Minggu, Desember 15, 2019
hut daerah

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Pimpinan DPRD Kabupaten Tolitoli menerima kehadiran pengunjuk rasa dari seluruh Perguruan Tinggi yang ada di Tolitoli, Kamis (26/9/2019).
 
Aksi massa tersebut merupakan serangkaian aksi mahasiswa se- Indonesia dari Jakarta hingga daerah. Mereka mengecam upaya pelemahan pemberantas korupsi melalui pengesahan revisi UU KPK baru-baru ini.
 
Selain UU KPK, penolakan juga pada sejumlah rancangan undang-undang lainnya seperti RKUHP, RUU Lapas serta beberapa lainnya yang mengandung materi kontroversial.  
 
Menanggapi sikap Mahasiswa Tolitoli itu, Pimpinan DPRD menyambut baik dan segera berdialog didalam ruang sidang utama DPRD Tolitoli.
 
Jemi Yusuf Alhasni, salah satu dari tiga pimpinan DPRD Tolitoli yang menerima penyampaian mahasiswa tersebut, yang dilanjutkan dengan dialog.
 
Kepada mahasiswa yang penuh sesak dalam ruang sidang itu,  mengatakan menerima beberapa pon tuntutan masyarakat dan akan segera mengeluarkan rekomendasi untuk DPR RI. 
 
"Kami menerima tuntutan tersebut dan akan dibuat rekomendasi utk tuntutan yg berkenaan dengan pengesahan UU KPK. Untuk Empat RUU yang lainnya kita bentuk FGD untuk membuat DIM untuk disampaikan ke DPR-RI," kata Wakil Ketua 1 DPRD Tolitoli ini melalui pesan singkat WhatsApp ketika dihubungi media ini sekitar sejam lalu.
 
"Alhamdulillah, berjalan lancar dan kondusif," Lanjut politisi Golkar Tolitoli ini.........(Ma'ruf Asli).

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Penolakan terhadap pengesahan revisi UU KPK serta RUU lainnya yang kontroversial, merambat hingga ke daerah. 

Setelah kemarin aksi penolakan oleh Mahasiswa Palu yang jumlahnya mencapai ribuan, hari ini giliran Mahasiswa Tolitoli yang turun ke jalanan, Kamis (26/9/2019).

Aksi mahasiswa dari sejumlah Perguruan Tinggi yang ada di Tolitoli menggeruduk kantor  DPRD Tolitoli.

Mereka melakukan long march dari kampus masing-masing dan sepanjang jalan melakukan orasi tuntutan aksi mereka. Sebagian lagi beriringan dengan menggunakan sepeda motor.

Menjawab alasannews.com, Ketua HMI Cabang Tolitoli, Samsudin mengatakan pihaknya beserta mahasiswa lainnya bergerak mengecam upaya pelemahan KPK dengan mengesahkan revisi UU KPK.

Selain itu mereka juga mengecam tindakan refresif aparat keamanan terhadap sejumlah aktivis yang menyuarakan aspirasinya diberbagai tempat.

Hal itu menjadi bagian dari 8 point tuntutan mahasiswa yang ditandatangani Ardan, Jenderal Lapangan Aksi Mahasiswa Tolitoli yang juga Wakil Sekretaris HMI Cabang Tolitoli.

"Kegiatan berjalan lancar dan aman. Berakhir sekitar Jam 11.30 tadi dengan penandatanganan tuntutan mahasiswa," terang Samsudin, Ketua HMI Cabang Tolitoli.

Masih menurut Samsudin, kedatangan mereka disambut dan di terima oleh Wakil Ketua 1 DPRD Tolitoli, Jemi Yusuf Al-Hasni. Tak ada hambatan sehingga berjalan aman. Tidak ada chaos seperti kegiatan aksi serupa di Jakarta dan daerah lainnya.........(Ma'ruf Asli).

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Apa yang terbayang saat mendengar kata Janda? Apa lagi kalau kata itu di sematkan pada nama sebuah pasar?
 
Di Kecamatan Dondo, tapatnya di Desa Tinabogan, tak jauh dari jembatan Tinabogan. Sekira jam 04.30 suasana ramai dan sedikit gaduh di tempat itu. Terdengar suara kendaraan berdatangan lalu ramai dengan riuh suara kaum hawa.
 
"Itu pasar janda," kata teman bernama Asmuni yang mengaku sejak lama tahu keberadaan aktifitas pasar itu.
 
 
Asmuni yang sekarang bermukim di Desa Kongkomos menuturkan bahwa kegiatan pasar itu sudah berlangsung cukup lama. Tempatnya pun tidak menentu. Beberapa waktu belakangan ini menetap dikompleks koperasi Korado.
 
Penelusuran awak media ini, Kamis (26/9/2016), Pasar Janda awalnya diinisiasi ibu-ibu yang berstatus janda. Tak diperoleh keteragan pasti siapa nama inisiator pertama dan dimana pertama kalinya.
 
Perempuan-perempuan yang ditinggal mati atau cerai suaminya itu, ingin survive bertahan hidup dan menghidupi anak-anaknya. Mereka lantas mencari alternatif penghidupan dengan berjualan bahan kebutuhan dapur.
 
Informasi masyarakat menuturkan mereka pernah buka jualan dikompleks Mapolsek Dondo. Namun entah mengapa mereka tidak dibolehkan lagi ditempat itu. 
 
Keterangan Kades Tinabogan yang menjabat saat ini, Irfan, S. Kom. mengatakan mereka sempat berpinda-pindah hingga akhirnya mulai menetap di tempat sekarang ini.
 
 
Pasar Janda itu hanya khusus menjual rempah-rempah dapur sehari-hari. Tak heran jika di dominasi ibu-ibu. Kalau pun ada lelaki, mereka sebatas mengantar istri dan menunggu di parkiran.
 
Aktifitas Pasar Janda hanya berlangsung sekali sepekan. Setiap hari Kamis. Itu pun hanya dari pukul setengah Lima hingga pukul Delapan pagi.
 
Setelah menetap dengan fasilitas di kompleks Koperasi Korado, suasana berangsur-angsur ramai dan berkembang. 
 
Kini bahan jualan mereka sudah tidak sebatas rempah-rempah.
 
Hanya saja, paling penting saat ini jangan sampai salah. Kalau ceroboh, bisa fatal.
 
Sekarang penjualnya tidak lagi melulu Janda. Seiring waktu pasar mulai ramai. Penjualnya mulai banyak dari kalangan yang berstatus istri orang......(HAR/Mrf)
 
Alasannews.com, Palu-Sulteng | Ribuan mahasiswa dari sejumlah Perguruan Tinggi di Kota Palu melakukan aksi unjuk rasa menolak pengesahan UU KPK di depan kantor DPRD Sulteng hari ini, Rabu (25/9/2019).

