Kamis, November 21, 2019
sulteng welcome
Iklan Haji
Sulteng

foto:dok Walhi Sulteng

Alasannews.com, Palu-Sulteng | Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kecamatan Tojo dan Tojo Barat Kabupaten Tojo Una-una pada Senin 9 September 2019 hingga saat ini belum bisa di padamkan.

Berdasarkan informasi yang WALHI Sulteng peroleh dilapangan bahwa, kebakaran hutan ini telah menyasar dua kecamatan yakni kecamatan Tojo dan Tojo Barat yang meliputi desa Lemoro, Betaua, Uekuli, Korondoda dan Tayawa sedangkan di Kec, Tojo Barat meliputi Malewa, Mawomba, Tanamawawu dan Kabalo.

Berdasarkan penuturan Halim (35) Warga desa Kabalo , hingga saat ini api belum padam dan bisa diperkirakan 100 Ha lahan yang terbakar di desa Kabalo, sehingga kondisi ini sangat menyulitkan mereka.

“ini sangat menyulitkan kami, apalagi asapnya cukup tebal dan akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan warga masyarakat. Selain itu, menurut dia terdapat 100 orang warga desa Tanamawawu yang diungsikan di desa Kabalo dan terdapat seorang warga masyarakat yang mengalami muntah darah akibat terdampak asap tersebut ketika mencoba membantu untuk memadamkan api, tutur Halim.

Disamping itu, Zainal Roring (31) menuturkan bahwa hingga saat ini Pemda Tojo Una-una dan Pemda Poso sudah mengerahkan Damkar untuk membantu memadamkan api. Tapi karena akses yang sangat sulit sehingga Damkar yang ada belum mampu untuk menjangkau beberapa titik api yang ada.

“Kami hanya menggunakan alat seadanya untuk memadamkan api, baik itu rumput-rumput alat semporot dsb. Walau sudah ada Damkar yang dikerahkan oleh Pemda Touna dan Poso, tapi karena akses yang sulit alhasil Damkar tersebut belum mampu memadamkan api ini,"  jelas Zainal.


Dia juga menambahkan bahwa, api telah melahap lahan yang cukup besar. Di desa Lemoro sendiri tempat dia berdomisili bisa diperkirakan 300 Ha yang dilahap api, itu belum termasuk dengan luasan lahan di desa- desa lain.
Dengan kondisi yang menyulitkan tersebut, desa-desa mereka diselimuti kabut asap dan jarak pandang menutu dia hanya berkisar 20 Meter saja. Sehingga menurut dia perlu ada upaya pemadaman secara cepat atas kondisi ini, selain itu mereka juga membutuhkan alat pengisap air agar bisa lebih mendekati titik api yang menyala untuk dipadamkan.

Selain itu, menurut Zainal, Mereka juga membutuhkan masker bagi warga masyarakat karena ketebalan asap sangat tinggi apalagi bila angin bertiup, hal ini dikawatirkan menggangu kesehatan mereka.

Melihat kondisi ini, Manager WALHI Sulteng Stevandi Menjelaskan bahwa, kita sudah mengingatkan Pemerintah Daerah atas bahaya kebakaran hutan beberapa hari yang lalu.

Pada tanggal 26 Agustus 2019 lalu, disalah satu Radio Kota Palu, WALHI Sulteng sudah menegaskan bahwa Sulteng adalah daerah yang tidak terbebas dari kebakaran hutan. Jadi perlu ada langkah-langkah serius yang perlu dilakukan Pemerintah sebagai upaya pencegahan atas kebakaran hutan di Sulteng.


Dalam kesempatan itu Manager Kampanye WALHI Sulteng Stevandi menerangkan bahwa, saat ini Pemeritahan Jokowi sedang gencar menangani soal Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan hal tersebut akhirnya dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Karhutla. Namun sayangnya hal tersebut tidak direspon cepat oleh Pemerintah Daerah Sulteng dan Kabupaten-kabupaten lainnya dengan membentuk Satgas ini, alhasil terjadi kebakaran hutan dibeberapa tempat termasuk yang terjadi di Kabupaten Touna.


