Rabu, Januari 29, 2020
Senin, 15 Juli 2019 16:59

Bupati Tolitoli Patok Kenaikan Harga Seratus Ribu Per Kilogram, Massa Aksi Cengkeh Bubarkan Diri

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(2 pemilihan)

Gambar Aksi Tuntut Kenaikan Harga Cengkeh di ruang sidang DPRD Tolitoli,  Senin 15 Juli 2019 

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Massa dari HMI, PMII, FKPC dan APCI Tolitoli yang sejak pagi melakukan long march mengakhiri aksinya 'menduduki' DPRD Tolitoli,  Senin malam (15/7/2019) sekitar jam 20.00 Wita.

Massa memgakiri aksinya setelah mendapat isyarat penegasan kenaikan harga cengkeh sesuai tuntan mereka dari Bupati Tolitoli, Dr. (Hc). H. Moh. Saleh Bantilan, SH., MH., yang mereka temui langsung di Rumah Jabatan Bupati Tolitoli Senin sore.

Ketua HMI Cabang Tolitoli, Syamsudin, selaku pimpinan aksi kenaikan harga cengkeh ketika dikonfirmasi usai aksi membenarkan adanya isyarat Bupati Alek Bantilan yang setuju dan menekankan harga cengkeh di Tolitoli dinakkan hingga Rp. 100.000 per Kilogram.

"Kami membubarkan diri setelah mendapat kepastian dari Bupati untuk menetapkan harga cengkeh Rp . 100.000 per Kilogram dan dinyatakan akan didukung oleh Deawan tadi jam Delapan malam," ungkap Syamsudin via ponselnya.

Sikap Bupati itu adalah hal yang dinanti-nantikan elemen massa sejak siang hari namun tidak dapat dipenuhi pimpinan DPRD untuk menghadirkan Bupati di Gedung DPRD Tolitoli.

Aksi yang sempat diwarnai kericuhan setelaha peserta aksi merangsek kedalam ruang paripurna DPRD namun berhasil diatasi petugas keamanan Polres Tolitoli dan Satpol PP itu akhirnya mendapatkan apa yang mereka tuntut terkait harga cengkeh yang terus melorot dalam kurun waktu satu tahun belakangan ini.

Diklaim Syamsudin, pimpinan dan anggota DPRD Tolitoli yang hadir telah menyatakan kesiapan untuk mendukung keputusan Bupati Saleh Bantilan.

Belum diperoleh kejelasan menyangkut langkah kongkrit Pemda Tolitoli terkait keputusan Bupati yang akan menaikkan dan mematok harga cengkeh pada angka yqmg terpaut sekitar Rp.30.000 diatas harga pasaran saat ini.

Diketahui sejauh ini sikap pedagang pengumpul cengkeh terkait harga, cenderung mengikuti mekanisme pasar uang ada. 

Selentingan beredar terkait kemungkinan para pedagang untuk mengambil aksi pasif sementara waktu.

Namun dari sejumlah informasi yang diperoleh, Bupati barubakan mefinalkan keputusannya itu setelah dibicarakan dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkofimda) Tolitoli Selasa pagi nanti..... (Ma'ruf)  

Baca 413 kali

Berikan komentar

TULIS PESAN

Formulir Pendaftaran

Click Disini

Sulteng Terkini

Kontak Polisi

RESOR PALU