Minggu, Desember 15, 2019
hut daerah

 
 
Alasannews.com, Banyuwangi-Jatim | Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto, S.AP., M.Si., M.Tr (Han), secara resmi menutup Latihan Pembentukan Raider Satjar Kostrad Gel II Ta 2019 di Pantai Grajakan, Banyuwangi, Minggu (1/9/2019).
 
Berdasarkan rilis yang diterima Alasannews.com, kegiatan berlangsung selama 3 bulan (10 Juni s.d. 01 September 2019). 
 
Kegiatannya sendiri melalui 3 tahapan latihan. Yakni, pertama, tahap basis di Markas Yonif Raider 514 Kostrad. Kedua, tahap gunung hutan di gunung Ijen komplek. Dan yang ketiga, tahap rawa laut di pantai Grajakan komplek.
 
Dalam penjelasan tertulis Pendiv 2, dikatakan latihan itu sendiri bertujuan untuk melengkapi kualifikasi Raider sebagai standar mutlak yang harus dimiliki oleh setiap prajurit Kostrad. Terkhusus yang berdinas di Satuan Raider, Mekanis Raider dan Para Raider. 
 
Harapannya mereka menjadi prajurit yang lebih profesional, handal dan tangguh, serta mampu menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan yang semakin kompleks.
 
 
“Dengan penyematan kualifikasi Raider, para prajurit Kostrad di hadapan saya ini harus selalu siap untuk melaksanakan tugas-tugas dalam Operasi Khusus yang meliputi Operasi Raid Penghancuran dan Raid Pembebasan Tawanan, Operasi Mobil Udara, Operasi Lawan Gerilya serta Pertempuran Jarak Dekat di segala bentuk medan dan cuaca,” tegas Pangdivif 2 Kostrad dalam amanatnya di depan para Raider.
 
“Prajurit Raider memiliki motto bergerak secara cepat, tepat dan senyap untuk mendekati, merebut dan menghancurkan sasaran, tunjukkan bahwa itu bukan hanya sekedar motto saja. Buktikan melalui keberhasilan setiap pelaksanaan tugas yang dipercayakan kepada  kalian,” lanjutnya.
 
Lebih jauh Mayor Jenderal Tri Yuniarto berharap agar kualifikasi Raider yang telah disandang tersebut, tidak hanya memberikan kebanggaan dan rasa percaya diri, namun juga menambah profesionalisme, sehingga mampu dan berhasil dalam melaksanakan tugas-tugas yang diemban di masa depan yang semakin kompleks dan multidimensional. 
 
Penutupan latihan pembentukan Raider tersebut ditandai dengan penanggalan tanda peserta dan pemasangan baret yang disertai dengan penyematan tanda kualifikasi, penerimaan sertifikat dan pembacaan janji prajurit Raider.
 
Diakhir penutupan, Jenderal Bintang Dua itu menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada penyelenggara Latihan serta seluruh pihak yang berkontribusi atas penyelenggaraan latihan Raider sehingga dapat berjalan dengan aman dan mencapai tujuan serta sasaran yang diharapkan.
 
Turut hadir pada acara tersebut Kasdivif 2 Kostrad, Paban 2/Binlat Sopsad, Danpusdikif, Danrem 083/BDJ, Danrindam V/Brw, Asops Kaskostrad, Asops Kasdam V/Brw, Danseraider Pusdiklat Passus, Asren Divif 2 Kostrad, para asisiten Kasdivif 2 Kostrad, Danbrigif 9 Kostrad, para Komandan satuan jajaran Divif 2 Kostrad serta Unsur Forkopimda Kabupaten Banyuwangi........(Ma'ruf Asli).
 



Alasannews.com - Aktor ganteng asal India, Shaheer Sheikh mempersunting Artis cantik Ayu Ting Ting. Mereka melangsungkan  prosesi ijab qobul. 

 
Shaheer Seikh yang berkemeja putih berlapis jas hitam terlihat mengucapkan ijab di depan penghulu. Aktor yang sejak laama dikabarkan memiliki kedekataan dengan janda muda satu anak itu melafalkan ijab dengan terbata-bata.
 
Sementar itu Ayu Ting Ting menggunakan berkebaya putih. Ia duduk  di samping Shaheer. Di belakang mereka, terlihat para tamu undangan turut menyaksikan prosesi tersebut.
 
Seperti diulas Dream,co,id, sebuah video yang menunjukkan prosesi ijab kabul  itu telah beredar di media sosial, Jumat (30 /8/2019) 

Sayangnya prosesi itu bukan sungguhan. Vidio itu hanyalah potongan adegan film FTV terbaru mereka. Video ijab kabul beredar luas itu tengah ramai dibicarakan netizen. 
 

Meski prosesi itu hanya video syuting film, banyak warganet mendoakan Shaheer dan Ayu Ting Ting benar-benar berjodoh. Apalagi, kedua selebritas ini pernah menjalin hubungan asmara. 

"Mudah 2an in awal yng baik dn bkn hy d ftv aj tp jd kenyataan dlm k hdpan aysha aamiiin smg aaalloh menjabah semua doa 2 ortu ayu dan iqis yng ingin pny papa gntng," tulis akun @ratemreza.

"Ya Allah coba itu kenyataan saya jg ikut gembira....persatukan mereka ya Allah.....Amiiiiiiin," kata akun @amanda.gisella.718.

"wooow seandainya sha sebut nama ayurosmalina bisa gempar dunia, mudah"an jadi nyata aysha," tulis akun @ikarosari033.......(RedAN)

 

Alasannews.com, Jakarta | Pemerintah DKI Jakarta gelar Muharram Festifal menyambut Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1441 H.
 
Penyambutan Tahun Baru Hijriah itu dilaksankan di Bundaran HI Jakarta, Sabtu malam (31/8/2019).
 
Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan dalam sambutannya pada Festival itu mengatakan tradisi perayaan tahun baru hijriah itu mesti terus dilestarikan dan dikembangkan sesuai konteks kemodernan.
 
Ia lantas menunjuk pawai obor yang merupakan tradisi, dan melibatkan 4.000 orang. Obor yang dibawa peserta pawai  tidak menggunakan obor api melainkan obor elektrik yang menggunakan cahaya lampu listrik.
 
