Rabu, Agustus 21, 2019
alasaniduladha
Pendidikan
Pendidikan

Pendidikan (21)

Ilustrasii Pendaya Gunaan Data

Jakarta, alasannews --  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lembaga Pendataan Tahun 2018 untuk meningkatkan optimalisasi pendayagunaan data pendidikan dan kebudayaan. 

Rakornas selama tiga hari dari tanggal 13 sampai dengan 15 Maret 2018 ini diselenggarakan oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK).

Rakornas lembaga pendataan di Hotel Kartika Chandra Jakarta ini diikuti 375 peserta dari dinas pendidikan baik provinsi maupun kabupaten/kota. Kegiatan ini mengusung tema "optimalisasi pendayagunaan data yang terintegrasi untuk meningkatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan yang berkualitas", dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbud Didik Suhardi.

Tujuan kegiatan ini menurut Kepala PDSPK, Bastari, adalah sebagai upaya mendukung kebijakan satu data Indonesia. "Selain itu juga untuk menyosialisasikan pengelolaan data pokok pendidikan dan kebudayaan, dan meningkatkan koordinasi pendayagunaan data untuk kemajuan pembangunan pendidikan dan kebudayaan," kata Bastari, Selasa (13/3/2018).

Sejumlah materi disampaikan dalam kesempatan rakornas pendataan ini. Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Sosial, Budaya, dan Ekologi Strategis, Yanuar Nugroho menyampaikan materi tentang kebijakan Satu Data Indonesia. Materi-materi lain yang disajikan antara lain: a. pendayagunaan data untuk kebijakan zonasi; b. optimalisasi pendataan data pokok PAUD dan pendidikan masyarakat; c. pendayagunaan data untuk pembinaan guru dan tenaga kependidikan.

Sesjen Kemendikbud Didik Suhardi dalam pembukaan rakornas ini menegaskan pentingnya data dalam pengambilan kebijakan pemerintah. "Data yang akurat sangat penting sebagai bahan pengambilan kebijakan pemerintah. Berawal dari data yang akurat, kebijakan yang diambil pemerintah akan lebih tepat sasaran dan bebas dari inefisiensi anggaran," kata Didik Suhardi.

Didik Suhardi mendorong agar semua unit kerja di lingkungan Kemendikbud dan dinas yang menangani pendidikan dan kebudayaan di daerah meningkatkan kualitas pengelolaan data mereka. "Menjadi tujuan kita bersama untuk mewujudkan satu nusa, satu bangsa, satu bahasa, satu peta, dan satu data," tegas Didik. Ia juga mengajak semua unit kerja agar menyelaraskan data yang mereka punya dengan data pada unit kerja lainnya yang terkait.

 

Apa itu Kentos kelapa??

Kentos Kelapa atau dikenal pula dengan Tombong Kelapa adalah embrio dari tunas kelapa. Bentuk Kentos bulat, dan terletak di dalam daging buah kelapa. Namun rasanya sungguh beda dari buah kelapa. Lebih getas dan crunchy. Tapi si kentos ini benar-benar aman dimakan. Bahkan bila dalam jumlah banyak enak sekali dijadikan sayur.

Sebenarnya embrio kelapa bernama Kentos Kelapa ini tidak begitu populer di kalangan masyarakat. Bahkan jikalau suatu kelapa dibelah dan ada isinya kentos, maka kelapa itu sering dicap sbg kelapa tua. Padahal secara rasa dan manfaat, banyak sekali . Rasanya enak sekali.

1. Mencegah Kerosakan Pada Pembuluh Darah

Pembuluh darah bisa pecah jika anda terus tidak memperhatikan pola makan anda. Kerusakan pembuluh darah padahal berakibat fatal. Maka dari itu, anda membutuhkan manfaat kentos kelapa ini yang diyakini bakal mencegah kerusakan pembuluh darah anda.

