Kamis, Januari 23, 2020
Regional
Regional

Regional (130)

JAKARTA -- alasannews | Perburuan berbagai spesies binatanh atau hewan liar di Indonesia, seperti terjadi pembiaran. Bagaimana, berikut faktanya.

Dipantau di sekitar Jalan Matraman Jakarta Timur, Kamis (22/1/2020) para pedagang fauna (hewan) liar khas Indonesia itu bebas.

"Awalnya mereka berjualan di depan swalayan Ramayana. Karena namanya mall mau bersih, mereka kemudia bergeser ke sini," ujar salah seorang karyawati di toko busana Ria.

Tidak hanya baunya yang mengganggu calon pembeli di toko busana itu, pernah juga pwngunjung di sana dibuat panik karena hewan jualan tetlepas sampai masuk toko, kata karywati itu tanpa merinci waktunya.

 

"Ini sangat menggangu pa. Selain bau, bisa saja hewan hewan itu membawa virus yang berbahaya bagi anak-anak," ujar Arya seorang pengunjung di toko itu.

Bukan hanya itu, tempat berjualan hewan itu tidak seberapa jauh dsri lokasi sekolah.

"Itu kan tempat anak-anak, " tunjuk Arya ke arah sekolah SMP 14 itu. Tampak, berbagai jenis hewan itu seperti beberapa jenis ular, monyet berukuran kecil dan berekor, burung hantu,sejenis tupai dan burung hingga ayam jago.

Soal harga, hewan-hewan ini dihargai bervariasi. Tergantung jenisnya. Karena anek jenis hewan liar yang ada di hutan-hutan tropis Indonesia.

 

Konon, para pedang ini pernah di razia petugal Pol PP. Tapi pada kamis ini, tampak anggota Pol PP tidak menggubri mereka alias membiarkan saja.

Soal.perawatan, tampak apa adanya karena hewan-hewan ini rata-rata diberi makan buah pisang saja. Apakah ada disini jenis hewan di lindung?

 

Alor-NTT -- alasannews | Acara syukuran Halal Bi Halal dan Natal Keluarga Besar Rote (Dalek Esa) yang berlangsung pada hari Rabu tanggal 22 Januari 2020 Pukul 19.00 Wita di aula Gereja Pola Tribuana Kalabahi, Kelurahan Kalabahi Kota, Kecamatan Teluk Mutiara, Kab. Alor turut dihadiri Bupati Alor Drs Amon Djobo, Dandim 1622/Alor Letkol Inf Supyan Munawar, S.Ag, Ketua DPRD Alor Enny Anggrek,SH, Sekda Alor Hopny Bukang,SH, anggota Komisi 1 DPRD Kab. Alor, Drs Karel Lapenangga, Kepala Seksi Bimas Islam Drs Nurdin Abdullah, Kabag Ren Polres Alor Kompol Alexander Aplugi, Kapolsek ATU Iptu Onan Dollu, Kabag Ops Polres Alor Kompol Dominggus Singakole, Ketua FKUB Kab. Alor, Pdt. Yakobus Pulamau,S.Th, Sekcam Teluk Mutiara Enos Djahamou,SE, Lurah Kalabahi Tengah Muhamad Idris,S.St, tokoh lintas agama, serta tamu undangan.

Diawali dengan pembacaan ayat suci AL-QUR'AN, dan turut dimeriahkan oleh Group Qasidah, Hikmah Halal Bi Halal, Paduan Suara Dalek Esa. Pembacaan Alkitab dan Narasi Natal mewarnai acara syukuran keluarga Dalek Esa yang artinya Satu Hati dimana semuanya tergabung dalam ikatan keluarga besar Rote Ndao yang ada di Kabupaten Alor. Bupati Alor Drs. Amon Djobo dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan rasa bangganya kepada keluarga besar Dalek Esa karena bisa menggabungkan acara Halal bi halal dengan Natal secara bersamaan.