"Pawai obor yang melibatkan 4.000 peserta menggunakan obor elektrik adalah bentuk perpaduan tradisi dengan sentuhan kemodernan," jelas mantan Mendikbud itu.
 
Festival yang dihadiri Duta Besar Arab Saudi, Turki dan beberapa perwakilan negara sahabat yang ada  di Jakarta itu disiarkan langsung Trans TV.
 
Sederet nama musikus tanah air tampil mengisi acara itu. Termasuk Pasha, mantan pentolan Band Ungu yang juga wakil walikota Palu turut ambil bagian.
 
Digelarnya Muharram Festival di ibu kota itu menjadi catatan tersendiri. Hal itu mengingat pemerintahan DKI sebelumnya kurang merespon kegiatan semacam itu.tertlebih lagi jika mengambil lokasi kawasan Monas.
 
Seolah hendak terus memenuhi janji politiknya, mantan Rektor Universitas Paramadina itu terus melakukan gebrakan dan terobosan di ibu kota.
 
Muharram Festival dirangkaikan dengan Halal Ford, Beauty of Jakarta dan banyak lagi agenda sertaan lainnya .....(Ma'ruf Asli)

Alasannews.com — Komisi Pemilihan Umum ( KPU) menetapkan dan mengesahkan perolehan suara dan jumlah kursi di DPR Periode 2019-2024 di kantor KPU pusat, Sabtu (31//8/2019).

Berdasarkan penghitungan KPU, jumlah total suara sah Pileg 2019 untuk pemilihan anggota DPR adalah 139.970.810 suara.

 

Adapun perolehan suara 16 partai politik seperti dilansir Kompas,com, diurutkan berdasarkan perolehan kursi terbanyak:

1. PDI-P: 128 kursi
Jumlah suara: 27.503.961 (19,33 persen)
Status: Memenuhi ambang batas2. Golkar: 85 kursi

Jumlah suara: 17.229.789 (12,31 persen)
Status: Memenuhi ambang batas

3. Gerindra: 78 kursi
Jumlah suara: 17.596.839 (12,57 persen)
Status: Memenuhi ambang batas

4. Nasdem: 59 kursi
Jumlah suara: 12.661.792 (9,05 persen)
Status: Memenuhi ambang batas

5. PKB: 58 kursi
Jumlah suara: 13.570.970 (9,69 persen)
Status: Memenuhi ambang batas

6. Demokrat: 54 kursi
Jumlah suara: 10.876.057 (7,77 persen)
Status: Memenuhi ambang batas

7. PKS: 50 kursi

Jumlahsuara: 11.493.663 (8,21 persen) StatusMemenuhi ambang batas

8. PAN: 44 kursi

Jumlah suara: 9.572.623 (6,84 persen) Status: Memenuhi ambang batas

9. PPP: 19 kursi 

Jumlahsuara: 6.323.147 (4,52 persen) Status Memenuhi ambang batas

10. Berkarya: 0 kursi 

Jumlahsuara: 2.902.495 (2,09 persen) Status Tidak memenuhi ambang batas

11. PSI: 0 kursi

Jumlahsuara: 2.650.361(1,85 persen) Status Tidak memenuhi ambang batas

12. Hanura: 0 kursi

Jumlahsuara: 2.161.507 (1,54 persen) Status Tidak memenuhi ambang batas

13. PBB: 0 kursi

Jumlahsuara: 1.990.848 (0,79 persen) Status Tidak memenuhi ambang batas

14. Perindo: 0 kursi

Jumlahsuara: 3.738.320 (2,07 persen) Status Tidak memenuhi ambang batas

15. PKPI: 0 kursi

Jumlahsuara: 312.775 (0,22 persen) Status Tidak memenuhi ambang batas

16. Garuda: 0 kursi

Jumlahsuara: 702.536 (0,5 persen) Status Tidak memenuhi ambang batas.......(Ma'ruf Asli)

Ipda. Syafrudin, KBO Polres Tolitoli saat pelaksanaan operasi patuh Tinombala 2019 hari ke=3, tanggal 31 Agustus 2019.  

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Memasuki hari ke-3, Operasi Patuh Tinombala 2019 berlangsung di jalan poros Kelurahan Nalu, sekira 09.30 Wita, Sabtu (31/8/2019).
 
Operasi dipimpin KBO Lantas, Ipda Syafrudin, melibatkan 14 personil Satlantas, 2 Personil Satuan Intel serta 2 orang dari Polisi Militer.
 
Pantauan di lapangan, kegiatan itu berlangsung lancar dan tertib. Pengguna kendaraan tampak kooperatif dan mengikuti kegiatan pemeriksaan kelengkapan kendaraan dan pengendara serata surat-suratnya.
 
Kepala Biro Operasi (KBO) Lalulintas  Polres Tolitoli, Ipda. Syafrudin sesaat setelah berakhirnya operasi, Senin siang itu, kepada awak media Alasan news.com, mengungkapkan bahwa selama operasi tidak ada hal yang menyolok. 
 
Sifatnya masih penindakan biasa dengan tindakan langsung (tilang) atas pelanggaran lalulintas.
 
Pelanggaran pada kendaraan Roda Dua (R2) umumnya pada surat kendaraan dan kelengkapannya serta tidak memakai helm standar (SNI).
 
Sementara pada kendaraan Roda Empat (R4), pelanggarannya pada kelengkapan sabuk pengaman (safety belt). Semua yang dikenai tindakan itu mengendarai mobil tanpa menggunakan sabuk pengamannya.
 
"Kebanyakan pengendara Roda 4 tidak mengenakan sabuk pengaman. Padahal urgensinya safety belt itu sama dengan penggunaan helm jika mengendarai sepeda motor," ujar Syafrudin.
 
 
Sekalipun demikian, Ipda Syafrudin menilai, hingga hari ketiga ini, kesadaran dan kepatuhan masyarakat pengguna kendaraan bermotor cukup baik.
 
Menurutnya hal itu erlihat dari kendaaraan yang tadinya tak memiliki spion, kini sudah dipasangi. Demikian pula penggunaaan helm dan kelengkapan surat-surat kendaraan sudah disiapkan.
 