2. Mencegah Penyakit Liver

Liver bisa disembuhkan dengan kentos kelapa. Dengan mengonsumsi sayuran ini, sungguh anda bakal memiliki tubuh yang kuat. Terhindar dari penyakit mengerikan seperti liver. Ingatlah bahwa penyakit ini itu sangat bahaya. Liver bisa menyebabkan kematian.

3. Mengandung Zat Besi

Zat besi yang terkandung di dalam kentos kelapa begitu baik sekali untuk tubuh anda. Dengan memakan banyak makanan kaya zat besi seperti tombong kelapa alias kentos kelapa ini, maka anda takkan kena anemia lagi.

4. Mengandung Omega 3

Omega 3 yang ada pada kentos kelapa sungguh ampuh sekali. Manfaat kentos ini memang diyakini kaya dengan asam lemak omega 3 yang akan menutrisi otak anda. Supaya bisa maksimal bekerja.

5. Mengandung Vitamin A

Kandungan vitamin A yang ada pada kentos kelapa sungguh super bagus sekali untuk kesehatan. Dengan manfaat kentos kelapa, sungguh tubuh anda takkah sakit-sakitan lagi. Terutama bola mata anda, benar akan sehat kembali. Seakan memiliki bola mata baru yang jernih.

6. Mengandung Vitamin D

Kandungan vitamin D di dalam manfaat tombong kelapa alias manfaat kentos kelapa ini juga ampuh sekali dalam pencegahan radikal bebas. Dengan rajin memakan sayur kentos ini, maka racun dan radikal bebas takkan menyerang anda lagi.

7. Mengandung Protein

Protein yang ada pada kentos kelapa juga baik sekali untuk tubuh. Kandungan protein yang tinggi dan melimpah pada kentos sungguh baik sekali untuk tubuh. Anda takkan terkena gangguan pembentukan sel lagi.

8. Mengandung Fosfor

Kadar fosfornya pada kentos kelapa juga banyak. Manfaat kentos kelapa akan menutrisi tiap jaringan tulang dan gigi anda.

9. Mengandung Vitamin B12

Kentos kelapa diyakini mengandung vitamin B12 yang begitu baik untuk tubuh. Dengan memakan sayuran ini, maka tubuh anda takkan kena lagi penyakit ini. Sungguh baik.

10. Mencegah Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner juga akan disembuhkan dengan kentos kelapa. Karena manfaatnya yang hebat ini.

11. Memperkuat Tulang dan Gigi

Tulang dan gigi anda takkan rapuh lagi berkat manfaat kentos kelapa.

12. Mencegah Stroke

Pun dengan stroke, tentu saja kentos kelapa alias tombong kelapa begitu ampuh mengubati

13. Mencegah Rabun Jauh atau Hipermetropi

14. Mencegah Radang Selaput Otak

15. Mencegah Rabun Dekat atau Miopi

16. Mengobati Sakit Kepala dan Migrain

17. Mengandung Kalsium yang Melimpah

18. Meringankan Depresi dan Stress Akut

19. Mencegah Mata Silinder Supaya Tidak Makin Parah

20. Mengobati Batuk Kering dan Menahun

21. Mencegah Kanker Kolon

22. Mengobati Insomnia dan Hipersomnia

23. Mengobati Mood Swing

24. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi atau Hipertensi

24. Mengobati Flu dan Pilek

25. Menguatkan Daya Pikir

Cukup sekian seluruh penjelasan mengenai sayuran dari buah kecil di dalam kelapa ini. Semoga Bermanafaat.an.com/fb

