Senin, Januari 20, 2020
Pemred

Pemred

Selasa, 10 Desember 2019 01:04

Fairus Senang Kasus 'Ikan Asin' Jalan Terus

Jakarta - Artis Fairuz bersyukur proses hukum dari kasus 'ikan asin' yang menyeret namanya kini terus berjalan. 

Ia mengungkapkan tak akan mundur sampai menemukan keadilan.

Hal itu diungkapkan Fairuz saat berbincang di channel YouTube Ussy dan Andhika.

Ia mengaku sebelum kasus ini bergulir hingga ke pengadilan, dirinya pernah ditawari banyak hal untuk tak memperpanjang kasus ini.

"Mulai dari ngajakin damai dari orang-orang yang berbeda-beda. Dari orang-orangnya kakak, sampai teman kita sendiri itu udah mulai macam-maccam cara damainya," ungkap Fairuz.

"(Mereka) mengiming-imingi sesuatu. Wah luar biasa deh," tutur Fairuz lagi. Namun Fairuz teguh tak tergiur. Ia merasa harga dirinya sudah diinjak atas peristiwa tersebut. Fairuz ingin hal ini dapat membawa efek jera bagi siapapun.

"Intinya aku tuh ngerasa ini kan soal harga diri perempuan. Dan ini kayak sebuah pelajaran, kayak nggak ada perempuan lain yang diinjek-injek, cukup aja sampai di sini bahwa ada hukum jadi kalau elo mau ngatain orang, nggak asal-asalan," tutur Fairuz.detik.com

Alasannews.com, Jakarta | Ketua DPR Puan Maharani angkat bicara soal koruptor.

Menurutnya, Jumlah koruptor yang ditangkap bukan tolak ukur keberhasilan gerakan anti korupsi. Sebab, selain penindakan, perlu ada juga upaya pencegahan terhadap perilaku korupsi. 

Begitu tekan Ketua DPR RI Puan Mahrani dalam memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia 2019 kepada wartawan, Senin (9/12).

Diuraikan Puan bahwa keberhasilan gerakan anti korupsi diukur berdasarkan nihilnya orang yang menjalankan tindak pidana korupsi.

“Karena itu, perlu sebuah sistem yang mampu mencegah upaya-upaya tindak pidana korupsi,” ujar ketua DPP PDIP itu.

Salah satu upaya pencegahan perilaku korupsi yang dapat diterapkan, kata Puan, adalah dengan menghilangkan metode tatap muka atau membuat pengurusan birokrasi serba digital. 

Misalnya penerapan e-tilang, e-samsat, e-procurement, e-budgeting, dan e-planning. Puan menilai, kebijakan  memangkas regulasi atau debirokrasi seperti di atas dapat meningkatkan efisiensi pelayanan publik menjadi  sederhana, cepat, dan transparan, sehingga tidak ada relevansi untuk menyuap.

Sambungnya, di sisi lainnya penerapan kebijakan tersebut hanya dapat elakukan pencegahan korupsi di tingkat hilir.

Sementara belum menjangkau pencegahan perilaku korupsi yang berada di hulu, yakni berupa korupsi kebijakan. Atas dasar itu pula, Puan meminta agar Peraturan Presiden 54/2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi di mana KPK menjadi koordinator diperkuat dengan upaya pencegahan di sektor hulu.

“Selain itu, Strategi Nasional Pencegahan Korupsi perlu dikampanyekan secara masif agar masyarakat ikut terlibat dalam upaya-upaya pencegahan korupsi," katanya. "Menanamkan perilaku dan sikap anti korupsi perlu dilakukan sejak dini,” demikian Puan.     

 

  Puan

Alasanews.com, JAKARTA | Iis Dahlia membenarkan suaminya, Satrio Dewandono yang menerbangkan pesawat Garuda yang berisi Harley Davidson (HD) selundupan. Hal tersebut dibenarkan Iis lewat Instagram miliknya. "Banyak media yang bertanya pada saya perihal apakah betul suami saya yang membawa pesawat yang dari Toulouse ke Jakarta," bukanya dalam Instagram Storis miliknya. "Jawabannya iya, dia adalah salah satu crew yang aktif namun jika ada yang ingin ditanyakan lebih dari itu silahkan hubungi pihak berwenang dal hal ini Garuda Indonesia karena bukan kapasitas saya sebagai istri dari suami saya untuk menjawab," sambungnya lagi. Iis Dahlia Akui Suaminya Pilot Garuda yang Bawa Harley Ari Askhara

Senin, 09 Desember 2019 03:54

Gaukan Moh Saleh Lakukan Kirab Budaya

Gaukan Moh Saleh Bantilan Lakukan Kirab Budaya ke PGB dalam rangka memperingati Milad ke II, Matanggauk yang jatuh 11 Desember ini.

Kirab yang mengambil garis star dari Kediaman Balre Tau Dako Lipu, diikuti pelaku di lembaga adat matanggauk (LAM) dan dikawal pasukan sumpit dari Dondo.

Mengenakan pakaian kerajaan berwara kuning, Moh Saleh tampak bersemangat menempuh jarak lebih kurang 2 kilometer itu, Senin (9/12).

Sebelum sampai ke PGB tempat pelaksanaan Milad, rombongan raja singga di Balre Adat di Nalu (ujung lipu naalru).

Kirab budaya ini kali pertama, dan akan diagendakn setiap tahun sehingga selain untuk bisa melestarikan budaya juga bisa menjadi daya tarik untuk wisata budaya.

Berlangsung sederhana, namun kirab ini merupakan cikal bakal pelestarian budaya di Tolitoli yang sudah ada sejak lamam bahkan berabad lamanya.

