misal, tidak terkait isu rumah tangga atau dengan pelakor atau hal korupsi yang patut diduga atau sudah memiliki kekuatan hukum.

Akhir akhir ini di beberapa daerah pemimpin dikaitkan dengan harmonisasi keluarganya. Idealnya, calon pemimpin adalah individu yang mental spiritualnya baik dan tidak dikaitkan dengan korupsi dan wanita simpanan atau wil atau tersandung oleh pelakor. 

Allahuallam tergantung masyarakatnya.

Puan

Foto: Fadli Syarif

ANcom--Selayar | Kapolres Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan,  AKBP TAOVIK IBNU SUBARKAH, S.IK, menegaskan, permasalahan lalu lintas di Indonesia, telah mengalami perkembangan yang relatif cepat, dan sangat dinamis, hingga terkadang, dibutuhkan, langkah terobosan yang arif, dan bijaksana.

Operasi zebra 2019, merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan secara continue setiap tahunnya, dalam rangka untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas di masyarakat.

Hal itu kata Kapolres tertuang pada thema pelaksanaan gelar operasi zebra tahun iini yang mengetengahkan, peningkatan kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas di masyarakat, dalam rangka untuk mewujudkan kamseltibcar lancar, urai taovik, mengutip amanat seragam, Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Drs. Mas Guntur Laupe, S.H., M.H.

Sasaran dan target operasi zebra 2019, difokuskan pada dua belas item pelanggaran prioritas, mulai dari pengendara motor yang tidak menggunakan helm standar nasional Indonesia (SNI), pengemudi dan atau pengendara yang tidak mengenakan sabuk pengaman (safety belt).

Operasi zebra 2019 juga ikut menyasar, pengemudi, dan atau pengendara yang melebihi batas kecepatan, pengemudi dan atau pengendara yang berada di bawah pengaruh minuman keras beralkohol, dan obat-obat terlarang, kemudian, pengemudi, dan atau pengendara di bawah umur, pengemudi, dan atau pengendara yang melawan arus, serta kerap menerobos rambu-rambu lalu lintas, dan lampu merah, terakhir, pengemudi, atau pengendara yang berkendara, sambil menggunakan handphone.

Dalam kesempatan yang sama, kapolres menitipkan harapan, semoga pelaksanaan operasi zebra 2019 akan dapat mendorong dan meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan sekaligus menekan, tingginya angka kecelakaan lalu lintas dengan kategori korban berat.

“kita berharap, “operasi zebra 2019 dapat meminimalisir kemacetan arus lalu lintas dalam rangka mewujudkan kamselticar lancar yang mantap”, tandasnya, di hadapan. peserta apel gelar pasukan operasi zebra gabungan 2019, yang dilaksanakan secara terpusat, di lapangan Mapolres Kepulauan Selayar, hari Rabu, (23/10).

Bertindak selaku perwira upacara, apel gelar pasukan operasi zebra 2019, Kasat Lantas Polres Kepulauan Selayar, AKP. Nurhaeni, S.Sos. Sementara komandan apel diamanahkan kepada, IPDA Malkadri Ibrahim, SH.
Pelaksanaan apel gelar pasukan operasi zebra 2019 ditandai oleh penyematan pita secara simbolis oleh kapolres, kepada perwakilan tim operasi zebra yang sekaligus menjadi pertanda dimulainya pelaksanaan operasi zebra 2019. (fadly syarif)

ANcom--Jakarta | Usai melantik Jenderal Pol Tito Karnavian jadi mendagri, Presiden Jokowi langsung mengajukan nama pengganti . Nama Kabareskrim Komjen Idham Aziz diajukan ke DPR.

"Kami ajukan hari ini Pak Idham Aziz Kabareskrim," kata Jokowi di Istana Negara, Rabu (23/10/2019).

Jokowi menyampaikan hal tersebut menjawab pertanyaan wartawan mengenai siapa sosok Kapolri pengganti Tito Karnavian.