"Kesadaran pengendara sudah mulai terlihat setelah memasuki hari ketiga hari ini. Tidak ada juga komplain dan semacamnya," Imbuh Syafrudin........(Reporter: Hasbi AR/Editor: Mrf)
 
 
HANOI, 27 Agustus (Bernama) - Vietnam dan Malaysia telah sepakat untuk bekerja sama secara erat dengan negara-negara anggota ASEAN lainnya untuk memastikan perdamaian, stabilitas dan kebebasan navigasi dan penerbangan di wilayah yang disengketakan di Laut Cina Selatan. 

Alasannews.com, Hanoi | Vietnam dan Malaysia sepakat bekerja sama memastikan keamanan di Laut Cina Selatan setelah pemimpin kedua negara bertemua di Hanoi Vietnam, Selasa (27/08/2019).
 
Keamanan di laut Cina Selatan itu dibahas saat Dr. Mahathir Mohamad sedang dalam kunjungan resmi tiga hari ke Vietnam sejak Senin (26/8).
 
Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc mengatakan penting untuk menyelesaikan perselisihan secara damai sesuai dengan hukum internasional 1982 serta Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCLOS) tentang sengketa batas laut.
 
“Sebagai Dua tetangga yang bersahabat di Laut Cina Selatan, kami telah sepakat untuk bekerja sama dengan negara-negara anggota ASEAN lainnya di Laut Cina Selatan untuk menghormati proses diplomatik dan hukum, untuk menghindari penggunaan atau kekuatan ancaman dan militer.


Dikatakan pihaknya sepenuhnya mematuhi Deklarasi Para Pihak di Laut Cina Selatan (DOC) dan untuk mencapai substantif, efektif dan sah (CoC). Penegasan itu disampaikan pada konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Malaysia Dr. Mahathir Mohamad. 


Sebelumnya, seperti dikutip dari Bernama.com, pada tanggal 31 Juli, Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan ASEAN dan Beijing telah menyelesaikan pembacaan pertama naskah konsep tunggal dari negosiasi CoC. 

Wang, yang berada di Bangkok untuk pertemuan tahunan Menteri Luar Negeri ASEAN, mengatakan itu adalah tonggak penting dalam pembicaraan CoC dan menandai langkah kritis menuju tujuan untuk mengakhiri pembicaraan tiga tahun.

DoC on the South China Sea, ditandatangani oleh China dan ASEAN pada tahun 2002, menguraikan kebijakan-kebijakan penting dalam mengelola perselisihan tentang Laut Cina Selatan. 

Pada 2013, konsultasi untuk CoC diluncurkan. Keduanya ditujukan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut......(Ma'ruf Asli)
 
Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Anggota DPRD Tolitoli yang akan berakhir masa jabatannya pada 6 September mendatang bakal menerima semacam 'pesangon'.
 
Besaran 'pesangon' yang dikenal dengan istilah uang pelepasan itu kisaran Rp 8.000.000, per orang sesuai masa pengabdiannya.
 
Kejelasan mengenai hal itu diperoleh dari keterangan Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Sekwan) Tolitoli Drs. Budhi Y. Katiandagho saat dikonfirmasi di kantornya beberapa hari lalu.
 
"Mereka dapat uang pelepasan dihitung dari besaran uang representasi dikalikan dengan lamanya mereka menjabat dalam periode ini," terang Sekwan saat dikonfirmasi di kantornya, Senin (26/8/2019).
 
Dikatakan Budhi Katiandagho selaku Sekwan, pihaknya telah menyiapkan anggaran tersebut dan segera direalisasikan.
 
Berdasarkan hasil pemilu legislatif serentak lalu, dari 30 anggota, 19 Orang legislator yang gagal duduk kembali periode mendatang. Sejumlah itu pula peruntukan anggaran yang disiapkan.
 
"Tidak sama jumlah yang mereka terima. Karena masa menjabatnya ada yang pengganti. Sehingga tidak penuh lima tahun," jelas Sekwan.
 
Sementara itu, walau sudah memasuki 'injuri time', anggota DPRD Periode 2014-2019 masih sedang bersidang pembahasan anggaran perubahan 2019.
 
Tersisa waktu efektif hanya beberapa hari lagi, optimis mampu menyelesaikan sidang anggaran perubahan tersebut.
 
Terkait hal itu, Sekwan mengaku tetap memfasilitasi secara penuh agar proses pembahasan berjalan lancar dan maksimal...... (Ma'ruf Asli)
 
Kasat Lantas Polres Tolitoli, AKP. I Dewa Made Arda, SH., SIK., yang turun langsung bersama anggotanya memeriksa kelengkapan kendaraan dalam Ops Patuh Tinombala 2019 Tolitoli 
 
Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Pelaksanaan Operasi Patuh Tinombala 2019 yang berlangsung sejak kemarin hingga memasuki hari kedua, berjalan aman dan lancar.
 
Tak ada gangguan atau hambatan dalam operasi dengan sandi Ops Tinombala 2019 itu. Sejauh ini operasi telah dilaksanakan di beberapa titik termasuk di jalur dalam kota.
 
"Sampai dengan siang tadi, aman dan lancar. Sebanyak 106 pelanggaran yang ditindak oleh petugas operasi," ungkap Kasat Lantas Polres Tolitoli, AKP. I Dewa Made Arda, SH., SIK., kepada alasannews.com, Jum'at siang (30/8/2019).
 
Dijelaskan Kasat, dari hari pertama sampai hari kedua dari 106 kendaraan yang di tindak pelanggarannya yaitu: STNK : 47, SIM : 16 dan kendaraan R2 : 43 unit.
 
Kasat Lantas Tolitoli, AKP Dewa Arda mengatakan kegiatan berlanjut sore ini, namun belum bisa memberi titik pasti lokasi operasinya.
 
"Belum tau sore ini. Tunggu jam 4 dulu (16.00). Nanti komunikasi langsung dengan KBO Lantas," ujar Kasat Lantas yang mengaku sedang persiapan menuju ke Palu.
 
Secara umum pantauan media ini di lapangan, suasana berlalulintas berjalan seperti hari biasanya. 
 
Hanya saja para kendaraa nampak agak lengkap. Pengendaranya pun terlihat tertib menggunakan helm standar SNI.....

Sekwan Tolitoli, Drs. Budhi Y. Katiaandagho

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Pelantikan anggota DPRD Tolitoli periode 2019-2024 siap digelar pada tanggal 6 September mendatang. Bukan tanggal 9 seperti banyak beredar di masyarakat.
 
