Rabu, Desember 11, 2019
hut daerah
Kapolres
Buol
Buol

Buol (68)

Selasa, 24 September 2019 19:16

Kota Buol Malam Ini Diguyur Hujan

Ditulis oleh

Alasannews.com, Buol-Sulteng | Ibukota kabupaten Buol dan sekitar, diguyur hujan. Termasuk, kawasan hutan di areal Gunung Nandu, yang dua hari terakhir terbakar hutan dan lahanya.

Pantauan, alasannews.com, Selasa petang ini (24/9) hujan deras sudah sekitar satu jam masih terus mengguyur Bonubogu dan Gadung. Tampak, di beberapa tempat genangan air hujan, pertanda hujan begitu deras.

Kapolres Buol AKBP Budi Priyatno Sik menjawab Alasannews.vom via WhatsApp mengatakan, hujan terpantau deras di sekitar kecamatan Bunobogu dan Kecamatan Gadung. Sementara di tempat lain juga mengalami hujan yang sama.

Sebelumnya, tanggal 21 September ini di Lapangan Kuonoto, Buol masyarakat dan aparat Pemda menggelar shalat istiqsa sehubungan kemarau yang berkepanjangan melanda kabupaten paling utara Sulawesi Tengah itu.

Dipantau alasannews.com, api yang melahap puluhan hektar kawasan Gunung Nandu juga dengan adanya hujan tampak padam. Ya, pa Kapolres juga mengatakan kalau hujan yang mengguyur Buol sore sekitar pukul 18.30 ini termasuk di kawawan Hutan Nandu yang terbakar.

Seperti berita sebelumnya, bahwa Pemadaman Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di puncak Gunung Nandu, Buol Sulawesi Tengah terkendala medan yang terjal dan jalan berbatu.

Puncak gunung Nandu, bisa dijangkau jalan kaki lebih kurang 2 KM. Mobil Dari Polres terpaksa tidak masuk untuk memadamkan api.

"Ya kita padamkan pakai apa saja yang ada. Tampak masyarakat memukulkan tongkat ke api agar tidak melebar," ujar petugas.

Karno

Selasa, 24 September 2019 15:08

Kapolres Buol Bantu Pemadaman Karhutla di Gunung Nandu

Ditulis oleh

Foto: kobaran api di gunung Nandu, Buol 

Alasannews.com, Buol-Sulteng | Pemadaman Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)  di puncak Gunung Nandu, Buol Sulawesi Tengah terkendala medan yang terjal dan jalan berbatu. 

Kapolres Buol, AKBP Budi Prayitno yang sudah memerintahkan jajarannya dibawa pimpinan Kasat Samapta dan Kapolsek Bunobogu, Senin 23/09/19) sudah melakukan upaya pemadaman dengan dibantu Polhut dan masyarakat setempat.

Ratusan polisi dan masyarakat sudah dikerahkan ke TKP, namun upaya ini banyak mengalamimkendala karena medan yang sulit sehingga mobil AWC Noto tidqk bisa tembus ke lokasi titik api.

Kasat Samapta, Iptu Hery Jhoni dan Kapolsek Bunobogu Iptu M Hasby dan Polhut Buol bahu membahu menggunakan alat apa adanya untuk menjinak kobaran api yang terus meluas karena tiupan angin.

Melihat kondisi yang ada, kemarau dan wilayah perkebunan di daerah pegunungan, Kapolres Buol menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran walaupun sedang m3mbersihkan kebun atau ladangnya.

Sedapat mungkin kata Kapolres, musim kemarau begini kita hindari membakar hutan atau lahan di kebun. Apalagi seperti kemiringan gunung Nandu, sangat tidak mungkin alat atau mobil masuk sampai ke titik terdekat, katanya.

Puncak gunung Nandu, bisa dijangkau jalan kaki lebih kurang 2 KM. Mobil Dari Polres terpaksa tidak masuk untuk memadamkan api. 

"Ya kita padamkan pakai apa saja yang ada. Tampak masyarakat memukulkan tongkat ke api agar tidak melebar," ujar petugas.

Karno

 

ID HuMAs Res buo.

Alasannews.com, Buol-Sulteng | Kasus adu mulut di depan Masjid Magfirah Kulango, kini dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU). Kasus ini, terjadi 24 Februari lalu sekiyar pukul 15.00.