Ia pun mengajak keluarga besar Rote Ndao untuk tidak mengaggap Alor sebagai tanah perantauan, tetapi anggaplah Alor sebagai kampung halamannya sendiri, karena Alor dan Rote bersaudara.

"Kepada Pendeta dan Ustad yang telah membagikan petuah dan nasihat buat semua yang hadir, sehingga di tahun yang baru ini kita semua bisa melakukan hal yang baik, ucap Amon. Amon mengajak keluarga besar Rote yang ada di Alor untuk bersama sama membangun Alor. Alor adalah tanah terjanji surga di timur matahari, karena itu semua masyarakat yang ada di alor harus bersatu, pinta Bupati 2 periode ini. Komandan Kodim 1622/Alor Letkol Inf Supyan Munawar,S.Ag disela-sela acara ramah tamah kepada media mengatakan bahwa acara syukuran Halal Bi Halal dan Natal Keluarga besar Dalek Esa adalah bukti kebesaran Allah bagi Kabupaten Alor.

"Ini bukti kerukunan beragama yang ada di nusa kenari. Sangat kuat dan terasa setelah kita ikuti acara dari awal. Harus seperti ini maka NKRI akan semakin kokoh dan kuat soal persatuan dan kesatuannya," jelas Dandim.

Kita berharap, ditempat-tempat lainnya di nusantara ini terus ada kebersamaan seperti malam ini. "Teman-teman medialah sebagai saksi yang bisa mengemas apa yang ada untuk diketahui semua orang," pinta Dandim. (*jef/tim)

Rabu, 22 Januari 2020 00:56

Fraksi PSI Ingin Uji Publik, Wagub DKI Jakarta

Ditulis oleh

JAKARTA -- alasannews | Dua nama calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria dari Gerindra dan Nurmansyah Lubis dari PKS, bagi PSI perlu diuji. Padahal DPRD DKI akan menggelar pemilihan untuk menentukan salah satu dari mereka yang akan menjadi wagub DKI. Kecuali PSI ogah bila disuruh bak memilih kucing dalam karung. "Kita sangat ingin ada public hearing atas keduanya, juga ada uji publik juga untuk kedua kandidat, agar masyarakat tidak mendapat kucing dalam karung," kata Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD DKI, Justin Adrian, kepada wartawan, Rabu (22/1/2020). Wakil rakyat di DPRD DKI bisa menjadi ujung tombak warga DKI menguji Riza dan Nurmansyah. PSI berharap uji publik itu digelar seperti proses uji kepatutan dan kelayakan, terbuka bagi pantauan publik. "Dari mereka, kami ingin ada jaminan soal kapabilitas dan kualitas supaya bisa melengkapi gubernyr kita yang memang butuh bantuan. Wakil gubernur juga harus antikorupsi dan anti-intoleransi," ujar Justin. Hingga saat ini, PSI belum memutuskan akan memilih Riza atau Nurmansyah. Gerindra dan PKS DKI Jakarta telah menyerahkan surat berisi nama cawagub DKI secara langsung kepada Gubernur Anies Baswedan, Selasa (21/1) kemarin. Mereka berjanji segera mempercepat proses pemilihan yang sudah lama terkatung-katung. Kami akan proses juga di DPRD setelah kami terima surat dari Pak Gubernur," ucap Wakil Ketua DPRD DKI yang juga Ketua Gerindra DKI, M Taufik, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (21/1) kemarin.