Kepastian itu diperoleh dari keterangan Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Sekwan), Drs. Budhi Y. Katiandagho.
 
Sekwan mengklarifikasi tanggal pelaksanaan kegiatan pelantikan itu tanggal 9 seperti yang banyak beredar. Menurutnya yang benar itu tanggal 6 September 2019.
 
"Periode yang lalu itu berakhir masanya tanggal 6 September. Jadi kami siapkan pelantikan pada tanggal itu juga," tandas mantan Kadis Pertambangan Tolitoli itu saat dikonfirmasi di ruang kerjanya beberapa waktu lewat, Senin (26/8/2019)
 
Kepada alasannews.com, Budhi Katiandagho menjelaskan pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk pelantikan 30 anggota DPRD.
 
"Panitia sudah menyurati anggota terpilih sesuai data dari KPU Tolitoli untuk minta CV mereka. Geladi bersihnya nanti 3 atau 4 hari jelang acaranya," ungkap Sekwan yang juga pernah menjabat Asisten l Setdakab ini.
 
Untuk keperluan pelantikan itu, Sekretariat Dewan menyiapkan beberapa setelan pakaian dan atribut pendukung lainnya.
 
Sementara untuk para tamu undangan uang diestimasi seluruhnya sekitar 2.000 orang. 
 
Karena keterbatasan kapasitas ruang sidang, maka alternatifnya dipasang tenda di halamaan gedung DPRD........(Ma'ruf Asli)
 
 
 
Alasannews.com Tolitoli-Sulteng | Seiring waktu, Taman Kota Gaukan Mohammad Bantilan (GMB) Tolitoli semakin berkembang.
 
Taman Kota yang dulunya bernama Lapangan Hi. Hayyun itu kini menjadi pusat aktifitas kota dari pagi hingga malam hari.  
 
Selain untuk kegiatan resmi Pemda, pagi hari juga digunakan untuk aktifitas olah raga dan lainnya. 
 
Kini dengan dibolehkannya aktifitas jajan kuliner malam di seputaran trotoar taman kota itu, membuatnya ramai dimalam hari.
 
Warga kota Tolitoli dan tamu luar daerah yang berkunjung ke Tolitoli menjadikan tempat itu menghabiskan waktu menikmati indahnya Kota Tolitoli dengan berbagai sajian menu kulinernya.
 
Hanya saja, keindahan Taman Kota itu mendadak hilang saat anda kebelet untuk buang air kecil apalagi buang air besar.
 
Iya, jika kebelet, anda mesti berhenti dari semua keindahan itu karena harus pulang untuk kepentingan yang satu itu.
 
Pasalnya hingga saat ini tak ada fasilitas MCK di tempat itu. Entah bukan prioritas atau belum terpikirkan. Yang pasti anda harus segera menuju ke kasir. Segera pulang.
 
Tak sedikit pengunjung mengeluhkan tak adanya fasilitas itu. Anda mungkin pernah mengalami hal yang menimpa seorang pengunjung bernama Kahar yang menemui kesulitan itu.
 
Kahar mengajak ketemuan beberapa rekannya dari luar daerah duduk menikmati kuliner malam di kota kebanggaannya itu. Namun masalah timbul setelah ia kebelet dan harus meninggalkan teman yang baru diajaknya itu.
 
"Maaf, saya harus pulang duluan ada perlu sedikit," ujarnya sambil pamit dan berlalu meninggalkan temannya. 
 
Lain lagi halnya dengan salah seorang teman yang tak elok menyebutkan namanya di tulisan ini. Teman yang baru berkunjung ke Kota Tolitoli itu  disertai Tiga orang teman lainnya dan tiba sekira 19.00 langsung mampir di Taman Kota.
 
Merka langsung mengambil posisi duduk di salah satu kedai. Saat memesan menu, sekalian menanyakan tempat buang air kecil. Pemilik kedai hanya bisa bingung. 
 
Karena kebelet, mereka tidak jadi order menu dan bergegas mencari tempat terdekat.
 
Persoalan ini mungkin sepele bagi sebagian orang. Namun menjadi persoalan bagi orang tertentu. 
 
Membuang kencing sembarang tempat disekitar taman kota itu bagi sebagian orang mungkin bisa sebagai lamngkah darurat. Tapi akan kurang baik dan akan menimbulkan persoalan baru. Minimal bau pesing.
 
Kita berharap para pemangku kebijakan bisa segera menyediakan fasilitas itu agar keindahan Taman Kota GMB Tolitoli yang kini jadi ikon kota itu hilang hanya karena pengunjung Kebelet....... (Ma'ruf Asli)

 

Alasannews.com,  Tolitoli-Sulteng | OperasiPatuh Tinombala 2019 dimulai hari ini diawali dengan apel gelar pasukan yang dilaksanakan di halaman Polres Tolitoli, Kamis (29/8/2019) pukul 08.00 WITA.

Operasi Patuh Tinombala 2019 ini merupakan rankaian kegiatan serentak seluruh Infonesia. Tujuannya dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat untuk mewujudkan keamanan, keselamatan dan ketertiban dalam berlalulintas. Tetmasuk di wilayah Kabupaten Tolitoli.

Kegiatan Operasi dilaksanakan selama 14 hari kedepan depan oleh Polres Tolitoli. Pada upacara gelar pasukan pagi tadi, ini ditandai dengan penyamatan pita tanda operasi oleh Kapolres Tolitoli kepada petugas pelaksana.

Kapolres Tolitoli menyebutkan sasaran prioritas Operasi ini yaitu pengemudi menggunakan handphone, pengemudi melawan arus, pengemudi sepeda motor berboncengan lebih dari satu, pengemudi dibawah umur, pengemudi dan penumpang sepeda motor tidak menggunakan helm SNI.

Selanjutnya, pengemudi kendaraan bermotor menggunakan narkoba/mabuk dan pengemudi berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan.

“Dengan penindakan sasaran pelanggaran lalu lintas tersebut, maka diharapkan operasi patuh tahun ini dapat menekan jumlah korban fatalitas guna terwujudnya kamseltibcar lantas yang mantap” kata Kapolres Tolitoli.