Minggu, 18 Februari 2018 23:01

Gubernur Resmikan Sekolah di Kabupaten Banggai

Ditulis oleh

Foto : Gubernur Sulteng Longky Janggola

Alasannews.com--Luwuk, Gubernur Sulawesi Tengah, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si secara langsung meresmikan tiga bangunan sekolah di Kabupaten Luwuk Banggai yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita, sekaligus menyerahkan secara simbolis Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada beberapa orang siswa yang merupakan perwakilan dari sekolahnya masing-masing.
Yang pertama, Gubernur beserta rombongan meresmikan Unit Sekolah Baru (USB) Sekolah Luar Biasa (SLB), selanjutnya menuju ke SMA Negeri Batui Selatan Desa Tohiti Sari Kecamatan Toili dan yang terakhir meresmikan SMA Negeri 1 Tolisu Kabupaten Banggai, yang dibangun melalui bantuan Bansos Tahun 2017 dari Direktorat Pembinaan PK-LK dan Direktorat Pembinaan SMA pada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Ahad 18 Februari 2018
“Saya berharap, apa yang sudah terselesaikan ini langsung dimanfaatkan, agar pelayanan pendidikan segera berjalan sebagaimana mestinya, dan pemerintah kabupaten agar terus memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan sekolah, ini semua sebagai upaya kita didalam mengembangkan pendidikan, yang sejalan dengan salah satu misi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, yakni peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang berdaya saing berdasarkan keimanan dan ketakwaan,” jelas Gubernur
Menurut Gubernur, pembangunan unit sekolah baru dan pembangunan SLB di Desa Tohitisari, serta Unit Sekolah Baru SMA di Desa Tolisu dan SMA di Desa Batui Selatan, merupakan salah satu tujuan pembangunan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, dan sekolah yang dibangun ini menjadi sekolah perdana untuk mengangkat kepala sekolah pada ketiga sekolah tersebut.

 


Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, telah dinyatakan bahwa pengelolaan SMA/SMK/SLB ditangani langsung oleh provinsi, akan tetapi, kabupaten diharapkan tetap bertanggung jawab dan selalu bekerjasama dengan dinas terkait tingkat provinsi, dalam hal pembinaan dan pengelolaan untuk memajukan sekolah, artinya, perhatian tetap harus tertuju pada penanganan kepada peserta didik.
Sesuai Permendiknas Nomor 70 Tahun 2009 menyatakan peserta didik yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, sosial atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa, perlu mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan hak asasinya.
“Oleh sebab itu, dengan keberadaan unit sekolah baru ini, saya tidak mau lagi melihat anak-anak penyandang disabilitas dan anak-anak yang kurang mampu dari segi ekonomi tidak bersekolah atau tidak mendapatkan layanan pendidikan sebagaimana mestinya, atau mereka sampai diterlantarkan bahkan hak-haknya untuk mendapatkan pe63ndidikan yang maksimal sampai terpasung,” tegas Gubernur.
Gubernur bahkan meminta kepada semua pihak untuk mencari informasi tentang keberadaan anak-anak tersebut, baik di lingkungan keluarga ataupun masyarakat agar mereka terdata pada sekolah Pendidikan Luar Biasa (PLB) atau sekolah reguler di Kabupaten Banggai, sehingga mereka mendapatkan pendidikan sesuai standar pelayanan minimal.
Untuk itu, kepada seluruh stakeholders pendidikan, agar terus bergiat dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan pembangunan pendidikan, dengan terus memberi dukungan secara maksimal kepada setiap Unit Sekolah Baru (USB) yang sedang dibangun maupun yang telah di bangun, agar proses pendidikan didaerah-daerah kabupaten dapat sejajar dengan pendidikan didaerah yang telah berkembang, dan, kepada ketiga sekolah dimaksud, agar tetap berkoordinasi dengan dinas terkait yang ada di wilayah Kabupaten Banggai.
Dalam sambutannya, Gubernur juga menjelaskan terkait Program Indonesia Pintar melalui Kartu Indonesia Pintar, adalah salah satu program nasional, yang tercantum dalam RPJMN 2015-2019,
Menurut Gubernur, KIP merupakan program pemerintah yang di cetuskan oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo melalui Nawacitanya pada poin kelima, yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program "Indonesia pintar",
Gubernur juga sempat mengkritisi temuan dilapangan, yang mana ada pihak tertentu, memanfaatkan program tersebut, bahkan ada partai politik yang membagi-bagikan KIP seakan-akan anggaran yang dikucurkan berasal dari mereka, padahal program tersebut merupakan program nasional yang dicetuskan oleh Presiden Joko Widodo dalam program nawacitanya.

