hpn2020
Olah Raga
Pemred

Pemred

Alasannews.com, PALU | Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah, terhitung mulai hari ini 15 Oktober 2019 naik status. Sebelumnya berstatus tipe B dinaikan menjadi Polda tipe A.

Kenaikan dari tipe B ke tipe A tersebut berdasarkan keputusan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor :Kep/1965/X/2019 tanggal 14 Oktober 2019 tentang perubahan Tipe Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah dari Kepolisian Daerah Tipe B menjadi Kepolisian DaerahTipe A.

Seiring perubahan Tipe tersebut, susunan organisasi dan tata kerja Polda akan mengalami penyesuaian dengan tetap berpedoman dengan Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2018 seperti penyusunan perencanaan penyesuaian anggaran, sarana prasarana dan penambahan kekuatan personel yang dilakukan secara bertahap.

Kenaikan Tipe Polda Sulteng menjadi Tipe A ini tidak terlepas dari pindahnya Ibu Kota Negara Republik Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan.

Tentunya secara otomatis Provinsi Sulawesi Tengah menjadi penyangga Ibu Kota, maka sudah seharusnya Polda Sulteng dipimpin perwira tinggi (Pati) berpangkat Ispektur Jenderal Polisi (Irjen Pol).

Usulan kenaikan Tipe Polda Sulteng ini dilakukan sejak lama, hal itu dilakukan dengan pertimbangan adanya peningkatan beban kerja, penguatan organisasi dan peningkatan dukungan Sumber Daya Manusia Polri.

Kabidhumas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto S.IK mengatakan “Kita bersyukur dengan kenaikan Polda Sulteng menjadi Tipe A, hal ini menunjukan Polda Sulteng dan jajaran telah meningkatkan kualitas pelayanan yang didukung dengan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan penerapan transparansi dan akuntabilitas unit kerja dalam mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) ujarnya.

Ditulis : Subbid Penmas Bidhumas.

alasannews.com, Indramayu | Bupati Indramayu, Supendi, diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT). Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku prihatin.

"Ya kami tetep prihatin saja. Ya itu aja," kata Tjahjo singkat di Grand Paragon Hotel, Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat, Selasa (15/10/2019).

Dikutip dari detik.com, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan Supendi ditangkap terkait dugaan suap dari pihak swasta untuk mendapat proyek di Dinas PU.

"Diduga ini terkait dengan pemberian sejumlah uang dari rekanan kepada Bupati Indramayu untuk mendapatkan pekerjaan di Dinas PU Kabupaten Indramayu," kata Agus kepada wartawan, Selasa (15/10).

Supendi ditangkap di Indramayu sekitar pukul 03.00 WIB, Selasa (15/10). Total ada delapan orang yang ditangkap tim KPK.

"Unsurnya Bupati, ajudan, pegawai, rekanan, dan Kepala Dinas dan beberapa pejabat Dinas PU lain," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (15/10).

Saat ini, ada lima orang yang sudah dibawa ke gedung KPK Jakarta untuk diperiksa secara intensif. Selain itu, KPK menyita duit ratusan juta rupiah dalam OTT ini.

"Uang sekitar seratusan juta," tuturnya. (puan)

Alasannews.com, Tokyo | Korban Tewas Topan Hagibis di Jepang Jadi 56 Orang. Petugas melakukan pencarian korban setelah Jepang diterjang topan dahsyat Hagibis.

Puluhan ribu petugas masih bekerja mencari korban selamat dari topan dahsyat Hagibis yang menerjang Jepang. Dikabarkan jumlah korban tewas menjadi 56 orang.

Dilansir AFP, Selasa (15/10/2019), jumlah korban tewas terus bertambah. Penyiar nasional NHK mengatakan Senin malam bahwa 56 orang telah terbunuh dan 15 orang masih hilang.

Jumlah ini didasarkan pada pelaporan lokal. Petugas terus bekerja mencari dan mengevakuasi korban dari mobil dan rumah yang dilanda banjir, sungai meluap, dan tanah longsor. Namun, upaya pencarian terhambat hujan yang turun di Jepang bagian tengah dan timur.

"Bahkan sekarang, banyak orang masih belum ditemukan di daerah yang dilanda bencana," kata Perdana Menteri Shinzo Abe dalam pernyataannya, Senin (14/10).

Dia mengatakan negara mengusahakan terus untuk penyelamatan terhadap korban. Dia meminta Kementerian Pertahanan menambah 1.000 pasukan cadangan. Saat ini sudah ada 31.000 pasukan aktif dalam operasi pencarian.puan/detik.com

*Terkait Aset Wanprestasi 1,6 T, Ampeka Datangi Kejagung RI*

alasannews.com, Jakarta |  Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Keadilan Melaporkan dan Mendatangi Kejaksaan Agung RI Terkait Kasus Persoalan aset wanprestasi senilai 1,6 T, saat ini ramai diperbincangkan hal layak publik. Kini masuk dalam babak baru bagi Aparat Penegak Hukum (APH), agar bisa mengungkap siapa dalang mafia aset senilai 1,6 T tersebut.

Terkait hal tersebut, daerah telah dirugikan akibat sistem pengelolaannya tidak sesuai prosedur dan mekanisme yang jelas. Sehingga keberadaan dari aset tersebut bukan malah diuntungkan melainkan dirugikan, Padahal pemprov NTB memiliki hak dalam menertibkan aset-asetnya baik yang berada di Gili Trawangan maupun di kawasan ITDC, secara baik dan benar untuk kepentingan peningkatan PAD, malah dilakukan pembiaran dan menguntungkan pihak-pihak tertentu. ujar ketua Ampeka Yasmin, senin (14/10).

Lanjut ia mengatakan bahwa keberadaan Aset yang disebut keberadaan dikawasan strategis sebagai pusat wisata dunia atau kawasan ekonomi khusus di pulau Lombok tersebut.

