hpn2020
×

Peringatan

JUser: :_load: Tidak dapat memuat pengguna denga ID: 675
Jumat, 19 Juli 2019 07:50

Mendekati Hari Adhiyaksa, Kuat Signal Kasipidsus Bakal Umumkan Tersangka Kasus Dana Perjalanan Dinas Transmigrasi Tolitoli

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)

Rustam Effendi, SH., Kasi Pidsus Kejari toliToli

Alasannews., Tolitoli-Sulteng | Peringatan Hari Kejaksaan 22 Juli kian dekat. Tinggal hitungan hari. Serangkaian acara sosial sepekan terakhir, namap menyibukkan para penegak hukum itu.Termasuk anjangsana ke panti asuhan.

Padatnya kesibukan Korps Adhiyaksa jelang ulang tahunnya, tak mengurangi tensi penyidikan kasus pidana yang ditanganinya.

Bahkan Signal bakal adanya penetapan tersangka kasus Tipikor selain pasar Salumbia yang saat ini Tiga tersangkanya sudah ditahan.

Kasus perjalanan di Dinas Transmigrasi, semakin kuat isyaratnya. Menyusul pemeriksaan maraton lebih dari 20 orang saksi, sejak awal bulan ini, diperoleh informasi dari sumber yang dapat dipercaya, bahwa kejaksaan telah memiliki kesimpulan awal.

Penetapan tersangka mengarah pada pejabat puncak di Dinas Transmigrasi Tolitoli beserta Dua orang di jajarannya.

Mengkonfirmasi hal tersebut, Kasi Pidsus Kejari Tolitoli, Rustam Effendi, SH., tidak menampiknya. Bahkan mengakui pihaknya sudah mendapat limpahan kasus tersebut dari pimpinannya.

Namun demikian, dirinya mengelak untuk menyebutkan berapa dan siapa saja yang bakal jadi tersangka.

"Sudah dilimpahkan pimpinan kepada saya di Seksi Pidsus, namun belum sempat dalami. Nanti kami pelajari dulu," ucapnya ketika ditemui di kantor kejaksaan sepulangnya mendampingi Kajari beranjangsana, Kamis (18/7/2019).

Kasus garapan Seksi Intelijen Kejari sebelum dilimpahkan ke Seksi Pidsus itu ditengarai berlangsung sejak tahun 2013 hingga 2019 ini. Jumlahnya fantastis, mencapai angka di atas Rp.500 Juta.

Ketika dikonfirmasi kebenaran informasi yang berdar, saat itu Kasi Intel, Hazairin, SH. menampik informasi itu.

"Tidak benar segitu," ujarnya tanpa mau menyebutkan angka temuannya.

Sejumlah informasi yang berhasil dihimpun media ini, perkara perjalanan dinas di OPD yang menangani Transmigrasi tersebut, modusnya berupa potongan yang mencapai 7% dalam setiap perjalanan pegawai dilingkup dinas tersebut.

Potongan dana tersebut disinyalir melibatkan bendahara dan  PPK.  Selanjutnya diserahkan kepada atasannya. Sehingga dalam kasus tersebut besar kemungkinan arah pasal pelanggarannya pada pasal tentang gratifikasi undang-undang Tipikor.

Mengenai hal ini Kasi Pidsus mengelak dengan halus untuk menjawabnya.

"Tunggulah perkembangannya, nanti juga dijelaskan dalam proses selanjutnya," elak Rustam Efendi menyudahi perbincangan saat itu......... (Ma'rufAsli)

Baca 428 kali

Berikan komentar

TULIS PESAN

Umroh

Sulteng Terkini

Kontak Polisi

RESOR PALU