hpn2020
Pemred

Pemred

Sabtu, 01 Februari 2020 13:24

Lagi, Kasus Bunuh Diri di Desa Pinjan

TOLITOLI -- alasannews | Lagi, kasus bunuh diri di Desa Pinjan, Tolitoli Utara Sulawesi Tengah. Kali ini seorang pria berinitial Aj ditemukab tak bernyawa di sawah yang di garapnya di Dusun Durian Desa Pinjan, Sabtu (1/2/2020).

Sebelumnya atau patahun 2018 lalu juga seorsng pria ditemukan tergantung di kamar rumahnya. Pria berinitial JD akhir diturunkan dari gantungan pada Tanggal 28 Agustus 2018 itu.

Peristiwa kali ini, menurut data dari Personil Polsek Tolitoli Utara kemungkinannya korban minum racun. Anggota polsek yang menerima informasi kasus tersebut langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan identifikasi.

Berdasarkan hasil Olah TKP, ditemukan fakta korban diduga meninggal karena bunuh diri yang dikuatkan dengan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada diri korban.

“Pihak keluarga tidak ingin melaksanakan otopsi terhadap mayat korban dan dapat menerima kematiannya,” kata Kapolsek Tolitoli Utara Iptu Kasim SH.

Kapolsek Tolitoli Utara menuturkan, korban diduga malakukan aksi nekatnya tersebut dengan terlebih dahulu meminum racun lalu gantung diri.

“Korban diduga minum racun terlebih dahulu lalu gantung diri” tutur Kapolsek Tolitoli Utara. Hal itu Kapolsek Tolitoli Utara sampaikan karena di TKP, petugas menemukan tiga botol racun merek klensect dan satu buah wadah bekas cat ukuran setengah liter.

“Saat ditemukan, dimulut korban mengeluarkan cairan berbusa dan berbau yang diduga racun yang diminum oleh korban” ucap Kapolsek Tolitoli Utara. Dari penjelasan keluarga, sebelum korban melakukan bunuh diri, korban sempat mencium istri korban, yang menurutnya hal tersebut tidak biasa dilakukan oleh korban. Hingga saat ini pihak Kepolisian belum mengetahui penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. (sa)

JAKARTA – alasannews | Penampilan Perdana Vania sebagai duta Provinsi Sulawesi Tengah di panggung Indosiar dalam ajang Liga Dangdut Indonesia (LIDA) tahun 2020 pada Jumat malam (31/1/2020), menorehkan hasil yang sempurna dan memastikan dirinya lolos dibabak selanjutnya.

Wagub Sulawesi Tengah, Rusly Dg Pallabi pun sesaat ingin menyaksikan langsung acara itu di Indonesia mengatakan,sebaiknya kita memberikan dukungan kepada Vania.

Tembang Bumipun Turut Menangis yang dilantukannya dengan penuh ketenangan dan penjiwaan, akhirnya mengantarkan dirinya sebagai peserta poling tertinggi di konser LIDA Top 70 Group 4 tim Putih meninggalkan nilai poling 4 peserta lainnya, dengan perolehan nilai poling 28, 19%.

Tampil sebagai peserta pertama dalam tim 4 putih, suara merdu Vania bernyanyi mampu menghanyutkan perasaan terbawa sedih dan meneteskan air mata keluarga dan sahabat musisi Vania di Kota Palu, bahkan memukau perhatian penonton di studio, dan para Dewan Juri.

“Vania punya karakter yang berbeda dengan peserta lainnya, tenang, penuh penjiwaan, percaya diri dan memiliki congkak yang bagus,” tutur para dewan Juri saat memberikan komentar.

Adapun Lima peserta berjuang di Konser LIDA 2020 Top 70 Grup 4 Tim Putih adalah Angga (Kalimantan Barat), Asmara (DKI Jakarta), Latif (Papua Barat), Pauzal (Sumatera Utara), dan Vania (Sulawesi Tengah). Latif duta Papua Barat harus tersenggol dengan poling paling rendah 11, 76 %.

JAKARTA -- alasannews | Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, H Rusly Dg Pallabi disebut-sebut masih akan meramaikan Pilkada 2020.

egini penjelasan saat ditemui alasannews.com, di bilangan Cikini Jakarta Sabtu (1/2/2020).

Pilkada Sulteng bagi kader Partai Amanat Nasional (PAN) itu adalah sebuah ihktiar yang harus diterima sebagai sebuah takdir.

"Kita akan berikhtiara. Karena semua akan ada kalau kita kuat berikhtiar dan tentunya disertai do'a," papar Rusly. Saat disebut namanya digadang-gadang akan bergandengan denhan mantan Bupati Morowali, H Anwar Hapid, ia pun berkata Insya Alla. "Amin", imbuhnya.

Begitu disoal jika koalisi PAN dan PD belum mencukupi, Rusly pun berucap ada partai lainnya. Insya Allah bisa, terangnya tanpa partai dimaksud itu.

Rusly pun mengaku hasil komunikasinya dengan P Anwar Hapid yang kini duduk di DPR RI menggambarkan, bahwa soal partai pendukung masih bisa terpenuhi.

Apalagi, saat ini semua komunikasi politik masih cair menyusul minimnya kandidat yang sudah mendeklarsikan pasangannya kecuali Cudy dan Amir.

Rusly Pallabi, dilantik sebagai Wagub Sulteng beberapa waktu lalu menggantikan almarhum H Sudarto SH. Dia disebut sebagai representasi perwakilan bagian Timur Sulteng.

Tapi, di kubu PAN sendiri selain Rusly, wakil wali kota Palu Sigit Purnomo juga mengklaim mendapat penugasan maju ke Pilkada Sulteng dari partai berlambang Matahari Biru itu.#

YOGYAKARTA -- alasanews | Presiden Joko Widodo meninjau fasilitas Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo, pada Jumat, 31 Januari 2020.

Selain detail pekerjaan yang dinilainya bagus, Presiden juga mengapresiasi kecepatan pembangunan bandara tersebut.

“Ya ini pekerjaan besar yang diselesaikan dalam waktu yang sangat singkat, kurang lebih 20 bulan, bangunan, runway sebesar ini. Sangat besar sekali karena bangunannya sendiri ada 219.000 meter persegi, bayangkan. Saya tadi melihat dengan Ngarso Dalem (Gubernur DIY) secara detail pekerjaannya bagus dan ini dikerjakan oleh BUMN kita,” kata Presiden.