"kami dari bagian orang yang peduli tentang daerah, Ampeka akan selalu mengawal kebijakan tersebut. Kami mengindikasi bahwa diduga ada operator mafia di Pemprov NTB Yang menyalahgunakan kekuasaan, pangkat, jabatan dan wewenangnya untuk memperkaya diri, orang lain atau suatu koorporasi sehingga daerah dirugikan," ungkapnya.

Mengenai hal tersebut, kami menduga bahwa pemangku jabatan strategis di Pemprov NTB. Selama ini telah menjadikan aset tersebut sebagai sumber kejahatan yakni meraup keuntungan pribadi dan kelompoknya.

"Terkait orang yang diduga terlibat dalam persoalan tersebut, kami yakin dalam waktu dekat Kejagung RI dan Kajati NTB akan memanggil serta mengadili secara pidana," tegas yasmin.

Oleh karena itu, terkait persoalan tersebut merupakan kejahatan terhadap aset daerah pemprov NTB. Dan Tidak bisa dibiarkan begitu saja dan perlu dikawal hingga tuntas persoalan tersebut, karena ini menyangkut aset sebagai kekayaan daerah yang perlu dijaga keberlangsungannya dari tangan-tangan oknum pejabat yang tidak bertanggung jawab di Pemprov NTB. ucapnya.

Diketahui bahwa tidak hanya aset dari sejumlah tanah 64 hektar yang diungkapkan oleh Kajati NTB bahkan didalam temuan tersebut, kami ada sejumlah tanah-tanah lain ratusan hektar milik pemprov NTB yang ada di seluruh Kabupaten / Kota Se NTB. Keberadaan tersebut diduga di bluur pengelolaannya oleh pihak pemangku jabatan strategis di pemprov NTB, yang diduga untuk kepentingan pribadi yaitu memperkaya diri dan kelompok .

Untuk itu dalam waktu dekat, kami akan sampaikan laporan tambahan terhadap Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menindak dengan tegas dan sekaligus mengungkap siapa saja oknum pemilik jabatan strategis tersebut. imbuhnya.

Ampeka menegaskan kembali bahwa siapapun oknum yg pernah menjabat sebagai gubernur NTB, Sekda NTB bahkan seterusnya adalah orang yang diduga ikut terlibat dalam mafia aset Yang kami maksudkan. "kami dari Ampeka akan kawal serta lawan sampai titik terang persoalan tersebut, dan kami tidak kenal dari mana anda dilahirkan atau kelompok mana karena persoalan kejahatan negara telah mengamanahkan kepada siapapun untuk brantas habis siapapun yg mencoba berbuat curang terhadap kekayaan daerah," pangkas yas sapa akrabnya.

Kami dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Keadilan (Ampeka) mendukung serta mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Kejati NTB, Kejagung RI hingga komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menuntaskan persoalan tersebut hingga ke tuntas serta akarnya.

Adapun tuntutan kami kepada APH tersebut yakni 1. Meminta Kejagung RI untuk mendorong penyelesaian persoalan Wanprestasi senilai Rp.1,6 Triliun, 2. Segera panggil dan periksa Sekda NTB yang diduga kuat sebagai otak utama dalam persoalan tersebut., 3. Segera tetapkan status hukum sebagai tersangka terhadap oknum pemangku Jabatan di NTB atas indikasi keterlibatannya dalam persoalan tersebut. tutupnya. ( Tim JN)

Alasannews.com,  CNN Indonesia  | Penentuan batas wilayah antara Buol (Sulteng) dengan Tolinggula (Gorontalo) menuai protes warga setempat. 

Puluhan warga Kecamatan Tolinggula, Gorontalo Utara, menutup akses jalan lintas Sulawesi di Kecamatan Tolinggula, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah, Minggu (13/10).

Warga memblokir jalan dengan bambu tepat di Jembatan Otabiu, Desa Tolinggula Ulu dan Tolite Jaya.
Lihat juga: Menengok Rumah Masa Kecil Habibie di Parepare

Mereka menghalau kendaraan baik motor dan mobil, serta pejalan kaki dari Buol ke Gorontalo Utara dan sebaliknya.

Seorang warga setempat, Jakaria Hulimo, mengatakan mereka memblokir jalan sebagai protes soal tapal batas yang tak kunjung selesai.


"Warga tidak ingin persoalan tapal batas berlarut-larut, karena dapat mengancam stabilitas kehidupan di wilayah perbatasan ini," ujar Jakaria, seperti yang dikutip dari Antara.

Pemblokiran tersebut merupakan sikap warga Gorontalo Utara di Kecamatan Tolinggula, yang menolak dimasukkan ke wilayah Buol, Sulawesi Tengah.

"Kami sebagai warga Gorontalo Utara, sudah menjalani kehidupan berpuluh-puluh tahun dengan sangat kondusif, kami adalah warga Gorontalo Utara asli tidak ingin dipaksakan menjadi warga Buol," ujar Jakaria.
Lihat juga: PUPR Siapkan Antisipasi Kekeringan di 12 Provinsi

Dalam pemblokiran jalan tersebut warga menyampaikan sejumlah tuntutan, seperti menolak keras tapal batas wilayah bergeser karena akan mengancam keberadaan desa-desa yang ada di Kecamatan Tolinggula.

Seorang warga lainnya, Acon Abjul, mengungkapkan jika tapal batas bergeser, mereka khawatir dengan ancaman konflik horisontal.

"Pemerintah diharapkan mendengar tuntutan masyarakat dan tidak membuat keputusan yang memberi dampak merugikan bagi masyarakat Tolinggula," ujarnya.

-puan-

Jakarta | Melihat Parade Hari Santri Indonesia yang dilaksanakan hari ini, Minggu (13/10) di tengah kegiatan rutin CFD, Jalan Tahmrin Jakarta. 

