Minggu, Januari 19, 2020

Kategori Berita

Categories Accordion
JAKARTA -- alasannews | Presiden Joko Widodo meminta semua pihak untuk memberikan waktu bagi penyelesaian persoalan
Hits: 55
08 January 2020
JAKARTA -- alasannews.com | Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Adi Toegarisman menyebut ada 3 orang
Hits: 49
30 December 2019
ÍJAKARTA -- Jambu Mete Sulawesi, sebagai salah satu komoditi yang diincar pengusaha Timur Tengah. Hal itu,
Hits: 105
25 December 2019
 JAKARTA - Ketua Umum Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) Nusantara, Chandra Manggih Rahayu
Hits: 76
23 December 2019
Alasannews.com, Jakarta — Bank Negara Indonesia (BNI) berhasil meraih Penghargaan Penyalur dan Penjamin KUR terbaik 1
Hits: 54
20 December 2019
  • «
  • 1
  • 2
  • »
Sulteng
Senin, 22 Januari 2018 12:41

Warga tuntut PLTU Panau Ditutup

Ditulis oleh

 

Palu, @lasannews– Ribuan warga di kecamatan Tawaeli, kota Palu Sulawesi Tengah atau kelompok masyarakat empat kelurahan yakni Lambara, Panau, Baiya dan Kayu Malue turun jalan menuntut agar  PLTU Panau segera di tutup.

Wartawan @lasannews yang kebetulan berada di Palu, turut menyaksikan gerombolan Massa yang pagi hari sudah beraksi memblokir jalan Trans Sulawesi di Kelurahan Lambara. Mereka sejak pukul 08.00 Wita, sudah memblokir jalanntrans sulawesi sehingga arus lalu lintaspun terganggu. 

Tampak di lokasi, hingga pukul 13.00 Wita massa aksi masih memblokir jalan yang merupakan satu – satunya akses keluar dari Kota Palu arah utara. Akibatnya, ratusan kendaraan dari arah Palu tertahan hingga tiga kilometer. Begitupun dari arah Tawaeli ke Palu.

Bahkan beberapa kendaraan, nekat menyebrangi sungai untuk melanjutkan perjalanan. Akibatnya, ada beberapa mobil yang tertahan di sungai Lambara itu.

Salah seorang peserta aksi, H. Ali Lamalongi kepada media SN engungkapkan, pihaknya sangat  menyesalkan sikap Pemkot Palu yang bermasa bodoh dan tak kunjung turun datang menemui masyarakat

“Tidak ada satupun Perwakilan Pemerintah Kota yang muncul kemari mendengar aspirasi masyarakat, padahal kami berharap ada solusi alias jalan keluar pemerintah selama ini,” ujarnya.

Pihaknya mengancam jika tuntutan mereka tak dipenuhi, warga tidak akan membuka akseas Jalan Trans Sulawesi itu, sebab Walikota Palu Hidayat maupun perwakilannya tidak ada yang muncul menemui massa aksi.

“PLTU tidak mau menanda tangani surat Nota Kesepahaman (MoU), jika pihak Pemkot tidak datang menemui kedua pihak ini. Bayangkan selama enam jam warga menunggu dan sudah empat kali negosiasi tanpa hasil,” kesalnya.

Sementara itu, personil gabungan TNI-Polri dan Satpol PP Kota Palu tetap siap siaga mengamankan aksi demonstrasi itu.Hingga berita ini tayang pada pukul 16.00 Wita, belum ada informasi apakah pihak Pemkot Palu akan menemui massa aksi atau tidak. 

Minggu, 21 Januari 2018 09:52

Macet Lalu Lintas di Jembatan Palu II, Gara-gara Buaya

Ditulis oleh

 

Palu, @lasannews--Ribuan Masyarakat Palu memadati Sepanjang Bantaran Sungai Palu di sekitar Jembatan Palu II ,Tepatnya di Kelurahan Tatura Selatan Kecamatan Palu Selatan,Kota Palu ,Minggu (21/01).

Upaya Penyelamatan Hewan jenis Buaya Muara tersebut menjadi heboh dengan Kedatangan Panji Sang Petualang yang di datangkan Khusus Oleh Jawapos Grup dan Media Radar sulteng,Ribuan Mata yang memenuhi bantaran sungai seakan tidak mau melewati Moment Bersejarah itu.

Akibat Banyaknya Masyarakat yang Antusias Melihat secara Langsung Upaya Penyelamatan Buaya Berkalung Ban Tersebut ,Jalan Utama di Ruas Jalan I Gusti Ngurahrai Penghubung antara Kelurahan Tatura Selatan dan Kelurahan Tatanga yang Melintas Jembatan II tersebut macet parah.

