Minggu, Desember 15, 2019
hut daerah

Gambar akibat galian Utilitas di Kramat Raya

Alasannews.com, Jakarta | Wajah perkotaan Ibukota Jakarta rusak akibat dampak galian utilitas. Banyaknya, bekas galian kabel optik PLN itu sering membuat kendaraan terjerambab karena tidak di rapihkan kembali oleh pengembang bahkan terkesan pengurukannya asal-asalan.

"Waduh, para pengerjanya sudah tidak ada, pindah ke arah Salemba,"kata Rudi tukang parkir di Pertamina kepada wartawan , Jum'at (19/7/2019).

Ia menyatakan bahwa, begitu mudahnya para pemborong galian utilitas merusak dan tidak dibenahi kekondisi semula.

"Ini kalau dimusim penghujan dapat membahayakan para pengendara dan rawan kecelakaan," tegasnya.

Dari pantauan wartawan dilapangan, buruknya pengelolaan jaringan utilitas, membuat sejumlah kawasan di wilayah Senen, kian amburadul. Tak sedikit galian utilitas yang terbengkalai akibat ulah pemborong. Sehingga kondisi ini amat merusak keindahan kota dan membuat kemacetan lalu lintas di wilayah tersebut.

Bahkan ceceran tanah merah yang merambah ke badan jalan juga kerap mengancam keselamatan jiwa pengendara maupun para pejalan kaki terlebih kini masih musim hujan.

Saat ini galian utilitas untuk pemasangan kabel optik PLN sedang dikerjakan di sepanjang Jalan Kramat Raya sampai Matraman dan arah sebaliknya Matraman Kramat Raya. Serta beberapa jalan protokol yang dikerjakan oleh PT. VAN.

 

Selain itu, hal ini menimbulkan lubang menganga di jalan yang membahayakan pejalan kaki dan tanah merah dari galian mengotori badan jalan.

Tidak terpadunya berbagai proyek utilitas, menyebabkan silih bergantinya lokasi yang sebelumnya sudah tertata rapih menjadi amburadul karena selalu digali. Mulai dari pekerjaan FO untuk jaringan telepon dan internet, listrik, air, lampu penerang jalan umum (PJU) hingga lampu lalu lintas.

Ironisnya, sejumlah trotoar yang rusak dan baru diperbaiki maupun dibangun, tak lama kemudian berantakan oleh galian-galian yang ada.

Roni salah satu pengendara ojek online mengusulkan terhadap pemborong nakal yang tidak menuntaskan bekas galian hingga rapih seperti kondisi awal, seharusnya dikenakan sanksi tegas sebagai efek jera.

"Ini sama saja menyebabkan terganggunya kenyamanan masyarakat bukan berarti bebas seenaknya merusak keindahan pengguna jalan,"ujarnya (yn)

Rustam Effendi, SH., Kasi Pidsus Kejari toliToli

Alasannews., Tolitoli-Sulteng | Peringatan Hari Kejaksaan 22 Juli kian dekat. Tinggal hitungan hari. Serangkaian acara sosial sepekan terakhir, namap menyibukkan para penegak hukum itu.Termasuk anjangsana ke panti asuhan.

Padatnya kesibukan Korps Adhiyaksa jelang ulang tahunnya, tak mengurangi tensi penyidikan kasus pidana yang ditanganinya.

Bahkan Signal bakal adanya penetapan tersangka kasus Tipikor selain pasar Salumbia yang saat ini Tiga tersangkanya sudah ditahan.

Kasus perjalanan di Dinas Transmigrasi, semakin kuat isyaratnya. Menyusul pemeriksaan maraton lebih dari 20 orang saksi, sejak awal bulan ini, diperoleh informasi dari sumber yang dapat dipercaya, bahwa kejaksaan telah memiliki kesimpulan awal.

Penetapan tersangka mengarah pada pejabat puncak di Dinas Transmigrasi Tolitoli beserta Dua orang di jajarannya.

Mengkonfirmasi hal tersebut, Kasi Pidsus Kejari Tolitoli, Rustam Effendi, SH., tidak menampiknya. Bahkan mengakui pihaknya sudah mendapat limpahan kasus tersebut dari pimpinannya.

Namun demikian, dirinya mengelak untuk menyebutkan berapa dan siapa saja yang bakal jadi tersangka.