Keteramgan resmi dari Polres Buol, di satuan Reskrim  melalui unit Pidum, Senin (23/9) bahwa kasus tersebut seyelah BAPnya dinyatakan rampung disetahkan JPU di Kejaksaan Negeri Buol.

Selain berkas, tersangka bernama Emelia (41) warga Desa Pajeko itu juga ikut diserahkan untuk menjalani proses hukum selanjutnya. "Berrkas perkaranya dinyatakan p-21 oleh pihak kejaksaan setelah penyidik reskrim melakukan penyidikan kasus penganiayaan berdasarkan laporan polisi no Lp/7/76/11/2019/sulteng res buol tgl 24 februari 2019," ujar pejabat Polres setempat.

Kasus ini dilaporkan oleh  MU dengan kronologisnya sebagai berikut, saat itu MU bertemu dengan tersangka di depan mesjid Magfirah, Kelurahan Kulango, Kecamatan Biau. Diceritakan, saat itu terjadi adu mulut antara pelapor dengan tersangaka,kemudan korban berinisial MA melarai keributan...pada saat dilerai tersangka mengambil batu lalu memukulkan batu tersebut mengenai korban.

Pukulan batu tersebut mengenai korban yang mengakibatkan korban mengalami luka robek pada bagian kepala hangga mengeluarkan darah,selanjutnya korban menjalani perawatan di RSUD mokoyuri Buol.

Penyidik reskrim telah menyerakan tersangka penganiayaan kepihak kejaksaan setelah berkas perkaranya dinyatakan p-21 adapun tersangka dijerat dengan penganiayaan pasal 351 kuhp ayat 1 di ancam dengan hukuman penjara  paling lama dua tahun lima bulan, ungkap kasat Reskrim Akp Romi Gapur SH,PID.

Karno

Sabtu, 21 September 2019 16:05

Ratusan Masyarakat Buol Shalat Istiqsa di Lapangan Kuonoto

Ditulis oleh

Alasannews.com, Buol-Sulteng | Ratusan umat muslim di kota Buol, Sulteng melaksanakan sholat istisqa untuk meminta hujan serta berdoa agar bencana kebakaran hutan dan lahan yg melanda beberapa daerah segerah berakhir, Sabtu (21/09) pukul 07.00 wita.

Sholat istisqa yg dilaksanakan di Stadion Kuonoto Buol, dipimpin ustazd Yamin SH MH sebagai imam, dan pencarama ustd dr Arianto Panambang, di hadiri wakil bupati Buol H Abdulah Batalipu, S.sos Msi, Kapolres Buol AkbpBbudi Priyanto S.I.K msi, wakapolres Buol kompol H Amir SH,mm.kepala OPD kabupaten buol,pejabat eselon,ketua bayangkari cabang buol beserta pengurus,PJU polres buol.ASN penda buol,lurah dan aparat kelurahan sekecamtan biau,kepala sekolah dan siswa siswa SD,SMP,SMA  sekecamatan biau, personil polres buol dan polsek jajaran serta jamaah yg hadir sekitar delapan ratus orang.

Sahlat istisqa berakhir pukul 08.00 wita,berlansung lancar, tertib dan khidmat dgn pengamnan personil gabungan polres dan polsek biau yang dipimpin lansung kabag ops kompol Jhony Bolang,s.sos MH

KARNO

Alasannesw.com, Tolitoli-Sulteng | 14 nelayan asal Ogotua, Dampal Utara, Tolitoli yang dikabarkan hilang sejak Senin siang (26/8). Ke 14 nelayan itu hari ini ditemukan di perairan Buol, Sulawesi Tengah. Mereka selamat, dan sudah dievakuasi ke darat.

Sumber alasannews.com, dari Buol menyebutkan, ke empat 14 nelayan di atas kapal KM Koko, ditemukan terombang ambing diperairan Buol karena mati mesin. "Mesin kapal mereka tidak hidup. Rusak begitu," ungkapnya.

Sebelumnya,  kapal nelayan yang berisi 14 orang dikabarkan hilang diperairan Desa Ogotua, Kecamatan Dampal Utara, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah hari Senin (26/8) sekira pukul 11.00 WITA.

Tapi, hari ini Kamis (29/8) sekitar pukul 11,30  ditemukan dalam keadaan selamat di perairan Buol. 