“Yang perlu saya sampaikan, kecepatan dalam membangun ini patut diapresiasi, 20 bulan itu bukan waktu yang lama, pendek banget, tapi bisa dikerjakan,” imbuhnya.

Kepala Negara berharap, dengan adanya bandara baru tersebut kecepatan pelayanan penerbangan bisa meningkat. Lalu lintas pesawat serta penumpang juga diharapkan akan meningkat.

“Ya semua bandara kita ingin pelayanan yang cepat, kecepatan, sehingga traffic-nya itu semakin padat. Kita ini kan semua bandara kan arahnya kita kan ke traffic. Semakin banyak traffic, itu yang kita mau. Semua bandara itu orientasinya akan ke sana sehingga pelayanan dan service yang cepat itu adalah menjadi kunci,” jelasnya.

Dengan lahan terminal seluas 219.000 meter persegi, YIA diperkirakan akan mampu menampung hingga 20 juta penumpang per tahun. Sementara Bandara Internasional Adisucipto yang selama ini digunakan memiliki luas 17.136 meter persegi dan hanya mampu menampung 1,7 juta penumpang per tahun.

“Jadi hitung-hitungan yang ada di sini sekarang penumpang 8,4 juta per tahun. Kapasitas ini 20 juta. Ada sebuah kelonggaran yang sangat besar, kurang lebih 11 juta kelonggaran kapasitas. Sehingga itu yang harus diarahkan agar penerbangan-penerbangan baru, slot-slot diberikan kepada penerbangan yang membawa turis sebanyak-banyaknya ke Yogyakarta dan sekitarnya,” paparnya.

YIA sendiri ditargetkan akan beroperasi secara penuh pada 29 Maret 2020. Nantinya, seluruh penerbangan di Bandara Adisucipto akan dialihkan ke YIA, kecuali penerbangan berjadwal dan tidak berjadwal yang menggunakan pesawat propeller/baling-baling, serta penerbangan VIP menggunakan pesawat jet pribadi.

“Ya, seluruhnya nanti. Jadi di Maret akhir, (tanggal) 29, kita harapkan sudah digeser ke sini (YIA) semuanya. Di sana (Adisucipto) disisakan hanya untuk pesawat baling-baling,” ujarnya.

Turut mendampingi Presiden saat meninjau YIA antara lain, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Gubernur Yogyakarta Hamengkubuwana X.

(BPMI Setpres)

Priska Nugroho menjuarai ganda putri Australia Terbuka Junior (Morgan Hancock/Getty Images)

 

JAKARTA - alasannews | Priska Nugroho meraih prestasi membanggakan di ajang Australia Terbuka. Bertarung di level junior nomor ganda putri, dia sukses merengkuh gelar juara.

Priska Nugroho bertanding dalam laga final ganda putri Australia Terbuka Junior pada Jumat (31/1/2020) sore WIB. Berpasangan dengan Alexandra Eala dari Filipina, mereka menang dua set langsung 6-1 dan 6-2 atas Ziva Falkner/Matilda Mutavdzic.

Berpasangan sejak 2017, Priska Nugroho/Alexandra Eala merebut set pertama dengan cukup mudah. Mereka langsung melesat 5-0 untuk akhirnya menang 6-1. Ziva Falkner/Matilda Mutavdzic memberikan perlawanan lebih alot di set kedua.

Pasangan Eropa ini merebut gim pertama, meski Priska Nugroho/Alexandra Eala kemudian bisa menyamakan kedudukan 1-1. Priska Nugroho/Alexandra Eala lantas memimpin 3-1, untuk kemudian sang lawan memperkecil skor dengan merebut gim berikutnya.

Gim itu ternyata jadi yang terakhir yang dimenangi Ziva Falkner/Matilda Mutavdzic. Pasangan gado-gado Indonesia-Filipina, Priska Nugroho/Alexandra Eala, melaju mulus untuk kembali menang dengan skor 6-2. Detiksport

TOLITOLI -- alasannews | Penampakan bangunan atap jembatan Kapas hampir selesai direhabilitasi. Insya Allah sepekan lagi bisa rampung.

Kepala Bidang Destynasi pariwisata, dinas Pariwisata Tolitoli, Nurahmasyah Baadib yang dikonfirmasi hari ini, Jumat (31/1/2020) mengungkapkan penyelesainya tunggu bahan masuk.

Sebelumnya Maman sapaan Nurahmansyah mengatakan, rancang bangun bagian tiang yang konstruksi awal pakai baja ringan akan dilakukn oenggantian dengan menggunakan pipa.

"Untuk penguatan tiang, konstruksi tiang atap jembatan ke pulau kapas diganti dengan pipa 3 Inchi dan Pekerjaannya tetap jadi beban rekanan. Jembatan ke p Kapas ini, pada Minggu 13 Januari lalu atapnya ambruk karena diterpa angin kencang pada suatu subuh berhembus dengan kecepatan tinggi. Saksi mata di lokasi kejadian menyatakan bahwa tiupan angin saat itu luar biasa, sehingg atap dermaga yang ada ambruk.

"Pada awalx atap dermaga yg d laut dl yg terhampas ke laut ...kemudian sampai ke tepi daratx," tulis Maman saap Nurrahmansyah lewat WhatsApp nya. Memang proyek rehabilitas pemsangan atap senilai Rp 149 juta itu diracang menggunakan baja ringan termasuk tiangnya.

"Sudah sesuai dengan perencanaan. Mungkin yang tidak diduga adalah hempasan angin kencang sehingga bangunan bagian atap ambruk," ujar Maman.

JAKARTA -- alasannews | Era persaingan global, di mana negara-negara berkompetisi untuk memperoleh keunggulan, membutuhkan komitmen dan keberanian untuk melakukan riset dan inovasi.

Melalui riset yang berkesinambungan dan melahirkan inovasi tersebut negara pada akhirnya akan mendapatkan keunggulan kompetitif. Dukungan terhadap hal itu harus diberikan dalam porsi yang lebih besar oleh seluruh pihak.

