Rabu, Agustus 21, 2019
sulteng welcome
Sulteng
Sekda Buol Drs. Moahammad Suprizal Yusuf, MM.,  berpose bersama peserta Workshop, Kamis 8 Agustus 2019
 
Alasannews.com, Buol |  Sekretaris Daerah (Sekda) Buol, Drs. Moahammad Suprizal Yusuf, MM., menghadiri kegiatan Workshop Lingkungan Hidup Yang Responsif Gender di Hotel Sri Utama Kelurahan Kulango pada, Kamis (08/08/2019).
 
Workshop itu merupakan kegiatan Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Tengah. Melibatkan 40 orang pesrta yang terdiri dari OPD terkait, organisasi permpuan dan tokoh agama serta ibu Bhayangkari Kabupaten Buol.
 
Berdasarkan rilis Humas Diskominfo Kabupaten Buol yang diterima redaksi alasannews.com, hadir menyertai Sekretaris Daerah Buol, sejumlah pejabat dari provinsi yang mewakili Kadis DP3A Provinsi Sulteng.
 
Dalam arahannya, pada acara pro gender itu, Sekda Buol, Drs. Moahammad Suprizal Yusuf, MM., mengulas  mengenai dampak kesetaraan gender. Menurutnya, kesetaraan gender telah berdampak terhadap keberadaan wanita karir. 
 
 
Lebih lanjut Suprizal Yusuf yang didaulat jadi narasumber dalam workshop itu, mengatakan bahwa isu kesetaraan gender telah mengubah pola struktur sosial ditengah masyarakat. 
 
"Kesetaraan gender menjadi sebuah perubahan sosial karena telah mengubah struktur sosial dalam masyarakat. Dulunya berbeda-beda antara perempuan dan laki-laki, kini menjadi bebas terbatas sesuai peran dan statusnya dalam masyarakat," paparnya.
 
Selain Sekda, narasumber dalam workshop ini,   ibu Dra. Rhita Safitri Lapesere selaku akademisi dari Universitas Tadulako....... (Ma'ruf Asli)
Drs. Moahammad Suprizal Yusuf, MM., Sekda Buol Saat Pelepasan Mahasiswa PPL LPK. Komputer di Buol, Senin 5 Agustus 2019
 
Alasannews.com, Buol -Sulteng | Sekretaris Daerah  (Sekda) Kabupaten Buol, Drs. Moahammad Suprizal Yusuf, MM., melepas mahasiswa peserta Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Program Diploma 1 Komputer di Sekrertariat Yayasan Berkah Bina Mandiri Kabupaten Buol,  pada Senin (05/8/2019).
 
Hadir mendampingi Sekretaris Daerah Buol, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kab. Buol Serta Kepala Kemenag Kab buol.
 
Dalam arahannya pada acara tersebut Sekab memberikan apresiasi kepada Ketua dan Pengurus Yayasan Bina Mandiri. 
 
"Adanya PPL ini bsa mmbantu OPD lingkup Pemda Buol," ujarnya.
 
 
Sementara itu, Ketua Yayasan Berkah Bina Mandiri, Jepri Monti, S.Sos., dalam sambutannya mengatakan Mahasiswa LPK Komputer Yayasan Bina Mandiri sebagai peserta PPL tahun ini sebanyak 34 orang. 
 
"Mereka semua akan disebarkan ke beberapa kantor Organisasi Perangkat Daerah  (OPD) lingkup pemda Buol," ungkapnya.
 
Berdasarkan rilis Humas Diskominfo Buol yang diterima redaksi alasannews.com, Senin siang (05/8) usai acara pelepasan, Sekda Buol selanjutnya melakukan peninjauan gedung kegiatan belajar mengajar LPK Komputer Berkah Bina Mandiri. ..... (Ma'ruf Asli)
Senin, 05 Agustus 2019 15:09

Limbah Slag PT IMIP Diambang Masalah

Ditulis oleh

Alasannews.com, PALU-SULTENG | PT. Indonesia Mineral Industrial Park (IMIP) adalah salah satu raksasa berbasis olahan nikel beserta produk industri turunannya. Namun, dibalik itu salah satu soal yang belum dituntaskan adalah dampak yang bakal timbul akibat limbah slag yang dihasilkan.

Diperkirakan setiap tahun sebanyak 10 juta ton limbah slag dihasilkan dari hasil pembakaran pemurnian ore nikel.

Menurut Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Masykur, 10 juta limbah slag tersebut bukan barang sedikit. Dan jika tidak ada upaya solutif yang disegerakan maka kelak limbah slag akan jadi persoalan besar di Kabupaten Morowali.

Kekuatiran tersebut disampaikan oleh Muhammad Masykur terkait belum adanya solusi kongkrit terkait persoalan tersebut. Seperti diketahui setiap tahun PT. IMIP memproduk sekurang-kurangnya 10 juta ton limbah slag. Limbah slag merupakan hasil residu pembakaran ore dikategorikan sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Bisa dibayangkan jika sampai beberapa tahun ke depan belum ada solusi kongkrit dari PT. IMIP. Sementara disaat yang sama target produksi digenjot dalam skala masif, kata Masykur.

Terkait hal tersebut, Masykur mendesak pihak PT. IMIP segera menuntaskan masalah limbah slag. Tidak hanya sekedar kejar target produksi tetapi soal limbah slag diabaikan. Sebab jadi ironis, tanah gunung habis dikerok, limbah slag jadi menggunung. (Elle)

Halaman 2 dari 155

Berita Terkini

Empek Empek
Valentio112

Terkini Olah Raga

Sekprov
MOH SALEH
Bupati dan Wakil Ramdhan
Rustam Rewa1
dr adjimain
Fadjar S

Kontak Polisi

RESOR PALU