Jumat, Desember 06, 2019
hut daerah

Alasannees.com | Peradaban moderrn menyandarkan sistem penyelenggaraan kekuasaannya pada sistem demokrasi. Termasuk di Indonesia tentunya.

Sistem demokrasi sendiri hadir sebagai manifestasi kedaulatan rakyat yang diatur sedemikian rupa dan menjadi bagian tak terpisahkan dari konstitusi Indonesia.

Lahirnya para pemimpin pemegang kekuasaan sejatinya adalah representasi kedaulatan dari rakyat. Mereka melalui mekanisme yang diatur pula oleh seperangkat sistem yang disebut PEMILU (Pemilihan Umum)

Pemilu merupakan titik tumpu utama lahirnya orang-orang terpilih sebaga pemegang mandat mayoritas rakyat.

Pemilu yang baik akan melahirkan orang-orang baik sebagai pemimpin. Sebaliknya jika tidak baik, maka produknya juga tidak akan baik.

Banyak faktor, penentu baik dan buruknya pemilu di Indonesia. Namun terkait penyelenggaran Pemilu yang sedang berproses saat ini,  sepertinya penyelenggaraan Pemilu tidak lepas dari sorotan dan kritikan publik.

KPU (Komisi Pemilihan Umum) adalah pemegang otoritas penyelemggaraan Pemolu yang dipercayakan oleh negara. KPU di dampimgi oleh BAWASLU (Badan Pengawas Pemilu).

Terkait penyelenggaraan Pemilu kali ini, Bawaslu RI merilis 4.589 tempat pemungutan suara KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) tidak netral dan mengarahkan untuk mencoblos calon tertentu.

KPU RI menyebut ketidak netralan penyelenggara tingkat paling bawah tersebut ditemukan di 121.993 dari total 809.000 TPS yang ada. 

Demikian pula perilaku yang tidak mencerminkan sikap netral dengan menggiring pemilih bahkan melibatkan diri dalam kecurangan secara langsung.

Beberapa waktu lalau ditemukan surat suara yang sudah tercoblos dengan calon tertentu, padahal waktu pencoblosan belum tiba.

Semua itu bermuara pada kredibilitas penyelenggaraan Pemilu. 

Kecurangan yang mungkin saja diupayakan oleh para kontestan sangat bisa terkadi. Namun jika kualitas dan integritas penyelenggaranya tinggi maka kecurangan tidak akan memiliki ruang yang banyak untuk terjadi.

Benteng terakhir dalam menjamin lahirnya produk demokrasi di kita adalah integritas penyelenggara Pemilu. Jika saja integritas penyelenggara Pemilu dari tingkat KPPS hingga KPU, maka tentu kridibilitas hasil kerja mereka akan tinggi di mata rakyat bahkan di mata masyarakat internasional.

Sebaliknya, bila kredibilitas hasil pemilu rendah, maka timgkat kepercayaan rakyat akan sangat rendah. Dan itu akan berdampak pada rendahnya nilai demokrasi kita.

Wakapolsek Basidondo

Alasannews.com, Basidondo - Tolitoli | Sebuah rumah warga di Pertigaan Jalan Trans Sulawesi, Dusun Donton, Drsa Sibaluton ludes terbakar.

Musobah kebakaran itu menimpa warga bernama Agussalim (35), Rabu dini hari (03/4/2018) sekitar pukul 01.00.

Rumah yamg juga kios dagangannya itu ludes hanya dalam waktu Setengah Jam. "Cepat sekali pak, bermula dari lantai atas", tutur Agussalim dengan nada sedih.

Dari keteranganaksi mata di lokasi, diduga api berasal dari percikan aliran listrik tenaga surya yang terpasang pada lantai atas rumah milik Agussalim.

Aparat Desa dan Jajaran Polsek Basidondo yang dipimpin Wakapolseknya, Iptu Netanel tiba dilokasi setelah mendapat laporan warga.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun belum diketahui berapa besar kerugian materil akibat kebakarqn tersebut.

"Belum bisa kami perkirakan berapa besar kerugian. Yang jelas tidak ada korban jiwa", ujar wakapolsek kepada media ini dilokasi kejadian.

Saat ini Agussalim nersama istri dan Tiga orang anaknya, mengungsi di rumah tetangga yang masih kerabatnya.