"Acara ini dilepas Menteri Agama Lukman Saefuddin di halaman Kemenag, Jakarta diikuti ribuan santri yang membaur dengan busana khas muslimnya," ujar salah seorang pengurus saat di tanyai alasannews.com, di sela-sela kegiatan.

Tampak, ribuan santri yang ikut berjalan kaki dari halaman kantor Kemenag hingga mutar balik dari Bundara HI kembali ke halaman Kemenang. Panggung acarapu ntampak dihibur oleh musim dan lagu milenial hingga lagu bernuansa islami.

Sebetulnya, hari Santri ini jatuh 22 Oktober namun pelaksanaan Paradenya dilaksanakan hari ini. Tidak ada alsan spesifik tentang dimajukannya, ini hanya sebuah parade semacam pawai yang dikuti santri dan sejumlah pengurus pesantrennya.

Susana gembira bercampir haru pun tampak di wajaha para santri yang mengusung thema, Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia. Mereka membaur satu sama lain dari berbagai pondok yang khusus di sekitar Jabodetabek ini.

Selamat Hari Santri, semoga snatri Indonesia menjadi suri tauladan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang berlandaskan Pancasila ini.


Alasannews.com, Jakarta | Majelis Ulama Indonesia (MUI) meluncurkan Aplikasi 'Dakwah MUI'. Aplikasi ini dibuat untuk menyesuaikan tantangan dakwah di era milenial.

"Dakwah di era digital ini memerlukan penyesuaian dengan perkembangan teknologi agar dakwah semakin efektif. Perlu diketahui objek dakwah saat ini adalah kaum millenial, yaitu mereka yang lahir kurun waktu tahun 1980-2000," kata Ketua Komisi Dakwah dan Pengembamgan Masyarakat MUI Pusat KH M Cholill Nafis, dalam keterangannya, Sabtu (12/10/2019).

Peluncuran ini dilakukan di sela Rapat Kerja Nasional (Rakermas) V MUI yang digelar di Masjid Al Bilad kawasan Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Rakernas ini digelar 11-13 Oktober.

Cholil mengatakan peluncuran 'Dakwah MUI' ini karena generasi milenial lekat dengan gadget yang tersambung internet. Pengguna ponsel pintar di Indonesia pun bertumbuh pesat. Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), ada 171,17 juta pengguna internet Indonesia di tahun 2018.

"Dengan aplikasi ini para dai diberi kemudahan akses informasi tentang problematika dakwah di daerah yang akan didakwahinya, demikian juga para dai dapat mengakses panduan-panduan dakwah MUI, bahan ceramah, fatwa dan produk MUI dan masyarakat akan dapat dengan mudah mengakses dai-dai yang sudah mendapat rekomendasi MUI (dai bersertifikat)," bebernya.

Lewat aplikasi ini, masyarakat juga bisa mengetahui waktu salat, cara membayar zakat, menemukan masjid, restoran halal, data-data keumatan, hingga keberadaan kantor MUI dan ormas Islam lainnya. Di aplikasi ini juga disematkan Alquran digital agar masyarakat bisa membaca di mana pun berada.

Puan

 

alasannews.com, Tolitoli | TNI-Polri dan masyarakat Kabupaten Tolitoli melakukan doa bersama untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dilaksanakan bertempat di Gedung Olahraga Mokodongan Tolitoli Jalan Veteran Kelurahan Baru Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli, Jumat (11/10/2019).

Doa bersama tersebut diselenggarakan atas kerjasama Polres Tolitoli bersama Kodim 1305/BT dan Pemerintah Kabupaten Tolitoli.

Doa bersama yang mengangkat tema “Doa untuk Negeri, Merajut dan Merawat NKRI, Bersama Kita Ciptakan Kamtibmas yang Sejuk, Aman dan Kondusif” ini juga dalam rangka menjelang pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024 yang dilangsungkan pada 20 Oktober 2019.

Kapolres Tolitoli AKBP Hendro Purwoko SIK MH, Dandim 1305/BT Letkol (Inf) Gunnarto SH, Danlanal Tolitoli Letkol L (PM) Bayu Dewe beserta rombongan pejabat TNI-Polri wilayah Kabupaten Tolitoli dan Asisten Pemerintahan Kabupaten Tolitoli Anhar Daeng Mallawa SE turut hadir.

Sekertaris Kabupaten Tolitoli Drs Mukaddis Syamsudin M.Si, Ketua Pengadilan Agama, Kajari Tolitoli, Ketua Pengadilan Negeri Tolitoli, Kepala Kementrian Agama, Pimpinan Pesantren Hidayatullah, Pimpinan Pondok Pesantren Sirojul Ma’ruf Dapalak juga turut hadir.

Doa bersama ini dipimpin langsung oleh para Tokoh Agama yang ada di Kabupaten Tolitoli yaitu Hi Husni Mubarak Lc sebagai pemimpin doa agama Islam, Pendeta D Tabang Pada Sth sebagai pemipin doa Kristen Protestan, Pendeta Frengki Piyo pemipin doa agama Kristen Katolik, Putu Toniada agama Hindu dan Suwitno Gunawan pemimpin doa agama Budha.

Asisten Pemerintahan Kabupaten Tolitoli dalam sambutannya mengucap syukur karena di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Tolitoli telah hidup dengan damai dan saling berdampingan dalam bingkai toleransi yang kuat.

“Perbedaan bukanlah hal yang harus di perdebatkan, justru ditengah beragamannya perbedaan menjadi energi positif untuk bersama-sama mewujudkan pembangunan yang dapat memberikan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tolitoli," ucapnya.

Asisten Pemerintahan Kabupaten Tolitoli juga mengajak kepada masyarakat Kabupaten Tolitoli untuk selalu mejaga persaudaraan, mejaga persatuan dan generasi.