Apel gelar pasukan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Tolitoli AKBP. Hendro Purwoko, SIK., MH., dihadiri Dandim 1305/BT Letkol (inf) Gunnarto SH, Waka Polres Tolitoli Kompol M Nur Asjik S.Sos, Danden Pomal Lanal Kapten Mulyo Suharto, Dansub Den Pom Tolitoli Lettu CPM Bahtiar, Perwakilan Jasa Raharja Budy YL Tobing, Kasat Pol PP Samsu Moh Saleh, Msi, Sekretariat DLLAJR Syahril serta para pejabat utama Polres Tolitoli.

Diakhir amanatnya, Kapolres Tolitoli menyampaikan kepada para petugas yang akan melaksanakan Operasi Patuh Tinombala 2019 agar mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan dengan mempedomani standar operasional prosedur yang ada dan menghindari tindakan pungli...... (Ma'ruf Asli).

 

Alasannews.com. Tolitoli-Sulteng | Partai Nasdem gelar jumpa pers di sekretariat DPD Partai Nasdem Kabupaten Tolitoli, Rabu sore (28/08/2019).
 
Hadir dalam jumpa pers itu, Mantan Ketua DPD Partai Nasdem Tolitoli, H. Aziz Bestari, ST., MM., didampingi Plt. Ketua Nasdem Tolitoli, Kasman Amiruddin dan Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi DPW Nasdem Sulteng, Muhammad Hamdin.
 
Pemberhentian H. Aziz Bestari dari posisi Ketua Nasdem Tolitoli menjadi pembahasan pokok dalam jumpa pers itu.
 
Kabar pencopotan tokoh sentral Nasdem Tolitoli sempat menuai polemik dan kesimpangsiuran. Sejumlah pertanyaan muncul baik dikalangan eksternal maupun internal.
 
Isu politik penjegalan pun tak dapat dihindari. Beragam tanggapan spekulatif yang menduga Aziz Bestari sengaja di jegal. Namun demikian hal itu ditepis oleh sejumlah elit partai.
 
Saat menghadiri undangan jumpa pers, sejumlah awak media sempat menunggu. Rapat internal agak lama sehingga acara jumpa pers itu bergeser dari waktu semula.
 
Kepada awak media yang hadir, wakil ketua bidang media dan komunikasi publik DPW Nasdem Sulteng itu mengatakan salah satu tujuan dari konferensi pers itu untuk menjelaskan dan mengklarifikasi sejumlah isu yang berkembang pasca ditunjuknya Pelaksana tugas (Plt) Ketua Nasdem Tolitoli.
 
"Isu diganti. Itu bukan isu lagi karena memang sudah ditunjuk Pelaksana Tugas" tandas Muhammad Hamdin menjawab pertanyaan seorang wartawan
 
Menanggapi pertanyaan wartawan seputar sinyalemen 'penjegalan' terhadap sosok Aziz Bestari, Muhammad Hamdin menegaskan bahwa hal itu adalah isu miring yang sengaja dihembuskan oleh lawan politik jelang kontestasi Pilkada Tolitoli.
 
Muhammad Hamdin menyebutkan bahwa isu miring itu lahir dari narasi-narasi yang ingin memprovokasi. Namun menurutnya Nasdem tetap solid.
 
Menurut Hamdin, proses tersebut biasa saja. Sekarang pak Azizi Bestari anggota biasa. Nanti kalau partai menunjuk atau mengarahkannya dalam struktir sebagai tokoh atau penasehat, nantinya diserahkan pada keputusan partai.
 
Keputusan Nasdem terkait ketua di Tolitoli telah diambil dan menunjuk Kasman Amiruddin sebagai Pelaksana Ketua sebagaimana Keputusan DPW Nasdem Sulteng Nomor: 004-SK/DPW-NasDem-Sulteng/VIII/2019  tertanggal 17 Agustus 2019.
 
Reporter: Hasbi AR.
Editor : Ma'ruf 

 

Alasannews.com,  Tolitoli-Sulteng | Majelis Sidang DKPP akhirnya memberikan peringatan keras kepada 3 pejabat sekretariat KPU Tolitoli sekaligus memberhentikan Bustanil, SE., dari posisi Sekretaris KPU Tolitoli Rabu siang (28/8/2018).
 
Bustanul dikembalikan pada instansi asalnya, sementara Bendahara KPU, Hendra dan Kasubag Keuagan, Aswan diberi peringatan keras.
 
Kepastian itu diperoleh dari keterangan Anggota Majelis Sidang DKPP yang juga Komisioner KPU Provinsi Sulteng,  Sahran Raden, SAg, SH., MH. 
 
Sebelumnya, sempat beredar vidio streaming pembacaan putusan majelis Sidang DKPP yang memutuskan pemberhentian Sekretaris KPU Tolitol.
 
Saat dikonfirmasi melalui jaringan aplikasi WhatsApp, Sahran Raden membenarkan rekaman vidio berdurasi 49 detik yang beredar Rabu petang tadi.
 
"Iya, itu, live streaming pembacaan putusan tadi siang," jawab Sahran Raden membenarkan sekita 1 jam lalu kepada Alasannews.com.
 
 
Adapun Putusan DKPP tersebut tertuang dalam putusan Nomor 88-PKE-DKPP/V/2019.  terhadap pemeriksaan perkara nomor  88-PKE-DKPP_V/2019.  
 
Dalam amar putusannya, DKPP memutuskan sebagai berikut:
 
1. Menjatuhkan sanksi peringatan keras dan pemberhentian dari jabatan  sekretaris sert mengembalikan ke instansi awal kepada Teradu I Bustanil  selaku sekretaris KPU Kab Toli Toli  sejak putusan dibacakan.
 
2. Menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada Teradu II Hendra T Ahmad Selaku Bendahara, dan Teradu III Aswan selaku Kasubag keuangan  KPU Kab Toli Toli sejak putusan dibacakan. 
 
3. Memerintahakan Sekjend KPU RI untuk melaksanakan putusan ini paling lama 7 hari sejak dibacakan dan memerintakan  Bawaslu RI untuk.mengawasi pelaksanaan putusan ini.
 
Ketua KPU Tolitoli, Suleman, SH., ketika dikonfirmasi menolak berkomentar dan hanya meminta mengkonfirmasi langsung ke Bawaslu atau KPU Provinsi Sulteng.
 
"Sebaiknya langsung ke Bawaslu Provinsi saja pak yang mengawasi langsung persoalan itu," elak Suleman sembari memberikan nomor kontak Ketua Bawaslu Provinsi Sulteng.
 