Syahrudin Fatta seoarang sastrawan yang tengah menggali kebudayaan di Tolitoli seperti penulisan kamus bahasa daerah berkata, budaya harus dihidupkan agar terus diingat dan diketahui masyakat luas lainnya.

Apa diperlihatkan Moh Saleh hari ini, merupaakan manifestasi keberadaan.suku dan budaya orang Tolitoli, tau ttolru.

Puan



Tantangan Koperasi yang kini ditangani Menteri Teten bukan saja tergerus akibat soal internal perkoperasian. Persoalannya semakin hebat ketika kebijakan negara melalui kementrian Desa mendorong secara massif organ baru di desa bernama Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

'Mahluk Desa' sokongan Kementrian Desa itu seolah menjadi tema model perekonomian baru pada tingkat desa. Seolah menangkap pesan sekaratnya Koperasi di tingkat Desa, Bumdes mendapatkan posisi strategis di desa.

Dukungan modal dan seabrek kebijakan yang diberikan kepada Lembaga usaha pemerintah desa itu. Demikian pula dukungan infrastruktur dari desa membuatnya menggeliat ditengah semakin hancurnya citra Koperasi sebagai kekuatan perekonomian kelas masyarakat kecil.

Bukan hanya modal dan dukungan kebijakan. Bahkan Bumdes memiliki penguatan kebijakan yang menyertai kebijakan pengalokasian Dana Desa sebagaimana ketentuan UU Desa. Termasuk kebijakan khusus yang mengharuskan adanya pengalokasian dana untuk modal Bumdes dan dikawal oleh pendamping secara berjenjang dari Pusat hingga ke Desa.

Tentu tak sepadan dan tak adil membandingkan Koperasi dengan Bumdes. Sebab Koperasi lahir dari keswadayaan masyarakat yang mau bekerja sama. Sementara Bumdes rohnya adalah lembaga bisnis yang dimodali dan dikendalikan oleh desa sebagai pemegang otoritas pemerintahan paling bawah.

Mungkin bisa di jelaskan secara teoritis bahwa Bumdes dan Koperasi adalah entitas yang berbeda. Namun di mata awam, Bumdes hadir dan menggeser Koperasi sebagai model dan sokoguru perekonomian Indonesia dari pikiran masyarakat.

Sebuah rintangan yang seolah benang kusut tak gampang diurai. Pekerjaan maha berat untuk mengembalikan koperasi sebagai doktrin perekonomian yang memiliki landasan konstitusional dan landasan sosiologis yang kuat di negeri ini.

Faktor trush, kepercayaan rakyat yang telah lama hilang dari ruh dan semangat kerakyatan menjadi biang keroknya.

Jelas pertanyaannya adalah sejauh mana kekuatan strategis kementrian Koperasi dibawah komando sang Menteri Teten mampu mengembalikan kepercayaan itu dan menghadirkannya kembali dalam habitat aslinya.

Nilai esensi Koperasi yang semakin terpojok oleh kebijakan negara dalam konteks investasi dan pengerahan modal melalui kebijakan Bumdes, KUR dan lain sebagainya. Kebijakan semacam itu seolah jalur altetnati atau baypass kebijakan untuk menyentuh rakyat kecil.

Akibatnya, peran koperasi sebagai krlembagaan dan konsep menjadi stagnan dan mundur perlahan dari jagad perekonomian bangsa.

Tentu kita tak menginginkan Koperasi nampak hanya seremonial belaka. Kita tak ingin Kementrian Koperasi maupun kegiatan riilnya sekedar memenuhi tuntutan konstitusional saja.

Menjadi penting menghadirkan kembali kesadaran kita semua pada identitas perekonomian yang bersifat gotong royong. Perekonomian yang lahir dari kerelaan bekerja sama dan saling menopang sesama anak bangsa.

Sangat perlu menghadirkan Koperasi dalam wajah yang lebih modern. Bergeser dari wajah tradisional yang beku. Menjadi lembaga perekonomian dengan penerapan teknologi informasi.

Sebuah keyakinan mendasar bahwa tabiat masyarakat bangsa ini adalah bekerja sama, berkelompok dan saling menolong. Hal itu adalah modal utama tetap bertahannya konsep Koperasi di alam kesadaran masyarakat Indonesia untuk mewujudkan kemandirian ekonomi.

Pemikiran ini yang kita kenal dengan istilah ekonomi yang berdikari...... (Selesai)

Bogor, 09 Desember 2019.

Alasannews.com, Manila - Timnas Indonesia U-22 bisa jadi penyumbang emas terakhir di SEA Games 2019.

Kontingen Indonesia yang sudah selesai bertanding diharapkan ikut mendukung Evan Dimas dkk. Indonesia melaju ke final SEA Games 2019 cabang olahraga sepakbola.

Kepastian itu didapat setelah mengalahkan Myanmar 4-2 sampai perpanjangan waktu di babak semifinal di Rizal Memorial Stadium, Sabtu (7/12/2019) sore.

Sepakbola adalah cabor yang ditargetkan oleh PSSI untuk bisa menyumbang emas. Terlebih, terakhir kali sepakbola Indonesia menyumbang emas pada SEA Games 1991 di Manila.

"Luar biasa karena ini pertandingan yang paling ditunggu-tunggu. Indonesia masuk final," kata Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari, selepas laga.

"Insya Allah kalau diridai Allah dan didoakan seluruh masyarakat Indonesia, kita juara di SEA Games ini," sambungnya. Okto sebetulnya sempat berada di New Clark pada siang harinya.

