Minggu, Januari 19, 2020

Kategori Berita

Categories Accordion
Ekonomi
Ekonomi
JAKARTA -- alasannews | Presiden Joko Widodo meminta semua pihak untuk memberikan waktu bagi penyelesaian persoalan
Hits: 55
08 January 2020
JAKARTA -- alasannews.com | Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Adi Toegarisman menyebut ada 3 orang
Hits: 49
30 December 2019
ÍJAKARTA -- Jambu Mete Sulawesi, sebagai salah satu komoditi yang diincar pengusaha Timur Tengah. Hal itu,
Hits: 105
25 December 2019
 JAKARTA - Ketua Umum Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) Nusantara, Chandra Manggih Rahayu
Hits: 76
23 December 2019
Alasannews.com, Jakarta — Bank Negara Indonesia (BNI) berhasil meraih Penghargaan Penyalur dan Penjamin KUR terbaik 1
Hits: 54
20 December 2019
  • «
  • 1
  • 2
  • »
Senin, 14 Oktober 2019 02:20

Kemarau Berlanjut, Kabut Asap Tebal Masih Selimuti Sumatera, Aktifitas Warga Terganggu

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)
Alasannews.com, Palembang-Sumsel | Kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) akibat kemarau berkepanjangan di wilayah Sumatera terus terjadi. Akibatnya, kabut asap tebal masih menyelimuti daerah Sumatera pada umumnya.
 
Di Kota Palembang khususnya, kabut asap tebal itu menyebabkan aktifitas warga terganggu. Kegiatan luar rumah sangat terbatas. Warga lebih memilih berdiam di dalam rumah. 
 
Kalaupun hendak keluar rumah dengan kendaraan mesti berhati-hati karena jarak pandang sangat terbatas. Itu pun mesti menggunakan masker.
 
Salah seorang warga di sekitar Jakabaring bernama Kurniasari, mengeluhkan matanya perih dan agak sesak dengan kabut asap itu. Anaknya terpaksa tak busa bersekolah karena kondisi itu.
 
"Budak-budak dak sekolah olehnyo, matonyo pedes, sudah itu idak kejinggoan apo-apo," ujarnya dalam dialeg setempat.
 
Pantauan langsung alasannews.com, hingga Senin (14/10/2019), asap pekat masih terus memenuhi udara di luar rumah. Hingga pukul 09.00 matahari belum nampak terlihat.
 
Upaya mengatasi Karhutlah masih terus dilakukan otoritas setempat. Itu terlihat dari hilirmudiknya Helikopter membawa air (water boombing) untuk menyiram titik api.
 
Hujan yang dinanti-nanti tak kunjung tirin. Sudah berbulan-bulan hujan tak turun. 
 
Jika kemarau ini terus berlanjut maka sudah tentu berdampak luas. Terutama lumpuhya aktifitas warga. Fasilitas transportasi juga terhalang. Lebih-lebih transportasi udara yang harus terganggu jadwal penerbangannya........(Ma'ruf Asli).
Baca 76 kali

Kontak Polisi

RESOR PALU