Minggu, Januari 19, 2020

Kategori Berita

Categories Accordion
Ekonomi
Ekonomi
JAKARTA -- alasannews | Presiden Joko Widodo meminta semua pihak untuk memberikan waktu bagi penyelesaian persoalan
Hits: 55
08 January 2020
JAKARTA -- alasannews.com | Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Adi Toegarisman menyebut ada 3 orang
Hits: 49
30 December 2019
ÍJAKARTA -- Jambu Mete Sulawesi, sebagai salah satu komoditi yang diincar pengusaha Timur Tengah. Hal itu,
Hits: 105
25 December 2019
 JAKARTA - Ketua Umum Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) Nusantara, Chandra Manggih Rahayu
Hits: 76
23 December 2019
Alasannews.com, Jakarta — Bank Negara Indonesia (BNI) berhasil meraih Penghargaan Penyalur dan Penjamin KUR terbaik 1
Hits: 54
20 December 2019
  • «
  • 1
  • 2
  • »
Sulteng

Alasannews.com, PALU-SULTENG | Finalisasi polemik perbatasan wilayah Kabupaten Donggala san Tolitoli, di Sulawesi Tengah diharapkan tuntas lewat suatu kesepakatan melalui revisi RTRW Provinsi.

Pembahasn soal kesepakatan, hari ini Selasa (11/9) dilaksanakan di Palu yamg dihadiri kedua bela pihak. Agenda dibuka Kabid Penataan Ruang Dinas Bina Marha, Dr Ardin.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Revisi RTRW Kabupaten Tolitoli, Saifuddin ST kepada alasannews.com, mengatakan, agar revisi yang ini bisa menghasil penataan ruang yamg diharapkan oleh publik.

 

Sejumlah pejabat terkait dari Tolitoli seperti, Kepala Bappeda Chrisman Isol, Sekretaris PUPR Rudy Saurang, Kabag Hukum Ridwa, Kabid Fispra Bappeda Haisar Syamsudin dan Kabid Penataan Ruang Dinas PUPR Agus Priyono.

Sampai berita ini tayang, pembahasan masih berlangsung.puan

foto:dok Walhi Sulteng

Alasannews.com, Palu-Sulteng | Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kecamatan Tojo dan Tojo Barat Kabupaten Tojo Una-una pada Senin 9 September 2019 hingga saat ini belum bisa di padamkan.

Berdasarkan informasi yang WALHI Sulteng peroleh dilapangan bahwa, kebakaran hutan ini telah menyasar dua kecamatan yakni kecamatan Tojo dan Tojo Barat yang meliputi desa Lemoro, Betaua, Uekuli, Korondoda dan Tayawa sedangkan di Kec, Tojo Barat meliputi Malewa, Mawomba, Tanamawawu dan Kabalo.

Berdasarkan penuturan Halim (35) Warga desa Kabalo , hingga saat ini api belum padam dan bisa diperkirakan 100 Ha lahan yang terbakar di desa Kabalo, sehingga kondisi ini sangat menyulitkan mereka.

“ini sangat menyulitkan kami, apalagi asapnya cukup tebal dan akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan warga masyarakat. Selain itu, menurut dia terdapat 100 orang warga desa Tanamawawu yang diungsikan di desa Kabalo dan terdapat seorang warga masyarakat yang mengalami muntah darah akibat terdampak asap tersebut ketika mencoba membantu untuk memadamkan api, tutur Halim.

Disamping itu, Zainal Roring (31) menuturkan bahwa hingga saat ini Pemda Tojo Una-una dan Pemda Poso sudah mengerahkan Damkar untuk membantu memadamkan api. Tapi karena akses yang sangat sulit sehingga Damkar yang ada belum mampu untuk menjangkau beberapa titik api yang ada.

“Kami hanya menggunakan alat seadanya untuk memadamkan api, baik itu rumput-rumput alat semporot dsb. Walau sudah ada Damkar yang dikerahkan oleh Pemda Touna dan Poso, tapi karena akses yang sulit alhasil Damkar tersebut belum mampu memadamkan api ini,"  jelas Zainal.