Lama perjalanan New Clark ke Manila sekitar tiga jam. Dia pun mendapat tumpangan helikopter untuk ke Manila karena kondisi jalan darat sangat macet.

Di udara dia sempat melihat dari telepon seluler jika Indonesia unggul 2-0. Okto mengaku sangat lega ketika itu. Namun, saat mendarat dia mengaku kakinya sangat lemas karena tahu Indonesia kebobolan dua gol sangat cepat.

Namun Garuda Muda akhirnya jadi yang tersenyum terakhir. Di laga final, Indonesia bertemu Vietnam di Rizal Memorial Stadium, Selasa (10/12) malam, atau satu hari sebelum closing ceremony SEA Games. Indonesia sempat kalah 1-2 di fase grup.

Okto berharap tim arahan Indra Sjafri itu dapat dukungan maksimal dari kontingen Indonesia. Dia siap beri instruksi ke seluruh kontingen Indonesia untuk merapat mendukung.

"Saya akan coba usahakan. Saya bakal sampaikan sebisa mungkin atlet yang sudah bertanding merapat ke sini untuk bantu dukung mereka di final," ujar Okto.

Puan

Alasannews.com--Pantai wainitu yang dulu terkesan kumuh kini menjelma menjadi pantai yang indah dan digunakan sabagai kawasan wisata dan destinasi digital baru di kota Ambon.

Setelah diresmikan oleh menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati dan menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Rabu (9/1/2018).

Awalnya pantai wainitu sepanjang 1.451 meter tersebut dimaksudkan untuk menjaga garis pantai dari abrasi dan erosi, sekaligus untuk mendukung pengembangan Ambon water front city di zona 9. Menurut Basuki, pengembangan pengamanan pantai wainitu sepanjang 1.451 meter. Dilakukan oleh Balai wilayah sungau (BWS) Maluku, Ditjen sumber daya air secara bertahap dari tahun 2013-2015.

Kemudian , pembangunan pengembangan pantai dilanjutkan dengan penataan kawasan wainitu dilakukan oleh Ditjen cipta karya pada tahun 2018 dengan anggaran Rp 11,3 miliar. Hasilnya, di sepanjang pantai dibangun Landmark jalur pejalan kaki sepanjang 350 meter, lapangan futsal dan volley, jembatan, tempat bermain anak dan kawasan taman. Selain itu dilengkapi oleh lampu penerangan, tempat sampah dan gazebo.

Hal hasil perubahan wajah pantai wainitu saat ini sangat menarik. Warga kota Ambon memanfaatkan untuk menikmati suasana pantai hingga matahari terbenam. Selain itu banyak anak-anak yang memanfaatkan fasilitas bermain yang ada di lokasi tersebut. Taman bermain anak yang ada dilokasi tersebut berupa perosotan, ayunan dan jungkat-jungkit.

Selain itu difasilitasi tempat duduk yang mengarah langsung ke pantai. Oleh karena itu, tidak salah jika pantai wainitu menjadi objek wisata baru atau icon kota Ambon. Lokasi ini layak juga dimanfaatkan sebagai daerah tujuan wisata digital di kota Ambon. Sebab, bisa secara langsung menikmati view teluk Ambon yang menawan.

Bahkan, sejumlah youtuber kota Ambon sudah banyak yang mempromisikan pantai wainitu setara dengan pantai losari di makassar. Begitu juga sejumlah remaja dan warga kota Ambon sudah mengupload foto-foto mereka saat menikmati suasana malam maupun siang hari di pantai wainitu.

 

Nadia Rahmawati

Alasannews.com, JAKARTA | Ibu Negara Iriana Jokowi dan Ibu Wakil Presiden Wuri Ma'ruf Amin mengikuti kegiatan Jalan Sehat Keluarga dalam rangka Hari Ibu ke 91 Tahun 2019. Acara ini mengangkat tema Perempuan Berdaya Indonesia Maju. Pantauan alasannews.com, kegiatan dimulai sekitar pukul 06.00 WIB di Plaza Timur GBK, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu (8/12). Diawali dengan melakukan senam tarian Sajojo, acara semakin serus karena sejumlah ibu menteripun ikut dalam kegiatan terkait hari ibu yang jatuh 22 Desember nanti. "Ibu negara dan Ibu Wuri serta peserta yang kami hormati bertepatan dengan penyelengggaran peringatan hari ibu ke 91 mengangkat tema perempuan berdaya indonesia maju," kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia I Gusti Ayu Bintang Darmawati di lokasi, tulis detikcom. Bintang berharap acara ini dapat memberikan kemajuan bagi perempuan, khususnya dalam meningkatkan sumber daya potensial pembangunan. "Melalui momentum hari ibu kita harapkan mendorong berbagai upaya untuk meningkatkan kemajuan perempuan indonesia sebagai sumber daya potensial pembangunan," kata Bintang. Puan

Sabtu, 07 Desember 2019 23:38

Ubedilah Badrun, HMI MPO dan Reformasi 1998

Oleh: Suparman
(Fungsionaris PB HMI MPO 2013-2015)
 
Awal saya datang di Jakarta pada bulan Juli Tahun 2013 jadi Fungsionaris PB HMI, lalu sering main-main ke Taman Ismail Marzuki, sekarang lagi komersialisasi pemerintah DKI Jakarta. Kebetulan saya datang di Jakarta pada saat momen isu Pilpres 2014. 
 
Saat itu saya masih polos berkenal dengan orang-orang di TIM sebagai kumpul-kumpul para aktivis dalam mendiskusikan soal republik tercinta ini. Dalam diskusi tersebut selalu ditanya latar belakang. 
 