"Sudah dilimpahkan pimpinan kepada saya di Seksi Pidsus, namun belum sempat dalami. Nanti kami pelajari dulu," ucapnya ketika ditemui di kantor kejaksaan sepulangnya mendampingi Kajari beranjangsana, Kamis (18/7/2019).

Kasus garapan Seksi Intelijen Kejari sebelum dilimpahkan ke Seksi Pidsus itu ditengarai berlangsung sejak tahun 2013 hingga 2019 ini. Jumlahnya fantastis, mencapai angka di atas Rp.500 Juta.

Ketika dikonfirmasi kebenaran informasi yang berdar, saat itu Kasi Intel, Hazairin, SH. menampik informasi itu.

"Tidak benar segitu," ujarnya tanpa mau menyebutkan angka temuannya.

Sejumlah informasi yang berhasil dihimpun media ini, perkara perjalanan dinas di OPD yang menangani Transmigrasi tersebut, modusnya berupa potongan yang mencapai 7% dalam setiap perjalanan pegawai dilingkup dinas tersebut.

Potongan dana tersebut disinyalir melibatkan bendahara dan  PPK.  Selanjutnya diserahkan kepada atasannya. Sehingga dalam kasus tersebut besar kemungkinan arah pasal pelanggarannya pada pasal tentang gratifikasi undang-undang Tipikor.

Mengenai hal ini Kasi Pidsus mengelak dengan halus untuk menjawabnya.

"Tunggulah perkembangannya, nanti juga dijelaskan dalam proses selanjutnya," elak Rustam Efendi menyudahi perbincangan saat itu......... (Ma'rufAsli)

Kapolres Tolitoli, AKBP. Hendro Purwoko, SIK., MH.

Alasan www.com, Tolitoli-Sulteng | Jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang dijadwalkan tanggal 22 Juli 2019, Polres Toltoli Gelar pasukan di halaman Mapolres Tolitoli  pagi tadi, Jum'at (19/7/2019).

Kapolres Tolitoli, AKBP. Hendro Purwoko, SIK., MH., usai gelar pasukan kepada Alasannews.com mengatakan bahwa gelar pasukan itu untuk mengecek kesiapan personilnya yang didukung TNI dan unsur lainnya dalam mengamankan proses Pilkades dari awal sampai selesai.

"Prinsipnya untuk memberi jaminan keamanan agar Pilkades nanti kondusif. Pengecekan kekuatan serta kesiapan tadi memperlihatkan keseriusan aparat mengawal proses Pilkades," tandas Kapolres.

Kapolres Tolitoli yang tengah bersiap-siap menuju Palu pagi itu menilai Pilkades memiliki potensi kerawanan oleh gesekan pendukung masing-masing kandidat. Untuk itu perlu perhatian khusus.

"Tidak menutup kemungkinan konflik terjadi jelang dan sesudahnya," ujar perwira Dua melati di pundak itu.

Pilkades serentak di 40 Desa dibawah koordinasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), tersebar di seluruh Kecamatan membutuhkan jumlah personil pengamanan yang relatif besar. Jumlah personil yang dimiliki Polres Tolitoli  sekitar 230 personil sepertinya tak sebanding dengan lokasi yang akan diamankan itu.

Namun demikian keterbatasan itu dapat diatasi dengan adanya dukungan personil dari Kodim 1305/BT ditambah dari Lanal Tolitoli, Satpol PP serta satuan lainnya. Semua dukungan tersebut nampak terlihat dalam kehadiran mereka dalam gelar pasukan yang diselenggarakan sekitar jam 08.00 pagi tadi.

Kesiapan personil pengamanan Pilkades Serentak 2019

Lebih jauh terkait jaminan keondusifitas dan keamanan Pilkades, Kapolres Tolitoli menekankan kepada seluruh pasukan pengamanan untuk mengenali dengan baik wilayah tugasnya serta menjaga netralitas sehingga bisa berdiri diatasi semua golongan........ (Ma'rufAsli)

 

Waldi Asbuari, Ketua Panitia Futsal Open Tournament

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Persiapan kegiatan Turnamen Futsal Terbuka yang memperebutkan Piala Moh. Nesar Bantilan dengan total bonus Rp.75.000.0000 mencapai 80 persen.

Kesiapan itu dikemukakan ketua panitia turnamen, Waldi Asbuari kepada media alasannews.com saat dikonfirmasi Kamis (18/7/2019).