Dise utkan, Tim Sar Pos Tolitoli mendapat kabar dari pengurus kapal nelayan yang hilang bernama Salman, setelah adanya laporan yang diterima pada Kamis 29 Agustus 2019

Menurut deteksi tim SAR, kapal diperkirakan berada padatitik koordinat : 1° 33’.37.14’'S - 120° 10’44.10’'E (Heading 310,56° jarak 49,95 Mil Laut dari Pos Sar Tolitoli.

Adapun nama-nama ke 14 orang itu:

Suwandi (53) sebagai nakhoda sekaligus Kepala Kamar Mesin (KKM) Jamri (22), Januar (33), Hendra (30), Uccang (18), Adi (16), Icang (18), Poya (45), Ardin (43), Uba (17), Dandi (18), Ile (20), Risman (17), serta Usman (30).

Mereka adalah nelayan di Dusun Jaleje, Desa Ogotua, Kecamatan Dampal Utara, Kabupaten Tolitoli.pu/**

Senin, 22 Juli 2019 22:08

Oknum Kacabjari Bonubogu Intimidasi Wartawan

Ditulis oleh

Alasannews.com, BUOL-SULTENG | Perayaan hari ulang tahun kejaksaan, di Kabupaten Buol Sulawesi Tengah sedikit tercoreng. Pasalnya, oknum Kacabjari Bonobogu, Aguwani SH melakukan tindakan tak terpuji terhadap seorang jurnalis.

Tindakan intimidasi terhadap wartawan Harian Nuasa Pos Palu, Hamran Timumun dan sala satu wartawan media online Alimudin hapiz, justru saat berlangaung perayaan HUt Kejaksaan di Aulah kejaksaan Negeri Buol, Senin (21/7).

Kejadian ini bermula ketika pada hari Senin pukul 11.00 siang  itu,  sejumlah wartawan ingin melakukan konfirmasi soal tindak lanjut kasus duggaan penyelewenagan Dana Desa, Kepala Desa Lonu, Kecamatan Bunobogu.

Menurut Hamran, dia di perlakukan dengan cara kasar. Bahkan  oknum jaksa itu merampas HP naya dan menghapus semua seluru rekaman. Tidak hanya merampas, oknum itu juga  melontarkan kata-kata kotor terhadap wartawan (Tailaso).

Anehnya, kejadian terjadi hafapan banyak orang termasuk pejabat di Buol. Bahkan Kajari juga liat peristiwa itu, ujar Hamran menegaskan.

Kepala Kejaksaan Negeri Buol, Irwanudin Tajudin SH MH yang coba dikonfirmasi lewat whatsApp belum memberi jawabaan. Namun, tanda masuk pesan singkat ke alat komunikasinya sudah tercentang dua.

 

Pewarta:karno

Alasannews.com, BUOL-SULTENG | Keinginan masyarakat Buol, Kabupaten Buol Sulawesi Tengah untuk segera memiliki masjid kebanggaan, belum bisa diwujudkan dalam waktu dekat. Apalagi, dana pembangunan rumah ibadah sebagai icon kota Buol itu, di korupsi pejabat dan rekanannya.

Kepala Kejaksaan Negeri Buol, Irwanudin Tajudin SH MH yang dihubungi melalui telepon genggamnya mengatakan, kalau ada pertanyaan lebih lanjut silahkan hubungi Kasi Pidsus saja (Navian Rizali SH).

"Silahkan ke kasi Pidsus saja. Atau, kalau anda di Buol, silahkan datang ke kantor saja," jawabnya melalui pesan singkat.

Pekan lalu, Kejari Buol menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi Masjid raya Buol. Ketiganya, pejabat PPK dan Konsultan Pengaes serta Direktur dari perusahaan. Selain itu, sedikitnya 16 saksi telah ikut diperiksa dalam kasus tersebut.

Namun publik Buol bertanya, mengapa pengguna anggaran tidak ikuti disidik dalam kasus ini, padahal pengeluaran dana tentunya yang umum itu atas sepengetahuan pengguna anggaran (PA).

Mentan anggota DPRD Buol, Jhony Hatimura juga menyayangkan terjadi korupsi dalam pembangunan rumah ibadah. Apalagi, jumlahnya sangat pantastis puluhan miliar dugaan dana masjid itu menguap dikorupsi.