Dia juga menambahkan bahwa, api telah melahap lahan yang cukup besar. Di desa Lemoro sendiri tempat dia berdomisili bisa diperkirakan 300 Ha yang dilahap api, itu belum termasuk dengan luasan lahan di desa- desa lain.
Dengan kondisi yang menyulitkan tersebut, desa-desa mereka diselimuti kabut asap dan jarak pandang menutu dia hanya berkisar 20 Meter saja. Sehingga menurut dia perlu ada upaya pemadaman secara cepat atas kondisi ini, selain itu mereka juga membutuhkan alat pengisap air agar bisa lebih mendekati titik api yang menyala untuk dipadamkan.

Selain itu, menurut Zainal, Mereka juga membutuhkan masker bagi warga masyarakat karena ketebalan asap sangat tinggi apalagi bila angin bertiup, hal ini dikawatirkan menggangu kesehatan mereka.

Melihat kondisi ini, Manager WALHI Sulteng Stevandi Menjelaskan bahwa, kita sudah mengingatkan Pemerintah Daerah atas bahaya kebakaran hutan beberapa hari yang lalu.

Pada tanggal 26 Agustus 2019 lalu, disalah satu Radio Kota Palu, WALHI Sulteng sudah menegaskan bahwa Sulteng adalah daerah yang tidak terbebas dari kebakaran hutan. Jadi perlu ada langkah-langkah serius yang perlu dilakukan Pemerintah sebagai upaya pencegahan atas kebakaran hutan di Sulteng.


Dalam kesempatan itu Manager Kampanye WALHI Sulteng Stevandi menerangkan bahwa, saat ini Pemeritahan Jokowi sedang gencar menangani soal Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan hal tersebut akhirnya dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Karhutla. Namun sayangnya hal tersebut tidak direspon cepat oleh Pemerintah Daerah Sulteng dan Kabupaten-kabupaten lainnya dengan membentuk Satgas ini, alhasil terjadi kebakaran hutan dibeberapa tempat termasuk yang terjadi di Kabupaten Touna.


“Pemerintah Daerah baik itu Provinsi dan Kabupaten lalai dan lamban dalam melihat isu kebakaran hutan di Sulteng. Kelalaian ini disebabkan karena tidak masuknya Sulteng sebagai daerah rawan kebakaran hutan dan lahan yang pernah dirilis oleh beberapa lembaga negara salah satunya Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sehingga menimbulkan sikap acuh Pemerintah Daerah terhadap kasus kebakaran hutan," tutur Stevandi.


Olehnya itu WALHI Sulteng menilai Pemerintah Daerah baik di tingkatan Provinsi dan Kabupaten perlu membentuk satgas Karhutla serta membuat regulasi yang khusus dan memuat soal kebakaran hutan dan lahan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, Pemerintah perlu melakukan kajian Mitigasi bencana secara khusus soal kebakaran hutan di Sulteng, hal ini agar ada gambaran real ancamam kebakaran hutan di Sulteng dalam kajian Pemerintah.


Selain itu, WALHI Sulteng juga mendesak untuk melakukan upaya respon cepat dengan mengirimkan bantuan alat untuk membantu memadamkan api di Kecamatan Tojo dan Tojo Barat.puan

Selasa, 10 September 2019 14:01

Palu Digoyang Gempa, Warga Panik

Ditulis oleh

Alasannews.com, Palu-Sulteng | Palu, Ibukota Sulawesi Tengah beberapa saat lalu digoyang gempa. BMKG merilis gempa yang berpusat sekitar 4 KM arah Temggara Palu itu, berkekuatan 3,4 SR.

Salah seorang warga Palu, Githa kepada Alasannews.com, Selasa (10/9) mengaku kalau gempa terasa sekali goyangannya. 

"Cukup keras. Kami lagi berada di halaman rumah ini," sambung warga Kelurahan Talise itu. 

Ini tetangga juga sudah panik, tambah.

Sampai berita ini tayamg belum diperoleh  keterangan lain. Sejauh mana kerusakan atau lainnya juga belum ada penjelasan.puan

Halaman 8 dari 166

Berita Terkini

Terkini Olah Raga

Kontak Polisi

RESOR PALU