NTT -- alasannews | lDi hari ketiga kunjungan kerjanya ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Presiden Joko Widodo menyerahkan 2.500 sertifikat hak atas tanah untuk rakyat. Acara penyerahan digelar di Kantor Bupati Manggarai Barat, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Selasa, 21 Januari 2020. Dalam sambutannya, Presiden menjelaskan alasan pemerintah terus mendistribusikan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat. Salah satunya, masih maraknya konflik dan sengketa tanah yang terjadi di seluruh Tanah Air. “Dulu 2015 setiap saya ke desa, setiap saya ke kampung, setiap saya ke daerah, apa yang saya dengar? Sengketa tanah, konflik tanah, konflik lahan, sengketa lahan, di mana-mana di seluruh Indonesia. Apa penyebabnya? Masyarakat kita memiliki lahan, memiliki tanah, tapi belum pegang sertifikat,” kata Presiden. Pada 2015, kata Presiden, dari 126 juta bidang tanah yang harusnya bersertifikat, baru 46 juta bidang tanah yang rampung. Sisanya, sebanyak 80 juta lahan belum memiliki tanda bukti hak hukum berupa sertifikat tersebut. “Artinya punya tanah tapi gak pegang sertifikat, kemudian tumpang tindih akhirnya sengketa di mana-mana,” lanjutnya. Minimnya penyerahan sertifikat kepada masyarakat juga dikarenakan sebelumnya pemerintah hanya mengeluarkan sekitar 500-600 ribu sertifikat setiap tahunnya. Maka itu, pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional meluncurkan program prioritas nasional berupa percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). “Saat itu saya perintah pada menteri, siapkan, 2017 saya minta 5 juta harus keluar dari Kantor BPN, bukan 500 ribu lagi. Caranya seperti apa? Pak Menteri yang cari agar 5 juta itu keluar. Tahun 2018, 7 juta minta keluar sertifikat, 2019 9 juta harus keluar. Mungkin ini Kantor BPN enggak tidur semua, enggak apa, yang jelas rakyat harus dilayani. Sertifikat harus dipegang oleh rakyat. Kalau enggak terus sengketa lahan,” paparnya. PTSL adalah proses pendaftaran tanah untuk pertama kali, yang dilakukan secara serentak dan meliputi semua obyek pendaftaran tanah yang belum didaftarkan di dalam suatu wilayah desa atau kelurahan atau nama lainnya yang setingkat dengan itu. Melalui program ini, pemerintah memberikan jaminan kepastian hukum atau hak atas tanah yang dimiliki masyarakat. Turut mendampingi Presiden dalam acara penyerahan sertifikat hak atas tanah tersebut yaitu, Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno beserta Ibu Siti Faridah Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional Surya Tjandra. Selain itu hadir pula Gubernur NTT Viktor B. Laiskodat, Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula, dan Staf Khusus Presiden Adamas Belva Syah Devara. (BPMI Setpres)

Rabu, 08 Januari 2020 02:30

Darurat Bencana di Kabupaten Bogor Diperpanjang 14 Hari

Ditulis oleh

BANDUNG -- alasannews | Dalam rapat bersama Gubernur Jawa Barat, Ridwal Kamil dan Menteri PUPR, dan sejumlah Kepala Daerah hari ini di Gedung Sate, khusus untuk bencana di Kabupaten Bogor. Darurat Bencana yang harusnya berakhir hari ini (16-01-2020) diperpanjang hingga 14 hari ke depan setelah melalui pertimbangan bersama dan kajian di lapangan oleh Tim Terpadu. Dalam masa ini, akan difokuskan untuk penanganan bencana di lima Kecamatan (Gunung Putri, Sukajaya, Jasinga, Cigudeg dan Nanggung) dan membuka akses jalan menuju desa yang masih terisolasi. Kepada pemerintah pusat melalui Menteri PUPR saya usulkan demi kenyamanan dan kelayakan tempat tinggal korban-korban terdampak bencana, agar segera membantu untuk merelokasi pengungsi kepada hunian sementara . Rekomendasi titik koordinat untuk kebutuhan relokasi akan segera disampaikan Pemkab Bogor setelah kajian kelayakan serta data korban selesai di verifikasi. Pada kesempatan ini juga, gubernur mengusulkan kepada pak Menteri agar tidak hanya waduk Cibeet yang disiapkan sebagai penampung air ke Bekasi dan Karawang, tapi juga dibangun Waduk Cijurei, yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga di Bogor bagian Timur . Alhamdulillah Pak Menteri menyetujui setelah sekian lama upaya membangun waduk ini tertunda. Mudah-mudahan hasil rapat hari ini, bisa berjalan sesuai rencana. Amin.