Pewarta:karno

Editor:suardi

 

 

Alasannews.com, Buol--Sulteng | Proyek Irigasi (DI) di Desa Winangun, Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol dalam kondisi rusak berat. Padahal, proyek ini belum lama dibangun dengan anggaran Rp 9 M lebih.

Hasil penelusuran media menyebutkan, proyek yang dirancang Pemerintah Kabupaten Buol, kini jadi sorotan masyarakat. Ada kesan, mutu bangunan yang tidak sesuai spesifikasi yang ditentukan.

Sekjen Pemuda Sulteng bersatu, Sukarno yang turun memantau kondisi proyek itu menyebutkan, apapun bentuknya aparat penegak hukum (APH) harus menyelidiki sebab musabab ambruknya pekerjaan itu, Sabtu (22/6) di Palu.

Saat di temui di salah satu Warkop di Palu, Sukarno mengatakan, kita menduga rendahnya kualitas pekerjaan menyebabkan ambruknya bangunan tersebut. Pasalnya menurut dia, takkan mungkin kerusakan bisa separah itu jika dikerjakan sesuai petunjuk teknis.

Diketahui, proyek yang baru beberapa bulan dibangun oleh PT Fajar Raya Usaha Nusa (FRUN) dengan nilai HPS Rp 9.997.752.000,- dari Pagu Rp10 miliar yang dianggarkan melalui ABPD Kabupaten Buol Tahun 2018. Kondisi bangunan saat ini sama sekali tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya, sebab dinding pada bangunan irigasi dan bangunan bronjongnya telah ambruk.

 

Selain material batu yang tidak memenuhi syarat, juga tidak dibuatkan galian (koporan). Akibatnya, ketika debit air besar datang, bronjong pun ikut hanyut karena tidak memiliki kekuatan untuk menahan terjangan air.

PT Fajar Raya Usaha Nusa, yang memiliki kantor di Tolitoli ketika akan dikonfirmasi tidak berada di tempat. "Pak Jhoni Pongki, sedang di Surabaya," ujar seseorang di gedung lantai dua itu.

Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Buol, Dr Aryan Gafur pernah mengatakan, pekerjaan Bendungan Winangun telah dikerjakan sesuai spesifikasi (Spek) sebagaimana ditetapkan dalam kontrak.

“Pekerjaan bronjong yang masuk dalam salah satu item pekerjaan juga sudah dilaksanakan sesuai spek. Kerusakan bronjong disebabkan oleh banjir berulang yang membawa material kayu gelondongan dan menghantam dinding bronjong tersebut, sehingga banyak yang rusak,” terang Kadis

Adapun kerusakan bendungan yang sifatnya kecil telah ditangani melalui mekanisme pemeliharaan sesuai dengan kesepakatan dalam kontrak, di mana kontraktor masih bertanggungjawab dalam masa pemeliharaan selama 6 bulan,. Pu

Sabtu, 22 Jun 2019 12:32

Buol Optimis Menjadi Pemasok Daging Nasional

Ditulis oleh

Alasannews.com, Buol--Sulteng | Pemerintah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah optimis bisa menjadi daerah pemasok daging nasional sebagaimana misi dari Badan Kerja Sama Utara Utara (BKSU).

Bupati Buol, Amirudin Rauf, dalam konferensi pers di ruang kerja kantor Bupati Buol, Jum’at (21/6). Wartawan alasannews.com, Ramly Bantilan, melaporkan untuk anda.

Amirudin mengatakan optimisme tersebut menyusul kesiapan Pemkab Buol dalam mengakselerasikan upaya mempercepat populasi sapi di daerah itu dengan telah dilaksanakan berbagai kegiatan pembanguna fasilitas penunjang. Seperti, minirens beserta sarana dan prasarana penunjang.

“Anggaran yang sudah kita habiskan dalam dua tahun terakhir (2018-2019) untuk pembangunan minirens dengan sarana sarana penunjangnya kita telah menghabiskan dana di kisaran Rp 50 miliar,” papar Amirudin.

Amirudin, mengatakan upaya Pemkab Buol menjadi salah satu kabupaten pemasok penopang daging nasional adalah hasil deklarasi lima kabupaten di Utara Sulawesi yang tergabung dalam BKSU (inisiasi UNG bersama Pemerintah Belanda) melalui program Uitzending Managers (PUM) dan telah berjalan lima tahun.