Sidang DKPP terhadap Bustanilmu SE., Hendra dan Aswan terkait aduan sejumlah Panita Pemilihan Kecamatan  (PPK) atas tidak dibayarkannya honorarium mereka beberapa bulan.
 
Hingga berita ini naik tayang, baik Bustanil, SE., dan Hendra belum dapat diperoleh konfirmasinya. Redaksi berusaha menghubungi keduanya melalui sambungan ponselnya, namun belum bisa tersambung........ (Ma'ruf Asli).
 

Alasannews.com, Medan-Sumut | Terbukti melakukan pelanggaran hukum, Empat personel Polrestabes Medan akhirnya dipecat secara tidak terhormat, Rabu (28/8/2019).

Empat orang tersebut yakni Bripda Josua Sitepu, Aiptu Antonius Sitepu, Aiptu Feri Mulia Sinurat dan Aipda Lut Jonson.

Berlangsung  di Lapangan Apel Mapolrestabes Medan di Jalan HM Said Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, dilakukan upacara pemecatan langsung dipimpin Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto. Pemecatan itu ditandai dengan penanggalan atribut kedinasan Empat anggota tersebut.

Pada kesempatan itu, dalam amanatnyaK Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto  mengatakan keempat personel yang dipecat terbukti melakukan pelanggaran hukum. Pelanggaran beratnya yakni tidak melaksanakan tugas selama 30 hari tanpa ada pemberitahuan. Disamping itu terlibat penyalahgunaan Narkoba.

”Tiga personel terbukti disersi karena selama 30 hari tidak bertugas, yang satu personel lagi kini tengah menjalani proses hukum karena terlibat penyalahgunaan narkoba,” Jelas Kapolres seperti dilansir Mkmbarrakyat.Id, Rabu (28/8).

Lebih lanjut Dadang Hartanto mengungkapkan Pemecatan Dengan Tidak Hormat (PDTH) tersebut sebagai bentuk tindak tegas institusi terhadap personel yang terbukti melakukan pelanggaran hukum.

“Dengan adanya kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi seluruh personel Polrestabes Medan. Semoga Upacara PTDH ini yang terakhir,” harapnya.........(Ma'ruf Asli).

 
Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Sejumlah relawan pendukung Nurmawati Dewi Bantilan (NDB) untuk maju dalam kontestasi Pilkada Serentak Sulawesi Tengah 2020 mendeklarasikan dukungannya.
 
Bertempat di cafe lesehan Taman Kota Gaukan Mohammad Bantilan (GMB) Tolitoli pada Selasa malam (27/8/2019), Tim Relawan NDB Tolitoli dan Aliansi Perempuan Pendukung (APP) NDB, menyatakan secara terbuka dukungannya kepada Nurmawati Dewi Bantilan, SE., untuk maju sebagai calon Gubernur Sulawesi Tengah.
 
Berdasarkan Press Release yang diterima Redaksi Alasannews.com, deklarasi Tim Relawan NDB dan APP NDB, menekankan pada sosok NDB sebagai putri asli daerah Tolitoli sekaligus sosok gender yang pantas menjadi pemimpin.
 
Dasar pengalaman politik serta jaringan nasional yang dimilikinya membuat putri sulung mantan Bupati Tolitoli Dua Periode dinilai sebagai modal utama untuk maju dalam pertarungan Sulteng -1 tahun 2020 mendatang.
 
"Politisi dari perwakilan kaum perempuan ini telah memiliki segudang pengalaman, setidaknya NDB pernah menjabat selama 3 periode (2004-2009, 2009-2014, 2014-2019) sebagai Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) untuk Sulawesi Tengah," tulis Zulkifly Lamading dalam press releasenya.
 
Berikut lengkapnya Press Release Relawan NDB dan APP NDB:
 
Deklarasi Relawan dan Aliansi Perempuan Pendukung Nurmawati Dewi Bantilan (NDB) Kabupaten Tolitoli.
 
Tolitoli, Selasa, 27 Agustus 2019.
 
Salam Demokrasi…
Momentum politik Pemilihan Kepala Daerah dan Gubernur yang akan diselenggarakan serentak pada tahun 2020, tengah menyedot perhatian masyarakat Indonesia secara luas tidak terkecuali masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Tolitoli.
 
Terkhusus Pemilihan Gubernur Sulawesi Tengah, salah satu nama yang sedang hangat diperbincangkan adalah sosok perempuan, putri asli kelahiran tanah Tolitoli, Nurmawati Dewi Bantilan atau sering juga dikenal dengan sapaan “NDB”. 
 
Politisi dari perwakilan kaum perempuan ini telah memiliki segudang pengalaman, setidaknya NDB pernah menjabat selama 3 periode (2004-2009, 2009-2014, 2014-2019) sebagai Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) untuk Sulawesi Tengah.
 
Bagi masyarakat Kabupaten Tolitoli, sosok NDB bukan sosok yang asing di telinga. Hal ini yang membuat antusiasme dan arus dukungan untuknya mengalir dari berbagai kalangan, baik dari kelompok milenial, perempuan, petani, nelayan dan masyarakat Kabupaten Tolitoli secara luas. 
 
Dalam rangka menyatukan dukungan dan kesolidan para simpatisan yang merupakan perwakilan dari setiap kecamatan dan kelurahan yang ada di Kabupaten Tolitoli, para simpatisan tersebut pada hari ini, Selasa 27 Agustus 2019 bertempat di Taman Kota Tolitoli memutuskan untuk mendeklarasikan dukungannya kepada Nurmawati Dewi Bantilan dengan membentuk Tim Relawan NDB Tolitoli dan Aliansi Perempuan Pendukung (APP) NDB.
 
Dukungan tersebut diberikan karena mengingat NDB sebagai Putri Asli dari Kabupaten Tolitoli yang selama ini banyak berkontribusi pada pembangunan Kabupaten Tolitoli, apa lagi gagasan yang ditawarkan NDB yang akan memperjuangkan pemerataan distribusi sumber daya alam kepada seluruh rakyat Sulawesi Tengah. 
 
Sebab selama ini yang kita ketahui, sumber daya alam yang sangat melimpah di Sulawesi Tengah ini dimonopoli atau dikuasi oleh segelintir orang yang memiliki modal besar.
 
