Rabu, Januari 29, 2020
Selasa, 27 Agustus 2019 21:30

Tim Relawan NDB Tolitoli dan Aliansi Perempuan Pendukung NDB Deklarasikan Dukungan

  • Cetak
  • Email
Nilai butir ini
(1 Pilih)
 
Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Sejumlah relawan pendukung Nurmawati Dewi Bantilan (NDB) untuk maju dalam kontestasi Pilkada Serentak Sulawesi Tengah 2020 mendeklarasikan dukungannya.
 
Bertempat di cafe lesehan Taman Kota Gaukan Mohammad Bantilan (GMB) Tolitoli pada Selasa malam (27/8/2019), Tim Relawan NDB Tolitoli dan Aliansi Perempuan Pendukung (APP) NDB, menyatakan secara terbuka dukungannya kepada Nurmawati Dewi Bantilan, SE., untuk maju sebagai calon Gubernur Sulawesi Tengah.
 
Berdasarkan Press Release yang diterima Redaksi Alasannews.com, deklarasi Tim Relawan NDB dan APP NDB, menekankan pada sosok NDB sebagai putri asli daerah Tolitoli sekaligus sosok gender yang pantas menjadi pemimpin.
 
Dasar pengalaman politik serta jaringan nasional yang dimilikinya membuat putri sulung mantan Bupati Tolitoli Dua Periode dinilai sebagai modal utama untuk maju dalam pertarungan Sulteng -1 tahun 2020 mendatang.
 
"Politisi dari perwakilan kaum perempuan ini telah memiliki segudang pengalaman, setidaknya NDB pernah menjabat selama 3 periode (2004-2009, 2009-2014, 2014-2019) sebagai Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) untuk Sulawesi Tengah," tulis Zulkifly Lamading dalam press releasenya.
 
Berikut lengkapnya Press Release Relawan NDB dan APP NDB:
 
Deklarasi Relawan dan Aliansi Perempuan Pendukung Nurmawati Dewi Bantilan (NDB) Kabupaten Tolitoli.
 
Tolitoli, Selasa, 27 Agustus 2019.
 
Salam Demokrasi…
Momentum politik Pemilihan Kepala Daerah dan Gubernur yang akan diselenggarakan serentak pada tahun 2020, tengah menyedot perhatian masyarakat Indonesia secara luas tidak terkecuali masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Tolitoli.
 
Terkhusus Pemilihan Gubernur Sulawesi Tengah, salah satu nama yang sedang hangat diperbincangkan adalah sosok perempuan, putri asli kelahiran tanah Tolitoli, Nurmawati Dewi Bantilan atau sering juga dikenal dengan sapaan “NDB”. 
 
Politisi dari perwakilan kaum perempuan ini telah memiliki segudang pengalaman, setidaknya NDB pernah menjabat selama 3 periode (2004-2009, 2009-2014, 2014-2019) sebagai Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) untuk Sulawesi Tengah.
 
Bagi masyarakat Kabupaten Tolitoli, sosok NDB bukan sosok yang asing di telinga. Hal ini yang membuat antusiasme dan arus dukungan untuknya mengalir dari berbagai kalangan, baik dari kelompok milenial, perempuan, petani, nelayan dan masyarakat Kabupaten Tolitoli secara luas. 
 
Dalam rangka menyatukan dukungan dan kesolidan para simpatisan yang merupakan perwakilan dari setiap kecamatan dan kelurahan yang ada di Kabupaten Tolitoli, para simpatisan tersebut pada hari ini, Selasa 27 Agustus 2019 bertempat di Taman Kota Tolitoli memutuskan untuk mendeklarasikan dukungannya kepada Nurmawati Dewi Bantilan dengan membentuk Tim Relawan NDB Tolitoli dan Aliansi Perempuan Pendukung (APP) NDB.
 
Dukungan tersebut diberikan karena mengingat NDB sebagai Putri Asli dari Kabupaten Tolitoli yang selama ini banyak berkontribusi pada pembangunan Kabupaten Tolitoli, apa lagi gagasan yang ditawarkan NDB yang akan memperjuangkan pemerataan distribusi sumber daya alam kepada seluruh rakyat Sulawesi Tengah. 
 
Sebab selama ini yang kita ketahui, sumber daya alam yang sangat melimpah di Sulawesi Tengah ini dimonopoli atau dikuasi oleh segelintir orang yang memiliki modal besar.
 
Selain poin-poin di atas, poin yang terpenting adalah keterwakilan kaum perempuan dalam pemerintahan. Selama ini masyarakat Indonesia umumnya dan Sulawesi Tengah khususnya masih termakan oleh doktrin feodal yang menganggap perempuan tidak atau kurang layak memimpin pemerintahan. 
 
Sebagai masyarakat yang beradab, sudah seharusnya kita menentang doktrin feodal tersebut karena tidak sejalan dengan semangat emansipasi perempuan dalam ruang-ruang demokrasi.
 
Apa lagi jika mengingat pertama kalinya perjuangan kaum perempuan diseluruh dunia pada abad 19 akhir hingga abad 20 adalah untuk mendapatkan hak suara atau hak memilih, yang mana pada saat itu hak suara hanya dimiliki oleh kaum lakilaki. 
 
Hal ini yang kemudian mendorong semangat kaum perempuan dari perjuangan untuk hak memilih menjadi hak untuk dipilih. 
 
Kita meyakini bahwa perbedaan perempuan hanya terdapat pada hal-hal biologis, sementara secara gender, anatara perempuan dan lakilaki adalah sama. Sebab gender sejatinya dibentuk oleh pengaruh dari lingkungan sosial, budaya, ekonomi, politik dan lain lain. 
Dengan demikian dalam hal memimpin suatu pemerintahan, sudah seharusnya perempuan berhak mendapatkan hak yang sama dengan lakilaki, sebab memimpin pemerintahan tidak ditentukan oleh hal-hal yang sifatnya biologis.
 
Hidup Rakyat..!!!
Hidup Kaum Perempuan..!!!
 
 
Koordinator Kabupaten Tolitoli
Zulkifly Lamading
Baca 172 kali

Formulir Pendaftaran

Click Disini

Kontak Polisi

RESOR PALU