Menurut Gubernur, prioritas program pembangunan bidang pendidikan di Sulawesi Tengah, di arahkan pada : program pendidikan anak usia dini; program pendidikan dasar meliputi sekolah dasar dan sekolah menengah  pertama; program pendidikan menengah; program pendidikan khusus dan layanan khusus; program pendidikan informal dan non formal.
Sementara itu, Bupati Banggai, H. Herwin Yatim memberikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Tengah yang berkenan meresmikan tiga bangunan sekolah, yang mana tujuh bulan lalu juga melakukan peletakan batu pertama.
Hadir pada kesempatan itu, Bupati dan Wakil Bupati Banggai, Anggota DPRD Kabupaten Banggai, Unsur Forkompimda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Banggai, Pejabat Lingkup Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Banggai, Camat, Kepala Desa, Para Kepala Sekolah, Guru, serta Tokoh Masyarakat

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL
PEMPROV SULTENG4

Jakarta Menteri Pendidikan, Budaya dan Ilmu Pengetahuan Belanda Mariëtte Bussemaker melakukan kunjungan resmi ke Indonesia. Di Tanah Air, perempuan yang kerap disapa Jet ini menghadiri sejumlah kegiatan penting.

Di antaranya, menemui secara terpisah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Riset dan Teknologi  Mohamad Nasir serta meresmikan Gedung Pusat Pelatihan Erasmus.

Menurut Jet, bagi negaranya Indonesia merupakan mitra penting negaranya di bidang pendidikan. Hal itu menjadi faktor pendorong kunjungan dirinya ke Tanah Air.

“Tujuan saya untuk mengintensifikasi kerjasama di bidang pendidikan, kebudayaan, ilmu pengetahuan,” ucap Jet di saat bertemu beberapa media di Kantor Kedutaan Besar Belanda di Indonesia, Senin (13/2/2017).

Dia menjelaskan, Indonesia dan Belanda sudah menjalin Memorandum of Understanding on Higher Education and Science. Kesepakatan tersebut terjalin ketika Presiden Joko Widodo mengunjungi negara tersebut akhir tahun lalu.

“Kami akan mengimplementasi itu dalam sebuah joint working group,” kata Jet.

Di samping mengintensifkan MoU, Jet mengatakan dalam lawatannya ini ia akan mengali fokus kerjasama pendidikan di sektor baru. Yaitu, di bidang vokasional.

“Yang paling penting adalah membangun kerjasama baru di bidang vokasional,” jelasnya.

Sektor tersebut sangat penting bagi hubungan pendidikan Indonesia dan Belanda. Sebab, Presiden Joko Widodo menaruh perhatian lebih dalam hal pendidikan vokasional.

Sumber : Liputan 6

 

Sebagai orang tua kadang jengkel dan kesal dengan kenakalan anak. Sebenarnya kenakalan anak itu sendiri sedikit banyak merupakan efek dari proses pembelajaran anak wujud dari kepribadian dan kreatifitas anak. Artikel ini saya kutip dari situs KPAI.go.id, berikut kutipannya

LASKAR PELANGI, Seru! Film ini tidak mengajak penonton untuk menangisi kemiskinan. Sebaliknya, mengajak kita untuk memandang kemiskinan dengan cara lain. Tepatnya melihat sisi lain dari kondisi kekurangan yang mampu melahirkan kreativitas-kreativitas tak terduga. Keterbatasan-keterbatasan yang dialami nyatanya menumbuhkan anggota Laskar Pelangi menjadi karakter-karakter yang unik.