Aksi ini merupakan sikap penolakan atas pengesahan Undang - undang KPK dan penolakan terhadap paya pengesahan RKUHP serta beberapa rancangan Undang-undang lainnya.
Menurut para pengunjuk rasa, UU KPK yang baru saja disahkan oleh DPR RI, sangat kontroversial dan tidak sejalan dengan kehendak pemberantasan korupsi di Indonesia.
 
Demikian pula RUU lainnya yang sempat dikebut di penghujung masa jabatan DPR RI periode 2014-2019.

"Kami semua turun aksi ini karena alasan utama menolak UU KPK baru yang tidak pro pemberantasan korupsi," tandas Ansar, salah seorang mahasiswa Fakultas Hukum Untad kepada alasannews.com saat aksi Jedah usai ricuh.

Aksi penolakan mahasiswa Palu atas UU KPK dan RUU lainnya merupakan rangkaian aksi mahasiswa secara nasional. Penolakan itu menggema di seluruh pelosok negeri.

Sehari sebelumnya, di DPR RI Senayan, mahasiswa melakukan aksi serupa. Sama dengan di Jakarta, aksi massa di Palu pun sempat bentrok dan ricuh saat hendak dibubarkan oleh aparat keamanan.

Kericuhan aksi di Palu terjadi sekitar pukul 13.15 WITA. Saat itu, ribuan mahasiswa mencoba menerobos blokade aparat kepolisian untuk masuk ke dalam kantor DPRD Provinsi Sulteng yang mana sedang berlangsung pelantikan Anggota DPRD yang baru.
 
 
Blokade polisi sempat jebol oleh Ribuan massa aksi. Menghindari hal yang tak terkendali, petugas berusaha membendungnya, hingga akhirnya terjadi ricuh.
 
Petugas berhasil mengendalikan situasi dan mendorong mahasiswa hingga perempatan lampu merah Samratulangi-S Parman. Mahasiswa pun berhamburan dan terbagi ke tiga arah, Jalan S. Parman, arah Karampe dan arah Tugu Kuda.

Ditempat itu, mahasiswa berusaha mengkonsolidasikan diri. Upaya mahasiswa itu sempat stagnan dan kocar kacir karena kehilangan komando.

Pasalnya sejumlah koordinator Lapangan (korlap) dari setiap perguruan tinggi dan kendaraan komando mereka diamankan pihak keamanan.......(Ma'ruf Asli).
Sorot Alasannews.com | Perhelatan politik Tolitoli terus menggeliat. Sejumlah anak muda disebut-sebut bakal turut ambil bagian meramaikan prosesi politik Lima tahunan itu.
 
Sederet nama tokoh muda yang kini mulai muncul dalam panggung politik Tolitoli. Randi Sahputra AR. Putra Wakil Bupati, H. Rahman HB. Sosok milenial ini sekarang jadi pucuk pimpinan lembaga legislatif Tolitoli. Ia didapuk sebagai Ketua DPRD Tolitoli setelah partai yang dikomandaninya jadi kampiun pileg April lalu.
 
Randi yang boleh  dikata anak kemarin sore, mampu menyingkirkan partai lain yang dipimpin politisi senior dan punya reputasi.
 
Selain Randi, ada sosok muda lainnya yang kini jadi legislator Tolitoli hasil pileg 2019. Muhammad Nurmansyah Bantilan atau akrab disapa Mamad Bantilan. Sebelumnya Mamad yang menyandang gelar Sarjana Ilmu Komunikasi duduk di DPRD Sulteng.
 
Putra dari MB, mantan Bupati Tolitoli ini memipin partai berlambang bintang Mersi. Ia berhasil mengamankan 3 Kursi di DPRD Tolitoli. Dengan modal itu ia mantapkan diri ikut bertarung dalam pilkada Tolitoli 2020. Baliho dengan ukuran besar dalam jumlah yang lumayan telah terpasang di tempat-tempat strategis.
 
Ada juga nama Moh. Besar Bantilan. Sosok muda dengan sejumlah pengalaman memimpin organisasi. Saat ini memimpin KNPi sekaligus Ketua Pemuda Pancasila. Anak muda yang dikenal ramah ini adalah putra Kedua Bupati Tolitoli H. Moh. Saleh Bantilan. 
 
Esar Bantilan, demikian panggilan akrab politisi muda  PAN itu, digadang-gadang maju melanjutkan kiprah ayahandanya dalam Pilkada mendatang. Sekalipun tak mendapat kursi legislatif, namun banyak pihak yang memprediksinya mampu mewarisi trah politik ayahnya yang masih posisi memegang kekuasaan politik Tolitoli saat ini.
 
Selanjutnya, ada nama Andi Ahmad Syarif. Tokoh muda satu ini memimpin partai besutan Prabowo, Gerindra. Ia merupakan tokoh muda yang berpengalaman memimpin legislatif Tolitoli. Ia baru saja melepas jabatan Ketua DPRD periode 2014-2019 yang saat itu jadi pemenang pemilu dengan 5 kursi.
 
Kini Ali (sapaan akrabnya) kembali ke DPRD. Wala hanya mampu mempertahankan 3 kursi DPRD. Tokoh muda yang juga adik kandung Anggota DPR RI, Dr. Supratman Andi Agtas ini memiliki kans maju bertanding dalam pilkada mendatang.
 
Ada pula tokoh muda yang cemerlang memimpin partai berlambang beringin. Moh. Faisal Lahadja. Ia kembali duduk di DPRD Sulteng untuk kedua kalinya. 
 
Dikenal energik dan agresif memimpin partai. Faisal akhirnya mampu meracik strategi politik  meraih posisi Runner up pemilu legislatif dengan 4 kursi.
 
Dari partai  yang sama dengan Faisal Lahadja, dengan latar kuning, ada nama Kristovorus Decky Palinggi. Tokoh  muda satu ini adalah anggota DPRD Sulawesi Utara. 
 
Eky, panggilan akrab Tokoh muda Partai Golkar Sulut ini muncul dalam ranah politik Pilkada Tolitoli. Sejak beberapa waktu lalu, nama dan wajahnya tak asing bagi khalayak Tolitoli. 
 
Melalui baliho, berbagai ucapan santun dan simpatik menyertai wajah politisi dikenal banyak kalangan. Eky pernah tercatat menjadi Anggota Bhayangkari dan beralih menjadi seorang politisi.
 
Kehadiran sosok muda tersebut, harapan akan muncul pemimpin baru  membawa suasana politik baru dan ide segar dalam pembangunan daerah berjuluk kota cengkeh ini kedepannya.
 
Hanya saja jika menyimak secara seksama, kehadiran mereka nampak masih penuh tanda tanya. Nampak sikap politik mereka masih penuh keraguan dan kurang percaya diri.
 
Fakta itu terlihat ketika mereka semuanya hanya menakar diri mereka secara politik sebatas posisi orang kedua.
 
Moh. Nurmansyah Bantilan atau yang akrab dengan nama Mamad, lebih menonjol digadang sebagai orang kedua dari H. Rahman HB, yang saat ini menduduki posis wakil Bupati. 
 