Kini mereka tinggal menharapkan uluran tanngan dari berbagai pihak. Utamanya dari Dinas Sosial maupun Badan 0enanggulangan Bencana Daerah Tolitoli......(Mrf. Asli)

Foto Prosesi Adat Penguluhan Pengurus Desa Adat di Kecamatan Dondo

 

Alasannews.com, Dondo Tolitoli | Disaksikan sekitar 1000-an warga masyarakat Kecamatan Dondo, Raja XVII Tolitoli,  laksanakan prosesi adat pengukuhan Pengurs Adat dari 16 Desa di Kecamatan Dondo.

Raja Tolitoli, Dr.(Hc). H. Moh. Saleh Bantilan, SH., MH, dalam rangkah pengukuhan itu, didampingi sespuh beserta perangkat kerajaan tiba di Lapangan Abadi Lais, Jum'at Malam, (29/3/2019),

Kedatangan Raja tersebit disambut prosesi dan tarian adat Dondo.

Nampak hadir, Kadis Pemuda Olahraga yang juha sespuh masyarakat Dondo, Urip Halim, SPd., MPd. Nampak hadir juga Camat Dondo beserta Unsur Forum Pimpinan Kecamatan Dondo, 16 Kepala Desa dari Keenambelas desa yang ada di Dondo.

Demgan adanya pengukuhan tersebut, 16 Desa tersebut resmi ditetapkan sebagai desa  adat berikut kepengurusannya.

Dalam prosesi itu, Raja Moh. Saleh Bantilan yang bergelar Gaukan Dei Babo Lantung, menyampaikan pentingnya pelestarian adat dan budaya sebagai manifestasi peradaban.

Untuk itu Selaku Pemangku Adat, Raja yang juga Bupati Tolitoli itu, berharap budaya dengan nilai-kebaikan dan keluhuran di desa agar terpelihara.

Lebih lanjut diharapkannya Kepala Desa menjadi mitra yang baik dalam melestarikan budaya yang ada.

"Saya minta kepala-kepala desa bisa menjadi mitra yang baik. Bahkan saya minta dialokasikan Dana Desa sebesar Rp 50 Juta untuk lembaga adat di desa", ujar Raja Tolitoli itu disambut riuh semua yang hadir.

Lebih jauh dikatakannya, bahwa disamping predikatnya selaku Raja, dirinya juga masih Bupati Tolitoli. Dalam hal ini, dirinya sebagai Bupati, dirinya akan mengajukan Peraturan Daerah.(Perda) terkait adat.

"Segera ajukan dan saya teken," ujarnya tegas disambut tepuk tangan seluruh yang hadir.

Antusias pengunjung yang hadir nampak terlihat. Selain prosesi adat, mereka juga di suguhi atraksi adat.

Dipenghujung acara prosesi adat, kembali warga Lais dan Warga Dondo dihibur penampilan sejumlah artis ibu kota yang meyertai rombongan dari Tolitoli.

Hingga berita ini dinaikkan, kemeriahan acara masih berlangsung...... (Mrf Asli)

 

 

Foto Vidya Putra, Sekretaris BPBD Tolitoli

 

Alasannews.com, Tolitoli - Sulteng | Menghadapi cuaca tak menentu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tolitoli, siagakan jajarannya.

Sekretaris BPBD, Vidya Putra, ketika ditemui di ruang kerjanya, Jum'at (28/3/2019) memberikan arahan kepada jajarannya. Bertepatan saat itu cuaca mendung dan gelap di langit Tolitoli.

"Ini posis pak Kadis sedang di luar Kota, tanggungjawab agak berat. Suasana seperti ini kami mesti tetap siaga", terang Sekretaris BPBD ini.

Usai memberikan perinta kepada bawahannya, sesaat kemudian kendaraan operaional BPBD, bergerak memantau keadaan di lapangan.

"Daerah titik rawan banjir mesti dipantau terus", pungkasnya, mengahiri pembicaraan..... (Mrf Asli)

Gambar Jembatan Ogowele yang Ambruk

Alasannews.com, Dondo -Tolitoli | Jembatan penghubung antar desa di Dusun Bumi Angin Desa Ogowele, Kecamatan Dondo, ambruk sesat setelah hujan deras mengguyur desa tersebut, Sabtu (23/03/2019).

