Kamis, Desember 12, 2019
hut daerah
Kapolres
Minggu, 29 September 2019 02:19

Refleksi Setahun Bencana Pasigala, Himpunan Pemuda Alkhairat Selenggarakan Tahlil Akbar

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)
Dedi Irawan, Ketua HPA Sulawesi Tengah
 
Alasannews.com, Palu-Sulteng | Memperingati Setahun peristiwa bencana dahsyat gempa bumi yang mengguncang Kota Palu dan sekitarnya, Himpunan Pemuda Alkhairat (HPA) selenggarakan Tahlil Akbar di Masjid Alkhairat Jln. Sis Aljufri, Sabtu malam (28/9/2019).
 
Ketua Wilayah HPA Sulawesi tengah, Dedi Irawan, SPd., kepada media ini terkait kegiatan tersebut menjelaskan bahwa untuk merefleksikan peristiwa memilukan setahun lalu, Pimpinan Pusat HPA melaksanakan kegiatan Tahlil Akbar. 
 
Rangkaian kegiatan yang dimulai usai Sholat Magrib itu, diisi dengan pembacaan Surah Yasin, Tahlilan dan Do'a bersama. Setelah itu dilanjutkan dengan ceramah Agama atau tausiah oleh tokoh-tokoh sentral Alkhairat.
 
"Kegiatan ini merupakan bentuk refleksi terhadap perilaku keberagamaan kita seperti yang disampaikan para Habib tadi," ujarnya sesaat usai acara Tahlil Akbar berlangsung.
 
Menurutnya itu sebagai bentuk penyadaran atas tingkah laku kita yang banyak salah dan melanggar ketentuan Sang Pemcipta sehingga diberi peringatan keras.
 
Hari ini tepat setahun kejadian bencana itu diperingati dengan melakukan Tahlil Akbar yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Himpunan Pemuda Alkhairat (HPA). 
 
Sebagai pemberi Tausiah, dari keterangan Dedi Irawan, dibawkan oleh HS Ali Bin Muhammad Aljufri yang saat ini menjabat Ketua Umum PB Alkhairaat.
 
Turut memberi tausiah, 3 Tokoh lainnya yakni, HS. Hasan Alhabsyie (pengasuh pondok pesantren  putri Alkhairat) dan HS. Umar Alhabsy (pengasuh pondok pesantren Tada), serta Ustad Husen Bahmid, Lc.
 
Keempat tokoh Agama itu memberikan tausiah dan mengingatkan ummat dan warga agar mengambil pelajaran kejadian bencana itu. Pada saat yang sama, sepantasnya memiliki kesabaran sekaligus kesadaran untuk terus berzikir mengingat Allah Swt. Sang Maha Pencipta.
 
Dihadiri sekitar 3.000 Jama'ah, penceramah mengingatkan untuk menghindari perbuatan melanggar dari ketentuan Islam. Menkauhi perbuatan lalai, berbuat dosa dan kemusyrikan. Karena hal demikian itu dianggap sebagai hal yang mengundang bala'.
 
Gempa bumi yang disertai gelombang Tsunami dan Likuifaksi itu meluluhlantakkan Kota Palu, Sigi dan Donggala Jum'at Sore tanggal 28 September 2018 silam
 
Ribuan nyawa penduduk Tiga daerah di Sulawesi Tengah ini menjadi korban meninggal. Sementara tak terhitung nilai kerugian lainnya akibat bencana hebat itu.
 
Pantauan Alasannews.com, memasuki Setahun peristiwa yang menghentak dan mengundang perhatian nasional dan internasional itu, kini mulai bangkit kembali. Aktifitas sehari-hari masyarakat milai menggeliat kembali walau masih jauh dari pulih.
 
Kegiatan pemerintahan sudah kembali normal sedia kala. Usaha perekonomian berangsur-angsur dipulihkan.
 
Memang tak mudah. Perlu kesabaran dan kepercayaan diri dari warga Kota Palu untuk bangkit dan bergerak meninggalkan keterpurukan akibat musibah besar itu.
 
Walau masih ada duka dan trauma yang mendalam, support dari semua pihak diperlukan untuk mempercepat proses pemulihan pembangunan fisik maupun non fisik...........(Ma'ruf Asli).
Baca 61 kali

Berikan komentar

TULIS PESAN

Berita Terkini

Terkini Olah Raga

Ruslan S Untuh
Mapri
Alimran
Kadis Perkebunan
Ruslan Hadi
Minarni
abd rhman
Amrin Haling
Kadri
Jusman
rusdi
Irfan s
Naharudin
sumardin

Kontak Polisi

RESOR PALU