Selain poin-poin di atas, poin yang terpenting adalah keterwakilan kaum perempuan dalam pemerintahan. Selama ini masyarakat Indonesia umumnya dan Sulawesi Tengah khususnya masih termakan oleh doktrin feodal yang menganggap perempuan tidak atau kurang layak memimpin pemerintahan. 
 
Sebagai masyarakat yang beradab, sudah seharusnya kita menentang doktrin feodal tersebut karena tidak sejalan dengan semangat emansipasi perempuan dalam ruang-ruang demokrasi.
 
Apa lagi jika mengingat pertama kalinya perjuangan kaum perempuan diseluruh dunia pada abad 19 akhir hingga abad 20 adalah untuk mendapatkan hak suara atau hak memilih, yang mana pada saat itu hak suara hanya dimiliki oleh kaum lakilaki. 
 
Hal ini yang kemudian mendorong semangat kaum perempuan dari perjuangan untuk hak memilih menjadi hak untuk dipilih. 
 
Kita meyakini bahwa perbedaan perempuan hanya terdapat pada hal-hal biologis, sementara secara gender, anatara perempuan dan lakilaki adalah sama. Sebab gender sejatinya dibentuk oleh pengaruh dari lingkungan sosial, budaya, ekonomi, politik dan lain lain. 
Dengan demikian dalam hal memimpin suatu pemerintahan, sudah seharusnya perempuan berhak mendapatkan hak yang sama dengan lakilaki, sebab memimpin pemerintahan tidak ditentukan oleh hal-hal yang sifatnya biologis.
 
Hidup Rakyat..!!!
Hidup Kaum Perempuan..!!!
 
 
Koordinator Kabupaten Tolitoli
Zulkifly Lamading
 
Alasannews.com, Jakarta | Secara tak diduga, hasil Kerajinan Cengkeh khas Tolitoli menjadi topik pembahasan yang diunggah mantan Cawapres yang berpasangan dengan Prabowo Subianto, Sandiaga S. Uno melalui akun Twitternya, @sandiuno.
 
Tokoh nasional mantan Wagub DKI Jakarta yang akrab disapa Bang Sandi ini mengunggah cendera mata berupa hiasan Burung Garuda dengan rangkaian susunan rapi buah cengkeh kering dari hasil kerajinan khas pengrajin Kota Cengkeh Tolitoli
 
Sandiaga Uno mengunggah vidio yang memperlihatka dirinya sedang menerima panitia Bhinneka Fun Run Palu Sulawesi Tenhah di Jakarta, Selasa malam (27/8/2019).
 
Dalam vidio unggahan itu, nampak sejumlah anak muda yang menjadi tamu Bang Sandi itu menyodorkan cindera mata hiasan Burung Garuda yang dibuat dari cengkeh kering.
 

"Cinderamata ini dibuat menggunakan cengkeh. Ini keren banget. Dengan memanfaatkan kekayaan alam di daerahnya, anak-anak muda di Sulawesi Tengah ini berhasil memanfaatkannya dengan baik, dan menjadikannya peluang untuk meningkatkan kesejahteraan dan membuka luas lapangan kerja," ungkap Bos OK OC itu dalam akun Twitternya sekitar 7 jam yang lalu.

 
Dalam status unggahannya, Sandiaga menuliskan bahwa dirinya mendapat undangan untuk mengikuti Bhineka Fun Run, di Palu, Sulawesi Tengah.
 
Mantan Ketua Kadin Indonesia itu mengaku senang sekali mendengar bahwa Palu sudah kembali bangkit, perekonomiannya sudah berjalan seperti biasanya. 
 
Sandi dengan mantap menuliskan dalam statusnya itu tentang Tolitoli sebagai daerah asal pemilik cindera mata itu.
 
"Saya pun diberikan cinderamata sebuah kerajinan tangan ciri khas Tolitoli, Sulawesi Tengah," tulis Sandi dalam akunnya.
 
Sayangnya tak ada penjelasan rinci mengenai identitas tamu yang membawa cindera mata dalam video unggahan yanga sudah 14 ribu kali di tonton follower @sandiuno itu.
 
Namun demikian, sangat jelas keterkaitan pemberian cinderamata burung Garuda dengan makna yang tersirat dalm maksud undangan untuk mengikuti kegiatan Bhinneka Fun Run yang diagendakan 6 Oktober 2019 mendatang........(Ma'ruf Asli)
Kasat Lantas Polres Tolitoli AKP,  I Dewa Made Arda, SH., SIK.
 
Alasannew.com, Tolitoli-Sulteng | Polres Tolitoli khususnya Satuan Lalulintas siap menggelar operasi penegakan hukum fungsi lalulintas dengan sandi 'Operasi Patuh Tinombala 2019' beberapa hari ke depan.
 
Kegiatan operasi itu akan berlangsung selama 14 hari dimulai tanggal 29 Agustus hingga 11 September 2019.
 
Kasat Lantas Polres Tolitoli, AKP. I Dewa Made Arda, SH., SIK., kepada Alasannews.com di ruang kerjanya, Senin (26/8/2019) mengatakan pihaknya telah siap dengan segala sesuatunya untuk menggelar operasi patuh tersebut.
 
"Kami dengan seluruh personil yang ada  sudah siap melaksanakan operasi ini," kata AKP. I Dewa Made Arda, Kasat Lantas yang belum lama ini mendapat penugasan di Tolitoli.
 
"Dalam operasi itu akan ada penindakan langsung mengingat selama ini kepolisian sudah melakukan operasi yang sifatnya sosialisasi dan penyampaian teguran tanpa tindakan," sambungya.
 
Ditambahkan Kasat, bahwa penindakan akan dilakukan terhadap pengguna kendaraan bermotor yang tidak mematuhi ketentuan Aturan Lalulintas. Hal itu untuk mencegah dan meminimalisir kecelakaan lalulintas.
 
Sebab menurutnya, kecelakaan lalulintas akan selalu didahului adanya kelalaian berlalulintas.
 
Terkait kesiapan pihaknya dalam operasi tersebut, I Dewa Made Arda mengatakan semuanya dipersiapkan dengan matang dan akan melakukan gelar pasukan pada tanggal 29 Agustus nanti.
 