Buaya Berkalung Ban di Sungai Palu

Tampak Personil Polisi lalulintas Dari Polres Kota sibuk mengatur Lalulintas yang Macet,Kemacetan juga terjadi di Ujung Jembatan II arah Kelurahan Tatanga Kecamatan Tatanga.

Sebuah Ritual Adat kecil sempat digelar di Pinggir Sungai Palu oleh Sesepuh Adat yang Juga Pawang Buaya ,tujuan Ritual tersebut Memohon Keselamatan Tim Penyelamat Hewan yang akan melakukan Aksi Penyelamatan Hewan liar berkalung Ban tersebut.

Beberapa Ekor Ayam di ikat di pinggir sungai sekitar lokasi biasa Buaya Berjemur, tujuannya agar Binatang Predator tersebut Menampakkan diri memakan Umpan Ayam tersebut.

Sampai Berita ini diturunkan,Belum Tampak Buaya yang Menjadi Target Penyelamatan tersebut.

Sebelumnya ,Keberadaan Buaya Berkalung Ban tersebut menjadi Viral di Medsos serta Menjadi Bahan Pemberitaan Media Massa,Bahkan Media Internasional dan Media Asing Juga memberitakan Keberadaan Hewan Predator tersebut.

Ribuan Warga Palu Yang Menonton Upaya Penyelamatan Hewan Predator tersebut Masih setia Menunggu di Bantaran Sungai Palu Tersebut,Tampak Tim Polisi Perairan Polda Sulteng ikut Terlibat Dalam Upaya Penyelamatan Buaya Berkalung Ban Tersebut.***

Reporter : Heru

Bupati Morowali, Drs. H Anwar Hafid M.Si meresmikan Masjid As Salaam di lokasi perusahaan nikel milik PT. IMIP, di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah.

MOROWALI, Inovasi.web.id. Setelah sempat menjadi viral dan bahan perbincangan di media sosial, Rumah Allah yang kemudian dinamakan Masjid As Salaam itu akhirnya berdiri megah di lokasi perusahaan nikel milik PT. IMIP, di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah.

Keberadaan Masjid As Salaam di tengah kesibukan dan aktifitas perusahaan raksasa milik 2 PT gabungan  Cina dan Indonesia itu, sekaligus menjadi jawaban atas polemik dan isu intoleransi yang sebelumnya juga sempat menyebar dan berkembang di wilayah tersebut.

Bupati Morowali, Drs. H Anwar Hafid M.Si yang diundang untuk datang dan meresmikan Masjid tersebut pada Jumat 19/01/2018 mengatakan, bahwa keberadaan masjid ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan yang patut di syukuri oleh semua pihak terutama bagi umat muslim yang bekerja di dalam perusahaan tersebut.

Olehnya dia berharap agar masjid yang telah ada tersebut di manfaatkan sebagai pemenuhan kebutuhan spiritual bahkan dia sendiri bertekad untuk sesekali datang beribadah di masjid tersebut.

“ Keberadaan masjid ini tentu patut kita syukuri dan saya harap selalu diisi oleh jamaahnya karena apalah artinya sebuah masjid jika tidak ada jamaahnya. Saya sendiri melihat indah dan nyamannya bangunan masjid ini nantinya juga akan datang dan sesekali beribadah di tempat ini,” ungkapnya.

Selain merasa bersyukur, bupati  dua periode yang segera akan menyudahi masa jabatannya pada tanggal 25 Mei 2018 mendatang itu, tak lupa mengingatkan kiranya perusahaan senantiasa memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada para karyawan muslimnya untuk menjalankan sholat lima waktu saat sedang melaksanakan tugas dan aktifitasnya di perusahaan tersebut.

” Saya  sangat berterima kasih sekali. Karena kalau saya lihat, perusahaan ini tidak sama dengan perusahaan lain yang ada di Morowali yang mau membangunkan masjid di dalam perusahaannya, ini sangat luar biasa sekali,” tandasnya.

Sekedar diketahui, selain membangunkan Masjid As Salaam, masih akan ada masjid lain yang akan dibangunkan di areal perusahaan tersebut, satu diantaranya terdapat di lokasi di Rusunuwa Desa Labota Kecamatan Bahodopi yang peletakan batu pertamanya sudah dilakukan sesaat sebelum peresmian masjid As Salaam tersebut.

Peresmian itu sendiri ikut pula di hadiri oleh Wakil Bupati Morowali, Dandim 1311 Morowali serta sejumlah petinggi dan pejabat teras serta karyawan PT. IMIP dan jajarannya.

( Dedi Todongi : Morowali Sulteng )

Halaman 164 dari 166

Berita Terkini

Terkini Olah Raga

Kontak Polisi

RESOR PALU