Selanjutnya Dandim 1305/BT berpesan kepada masyarakat Kabupaten Tolitoli untuk mempererat silaturahmi antara seluruh komponen masyarakat dan agama yang ada di Kabupaten Tolitoli untuk menjaga keamanan di Kabupaten Tolitoli.

Kapolres Tolitoli dalam kesempatannya juga mengajak kepada masyarakat untuk menciptkan situasi kamtibmas yang sejuk, aman, damai dan kondusif diwilayah Kabupaten Tolitoli.

“Keamanan itu bukan hanya tanggung jawab TNI-Polri, akan tetapi ada sistem pengamanan swakarsa yang melibatkan seluruh elemen masyarakat” kata Kapolres Tolitoli.

“Sore hari ini kita berkumpul bersama-sama untuk menyatukan persepsi, kita satukan dalam doa denga rasa kebhinekaan untuk keselamatan Negeri ini dari segala gangguan yang ingin memecah belah persatuan Negara kita” ucapnya.

Kapolres Tolitoli juga mengajak untuk membangun rasa kebersamaan, rasa toleransi dalam umat beragama, saling menghargai dan memberikan dukungan dalam segala hal yang bersifat positif.

“Tumbuhkan rasa memiliki Negeri ini dengan mendukung setiap program Pemerintah,” tambahnya.

Kapolres Tolitoli mengatakan melalui doa bersama ini untuk bersama-sama meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan YME, dan menjauhi segala pelanggaran dan kejahatan.(sa)

Alasannews.com, Tolitoli | Sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) kurangbmampu di Desa Mulyasari, Lampasio Tolitoli mendapat bantuan sembako dari Polsek Lampasio Polres Tolitoli.

Bantuan sosial kepada warga Desa Mulyasari Kecamatan Lampasio, Kabupaten Tolitoli, diserahkan Kapolsek Ipda Pol H Siswanto SH dan jajarannya Jumat (11/10).

Kegiatan sosial ini, meruapakn bagian dari kegiatan Polsek Lampasio yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Lampasio Ipda H Siswanto SH yang bekerjasama dengan Pemerintah Desa Mulyasari dan salah satu pengusaha yang ada di Kabupaten Tolitoli memberikan bantuan sembako berupa beras, mie instan dan telur ayam.

Tak hanya itu, Polsek Lampasio juga memberikan alat tulis menulis kepada siswa/siswi di SD Mulyasari berupa buku tulis, pensil warna dan kaos kaki untuk mereka gunakan.

Bantuan sembako tersebut diserahkan kepada 50 Kepala Keluarga masyarakat yang kurang mampu di Desa Mulyasari.

alasannews.com, Jakarta | Suami isteri yang diduga terpapar ISIS,  mencoba  'bunuh' Menkopolhukam dengan cara menusuk mengaku berharap ditembak oleh Polisi.

SA alias Abu Rara berharap ditembak mati saat melakukan perlawanan dalam aksi penusukan terhadap, Menko Polhukam Wiranto. Abu Rara disebut berharap hal itu agar aksinya sukses, .

"Dia punya harapan, saya ditangkap, saya akan melakukan lakukan perlawanan semaksimal mungkin, saya akan ditembak, ditembak mati. Jihadnya berhasil," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (11/10).

Dalam penyerangan itu, Abu Rara dan istrinya Fitria disebut membagi tugas untuk menyerang target masing-masing. Sang istri yang diperintahkan menyerang polisi juga memberikan perlawanan.

"Begitu juga istrinya. Kamu melakukan perlawanan sebisa mungkin. Makanya sampai istrinya nekat melakukan perlawanan ke Kapolda," ujar Dedi.

Penusukan Wiranto itu terjadi pada Kamis (10/10) di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten. Wiranto saat itu baru selesai dari acara di Universitas Matla'ul Anwar (Unma) dan hendak kembali ke Jakarta dengan helikopter.

Akibat peristiwa itu, Wiranto mengalami luka di bagian perut dan Kompol Dariyanto di bagian punggung. Selain Wiranto dan Dariyanto, ada dua orang lain yang terluka.

Abu Rara sendiri disebut tak tahu kalau pejabat yang akan diserangnya itu adalah Wiranto. Dia disebut merencanakan penyerangan itu secara spontan saat tahu ada helikopter datang ke lokasi itu.

Foto: KSAD Jenderal Andika Perkasa di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. (detikcom)


alasannews.com, Jakarta | Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menjatuhkan sanksi untuk dua anggota TNI AD. Keduanya dihukum karena istri mereka memposting soal penusukan Menko Polhukam Wiranto di media sosial.

"Sehubungan dengan beredarnya postingan di sosial media menyangkut insiden yang dialami oleh Menko Polhukam, maka Angkatan Darat telah mengambil keputusan. Pertama kepada individu yang juga merupakan istri dari anggota TNI AD, yang pertama berinisial IPDN, dan yang kedua adalah LZ," kata Andika di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019).

IPDN merupakan istri dari Komandan Kodim Kendari, Kolenel HS. Sedangkan LZ istri dari Sersan Dua inisial Z. Kedua orang itu diarahkan ke ranah peradilan umum.


Dikutip dari detik.com, Andika mengatakan pihaknya menindak suami keduanya. Kolonel HS dan Sersan Dua Z disebut telah memenuhi pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 yaitu hukum disiplin militer.

"Sehingga konsekuensinya kepada Kolonel HS tadi sudah saya tandatangani surat perintah melepas dari jabatannya dan akan ditambah dengan hukuman disiplin militer berupa penahanan selama 14 hari, penahanan ringan selama 14 hari," ujarnya.

"Begitu juga dengan Sersan Z, telah dilakukan surat perintah melepas dari jabatannya dan kemudian menjalani proses hukuman disiplin militer," ujarnya.