"Darimana Bung," mereka bertanya.
 
"Saya dari HMI MPO," jawab saya.
 
"Adiknya Kang Ubed," mereka membalasnya
 
1 tahun selalu mereka bertanya begitu dan saya menjawab begitu serta mereka membalas begitu bila bertemu para aktivis apalagi aktivis '98: HMI MPO adalah Ubedilah Badrun.
 
Sehingga dalam hati saya berkata "Ubed adalah HMI MPO, HMI MPO adalah Ubed, siapa sebenarnya Kang Ubed, sampai begitu terkenalnya, apa beliau itu mantan Ketua PB HMI?,".
 
Lalu, saya cari latar belakang bang Ubed di internet, ternyata beliau bukan mantan Ketua PB HMI, tapi pendiri FKSMJ dan tokoh sentral pergerakan '98 melengserkan Presiden Soeharto, saat itu saya masih Sekolah Dasar kelas 4.
 
Dalam hati saya berkata "seandainya beliau jadi ketua PB HMI MPO saat itu, HMI MPO akan berbeda dengan yang sekarang ini: Tidak Ada Tokoh Sentral dalam Pergerakan Mahasiswa '98. 
 
"Apa HMI tidak mau dipimpin oleh orang pergerakan?," hati saya bertanya lagi.
 
Lalu, cari tahu kenapa Bang Ubed tidak jadi Ketua PB HMI, sampai saat ini. Saya dapat informasi Bang Ubed pernah calon Ketua PB HMI MPO, tapi tidak terpilih.
 
Semakin sangat kesalnya, saya berkata kepada teman-teman.
 
"Bodoh sekali senior-senior saat itu, gagalkan Bang Ubed jadi Ketua PB HMI MPO, padahal reformasi '98 momentum sejarah republik ini, dengan bang ubed, HMI MPO sebagai ikon utama gerakan mahasiswa".

 

Seorang ayah, punya anak tiga. Satu namanya Anis. Dua namanya Harben. Dan tiga namanya Amsol.

Ayah ini entah bagaimana hanya menyanyangi anaknya Anis dan Harben. Sedangkan Amsol, dihiraukan pun tidak. Begitupun, Amsol tidak pernah iri kepada saudara-saudaranya. Dan tidak benci kepada ayahnya.

Hingga suatu sore yang santai sehabis liburan, sang Ayah bertanya kepada 3 anaknya. Sebab sang Ayah mulai dilanda perasaan cemas, bila tiba-tiba umurnya tidak lama lagi.

Sedangkan anak-anaknya, sudah mulai dewasa. Terutama Anis dan Harben. Dimulailah pertanyaannya dari Anis. "Nis, kalau ayah mati, seperti apa perasaan dan perlakuanmu pada ayah?" tanya Ayah itu dengan penasaran.

"Saya akan mengantar Ayah sampai ke kuburan." "Kalau kamu, Ben?" "Saya hanya bisa tinggal di rumah saja, Ayah." "Kalau kamu, Sol?" "Ayah, percayalah saya akan setia dan bersama Ayah walaupun nyawa sudah tiada.

Saya kan antar Ayah hingga ke alam barzakh. Bahkan jika nanti malaikat Munkar dan Nakir menginterogasi Ayah, saya yang maju ke depan membela Ayah.

Jika kelak di akhirat Ayah hendak dilempar ke neraka, saya yang akan bertahan di depan menolong Ayah jikapun masih bisa. Tetapi jika karena pertolonganku Ayah masuk surga, saya tak ikut masuk surga, tidak apa-apa.

"Sang Ayah tertegun dan terisak-isak. Kenapa anaknya Amsol yang selama ini disepelekan dan tidak diperhatikannya, justru malah yang paling membelanya. Sementara Anis dan Harben, yang setiap hari dan pikirannya dihabiskan untuk mereka, justru hanya berkata, mengantarnya sampai di kuburan saja. Malahan Harben tidak mau mengantarnya ke kuburan. Hanya tinggal di rumah saja.

Tahukah pembaca siapa gerangan Anis dan Harben itu? Itulah Anak Istri. Harben, itulah Harta Benda. Semetara Amsol, itulah Amal Soleh. ~ SED