"Untuk diketahui, Idham Aziz baru akan pensiun 22 Januari 2021. Dia masih memiliki waktu 1,5 tahun masa tugas aktif sebagai perwira polisi.

Saat ini tugas Kapolri dijalankan oleh Wakapolri Komjen Ari Dono. Jenderal bintang tiga ini akan pensiun pada 23 Desember 2019.

 

Foto:dok

ANcom-- Jakarta | Presiden Jokowi memanggil para calon pembantunya selama dua hari ini. Sebagian calon menteri mengungkap terang-terangan posisinya, sebagian lainnya memberi petunjuk dalam bentuk sejumlah kata kunci.

detikcom mengumpulkan data keterangan dan petunjuk-petunjuk yang disampaikan para calon menteri sepanjang hari ini, Selasa (22/10/2019). Selain itu, detikcom memperoleh informasi dari sumber-sumber kredibel. (Data ini diperbarui pada Rabu, 23 Oktober 2019 pukul 07.35 WIB)

Data dan informasi itu lalu kami elaborasi untuk menyusun prediksi formasi Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin. Formasi yang kami tampilkan ini, sekali lagi, sebatas prediksi, masih sangat mungkin berubah esok hari saat pengumuman kabinet selengkapnya. Sejumlah posisi yang dirasa masih belum jelas benar tak kami isi dengan nama calon menteri.


Berikut prediksi formasi kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin:

1. Menko Polhukam: Mahfud Md
2. Menko Perekonomian: Airlangga Hartarto
3. Menko Kemaritiman dan Investasi: Luhut B Pandjaitan
4. Menko PMK: Muhadjir Effendy
5. Mensesneg: Pratikno
6. Mendagri: Jenderal Tito Karnavian
7. Menlu: Retno LP Marsudi
8. Menhan: Prabowo Subianto
9. Menkum HAM: Yasonna Laoly
10. Menkeu: Sri Mulyani
11. Menteri ESDM:
12. Menperin: Agus Gumiwang Kartasasmita
13. Mendag: Agus Suparmanto
14. Mentan: Syahrul Yasin Limpo
15. Menteri KLHK: Siti Nurbaya Bakar
16. Menhub: Budi Karya Sumadi
17. Menteri KKP: Edhy Prabowo
18. Menaker: Ida Fauziyah
19. Mendes PDTT: Abdul Halim Iskandar
20. Menteri PUPR: Basuki Hadimuljono
21. Menkes: dr Terawan
22. Mendikbud Dikti: Nadiem Makarim
23. Menteri Investasi dan BKPM: Bahlil Lahadalia
24. Mensos: Juliari Batubara
25. Menteri Agama: Jenderal (Purn) Fachrul Razi
26. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Wishnutama
27. Menkominfo: Johnny G Plate
28. Menkop UKM: Teten Masduki
29. Menteri PPPA: Gusti Ayu Bintang Darmavati
30. MenPAN-RB: Tjahjo Kumolo
31. Menteri PPN/Kepala Bappenas: Suharso Monoarfa
32. Menteri ATR/Kepala BPN: Sofyan Djalil
33. Menteri BUMN: Erick Thohir
34. Menpora: Zainudin Amali

Jaksa Agung: ST Burhanuddin
Panglima TNI: Marsekal Hadi Tjahjanto
Kapolri: Plt Wakapolri Komjen Ari Dono
Sekretaris Kabinet: Pramono Anung
Kepala Staf Kepresidenan: Moeldoko

Puan:dikutip dari detik.com

(6 WIB

ANcom--POLITIKA | Jelang Pilkada Tolitoli, isu moral muncul di tengah masyarakat. Apakah ada kaitanya dengan kandidat yang bakal bertarung? Rdaksi alasannews.com, mulai edisi ini ikuti selengkapnya.

Ketua Lembaga Sawadaya Masyarakat Gerakan Indonesia Anti Korupsi (LSM GIAK) Provinsi Sulawesi Tengah, Hendri Lamo mengemukakan, kalau masyarakat mengingatkan agar untuk menjadi pemimpin harus benar benar bersih dari hal hal yang dianggap tabu dalam budaya ketimuran.