Presiden Joko Widodo sendiri memandang bahwa tugas dan fungsi dukungan tersebut sudah selayaknya turut dibebankan kepada BUMN-BUMN. Menurutnya, di era sekarang ini, gerak BUMN semestinya tak lagi terbatas hanya pada kegiatan usaha atau produksi barang-barang dan layanan bernilai ekonomis, melainkan turut berperan dalam pengembangan riset dan inovasi yang dilakukan anak-anak bangsa.

“BUMN seperti Pertamina harus lebih berperan besar dalam mendukung pengembangan industri katalis ini, jangan takut dan malah menghindar. Kita ingat, keuntungan Pertamina itu bukan hanya miliar, bukan hanya Rp1-2 triliun, tapi sudah terakhir di atas Rp 620 triliun. Jadi kalau dipakai untuk riset seperti ini saya kira tidak ada ruginya,” ujarnya selepas berdialog dengan Prof. Dr. Ir. Subagjo dari ITB dalam acara Pembukaan Rakornas Kemenristek/BRIN Tahun 2020 di kawasan Puspiptek, Tangerang Selatan, Kamis, 30 Januari 2020.

Nama Pertamina disebut oleh Subagjo yang bersama timnya di ITB sedang melakukan riset mengenai teknologi katalis. Melalui riset yang sebenarnya telah dimulai sejak tahun 1982 tersebut Subagjo memiliki harapan besar untuk mewujudkan kemandirian bangsa terhadap kebutuhan katalis industri yang sebagian besar masih didapat dari impor.

Mulanya, Subagjo menceritakan kepada Presiden mengenai awal mula risetnya yang dilatarbelakangi oleh banyaknya limbah sawit yang terbuang industri. Padahal, apabila diolah sedemikian rupa, limbah sawit tersebut dapat dikonversi menjadi olahan minyak bumi.

“Karena saya belajar tentang katalis, diminta mencari katalis yang cocok untuk proses tersebut. Kami lakukan dan memang kami sangat gembira waktu itu. Senior-senior kami juga beberapa bilang reaksi itu menghasilkan cairan yang kadang-kadang baunya seperti solar, tergantung pada kondisi operasinya,” tuturnya.

“Maksudnya, kalau temperatur tinggi hasilnya gas, bisa jadi elpiji. Kalau temperatur lebih rendah, nanti diperoleh bensin. Lebih rendah lagi kerosene. Kerosene itu bahan baku avtur. Lebih rendah lagi bisa solar,” ia menambahkan.

Namun, untuk melakukan riset di bidang tersebut ternyata tidak mudah oleh karena membutuhkan dukungan industri dan dana yang besar. Subagjo dan timnya terpaksa harus menghentikan riset mereka saat itu karena kesulitan menemukan mitra industri. “Padahal kami punya (resep) katalis yang baik untuk proses tersebut,” ucapnya.

Baru kemudian sekitar tahun 2000 riset tersebut dapat diteruskan kembali setelah menjalin kerja sama dengan Pertamina untuk mengembangkan katalis yang digunakan di BUMN tersebut.

"Sebentar, ini urusan dengan Pertamina ini. Pernah enggak dibantu dalam rangka katalis tadi dari Pertamina?” tanya Presiden begitu mendengar nama Pertamina disebut. “Dibantu, Pak. Kami sangat terbantu banyak dan ada alat yang harganya Rp 8 miliar, itu ada di laboratorium kami atas bantuan Pertamina,” jawabnya.

Jumlah yang disebutkan tersebut dinilai terlalu kecil oleh Presiden. Apalagi mengingat keuntungan Pertamina yang jauh lebih besar dan subjek riset yang tergolong sebuah penemuan besar yang dapat memajukan perekonomian negara.

Subagjo kemudian mengatakan bahwa bantuan terakhir yang diterima oleh timnya dari bantuan dana sawit sebesar Rp 46 miliar. Namun, itu pun dinilai oleh Presiden masih belum cukup. “Rp 46 miliar? Tapi kecil juga, karena dana sawit kita sekarang mungkin sudah mendekati Rp 30 triliun. Untuk apa ini hanya disimpan saja? Saya sudah perintahkan ke menteri saat itu untuk diperbanyak bantuan ke ITB urusan katalis ini,” kata Presiden.

Subagjo menyatakan, untuk mendukung dan melanjutkan risetnya, diperlukan pabrik katalis yang dibangun di dalam negeri. Dengan adanya pabrik tersebut, ia bersama timnya akan lebih leluasa mengembangkan risetnya sehingga akan benar-benar bermanfaat bagi kebutuhan industri dalam negeri.

“Sangat penting sekali dalam membangun pabrik katalis. Sejak dua tahun saya sudah menginginkan ada pabrik katalis sehingga resep-resep katalis yang kami kembangkan itu tidak akan lepas ke luar negeri,” ujarnya.

Presiden kemudian mengungkap, Pertamina dalam beroperasinya membutuhkan kurang lebih 50 katalis yang hanya 3 di antaranya yang mampu diproduksi sendiri. Berdasar fakta tersebut, riset yang dilakukan Subagjo dan timnya menjadi sangat relevan dan akan segera ditindaklanjuti olehnya melalui rapat terbatas khusus bersama jajaran terkait.

Kepala Negara berharap agar dengan hasil riset dan pembangunan industri katalis tersebut di masa mendatang akan diperoleh efisiensi, utamanya melalui kebijakan B20 dan seterusnya dengan menggunakan bahan dan proses yang sepenuhnya dilakukan di dalam negeri.

“Upaya-upaya anak bangsa seperti ini harus didukung penuh, tidak boleh dihambat. BUMN seperti Pertamina harus lebih berperan besar untuk mendukung pengembangan industri katalis. Badan Pengelola Dana Sawit juga harus aktif mendukung riset-riset yang sangat berdampak besar seperti ini,” tandasnya.