Kenakalan-kenakalan kecil bercampur dengan kepolosan yang cerdas, menghadirkan satu adonan menakjubkan tentang bagaimana masa kecil dipersepsi dan dijalani oleh anak-anak yang luar biasa ini. Mereka menjadi luar biasa karena hidup dalam keterbatasan, luar biasa karena dibesarkan dengan idealisme pendidikan yang terasa naif di jaman sekarang, sekaligus luar biasa karena garis nasib menuntun mereka menjadi sosok-sosok yang tidak pernah terduga oleh siapapun.

Kedudukan dan fungsi suatu keluarga dalam kehidupan manusia bersifat primer dan fundamental. Keluarga pada hakekatnya merupakan wadah pembentukan masing-masing anggotanya, terutama anak-anak yang masih berada dalam bimbingan tanggung jawab orangtuanya. Perkembangan anak pada umumnya meliputi keadaan fisik, emosional sosial dan intelektual. Bila kesemuanya berjalan secara harmonis maka dapat dikatakan bahwa anak tersebut dalam keadaan sehat jiwanya.

Dalam perkembangan jiwa terdapat periode-periode kritik yang berarti bahwa bila periode-periode ini tidak dapat dilalui dengan harmonis maka akan timbul gejala-gejala yang menunjukkan misalnya keterlambatan, ketegangan, kesulitan penyesuaian diri kepribadian yang terganggu bahkan menjadi gagal sama sekali dalam tugas sebagai makhluk sosial untuk mengadakan hubungan antar manusia yang memuaskan baik untuk diri sendiri maupun untuk orang di lingkungannya.

Keluarga merupakan kesatuan yang terkecil di dalam masyarakat tetapi menepati kedudukan yang primer dan fundamental, oleh sebab itu keluarga mempunyai peranan yang besar dan vital dalam mempengaruhi kehidupan seorang anak, terutama pada tahap awal maupun tahap-tahap kritisnya. Keluarga yang gagal memberi cinta kasih dan perhatian akan memupuk kebencian, rasa tidak aman dan tindak kekerasan kepada anak-anaknya. Demikian pula jika keluarga tidak dapat menciptakan suasana pendidikan, maka hal ini akan menyebabkan anak-anak terperosok atau tersesat jalannya.

Keluarga mempunyai peranan di dalam pertumbuhan dan perkembangan pribadi seorang anak. Sebab keluarga merupakan lingkungan pertama dari tempat kehadirannya dan mempunyai fungsi untuk menerima, merawat dan mendidik seorang anak. Jelaslah keluarga menjadi tempat pendidikan pertama yang dibutuhkan seorang anak. Dan cara bagaimana pendidikan itu diberikan akan menentukan. Sebab pendidikan itu pula pada prinsipnya adalah untuk meletakkan dasar dan arah bagi seorang anak.

Pendidikan yang baik akan mengembangkan kedewasaan pribadi anak tersebut. Anak itu menjadi seorang yang mandiri, penuh tangung jawab terhadap tugas dan kewajibannya, menghormati sesama manusia dan hidup sesuai martabat dan citranya. Sebaliknya pendidikan yang salah dapat membawa akibat yang tidak baik bagi perkembangan pribadi anak. Salah satu pendidikan yang salah adalah memanjakan anak.

Beberapa faktor yang menyebabkan orang tua memanjakan anaknya yaitu :

