Rabu, Januari 29, 2020
Sabtu, 13 Juli 2019 05:27

Kunjungi Malaysia, Mentri Susi Disambut Isu Hangat Seputar Penangkapan Kapal Ikan Negeri Jiran

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)

Kunjungi Malaysia, Mentri Susi Disambut Isu Hangat Seputar Penangkapan Kapal Ikan Negeri Jiran Jumat, 12 Juli 2019 | 11:46 WIB Foto Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama Menteri Dalam Negeri Malaysia Tan Sri Dato Muhyiddin bin Muhammad Yassin di Parlimen Malaysia, Kuala Lumpur, Rabu (10/7/2019). Alasannews.com, Kuala Lumpur | Kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Fujiastuti, disambut dengan mencuatnya isu hangat soal penangkapan kapal ikan. Kedatangan Menteri Susi di Malaysia, Rabu (10/7/2019), merupakan hal yang memgundang perhatian dan ras penasaran. Pasalnya, kebijakan Susi terkait Kelautan dan Perikanan banyak mengusik Negeri Jiran Malaysia. Malaysia mengklaim petugas RI kerap menangkap kapal nelayan Malaysia di wilayah laut yang belum disepakati oleh kedua negara (grey area). Menyikapi isu yang telah menyambutnya itu, Susi menyampaikan bahwa penangkapan menurut proses hukum harus diuji keabsahan alat buktinya di pengadilan. Selama ini kata Susi, alat navigasi Global Positioning System (GPS) kapal ikan Malaysia yang ditangkap di Indonesia menunjukkan bahwa kegiatan penangkapan ikan dilakukan di wilayah Indonesia. Namun saat hendak ditangkap, kapal ikan Malaysia seringkali melarikan diri ke grey area. “Dalam peristiwa seperti itu, aparat Indonesia dapat melakukan hot pursuit hingga sampai di grey area yang diperbolehkan berdasarkan UNCLOS dan UU Perikanan Indonesia," tandas Mentei Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. "Penangkapan oleh aparat Indonesia pun seringkali mendapatkan dukungan dan kerja sama dari APMM yang turut melakukan pemeriksaan awal di atas kapal ikan Malaysia dan menandatangani titik koordinat penangkapan,” sambungnya. Kunjungan Menteri Susi, diterima Menteri Dalam Negeri Malaysia Tan Sri Dato Muhyiddin bin Muhammad Yassin. Hadir jugq Ketua Pengarah Aparat Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM). Pada kesempatan itu, Ketua APPM menyatakan keinginan belajar dari Satgas 115 yang dipimpin Menteri Susi. Selanjutnya, seperti telah dilansir Kompas.com, dalam pernyataannya, Jumat (12/7/2019), Susi dan Menteri Dalam Negeri Malaysia menyepakati Joint Sharing Session antara APMM dengan Satgas 115 dalam waktu dekat. Malaysia rupanya tertarik untuk mempelajari praktik-praktik sukses (best practices) yang dijalankan oleh Satgas 115 terkait dengan pemberantasan illegal fishing. Selain itu, Menteri Susi juga bertemu dengan Menteri Pertanian dan Industri Asas Tani Malaysia, Dato' Salahuddin Ayub. Ia menyampaikan upaya Indonesia dalam memberantas IUU Fishing yang telah membuahkan hasil positif. Misalnya kenaikan stok ikan dari 7,3 juta ton di tahun 2013 ke 12,54 juta ton di tahun 2017, peningkatan konsumsi ikan per kapita dari 33,89 kg/kapita pada tahun 2012 menjadi 46,49 kg/kapita di tahun 2017.......... (Ma'ruf)

Baca 124 kali

Formulir Pendaftaran

Click Disini

Kontak Polisi

RESOR PALU