Alasannews.com, PALU | Kapolda Sululawesi Tengah (Sulteng) Inspektur Jenderal Pol Drs Lukman Wahyu Hariyanto, M.Si dimutasi ke Mabes Polri. Sebagai nahkoda baru di Polda Sulteng, Kapolri menugaskan Brigjen Pol Drs Syafeil Nursal SH MH yang sebelumnya menjabat Kasespimma Sespim Lemdiklat Polri. Sementara Irjen Pol Lukman akan menduduki jabatan sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Sabhara Baharkam di Mabes Polri. Penempatan Brigjen Pol. Drs. Syafril Nursal, SH, MM sebagaimana tertuang dalam Surat Telegram Kapolri nomor ST/3229/XII/KEP/2019 TGL 06 Desember 2019, yang ditanda tangani Asisten SDM Kapolri, Irjen Pol Drs. Eko Indra Heri, S.MM. Kabidhumas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto dalam keterangannya, Jumat (6/12/2019) membenarkan adanya mutasi tersebut. “Selain Kapolda, empat Pejabat Utama (PJU) dan dua Perwira Menengah (Pamen) Polda Sulteng juga dimutasi,” jelasnya. Keempat PJU Polda Sulteng tersebut yakni; Irwasda Kombes Pol Drs Aries Syarif Hidayat, MM bertukar posisi dengan Kombes Pol AL Afriandi, SH, S.IK, MM yang sebelumnya menjabat sebagai Irbidjemmenopsnal II Itwil III Itwasum Mabes Polri. Kapolda Bersama Empat PJU Polda Sulteng Bergeser Kedua; Dansat Brimobda Polda Sulteng Kombes Pol Susnandi dimutasi menjadi Dansat Brimobda Polda Bengkulu. Posisi Dansat Brimob yang ditinggalkan Kombes Susnandi akan digantikan oleh AKBP Sony Sanjaya, S.IK yang saat ini menjabat sebagai Wadansat Brimobda Polda Papua. Ketiga; Dirreskrimsus Polda Sulteng Kombes Pol Arief Agus Marwan, S.IK dimutasi menjadi Kasatresmob Bareskrim Polri dan digantikan AKBP Eko Sulistyo Basuki, S.IK, SH, MH yang saat ini menjabat sebagai Kanit II Satresmob Bareskrim Polri. Keempat; Dirbinmas Polda Sulteng Kombes Pol Mokhamad Ngajib, S.IK dimutasi menjadi Dirsamapta Polda Metro Jaya dan akan digantikan oleh AKBP Mahendi Surinda, SH, S.IK yang saat ini mnejabat sebagai Waka SPN Polda Jawa Tengah. Sementara dua Pamen yang dimutasi yakni Irbid Itwasda Polda Sulteng AKBP Dicky Aryanto medapat promosi jabatan baru sebagai Dirbinmas Polda Maluku Utara. Sedangkan PS. Kabag Binkar RO SDM Polda Sulteng, AKBP Bayu Indra Wiguno, SH, S.IK, M.IK diangkat sebagai Kapolres Morowali. Puan

Alasannews.com | This weekend you can see how Matànggaukan's cultural attractions are at PGB Tolitoli, Central Sulawesi. Matnggauk culture is one of the oldest Tolitoli tribes. maturgauk or magauk is a procession of appointment or coronation of the king or recognition of a wide audience of the existence of a king. The reason is that the oldest cultural attraction this time was held on the anniversary which coincided with the Tolitoli District Forestry Minister. cultural attractions included in the regional government program in the form of showing it to the public about the existence of the king's palace which is located in Nalu - kelurahan nalu. Where are you going on vacation, let's take some time to attend at PGB Tolitoli. Moreover, you who have not witnessed the Matanggauk procession. at PGB don't you just watch the oldest cultural festival in Tolitoli? There are many things that you can see there. The local government of Tolitlli presents exhibitions of the development of all OPDs. The festival is held to showcase Tolitolo's diverse cultures in a cultural arts parade. as the name suggests. Saturday afternoon to night is not only the typical Tolitoli tradition that is present. The culture of the various tribal regencies that live in harmony in this regency is also performed, such as the culture of Bugis, Gorontalo, Buol, Mandar to Bali and Java. a number of residents who were asked for their opinion said that the PGB festival should be patented every year in order to become a permanent tourism event at the end of the year. if this event is permanent, it will undoubtedly have added value both in economic aspects and aspects of promotion to the outside world will the diversity of cultures that live in Tolitoli. Because based on this media record, Tolitoli does not yet have a permanent tourism agenda that is well planned systematically. Puan

Alasannews.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, membersihkan Garuda Indonesia dari oknum yang didiga terlibat kasia Harley Davidson (HD).

Tindak lanjutnya, pagi tadi menteri menggelar pertemuan dengan Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Usai pertemuan tersebut, Erick secara resmi memberhentikan sementara seluruh jajaran direksi yang terlibat dalam kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton di pesawat Airbus A330-900 Neo.

Hal tersebut disampaikan oleh Komisaris Utama (Komut) Sahala Lumban Gaol berdasarkan keputusan rapat antara Erick dengan Dewan Komisaris Garuda pagi ini.

"Pada hari ini tanggal 7 Desember telah dilaksanakan pertemuan dengan Menteri BUMN dengan Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia. Dan menyepakati hal sebagai berikut, pertama akan memberhentikan sementara waktu semua anggota direksi yang terindikasi terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam kasus dugaan penyelundupan Harley dan Brompton dalam penerbangan seri flight GA 9721 tipe Airbus A330-900 Neo yang datang dari pabrik Airbus di Prancis pada tanggal 17 November 2019 di Soekarno Hatta, Cengkareng sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Sahala di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12).

Pemberhentian sementara itu akan berlaku hingga Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan dilaksanakan 45 hari terhitung dari Senin, 9 Desember 2019 mendatang. "Di perusahaan Tbk ada dua cara pemberhentian direksi, yaitu sementara oleh Dewan Komisaris, dan permanen dalam RUPSLB," terang Sahala.

Puan/detik

Sabtu, 07 Desember 2019 08:45

Mojang Priangan di Kanca Kecantikan Dunia

ANcom--Lagi, putri kecantikan Indonesia di panggung dunia. Kali ini, Jesica Fitria yang mendapat kesempatan sebagai.duta Indonesia ke ajang dunia tersebut. Tak mengecewakan, Jesica dinobatkan sebagai juara 3 dalam ajang ini. Mojang priangan ini dalam debut sempat jadi sorotan karena terpeleset.

 

Penyerobotan tanah bukanlah suatu hal yang baru dan terjadi di Indonesia.

Kata penyerobotan itu sendiri dapat diartikan dengan perbuatan mengambil hak atau harta dengan sewenang-wenang atau dengan tidak mengindahkan hukum dan aturan, seperti menempati tanah atau rumah orang lain, yang bukan merupakan haknya.

Tindakan penyerobotan tanah secara tidak sah merupakan perbuatan yang melawan hukum, yang dapat digolongkan sebagai suatu tindak pidana.