(BPMI Setpres)

JAKARTA -- alasannews | TNI Angkatan Udara menyiagakan tiga pesawat untuk membantu mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) terkait penyebaran wabah virus Corona di Wuhan, China. Tiga pesawat itu, yakni dua unit Boeing 737 dan satu unit C130 Hercules. "Kami sudah siapkan pesawat Boeing 737 dan C130 Hercules. Hal ini berdasarkan hasil rapat dua hari lalu bersama Kemenko Polhukam, Kemenkes, dan Kemenlu," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama Fajar Adriyanto seperti dilansir Antara, Rabu (29/1/2020). Selain menyiagakan tiga unit pesawat, TNI AU menyiapkan personel dari batalion kesehatan. Namun, lanjut Fajar, pihaknya masih menanti instruksi dari Kemenlu karena sejauh ini pemerintah China melarang transportasi dari dan ke luar wilayah Wuhan. "Nunggu dari Kemenlu bisa tembus enggak ke pemerintah sana agar kita bisa berangkat atau tidak, yang jelas TNI AU siap 24 jam," kata Fajar. Terkait jumlah WNI yang akan dievakuasi, dia belum bisa memastikannya. Berdasarkan estimasi, 100-200 WNI bisa dievakuasi dalam sekali penjemputan. Tenaga medis dari TNI AU yang akan ditugaskan untuk menjemput WNI di China ini pun telah siap untuk diberangkatkan. Meski demikian, TNI AU belum merinci berapa banyak petugas yang akan dikerahkan. Yang pasti, kata Fajar, semua anggota yang akan berangkat telah dibekali dengan berbagai peralatan medis hingga dipantau aktivitas kesehatannya mulai saat ini. "Semua itu sudah menyiapkan antipenularan untuk kru yang menjemput. Itu mungkin dengan masker dan segala macam, kemudian makanannya juga harus dikontrol dan juga begitu kembali nanti akan dikarantina dulu. Jadi tidak langsung turun langsung bebas, dikarantina dulu. Yang kita siapkan itu, briefing-nya demikian," ujar Faja

TOLITOLI -- alasannews | Pilkada Tolitoli 2020, tampak masih akan diwarnai figur yang kharismatik. Meskipun agak sulit menemukan karakter tersebut bila ditilik dari nama-nama yang tersiar sekarang.

Partai Golkar misalnya, tidak begitu mengandalkan kharismatik seseorang, meskipun partai itu tau karakter masyarakat Tolitoli memiliki talenta memilih ke arah itu.

Moh Fiasal Lahaja SE yang dihubungi media mengakui, Golkar akan mengandalkan hasil survey. Dengan survey maka segala keinginan masyarakat pemilih bisa terwakili.

Sebab, survey yang akan dilakulan lembaga independent itu sudah memenuhi segala lingkup termasuk soal kharisma seseorang seberapa besar dinginkan oleh pemilih kita. Golkar akan realistis.

Artinya, apa yang dihasil.survey artinya secara tidak langsung itulah yang diinginkan oleh masyarakat. Siapa saja nama-nama yang akan disurvey itu antara lain, H Iskandar Nasir SH MM, Drs H Bakri Idrus Apt, Moh Faisal Lahaja, Nurmansyah, Muhtar Deluma dan Andi Ahmad Syarif.

Melihat peta politik di Tolitoli pasca Moh Saleh Bantilan sulit diprediksi kandidat yang kuat dan mengental di masyarakat. Sebut saja Amran Yahya atau Rahman Budding, kedua tokoh masih setara dalam perolehan dukungan di publik. Sehingga bila Golkar mampu melahirkan Iskandar Natsir maka peta politiknya bisa berbicara lain. Sebab pengalaman ke tiganya dinilai sama.

 

TANGSEL -- alasannews | Presiden Joko Widodo menghadiri puncak perayaan Imlek Nasional yang dihelat di ICE BSD, Kota Tangerang Selatan, pada Kamis, 30 Januari 2020.

Kepala Negara yang hadir dengan mengenakan pakaian tradisional changshan berwarna merah menyampaikan ucapan selamat bagi komunitas Tionghoa di Indonesia dalam perayaan yang mengangkat tema “Bersatu untuk Indonesia Maju”.

“Pagi hari ini saya sangat bergembira sekali dan saya ingin mengucapkan selamat merayakan Hari Imlek di tahun 2020 ini. Gong Xi Fa Cai,” ujarnya.

Perayaan ini terasa kental akan nuansa kebudayaan dan keberagaman masyarakat Indonesia di mana tak hanya dihadiri oleh komunitas Tionghoa Indonesia saja, melainkan turut dihadiri oleh para raja dari penjuru Nusantara, masyarakat dari lintas agama dan profesi, serta sejumlah duta besar negara sahabat.

Di hadapan ribuan orang yang hadir, Kepala Negara mengajak seluruh pihak untuk senantiasa menjaga persatuan, persaudaraan, dan kerukunan. Perbedaan dan keberagaman yang ada hendaknya disikapi dengan bijak dan disadari sebagai sebuah anugerah bagi bangsa Indonesia.

“Bayangkan, 714 suku yang kita miliki dengan bahasa daerah yang berbeda-beda dan 1.100 lebih bahasa daerah kita. Enggak ada yang seberagam Indonesia, enggak ada. Ini yang patut kita syukuri bahwa meskipun kita beraneka ragam tapi kita tetap satu sebagai saudara sebangsa dan setanah air yang hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya.

Selain itu, Presiden juga mengajak seluruh pihak untuk memaknai momentum pergantian tahun ini dengan kerja keras. Apalagi Indonesia dan negara-negara lainnya tengah dihadapkan pada kondisi perekonomian global yang melamban dan tak menentu.

“Kalau kita kerja biasa-biasa saja akan sangat berbahaya bagi ekonomi negara kita. Karena ekonomi dunia sekarang sedang berada pada posisi yang menurun dan tidak pasti,” ucapnya.

Acara puncak perayaan tersebut diakhiri dengan doa bersama para tokoh lintas agama dan dipimpin oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar. Tampak hadir sejumlah jajaran Kabinet Indonesia Maju yang di antaranya ialah Menko PMK Muhadjir Effendy, Menko Polhukam Mahfud Md, Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil.

(BPMI Setpres)

TOLITOLI -- alasannews | Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tolitoli menggelar acara Serah Terima Jabatan yang dirangkaikan dengan Pisah sambut Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B dari Pejabat lama Abdul Wahid, SH.,MH kepada Pejabat Baru Gamal Bardi, Bc. IP.,SH pada Rabu Siang, (29/1) di Aula Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tolitoli di Kelurahan Tambun.