Andika mengatakan sudah menandatangani proses serah terima atau pelepasan administrasi keduanya. Tapi, besok baru akan dilepas oleh Panglima Kodam di Makassar karena masuk di Kodam Hasanuddin yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Puan

Alasannews.com, Brebes | Fitri Andriana alias Pipit (FD) terperiksa penusukan Kapolsek Menes, di Padeglang, yang jugai istri Syahril Alamsyah (SA), lelaki yang menusuk Wiranto, oleh  pihak keluarga buaknlah suami isteri.

Menurut kerabatnya di Brebes, selama ini orang tua FD belum pernah menikahkan FD. IniBantahan soal status FD disampaikan oleh Rustini (46), kerabat dekat keluarga FD yang tinggal bersebelahan dengan rumah Sunarto, ayah FD, di Desa Sitanggal, Larangan, Brebes, Jawa Tengah.

Hubungan kekerabatan dan rumahnya yang bersebelahan dengan Sunarto, membuat Rustini selalu diajak pembicaraan jika keluarga Sunarto akan mengambil keputusan apapun.

Sebulan lalu, FD memang pulang ke Brebes bersama seorang pria yang disebutnya berasal dari Medan. Kepada keluarga, FD mengenalkan pria tersebut sebagai lelaki yang akan menikahinya. Setelah itu FD kembali ke Jakarta bersama lelaki tersebut.

Namun tentang status FD yang dikabarkan sudah menikah dengan SA, Rustini secara tegas membantahnya. Menurut dia, saat bertemu lebaran kemarin, FD tidak pernah cerita soal rencana menikah.

Rustini memang sempat diberitahu oleh Sunarto dan Carti (ibu FD) soal FD yang minta restu mau nikah. Hanya saja, orang tua tidak mengizinkan lantaran beberapa alasan.

"Kemarin mereka ngomong katanya FD mau nikah. Tapi tidak direstui. Alasannya, rumah calonnya jauh di Medan dan orang tua belum mengenal orang itu (SA)," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, FD dan SA terlibat dalam aksi penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto saat di Pandeglang Banten kemarin. (mbr/mbr)

 

Jumat, 11 Oktober 2019 04:21

Penerjuan AURI Pertama Tutup Usia

Alasannews.com, Jakarta - Imanuel Nuhan telah berpulang pada usia 96 tahun. Pada 72 tahun lalu, Nuhan dan 12 prajurit lainnya melakukan aksi yang berani. Mereka terjun dari pesawat ke tanah Kalimantan tanpa pendidikan terjun yang memadai.

Peristiwa itu menjadi tonggak sejarah, menandai lahirnya Satuan Tempur Darat Matra Udara yang dimiliki TNI AU. Aksi penerjunan Nuhan dan kawan-kawan dilatarbelakangi blokade Belanda di Laut Jawa. Blokade Belanda membuat aliran bantuan dari Jawa ke Kalimantan terhambat.

Dilansir detikcom dari situs resmi TNI AU, Kamis (10/10/2019), warga Kalimantan tidak terima dengan pendudukan NICA (Pemerintahan Sipil Hindia-Belanda) karena Indonesia sudah merdeka sejak 17 Agustus 1945. Warga Kalimantan membentuk pemerintahan daerah sebagai bagian dari Indonesia. Mereka juga berharap ada pelatihan dari Jawa supaya dapat melawan penjajah Belanda.

Namun pelatihan dari Jawa tak bisa datang lantaran laut diblokade oleh Belanda. Satu-satunya jalan mendatangkan tentara dari Jawa ke Kalimantan adalah lewat udara. Gubernur Kalimantan Muhammad Noor meminta bantuan kepada Kepala Staf AU Komodor Udara Suryadi Suryadarma untuk melatih pemuda-pemuda Kalimantan. Pihak AU kemudian berencana membentuk tim penerjun payung.

Dalam waktu singkat, 60 pejuang dari Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan juga dari Madura berhasil dikumpulkan. Mereka semua bersedia diterjunkan ke Kalimantan. Pelatihan terjun payung dilakukan oleh AURI di Maguwo, Yogyakarta.

Sayangnya, waktu latihan sangat singkat. 60 Pejuang hanya mendapat pelatihan di darat selama sepekan. Latihannya berupa teori terjun dan cara melipat payung. Mereka tidak sempat dilatih terun dari pesawat. Akhirnya, tak semua dari 60 orang itu terpilih untuk diterjunkan di Kalimantan melainkan hanya 12 orang saja yang diambil.

12 Orang terpilih itu semua paham Bahasa Dayak Kahayan, bahasa yang dituturkan di titik penerjunan, ditambah dua orang non-Kalimantan yakni montir radio dan juru radio. Total ada 14 orang penerjun yang akan berangkat ke Kalimantan.

Salah satu dari mereka adalah Imanuel Nuhan, putra Dayak dari Kahayan Hulu. Misi Nuhan dan kawan-kawan adalah membentuk dan menyusun kekuatan inti gerilya di daerah asal Suku Dayak, membuka stasiun pemancar induk, serta menyiapkan daerah penerjunan untuk operasi selanjutnya. Diharapkan dengan adanya pemancar radio di Kalimantan, maka koordinasi dengan pejuang Jawa dan Sumatera bisa berjalan lebih mudah.

Hari penerjunan telah tiba, yakni 17 Oktober 1947. Dini hari, pilot Bob Earl Freeberg, co-pilot Opsir Udara III Makmur Suhodo, dan Operator Penerjun Opsir Muda Udara III Amir Hamzah telah bersiap di pesawat Dakota RI-002. Mayor Tjilik Riwut bertindak sebagai penunjuk daerah penerjunan. Ditetapkanlah satu titik tujuan penerjunan: Sepanbiha (saat ini masuk Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah).


