hpn2020
Senin, 30 Desember 2019 08:20

Ketua KPK Firli di HUT ke 16, Rp 61,5 T Potensi Kerugian Negara Berhasil Diselamatkan

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)

JAKARTA -- alasannews.com | - Ketua KPK Firli Bahuri menyebut momentum 16 tahun KPK berdiri sebagai pijakan baru bagi lembaga antikorupsi itu.

Firli bersama 4 Pimpinan KPK lain siap membawa KPK lebih baik lagi.

"Enam belas tahun KPK melaksanakan pengabdiannya, tentu selama 16 tahun itu juga banyak tantangan yang harus kita hadapi begitu juga ke depan," kata Firli di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (30/12).

Ulang tahun KPK jatuh pada 29 Desember tiap tahunnya. Namun momentum saat ini menjadi yang berbeda bagi KPK dengan adanya revisi Undang-Undang yang kini menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019, yang di dalamnya terdapat nomenklatur baru mengenai Dewan Pengawas KPK.

Firli bersama pimpinan lain yaitu Nurul Ghufron, Lili Pintauli Siregar, dan Nawawi Pomolango merayakan ulang tahun KPK dengan memotong tumpeng.

Seorang pimpinan KPK lainnya yaitu Alexander Marwata absen karena sedang cuti. Selain itu tampak pula anggota Dewan Pengawas KPK Samsuddin Haris.

Sementara itu 4 anggota Dewan Pengawas KPK lainnya absen karena berada di luar kota yaitu Tumpak H Panggabean, Harjono, Artidjo Alkostar, dan Albertina Ho.

"Tadi kami melihat bagaimana KPK 16 tahun dan khususnya 4 tahun terakhir. Ini penting kami baca, penting untuk kami ketahui karena hari ini akan sangat menentukan hari ke depan. Apa yang dicapai KPK hari ini tidak lepas dari andil besar Pimpinan KPK jilid I sampai IV dan segenap karyawan-pegawai KPK," ucap Firli.

Lantas Firli menyebutkan bila pencegahan korupsi di KPK lebih banyak menyelamatkan keuangan negara dibandingkan penindakan korupsi.

Namun Firli memastikan bila keduanya tetap berjalan di KPK beriringan.

"Prestasi Kedeputian Pencegahan dalam rangka memberantas supaya tidak korupsi dan dalam rangka menyelamatkan potensi kerugian negara nilainya cukup besar jika dibandingkan dengan hasil yang dicapai dari penegakan hukum khususnya terbitan penindakan. Angka menunjukkan penyelamatan potensi kerugian negara yang dilakukan oleh terbitan pencegahan KPK itu kurang lebih Rp 61,5 T," ujar Firli.

"Sementara hasil dari pendapatan negara bukan pajak atas telah dilakukannya penegakan hukum khususnya inkrah pelaksanaan putusan hakim yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap berkisar angkanya Rp 1,74 T. Artinya kekayaan negara yang diselamatkan karena mencegah korupsi itu lebih besar dampak dan hasil recovery daripada sekadar penindakan," imbuh Firli. Detik.com/puan

Baca 82 kali
Umroh

Kontak Polisi

RESOR PALU