Bupati Tolitoli yang diwakili Asisten Sekretaris Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Ir. Muh Nur Munawar yang hadir pada acara itu saat memberikan sambutannya mengatakan serah terima jabatan merupakan moment yang sangat penting khususnya bagi Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tolitoli karena serah terima jabatan adalah proses regenerasi dalam struktur organisasi dan upaya kesinambungan manajemen ditubuh Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tolitoli.

Bupati juga mengatakan, merehabilitasi perilaku dan sikap mental para narapidana tidak dapat dilakukan oleh pihak Lapas itu sendiri tetapi memerlukan hubungan sinergi dan komitmen yang setara antara unsur penyelenggara Pemerintah Daerah dan semua unsur penegak keadilan di wilayah Kabupaten Tolitoli.

Di akhir sambutannya Bupati Tolitoli menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan kepada Abdul Wahid, SH.,MH atas pengabdian dan dharma baktinya selama melaksanakan tugas sebagai Kepala Lapas Kelas II B Tolitoli baik dalam bentuk tenaga, pikiran maupun waktu yang sangat besar manfaatnya khususnya kepada warga binaan serta membangun sinergitas dengan berbagai pihak terutama dengan pemerintah Daerah dalam upaya mewujudkan visi dan misi Kabupaten Tolitoli yang sejahtera, berkarakter aktif, adil dan religius.

Selain itu, Bupati juga menyampaikan permohonan maaf kepada Abdul Wahid, SH.,MH bersama istri apabila selama melaksanakan tugas terdapat hal-hal yang kurang berkenan dengan harapan ditempat yang baru karirnya lebih cemerlang. Sementara kepada Gamal Bardi, Bc.,IP.SH selaku Kepala Lapas Kelas II B Tolitoli yang baru diucapkan selamat datang di Kabupaten Tolitoli dengan harapan bisa betah dan dapat mengembangkan kreatifitasnya di daerah ini.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Propinsi Sulawesi Tengah Zulkifli, SH.,MH mengatakan motor penggerak organisasi adalah sumber daya manusia (SDM).

Dengan adanya _corporate university_ (CORPU) yang kuat selalu dilakukan setiap tahun melalui pencanangan zona integritas dan penandatanganan fakta integritas. Hal ini dilakukan untuk meningkatnya kepercayaan publik terhadap kinerja Kementerian Hukum dan HAM. Liputan Bagian Prokopim Setdakab Tolitoli

Kamis, 30 Januari 2020 04:48

UBAH BENCANA JADI BERKAH

Jakarta, 30 Januari 2030

Tidak seorangpun yang suka dengan bencana, dan tidak seorangpun bisa menghindar bila bencana itu datang. Karena itu semuanya harus bisa mempersiapkan diri, bisa adaptif dan bahkan bisa “bersahabat “ dengan bencana, agar tetap menjadi bagian dari isi planet ini.

Ada tiga klasifikasi bencana berdasakan penyebabnya. Pertama bencana yang disebabkan oleh faktor alam, kedua bencana non alam dan ketiga bencana yang disebabkan oleh faktor sosial.

Bencana yang disebabkan oleh faktor alam antara lain banjir, gempa, tsunami, liquafaksi dan lain-lain. Sedangkan bencana non alam terkait dengan gagal teknologi seperti jembatan runtuh, bangunan ambruk karena tidak sesuai spek; pengaruh modernisasi yang membuat banyak pengangguran seperti tergantikannya sejumlah transaksi manual oleh digital, wabah dan epidemi penyakit seperti Novel Coronavirus ( 2019-nCov) yang mematikan di Huan China yang lagi marak saat ini, dan membuat sejumlah negara menjadi waspada dan ketar-Ketir karena kemungkinan penyebarannya.

Selanjutnya bencana sosial adalah tang terkait dengan konflik sosial horisontal antar kelompok atau antarkomunitas, konflik vertikal sampai dengan kasus teror dan radikalisme. Jepang adalah negeri yang dominan dipengaruhi oleh bencana alam, terutama gempa bumi dan tsunami.

Akibat tekanan bencana yang begitu dahsyat membuat masyarakat Jepang termotivasi untuk mengembangkan inovasi-teknologi bagaimana bisa hidup dan maju di wilayah yang sangat berpotensi gempa dan tsunami.

Mereka berpikir tidak mungkin mereka harus meninggalkan wilayahnya. Dan pilihannya bagaimana bisa bersahabat dengan bencana. Jepang mampu mengubah bencana menjadi berkah. Kini mereka menjadi negara dengan SDM yang tangguh, daya saing yang tinggi yang pada akhirnya menjadi Negara maju dan berpendapatan tinggi.

Kejadian gempa bumi beraplitudo 9.0 di Maret 2011 dan pasang Tsunami sekitar 10 m tercatat sebagai bencana alam terbesar di Jepang membuat sejumlah wilayah di bagian timur porak-poranda. Namun dengan ketangguhan SDM , dan inovasi teknologi yang mereka miliki, mereka dapat membangun kembali dengan konsep kebih baik lagi, dengan semboyan “back built better”.

Bahkan pengalaman mereka beradaptasi dan menangani dampak bencana telah ditularkan ke sejumlah negara. Indonesia, termasuk Sulawesi Tengah merupakan wilayah yang memiliki tiga potensi bencana itu , baik disebabkan oleh alam, non alam dan sosial.

Kalau mengambil contoh dari Jepang tadi dengan satu gangguan bencana saja, mereka termotivasi luar biasa untuk mengembangkan SDM, dan mengembangkan inovasi/teknologi. Pertanyaan kemudian bagaimana kalau mereka menghadapi tiga jenis bencana itu. Apakah mereka akan kebih baik lagi.

Hasil diskusi dengan beberapa ekspert Jepang mengemukakan bahwa sesungguhnya manusia itu diberikan kelebihan berupa tekad dan potensi untuk bisa eksis dalam hidup dan mengelola wilayahnya.

Semakin besar tekanan yang diterima, maka tekanan balik berupa motivasi dan semangat itu semakin besar lagi. Analog dengan analisis itu, tentunya Masyarakat Sulawesi Tengah umumnya dan khususnya wilayah Padagimo, Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong akan memiliki potensi motivasi yang kebih besar karena besarnya tekanan.

Apakah demikian? Hasil diskusi dengan ekspert tersebut, kami sepakat bahwa kepemimpinan di masing-masing wilayah menjadi “key succes” atau faktor yang menentukan.

