Rabu, Januari 29, 2020
Sabtu, 13 Juli 2019 07:33

Perdana Mentri Papua Nugini Penuhi Jnjinya Buru Pembantai Dalam Perang Antar Suku di Daerah Asalnya

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)

Korban pembantaian dalam konflik antarsuku di Papua Nugini. Foto/ABC.net.au

Alasannews.com, Port Moresby | Akhirnya Papua Nugini mengerahkan militernya ke lokasi pembantaian komunitas suku di desa Karida, provinsi Hela. Mereka mengamankan lokasi pembantaian.

Perdana Menteri Papua Nugini, James Marape yang sesaat setelah laporan pembantaian yang mengorbankan perempuan, ibu hamil dan anak-anak bersumpah untuk melakukan pembalasan, kini mulai mengerahkan tentaranya memburu para pelaku pembantaian brutal yang telah menjadi sorotan media-media internasional tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, lebih dari selusin orang tewas dalam serangan brural di desa Karida, sekitar 630 km barat laut ibu kota Papua Nugini (PNG), Port Moresby, pada Senin (8/7/2019).

Komandan polisi setempat, Teddy Augwi, mengatakan pengerahan banyak tentara dimulai sejak hari Kamis.

"Mereka sedang dalam perjalanan ke sini sekarang ketika saya berbicara," katanya kepada stasiun televisi EMTV.

"Saya mencari orang-orang yang ada di tim saya untuk bergabung dengan (penduduk) Karida," lanjutnya.

PNG menjadi tempat banyak suku dengan lebih dari 800 bahasa asli, namun rawan konflik. Kekerasan suku telah lama melanda negara miskin tapi kaya sumber daya alam tersebut.

Sejumlah foto yang diambil petugas media menunjukkan para korban pembantaian dibungkus dengan kelambu dan diletakkan di tepi jalan dengan alas daun kelapa.

Mereka dimakamkan di kuburan yang ditutup dengan beton dan besi pada hari Rabu lalu. Tayangan televisi menunjukkan warga desa di sekitar kuburan dalam keheningan, dengan pasukan bersenjata lengkap berpatroli di dekat mereka.

"Kami mengubur mayat-mayat itu di bawah pengawalan polisi dan (pasukan) pertahanan," kata Pills Pimua Kolo, seorang pekerja medis di Karida, kepada Reuters dalam sebuah pesan singkat, yang dilansir Sabtu (13/7/2019).

Pemicu pembantaian sampai saat ini belum jelas, namun serangan itu merupakan gejolak terbaru dari konflik yang berlangsung selama bertahun-tahun di wilayah tersebut.

"Beberapa masalah ini mengakar," kata Menteri Kepolisian Bryan Kramer kepada wartawan di Port Moresby pada hari Kamis sebelum dia melakukan perjalanan ke Karida.

"Beberapa pembunuhan keji ini...orang-orangnya saling kenal. Ini terkait dan sikap kesukuan. Jadi itu bukan sesuatu yang bisa kita perbaiki dalam semalam," katanya.

Perdana Menteri James Marape, Senin (8/7) mengatakan dia datang untuk para pembunuh. Komentar serupa juga disampaikan pejabat tinggi kepolisian setempat, Francis Tokura.

"Ini adalah tindakan biadab dan tidak manusiawi. Ini adalah tindakan kriminal yang ingin saya tangani dengan cepat dan kuat," kata Tokura......... (Ma'ruf)

Baca 141 kali

Formulir Pendaftaran

Click Disini

Kontak Polisi

RESOR PALU