Seperti kita ketahui, tanah merupakan salah satu aset yang sangat berharga, mengingat harga tanah yang sangat stabil dan terus naik seiring dengan perkembangan zaman.

Penyerobotan tanah yang tidak sah dapat merugikan siapapun terlebih lagi apabila tanah tersebut dipergunakan untuk kepentingan usaha.

Terdapat bermacam-macam permasalahan penyerobotan tanah secara tidak sah yang sering terjadi, seperti pendudukan tanah secara fisik, penggarapan tanah, penjualan suatu hak atas tanah, dan lain-lain.

Dugaan Penyerobotan Tanah oleh bapak triono akan di lapokan kepihak berwajib. Di dalam Pasal 2 Undang-Undang Nomor 51 PRP Tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin Yang Berhak Atau Kuasanya (UU No 51 PRP 1960) menyatakan bahwa pemakaian tanah tanpa izin dari yang berhak maupun kuasanya yang sah adalah perbuatan yang dilarang, dan dapat diancam dengan hukuman pidana kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan, atau denda sebanyak-banyaknya Rp 5.000 (lima ribu Rupiah)  sebagaimana diatur dalam Pasal 6 UU No 51 PRP 1960.

Adapun tindakan yang dapat dipidana sesuai dengan Pasal 6 UU No 51 PRP 1960 adalah: (1) barang siapa yang memakai tanah tanpa izin yang berhak atau kuasanya yang sah, (2) barangsiapa yang menggangu pihak yang berhak atau kuasanya yang sah di dalam menggunakan suatu bidang tanah, (3) barangsiapa menyuruh, mengajak, membujuk atau menganjurkan dengan lisan maupun tulisan untuk memakai tanah tanpa izin dari yang berhak atau kuasanya yang sah, atau mengganggu yang berhak atau kuasanya dalam menggunakan suatu bidang tanah, dan (4) barang siapa memberi bantuan dengan cara apapun untuk memakai tanah tanpa izin dari yang berhak atau kuasanya yang sah, atau mengganggu pihak yang berhak atau kuasanya dalam menggunakan suatu bidang tanah.

Mengacu kepada Pasal 6 UU No 51 PRP 1960, peristiwa dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh bapak triono dengan mendirikan bangunan berupa ruko”

Namun, ternyata areal tersebut adalah merupakan milik dari ahli waris haji nasikin. Dugaan tindak pidana dengan mengambil paksa melakukan pengurukan pada saat itu tanah tersebut sedang di tanam padi haji nasikin menjelaskan kepada awak media terlihat geram.

Dugaan penyerobotan tanah oleh pak triono, sangat merugikan keluarga ahli waris haji nasikin, itukan warisan dari almarhum orang tua saya ujar nya.

Pak triono bahkan membangun beberapa ruko” tanpa izin (IMB) Bahkan beliau tidak mempunyai surat” dan legalitas kepemilikan tanah yang sah, seperti: LETER C atau SERTIFIKAT hak milik. (mengacu dari hasil rembuk desa).

Menurut penuturan Ahli Waris haji nasikin 30 tahun yang silam almarhum bapak saya membuka lahan kosong penuh semak belukar, pohon” besar saat itu dan menanami padi.

Pasal-pasal lain yang juga sering dipergunakan dalam tindak pidana penyerobotan tanah adalah Pasal 385 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman pidana paling lama empat tahun, dimana barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, menjual, menukarkan atau membebani dengan credietverband suatu hak tanah yang belum bersertifikat, padahal ia tahu bahwa orang lain yang mempunyai hak atau turut. mempunyai hak atasnya.

Berikut ini kronologis dan pernyataan dari keluarga korban :