Pemimpin adalah sumber energi yang paling kuat. Mao Che Tung, Lee Kuan You adalah dua contoh pemimpin yang berkarakter kuat untuk hal-hal itu. Karena itu pemimpin yang adaptif, inovatif dan update sangat-sangat dibutuhkan.

Provinsi Sulawesi Tengah di 2020 akan melaksanakan Pilkada untuk melahirkan Gubernur dan beberapa bupati/walikota. Diharapkan yang terpilih adalah yang mampu merubah bencana menjadi berkah, merubah tantangan menjadi peluang yang berujung kepada kemajuan.

Apalagi Ibukota Negara akan di pindahkan ke Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah dapat berperan sebagai (1) Jembatan penghubung dengan kawasan timur Indonesia melalui tol “Tambu-Kasimbar”, (2) Sebagai penyangga pangan, tenaga kerja, baterai lithium, bahan precast/pracetak bahkan air bersih, (3) Sulawesi Tengah dapat menjadi destinasi wisata oleh warga ibukota.

Keterpilihan pemimpin yang sesuai harapan, yang mampu mengubah bencana menjadi berkah, tantangan menjadi peluang berpulang kepada pemilik hak suara, partai pengusung dan penyelenggara Pilkada. Diharapkan ketiganya tidak akan salah pilih. SEMOGA.

Hasanuddin Atjo (Ketua Bappeda Sulteng)

BEIJING -- alasannews | Pemerintah China mengonfirmasi korban tewas akibat wabah virus corona telah bertambah menjadi 170 orang. Saat ini, lebih dari 7 ribu kasus virus corona terkonfirmasi di berbagai wilayah China.

Seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (30/1/2020), pernyataan pemerintah pusat China menyebut jumlah korban tewas bertambah setelah 38 pasien virus corona lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 37 pasien meninggal di Provinsi Hubei, yang menjadi pusat wabah virus corona. Satu pasien lainnya meninggal dunia di Provinsi Sichuan.

Televisi nasional China Global Television Network (CGTN) juga melaporkan bahwa 170 orang tewas akibat virus yang memiliki nama resmi '2019-nCoV' ini.

Laporan CGTN juga menyebut sejauh ini 128 pasien virus corona dinyatakan telah sembuh. Pemerintah pusat China juga melaporkan adanya 1.700 kasus baru di wilayahnya.

Ini berarti total saat ini ada 7.711 kasus virus corona baru yang terkonfirmasi di wilayah China daratan. Data itu tercatat hingga Rabu (29/1) tengah malam.

Dari jumlah tersebut, Provinsi Hubei masih menjadi wilayah yang paling terdampak dengan 4.586 kasus terkonfirmasi dan 162 orang tewas di wilayah ini. Selain menyebar ke berbagai wilayah China, virus corona juga menyebar ke berbagai negara.

Menurut CGTN, sedikitnya 75 kasus virus corona terkonfirmasi di belasan negara, termasuk yang terbaru di Uni Emirat Arab (UEA). Lebih dari 50 juta orang terisolasi di wilayah Wuhan -- tempat bermulanya wabah virus corona -- dan sekitarnya.

Pemerintah memberlakukan isolasi demi mengendalikan penyebaran virus yang bisa menular antarmanusia ini. Sama seperti infeksi pernapasan lainnya, virus ini menular lewat tetesan dari batuk dan bersin, dengan masa inkubasi antara 1-14 hari.

Ada juga pertanda bahwa virus ini mungkin menulari sebelum gejala-gejalanya -- seperti demam, batuk dan kesulitan bernapas -- muncul.

EMPAT PERKARA SEBELUM TIDUR WALAU SESIBUK MANAPUN DENGAN TUGAS HARIAN.

Rasulullah berpesan kepada siti Aisyah ra. “ Ya, Aisyah!

Jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara yaitu:

1. Sebelum khatam al-Quran.

2. Sebelum menjadikan para nabi bersyafaat untukmu di hari kiamat.

3. Sebelum para muslimin meredhai engkau.

4. Sebelum engkau melaksanakan haji dan umrah".

Bertanya Siti Aisyah: “Ya Rasulullah ! bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika? “ Rasulullah tersenyum dan bersabda:

1. “Jika engkau akan tidur,bacalah surah al –Ikhlas tiga kali Seakan-akan engkau telah meng-khatamkan Al-Quran ” Bismillaahirrahmaa nirrahiim, ‘Qul huallaahu ahad’ Allaah hussamad’ lam yalid walam yuulad’ walam yakul lahuu kufuwan ahad’ ( 3x )

“ 2. "Bacalah shalawat untukku dan untuk para nabi sebelum aku" maka kami semua akan memberimu syafaat di hari kiamat “ Bismillaahirrahmaa nirrrahiim, Allaahumma shallii ‘alaa saiyyidina Muhammad wa’alaa aalii saiyyidina Muhammad ( 3x ) 

3. “Beristighfarlah” untuk para mukminin maka mereka akan meredhai engkau “ Astaghfirullaah hal 'adziim al lazhii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum wa atuubu ilaih ( 3x )

4. Dan perbanyaklah “bertasbih, bertahmid , bertahlil dan bertakbir” maka seakan-akan engkau telah melaksanakan ibadah haji dan umrah “ Bismillaahirrahmaa nirrrahiim Subhanallaah Walhamdulillaah Walaa ilaaha illallaah hu wallah hu akbar " ( 3x )

Sampaikanlah kepada orang lain, maka ini akan menjadi sedekah jariah pada setiap orang yang anda kirimkan pesan ini, dan apabila kemudian dia mengamalkannya, maka kamu juga akan ikut mendapat ganjaran pahalanya insha Allah.

Aamiin ya Allah.. Ya Allah, ampunilah dosaku, dosa ibu bapa ku, keluarga ku,saudaraku dan setiap orang yang meng-klik Suka, share & berkomentar "aamiin" dan jangan Engkau cabut nyawa kami saat tubuh kami tak pantas berada di SurgaMu. Aamiin... .

Sobat sekarang anda memiliki dua pilihan ,

1. Membiarkan sedikit pengetahuan ini hanya dibaca disini

2. Membagikan pengetahuan ini kesemua teman facebookmu , insyallah bermanfaat dan akan menjadi pahala bagimu. Aamiin... ?