"Persiapan kami sampai saat ini sudah 80%," kata Waldi Asbuari melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp.

Sesuai daftar tim peserta yang akan ikut berlaga dalam turnamen ini, dipastikan 32 tim futsal ambil bagian.

Sejumlah tim unggulan seperti TOLIS PRIMA FC, DTN POLRES FC, LAPAS FC, ATR/BPN FC tak akan absen dalam turnamen kali ini.

Menurut keterangan Waldi, Tolis prima FC, pemegang juara 1 pada turnamen sebelumnya, akan turun dengan kekuatan penuh. Brgitu pula dengan pemegang juara 3 tahun lalu, DTN FC.

Sayangnya pemegang juara 2 tim dari Palu tidak masuk dalam daftar peserta tahun ini. Tak diperoleh keterangan sebab tim runner up tahun lalu itu tak ikut adu strategi kali ini.

Sementara untuk tim unggulan  lainnya seperti ATR/BPN dipastikan ikut ambil bagian.

Tim Futsal ATR/BPN diketahui pernah Dua kali juara 1  sejak komunitas Bumbung Lanjat Organizer (BLO) membuat event futsal.

Kekuatan masing-masing tim, kabarnya bakal diisi pemain nasional maupun pemain kenamaan lainnya dari beberapa kota besar seperti Makassar.

Gambaran kekuatan tim yang akan turun berlaga akan mulai terlihat malam ini dalam technical meeting jam 19.30 yang akan dilaksanakan panitia di aula MAN.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah pemain bintang Futsal akan meramaiakan turnamen ini, namun sampai saat ini ketua panitia belum bisa mengungkap nama-namanya.

"Ada beberapa pemain nasional dan juga dari Makssar bakal memperkuat tim futsal yang sudah mendaftar. Cuma belum masuk daftar pemain masing-masing tim. Nanti kalu sudah ada dikabarkan," imbuh Waldi Asbuari....... (Ma'ruf)

Kabid Pemdes, Ramli dan Kepala Seksi, Zulhasmi saat koordinasi pendistribusian kertas suara Pilkades di Ruang kerjanya

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 40 Desa tinggal hitungan hari. Kegiatan puncak (voting day), tanggal 22 Juli mendatang.

Persiapan dan pemenuhan perlengkapan jelang kegiatan tersebut makin giat dilakukan. Termasuk pendistribusian kertas surat suara yang akan digunakan pada saat hari H.

Kepala Bidang Pemdes, Ramli, MSi, didampingi Kepala Seksinya mengatakan pihaknya mulai hari ini melakukan pendistribusian kertas suara untuk pilkades serentak itu.

"Untuk 40 Desa mulai kami distribusikan hari ini. Batas sampai besok," ujar Ramli saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (18/7/2019).

Dikatakan Ramli, sebanyak 45 ribu lembar kertas surat suara untuk 40 Desa uang akan melaksanakan pemilihan Kepala Desa serentak tahun 2019 ini. Jumlah itu tersebar di semua kecamatan yang ada di Tolitoli.

Sesuai aturan, pembiyaan kegiatan Pilkades Serentak ditanggung pemerintah daerah Tolitoli melalui leading sectornya Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, termasuk pengadaan kesrtas surat suara tersebut.

Kertas suara yang akan dicoblos itu memuat nomor urut dan gambar foto calon kades berdasarkan desa masing-masing........ (RedAN)

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Sejumlah pembeli cengkeh mengaku kebanjiran pertanyaan mengenai harga cengkeh pasca ditetapkannya kenaikan harga Rp. 100.000 per Kilogram.

Kenaikan harga itu awalnya inisiatif Bupati atas desakan pengunjuk rasa yang kemudian mendapat persetujuan rapat Forkopimda Tolitoli di ruang kerja Bipati Tolitoli, Selasa (16/7) kemarin.

Hasil interview dengan sejumlah pembeli cengkeh disejumlah kawasan yang ada di Tolitoli, menunjukkan adanya kebingungan dan tanda tanya bagi pembeli hasil bumi terkait penetapan harga cengkeh oleh Pemda Tolitoli.

Kebingungan itu menjadi lebih dalam karena warga silih berganti melalui tepon maupun datang langsung ke Toko menanyakan kebenaran informasi kenaikan harga cengkeh sesuai keputusan Bupati Tolitoli.