Pada hari ini rabu, 4_12_2019 saya yang bertanda tangan di bawah ini 

Nama     .    :Bony Prasetiawan 

TTL.             :11_09_1977 

Alamat         :babakan Rt/Rw :02/02 Kramat, Tegal

Pekerjaan    :wiraswasta

NIK.              :3328151109770012

Dengan ini membuat kronologis singkat tentang Sebidang Tanah yang terletak di Desa Pandanarum Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan yang sekarang sudah dibangun ruko ruko. dahulu sekali sebelum Indonesia merdeka di Desa Pandanarum Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan ada Sebidang Tanah kosong yang luasnya sekitar 1900 m2 yang waktu itu masih banyak tumbuhan semak belukar yg sgt lebat. tanah tersebut dibersihkan dan dikelola oleh BP.Akhmad numi beliau adalah org tua kandung dari Bpk.Sulkhan. setelah BP.Akhmad Numi meninggal dunia tamah sawah tsb diteruskan dikelola oleh BP.Sulkhan(Bapak kandung BP.Nasikhin)lebih dari 30 th lamanya. waktu itu saya masih ingatdengan jelas kalau saya dan adik 2 saya disuruh oleh BP.Sulkhan utk mengantarkan makan siang dan minuman untuk para pekerja di sawah yang menanam padi selama berpuluh2 tahun dan seluruh keluarga saya sdh yakin bahwa tanah sawah tsb sdh mjd milik bapak kami.karena bapak saya sering ngomong bahwa tanah sawah tersebut sdh mjd miliknya.  Namun pada sekitar th 2010 kami sekeluarga sangat terkejut krna sawah yg ditanami oleh bapak saya belum sampai panen diurug secara paksa dan dikuasai oleh kades pandan arum (BP zubaedi ridwan)tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu dengan bapak kami. kami sekeluarga sangat kecewa krn dirugikan dan akhirnya kami minta bantuan kepada Bp. rahwedi(P.Edi)yang beralamat di Binagriya Pekalongan yang menurut nya dia sanggup menyeleaaikan permasalahan tersebut melalui meditasi di Balai Desa Pandan Arum.Tapi ternyata gagal,karena alasan dari desa kami tidak punya bukti kepemilikan tanah sawah tersebut. Menurut alasan dari desa Pandanarum bahwa ini sdh menjadi Keputusan Rembug desa.  Tapi kami sama sekali tidak bisa menerima keputusan tersebut hingga sampai sekarang seluruh ahli waris Bp.Sulkhan tidak terima dan akan meminta penegakan hukum yang seadil2nya. demikian kronologis singkat ini dibuat,apabila kronologis ini dibuat tidak sesuai dengan kenyataan yang ada atau bersifat merekayasa saya siap dituntut di depan pengadilan.  Setelah melihat dan membaca kronologis yang ditulis oleh keluarga korban, bahwa tindakan yang dilakukan oleh oknum kades Pandan Arum yang berinisial ZR ini. Sangat perlu untuk luruskan dan dibawa keranah hukum, karena tindakan tersebut sudah jelas sangat merugikan orang lain. Dalam hal ini apalagi terduga sebagai aparatur pemerintahan desa yang seharusnya melindungi dan mengayomi warga masyarakat nya. Dari kejadian tersebut sangat menunjukan tindakan kesewenag-wenangan sebagai kades. Penegakan supremasi hukum perlu ditegaskan dan dilakukan untuk mengetahui dan membuktikan keabsahaan kepemilikan tanah tersebut. Apalagi mendirikan bangunan/ruko diatas tanah yang belom jelas hak nya dan tidak mengantongi izin IMB, sangat memalukan dan memberikan contoh yang tidak baik buat warga masyarakat nya.

Sabtu, 07 Desember 2019 03:25

Suhu di Internal PAN Sedang Memanas

ANcom, Jakarta | Suhu politik di internal Partai Amanat Nasional sedang memanas.

Kader PAN Djainuddin Damopolii menuding adanya arahan tersruktur dari DPP ke pengurus wilayah untuk mendukung kembali Zulkifli Hasan maju menjadi caketum.

Menyikapi tudingan ini, Sekjen PAN Eddy Soeparno meminta dugaan intervensi tersebut dilaporkan agar ditindaklanjuti pengurus pusat PAN.

"Kalau ada, silakan, laporkan siapa yang menekan, di mana, kapan, dan tekanannya seperti apa. Laporkan, nanti kita akan tindak lanjuti," kata Eddy saat dihubungi, Sabtu (7/12).

Eddy mengatakan sebagai sekjen partai, dirinya ingin memastikan tak ada pemaksaan terhadap kader dalam pemilihan ketua umum PAN.

Menurutnya, intimidasi adalah tindakan mengekang demokrasi di tubuh partai berlambang matahari terbit tersebut. "Saya sebagai sekjen partai yang menegakkan disiplin mekanisme di dalam partai, memastikan tak ada. Kalau ada tekanan-tekanan terhadap pengurus daerah/wilayah untuk memaksakan pilihan terhadap salah satu kandidat, justru saya perlu ditindak karena mengekang demokrasi di tubuh PAN," tuturnya.

Dia mengatakan politikus senior PAN, Amien Rais, mengajarkan kader untuk berpolitik secara etis. Eddy menambahkan, dirinya ingin pemilihan PAN berjalan tanpa ada tekanan da paksaan.

"Karena bagaimana pun juga, meskipun kita persiapan rakernas dan kongres, tetapi tetap Pak Amien Rais mengajarkan kita untuk berpolitik dengan etika dan santun. Dan kita akan laksanakan politik dengan etika.

Sebelumnya, Djainuddin Damopolii menilai ada kejanggalan jelang kongres pemilihan ketum. Eks Ketua DPD Kotamobagu, Sulut, ini menyebut ada pertemuan Zulhas dengan pengurus wilayah. Di situ menurutnya terjadi konsolidasi untuk merencanakan majunya kembali Zulhas.

Versi Djainuddin, dia diberhentikan dari posisi Ketua DPD Kotamobagu secara sepihak periode September lalu. "Zulhas pernah undang seluruh DPW di Widya Chandra, mungkin di situ disampaikan niat beliau," kata Djainuddin kepada wartawan di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Jumat (6/12). 

Puan/detik

Alasannews.com | Akhir pekan ini kamu bisa menyaksikan bagaimana atraksi budaya Matànggaukan di PGB Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Budaya Matnggauk merupakan salah satu budaya tertua suku Tolitoli. Matanggauk atau magauk merupakan prosesi pengangkatan atau penobatan raja atau pengakuan khalayak luas akan sang adanya raja.

Pantauan alasannews.com, atraksi budaya tertua kali ini dilaksanakan atas hari ulang tahun yang bertepatan dengan hutda kabupaten Tolitoli.

Atraksi budaya yang diikutkan dalam acara pemda berupa memamerkannya kepada khalayak akan keberadaan istana raja yang memang berkedudukan di Nalu--kelurahan nalu. Mau kemana kamu liburan, ayo luangkan waktu mwnghadirinya di PGB Tolitoli.

Apalagi, kamu yang belum menyaksikan prosesi Matanggauk itu. Di PGB kamu juga tidak hanya menyaksikan Festival budaya tertua di Tolitoli itu? Ada banyak.yang kamu bisa liat di sana.

Pemda tolitlli menghadirikan pameran pembangujan dari semua OPD. Festival ini digelar untuk menampilkan beragam budaya Tolitolo dalam sebuah parade seni budaya. Sesuai namanya themanya.