Rasulullah S.A.W bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

Presiden Joko Widodo secara resmi membuka Pencanangan Gerakan Maju Bersama Menuju Eliminasi Tuberkulosis (TBC) 2030 yang dipusatkan di Cimahi Techno Park, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 29 Januari 2020. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

 

BANDUNG -- alasannews | Presiden Joko Widodo secara resmi membuka Pencanangan Gerakan Maju Bersama Menuju Eliminasi Tuberkulosis (TBC) 2030 yang dipusatkan di Cimahi Techno Park, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 29 Januari 2020.

Presiden secara tegas menyatakan dukungan atas dilaksanakannya kegiatan tersebut, terutama mengingat pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu fokus kerja pemerintah dalam lima tahun ke depan.

“Saya ingin mendukung keras kegiatan ini, kegiatan bersama menuju eliminasi TBC di 2030. Karena percuma kalau masyarakat kita enggak sehat, merembetnya bisa ke mana-mana. Bisa ke pendidikan, bisa ke keberlanjutan dalam nanti bekerja, ke mana-mana,” kata Presiden dalam sambutannya.

Merujuk pada Global Tuberculosis Report WHO 2019, Indonesia merupakan negara dengan beban Tuberkulosis (TBC) tertinggi ketiga di dunia, setelah India dan Tiongkok. Pada tahun 2018, diperkirakan ada 845.000 orang jatuh sakit dan 93.000 jiwa meninggal akibat TBC.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden pun menyampaikan apresiasinya atas kerja keras semua pihak, baik pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), yayasan, hingga kader-kader yang bergerak di lapangan, dalam mengeliminasi TBC yang ditargetkan akan bisa diberantas pada tahun 2030.

“Saya sangat menghargai, baik puskesmas, baik yayasan, baik kader-kader yang bergerak di dalam pengurangan, eliminasi TBC ke tahun 2030. Dan fokusnya bukan hanya pengobatan, saya setuju ini, tapi pencegahan penyakit ini lebih diperlukan sekali. Sehingga yang namanya pengembangan perkotaan, pedesaan, membangun rumah-rumah yang sehat itu menjadi kunci,” jelasnya.

Menurut Kepala Negara, infrastruktur fisik harus turut menjamin dan mendukung peningkatan kesehatan masyarakat. Drainase yang lancar dan bersih, pengelolaan sampah, hingga penyediaan air bersih menjadi elemen yang sangat penting untuk diperhatikan.

"Tadi Pak Menteri PU ikut kita, tetapi ternyata tidak ikut masuk ke ruangan ini. Sebenarnya mau saya perintah, rumah-rumah yang masih belum sehat agar segera dikerjakan, terutama di Provinsi Jawa Barat. Tadi Pak Gubernur juga sudah meminta mengenai itu,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Presiden menegaskan bahwa menjamin kesehatan masyarakat itu bukan hanya urusan dokter, Menteri Kesehatan, atau Dinas Kesehatan semata. Lebih jauh, urusan kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama berbagai pemangku kepentingan.

Presiden memandang bahwa aspek pencegahan melalui lingkungan yang baik dan kesadaran masyarakat yang tinggi merupakan aspek yang sangat penting dan perlu diutamakan. Presiden mengingatkan bahwa Puskesmas merupakan Pusat Kesehatan Masyarakat, bukan pusat pengobatan masyarakat.

“Jadi puskesmas itu menyehatkan masyarakat, bukan pusat pengobatan masyarakat. Artinya, puskesmas itu memang dirancang untuk mencegah penyakit. Jangan ada puskesmas yang bangga karena income-nya banyak. Keliru itu. Pak saya bisa nyetor PAD sekian, keliru itu. Pendapat seperti itu jangan dibenarkan, ini keliru. Puskesmas itu dirancang untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” paparnya.

“Sekali lagi, mencegah lebih baik daripada mengobati. Lebih baik kita keluarkan waktu, tenaga, pikiran, dan anggaran ini untuk mencegah. Kita harus memercayai ini, dengan tetap siaga dan waspada sebelum masuk ke pengobatan. Tapi kalau sudah terkena, ya tadi, urusannya adalah TOSS (Temukan, Obati Sampai Sembuh),” tandasnya.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut antara lain, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Selain itu tampak hadir juga Ketua Dewan Pembina Stop TB Partnership Indonesia yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden Arifin Panigoro, Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia dan Billy Mambrasar, serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

 

(BPMI Setpres)

JAKARTA -- alasannews | Untuk kesekian kalinya Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S. Latuheru melakukan kunjungan kerja di Polsek jajaran yang kali ini kapolres metro jakarta barat didampingi oleh wakapolres Metro Jakarta Barat Akbp Rusdy pramana suryanagara melaksanakan kunjungan kerja ke polsek Palmerah, Rabu (29/1/2020) pagi. kunjungan kerja ini, Audie disambut oleh Kapolsek Palmerah polres Metro Jakarta Barat Kompol Ade Rosa. Dalam kunjungannya, Audie mengingatkan kepada seluruh anggota yang berdinas di Jakarta Barat untuk bersyukur. Sebab, banyak jutaan anggota Polri yang ingin masuk berdinas di Jakarta Barat. "Selama ini banyak yang kasak kusuk ingin masuk ke Polres Metro Jakarta Barat. Oleh karena itu kalian harus bersyukur karena bisa terpilih menjadi anggota Polres Metro Jakarta Barat," ujar Audie Rabu (29/1/2020). Dengan demikian, seluruh anggota Polres Metro Jakarta Barat diminta untuk maksimal dalam melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat. Kalian adalah team jika sudah masuk ke Jakarta Barat karena masyarakat tidak pernah melihat pangkatmu yang mereka tahu adalah kita polisi," tegas dia. Audie mengajak seluruh anggota untuk berlari kencang dalam melayani masyarakat agar mearasa aman, nyaman dan bisa tidur nyenyak. Sehingga dengan pelayanan masyarakat bisa antisipasi segala bentuk niat kejahatan yang selalu dimanfaatkan oleh pelaku jika ada kesempatan. "Saya bangga kalian tangkap penjahat dengan cepat, tapi saya lebih bangga lagi kalau kalian bisa cegah penjahat itu beraksi," tutup dia. ( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

