Sabtu, Januari 25, 2020
Selasa, 26 November 2019 10:03

Kasus Aborsi Paksa, Polres Tolitoli: Janin Ditanam Dibelakang Rumah Sakit, Pelakunya Honorer RSU Mokopido

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Pelaku aborsi paksa berinisial JF yang sehari-hari honorer di RSU Mokopido Tolitoli akhirnya dibekuk Kepolisian Resort Tolitoli. Hal itu terungkap dalam konferensi pers Senin (25/11/2019) di Aula Jananuraga Polres Tolitoli.

Konferensi pers pengungkapan kasus yang sempat menuai kecaman warga Tolitoli itu  dipimpin oleh Waka Polres Tolitoli Kompol M Nur Asjik S.Sos didampigi Kasat Reskrim Polres Tolitoli Iptu Felix Alfons Saudale SH., sekitar pukul 10.00 WITA

Menurut Orang Kedua Polres Tolitoli itu, pelaku berinisial JF alias O (23) adalah pegawai honorer di Rumah Sakit Umum Mokopido Kabupaten Tolitoli. Sementara korbannya  adalah perempuan muda isia 20 Tahun  berinisial A.

Kepada para awak media, Perwira Satu Melati tersebut mengungkap kronologis kejadian tergolong nekat dan sadis itu. Diungkapkannya bahwa JF melakukan aksi bejatnya itu pada hari Sabtu (19/11) setelah sehari sebelumnya korban A menemuinya dan menyampaikan kalau dirinya hamil hasil hubungan gelapnya dengan JF.

JF lantas mengajak A, yang tak lain adalah kekasihnya itu bertemu disalah satu penginapan. Tujuannya untuk menggugurkan janin yang dikandung A. Modusnya dilakukan dengan cara meminumkan obat penggugur kandungan kepada A.

Aksinya tak hanya sampai memijumkan obat. JF juga menyuntikkan cairan pada bagian paha korban. Bahkan yang lebih parahnya lagi, pelaku memasukkan obat kedalam kemaluan korban untuk mengeluarkan janin secara paksa..

Karena usahanya belum berhasil, janin yang dikandung belum juga gugur, pelaku lantas membawa korban  dalam keadaan tak berdaya ke tukang urut. Melalui tangan dukun inisial W yang tinggal di Jalan Tadulako l Kelurahan Panasakan Tolitoli, JF melanjutkan aksinya.

Dukun W menyuruh pelaku  membeli bir hitam, obat penambah darah dan obat penahan darah untuk diminumkan kepada A. Hingga akhirnya A mengalami pendarahan sampai janin yang dikandungnya pun keluar alias keguguran.

Selanjutnya pelaku JF membungkus janin, darah beserta ari-ari kedalam kantong plastik berwarna hitam dan disimpan didalam bagasi motor dan selanjutnya pelaku mengubur janin tersebut di bagain belakang RSUD Mokopido Kabupaten Tolitoli.

Atas perbuatannya, pelaku JF ditahan di Polres Tolitoli dan dijerat dengan Pasal 77A Ayat (1) Undang-undang RI. No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 10 (sepuluh) tahun penjara........ (****)

Sumber: Tribrata news.

Baca 310 kali

Berikan komentar

TULIS PESAN

Formulir Pendaftaran

Click Disini

Sulteng Terkini

Kontak Polisi

RESOR PALU