Sabtu siang hingga malam tak hanya tradisi khas Tolitoli saja yang hadir. Budaya kabupaten berbagai suku yang hidup harmonis di kabupaten ini pun di pentaskan, seperti budaya bugis, gorontalo, buol, mandar hingga Bali dan Jawa.

Sejumlah warga yang dimintai pendapatnya mengatakan, semestinya festifal PGB di patenkan seriap tahun agar bisa menjadi event pariwisata yang permanen setiap akhir tahun. Bila event ini permanen, niscaya akan memiliki nilai tambah baik aspek ekonomi maupun aspek promosi ke dunia luar akan keberagaman budaya yang hidup di tolitoli.

Karena berdasarkan catatan media ini, Tolitoli belum memiliki agenda wisata yang permanen yang terencana sistematik dengan baik.

Puan

ANcom, TOLITOLI | Perayaan Hutda Tolitoli, dilaksanakan bersamaan dengan perayaan Milad Matanggauk dan di pusatkan di Taman Pantai Gaukan Bantilan Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Perayaan yang kebetulan bersamaan tanggal 11 Desember itu, semalam ditandai dengan gelar pameran yang dibuka Bupati Tolitoli, H Moh Saleh Bantilan.

Saat membuka pameran bupati yang juga Raja ke XVII Tolitoli dengan didampingi Sekda H Mukaddis Syamauddin berkenan meninjau satu persatu stan pameran diantaranya stand Lembaga Adat Matanggauk.

Pantauan alasannews.com, Jumat (6/12) malam, menyempatkan duduk dikursi kerajaan yang sengaja di pajang di stan Lembaga Adat Matamggauk.

Perayaan Hutda kali ini selain diisi pameran pembangunan yang diikuti semua OPD, juga lembaga adat matanggauk ambil.bagian. Stand matanggauk yang menampilkan khas adat Tolitoli itu, ditempatkan tidak berjauhan dari Lantung tempat penobatan raja ke XVII H Moh Saleh Bantilan.

 

Puan

Jumat, 06 Desember 2019 15:01

Mantan Napi Korupsi Bisa Daftar Pilkada

ANcom, Jakarta | Mantan terpidana korupsi tak dilarang maju berdasarkan Peraturan KPU (KPU) tentang Pencalonan dalam Pilkada 2020.

Merespons hal itu, KPK mengingatkan pentingnya rekam jejak setiap orang yang akan dipilih.

"Kalau ditanya bagaimana yang disebutkan politik cerdas berintegritas, itu adalah orang-orang yang memang track record-nya jelas, track record jelas saja nanti orang itu terjadi sesuatu, apalagi tidak jelas," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (6/12)

Saut menilai rekam jejak calon kepala daerah sebaiknya memang dicantumkan. Selain itu, dia juga menyoroti soal rekrutmen dan kaderisasi partai untuk pencegahan korupsi.

"Track record itu tentu sesuatu yang baik dong yang harus dicantumkan, tapi itu undang-undang, kami nggak masuk di situ. Tapi kalau ditanya isu pencegahan, itu yang disebut sistem integritas partai politik anda harus jelas, rekrutmen kayak gimana, kaderisasi gimana," ujarnya.

Dia mengatakan, KPK juga sudah memberikan rekomendasi kepada parpol untuk mewujudkan kaderisasi dan rekrutmen terkait pencegahan korupsi. Partai yang tidak menjalani rekomendasi itu, menurut Saut, sebaiknya tak dipilih. 

"Mana nih partai politik yang keren kode etiknya, mana parpol yang konsisten dengan pelaksanaan kode etik nya, mana nih partai politik yang kaderisasinya baik, itu nanti kita nilai," ucap Saut.

"Bagi yang mereka tidak melakukan rekomendasi kita walaupun itu bisa diperdebatkan, sebaiknya jangan dipilih, gitu aja. Kita harus tegas, mau bagus nggak ini di Indonesia, kalau mau bagus partai politik harus bagus," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, KPU akhirnya menerbitkan PKPU tentang Pencalonan dalam Pilkada 2020. Dalam PKPU itu, mantan terpidana korupsi tak dilarang maju di Pilkada 2020.

Dilihat detikcom, Jumat (6/12/2019), PKPU itu tercatat dengan Nomor 18 tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Dan/Atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota. PKPU itu ditetapkan pada 2 Desember 2019.

Dalam Pasal 4 soal persyaratan calon kepala daerah, tidak ada larangan bagi mantan terpidana korupsi. Isi Pasal 4 ayat H tersebut masih sama dengan aturan sebelumnya yakni PKPU Nomor 7 tahun 2017 yang hanya mengatur larangan bagi dua mantan terpidana.

Jumat, 06 Desember 2019 11:31

Mal Lokasari di Jakarta Barat Terbakar

ANcom, JAKARTA | Mal Lokasari di Mangga Besar, Jakarta Barat terbakar.

Tim Damkar alami kesulitas mengakse titik api di lantai atas gedung itu. Pantauan alasannews.com, Jumat (6/12) hingga pukul 18.20, kobaran api dengan asal hitam masih terlihat.

Sementara upaya pemadaman terus berlangsung, meski sempat mengalami kesulitas karena sempitnya jalan menuju titik kebaran.

Selaain akses ke sumber sulit, regu damkar juga kesulitan air karena jauhnya sumber air.

Salah seorang warga tampak mengangis, karena salah satu yang dilalap sijago merah adalah tempatnya berjualan. Puan

Halaman 6 dari 169

Kontak Polisi

RESOR PALU