Sabtu, Januari 25, 2020
Rabu, 11 Desember 2019 04:19

BP Jamsostek dan Bupati Tolitoli Teken Nota Kesepahaman Terkait Kepesertaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bagi Pegawai Non ASN

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)
Bupati Tolitoli, H. Moh. Saleh Bantilan bersama La Uno Ka. BPJamsostek Cabang Palu) dan Andi Ilham Akbar (Kepala Kantor BP Jamsostek Buol Tolitoli)
 
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Sulawesi Tengah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang kepesertaan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Pegawai Non Asn Kabupaten Tolitoli, dengan Bupati Tolitoli, Rabu, (11/12 2019). 
 
Penandatanganan tersebut dilakukan di Lapangan Gaukan Moh. Bantilan Kabupaten Tolitoli dalam rangkaian perayaan HUT Kabupaten Tolitoli Ke 59 Tahun.
 
La Uno selaku kepala kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palu mengatakan penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan salah satu bentuk perhatian Pemda Kabupaten Tolitoli dalam memberikan perlindungan Jaminan Sosial terhadap tenaga kerja khususnya para Non ASN di Kabupaten Tolitoli.
 
“ini merupakan salah satu perhatian dari pemerintah kabupaten Tolitoli dalam melindungi dan mensejahterakan tenaga kerja khusunya Pegawai non- asn di lingkup pemerintahan kab. Tolitoli”, ujar Kepala BPJS ketenagakerjaan Sulteng.
 
La Uno juga menambahkan, Pegawai Non-ASN di Kabupaten Tolitoli akan didaftarkan dan dilindungi dengan 2 program BPJAMSOSTEK yaitu Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
 
Adapun JKK, akan memberikan perlindungan kepada tenaga kerja dari berangkat bekerja dan hingga pulang bekerja ke rumah serta selama melakukan kegiatan yang ada hubungan dengan pekerjaannya.
 
Apabila terjadi kecelakan kerja pada pegawai Non-ASN, maka semua biaya pengobatan akan ditanggung oleh BPJAMSOSTEK hingga sembuh.
 
“Untuk kelas perawatannya sendiri semua kami rawat di kelas 1 untuk RS Umum Pemerintah” tandas La Uno.
 
Selain mendapatkan perawatan yang unlimited ada juga santunan kepada tenaga kerja atau ahli waris korban apabila terjadi cacat akibat kecelakaan kerja sebesar berapa % total kecacatannya sesuai diagnosa dokter dikalikan 56 upah yang di laporkan. 
 
Dan apabila terjadi cacat total tetap atau tidak dapat bekerja kembali akan mendapatkan santunan sebesar 56 dikalikan upahnya yang dilaporkan atau setara Rp. 121.026.024,- pada saat ini. 
 
Kemudian apabila tenaga kerja sampai meninggal karena kecelakaan kerja maka ahli waris berhak mendapatkan santunan sebesar Rp. 111.536.592,-. 
 
Selain santunan ada juga pemberian gaji/ upah sementara tenaga kerja tidak mampu bekerja.
 
Sementara itu, untuk Jaminan Kematian (JKM) diberikan kepada ahli apabila tenaga kerja meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja sebesar Rp. 24.000.000,-
 
Sementara itu, Moh. Saleh Bantilan, selaku bupati Tolitoli mengatakan dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman ini akan mendaftarakan pegawai Non-Asn yang ada di lingkup pemerintahan Kabupaten Tolitoli.
 
"Kami akan daftarkan pegawai Non ASN pada program BPJAMSOSTEK dengan dilindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan BPJAMSOSTEK pegawai", kata Bupati Tolitoli usai penandatanganan....... (****)
 
Baca 61 kali

Berikan komentar

TULIS PESAN

Formulir Pendaftaran

Click Disini

Sulteng Terkini

Kontak Polisi

RESOR PALU