Ia menjelaskan ada beberapa poin penting dalam kegiatan BKSU, diantaranya berfokus pada peternakan sapi, dan budidaya perikanan. Tujuannya peningkatan ekonomi masyarakat.

Daerah tersebut adalah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, kemudian Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara, adapun Kabupaten Gorontalo Utara, termasuk juga Kabupaten Boalemo, Gorontalo yang baru dikukuhkan sebagai anggota baru dari BKSU.

Dalam program dari lima kabupaten tersebut, kata Amirudin, untuk bidang peternakan BKSU memformulasikan dalam bentuk program kegiatan guna mencapai target satu juta sapi dalam waktu lima tahun.

“Kita Kabupaten Buol sendiri sebetulnya populasi sapi baru di angkah 20 ribu ekor. Dalam lima tahun kalau melihat target maka Buol setidaknya harus populasi sapinya  250 ekor sapi,” ujar Amirudin.

Pertemuan BKSU di Kabupaten Buol, merupakan tindak lanjut deklarasi kerjasama utara-utara dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di lima daerah ini.***

Alasannews.com, Buol-Sulteng | Dalam Gelar Aksi Damai yang bertempat di Mess Karyawan PT. HIP CCM Buol Desa Winangun, Kecamatan Bukal serta tatap muka bersama Polres Buol, guna bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas terkait adanya tuntutan Karyawan terhadap pihak perusahaan, Rabu (12/06/19) pukul 11.30 wita.


Pertemuan ini dihadiri Wakapolres Buol Kompol H. Amir, SH, MM didampingi Kabagops Kompol Jhonny Bolang,S.Sos, M.H, Kasat Intelkam Iptu Breachman P. Putra, S.I.K, Kasat Binmas Iptu M. Tumei, Ketua SPH Lukman IZ, Ketua SPPS Wiwin Salake, Ketua SPPKH Ali Usman Ndala, bersama masing-masing perwakilan angggota, pertemuan berupa dialog ini terkait tuntutan kenaikan upah dari karyawan terhadap pimpinanan PT. Hardayah Inti Plantatian ( CCM) Kabupaten Buol yang sesuai keputusan perusahaan yang akan menaikan upah karyawan terhitung mulai bulan Januari 2019 yang sampai saat ini belum direalisasi.


Dari pertemuan ini diketahui bahwa telah dilaksanakan rapat Bipartit pertama namun tidak menemui solusi penyelesaian sehingga dilaksanakan rapat Biparti ke dua yang dilaksanakan pagi tadi, sehingga saat ini pengurus serikat dan karyawan meminta Bipartit kembali karena pihak perusahaan tidak mempunyai etika yang baik dan seluruh tuntutan karyawan tidak ada yang direalisasikan.

Sementara itu pihak management PT. HIP ( CCM) sudah mengajukan tuntutan karyawan ke Management Direksi di Jakarta namun saat ini belum ada keputusan.


Pihak serikat pekerja akan melakukan mogok kerja apabila pihak perusahaan tidak ada upaya untuk mencarikan solusi untuk memenuhi apa yang menjadi tuntutan, terkait dengan hasil rapat para serikat pekerja memberikan waktu selama 1 (satu) minggu dari sejak rapat Bipartit kedua dilaksanakan sebagai bentuk langkah para pekerja, dan apabila dalam waktu yang telah ditentukan pihak perusahaan tidak menyanggupi apa yang menjadi tuntutan maka dari para serikat mengeluarkan surat penghentian total aktivitas para pekerja (mogok kerja) dengan tembusan pihak Pemda buol, Nakertrans Buol serta Polres Buol.

Rapat Bipartit kedua yang dihadiri ribuan karyawan PT. HIP berakhir sekitar pukul 11.00 wita berlangsung lancar, tertib dan damai dengan pengamanan dari puluhan Personil gabungan Polres Buol yang dipimpin langsung Wakapolres bersama Kabagops. (Rm)-

Halaman 1 dari 5

Terkini Olah Raga

Ruslan S Untuh
Mapri
Alimran
Kadis Perkebunan
Ruslan Hadi
Minarni
abd rhman
Amrin Haling
Kadri
Jusman
rusdi
Irfan s
Naharudin
sumardin

Kontak Polisi

RESOR PALU