Ambruknya jembatan tetsebut menyebabkan terputusnya jalur lalulintas dari arah jalan poros Desa Lais menuju Desa Ogowele Buga dan Desa Anggasan.

Pagi tadi, Minggu (24/03/2019) sejumlah warga turun tangan membuat jalur darurat, namun baru bisa dilewatinkedaraan roda 2. Sementara kendaraan roda 4 mesti berputar arah sejauh 10 Km untuk sampai ke desa sebelah.

Kades Ogowele, Mspri, saat dikonfirmasi berada di lokasi kejadian, mengaku terkejut dengan kejadian tersebut. Pasalnya, baru saja selesai dikeruk dengsn mata anggaran BPBD Tolitoli.

" Padahal baru saja dikeruk oleh BPBD, kenapa sudah begini?" ujar kades ogowele dengan nada heran.

Dari penuturan Mapri, selaku Kades dirinya agak khawatir. "Bukan hanya jembatan yang jadi soal pak. Sekarang rumah-rumah warga saya ini jadi tetancam. Apalagi sudah mulai gelap di atas sana, mau hujan lagi," ungkap Mapri sambil menunjuk rumah yang terancam hantaman arus sungai jika meluap karena guyuran hujan lebat.

Sementara itu, Sekertaris BPBD Tolitoli, Fidya Putra, ketika dihubungi via ponselnya, mengaku akan segera mengambil langkah untuk mrngatasi hsl tersebut.

Terkait pekerjaan pengerukan yang baru saja dilaksanakan di lokasi ambruknya jembatan itu, mengaku belum mendapat laporan dari lapangan.

"Disana ada pengawasnya itu pak, nanti saya hubungi dulu mereka," kata Fidiya yang mengaku sedang berada di RSU Mokopido merawat anaknya...... (****)

 

Gambar Sandiaga Uno (Cawapres Pasangan 02)

 

Alasannews.com, Jakarta | Kartu Tanda Penduduk (KTP), dieksplorasi dalam debat cawapres di Jakarta, Minggu Malam (17/3/2019).

Dalam acara debat yang disiarkan beberapa stasiun TV tersebut pada sesi penutup, closing statemen, Sandoaga meminta yang hadir dan juga pemirsa untuk keluarkan dompet dan mengeluarkan KTP.

"Tolong keluarkan dompet kita masing-masing dan ambil Satu kartu", kata Sandiaga 

Sambil mengacungkan KTP, Sandiaga menjelaskan bahwa KTP memiliki teknologi yang super canggih. 

Menurit Cawapres 02 ini, tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak untuk memcetak berbagai jenis kartu.

Gambar KTP Elektrik

Cukup dengan KTP yang super canggih dengan memiliki chip didalamnya, akan difungsikan selain fungsi utamanya. Sekalian jadi kartu sehat, kartu pintar, prakerja, sembako murah dan sebagainya.

Di tangan lelaki muda berkacamata itu, KTP menjadi multi fungsi. Merangkum sejumlah kartu yang telah dan akan diciptakan pasangan 01yang telah diperkenalkan sebelumnya.

Dari pemaparan Sandiaga tersebut, nampak jelas bahwa pihaknya telah mempersiapkan secara matang 'senjata' pamungkasnya menjadikan KTP sebagai kartu sakti menghadapi beberapa kartu andalan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Menariknya, penggunaan KTP dengan multi fungsi itu sudah memperlihatkan keunggulannya, menghemat anggaran biaya cetak kartu yang cukup mahal tentunya. 

Gagasan KTP multi fungsi itu memberi makna yang besar serta nilai yang lebih bagi keberadaan KTP yang selama ini kita pegang. Tidak sekedar menjadi kartu identitas warga negara dengan fungsi tunggalnya itu.

Kita tunggu saja bagaimana pilihan rakyat nantinya dalam pilpres 17 April mendatang......(****)

Gambar Kabag Humas Arham Yakub, SH dan Hasanudin Lamatta, SH. (Sumber: Postingan Hasanudin Lamatta dalam Grup WA PWO Independen Nusantara)

 

Alasannews.com, Tolitoli - Sulteng ] Berawal dari pemberitaan yang dilansir Deteksionline.com dengan judul: Kasus Bupati Diduga Rampas Kebun Kelapa Milik Wartawan Dibuka Lagi, edisi Sabtu (16/3/2019), polemik pun kemudian terjadi. Tema berita yang diviralkan melalui medsos tersebut menempatkan Kabag Humas Pemda Tolitoli, Arham A Yakub, SH., sebagai salah satu nara sumber.

