Rabu, November 13, 2019
sulteng welcome
Iklan Haji
Sabtu, 22 Jun 2019 17:24

Bendungan Winangun Buol Ambruk, PT FRUN Bertangungjawab

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)

Alasannews.com, Buol--Sulteng | Proyek Irigasi (DI) di Desa Winangun, Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol dalam kondisi rusak berat. Padahal, proyek ini belum lama dibangun dengan anggaran Rp 9 M lebih.

Hasil penelusuran media menyebutkan, proyek yang dirancang Pemerintah Kabupaten Buol, kini jadi sorotan masyarakat. Ada kesan, mutu bangunan yang tidak sesuai spesifikasi yang ditentukan.

Sekjen Pemuda Sulteng bersatu, Sukarno yang turun memantau kondisi proyek itu menyebutkan, apapun bentuknya aparat penegak hukum (APH) harus menyelidiki sebab musabab ambruknya pekerjaan itu, Sabtu (22/6) di Palu.

Saat di temui di salah satu Warkop di Palu, Sukarno mengatakan, kita menduga rendahnya kualitas pekerjaan menyebabkan ambruknya bangunan tersebut. Pasalnya menurut dia, takkan mungkin kerusakan bisa separah itu jika dikerjakan sesuai petunjuk teknis.

Diketahui, proyek yang baru beberapa bulan dibangun oleh PT Fajar Raya Usaha Nusa (FRUN) dengan nilai HPS Rp 9.997.752.000,- dari Pagu Rp10 miliar yang dianggarkan melalui ABPD Kabupaten Buol Tahun 2018. Kondisi bangunan saat ini sama sekali tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya, sebab dinding pada bangunan irigasi dan bangunan bronjongnya telah ambruk.

 

Selain material batu yang tidak memenuhi syarat, juga tidak dibuatkan galian (koporan). Akibatnya, ketika debit air besar datang, bronjong pun ikut hanyut karena tidak memiliki kekuatan untuk menahan terjangan air.

PT Fajar Raya Usaha Nusa, yang memiliki kantor di Tolitoli ketika akan dikonfirmasi tidak berada di tempat. "Pak Jhoni Pongki, sedang di Surabaya," ujar seseorang di gedung lantai dua itu.

Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Buol, Dr Aryan Gafur pernah mengatakan, pekerjaan Bendungan Winangun telah dikerjakan sesuai spesifikasi (Spek) sebagaimana ditetapkan dalam kontrak.

“Pekerjaan bronjong yang masuk dalam salah satu item pekerjaan juga sudah dilaksanakan sesuai spek. Kerusakan bronjong disebabkan oleh banjir berulang yang membawa material kayu gelondongan dan menghantam dinding bronjong tersebut, sehingga banyak yang rusak,” terang Kadis

Adapun kerusakan bendungan yang sifatnya kecil telah ditangani melalui mekanisme pemeliharaan sesuai dengan kesepakatan dalam kontrak, di mana kontraktor masih bertanggungjawab dalam masa pemeliharaan selama 6 bulan,. Pu

Baca 149 kali Terakhir diubah pada Sabtu, 22 Jun 2019 17:57

Berikan komentar

TULIS PESAN

Terkini Olah Raga

Sekprov
MOH SALEH
Bupati dan Wakil Ramdhan
Rustam Rewa1
dr adjimain
Fadjar S

Kontak Polisi

RESOR PALU