SELAYAR -- alasannews | Percepatan pembangunan akses jalan tani disuarakan masyarakat Dusun Pa’batteang, Desa Lalang Bata, Kecamatan Buki, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel menjelang tahapan pembahasan dan penyusunan RAPBD perubahan TA. 2020.

Masyarakat Pa’batteang meminta perhatian serius instansi tekhnis Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk dapat segera mengalokasikan pos anggaran pembangunan akses jalan tani berkonstruksi rabat beton di sejumlah titik lokasi jalan tani yang sebelumnya telah dirintis dan melalui tahapan pengerasan.

Harapan serupa dititipkan warga masyarakat kepada segenap unsur pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar, terkhusus yang berasal dari daerah pemilihan Kecamatan Buki-Bontomate’ne.

Warga berharap, akses jalan tani ruas sungai Li’boia dapat segera ditingkatkan statusnya dari perintisan dan pengerasan menjadi jalan rabat beton.

Selain akses jalan tani ruas Li’boia, warga masyarakat juga berharap perhatian serius dari jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar untuk dapat segera menfasilitasi pengalokasian anggaran pembangunan akses jalan tani lingkar Buhung Tujuh, Ere Botto, dan akses jalan tani, ruas Pa’batteang-Gassa yang mencapai ukuran panjang dua kilometer.

Hal ini diutarakan Fadly Syarif, S.I.KOM, dalam kapasitasnya sebagai seorang pemerhati kehidupan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Pernyataan tersebut dilontarkannya, usai mengunjungi dan menyaksikan secara langsung, kondisi akses jalan tani di empat titik lokasi di Dusun Pa’batteang. Selain diharapkan mampu untuk memberikan kemudahan bagi petani dalam mengakses, mengangkut, dan memasarkan produk hasil pertanian milik petani.

 

“Kebijakan ini juga diharapkan dapat memimalisir kemungkinan tersesatnya petani, saat akan menuju ke kebun yang dikelilingi oleh rerimbunan rumput dan tanaman liar”. Persoalan akses jalan tani di Dusun Pa’batteang merupakan sebuah hal yang bersifat urgent dan harus segera dituntaskan untuk menekan potensi kecelakaan tunggal, terutama di musim penghujan. Ungkapan ini didasarkan pada pertimbangan kondisi fisik infrastruktur jalan tani yang licin dan sangat sulit untuk diakses, terutama di musim hujan. Selain tidak bisa diakses dengan menggunakan kendaraan sepeda motor, akses jalan tani di Dusun Pa’batteang juga terkadang, mengharuskan petani berjalan kaki tanpa sendal. Ironisnya, petani harus melalui jalan berbatu yang dikelilingi oleh rumput berduri dan beresiko melukai bagian kaki warga masyarakat, saat akan menuju ke kebun. Terkait akan hal tersebut, Fadly berharap agar pemerintah kabupaten segera mengambil sikap melalui pengalokasian anggaran pembangunan akses jalan tani pada ke empat ruas jalan dimaksud, tandasnya, hari Senin, (31/12) siang. Selain pemerintah kabupaten, Pemprov Sulsel bersama anggota DPRD Dapil IV yang meliputi Kabupaten Selayar, Bantaeng, dan Jeneponto pun ikut diminta untuk memberikan atensi terhadap upaya percepatan pembangunan akses jalan tani tersebut. Menindak lanjuti aspirasi peningkatan jalan tani Dusun Pa’batteang, Sekretariis Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Selayar, Agus Salim, SP yang ditemui wartawan di ruang kerjanya, hari Senin, (31/12) siang menandaskan “melihat dan mempertimbangkan usianya, jalan tani dimaksud, sudah bersyarat untuk ditingkatkan statusnya dari pemadatan menjadi jalan rabat beton”. Oleh karenanya, ia meminta kerjasama kepala dusun dan pemerintah desa untuk membuat usulan ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melalui mekanisme persuratan resmi dengan melampirkan tanda tangan masyarakat. Hal ini kata dia, diharapkan bisa menjadi dasar pengalokasian platfom pengusulan anggaran pada moment penyusunan dan pembahasan anggaran perubahan tahun 2020. Untuk mengantisipasi, tidak terakomodirnya aspirasi tersebut, ia meminta bantuan kerjasama masyarakat, kepala dusun, bpd, dan jajaran pemerintah desa untuk tetap mengusul aspirasi peningkatan jalan tani dimaksud, melalui forum musyawarah rencana pembangunan desa (musdes) untuk ditindaklanjuti pada tahapan penyusunan dan pembahasan pos RAPBD Pokok TA. 2021 mendatang. Ucapan terima kasih dan apresiasi disampaikan Sekdin Pertanian dan Ketahanan Pangan atas penyampaian aspirasi ini, kepada pihak Distan KP, selaku instansi tekhnis terkait, yang berkewenangan dan bertanggung jawab untuk menjawab persoalan masyarakat, di sektor pertanian. (fadly syarif)