Pada akhir berita tersebut, disebutkan Kabag Humas Pemda Tolitoli emosi dan langsung tutup telponnya.

"Kabag humas itu pun emosi, dan langsung tutup telpon lantaran terjebak oleh pernyataannya sendiri," tulis Deteksionline dalam ulasannya.

Melalui akun resminya, Arham Yakub, dalam Group Whatsapp PWO Independen Nusantara, melakukan klarifikasi atas persoalan tersebut. Dirinya membenarkan bahwa selaku Kabag Humas Pemda Tolitoli, pihaknya telah dikonfirmasi oleh seorang wartawan yang bernama Hasanuddin Lamatta, SH., (pihak yang menyoal dan melaporkan kasus dugaan perampasan tanah kebun kelapanya ke Polda Sulteng-red)

"Terkait pemberitaan ini, sebagai Kabag Humas dan Protokol Setdakab Tolitoli, saya perlu menyampaikan KLARIFIKASI bahwa memang benar saya telah dikonfirmasi oleh Wartawan Bapak Hasanuddin Lamata, SH pada jumat malam (15/3) via telepon untuk meminta tanggapan Pemda Tolitoli atas perkara ini," kata Arham dalam klarifikasinya, Sabtu Siang (16/3/2019).


"Saya atas nama Pemda telah memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Namun sangat disesali, jawaban-jawaban yang saya berikan semua dianggap SALAH / KELIRU oleh Bapak Hasanuddin Lamata, SH. Hal ini disebabkan karena obyek pertanyaan yang jadi sumber pemberitaan adalah untuk KEPENTINGAN PRIBADI sang Wartawan," tulis Kabag Humas itu dalam klarifikasinya.

Terkait tudingan menutup telepon saat diwawanara, Arham Yakub mengatakan dirinya terpaksa karena dianggap bukan lagi wawancara sebagaimana layaknya.

"Saya terpaksa harus menutup telepon karena konfirmasi yang dilakukan oleh Bapak Hasanuddin Lamata, SH bukan lagi wawancara sebagaimana layaknya wartawan kepada narasumber, tapi sudah menggiring saya ke PERDEBATAN yang tidak rasional," pungkas juru bicara Pemda Tolitoli itu.

Terkait konten pemberitaan tersebut, sudah beberapa kali dimunculkan dalam media sosial khususnya group 'Tolitoli Bicara Part Two'. Belakangan ini kembali menuat dan menghangat. Berbagai komentar dan tanggapan bermunculan. Beberapa pihak dengan nada menyudutkan Bupati Ale Bantilan mendorong diungkapnya secara tuntas persoalan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Politisi PAN, Abdul Halik, menilai pemberitaan dan postingan terkait hal tersebut, tendensius dan sarat muatan politik.

"Kalau murbi persoalan hukum, dan memiliki bukti kuat, silahkan diungakap melalui jalur hukum. Tidak usah membangun opini dan ajakan untuk tidak memilih serta menjatuh-jatuhkan caleg PAN yang kebetulan anaknya pak Bupati", ujar Sekretaris DPD PAN Tolitoli itu dengan nada kesal.

Sementara itu, hingga saat ini, Bupati Tolitoli, nampak tak ambil pusing pembahasan di medsos tersebut. Bak pepatah, 'biarkan anjing menggonggong, kafila terus berlalu'. Sampai saat ini tidak ada tanggapan atau respon terkait pemberitaan tersebut dari Bupati maupun keluarganya,,,,. (****)

Hikma Ma'ruf Asli / Pemimpin Redaksi

 

Sorotan Redaksi,

Di penghujung pekan ini, terorisme di Selandia Baru menggemparkan dunia. Adalah Brenton Tarrant, pria 28 Tahun, tumbuh besar di daerah Grafton, New South Wales, Australia (The Daily Mail). pelaku penembakan brutal itu. Sebanyak 50 orang tewas dalam serangan teror penembakan jama'ah sholat Jum'at dalam masjid di New Zealand.

Kecaman masyarakat dunia mengutuk kejadian tersebut, tidak terkecuali masyarakat Indonesia. Pemerintah New Zealand merespon kejadian itu dengan mengambil langkah cepat menangkap dan menyatakan tindakan Brenton Tarrant sebagai tindakan terorisme.

