Rabu, November 13, 2019
sulteng welcome
Iklan Haji
Sulteng

Alasannews.com, Bangkep-Sulteng | Speed Boat yang ditumpangi Wagub Sulteng, Rusli Dg Palabbi nyaris terbalik akibat baling-balingnya menghantam serpihan kayu, Kamis (19/9).

Peristiwa ini saat rombong Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, H. Rusli Baco Dg Palabbi, S.Sos, SH MH bersama Bupati Banggai laut, Drs. H. Weddy Bukamo dari Kabupaten Banggai Laut kembali ke Kabupaten Luwuk.

Wagub berada di Banggai Laut dalam kaitan pembukaan Festival Rebana tingkat provinsi Sulawesi Tengah.

Rilis yang disebarkan melalui WhatsApp oleh Biro Humas dan Protokol Kantor Gubernur Sulteng menyebutkan speed boat saat itu tiba-tiba mati di tengah lautan dan sempat oleng. 

Dugaan sementara, matinya mesin speed boat akibat terkena serpihan batang kayu pada baling-baling speed boad.

Akibatnya, speed boad terombang ambing beberapa saat. Untuk itu, Nakhoda Speed Boad segera mencari daratan terdekat untuk memperbaiki mesin yang rusak.

Sambil menunggu proses perbaikan mesin, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, H. Rusli B Dg. Palabbi serta rombongan lainnya mencari tempat untuk istirahat.

Dan SDN 1 Lalong Kabupaten Bangkep merupakan salah satu lokasi terdekat terjadinya kerusakan mesin.

Sambil menunggu perbaikan mesin speed boad, Wakil Gubernur menggunakan kesempatan tersebut untuk bertatap muka serta berdialog dengan tenaga pengajar, bahkan Wakil Gubernur berkesempatan memberikan wejangan kepada murid SDN 1 Lalong.

"Anak-anakku harus rajin belajar, hormat pada orang tua dan guru agar kelak dapat menjadi pemimpin serta berguna bagi bangsa dan negara," nasehat Wakil Gubernur.

Melihat sekolah yang ramai dan lain dari biasanya, sejumlah orang tua siswa dan masyarakat sekitar mendatangi sekolah tersebut, terlebih ketika mengetahui yang datang adalah Wakil Gubernur bersama Bupati Banggai Laut, maka bertambahlah keingintahuan mereka, bahkan, beberapa diantaranya meminta ber'Selfie' dengan Wakil gubernur.

Ada yang unik dalam pertemuan tersebut, karena setelah dirunut, ternyata beberapa warga masyarakat sekitar masih memiliki hubungan kekeluargaan dengan Wakil Gubernur yang memang berasal dari Kabupaten Banggai

Dan Alhamdulillah sekitar sejam kemudian, teknisi mesin speed boad menyampaikan kabar gembira kalau speed boad sudah selesai diperbaiki.

Meskipun hanya sejam dengan berat hati para siswa SDN Tinakung bersama guru, kepala sekolah, kepala desa dan sejumlah orang tua siswa lainnya mengantar hingga ke dermaga dengan lambaian tangan dengan ucapan "Jangan lupa kembali lagi"

Humas dan Protokol

PUAN

 Foto: ilustrasi

Alasannews.com, Palu-Sulteng | Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Dr.H.Mohamad Hidayat Lamakarate,M.Si  secara resmi membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa Angkatan Ke II Kabupaten Parigi Moutong dan Pelatihan Pengelolaan Sistem Informasi Administrasi Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Prov.Sulteng, bertempat di Palu, hari Rabu (18/9/2019) Malam.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Dr.H.Moh.Hidayat Lamakarate,M.Si menyampaikan kegiatan dilaksanakan dalam rangka peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa karena sampai dengan saat ini persoalan pemerintah desa masih saja terjadi diberbagai daerah termasuk di Sulawesi Tengah.

Untuk mendapatkan informasi dari tempat – tempat yang pernah dikunjungi di daerah Sulawesi Tengah bahwa ada beberapa kepala desa diduga menyebabkan kerugian Negara sehingga diperiksa dan akhirnya ditahan karena adanya kesalahan mengelolah administrasi desa. ”Saya yakin, para kepala desa tidak pernah berniat mau menyalahgunakan kewenangan desa,” ungkapnya.

Lanjut Ia berpesan untuk meningkatkan sumber daya bagi aparatur desa untuk mencegah terjadinya hal – hal yang tidak diinginkan dalam hal pengelolaan administrasi desa dan berharap untuk memaksimalkan kegiatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) karena BUMDes merupakan salah satu upaya desa untuk mengelolah ADD menjadi pendapatan baru bagi desa.

Terakhir Ia berpesan kepada para peserta agar dapat mengikuti kegiatan dengan serius dan berharap semoga kegiatan ini dapat menambah pengetahuan yang belum dipahami serta dapat mengantar desa lebih maju dan sejahtera.

“Tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk menambah pengetahuan, meningkatkan keterampilan dan merubah sikap kepala desa sesuai tugas pokok dan fungsinya dalam upaya optimalisasi penyelenggaraan pemerintah desa, pembangunan dan kemasyarakatan,” tutur Ketua Panitia, Rizal M.Lapadji,S.STP MH

Kegiatan dilaksanakan mulai tanggal 18 September 2019 sampai 21 September 2019 dengan jumlah peserta sebanyak 80 orang bersalah dari Kab. Parigi Moutong, Kab. Tojo Una – Una, Kab. Morowali dan Kab. Buol. Adapun pemateri berasal dari Dinas PMD Provinsi Sulawesi Tengah dan Akademisi Universitas Tadulako.