Bukan hanya informasi harga yang simpang siur, tapi juga terkait bagaimana mereka membayar harga yang terpaut Rp. 30 Ribu dari harga pasaran itu.

Salah seorang pedagang pembeli cengkeh di kawasan pertokoan pasar Bumi Harapan Tolitoli mengaku heran dan bingung dengan kehadiran banyak orang yang menanyakan harga sejak pagi hari. Sementara harga yang berlaku sesuai petunjuk bos pemodalnya masih sesuai harga pasar.

"Belum ada pemberitahuan dari bos ini. Harga masih segitu (Rp.74.000). Tidak tau kalau ada kenaikan. Saya juga bingung, banyak yang nanya, datang sini, telpon juga," ujar pedagang yang meminta identitasnya tidak diungkap.

Pengakuan pedagang yang enggan disebutkan identitasnya itu, mereka tetap membeli seperti instruksi bos besarnya. Pasalnya mereka hanya di modali dengan ketentuan harga tersebut.

"Uang pembelian dari bos, kami cuma pengumpul dan dapat selisih harga. Kami beli 74, jual lagi ke bos 77 setengah. Untungnya cuma berapa. Kan kita potong upah buruh angkat dan ayakan," akunya tanpa mau menjelaskan siapa bos besarnya itu.

Pantauan Alasannews.com terkait harga cengkeh hingga hari ke-3 pasca diputuskan Bupati Moh. Saleh Bantilan Senin lalu, harga tak bergeming beranjak naik seperti putusan Bupati atas tuntutan pengunjuk rasa petani cengkeh saat itu.

Para pedagang mengaku tetap membeli seperti biasa. Langganan mereka tetap mengantarkan cengkeh sesuai harga. Untuk yang kering, Rp. 74.000 per Kilogram dan Rp. 23.500 per kilogram untuk cengkeh mentah.

Langganan mereka tetap mengantarkan cengkeh ke Toko karena pengumpul di desa atau sering mereka sebut pengumpul boda-boda itu menggunakan modal yang mereka berikan terlebih dahulu.

Saat ditemui untuk dimintai informasi, kebanyakn para pedagang itu cenderung diam dan enggan melayani pembicaraan. Mereka nampak tegang seperti mangalami kekhawatiran.

Saat ditanya alasannya, mereka mengaku kebingungan dengan banyaknya pertanyaan harga cengkeh. Malam itu mereka lebih cepat tutup toko dibandingkan biasanya.

Kebingungan yang ditimbulkan itu memang beralasan. Petani mendesak Bupati patok harga cengkehnya sendiri sementara di sisi lain pedagang punya patokan harga sendiri.

Perbedaan cukup tajam antara kehendak petani dengan realitas pembelian pedagang pengumpul.

Hingga saat ini belum terlihat adanya jalur komunikasi menjembatani persoalan tersebut dari kedua belah pihak.......(Ma'ruf)

Alasannews.com, Paris | Menteri Lingkungan Hidup Prancis, Francois de Rugy, dilaporkan mengundurkan diri dari jabatannya setelah dituduh menggunakan dana negara secara berlebihan saat menggelar makan malam lobster.

Selain itu, De Rugy juga dituding menyalahgunakan perumahan publik. Ia mengundurkan diri satu minggu setelah makan malam yang diungkap oleh situs sayap kiri Mediapart.

Pengunduran diri menteri senior kabinet Prancis sekaligus sekutu dekat Presiden Emmanuel Macron ini menjadi pukulan bagi pemerintah Prancis, seperti dilansir media online dikutip dari AFP, Selasa (16/7/2019).

"Serangan dan hukuman mati tanpa pengadilan yang menargetkan keluarga saya memaksa saya untuk mengambil langkah mundur yang diperlukan," kata de Rugy.

Francois de Rugy sendiri adalah sosok nomor dua dalam pemerintahan setelah Perdana Menteri Edouard Philippe.

Mediapart merilis foto-foto de Rugy dan istrinya yang seorang jurnalis, tengah menikmati makan malam mewah dengan sampanye dan lobster serta hidangan Hari Valetine sementara ia adalah Ketua Parlemen.

Situs itu menuduh makan malam itu - dengan mengorbankan pembayar pajak - sebagian besar bersifat sosial, sementara de Rugy berpendapat itu adalah bagian dari karyanya yang mewakili Majelis Nasional.

