Selasa, November 12, 2019
sulteng welcome
Iklan Haji
Senin, 24 Jun 2019 09:14

Ini Kata Dr Hidayat di Hadapan Seminar Perawat

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)

Alasannews.com, Palu--Sulteng | Dari kebanyakan curhat perawat, ketimpangan kesejahteraan, kekeliruan penempatan dan sedikitnya ruang kerja adalah yang paling sering diadukan.

Tiga problem tersebut dibedah Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Dr. Moh. Hidayat Lamakarate, M.Si saat berbicara di hadapan perawat-perawat se Kota Palu dalam seminar keperawatan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Palu, Minggu (23/6), di gedung Pogombo.

Apresiasi yang terlalu tinggi bagi dokter disinyalir jadi salah satu faktor mengapa ketimpangan kesejahteraan terus terjadi diantara para tenaga kesehatan mulai dokter, perawat, bidan, apoteker dsb.

Olehnya Ia mendorong para ahli profesi duduk bersama guna menyepakati dan lalu meregulasi pola pembagian insentif yang lebih proporsional.

Menyiasati problem kedua lanjut sekda, apabila ada perawat yang dipromosi ke jabatan struktural atau ybs ingin pindah ke dinas dengan tugas tanggung jawab yang tidak ada korelasi dengan keahlian maka angka kredit ybs akan dihentikan sementara dan baru aktif lagi jika Ia kembali ke perawat.

"Tapi sebenarnya saudara rugi karena nanti harus kembali lagi ke angka (kredit) terakhir," Ia mengingatkan.

Langkah ini jelasnya untuk memproteksi profesi perawat supaya tidak hilang tugas fungsionalnya yang dikhawatirkan akan membuat ybs hilang kemampuan teknisnya.

"Ini akan Saya jaga jangan sampai ada tenaga kesehatan yang hilang tugas-tugas fungsionalnya," Sekda menegaskan.

Untuk menyelesaikan poin terakhir diakui sekda cukup berat mengingat ruang-ruang di sektor pemerintah makin terbatas khususnya melalui jalur penerimaan CPNS yang menyediakan formasi kesehatan khususnya perawat.

Meski demikian Ia tetap mendorong kabupaten/kota membuka formasi kesehatan dengan prioritas penempatan di wilayah terdepan dan terluar.

Guna menyalurkan perawat-perawat yang belum dipekerjakan di unit kesehatan pemerintah maupun swasta, maka sekda mengajukan gagasan perawat mandiri.

Gagasan ini didorong pengamatan Beliau yang melihat ada masyarakat yang sanggup finansial tapi tidak punya cukup waktu menjaga keluarga yang sakit di rumah akibat kesibukan kerja sehingga butuh jasa perawat untuk mengganti.

Sekda menuturkan pernah mengalami betapa sulitnya menemukan perawat yang bersedia menjaga pasien di rumah padahal Ia siap membayar insentif sesuai tarif yang diminta.

"Banyak perawat profesional yang mau kerja tapi belum dapat ruang kerja," ungkapnya.

Peluang ini yang Ia harap bisa jeli dilirik PPNI supaya perawat bisa dihubungkan dengan lembaga atau orang yang mencari jasanya.

"Jangan sampai perawat makin banyak dan PPNI pusing bagaimana memfasilitasi yang mau bekerja," titipnya ke PPNI.

"Dan berani berpikir keluar dari kebiasaan saat ini," pungkasnya mendorong peserta seminar.bhst/pu

Baca 93 kali

Berikan komentar

TULIS PESAN

Terkini Olah Raga

Sekprov
MOH SALEH
Bupati dan Wakil Ramdhan
Rustam Rewa1
dr adjimain
Fadjar S

Kontak Polisi

RESOR PALU