Rabu, 29 Januari 2020 04:47

Presiden Resmikan Terowongan Nanjung

BANDUNG -- alasannews | Presiden Joko Widodo pada Rabu pagi, 29 Januari 2020, meresmikan prpyek Terowongan Nanjung. Kepala Negara bersama dengan rombongan terbatas lepas landas menuju Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 dalam rangka kunjungan kerja. Dalam kunjungan kerja kali ini, Kepala Negara selain untuk meresmikan terowongan Nanjung yang berlokasi di Kabupaten Bandung. Terowongan tersebut sebelumnya ditinjau Presiden dalam kunjungannya tanggal 10 Maret 2019 lalu. Penyelesaian pembangunan terowongan ini merupakan salah satu upaya besar pemerintah untuk membenahi Sungai Citarum. Proyek pembangunan tersebut diambil alih oleh pemerintah pusat pada 2018 sebagai bagian dari pembenahan besar-besaran Sungai Citarum dari hulu ke hilir dalam program Citarum Harum. Selanjutnya, Kepala Negara diagendakan untuk menghadiri acara pencanangan Gerakan Maju Bersama Menuju Eliminasi Tuberkulosis (TBC) 2030 yang bertempat di Kota Cimahi. Penyerahan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi agenda terakhir Presiden dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Barat sebelum kembali menuju Jakarta. Untuk diketahui, penyerahan bantuan ini merupakan penyerahan PKH tahap pertama di tahun 2020. Mendampingi Presiden dalam keberangkatan tersebut di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, serta dua Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar dan Angkie Yudistia. Selain itu, turut pula Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto, Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin. (BPMI Setpres)

SURABAYA -- alasannews | Pemerintah berupaya keras untuk memberikan perlindungan dan mencukupi kebutuhan bagi warga negara Indonesia (WNI) yang saat ini masih berada di Wuhan, Tiongkok.

Presiden Joko Widodo yang juga memantau perkembangan wabah korona baik di Indonesia maupun di Tiongkok sendiri mengatakan bahwa pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berada di Beijing terus menjalin kontak dengan WNI di sana “Sementara masih berada di sana. KBRI sudah bicara detail dan mengikuti,” ujarnya di PT PAL Indonesia, Surabaya, pada Senin, 27 Januari 2020.

Kepala Negara menjelaskan, pemerintah melalui KBRI berupaya keras untuk memenuhi kebutuhan logistik para WNI tersebut dan memastikan agar pengiriman bantuan tersebut dapat berjalan dengan baik.

Terkait wabah virus korona tersebut, Presiden kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Meski demikian, masyarakat diminta untuk tidak panik dan cemas secara berlebihan.

“Pengawasan di semua bandara kita terutama yang berhubungan dengan flight dari dan ke Tiongkok sudah kita lakukan. Yang paling penting hati-hati dan waspada terhadap gejala yang ada,” tuturnya.

(BPMI Setpres

JAKARTA -- alasannews | Tingkat pemahaman dan keyakinan (literasi) masyarakat Indonesia terhadap lembaga keuangan di Indonesia pada tahun 2019 mengalami peningkatan.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2019 yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut bahwa indeks literasi keuangan pada 2019 mencapai 38,03 persen.

Angka tersebut meningkat dibanding survei yang sama pada 2016 yang hanya berada pada angka 29,7 persen. Meski demikian, Presiden mengatakan bahwa meskipun meningkat, angka tersebut masih tergolong rendah.

Demikian halnya dengan tingkat akses (inklusi) masyarakat terhadap berbagai layanan keuangan yang menunjukkan tren yang sama namun tetap masih di bawah negara-negara tetangga.

“Indeks inklusi keuangan juga meningkat dari 67,8 persen di 2016 menjadi 76,19 persen di 2019. Saya ingin bandingkan inklusi keuangan di negara lain di ASEAN saja. Di Singapura, telah mencapai 98 persen, kita tadi masih di angka 76 persen. Malaysia 85 persen, Thailand 82 persen. Artinya kita masih di bawah mereka sedikit,” ujarnya saat memimpin rapat terbatas mengenai Strategi Nasional Keuangan Inklusif pada Selasa, 28 Januari 2020, di Kantor Presiden, Jakarta.

Oleh karena itu, Kepala Negara mendorong lembaga keuangan, utamanya perbankan, untuk mengadakan sejumlah program peningkatan inklusi keuangan dan mengembangkan lebih jauh produk dan kualitas layanan mereka di Indonesia.

“Prioritaskan perluasan dan kemudahan akses layanan keuangan formal di seluruh lapisan masyarakat. Selain itu saya minta lembaga keuangan mikro, bank wakaf mikro, terus diperluas agar mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang tidak terjangkau oleh layanan perbankan,” kata Presiden.

Selain itu, melihat tingkat penetrasi layanan internet yang relatif tinggi di Indonesia, Presiden meminta agar layanan keuangan juga difokuskan pada layanan digital berbasis internet. Menurutnya, layanan teknologi finansial (tekfin) yang disediakan perbankan dapat menjadi alternatif pembiayaan yang cepat dan mudah.

“Ini harus terus dikembangkan karena kita ingat negara kita merupakan negara kepulauan sehingga kita perlukan layanan keuangan digital yang berbasis internet,” tuturnya.

Lebih jauh, Presiden Joko Widodo juga melihat potensi pengembangan industri keuangan nonbank yang dapat dikembangkan lebih pesat di masa mendatang. Maka itu, Presiden menginstruksikan dilakukannya pendalaman terhadap sektor tersebut seperti asuransi, pasar modal, pegadaian, dana pensiun, dan lain sebagainya sehingga ketahanan perekonomian nasional dapat tertolong oleh pendanaan dari investor-investor domestik.

Tak kalah penting, perlindungan bagi nasabah atau konsumen yang menimbulkan rasa aman dan nyaman dalam menggunakan layanan keuangan patut dijaga dan terus ditingkatkan. “Kepercayaan masyarakat merupakan hal yang penting dan mutlak bagi keberlangsungan industri jasa keuangan,” tandasnya.

(BPMI Setpres

Halaman 6 dari 177
Umroh

Kontak Polisi

RESOR PALU