Data yang dihimpun dari berbagai keterangan pendukungnya, Mamad nampak berada pada zona nyaman kelak berpasangan dengan dari Randi Sahputra yang kini masih menjabat Ketua DPW PPP Sulteng. Beberapa orang dekatnya beranggapan langkah politisi ini realistis dan yakin meraih kemenangan dengan wakil Bupati ini.
 
Demikian pula Esar Bantilan. Beberapa waktu lalu sempat dikabarkan telah mendeklarasikan diri dengan pasangannya sebagai calon wakil Bupati.  Santer Informasi beredar ia berpasangan dengan Amran Hi. Yahya, Ketua Partai Bulan Bintang Tolitoli.
 
Amran Hi. Yahya diketahui syarat pengalaman. Ketua PBB itu membawa  partainya meraih 4 kursi DPRD Tolitoli. Sosok ini pernah menjabat wakil Bupati Tolitoli sebelumnya mendampingi Moh. Saleh Bantilan periode pertama. 
 
Selanjutnya Amran berpisah dengan Alek Bantilan dan maju sebagai calon Bupati. Ia maju melawan Pasangan Alek Bantilan dan H.Rahman. Hasilnya, Amran yang menggandeng Zainal Daud dari PKB menjadi Runner up dalam pilkada 2015 lalu itu.
 
Ada pun Eky yang telah lebih dahulu memperlihatkan kesiapannya, dalam berbagai kesempatan hanya menakar dirinya untuk posisi orang kedua. 
 
Tak diketahui alasan mendasari sikapnya itu. Tak ada juga penjelasan pasti dari kondisi tersebut.
 
Sedangkan Ali, sosok kandidat yang memiliki sokongan 3 kursi dari partainya ini, memiliki kans untuk maju bartarung. Namun informasi yang dihimpun, menunjukkan bahwa tokoh muda ini belum memiliki kepercayaan diri yang kuat untuk maju orang nomor satu.
 
Faisal Lahadja memiliki karir cemerlang, kapasitasnya telah diperlihatkan dalam perhelatan politik pada pileg lalu. Bukan hanya mampu kembali duduki kursinya di DPRD Sulteng, namun tokoh pengusaha muda itu mampu memposisikan Partainya naik satu tingkat dari posisi sebelumnya.
 
Dalam berbagai kesempatan perbincangan, Faisal selalu mengelak dengan bahasa keengganan. Tokoh yang memimpin partai dengan sokongan Ketua 1 sebagai pimpinan DPRD Tolitoli ini nampak ragu-ragu.
 
Dengan peta politik tokoh muda seperti ini, maka patron politik Tolitoli praktis masih dimiliki oleh politisi senior alias orang tua, bukan orang muda. 
 
Situasi politik itu dapat dibaca dengan kembalinya sosok politis gaek seperti Amran Hi Yahya, H. Rahman HB, H. Aziz Bestari, H. Iskandar Nasir, dan H. Muhtar Deluma.
 
Nama terakhir memang pendatang baru, namun posisinya adalah tokoh birokrat senior yang tahun depan sudah memasuki masa pensiun.
 
Situasi tersebut memberikan bayangan bagaimana kepemimpinan daerah ini 5 tahun mendatang. Sebab patronase politisi senior begitu kuat, maka anak muda hanya akan menjadi pendamping pasif. Sekedar ikut meramaikan suasana pilkada.
 
Celakanya lagi kalau para politisi muda ini nampak kurang mandiri dan masih harus mengikut petunjuk orang tua. Mereka hanya akan berperan sebagai pelanjut hasrat politik orang-orang tua pendahulunya. Tentu tanpa jauh dari sikap independen menuju kepemimpinan daerah ini......... (Ma'ruf Asli).
Sahman (pengusaha perikanan) dan Abdul Rasyid, APi., MSi., Ka UPT Pelabuhan Perikanan
 
Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Pemilik kapal perikanan bobot di atas 10 Gt mengeluhkan lambannya pengurusan dokumen kapal yang mereka miliki. 
 
Keluhan itu terungkap pada acara sosialisasi pemanfaatan dan tata kelola pelabuhan perikanan pantai di aula kantor pelabuhan perikanan Ogotua, Sabtu (21/9/2019).
 
Akibatnya pemilik kapal berikut nelayannya kesulitan megerahkan armada kapal ikan mereka untuk melaut. Pasalnya, mereka akan langsung ditahan dan diproses pihak Polisi air bila berlayar tanpa dokumen itu.
 
Dari penuturan Sahman, seorang pemilik kapal diketahui sejumlah nakhoda kapal perikanan terpaksa harus menjalani proses hukum oleh satuan polisi perairan (Polair) Polda Sulteng beberapa waktu lalu hingga saat ini.
 
"Kalau perijinan melalui DKP semua sudah ada. Justru terbentur lamanya proses pengurusan dokumen di KSOP Pantoloan Palu. Tidak tahu kenapa begitu lama tidak selesai," keluh Sahman
 
"Kalau begini kita jadi susah melaut. Kasian kalau harus berhadapan dengan proses hukum karena tidak adanya dokumen kapal itu," tambahnya.
 
Ditempat yang sama, Kepala UPT Pelabuhan Perikanan wilayah l, Abdul Rasyid, APi., MSi., mengatakan bahwa pihaknya telah berupaya sedemikian rupa agar proses perijinan yang menjadi tanggung jawab instansinya dibuat semudah mungkin.
 
Hanya saja menurut Abdul Rasyid, memang keluhan banyak dari nelayan pemilik kapal justru di persoalan dokumen kapal yang diluar kewenangannya.
 
"Tujuan sosialisasi tadi itu justru dimaksudkan untuk mencari solusi. Makanya saya berusaha menghadirkan semua pihak untuk membangun komunikasi dan silaturahmi," kata Kepala UPT yang membawahi Pelabuhan Perikanan Tolitoli dan Donggala ini.
 
Sejumlah persoalan masyarakat nelayan dan para pengusaha perikanan mendapat solusi dari sejumlah narasumber dari Polair, Syahbandar Perikanan Donggala, Petugas TNI Angkatan Laut, Pengawas Perikanan dan BPJS Ketenagakerjaan.
 
Sayangnya dalam sosialisasi itu tak hadir dari KSOP Pantoloan. Sehingga soal terkait pengurusan dokumen kapal perikanan yang menjadi keluhan nelayan tak terjawabkan.......... (Ma'ruf Asli).
Dimas Wirayudha, Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan dalam sosialisasi program di Ogotua, 21 September 2019.
 
Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | BPJS Ketenagakerjaan mensosialisasikan program perlindungan sosial ketenagakerjaan kepada sejumla nelayan dan pengusaha perikanan serta para nakhoda kapal perikanan di aula kantor Pelabuhan Perikanan Ogotua, Sabtu (21/9/2019).
 