Mediapart juga mengungkapkan bahwa de Rugy telah mendapatkan manfaat dari sebuah apartemen di dekat kota asalnya Nantes di Prancis barat. Apartemen itu disewa dengan tarif istimewa yang ditujukan untuk pekerja berpenghasilan rendah.

Pria berusia 45 tahun itu juga terpaksa memecat direktur kabinetnya pekan lalu setelah diketahui bahwa ia telah mempertahankan sebuah apartemen di sebuah blok perumahan sosial di Paris sejak tahun 2001.

Gambar sederet lobster montok di sebuah acara yang diselenggarakan oleh de Rugy memicu komentar dan meme di media sosial. De Rugy sendiri telah membantah melakukan kesalahan. Ia bahkan dalam sebuah wawancara pekan lalu mengaku alergi dengan lobster dan tidak menyukai sampanye karena itu membuatnya sakit kepala.

"Dia adalah seseorang yang solid, berani," kata anggota parlemen dari partai yang berkuasa Olivia Gregoire kepada wartawan setelah pengunduran dirinya. "Kurasa dia berada di ujung batasnya," imbuhnya. Gregoire lantas mendesak publik untuk tidak menghakiminya berdasarkan foto yang beredar dan mencoba untuk berprasangka baik. Mediapart, yang sangat kritis terhadap pemerintah Macron, mengkhususkan diri dalam investigasi. Situs ini telah membuat malu para politisi dan tokoh publik senior sejak didirikan pada 2008.

De Rugy sendiri telah membuat laporan hukum atas publikasi tersebut dengan tuduhan pencemaran nama baik. Ia menuduh Mediapart ingin mencelakakan, mencoreng dan menghancurkannya..... ( RedAN

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Pencinta Futsal Tolitoli selenggarakan Open Turnamen yang akan berlangsung 21 Juli sampai dengan 16 Agustus di Gedung Olah Raga Mokondongan Tolitoli.

Turnamen yang memperebutkan Piala Mohammad Besar Bantilan dengan bonus total Rp.75 Juta  itu membuka pendaftaran untuk 32 tim Futsal. 

Tingginya animo pendaftar sehingga kuota pendaftaran turnamen yang bakal diramaikan pemain-pemain bintang nasional itu sudah terpenuhi sebelum waktu penutupan pendaftaran yang ditentukan panitia.

Ketua panitia penyelenggara Waldi Asbuari kepada media alasannews.com di sekretariatnya, Selasa malam (16/7/2019) menuturkan bahwa pihaknya terpaksa memolak beberapa tim yang akan mendaftar karena kuotanya sudah terpenuhi.

"Kita batasi jumlahnya sesuai rencana awal. Karena kalau lebih dari jumlah itu, mempengaruhi lamanya waktu yang kami siapkan sampai 16 Agustus 2019," ujar Waldi.

Masih menurut Waldi, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan agenda technical meeting untuk Kamis (18/7) lusa.

Diketahui, open turnamen futsal kali ini adalah kegiatan tahunan ke-3 bersama Bung Esar Bantilan yang memberikan dukungan penuh sekaligus menyediakan piala atas namanya.

Kegiatan tahunan ini menjadi yang dinantikan segenap pencinta futsal yang sangat digandrumgi di Kota Cengkeh Tolitoli .......(Ma'ruf)

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Bupati Tolitoli,  Dr. (Hc) Moh. Saleh Bantilan, SH., MH., gelar pertemuan dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkofimda), Dinas Terkait dan perwakilan petani cengkih di ruang kerjanya, di Kantor Bupati, Selasa (16/7/2019).

Pertemuan minus perwakilan pedagang cengkeh itu merupakan tindak lanjut usai Bupatl mengambil langkah penetapan harga cengkeh sebesar Rp . 100.000 per Kilogram Senin (15/7) kemarin di rumah jabatan Bupati saat menerima tim konsultasi DPRD Tolitoli dan perwakilan petani cengkeh.

Kepala dinas perkebunan dan peternakan, Moh. Nasir Dg. Marumu, SPt, SIP., MSi., kepada media alasannews.com usainl pertemuan dengan Forkopimda mengatakan bahwa langkah Bupati tersebut mendapat dukungan dari semua pihak.