Pukul 02.30 WIB, pesawat Dakota RI-002 yang membawa 14 penerjun lepas landas dari Maguwo. Pukul 05.30 pagi, Dakota RI-002 sudah melayang-layang di atas rawa-rawa Kalimantan. Tjilik Riwut sempat ragu, apakah mereka sudah berada di atas Sepanbiha atau belum. Terlepas dari keraguan itu, dia akhirnya memutuskan sekaranglah saatnya untuk menerjunkan para prajurit.

Di antara 14 prajurit, ada satu yang tak jadi terjun karena takut, namanya Djarni. Yang lain langsung terjun. Adapun ke-13 anggota pasukan payung yang berhasil mendarat dengan selamat adalah Hari Hadisumantri, Achmad Kosasih, (Mangkahulu), Iskandar, Ali Akbar (Balikpapan), Mica Amiruddin, Imanuel Nuhan (Kahayanhulu), C Williams (Kuala Kapuas), Morawi (Rantau Pulut), Bachri (Barabai), Darius (Kadingan), M Dachlan (Sampit), J Bitak (Kepala Baru), dan Suyoto.


Beberapa dari mereka tersangkut di pohon. Mereka mendarat di tempat-tempat terpisah. Tak semua parasut bisa ditemukan kembali. Semuanya baru bisa berkumpul pada hari ketiga.

Foto:fadlitangahu/humas

Alasannews.com, TOLITOLI | Pelaksanaan Pilkada Tolitoli setahun lagi. Semua elemen menginginkan pilkada damai dan berkualitas. Untuk mewujudkannya, stabilitas juga harus terjaga dengan baik oleh semua pihak. Salah satu cara menuju kondusifnya wilayah itu, pagi akan digelar doa bersama. 

Berikut penjelasan Kapolres Tolitoli, AKBP Hendro Purwoko Sik MH:

Rapat persiapan doa bersama, dilangsungkan di Aula Jananuraga Polres Tolitoli, Kamis (10/10), yang dipandu langsung Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tolitoli AKBP. Hendro Purwoko, S.I.K.,MH didampingi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tolitoli Moh. Randi Saputra, AR.

Kapolres Tolitoli mengatakan, kegiatan Do’a Bersama yang akan dilaksanakan hari ini, Jumat 11 Oktober 2019 di Gelanggang Olahraga (GOR) Mokkondogan merupakan kerjasama Pemerintah Daerah Kabupaten Tolitoli bersama unsur keamanan dan tokoh agama di daerah ini yang bertujuan untuk menjaga dan memelihara persatuan dan keamanan bangsa khususnya di Wilayah Kabupaten Tolitoli.

Tidak hanya itu, Do’a Bersama ini juga dalam rangka mewujudkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Tolitoli tahun 2020 mendatang yang berintegritas, sejuk, aman, dan damai. Kapolres Tolitoli AKBP Hendro Purwoko juga menuturkan, bahwa kegiatan ini bukan hanya diikuti oleh anggota TNI-Polri, tetapi juga semua unsur masyarakat Kabupaten Tolitoli.

"Semuanya kita libatkan di sini karena tujuan utamanya adalah menciptakan suasana yang sejuk sebelum pilkada dilaksanakan. Jadi bukan hanya tugas TNI-Polri membuat sejuk tetapi semua unsur masyarakat," katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Tolitoli Moh. Randi Saputra, AR mengungkapkan, kegiatan Do’a Bersama ini menjadi suatu contoh, tanpa memilih-milih kelompok mana. Semua unsur bisa berkumpul di satu tempat dan bersama-sama memanjatkan do’a demi kesuksesan pesta demokrasi.

Menurutnya, dalam rangka Pilkada Kabupaten Tolitoli tahun 2020, walaupun situasi masih kondusif namun kita semua harus tetap berdo’a untuk keamanan dan kondusifitasnya wilayah, katanya.

Untuk itu, kami mengajak masyarakat untuk ikut mensukseskan kegiatan ini, dan semoga pilkada mendatang dapat berjalan dengan aman dan lancar. Mari kita menjadikan pemilu ini menjadi pemilu yang damai, aman, dan tanpa adanya pihak-pihak yang sengaja mengadu domba, harap Randi.

Tampak hadir dalam rapat tersebut, Pejabat dari Pangkalan TNI AL Tolitoli, pejabat Kodim 1305 Buol-Tolitoli, anggota Satuan Polisi Pamong Praja, sejumlah pejabat Pemda Kabupaten Tolitoli, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tolitoli, para Kepala Sekolah dari sejumlah SD, SMP dan SMA di Kecamatan Baolan, pengurus Pondok Pesantren, serta tokoh agama dari 5 agama yang ada di Kabupaten Tolitoli.

Reporter :fithriyani

Editor: puan

 

Foto: Istana

alasannews.com, Jakarta-Istana | Presiden ke 6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana.

Pertemuan di Istana negara Jakarta itu, membahs sejumlah isu strategis menjelang pelantikan dan periode ke dua Jokowi dan Maruf.

Jokowi mengungkap apa saja yang dibicarakannya dengan Presiden RI ke-6 itu. "Ini saya dengan Pak SBY sudah janjian lama tapi belum pas waktunya dan hari ini Alhamdulillah pas waktunya dan ketemu," ujar Jokowi setelah bertemu dengan SBY di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (10/10).

Seperti dikutip dari detik.com,  Jokowi mengatakan, pembicaraan yang dibahas dengan SBY seputar permasalahan politik, ekonomi, keamanan, hingga urusan ekonomi. Keduanya juga membicarakan masalah ekonomi.

"Terutama berkaitan situasi eksternal dari sisi ekonomi, yang kita semua hati-hati karena perkembangan ekonomi dunia. Masalah dunia yang menuju pada resesi. Bicara banyak. Masalah dalam negeri, masalah politik," jelas Jokowi.