Kegiatan yang difasilitasi Kepala UPT Pelabuhan Perikanan Wilayah I DKP Provinsi Sulteng itu dihadiri sejumlah nelayan senior, pengusaha ikan, nakhoda dan pemilik kapal penangkap ikan yang berdomisili di Desa Ogotua (Tolitoli) dan Ogoamas (Donggala).
 
Hadir membawa materi sosialisasi mewakili pimpinan BPJS Ketenagakerjaan, Dimas Wirayudha. Ia memaparkan program perlindungan sosial ketenagakerjaan berupa jaminan sosial kecelakaan kerja(JKK) dan jaminan sosial kematian (JKM) serta jaminan hari tua (JHT).
 
Kepada semua yang hadir, Dimas mengurai perbedaan BPJS Ketenagakerjaan dengan BPJS Kesehatan uang umunya rancu dipahami masyarakat umum.  
 
"BPJS Ketenagakerjaan memberi perlindungan khusus kepada para pekerja yang mengalami kecelakaan kerja. Berapa pun biayanya akan ditalangi sampai sembuh dengan fasilitas kesehatan kelas l. Kalau sampai cacat karena kecelakaan itu, maka ia berhak mendapatkan santunan 56 x upah kerja yang dilaporkan," terang Dimas.
 
"Begitu juga jika ternyata kecelakaan itu hingga menyebabkan kematian bagi pekerja tersebut, maka ahli warisnya akan mendapatkan santunan sebanyak 48 x upah kerjanya," tambahnya.
 
Penyampaian materi sosialisasi itu mendapat sambutan positif dari peserta. Mereka merespon dengan sejumlah pertanyaan terkait prosedur dan teknis pendaftaran kepesertaan.
 
Menanggapi hal itu, secara teknis menurut Dimas, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan prosedurnya tidak sulit. Dimas pun menguraikan panjang lebar terkait pertanyaan itu.
 
Sahman, salah seorang pengusaha sekaligus pemilik kapal perikanan mengaku sudah memiliki kartu kepesertaan. Namun anggota pekerjanya yang berjumlah belasan orang akan segera didaftarkan.
 
"Kalau saya mendaftar waktu masih di Palu. Makanya saya mau tahu dimana mendaftar untuk itu," ujar Sahman usai acara.
 
Senada dengan itu, Sadar, salah seorang pemilik kapal juga mengaku segera akan menyertakan diri dan anak buahnya untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
 
"Bagus sekali ini. Saya dan anggota kelompok saya akan ikut kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Nanti saya kumpul dulu semuanya mereka untuk sampaikan pak," kata Sadar pengusaha ikan asal Desa Soni yang ditemui usai sosialisasi di pelabuhan sambil mengawasi anggotanya bongkar muatan ikan dari kapal.
 
Sementara itu, Ka UPT Pelabuhan Perikanan wilayah l, Abdul Rasyid, APi., MSi., mengaku memfasilitasi sosialisasi itu mengingat perlunya perlindungan kepada pekerja perikanan. 
 
"Kegiatan mereka sangat beresiko di laut. Makanya saya merasa perlu untuk memberi fasilitas informasi seperti ini. Saya undanglah beliau melalu kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Buol-Tolitoli, pak Andi Ilham, akunya saat dimintai keterangan setelah sosialisasi.
 
Selain sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan, siang itu acara dirangkaikan dengan kegiatan sosialisasi pemanfaatan dan tata kelola pelabuhan perikanan pantai. 
 
Acara itu atas inisiatifnya memberi informasi solutif berbagai persoalan nelayan melibatkan Polair Polda Sulteng, Kepala Syahbandar Perikanan Donggala, Pengawas Perikanan Tolitoli serta Kepala Pos AL Ogotua........(Ma'ruf Asli).
Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan dan Tata Kelola Pelabuhan Perikanan Pantai berlangsung di Ogotua Kecamatan Dampal Utara, Sabtu (21/9/2019).
 
Sosialisasi itu dilaksanakan oleh UPT Perikanan Wilayah l Pelabuhan Perikanan Ogotua. Acara dipandu dan dipimpin oleh Kepala UPT Perikanan Wilayah I DKP Provinsi Sulteng. 
Kegiatan itu menghadirkan para pihak, yakni Polair Polda Sulteng, Ka Pos AL Ogotua, Pengawas Perikanan Tolitoli dan Syahbandar Perikanan.
 
Kegiatan itu dimaksudkan untuk memberi pemahaman dan sekaligus memberi penjelasan atas beberapa ketentuan peijinan yang berhubungan dengan kegiatan penangkapan ikan.
 
Dalam kegiatan sosialisasi itu, Ka UPT wilayah l, Abdul Rasyid, APi, MSi., mengatakan acara itu diharapkan bisa mempermudah pelaku usaha dan pemilik kapal perikanan dalam pengurusan dokumen dan kelengkapan lainnya.
 
"Hidup ini mudah, jangan dibuat jadi sulit," ujarnya dihadapan peserta sosialisasi yang merupakan pemilik kapal perikanan dan pelaku usaha perikanan.
 
Selain sosialisasi pemanfaatan dan tata kelola pelabuhan perikan pantai, kegiatan itu juga menghadirkan perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Perintis Tolitoli-Buol.
 
Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, Dimas Wirayudha mensosialisasikan kepesrtaan BPJS Ketenagakerjaan terkait jaminan sosial kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan sosial kematian (JKM).
 
Dimas menjelaskan prosedur dan bentuk jaminan sosial yang dapat diperoleh peserta BPJS Ketenagakerjaan.
 
Menurut Dimas, kegiatan itu sangat tepat untuk di sampaikan kepada para pengusaha perikanan yang memiliki resiko kecelakaan kerja yang tinggi.......(Mrf).
Kades Anggasan, Ruslan M. Hadi
 
 
Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Lokasi air terjun yang ada di Desa Anggasan Kecamatan Dondo memiliki pesona dengan panorama menarik yang ada disekitarnya. 
 
Tak heran lokasi itu mulai dilirik banyak orang. Mulai banyak warga yang memperbincangkan lokasi itu. Warga sekitar mulai mengunjunginya  untuk sekedar berekreasi.
 
Melihat hal itu, Kades Anggasan, Ruslan M Hadi berkeinginan untuk mengembangkan lokasi tersebut sebagai lokasi destinasi wisata.
 
Menurutnya jika dikembangkan bukan saja memberi ruang untuk berwisata, namun hal itu juga berpotensi sebagai pemasukan pendapatan bagi desa.
 
"Kendalanya saat ini akses kendaraan menuju air terjun itu belum ada. Jaraknya dari perkampungan warga Sinungkut (salah satu dusun-red) sekitar 2 Km," ujar Ruslan.
 
Olehnya menurut Kades muda ini untuk  tahun 2020 pembangunannya sudah harus dimulai. 
 
"Anggaran yang masih minim, sementara biaya yang dibutuhkan besar. Maka dari itu harus secara bertahap," ujarnya saat ditemui di kediaman pribadinya baru-baru ini.
 