Langkah Bupati menurut kadis yang membidangi komoditi cengkeh yang sedang melorot harganya itu, sangat tepat. Tinggal bagaimana semua pihak menyikapinya agar bisa menjadi solusi harga cengkeh.

"Semua sepakat. Bupati saya kira sudah mempertimbangkan secara baik. Tadi Bupati katakan dengan penetapan harga itu membuka ruang banyak pihak untuk.masuk  membeli di Tolitoli," kata Moh. Nasir Dg Marumu.

Ditanya soal kemungkinan boikot atau pasifnya sejumlah pedagang yang selama ini beroperasi, Mantan Kadis Pariwisata itu mengaku tidak khawatir. Menurutnya itu justru peluang munculnya pemain lain dan bisa menstabilkan harga. 

Sementara itu, pihak DPRD Tolitoli yang Senin kemarin dalam rapat komisi gabungan dengar pendapat dengan massa perwakilan mahasiswa dan petani cengkeh, telah lebih dulu memberi dukungan atas langkah Bupati Tolitoli mematok kenaikan harga cengkeh. 

Dukungan DPRD Tolitoli itu tertuang dalam surat hasil RDP nomor 170/12902/DPRD, tertanggal 15 Juli 2019 yang ditandatangani Wakil Ketua DPRD Tolitoli, Ir. Nursidah K. Bantilan,  MM......... (Ma'ruf)

 

 

Pangdam XII/Tpr, Mayjend TNI Herman Asaribab saat meninjau langsung pembangunan gedung kantor Kodim Sambas, Kalbar. NP.

Alasannews.com, Sambas-Kalbar | Pembangunan kantor Kodim Sambas, Kalmantan Barat ditinjau langsung Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab.

Pangdam XII/Tpr, didampingi para pejabat teras Kodam XII/Tpr melihat secara dekat bangunan yang terletak di Desa Lubuk Dagang, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat tersebut.

Kepala Penerangan Kodam XII/Tpr, Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe, S.Sos., menyampaikan hal itu seperti dilansir Nuswantoro Pos, Selasa (16/7/2019) saat mendampingi Pangdam melaksanakan peninjauan.

Dikatakannya, Pangdam XII/Tpr mendatangi serta mengecek satu persatu bangunan. Pangdam XII/Tpr mengaku puas dengan pekerjaan yang ada.

Kepada kontraktor pelaksana pembangunan Pangdam meminta agar dikerjakan tepat waktu sesuai dengan kontrak yang sudah disepakati.

"Apa yang dikerjakan telah sesuai dengan harapan Kodam XII/Tpr. Pangdam memerintahkan untuk terus dilakukan pengawasan," ucap Kapendam XII/Tpr.

Ditambahkan Kapendam XII/Tpr, pembangunan Kodim Sambas sangat penting dilakukan karena Sambas merupakan wilayah yang strategis dilihat dari segi ekonomi, pariwisata dan keamanan. Apalagi hampir semuanya berbatasan dengan negara tetangga Malaysia.

Sehingganya lamjut Kapendam, dibutuhkan Kodim baru di wilayah Sambas guna menciptakan keamanan.

"Ini adalah tugas dan tanggung jawab angkatan darat untuk menjaga dan mengamankan wilayah perbatasan," imbuhnya..... (RedAN)

Gambar Aksi Tuntut Kenaikan Harga Cengkeh di ruang sidang DPRD Tolitoli,  Senin 15 Juli 2019 

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Massa dari HMI, PMII, FKPC dan APCI Tolitoli yang sejak pagi melakukan long march mengakhiri aksinya 'menduduki' DPRD Tolitoli,  Senin malam (15/7/2019) sekitar jam 20.00 Wita.

Massa memgakiri aksinya setelah mendapat isyarat penegasan kenaikan harga cengkeh sesuai tuntan mereka dari Bupati Tolitoli, Dr. (Hc). H. Moh. Saleh Bantilan, SH., MH., yang mereka temui langsung di Rumah Jabatan Bupati Tolitoli Senin sore.

Ketua HMI Cabang Tolitoli, Syamsudin, selaku pimpinan aksi kenaikan harga cengkeh ketika dikonfirmasi usai aksi membenarkan adanya isyarat Bupati Alek Bantilan yang setuju dan menekankan harga cengkeh di Tolitoli dinakkan hingga Rp. 100.000 per Kilogram.