Sungguh kejadian itu mengguncang rasa kemanusiaan kita semua. Tindakan Brenton Tarrant itu dilatari kebencian atas kehadiran imigran muslim yang dianggapnya mendominasi dan mengancam piopulasi penduduk dan keagamaan setempat.

Gambar Pelaku Terorisme di New Zealand (Brenton Tarrant)

Tindakan itu adalah sebuah ironi di tengah dunia sedang getolnya menyatakan keberagamaan adalah hak asasi di muka bumi. Hal itu mutlak sebagai sebuah kesadaran mendasar bagi kita. Bahkan pemerintahan Selandia Baru menegaskan tindakan teror tersebut bertentangan dengan nilai yang Selandia Baru perjuangkan.

"Kami merupakan rumah bagi lebih dari 200 etnis. Selandia Baru mewakili keragaman, kebaikan hati dan kasih sayang. Nilai-nilai ini tidak akan dan tidak bisa diguncang atau diubah karena serangan ini. Kami memiliki reputasi yang baik sebagai negara yang aman, ramah dan damai," ucap Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Roy Ferguson, Minggu (17/3/2019).

Sangat mengejutkan, seperti diakui Roy Ferguson, bahwa hal itu adalah sejarah buruk yang pertama kalinya. "Kekerasan ekstrem ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah kami. Kejadian ini tidak mewakili siapa sebenarnya kami sebagai negara dan kami benar-benar mengutuk mereka yang bertanggung jawab terhadap tragedi ini," imbuh Ferguson.

Sebuah pelajaran bagi kita, ditengah pandangan dan persepsi dunia yang menuding kelompok Islam Radikal sebagai tertuduh utama sebagai pelaku terorisme. Brenton Tarrant memperlihatkan dengan jelas kepada kita bahwa terorisme bisa dilakukan oleh siapa pun.

Kecaman dan kemarahan internasional atas peristiwa jum'at berdarah tersebut, menunjukkan sikap dan perasaan bersama, kemarahan atas tindakan brutal terorisme. Tentu kita berharap kejadian itu menjadi pelajaran berharga untuk kita semua menolak aksi brutal kejahatan kemanusiaan semacam ini.

Semoga saja tak terulang lagi. Kepada segenap korban semoga mendapat tempat yang damai di sisi Yang Maha Kuasa, sebagai syuhada. Keluarga dan kerabat yang ditinggal, semoga diberi keikhlasan dan ketabahan......(****)

Alasannews.com, Tolitoli - Sulteng | Kunjungan Kerja Kapolres Tolitoli, AKBP. Hendro Purwoko, SIK ,, MH,, dengan serangkaian acara akan berlangsung pagi ini, Rabu, (13/03/19), di Kecamatqn Dondo.

Bertempat di Mapolsek Dondo, sekitar jam 08.00 waktu Indonesia Tengah, Kapolres diagendakan bertatap muka dan berdialog dengan tokoh masyarakat Kecamatan Dondo.

Selain itu, agenda kerja orang nomor Satu di Polres Tolitoli itu rencananya akan dihadiri sejumlah pihak.

Melalui undangan yang di tundang oleh Kapolsek Dondo, IPTU. Paulus Samma, antara lain akan hadir Unsur Muspika, Pimpinan Parpol Kecamatan, Kepala SMU / MA, Kades dan Ketua BPD ....... (****)

Alasannews.com, Tolitoli - Sulteng | Kian anjloknya harga kopra, menjadi persoalan perekonomian di tengah masyarakt. Warga Tolitoli termasuk yang menerima dampak langsung rendahnya harha kopra tersenut. 

Saat ini harga ditingkat petani sudah mencapai titik terendah. Di beberapa tempat bahkan sudah mencapai Rp. 2.900 per kilo gram.

Rendahnya harga tersebut benar-benar membuat petani kelapa dalama tak berdaya. Bahkan harga itu tak menutupi biaya produksi.

Kepada Bupati Tolitoli, sejumlah warga di DesaLakatan, Minggu Sore, (10/03/2019) menyampaikan keluhan terkait harga kopra yang semakin tak.masuk akal itu.

Menanggapi hal itu, Bupati Tolitoli H. Moh. Saleh Bantilqn, SH., MH., mengaku prihatin bajkan heran dengan harga yang terkendali tersebut.