Walaupun dana terbatas, Ruslan optimis kegiatan itu sudah bisa berjalan tahun  depan. Tahun anggaran 2020.
 
Pengembangan wisata air terjun itu menjadi program yang perlu perhatian semua pihak. Termasuk dukungan pemerintah daerah Tolitoli.
 
Pihaknya berharap dengan dijadikannya Pariwisata sebagai prioritas pembangunan daerah Tolitoli, Desa Anggasan bisa mendapat dukungan dan intervensi anggaran dari Bupati Tolitoli melalui Dinas Pariwisata. 
 
Namun demikian, menurut Kades, terlepas dari soal wisata air terjun, yang paling dibutuhkan uluran tangan Kabupaten untuk Anggasan adalah infrastruktur jalan yang belum di aspal. 
 
Diketahui Desa pemekaran dari Desa Malomba itu, hingga kini jalannya rusak berat. Sementara jalur terdekat dari Malomba, poros Patong-Anggasan baru sebatas pengerasan. Itu pun kondisinya memprihatinkan.
 
Menurutnya, potensi pariwisata Desa Anggasan yang dikenal dengan buah duriannya itu akan cepat maju jika jalan Kabupaten dari Malomba sudah diaspal........(Hasbi AR / Mrf)
 

Ilustrasi gambar, Kabar45

 

Alasannews.com | Perang melawan korupsi nampaknya bakal kandas di tengah jalan. Sejumlah indikasi memperlihatkan semangat pemberantasan korupsi itu berbalik memihak pelaku koruptor.

Dari Hulu hingga hilir usaha pemberantasan itu mulai dipreteli. 

Undang-undang KPK tak henti-hentinya diutak atik sedemikian rupa. Kali ini sepertinya mendapatkan angin segar. Pemerintah mengajukan usulan revisi dan bersambut di DPR. 

Sejumlah perangkat yang dimiliki lembaga superbodi KPK hendak diploroti. Bergulir kencang di DPR upaya menguliti kekebalan KPK. Para legislator berhasil mendorong revisi dengan dalih untuk memperkuat KPK.

Upaya dari sejumlah pihak, civil society dan para akademisi tak mampu menghadang upaya culas para bandit koruptor melumpuhkan 'taring dan kuku' lembaga super bodi itu.

Sebelumnya langkah kontroversi telah lebih dulu dengan mendudukkan sosok kontroversi pula menjadi ketua KPK.

Adalah Firli Bajuri, perwira polisi aktif berpangkat Irjen disahkan DPR RI sebagai Ketua KPK baru menggantikan Agus Raharjo. DPR dipenghujung periodenya menetapkannya sebagai ketua setelah Irjen Pol Firli Bajuri menyisihkan beberapa kandidat lain usulan Pansel Capim KPK yang diajukan Presiden Jokowi.

Hubungan Firli dan DPR berdasarkan data yang ada menunjukkan hubungan yang sangat dekat. Beberapa waktu lalu ketika angket KPK, Firli menjadi bintang kontroversi yang tiba-tiba dihadirkan membuka 'aib' KPK dimana ia adalah direktur penindakan saat itu.

Tak dipungkiri, DPR adalah lembaga yang paling meradang atas ulah KPK. Periode ini Anggota DPR paling banyak di kerangkeng KPK. Sejumlah anggota dari berbagai fraksi,  Wakil Ketua bahkan Ketua DPR, Setyo Novanto tak luput dari 'terkamannya'.

Tidak heran jika semua fraksi DPR nampak bergairah menggerayangi KPK. Sejumlah bahasa pembenaran sebagai jurus Pat gulipat mengelabui pikiran rakyat atas syahwat mereka itu.

Cukup sampai disitu?

Ternyata belum. Ternyata pada proses akhir dimana para narapidana koruptor masih harus dibela oleh DPR. 

Revisi UU Pemasyarakatan pun tak diliput dari jamahan DPR yang usianya tinggal hitungan hari itu. 

Nampaknya diakhir masa jabatannya itu DPR semakin lahap dengan merevisi UU yang berkaitan dengan koruptor.

Dalam Pasal 9 Poin C diatur mengenai sejumlah hak tahanan misalnya pendidikan, pengajaran, kegiatan rekreasional, serta kesempatan mengembangkan potensi.

Mereka yang berhak mendapatkan hak tersebut tertuang dalam pasal 10 ayat 1 huruf d.

Yakni narapidana yang telah memenuhi persyaratan tertentu tanpa terkecuali juga berhak atas:

1. remisi;
2. asimilasi;
3. cuti mengunjungi atau dikunjungi keluarga;
4. cuti bersyarat;
5. cuti menjelang bebas;
6. pembebasan bersyarat; dan
7. hak lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan ketentuan itu, nantinya narapidana berhak mengajukan hak cuti bersyarat. Hak tersebut bisa digunakan untuk pulang ke rumah atau ke mall.

"Itu kan sudah ada, di Pasal 10 sudah jelas bahwasanya hak-hak warga binaan itu sudah ada, hak remisi, asimilasi, cuti bersyarat, kemudian bisa pulang ke rumah, itu bagian dari itu semua. Terserah kalau dia mau cuti di situ, mau dalam arti dia ke mall juga bisa. Iya kan? Kan cuti, bisa ngambil cuti, dan didampingi oleh petugas lapas. Apapun yang dia lakukan itu didampingi oleh petugas lapas," ujar Muslim Ayub salah seorang Anggota DPR Komisi III, dilansir Tribunnews, Jumat (20/9/2019).

Terkait lamanya cuti dan peraturan teknis lainnya menurut Muslim, akan diatur dalam peraturan pemerintah.

"Peraturan Pemerintah PP-nya ini akan keluar nanti dalam bentuk apa cuti itu, berapa lama, akan diatur nanti. Kita tidak bisa memastikan cuti itu berapa lama, dalam sebulan itu berapa kali dia cuti, satu tahun berapa kali, itu diatur dalam PP. kan hanya global saja kita buat aturan itu," katanya.

Gairah DPR memblejeti pimpinan KPK, merevisi UU KPK berikut UU Pemasyarakatan serta berbagai upaya laiknya mengundang berbagai analisa banyak pihak.

Mulai dari upaya balas dendam, antisipasi mereka terjerat berikutnya hingga spekulasi beredarnya dana koruptor membiayai upaya penjegalan upaya pemberantasan korupsi dari hulu hingga hilir itu.

Kedua analisa terakhir menunjukkan kedekatan atas fakta itu. Kemungkinan besar anggota DPR baik yang terpilih kembali maupun yang tidak terpilih, ingin aman dari rongrongan KPK. 

Sungguh langkah OTT KPK yang tak kenal ampun itu menjadi momok yang menakutkan bagi mereka. Olehnya mereka ingin aman. 

Langkah kedua, kalaupun mereka apes dan tersentuh jaring KPK, di Lembaga Pemasyarakatan, sejumlah fasilitas, enak dan empuk telah menanti.