"Kami membubarkan diri setelah mendapat kepastian dari Bupati untuk menetapkan harga cengkeh Rp . 100.000 per Kilogram dan dinyatakan akan didukung oleh Deawan tadi jam Delapan malam," ungkap Syamsudin via ponselnya.

Sikap Bupati itu adalah hal yang dinanti-nantikan elemen massa sejak siang hari namun tidak dapat dipenuhi pimpinan DPRD untuk menghadirkan Bupati di Gedung DPRD Tolitoli.

Aksi yang sempat diwarnai kericuhan setelaha peserta aksi merangsek kedalam ruang paripurna DPRD namun berhasil diatasi petugas keamanan Polres Tolitoli dan Satpol PP itu akhirnya mendapatkan apa yang mereka tuntut terkait harga cengkeh yang terus melorot dalam kurun waktu satu tahun belakangan ini.

Diklaim Syamsudin, pimpinan dan anggota DPRD Tolitoli yang hadir telah menyatakan kesiapan untuk mendukung keputusan Bupati Saleh Bantilan.

Belum diperoleh kejelasan menyangkut langkah kongkrit Pemda Tolitoli terkait keputusan Bupati yang akan menaikkan dan mematok harga cengkeh pada angka yqmg terpaut sekitar Rp.30.000 diatas harga pasaran saat ini.

Diketahui sejauh ini sikap pedagang pengumpul cengkeh terkait harga, cenderung mengikuti mekanisme pasar uang ada. 

Selentingan beredar terkait kemungkinan para pedagang untuk mengambil aksi pasif sementara waktu.

Namun dari sejumlah informasi yang diperoleh, Bupati barubakan mefinalkan keputusannya itu setelah dibicarakan dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkofimda) Tolitoli Selasa pagi nanti..... (Ma'ruf)  

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Ratusan massa menggeruduk DPRD Tolitoli siang ini, Senin (15/7/2019) mempersoalkan harga cengkeh yang terus melorot hingga angka yang terendah, sekitar 70 ribu per Kilogram. 

Massa aksi dibawah komando organisasi kemahasiswaan, HMI, PMII dan Asosiasi Petani Cengkeh, berorasi sambil membakar ban bekas di halaman DPRD Tolitoli. 

Mereka menuntut tanggung jawab perwakilan rakyat Tolitoli itu untuk menghadirkan Bupati atau Wakil Bupatl di hadapan mereka. 

"Kami minta DPRD hadirkan Bupati atau wakil Bupati untuk kepastian dan kejelasan. Kami menolak masuk ruang rapat DPRD, percuma kalau rekomendasi teris tanpa eksekusi," lantang pimpinan aksi dalam orasinya.

Sementara itu Anggot DPRD yang hadir dipimpin wakil ketua DPRD Tolitoli,  Hj. Nursida K. Bantilan,  MM. menjelaskan posisi DPRD yang sebatas merekomendasikan persoalan itu. Hj. Nursida membantah pihaknya tidak peduli.

"Anda harus paham bahwa tugas mengeksekusi itu adalah eksekutif, Bupati," katanya menjawab tuntutan peserta aksi dari teras gedung DPRD Tolitoli. 

Hingga berita ini tayang, massa aksi masih bertahan di teras dan tetep menolak masuk ruang RDP sebelum pimpinan DPRD menghadirkan Bupati atau wakil Bupati. 

Pantauan media ini, nampak mewakili Pemda adalah Asisten II Setdakab Tolitoli dan Kadis Perkebunan dan Peternakan Tolitoli serta Plt Kadis Perdagangan. 

Tak tampak pihak swasta bos besar cengkeh Tolitoli dalam agenda rapat dengar pendapat (RDP).......... (Ma'ruf)

Korban pembantaian dalam konflik antarsuku di Papua Nugini. Foto/ABC.net.au

Alasannews.com, Port Moresby | Akhirnya Papua Nugini mengerahkan militernya ke lokasi pembantaian komunitas suku di desa Karida, provinsi Hela. Mereka mengamankan lokasi pembantaian.