Namun demikian Bupati Ale mengaku telah mengambil beberap langkah terkait hal tersebut. Untuk itu pihaknya meminta warga tidak menyerah dan mempercayakan pemerintah mencari solusi mengatasinya.

"Saya sudah perintahkan Kadis Perdagangan berkonsultasi ke atas sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait dan juga dinas teknis lainnya, kita tunggu saja bagaimana hasilnya", terang Bupati...... (****)

 

 Alasnnews.com, Tolitoli Silteng | Pemberitaan terkait kondisi tanaman padi sawah disejumlah tempat termasuk Galang, diklarifikasi Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Senin, (11/03/2019).

Melalui sambungan seluler, Kadistapanghorti, H. Rustan Rewa, SP., MP., mengaku berada di Ginunggung berkoordinasi denhan petani setempat.

Menurut Rustan Rewa, pihaknya tidak memungkiri fakta adanya gangguan tanaman padi seperti yang diberitakan. Namun demikian mestinya pemberitaan semacam itu lebih konprehensif. 

"Kami sudah berupaya mengatasi sejak munculnya serangan hama dengan cara melakukan penyemprotan hama menggunakan insektisida", ujar Kadistapanghorti.

Masmudin, petani asal Tinigi yang sedang mengolah sawah di Lalos mengamini penyampaian Kadistapanghorti. Bahkan pihaknya mengakui kelalaiannya karena memaksakan diri menanam diluar jalur tanam yang dianjurkan.

"Kami terpaksa memundurkan waktu tanam jadi di Bulan Februari karena irigasi dalam masa perbaikan. Sebenarnya hilan itu masuk jalur merah menurut petugas pertanian", aku Masmudin.

Berdasarkan penjelasan Kadis, seharusnya petaji menanam itu di Bulan Desember, namun ada kendala lain, jadi tertunda. Namun menurutnya tidak bisa menyalahkan sepenuhnya para petani.

"Sekarang kita maksimalkan penanggulangannya saja. Alhamdulillah sudah mulai pulih sekitar 80 persen", ujar Rustan Rewa.

Terkait capaian surplus, Kadistapanghorti ini menolak dikatakan gagal, sebab fakta lapangan, beberapa tempat sekitar 90 persen tanaman padi masyarakat yang mengikuti anjuran petugas pertanian mencapai target bahkan ada yang lebih sampai 9 Ton per Hektar.

Hal itu menunjukka adanya keberhasilan dalam mencapai target yang diharapkan. Untuk kedepannya, Kadis mengaku terus berusaha melakukan kooerdinasi baik kebawah maupin ke atas.

Tahun ini akan kita tambahkan alat pertanian berupa Kombine dan Jonder maupun handtractor. Demikian pula bantuan benih maupun pupuk.......(****)

 

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Bertempat   di Warkop Barista Tolitoli, Duduk bersama 13 Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Dipimpin Kadisdukcapil Provinsi Abdul Haris Yotolemba, SH., MSi., membahas kesiapan pengajuan program Mobil Online ke Pemerintah Pusat.

Keberadaan mobil online tersebut menurut kadis ketika ditemui di Warkop Barista, Senin, (11/3/2019), akan sangat membantu operasionalisasi pelayanan Disdukcapil di daerah.

"Saya yakin mobil ini bisa kita hadirkan karena komunikasi dengan pusat sudah oke. Anggarannya kisara 1M", terang Haris kepada beberapa awak media yang melakukan interview.

Ditambahkan Kadiscapil Sulteng itu, bahwa  pihaknya sudah menghubungi semua Bupati via ponsel guna mendapatkan dukungan realisasi program tersebut.

Dari penyampaian Haris, pertemuan 13 Kadis bersama dirinya, memanfaatkan momentum pertemuan sinkrinisasi program yang berlangsung di Hotel Mitra Tolitoli.

Pertemuan itu juga dimaksudkan untuk mempersiapkan bahan dan data dalam pertemuan Rakornas di Kalimantan Timur .tanggal 13 dan 14 Maret 2019........ (****)

3

Halaman 15 dari 15
Ruslan S Untuh
Mapri
Alimran
Kadis Perkebunan
Ruslan Hadi
Minarni
abd rhman
Amrin Haling
Kadri
Jusman

Kontak Polisi

RESOR PALU