Sungguh Mengasyikkan............ (Ma'ruf Asli : Dari berbagai Sumber)

Kadri S. Buri, Kades Ogogasang Kecamatan Dondo
 
Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Kepala Desa Ogogasang Kec. Dondo menyiapkan lokasi perumahan untuk warganya yang belum memiliki lokasi dan rumah. 
 
Rencana itu diungkapkan Kades Ogogasang, Kadri S. Buri belum lama ini saat di temui Alasannews.com di kediaman pribadinya di Desa Ogogasang Kecamatan Dondo.
 
Menurut Kadri, rencana itu telah melalaui musyawarah di desa. Sebagai langkah awal, Kades Ogogasang itu bersama warganya melaksanakan pembuatan jalan lingkar di sekitar pantai Ogogasang pada Jum'at (12/9/2019).
 
Penyiapan lokasi perumahan tersebut sebagai respon atas pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin bertambah. Jelas hal itu membutuhkan  lokasi untuk membangun rumah tinggal.
 
"Saat ini masih banyak masyarakat yang belum memiliki lokasi perumahan sendiri. Ada yang tinggal  Dua sampai Tiga KK dalam satu rumah. Mereka yaang dipriortaskan menempati lokasi yang telah disiapkan ini," ungkap Kades yang baru dilantik untuk periode kedua itu.
 
Menurut Kades, selanjutnya akan dilakukan pembuatan sertifikat lahan perumahan tersebut atas nama masing-masing warga yang diberikan lokasi tersebit. 
 
 
Kelak dengan adanya sertifikat itu maka pendapatan desa bertambah melalui penagihan pajak.
 
Sementara itu, sejumlah warga yang dikonfirmasi menyambut gembira atas langkah Kepala Desa tersebut. Mereka menilai hal itu sangat positif mengingat lahan tersebut selama ini menganggur dan tak terjamah.

Warga pun berharap persiapan lokasi perumahan ini berjalan dengan lancar, sehingga cepat terealisasi dan mendatangkan  mamfaat besar untuk warga Ogogasang......(Hasbi AR/Mrf)
Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Penanaman bawang merah dinilai lebih menguntungkan jika menggunakan benih bawang dari biji ketimbang menggunakan bibit dari umbi.
 
Pendapat itu dikemukakan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Kadis TPH) Kabupaten Tolitoli Sulawesi Tengah, H. Rustan Rewa, SP., MP., kepada Alasannes.com, Selasa sore(17/9/2019).
 
Menurut Rustan, hal itu berdasarkan pengalaman beberapa petani yang dibina Dinas TPH Toltoli yang melakukan pengembangan komoditi bawang merah. Salah satunya menurut Rustan Rewa adalah petani bernama Kedi yang sudah beberapa kali menanam bawang merah di Dusun Konsesi Desa Lalos Kecamatan Galang. .
 
 
Sejauh ini Kadis Rustan Rewa mendorong petani mengembangkan komoditi bawang merah karena dinilai memilik potensi pasar yang baik.
 
Apalagi menurutnya beberapa titik Kecamatan memiliki kecocokan dengan komoditi tersebut.  Dia mengestimasi potensi lahan untuk bawang merah itu mencapai 50. Ha. 
 

"Dengan potensi 15 ton/ ha sd. 20 ton/ha sedangkan umbi cuma 10 sd. 12 ton/ ha," ungkap H. Rustan Rewa dalam rilis tertulisnya diterima di meja redaksi pada Selasa petang tadi.......(RedAN) 

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, H. Rusli Dg. Palabbi meminta semua pihak membudayakan menanam pohon.
 
Penyampaian itu dikemukakannya saat menghadiri kegiatan penanaman pohon yang diagendakan Dinas Lingkungan Hidup Tolitoli di Pantai Gaukan Bantilan Kelurahan Nalu pada Senin sore (16/9/2019). 
 
 
Pada acara penghijauan itu dilakukan penanaman pertama kali oleh Wakil Gubernur dan Bupati Tolitoli Hi. Moh. Saleh Bantilan, SH.,MH. 
 
 
Selanjutnya penanaman dilakukan oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Tolitoli, Pimpinan Sementara DPRD dengan sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Tolitoli.
 
Turut juga para Pejabat Pemerintah Daerah serta Pimpinan BUMN dan BUMD Kabupaten Tolitoli.
 
Menurut Kadis Lingkungan Hidup Tolitoli, Fadly Lahaja, MSi., penanaman pohon di PGB itu merupakan agenda utama dari beberapa agenda Wagub Sulteng ke Tolitoli dalam kunjungan kerja perdananya sebagai orang Kedua yang mendampingi Gubernur H. Longki Djanggola.
 
 
Dalam laporannya pada kesempatan itu, Kadis yang baru dilantik Sabtu (14/9) baru lewat itu, melaporkan bahwa pelaksanaan kegiatan penanaman pohon secara simbolis sebagai komitmen bersama untuk terus melakukan upaya mengurangi efek pemanasan global dan perubahan iklim. 
 
Langkah tersebut sebagai upaya  memperbanyak ruang terbuka hijau dan menjadikan Kabupaten Tolitoli bisa meraih penghargaan Adipura tahun 2020.
 
Sebagai wujud komitmen Pemerintah Daerah, Bupati Tolitoli melalui Dinas Lingkungan Hidup melakukan rehabilitasi tanaman mangrove di dua tempat yaitu kecamatan Galang sebanyak 5000 pohon dan Kecamatan Dako Pemean sebanyak 7000 pohon........(RedAN)
Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Kunjungan kerja Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Hi. Rusli B. Dg. Palabbi, SH.,MH untuk yang pertama kali di Kabupaten Tolitoli sejak dilantik di Istana Negara beberapa hari lalu, disambut langsung oleh Bupati Tolitoli H. Moh. Saleh Bantilan, SH., MH.
 
Menyertai Bupati dalam penyambutan Wagub yang tiba di Bandar Udara Sultan Bantilan Tolitoli pada Senin (16/9/2019). Pimpinan Sementara DPRD Moh. Randi Saputra, AR, Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, serta beberapa Pejabat Pemda Tolitoli.
 
Selanjutnya Mantan Anggota DPRD Provinsi Sulteng dari Fraksi PAN itu menuju Aula Wisma Daerah Balre Taudako Lipu Tolitoli (Kompleks Rumah Jabatan Bupati).
 
Ditempat itu H. Rusli B Dg. Palabbi  beramah tamah dan perkenalan  dengan Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Firkopimda) dan jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Tolitoli. 
 
Bupati Tolitoli Hi. Moh. Saleh Bantilan, SH.,MH selaku tuan rumah atas nama Pemerintah Daerah serta seluruh masyrakat Kabupaten Tolitoli mengucapkan terima kasih atas kunjungan wakil Gubernur Sulteng itu.
 