Minggu, 05 Januari 2020 18:08

Semrawut Atas Bawa, Begini Bogor Sehari-hari

Ditulis oleh

BOGOR -- Semrawut atas-bawa. Itulah mungkin yang pantas diucapkan ketika berada di salah satu perempatan kota bogor.

Pantauan alasannews, Minggu (4/2/2020) tampak semrautnya arus kendaraan di perempatan. Saling mendahului, roda dua maupun roda empat.

Pemotor yang kebanyakan warga yang bekerja di jasa angkutan dengan aplikasi, paling terkesan ingin memnopoli jalan terutama ketika di perempatan.

Sehingga kadang bahkan nyaris senggol menyenggol antara sesama pengguna jalan itu. Tampak di gambar, tengok ke atas kabel atau haringan telepon seakan tidak mau kalah dengan semrautnya.

Sepintas ini tidak mengganggu. Tapi, bila ditatap makan akan kesan semraut semakin tidak mendukung keindahan kota. Apalagi berada persis di jalan raya tengah kota.

Padahal walikota Bogor, berupaya bagaimana menjadi Bogor sebagai kota yang asri, penuh kehijauan bila menatap ke atas. Ternyata kita bisa sekaligus menatap atas-bawa sama-sama semrautnya.

Parahnya, buasa di tengah kesemrautan itu yang berdiri mengatur dan membantu kelancara arus lalu lintas adalah polisi swasta alias pa "ogah".

 

Puan

Sabtu, 04 Januari 2020 21:46

Hujan Terus, Begini Keadaan Sebagian Kota Bogor

Ditulis oleh

BOGOR --alasannews | Julukan Bogor sebagai kota hujan, merupakan satu fakta bahwa curah hujan di kota ini di atas rata-rata kota lain. Apa saja yang harus diperhatikan Pemda dalam membangun infrastruktur untuk ke indahan kota?  Pantauan alasannews, Minggu (4/1/2020) menyebutkan, beberapa hal yang tampak perlu dibenahi seperti jalan masuk Terminal Bubulak Kota Bogor, jalan lingkungan masuk Ke SMP N 13 dan beberapa lagi. Tidak hanyabjalan masuk, di pelataran parkir terminal tersebut saat kontras karena bis bis yang mewah dan bagus bagus parkir kiri kanan becek. Sangat tidak nyaman, kata seorang sopir antar kota yang kebetulan ngopi di areal terminal itu.

