×

Peringatan

JUser: :_load: Tidak dapat memuat pengguna denga ID: 675
Cetak halaman ini
Rabu, 17 Juli 2019 03:10

Tak Bergeming, Meski Pemda Tetapkan Kenaikan Harga Cengkeh, Sejumlah Pembeli Mengaku Banjir Pertanyaan

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Sejumlah pembeli cengkeh mengaku kebanjiran pertanyaan mengenai harga cengkeh pasca ditetapkannya kenaikan harga Rp. 100.000 per Kilogram.

Kenaikan harga itu awalnya inisiatif Bupati atas desakan pengunjuk rasa yang kemudian mendapat persetujuan rapat Forkopimda Tolitoli di ruang kerja Bipati Tolitoli, Selasa (16/7) kemarin.

Hasil interview dengan sejumlah pembeli cengkeh disejumlah kawasan yang ada di Tolitoli, menunjukkan adanya kebingungan dan tanda tanya bagi pembeli hasil bumi terkait penetapan harga cengkeh oleh Pemda Tolitoli.

Kebingungan itu menjadi lebih dalam karena warga silih berganti melalui tepon maupun datang langsung ke Toko menanyakan kebenaran informasi kenaikan harga cengkeh sesuai keputusan Bupati Tolitoli.

Bukan hanya informasi harga yang simpang siur, tapi juga terkait bagaimana mereka membayar harga yang terpaut Rp. 30 Ribu dari harga pasaran itu.

Salah seorang pedagang pembeli cengkeh di kawasan pertokoan pasar Bumi Harapan Tolitoli mengaku heran dan bingung dengan kehadiran banyak orang yang menanyakan harga sejak pagi hari. Sementara harga yang berlaku sesuai petunjuk bos pemodalnya masih sesuai harga pasar.

"Belum ada pemberitahuan dari bos ini. Harga masih segitu (Rp.74.000). Tidak tau kalau ada kenaikan. Saya juga bingung, banyak yang nanya, datang sini, telpon juga," ujar pedagang yang meminta identitasnya tidak diungkap.

Pengakuan pedagang yang enggan disebutkan identitasnya itu, mereka tetap membeli seperti instruksi bos besarnya. Pasalnya mereka hanya di modali dengan ketentuan harga tersebut.

"Uang pembelian dari bos, kami cuma pengumpul dan dapat selisih harga. Kami beli 74, jual lagi ke bos 77 setengah. Untungnya cuma berapa. Kan kita potong upah buruh angkat dan ayakan," akunya tanpa mau menjelaskan siapa bos besarnya itu.

Pantauan Alasannews.com terkait harga cengkeh hingga hari ke-3 pasca diputuskan Bupati Moh. Saleh Bantilan Senin lalu, harga tak bergeming beranjak naik seperti putusan Bupati atas tuntutan pengunjuk rasa petani cengkeh saat itu.

Para pedagang mengaku tetap membeli seperti biasa. Langganan mereka tetap mengantarkan cengkeh sesuai harga. Untuk yang kering, Rp. 74.000 per Kilogram dan Rp. 23.500 per kilogram untuk cengkeh mentah.

Langganan mereka tetap mengantarkan cengkeh ke Toko karena pengumpul di desa atau sering mereka sebut pengumpul boda-boda itu menggunakan modal yang mereka berikan terlebih dahulu.

Saat ditemui untuk dimintai informasi, kebanyakn para pedagang itu cenderung diam dan enggan melayani pembicaraan. Mereka nampak tegang seperti mangalami kekhawatiran.

Saat ditanya alasannya, mereka mengaku kebingungan dengan banyaknya pertanyaan harga cengkeh. Malam itu mereka lebih cepat tutup toko dibandingkan biasanya.

Kebingungan yang ditimbulkan itu memang beralasan. Petani mendesak Bupati patok harga cengkehnya sendiri sementara di sisi lain pedagang punya patokan harga sendiri.

Perbedaan cukup tajam antara kehendak petani dengan realitas pembelian pedagang pengumpul.

Hingga saat ini belum terlihat adanya jalur komunikasi menjembatani persoalan tersebut dari kedua belah pihak.......(Ma'ruf)

Baca 307 kali