Menurut Alek Bantilan, sapaan akrab sang Bupati, kunjungan Wagub tersebut adalah kehormatan bagi Tolitoli. Apalagi kunjungan itu adalah kunjungan perdana sang Wagub ke Tolitoli sekaligus menjadi Kabupaten pertama yang dikunjungi dalam rangkah kunjungan kerjanya sebagai pendamping Gubernur H. Longki Djanggola....... (Ma'ruf Asli)
Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Jajaran DLH Tolitoli dibawah komando Kepala Dinasnya yang baru, bertindak cepat mengatasi beberapa persoalan mendesak terkait tupoksinya. 
 
Sehari usai dilantik Bupati Tolitoli menjadi Kepala Dinas definitif di Dinas Lingkungan Hidup, Fadly Lahadja, SE, MSi, melakukan gebrakan menangani urusan sampah yang mencolok dibeberapa titik pada Minggu, (15/9/2019).
 
Salahsatunya menangani tumpukan sampah yang ada di Kelurahan Nalu pinggir Jalan Poros Tans Sulawesi. 
 
 
Walaupun merupakan jalur utama menuju Kantor Bupati, tumpukan sampah yang berserakan itu mirip tempat pembuangan akhir (TPA). Kondisinya sangat merusak pandangan dan menimbulkan bau menyengat.
 
"Kita prihatin menyaksikan ini, namun kita tidak bisa larang masyarakat buang sampah di situ karena belum dipasang fasilitas tempat pembuangan. Makanya diatasi sampahnya dengan menutupi tanah timbunan. Setelah itu ditempatkan kontainer sampah ini di sini," ujar mantan Plh Kepala DLH yang kini telah definitif menjabat sebagai Kepala Dinas.
 
 
Melibatkan Lurah, Aparat Kelurahan dan warga Nalu beserta jajaran DLH Toltoli, kerja bakti menghamparkan 15 ret tanah timbunan guna menutupi tumpukan sampah tersebut. 
 
Selain itu Fadly Lahadja memimpin jajarannya yang didukung Lurah Nalu, Askar, S.Sos., membersihkan sampah di pesisir Pantai Gaukan Bantilan Tolitoli.
 
 
Sebagai fasilitas umum yang ramai dikunjungi warga, bukan hanya jadi pusat kegiatan Pemda, tempat itu juga menjadi simbol adat Tolitoli. Maka dari it, menurut Kadis muda ini, perlu dijaga dan ditata lingkungannya. Olehnya bukan hanya dibersihkan tetapi juga perlu di hijaukan.
 
 
Berdasarkan pemikiran itu, Kadis yang mengaku selalu bertindak denga arahan Bupati itu mengagendakan penanaman pohon penghijauan di PGB. Penanaman itu menjadi agenda dalam kunjungan kerja Wakil Gubernur Sulawesi Tengah di Tolitoli pada hari ini, Senin (16/9)........****
Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Rusli Baco Dg. Pallabi, sesuai jadwal akan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Tolitoli, Senin (12/9) besok.
 
Kepastian jadwal kunker Wagub Sulteng yang baru dilantik Presiden Jokowi beberapa waktu lalu itu diperoleh dari Keterangan Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Tolitoli, Fadly Lahadja, SE., MSi., Minggu sore (15/9/2019).
 
"Besok beliau kunjungan kerja sekaligus silaturahmi dan perkenalan di sini," ujar Fadly Lahadja kepada Alasannews.com saat berada di Pantai Gaukan Bantilan Tolitoli sore tadi.
 
Dikatakan Kadis yang baru didefinitifkan Sabtu kemarin itu, Wagub datang dalam kunjungan kerja pertamanya di Tolitoli untuk agenda penghijauan penanaman pohon di areal Pantai Gaukan Bantilan Tolitoli yang dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup Tolitoli.
 
Sebelum itu Wagub Rusli Dg Pallabi terlebih dahulu akan bersilaturahmi di kediaman Bupati Tolitoli sekaligus perkenalan sebagai Wakil Gubernur Sulteng yang baru.
 
Sejumlah kegiatan pembenahan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dipimpin langsung oleh Kadis yang merupakan sahabat karib dari sang Wagub. 
 
Hingga berita ini naik tayang Kadis didampingi Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan seluruh stafnya masih sibuk mempersiapkan kegiatan yang akan dihadiri langsung oleh Wagub Sulteng yang juga Sekretaris DPW PAN Sulteng......(Ma'ruf Asli)
Alasannews.com, Jakarta | Jakarta sedang berevolusi menuju City 4.0 atau smart city dengan melibatkan berbagai perusahaan teknologi dan raksasa e-commerce.
 
Penegasan itu disampaikan Gubernur DKi Jakarta melalui akun Twitternya @aniesbasweda
 
"Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi dengan 8 perusahaan teknologi, yaitu Nodeflux, Botika, DuitHape, Grab, Tokopedia, Bukalapak, Shopee dan Gojek, untuk mengentaskan berbagai permasalahan Ibukota," tulis Anis Baswedan dalam akunnya yang diunggah kemarin, Sabtu (14//2019).
 
Dalam unggahan itu Anis mengikutkan Vidio presentasi gambaran smart city yang begitu lengkap dan komprehensif mengenai Kota Jakarta yang bakal memudahkan pelayanannya kepada masyarakat dengan penerapan teknologi informasi dari perusahaan yang memiliki reputasi.
 
Langkah berkolaborasi dengan  8 perusahaan itu adalah untuk menghadirkan pelayanan yang jauh lebih baik dan modern.
 
'Kolaborasi Jakarta', istilah yang disematkan pada agenda kebijakan cerdas ala Anis itu. Idenya adalah mengkolaborasikan kebijakakaan pemerintah dengan melibatkan sector privat dalam membangun Jakarta  dengan berbasis data.
 
Nodeflux misalnya, akan membantu Pemda memberi solusi berbasis data dengan menyajikan informasi berupa pendeteksian pajak kendaraan, crowd analis tempat kegiatan publik dan lokasi pariwisata, pengawasan parkir liar hingga mendeteksi volume air sungai untuk mencegah banjir.
 
Demikian pula Botika, perusahaan yamg memiliki assistance artificial smart akan memungkinkan warga Jakarta memberi informasi kepada pemerintah dan sebaliknya tantang permasalahan di Jakarta. 
 
Begitu juga dengan Duit Hape yang melayani keuangan digital yang menyediakan publik Jakarta yang akan memudahkan pendistribusian bantuan non tunai. Layanan itu sekaligus memudahkan pengawasannya.
 
Sementara itu, Gojek akan membantu mengintegrasikan layanan transportasi umum seluruh moda transportasi bus kecil. Grab akan menggarap layanan smart living, dengan berbagai layanan termasuk transportasi tempat wisata.
 
Sedangkan raksasa e-commerce, Shopee, Bukalapak dan Tokopedia akan berkolaborasi dengan Jakarta untuk melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat atau UMKM. 
 
Nampaknya Anis benar-benar akan membonceng, memanfaatkan sekaligus memberdayakan perusahaan yang berbasis kecerdasan artifisial dan perusahaan dagang online (e-commerce) untuk membangun Jakarta dengan konsep pelayanan pemerintahan yang efektif dan memberdayakan.......(Ma'ruf Asli). 
 