Soal apakah Demokrat akan bergabung ke pemerintahan, Jokowi belum memastikannya. Namun ia dan SBY sempat membahas hal tersebut.

"Ditanyakan ke Pak SBY langsung. Kita bicara itu tapi belum sampai sebuah keputusan," ucapnya.

Jokowi juga mengaku SBY memberikan banyak masukan terkait periode keduanya. Hanya, ia menyebut belum ada pembahasan nama kader Demokrat yang diusulkan untuk mengisi pos kabinet Jokowi, termasuk Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Nggak sampai ke sana, belum sampai ke sana. (Nama AHY) belum," tegas Jokowi.

Seperti diketahui, isu Demokrat bergabung ke koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin cukup menguat belakangan ini. Demokrat sendiri sudah memastikan siap masuk ke kabinet Jokowi meski sebelumnya bergabung dengan koalisi rival, Prabowo Subianto.

-puan-

foto:-detik.com

alasannews.com, pandeglang | Selain Menkopolhukam Jend (purn) Wiranto yang mengalami luka tusuk,  anak buahnya yang bernama Fuad juga terluka akibat serangan pria bersenjata tajam di Pandeglang.

Dari keterangan yang dikumpulkan alasannews.com, penyerangan terhadap menkopolhukam di Pandeglang, dilakukan pria bersenjata tajam (pisau). Wiranto luka bagian depan sementara anaknya, Fuad terluka di dada sebelah kiri.

"Anak buahnya Fuad juga melindungi dada sebelah kiri sudah kita tangani, tidak terlalu parah," kata Dirut RSUD Berkah Pandeglang, Firmansyah di lokasi, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10).

Wiranto saat ini sudah diberangkatkan ke Jakarta. Wiranto dibawa ke RSPAD Gatot Subroto naik helikopter.

"Kemari (RSUD Pandeglang) kondisi sadar, di perut sebelah kiri bawah, dibawa ke RSPAD Gatot Subroto menggunakan helikopter," sebut Firmansyah. Wiranto mengalami dua luka tusuk.

Wiranto diserang oleh seorang saat keluar dari mobil di Pandeglang. Mabes Polri menyebut kapolsek yang mengawal Wiranto tertusuk.

Mabes Polri menyebut pria yang menusuk Wiranto itu terpapar ISIS. Ada pula seorang perempuan yang diamankan. (Detik.com)

 

alasannews.com, TOLITOLI | Begini penampakan stadion Dinopi, Tolitoli jelang pelaksanaan Liga Pelajar Indonesia (LPI) untuk pelajar tingkat SLTA.

Sebuah grup medsos mempertanyakan, siapa penanggungjawab dan ada tidak alokasi anggaran dari pemerintah daerah setempat untuk perwatan rutin stadion tersebut. Dibangun tahun 90-an dengan swadaya plus apbd, kini stadion berkapasitas 3000 penonton itu terkesan terbiarkan.

Stadion ini memiliki areal sekitar 4 hektar, baik lapangan parkir di Timur maupun di Barat. Sangat memadai untuk sebuah fasilitas olah raga. Sayangnya, stadion baru terlihat bersih saat ada kegiatan resmi.

Tidak hanya rumputnya yang tumbuh subur, beberapa fsilitas mulai rusak. Sebut saja pintu kamar ganti, kamar kecil dan beberapa pagar pengaman hancur berantakan.

Sejumlah pejabat maupun anggota dewan setempat yang coba dihubungi alasannews.com, belum memberikan jawaban. "Bagaimana tidak, dibiatkan tanpa perawatan," kata Unding warga sekitar stadion.

 

Rabu, 09 Oktober 2019 22:58

Rasakan Nikmat Seduhan Kopi di Pagi Hari

alasan. KULINER | Secangkir kopi di pagi hari sangatlah nikmat. Ternyata kopi 'melakukan' hal ini pada otak Anda saat dihirup pertama kali.

Kopi akan memberi kejutan saat orang mencicip cangkir pertamanya di pagi hari. Efek yang ditimbulkan beragam seperti antisipasi hingga rasa senang usai menyesapnya.

Kopi sendiri memang disukai banyak orang dan dipilih sebagai 'teman' sarapan. Minum kopi bisa langsung memberi suntikan semangat dan fokus. Inc (9/10) mengungkap hal yang 'dilakukan' kopi pada otak Anda saat diminum pagi hari


1. Memikirkan kopi
Sebelum meminumnya, memikirkan kopi di pagi hari sudah memiliki efek untuk seseorang. Sebab sistem endokrin akan membuat dan menghasilkan dopamine, sebuah hormon kesenangan antisipatif. Hal ini menurut Lumen's Introduction of Psychology. Dengan kata lain, Anda akan merasa senang bahkan hanya dengan memikirkan akan minum kopi.

2. Membuat kopi
Karena Anda mengaitkan kopi dengan kesenangan, segala hal yang Anda lakukan untuk meminum kopi menciptakan respons Pavlovian. Menurut Journal of Social Science Information, isyarat lingkungan seperti menyeduh kopi Anda sendiri atau menyetir ke kedai kopi favorit Anda juga melepaskan dopamin lebih banyak ke otak.


3. Mencium aroma kopi
Aroma sewaktu-sewaktu bisa mengingatkan Anda akan pengalaman lalu karena aroma bersifat sebagai pengingat otak yang kuat. Menurut jurnal dari American Chemical society, "Aroma kopi mengatur ekspresi lebih dari selusin gen dan perubahan ekspresi protein." Dengan kata lain, "bangun dan mencium aroma kopi" lebih dari sekadar metafora.

4. Minum kopi
Tubuh Anda menyerap kafein dengan cepat, jadi itu langsung menyentuh otak hanya dalam beberapa menit. Saat kafein tersebut masuk, akan menempel pada neuron Anda dan menarik hormon adenosine yang dapat menyebabkan kantuk.