PUAN

HUMAS PROTOKOL

Alasannews.com, PALU | Kepala Perwakilan tetap Perserikatan Bangsa Bangsa ( PBB ) di Indonesia, Anita Nirody dan Kepala Lembaga PBB lainya, ke Sulteng. Gubernur Longki Curhat ini.

Pertemuan akrab antara perwakilan badan dunia itu dengan orang nomor satu di Sulteng, telah berlangsung sehari lalu,  Senin, 16 September 2019. Penuh antusias, serius dan familiar. Semua berjalan sesuai harapan dan itulah yang diharapkan masyarakat terdampak bencana, sebagaimana maksud kunjungan itu.

Bagian humas dan protokol pemda dalam rilisnya, menyebutkan pertemuan dilangsungkan di ruang Kerja Gubernur Sulawesi Tengah.

Anita Nirody, selaku Kepala Perwakilan Tetap PBB di Indonesia, mengapresiasi langkah-langkah penanganan dampak Bencana Sulawesi Tengah yang terjadi pada tanggal 28 September 2018. 

Anita Nirody juga menggambarkan hubungan Indonesia baik daerah, Nasional sangat baik dengan PBB dan PBB mendukung seluruh upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah, Gubernur dan Bupati / Walikota dalam pemulihan dampak Bencana Sulawesi Tengah.

Anita Nirody bersama Kepala Lembaga Lembaga PBB , seperti UNDP, WHO, UNFPA, UNICEF, WNP OCHA, datang ke Palu Sulawesi Tengah untuk melihat seluruh kegiatan bantuan dan dukungan pemulihan dampak bencana yang dilaksanakan lembaga lembaga PBB dalam Pemulihan Dampak Bencana.

Lembaga lembaga PBB tersebut setelah terjadinya bencana Sulawesi Tengah langsung datang ke Palu untuk memberikan dukungan dan bantuan untuk dapat mempercepat pemulihan dampak bencana Sulawesi Tengah.

Anita Nirody dan rombongan akan berada di Palu selama dua hari untuk melakukan peninjauan beberapa proyek yang dilakukan lembaga lembaga PBB di Palu, Sigi dan Donggala dan juga melakukan kajian atas bantuan lanjutan yang akan diberikan dan dilakukan pada masa Rehabilitasi dan Rekontruksi dampak Bencana Sulawesi Tengah .

pada Kesempatan Itu Seluruh Kepala Lembaga Lembaga PBB mengampresiasi Kinerja Gubernur dan Bupati / Walikota Palu dapat mengambil langkah langkah yang tepat didalam percepatan pemulihan dampak bencana sulawesi tengah.

Kepala UNFPA Mela Hidayat , menyampaikan apresiasinya bahwa sub klaster Kesehatan dan sub Klaster Perlindungan Perempuan dimana pada masa penanggulangan dampak bencana tidak ada Ibu Melahirkan yang meninggal dan Dunia mengapresiasi kinerja Penerintah Daerah terhadap hal ini dan atas kerjasama yang baik seluruh lembaga lembaga PBB akan terus memberikan dukungan dalam percepatan pemulihan dampak bencana sulawesi Tengah.

Gubernur Sulawesi Tengah Drs. Longki Djanggola, M.Si, pada kesempatan itu didampingi Asisten adm. Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Bappeda, Kepala Dinas PU, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, Karo Humas dan Protokol, Kepala Bappeda Kota Palu, Asisten III Kabupaten Sigi .

Gubernur Menyampaikan terimakasih atas kunjungannya untuk melihat langsung seluruh kegiatan proyek bantuan yang diberikan lembaga lembaga PBB dan Pemulihan kondisi masyarakat Sulawesi Tengah yang terdampak bencana yang begitu dasyat dan berdampak sangat besar karena bencana sulawesi tengah sangat komplit , seperti Bencana Gempa Bumi, Tsunami, Likufaksi, banjir dan Tanah Longsong, sehingga sangat dibutuhkan dukungan dari semua pihak termasuk seluruh lembaga lembaga donor internasional.

Gubernur menyampaikan aspirasi masyarakat yang mempertanyakan terhambatnya bantuan internasional akibat aturan yang birokratis dimana bantuan internasional lewat satu pintu dan sampai saat ini pemerintah pusat belum menandatangani Loand Aggrement dan Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si. atas nama Bupati dan Walikota Palu menyampaikan harapannya kiranya lembaga lembaga dapat memberikan dukungan untuk terus membantu dan mendukung kegiatan pemulihan dampak bencana Sulawesi Tengah pada masa Rehabilitasi dan Rekontruksi.

Dampak bencana Sukawesi Tengah memerlukan Anggaran yang begitu besar mencapai Rp. 36 Triliun lebih untuk itu besar harapan pemerintah daerah kiranya Lembaga lembaga donor dapat terus memberikan dukungan agar pemulihan dampak bencana dapat lebih cepat terwujud.

puan

Halaman 5 dari 164

Berita Terkini

Empek Empek
Valentio112

Terkini Olah Raga

Sekprov
MOH SALEH
Bupati dan Wakil Ramdhan
Rustam Rewa1
dr adjimain
Fadjar S

Kontak Polisi

RESOR PALU