Rabu, Januari 29, 2020
Jumat, 27 September 2019 17:36

Daerahnya Bermasalah, Kapolri Copot 3 Kapolda.

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)
Alasannews.com, Jakarta | Kapolri Jendral Toto Karnavian Memutasi Tiga Kaploda yang tertuang dalam surat telegram Kapolri Nomor: ST/2569/IX/KEP/2019.
 
Surat telegram ditandatangani AS SDM Kapolri Irjen Eko Indra Heri S, pertanggal  27/9/2019.
 
Tiga Kapolda yang dicopot itu sedang mencuat persoalan serius di daerah kerjanya.
 
Kapolda Papua Irjen Rudolf A Rodja dimutasi jadi Analisa Kebijakan Utama Bidang Sabhara Baharkam Polri. Posisinya diganti oleh Irjen Paulus Waterpau.
 
Daerah Papua dilanda gelombang kericuhan. Kericuhan di Wamena yang menewaskan 30 orang menjadi catatan penting bagi Irjen Rudolf A. Rodja yang kemudian digantikan Irjen Paulus Waterpau.
 
30 jenazah korban kericuhan itu berdasarkan keterangan Gubernur Papua, Lukas Enembe. Menurut Gubernur Enembe seperti dilansir Detik.com, Rabu (25/9), sebagian besar sudah dikirim ke Jayapura.
 
Sementara itu, kasus karhutla (kebakaran hutan dan lahan) di Provinsi Riau mencuat menjadi trending topik. Bahkan menjadi perbincangan hingga manca negara. Pasalnya karhutla itu berdampak pada kabut asap parah yang tidak hanya melanda daerah itu, tapi juga melanda negara tetangga.
 
Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelumnya sempat mengancam akan mencopot Kapolda hingga Kapolsek yang gagal mengatasi karhutla.
 
"Kalau seandainya di Polda dari penilai ada yang tidak terkendali dan tidak ada upaya maksimal apalagi penangkapan nggak ada, out. Mau Kapolda, Kapolres, Kapolsek, out. Tim sudah dibentuk dan bergerak mulai hari ini," ujar Tito di Propinsi Riau, Senin (16/9).
 
Hal itu ditengarai kuat penyebab Kapolda Riau Irjen Widodo Eko Prihastopo dimutasi jadi Pati Baintelkam, penugasan di BIN. Posisinya akan diganti oleh Irjen Agung Setya Imam Effendi.
 
Sedangkan kasus ketiga, 'mengorbankan' Brigjen Irianto  yang harus terpental dari posisinya sebagai Kapolda Sultra. Ia
dimutasi jadi Irwil III Itwasum Polri. Selanjutnya, Kapolda Sultra akan dijabat Brigjen Merdisyam.
 
Untuk Polda Sultra, diduga kuat dampak dari Dua mahasiswa Unversitas Halu Oleo yang tewas usai demonstrasi menolak RUU kontroversial di gedung DPRD Sultra. 
 
Kedua mahasiswa uang bernasib naas itu yakni, Randi yang tewas karena  tertembak dan Yusuf Kardawi yang tewas karena terkena benda tumpul di kepala.
 
Tewasnya Dua orang aktivis mahasiswa itu memicu gelombang protes. Akibatnya massa meminta Kapolda Sultra Brigjen Irianto dicopot.
 
"Kami bawa tiga tuntutan untuk Kapolri yaitu meminta Kapolda Sultra dicopot dari jabatannya, usut tuntas pelaku penembakan dan meminta pelaku dihukum seberat beratnya. Tuntutan ini kami harap bisa dibawa oleh Kapolda Sulteng agar sampai di Mabes Polri," kata Hismawan Jasmin, Korlap Aksi massa IMM Palu saat orasi, Jumat (27/9)...........(RedAN)
Baca 72 kali

Formulir Pendaftaran

Click Disini

Kontak Polisi

RESOR PALU