Kasat Lantas berharap kegiatan bisa berlangsung lancar dan aman. Untuk ia berharap agar masyarakat mempersiapkan segala sesuatunya dan mematuhi ketentuan berlalulintas. 
 
"Jauh hari kami ingatkan agar masyarakat segera persiapkan segala kelengkapan kendaraannya agar tidak ditindak," ujarnya menghimbau.
 
Adapun kegiatan operasi Patuh itu merupakan agenda serentak yang dilaksanakan diseluru Polda selurih Indonesia. Operasi patuh ini dilaksanakan dengan 8 sasaran penindakan pelanggaran. 
 
Berikut jenis pelanggaran yang bakal ditindak itu :
 
1. Pengendara sepeda motor yg tdk pake helm .
2. Pengemudi R4 yg tdk gunakan safety belt. 
3. Pengemudi yg membawa Ran melebihi kecepatan . 
4. Pengemudi ranmor yg melawan Arus . 
5. Pengemudi yg msh dibawah umur .
6. Pengedi yang mabuk saat mengendarai ranmor . 
7. Pengemudi yg menggunakan HP saat mengendarai kendaraan . 
8. Kendaraan yg menggunakan lampu strobo, rotator dan sirine........(Ma'ruf Asli)
 
 
Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Aparat penegak hukum dan stake holder yang tergabung dalam UPP Satgas Saberpungli tidak boleh gentar dan kendor dalam melaksanakan tugas yang dibebankan oleh negara.
 
Penegasan itu disampaikan Inpektur pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Sulteng, Kombes. Pol. Aries Syarief Hidayat, SIK., MM., kepada sejumlah wartawan di sela-sela acara sosialisasi Perpres no 87 tahun 2016 di Hotel Bumi Harapan Tolitoli, Selasa (28/8/2019).
 
Hal itu dinilai penting dalam hal pemberantasan pungutan liar (Pungli) yang dapat terjadi dimana pun bahkan  oleh siapapun dengan jabatan tertentu.
 
"Kita tidak boleh kendur atau gentar. Terutama aparat penegak hukum yang tergabung dalam UPP Satgas Saberpungli. Termasuk para stake holder yang tergabung didalamnya," tandas Kombes Aries Syarif Hidayat.
 
Dikatakan Aries Syarif Hidayat, UPP Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saberpungli), mesti terus menggelorakan sikap anti pungutan liar itu dalaam setiap momentum dan even yang ada di daerah.
 
Sosialisasi Peraturan Presiden RI nomor 87 tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar diselenggarakan dengan menghadirkan sejumlah Pejabat Perangkat Daerah Lingkup Pemda Tolitoli, Para Camat, Kades, Aparat Penegak Hukum, dan masyarakat umum.
 
Kegiatan yang dibuka Sekab Tolitoli itu menghadirkan 2 Orang narasumber, yakni Aswas Kejati Sulteng, Teuku Muzafar, SH., MH., dan Direktur Binmas Polda Sulteng, Kombes Pol. Muhammad Ngajib, SIK., MH....... (Ma'ruf Asli)

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Aparat penegak hukum yang tergabung dalam Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli), harus berani bersih-bersih secara internal. Bukan hanya keluar.

 
Penegasan itu dispaikan Asisten Pengawasan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Teuku Muzafar, SH., MH., saat menjadi narasumber dalam acara Sosialisasi Peraturan Presiden RI Nomor 87 Tahun 2016 di Hotel Bumi Harapan Tolitoli, Selas (27/8/2019).
 
"Dengan Perpres 87/2016 ini, Presiden menyampaikan pesan yang sangat kuat bahwa pencegahan Pungli, Tim Saber Pungli harus berani kedalam, bukan hanya keluar," Kata Wakil Ketua Satgas Saber Pungli Provinsi Sulawesi Tengah  itu.
 
Menurut Teuku Muzaffar, perlu lebih diperhatikan kondisi internal supaya penanganan keluar akan lebih kuat dan elegan.
 
Lebih jauh terkait Pungli dengan tindak pidana Korupsi, penegak hukum mesti jeli menerapkan pasal yang sesuai. Penerapan pidana Korupsi jika nilainya kecil, tidak sebanding dengan biaya penangan, maka prinsipnya bisa dikenakan pasal pidana umum.
 
"Jangan sampai beli kambing, harga tali lebih mahal dari harga kambingnya," ujar Jaksa berdarah Aceh ini......(Ma'ruf Asli)

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Sekretaris Daerah  (Sekda) Tolitoli, Drs Mukaddis Syamsuddin, MSi., membuka acara Sosialisasi Peraturan Presiden RI No. 87 Tahun 2019 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar ( Sat gas Siber Pungli), Selasa (27/08/2019) di Hotel Bumi Harapan Tolitoli. 

 
Sosialisasi itu dihadiri 2 Pejabat Polda Sulteng yakni Irwasda dan Dirbinmas Polda Sulteng.
 
Selain pejabatan Polda, hadir juga Asisten Pengawasan Kejaksaan Tinggi Sulteng, Terkuak Muzafar, SH.,MH.
 
Tampak hadir Kepala Inspektorat Tolitoli, Dr. Rahman Alata, SE., MM. Hadir juga sejumlah pejabat dua instansi penegak hukum di Tolitoli. 
 
Usai membuka Acara, Sekda meninggalkan lokasi kegiatan. Namun acara sosialisasi pun dilanjutkan dengan penyampaian materi sosialisasi tentang Satgas Saber Pungli.
 
Selaku narasumber, Aswas Kejati Sulteng, Teuku Muzafar, SH., MH., dan Dirbinmas Polda Sulteng, Kombes Pol Muhammad Ngajib, SIK., MH. 
 
Sosialisasi yang dimoderatori Kabag Humas dan Protokol Setdakab Tolitoli, Arham A, Yakub, SH., itu diarahkan kepada sejumlah peserta yang terdiri dari sejumlah pejabat perangkat daerah (OPD), APH dari Polres Tolitoli dan Kejaksaan Negeri Tolitoli para Camat dan Kepala Desa........ (Ma'ruf Asli)
Halaman 5 dari 15
Ruslan S Untuh
Mapri
Alimran
Kadis Perkebunan
Ruslan Hadi
Minarni
abd rhman
Amrin Haling
Kadri
Jusman
rusdi
Irfan s
Naharudin
sumardin

Kontak Polisi

RESOR PALU