 

"Bapak liat sendiri tu, calon penumpang milih duduk di trotoar atau bahu jalan ketimbang duduk areal terminal sambil menunggu kendaraan," tunjuk salah seorang sopir. Iya menjelaskan, terminal minim fasilitas. Sementara bis dan angkot yang masuk begitu banyak. Ini sebuah pertanyaan kilah sopir lainnya. Tampak jalur masuk terminal mulai berlubang,,sedang jalur keluar sudah diperbaiki dengan mengecor badan jalannya. Demikian halnya jalan masuk ke kawasan SMP N 13, separuhnya atau disisih kiri saat masuk sudah dicor tapi sisi kakan masih berantakàn alias becek becek ketika curah hujan tinggi seperti sekarang. Puan

Rabu, 01 Januari 2020 05:30

Malam Pergantian Tahun, Ini Kegiatan Korem 162/WB

Ditulis oleh

MATARAM -- alasannews | Menjelang detik pergantian tahun Keluarga besar Korem 162/WB dan Jajaran setelah apel pengecekan melaksanakan ibadah sesuai agama masing masing.

,Untuk yang muslim melaksanakan sholat isya dan sholat tasbih dimasjid At taqwa Korem 162/WB dipimpin Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani,S,Sos,SH,M,han ,sedangkan yang beragam hindu ibadah di pura Pasopati gebang untuk yang beragama nasrani beribadah diruang data Korem 162/WB.

Danrem 162/WB dalam sambutan yang dibacakan Kasrem 162/WB Letkol Inf. Endarwan Yanshori, pada acara hiburan prajurit dan keluarga dalam menyambut pergantian tahun di aula Sudirman Korem 162/WB menyampaikan bahwa rangkaian kegitaan ini sengaja dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur serta menjadi ajang introspeksi diri dan juga dalam rangka meningkatkan tali silaturrahmi antara prajurit serta keluarga besar jajaran korem 162/WB, jelasnya.

Selain itu acara hiburan yang dikemas cukup sederhana namun hikmat tersebut, tidak mengurangi kemeriahan acara diramaikan berbagai hiburan, yang menampilkan kreasi masing masing satuan jajaran dan Persit Kartika chandra kirana diantaranya, menyanyi, tarian zumba, stan up komedi, dan yang tak kalah menariknya disiapkan doorprize sebagai selingan dalam menunggu tibanya detik detik malam pergantian tahun.

Dilanjutkan bahwa kegiatan ini juga sebagai bentuk pengawan dan pengendalian khususnya prajurit satuan jajaran korem sembari melaksanakan siaga dalam mengantisipasi kontingensi, bila dibutuhkan dalam membantu pengamanan jalannya perayaan malam pergantian tahun, tutupnya.

Selain rangkaian acara tersebut, yang menjadi puncak acara detik detik malam pergantian tahun yakni renungan malam ditandai dengan menyalahkan api unggun, pembacaan puisi serta diakhiri Doa bersama seraya merenungkan apa apa yang telah terlewati ditahun sebelumnya, untuk menjadi harapan menuju kehidupan lebih baik ditahun baru 2020. Turut hadir pada rangkaian acara tersebut Para Kasi Korem, Dandim 1606/Lobar, Danyonif 742/SWY, Dan Ka Pa Satdijan korem 162/WB serta seluruh Prajurit dan keluarga besar korem 162/WB segarnisun mataram.

MUARA ENIM--alasannews.com | Lagi, warga di Tanjung Agung Muara Enim jadi korban serangan Harimau Sumatera.

Korban kali ini seoraang ibu rumah tangga bernama Sulistiwati (30), yang ditemukan warga dalam.keadaan mengenaskan, Sabtu (28/12) di semak semak sekitar 100 meter dari rumahnya.

Anggota Koramil setempat menyebutkan, awalnya pada hari Jumat tanggal 27 Desember sekitar pukul 17.00 sore hari, warga melihat seekor Harimau di kebun warga berjarak sekitar 100 meter dari jalan desa. Katemin (65) warga desa Padanh Bindu, Kecamatan Agung Muara Enim mengatakan, korban yang sempat hilang sehari itu diketahui saat itu (Jumat sore) pergi mandi di pancuran air yang jaraknya sekitar 50 meter dari saksi yang melihat Harimau saat itu. Curiga korban menjadi sasaran serangan Harimau, warga desa berkumpul di bawa komando anggota koramil untuk melakukan pencarian.