Namun saat hormon adenosine tersebut tidak mengikat pada neutron Anda, itu akan menyebabkan Anda terjaga, bangun, dan lebih berenergi. Setelahnya sistem endokrin bereaksi karena tidak adanya adenosine yang mengikat glutamat, dan membuat neutron Anda meningkatkan kemampuan belajar dan mengingat.


5. Usai minum kopi
Setelah Anda selesai minum kopi pertama, Anda akan bersemangat. Ini sangat kontras saat Anda bangun dari tidur. Karena saat Anda bangun tidur, hormon adenosine akan memenuhi otak dan Anda merasa gelisah selama tidur.

Pada cangkir berikutnya, Anda akan terjaga dan berfungsi dengan baik. Cangkir kedua ini akan membantu setelah Anda makan karena akan membuat fokus kembali pada apa yang sedang Anda kerjakan. Tapi tetap itu tidak akan memberikan efek yang sama seperti pada kopi pertama.

Jadi itu semua tergantung pada pilihan Anda, ingin meminum kopi "pertama" pada saat kapan. Saat pagi hari itu akan membuat bersemangat. Dan jika kopi itu diminum saat malam hari, kopi akan membuat terjaga dari tidur.detikfood.

 -puan-

 

Alasannews.com, Jakarta - Pada pekan ini, proyek Palapa Ring yang belakangan ini disebut sebagai 'tol langit' akan segera diresmikan.

Dikutip dari detik Asisten Deputi Telematika & Utilitas Kementerian Koordinator Perekonomian Eddy Satriya di sela-sela dialog nasional Indonesia Internet Governance Forum di Gedung BPPT, Jakarta, Rabu (9/10).

Palapa Ring yang terbagi ke dalam tiga segmen, yaitu Palapa Ring Barat, Palapa Ring Tengah, dan Palapa Ring Timur sudah dibangun konstruksinya oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Badan Aksesibilitas dan Informasi (Bakti).

Sudah beres semuanya. Kami sudah menyiapkan rencana untuk peresmiannya dari Istana (melakukan video conference) ke lima lokasi di luar Jawa, sebagian besar di Papua Barat," kata Eddy.

Peresmian Palapa Ring itu sendiri dijadwalkan berlangsung pada Jumat (11/10) yang rencananya diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Diketahui, Palapa Ring adalah suatu proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang akan menjangkau sebanyak 34 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer, dan kabel di daratan adalah sejauh 21.807 kilometer.

Belakangan, proyek ini dijuluki tol langit, sebagai perumpamaan yang dimaksudkan Rudiantara sebagai kehadiran sinyal yang membuat masyarakat Indonesia bisa lebih mudah berkomunikasi satu sama lain, baik di perkotaan maupun pelosok, berkat eksistensi infrastruktur telekomunikasi.

 

Foto:humas Tolitoli

alasannews.com, Tolitoli | Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Tolitoli menyelenggarakan kegiatan pembinaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se-Kecamatan Baolan, Rabu (9/10).

Kegiatan yang tersebut, dibuka Wakil Bupati Tolitoli H Abdul Rahman H Budding. Wakil Bupati mengatakan, berbagai tantangan yang ada, dan hal ini diakibatkan sebagai konsekuensi dari perubahan dan perkembangan kemajuan zaman saat ini.

Tantangan itu datang dari dalam maupun dari luar negeri, terhadap berbagai tantantangan, perubahan dan perkembangan zaman tersebut, maka dipandang perlu, untuk melakukan pengembangan sumber daya manusia terutama di bidang teknologi. sehingga segala sesuatuanya akan dengan mudah dilakukan, cepat, tepat, efektif, dan efisien terutama dalam hal penyampaian berbagai informasi kepada masyarakat dan bagi masyarakat luas, informasi menjadi hal sangat penting. Oleh sebab itu, informasi yang disampaikan haruslah benar, akurat dan dapat dipertanggung jawabkan.

Melalui Wadah Kelompok Informasi Masyarakat Atau K.I.M., Wakil Bupati mengharapkan sarana komunikasi antara Pemerintah Daerah dengan masyarakat dapat berjalan dengan baik dan menjadikan informasi sebagai suatu sumber pengetahuan dan juga sekaligus meningkatkan kemampuan mengakses informasi dengan mengunakan dan memanfaatkan fasilitas teknologi komunikasi.

Hal ini dilakukan dengan cara memberikan pengetahuan melalui pelatihan, bimbingan teknis, dan berbagai materi pokok kepada masyarakat langsung sebagai mitra diseminasi informasi publik Pemerintah Kabupaten Tolitoli. Pola pembinaan seperti ini, perlu dan harus secara terus menerus dilakukan sehingga pengembangan sumber daya manusia dengan sendirinya akan tercipta dengan cepat.

Wakil Bupati juga menegaskan, segala tantangan harus dihadapi dengan bijak, bukan untuk dihindari. Jangan jadikan alasan untuk menghindari tantangan. tapi jadikanlah tantangan sebagai motivasi bagi setiap pengembangan potensi diri kita. 

Kegiatan pembukaan Pembinaan KIM itu turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Tolitoli Moh. Randi Saputra A.R. Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Tolitoli Syahril, SH dan Kepala Pimpinan Unit Kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tolitoli, Pejabat Pemerintahan Kecamatan Baolan serta peserta KIM yang terdiri dari Kepala Kelurahan dan Kepala Desa di Wilayah Administrasi Kecamatan Baolan. Sedangkan materi Pembinaan disampaikan oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Tolitoli Moh. Rudy Bantilan, S.Sos.,M.Si.

Reporter : kuspri hantono

Editor: puan

 

Halaman 18 dari 176

Kontak Polisi

RESOR PALU