Alasannews.com, Dondo, Tolitoli-Sulteng | Dampak kemarau berkepanjangan, petani cabe di Desa Ogowele terancam gagal panen.
 
Kemarau yang sudah berlangsung beberapa Bulan dan kadang disertai angin kencang itu dikeluhkan sejumlah petani cabe di Desa Ogowele Kecamatan Dondo, Kamis (12/9/2019).
 
Kemarau yang melanda sudah pada tahap kritis. Gagal panen di depan mata. Bila tidak ada perubahan, kerugian besar akan dialami petani cabe. Biaya yang mereka keluarkan lumayan besar untuk modal penyiapan lahan, bibit, penanaman dan perawatan.
 
Kini petani  cabai ogowele buga terpaksa harus kerja extra melakukan penyiraman setiap hari. Hanya saja kendalanya karena sungai mulai mengering, sumber air jadi sulit diperoleh.
 
Suparman, salah seorang petani cabai  di Ogowele Buga, kepada awak media Alasannews.com mengatakan petani terpaksa mengambil air yang jauh dari lahan cabai miliknya. 
 
"Mau tak mau kita harus mengeluarkan modal besar dan tenaga supaya bisa dapat air," kata Suparman.
 
Hal yang sama dikeluhkan Zainal Abidin. Menurutnya kemarau ini bakal menyebabkan pihaknya merugi.
 
"Dengan kondisi seperti ini kita jadi khawatir tidak dapat hasil panen yang maksimal. Padahal kami  sudah mengeluarkan modal yang cukup besar," ujar Zainal Abidin
 
Cabe merupakan salah satu komoditi andalan warga di Desa Ogowele Buga sejak 3 Tahun terakhir. Tidak heran Ogowele Buga dikenal sebagai sentra penghasil cabe dan berkontribusi atas pasokan cabe di pasaran Tolitoli.
 
Untuk itu baik Suparman maupun Zainal Abidin beserta warga berharap hujan segera turun dan persoalan mereka bisa segera teratasi. 
 
Kehadiran dan uluran tangan leading sector yakni Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura  tentu sangat dibutuhkan. Diharapkan dapat memberi perhatian dan membantu memberi solusi kepada petani cabe di Desa ogowele buga......( Hasbi AR/Mrf).
Kepala Syahbandar Tolitoli  (KSOP Kemas IV), Abdul Rahman, SE. 
 
Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tolitoli gelar Gerakan Bersih Pantai dan Laut  dan dibuka dalam upacara yang dibuka langsung Bupati Tolitoli, Selasa (12/9/2019)
 
Kepala KSOP Tolitoli, Abdul Rahman, SE., kepada Alasannews.com menjelaskan kegiatan itu dalam rangka peringatan Hari Perhubungan Nasional khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
 
"Kegiatan ini merupakan serangkaian kegiatan dalam rangka hari perhubungan nasional. Melalui Dirjen Perhubungan Laut, kami laksanakan Gerakan Bersih Pantai dan Laut. Hal itu disadari karena melihat laut kita secara nasional banyak tercemari sampah plastik yang bisa merusak ekosistem laut kita," terang Abdul Rahman.
 
Dijelaskanya juga bahwa kegiatan yang akqn dicatatkan dalam musium rekor Indonesia  (MURI) sebagi kegiatan bersih pantai dan laut terbesar seluruh Indonesia itu, melibatkan sejumlah stake holder dari instansi pemerintah daerah dan berbagai pihak lainnya di Tolitoli.
 
Pantauan lapangan saat digelar upacara sebelum terjun ke lokasi sasaran beberapa jam lalu, tampak dalam barisan berbagai instansi yang terlibat. Ada dari unsur TNI-POLRI, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup dan lainnya. 
 
Tampak terlibat juga ambil bagian Siswa SMP Negeri 1 Tolitoli dan SMA Negeri 1 Tolitoli. Mereka terlihat ikut dalam barisan upacara itu.
 
Terkait pelibatan semua pihak itu, Kepala KSOP Abdul Rahman mengatakan mengajak mereka semua dengan pendekatan dari hati ke hati. Hal itu karena kegiatan ini merupakan persoalan kitabersama untuk daetarh kita.
 
"Kami berterima kasih atas partisipasi dari semua pihak khususnya pak Bupati Tolitoli. Berharap juga bisa terbangun sinergi dengan pemerintah daerah untuk kegiatan semacam ini........(Ma'ruf Asli).
 
Bupati Tolitoli Dr. H. Moh Saleh Bantilan, SH.. MH., saat menyerahkan perasan bersih pantai dan laut saat upacara Gerakan Bersih Pantai dan Laut di KSOP Pelabuhan Dede Tolitoli, Kamis,  12 September 2019. 
 
Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Bupati Tolitoli, H. Moh. Saleh Bantilan, SH., MH., melarang warga membuang sampah plastik berisi sisa makanan ke laut. Hal itu disampaikannya saat membuka acara Gerakan Bersih Pantai dan Laut di depan kantor Syahbandar Tolitoli, Kamis (12/9/2019).
 
Kegiatan itu sendiri dilaksanakan oleh Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan dalam rangka hari perhubungan nasional yang akan diperingati 17 September 2019 beberapa hari ke depan.
 
Pada kesempatan upacara itu, Alek Bantilan menjelaskan alasan sehingga ia melarang warga Tolitoli membuang sampah plastik berisi sisa makanan ke laut.
 
"Jangan membuang plastik berisi makanan ke laut. Saya menghimbau semua warga. Jangan dibuang plastik ke laut. Ikan dan hewan laut akan memakannya. Itu menyebabkannya mati," jelasnya.
 
Terkait itu, Bupati yang juga Raja XVII Tolitoli itu lantas menceritakan seekor penyu yang didapatinya mati di pantai Lalos tepat didepan villa miliknya.
 
Setelah memperhatikan secara seksama, pada bagian kepala dan leher penyu yang sudah membusuk itu, terdapat kantong sampah plastik.
 
Hal itulah menjadi dasar Bupati Dua periode ini menarik kesimpulan bahwa penyu yang mati terdampar di depan villanya itu karena memakan sampah plastik yang ditelan dan sulit dicerna.
 
Sementara itu, kepada pihak Syahbandar (KSOP) dan peserta Gerakan Bersih Pantai dan Laut menyampaikan penghargaan dan apresiasinya. Ucapan terimakasih atas nama pemerintah daerah Tolitoli atas kegiatan dalam rangka Hari Perhubungan Nasional 2019.......(Ma'ruf Asli).
Halaman 3 dari 15
Ruslan S Untuh
Mapri
Alimran
Kadis Perkebunan
Ruslan Hadi
Minarni
abd rhman
Amrin Haling
Kadri
Jusman
rusdi
Irfan s
Naharudin
sumardin

Kontak Polisi

RESOR PALU