Kronologis : - Pada pukul 17.00 saksi melihat seekor harimau berhadapan langsung dikebun miliknya yg berjarak 100 m. Saksi langsung berjalan mundur sambil ketakutan tanpa disadari saksi masih berjalan mundur sampai ke jalan raya. Dan langsung melapor kepada kadus bpk. Sunaryo untuk memberitahukan ke warga yg lain - Setelah mendapat cerita dari saksi orang tua korban an. Bpk. Purwanto menyampaikan bahwa korban pergi mandi ke pancuran lokasinya dekat dgn saksi yg melihat harimau berjarak 50 m. - Spontan masyraka dusun lima dan dari desa Padang bindu dan desa tetangga karya nyata berkumpul dan berencana melaksanakan pencarian di air pancuran. Setelah hari mulai gelap masyarakat berkumpul di jalan di dpn rmh kadus menunggu aparat keamanan - Pasi intel Kapten Inf Aprizal ( Pjs Danramil Semendo) dan 2 orang anggota unit intel tiba dilokasi PKL 19.15 wib dan langsung menenangkan warga sementara sambil menunggu pihak kepolisian. - Pada pukul 20.30 wib. Masyarakat memaksa melaksanakan pencarian Korban hilang dan dgn pimpinan pak kades didampingi Pasi Intel dan beberapa personil babinsa koramil 404-06/semendo serta anggota unit Intel dim 0404/ME melaksanakan pencarian diperkirakan korban. - Sampai dilokasi pemandian air pancur ditemukan handuk yg dipakai oleh korban dan diteruskan pencarian disekitar lokasi dan belum berhasil ditemukan. - pada pukul 22.15 wib masyarakat kumpul kembali di dpn rumah kadus - selanjutnya pada PKL 22.45 wib masyarakat kembali melaksanakan pencarian pimpin oleh pasi intel kpt inf. Afrizal (Pjs Danramil Semendo), Danramil 05/TE kpt inf. Fiber irwanda, Babinsa Koramil 05, Koramil 06 dan 2 0rang Anggota Unit Inteldim 0404/ME(Sertu sayful dan Serda Hadi) dan korban ditemukan telah meninggal Dunia jarak 50 M dari Pemandian Air Mancur dengan kondisi Leher hampir putus, kaki kiri dari lutut ke bawah putus hilang, kaki kanan telapak kaki hilang . - Selanjutnya korban di bawa ke rumah Duka dan hasil musyawarah keluarga akan di laksanakan pemakaman korban pada esok Hari Sabtu 28.12.2019. - Pada pukul 00.30 Wib masyarakat membubarkan diri dan sebagian melaksanakan Takziah di Rumah Duka, - untuk hewan buas sementara tidak terlihat disekitar pemukimam warga. Fakta-fakta : 1. Benar adanya dan terlihat jelas seekor harimau sumatera yg berusaha memangsa hewan peliharaan warga yg berjarak 100 m dari perkampungan talang tinggi desa Padang bindu kec. Tanjung Agung kab. ME. 2. Harimau sumatera hanya satu ekor yang terlihat dan sedang kelaparan. 3. Ukuran sebesar anak sapi lebih kurang panjang 2 m 4. Warna belang corak garis hitam 5. Bahwa benar Korban hilang An. Sdri Sulistiowati telah di temukan dalam Kondisi MD. Penyebab pasti kematian dalam penanganan pihak kepolisian Tindakan yg diambil unt sementara: 1. mendata masyarakat yg apabila masih berada diseputaran lokasi unt segera meninggalkan lokasi perkebunan. 2.menghimbau masyarakat unt sementara waktu tidak melaksanakan aktivitas dikebun sampai dgn situasi mulai kondusif kembali. Pendapat pelapor : - Hewan buas harimau sumatera yg saat ini terlihat merupakan harimau yang merasa kelaparan dan merupakan hewan yang sedang meresahkan warga diwilayah Semendo khususnya

Halaman 1 dari 10

Formulir Pendaftaran

Click Disini

Kontak Polisi