"Ini sinyal. Bahwa masyarakat tidak akan memilih calon yang ada kaitannya dengan masalah rumah tangga atau pernah bersentuhan dengan moral," tandas Hendri.
Tanpa mengurangi maksud duga menduga, alumnus Tadulako University ini bahwa fakta ideal tidaknya pemimpin harus memiliki moral baik menurut ukuran ketimuran.

Di America sana katanya, politisi yang punya skandal dengan wanita pasti dia mundur dari panggung politik. Ini artinya, setiap politisi ingin jadi kepala daerah pun harus demikian.
"Ya tahu dirilah," imbuhnya.

Menurut aktivia ini, calon pemimpin seharus memiliki tiga hal pokok, pertama moral yang baik, intelektual yang cukup dan emosional yang terukur.

Hendri tampaknya paham akan masalah moral sangat mempengaruhi kepemimpin seseorang dalam menjalan tugas dan tanggungjawabnya sehari-hari. Seseorang yang secara moral tidak baik akan cenderung dalam kepemimpinannya tidak optimal.

Dia kata Hendri, mungkin tidak bisa adil dalam memberi pelayanan. Padahal seorang pemimpin itu, seyogyanya mengayomi seluruh elemen dan kelompok dalam masyarakat, baik agama, suku dan tradisi budaya yang begitu beragam.

Bahkan jelas moral pemimpin dapat terlihat bagaimana dalam kehidupannya sehari-hari. Keluarganya, merupakan gambaran calon pemimpin yang dipilih. Artinya tidak hanya sekadar memiliki intelektual bagus la tas itulah pemimpin, tiga hal itu akan saling terlihat manakala moralnya baik.

Intinya soal moral itu harus dikedepankan bagi seseorang yang ingin menjadi pemimpin. Sikap dan tindakannya akan bisa dilihat masyarakat, jika pemimpin itu terindikasi memiliki moral yang kurang baik. Bisa saja dia akan korupsi, katanya.

Penghargaan kepada seseorang atau kelompok tidak bisa dilihat status sosialnya saja. 

Di Tolitoli, masalah pelakor meski tidak bermuara ke kehukum, tapi santer di masyarakat. Ikuti edisi lanjutannya. Puan

 

 

Foto: Sekda Hidayat Berswafoto dengn warga

ANcom--PALU | Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Dr. H. Moh. Hidayat Lamakarate, M.Si menjadi narasumber acara Libu Ntodea di Kecamatan Tawaeli, Kelurahan Panau, Kota Palu, Sabtu malam (19/10).

Libu Ntodea adalah sarana kearifan lokal menjaring aspirasi warga yang rutin digelar Pemerintah Kota Palu di tiap kelurahan.

Adapun tema yang diangkat adalah "Kepemimpinan Strategis, Peluang dan Tantangan".

Selain sekda, turut jadi narasumber walikota Drs. Hidayat, M.Si, akademisi Dr. Irwan Waris dan budayawan Hapri.

Kepemimpinan strategis dalam hemat sekda adalah bagaimana upaya pemimpin merubah pola-pola lama supaya kian optimal melayani warga.

Selain itu, pemimpin juga dituntut selalu hadir saat dibutuhkan, memahami apa yang diinginkan, memberikan sesuatu sebelum diminta dan membuka ruang-ruang untuk warga beraktivitas dengan lancar.

"Karena merasa dibutuhkan maka kita terdorong untuk berubah," jelasnya.

Tambahnya, kinerja aparatur dan perkembangan suatu wilayah sangat dipengaruhi pula oleh kualitas pemimpin ybs.

"Olehnya kami siap dimarah-marah dan dikritik karena inilah model kepemimpinan jaman baru untuk mendengar apa-apa yang dikeluhkan dan mewujudkannya," pungkas sekda bersemangat.

Meski acara berakhir sudah larut, sekda tetap sabar melayani swafoto dari warga sebelum pamit.bhst

Halaman 9 dari 169

Kontak Polisi

RESOR PALU