“Pemerintah Daerah baik itu Provinsi dan Kabupaten lalai dan lamban dalam melihat isu kebakaran hutan di Sulteng. Kelalaian ini disebabkan karena tidak masuknya Sulteng sebagai daerah rawan kebakaran hutan dan lahan yang pernah dirilis oleh beberapa lembaga negara salah satunya Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sehingga menimbulkan sikap acuh Pemerintah Daerah terhadap kasus kebakaran hutan," tutur Stevandi.


Olehnya itu WALHI Sulteng menilai Pemerintah Daerah baik di tingkatan Provinsi dan Kabupaten perlu membentuk satgas Karhutla serta membuat regulasi yang khusus dan memuat soal kebakaran hutan dan lahan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, Pemerintah perlu melakukan kajian Mitigasi bencana secara khusus soal kebakaran hutan di Sulteng, hal ini agar ada gambaran real ancamam kebakaran hutan di Sulteng dalam kajian Pemerintah.


Selain itu, WALHI Sulteng juga mendesak untuk melakukan upaya respon cepat dengan mengirimkan bantuan alat untuk membantu memadamkan api di Kecamatan Tojo dan Tojo Barat.puan

Selasa, 10 September 2019 22:01

Palu Digoyang Gempa, Warga Panik

Ditulis oleh

Alasannews.com, Palu-Sulteng | Palu, Ibukota Sulawesi Tengah beberapa saat lalu digoyang gempa. BMKG merilis gempa yang berpusat sekitar 4 KM arah Temggara Palu itu, berkekuatan 3,4 SR.

Salah seorang warga Palu, Githa kepada Alasannews.com, Selasa (10/9) mengaku kalau gempa terasa sekali goyangannya. 

"Cukup keras. Kami lagi berada di halaman rumah ini," sambung warga Kelurahan Talise itu. 

Ini tetangga juga sudah panik, tambah.

Sampai berita ini tayamg belum diperoleh  keterangan lain. Sejauh mana kerusakan atau lainnya juga belum ada penjelasan.puan

Senin, 09 September 2019 17:04

Bupati Parimo Digugat Pengusaha Asal Palu

Ditulis oleh

Alasannews.com, Parimo-Sulteng | Bupati Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Samsurizal Tombolotutu digugat ke Pengadilan Negeri (PN) Parigi oleh salah seorang pengusaha asal Palu terkait pinjaman dana untuk keperluan Pilkada 2018. Bupati digugat bersama rekan tim suksesnya karena dinilai wanprestasi dalam perjanjian lisan utang senilai Rp 4,9 miliar.

Gugatan tersebut terdaftar di PN Parigi dengan nomor perkara 28/Pdt.G/2019/PN Prg.

Dilansir dari detik.com, siang ini, Senin (9/9), sidang perdana gugatan oleh Hantje Yohanis, seorang pengusaha yang merasa dirugikan senilai Rp 4,9 miliar oleh Bupati Parigi Moutong beserta tim suksesnya, kata Muslim Mamulai kepada wartawan.

Menurut Muslim Mamualai, kasus gugatan tersebut berawal dari kedatangan tergugat Samsurizal ke tempat kerja Hantje di Kota Palu dengan maksud meminjam dana Rp 4,9 miliar yang akan digunakan untuk keperluan pilkada. Saat itu Samsurizal maju sebagai calon bupati periode kedua dan berjanji akan mengembalikan dana itu setelah terpilih kembali menjadi bupati dan dilantik.

"Waktu itu, Samsurizal mengatakan untuk kelancaran proses peminjaman dana, maka apabila ada orang yang tergabung dalam tim suksesnya meminta dana untuk kepentingan pilkada, agar diberikan kepada yang bersangkutan. Dalam perkara ini orang yang jadi tim sukses Bupati Parigi Moutong jadi turut tergugat," kata Muslim.puan

 

Halaman 7 dari 164

Berita Terkini

Empek Empek
Valentio112

Terkini Olah Raga

Sekprov
MOH SALEH
Bupati dan Wakil Ramdhan
Rustam Rewa1
dr adjimain
Fadjar S

Kontak Polisi

RESOR PALU