  1. Orang tua anak tersebut dimanjakan oleh orang tuanya pula sehingga pengalaman itu diwariskan kepada anaknya.
  2. Orang tua mempunyai konsep kebahagiaan yang kurang tepat. Misalnya kebahagiaan diidentik dengan menyenangkan hati anak-anaknya dengan menuruti semua permintaan mereka dengan memberi barang-barang lux, uang.
  3. Sikap memanjakan dapat disebabkan juga karena orang tua dahulu mempunyai pengalaman hidup yang pahit dan miskin sehingga mereka ingin menghindari anak-anak mereka dari situasi yang serba sulit.
  4. Orang tua yang banyak kegiatan dan bisnis sehingga tidak mempunyai waktu senggang yang cukup bagi anak-anaknya. Kegiatan overaktif ini dapat menimbulkan rasa bersalah bagi orang tua tersebut sehingga mereka menuruti semua permintaan atau memberikan barang-barang berharga sebagai substitusi kasih sayang mereka.
  5. Kecendrungan orang tua yang kadang-kadang membedakan anak-anak mereka. Sikap membedakan biasanya dilatarbelakangi oleh faktor pandangan/kebudayaan tertentu misalnya rasa bangga terhadap anak laki-laki. Keadilan orang tua yang tidak merata terhadap anak dapat berupa perbedaan dalam pemberian fasilitas terhadap anak maupun perbedaan kasih sayang. Bagi anak yang merasa diperlakukan tidak adil dapat menyebabkan kekecewaan anak pada orang taunya dan akan merasa iri hati dengan saudara kandungnya. Dalam hubungan ini biasanya anak melakukan protes terhadap orang tuanya yang diwujudkan dalam berbagai bentuk kenakalan.

Jelaslah bahwa kenakalan Anak sangat dipengaruhi oleh peranan keluarga walaupun faktor lingkungan juga sangat berpengaruh. Faktor keluarga sangatlah penting karena merupakan lingkungan pertama, lingkungan primer. Apabila lingkungan keluarga tidak harmonis yaitu menglami hal-hal yang telah disebutkan diatas seperti keluarga broken home yang disebabkan perceraian, kebudayaan bisu, dan perang dingin serta kesalahan pendidikan akan berpengaruh kepada anak yang dapat menimbulkan kenakalan Anak. Bagaimanapun kenakalan Anak harus dilakukan pengendalian karena apabila berkelanjutan akan menyebabkan kerusakan pada kehidupannya pada masa yang akan datang. Selain dari pihak keluarga pengendalian kenakalan Anak juga harus dilakukan dari lingkungan Anak tersebut.

Guru dan Psikologi Penangkal Kenakalan Anak

Peran seorang Guru dalam membentuk kepribadian dan kreatifitas Anak sangat berkaitan erat, setidaknya dalam hidupnya sejak dari taman kanak-kanak hingga kuliah di Perguruan Tinggi, seorang anak akan berhubungan langsung dengan para guru selama belasan bahkan puluhan tahun lamanya. Jadi bagaimana mungkin peran seorang guru tidak menjadi sesuatu hal yang mendapatkan prioritas lebih dari masyarakat untuk dapat menangkal kenakalan Anak yang semakin hari semakin meresahkan kita. Untuk menahan lajunya angka kasus-kasus kenakalan Anak maka peran aktif para guru harus dioptimalkan. setidaknya dalam kehidupannya setiap hari, seperempat atau setengahnya (5 – 8 jam) waktu seorang Anak akan dihabiskannya bersama dengan para gurunya di sekolah, bahkan ada dan bahkan banyak keakraban antara Anak dan gurunya berlanjut positif sampai ke luar lingkungan sekolah.

Foto : Ilustrasi

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) mengalokasikan dana pendidikan sebesar Rp 444,13 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Dari jumlah itu, terbanyak mendapat jatah anggaran pendidikan adalah Kementerian Agama (Kemenag) sebesar Rp 52,68 triliun, antara lain untuk membayar gaji para guru agama di pusat maupun daerah.

Dikutip dari laman Setkab.go.id, Senin (8/1/2018) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 107 Tahun 2017 tentang Rincian APBN 2018, pemerintah mengalokasikan Rp 444,13 triliun untuk pendidikan dari total anggaran belanja senilai Rp 2.220 triliun di 2018.

Tolitoli-Alasannews.com-Warga Dusun Bambanipa Desa Malala kecamatan Dondo kabupaten Tolitoli yang berjumlah berkisar 25 KK, di mana anak anak sebanyak 31 orang yang seharusnya Bisa mengenyam pendidikan namun tidak di rasakan oleh warga yang berada di wilayah tersebut. untuk menjangkau sampai ke dusun tersebut harus menjangkau jarak tempuh sekira 7 KM dari jalan poros Trans Sulawesi Desa Malala kecamatan Dondo kabupaten Tolitoli.
 
Untuk bisa mengenyam pendidikan warga setempat berinisiatif memberikan pendidikan dengan sebatas pengenalan Hitung menghitung. hampir seluruh warga yang ada dusun tersebut belum mengenal huruf atau buta aksara, di karena kan akses jalan yang di tempuh untuk sampai ke Dusun Bambanipa Mencapai 7 KM dari jalan poros desa Malala kecamatan Dondo.selain jarak yang di tempuh lumayan jauh, Juga di karenakan jalan yang harus di lalui kondisinya cukup Rusak, Dusun Bambanipa berdiri sejak 25 tahun yang lalu dengan mayoritas suku Lauje yang merupakan salahsatu suku terasing di kabupaten tolitoli. 
 
 
Menurut Surya,kepala dusun Bambanipa Desa malala, bahwa hal tersebut dipengaruhi beberapa faktor, selain jarak tempuh untuk sampai kedusun Bambanipa yang terbilang jauh berkisar 7 Km dari perkampungan tempat sekolah berdiri  di desa Malala, juga karena kondisi jalan yang sangat sulit, juga mnjadi alasan warga untuk tidak menyekolahkan anak-anaknya, butuh waktu yang cukup lama untuk sampai ke sekolah, apalagi dengan kondisi jalan yang terbilang cukup berbahaya untuk dilalui anak-anak, " tutur Surya,beberapa waktu lalu
 
Selain itu kata Surya, untuk mengenalkan pendidikan kepada anak anak warga yang mayoritas suku lauje tersebut, beberapa warga berinisiatif mengenalkan pendidikan kepada anak, dengan sebatas pengenalan hitung- hitungan dan hampir seluruh orang tua di wilayah itu tidak mengenal Huruf atau buta aksara. Selain itu hampir sembilan puluh persen penduduknya tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP)  dan kartu keluarga,  sehingga sulit untuk mendaftarkan anaknya masuk ke sekolah"katanya
 
 
 
Ketika Hal tersebut di Konfirmasi ke Dinas Pendidikan Kabupaten Tolitoli, Kepala Seksi pembinaan Sekolah dasar dinas pendidikan kabupaten Tolitoli, Taufik menjelaskan bahwa pihaknya sudah menerimah laporan tersebut, dan kemarin langsung turun untuk meninjau kondisi warga yang ada di Dusun Bambanipa desa Malala kecamatan Dondo.
 
menurut Taufik pihaknya  sudah melaporkan ke kepala Dinas pendidikan kabupaten Tolitoli, dan hari ini sudah di adakan rapat soal nasib anak anak warga dusun bambanipa yang sangat kesulitan untuk mengenyam pendidikan. Rencananya dalam waktu dekat,  Dinas Pendidikan Tolitoli akan mendirikan sekolah jarak jauh,  sehingga anak-anak di wilayah itu dapat menikmati pendidikan
 
 
 
"Kami sudah mendatangi lokasi,  dan melihat langsung kondisi anak-anak disana,  ini adalah persoalan yang harus segera diselesaikan dan harus di sikapi.kasihan anak-anak disana jika harus hidup tanpa mengenal pendidikan.
 
Sebagai tenaga pengajar, Dinas pendidikan akan menempatkan  sejumlah tenaga honorer untuk mengajar di sekolah jarak jauh yang akan di bangun di Dusun Bambanipa Desa Malala kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli"tutup taufik
Halaman 2 dari 2
Bupati dan Wakil Ramdhan
Rustam Rewa1
dr adjimain
Fadjar S

Kontak Polisi

RESOR PALU