Perdana Menteri Papua Nugini, James Marape yang sesaat setelah laporan pembantaian yang mengorbankan perempuan, ibu hamil dan anak-anak bersumpah untuk melakukan pembalasan, kini mulai mengerahkan tentaranya memburu para pelaku pembantaian brutal yang telah menjadi sorotan media-media internasional tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, lebih dari selusin orang tewas dalam serangan brural di desa Karida, sekitar 630 km barat laut ibu kota Papua Nugini (PNG), Port Moresby, pada Senin (8/7/2019).

Komandan polisi setempat, Teddy Augwi, mengatakan pengerahan banyak tentara dimulai sejak hari Kamis.

"Mereka sedang dalam perjalanan ke sini sekarang ketika saya berbicara," katanya kepada stasiun televisi EMTV.

"Saya mencari orang-orang yang ada di tim saya untuk bergabung dengan (penduduk) Karida," lanjutnya.

PNG menjadi tempat banyak suku dengan lebih dari 800 bahasa asli, namun rawan konflik. Kekerasan suku telah lama melanda negara miskin tapi kaya sumber daya alam tersebut.

Sejumlah foto yang diambil petugas media menunjukkan para korban pembantaian dibungkus dengan kelambu dan diletakkan di tepi jalan dengan alas daun kelapa.

Mereka dimakamkan di kuburan yang ditutup dengan beton dan besi pada hari Rabu lalu. Tayangan televisi menunjukkan warga desa di sekitar kuburan dalam keheningan, dengan pasukan bersenjata lengkap berpatroli di dekat mereka.

"Kami mengubur mayat-mayat itu di bawah pengawalan polisi dan (pasukan) pertahanan," kata Pills Pimua Kolo, seorang pekerja medis di Karida, kepada Reuters dalam sebuah pesan singkat, yang dilansir Sabtu (13/7/2019).

Pemicu pembantaian sampai saat ini belum jelas, namun serangan itu merupakan gejolak terbaru dari konflik yang berlangsung selama bertahun-tahun di wilayah tersebut.

"Beberapa masalah ini mengakar," kata Menteri Kepolisian Bryan Kramer kepada wartawan di Port Moresby pada hari Kamis sebelum dia melakukan perjalanan ke Karida.

"Beberapa pembunuhan keji ini...orang-orangnya saling kenal. Ini terkait dan sikap kesukuan. Jadi itu bukan sesuatu yang bisa kita perbaiki dalam semalam," katanya.

Perdana Menteri James Marape, Senin (8/7) mengatakan dia datang untuk para pembunuh. Komentar serupa juga disampaikan pejabat tinggi kepolisian setempat, Francis Tokura.

"Ini adalah tindakan biadab dan tidak manusiawi. Ini adalah tindakan kriminal yang ingin saya tangani dengan cepat dan kuat," kata Tokura......... (Ma'ruf)

Kunjungi Malaysia, Mentri Susi Disambut Isu Hangat Seputar Penangkapan Kapal Ikan Negeri Jiran Jumat, 12 Juli 2019 | 11:46 WIB Foto Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama Menteri Dalam Negeri Malaysia Tan Sri Dato Muhyiddin bin Muhammad Yassin di Parlimen Malaysia, Kuala Lumpur, Rabu (10/7/2019). Alasannews.com, Kuala Lumpur | Kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Fujiastuti, disambut dengan mencuatnya isu hangat soal penangkapan kapal ikan. Kedatangan Menteri Susi di Malaysia, Rabu (10/7/2019), merupakan hal yang memgundang perhatian dan ras penasaran. Pasalnya, kebijakan Susi terkait Kelautan dan Perikanan banyak mengusik Negeri Jiran Malaysia. Malaysia mengklaim petugas RI kerap menangkap kapal nelayan Malaysia di wilayah laut yang belum disepakati oleh kedua negara (grey area). Menyikapi isu yang telah menyambutnya itu, Susi menyampaikan bahwa penangkapan menurut proses hukum harus diuji keabsahan alat buktinya di pengadilan. Selama ini kata Susi, alat navigasi Global Positioning System (GPS) kapal ikan Malaysia yang ditangkap di Indonesia menunjukkan bahwa kegiatan penangkapan ikan dilakukan di wilayah Indonesia. Namun saat hendak ditangkap, kapal ikan Malaysia seringkali melarikan diri ke grey area. “Dalam peristiwa seperti itu, aparat Indonesia dapat melakukan hot pursuit hingga sampai di grey area yang diperbolehkan berdasarkan UNCLOS dan UU Perikanan Indonesia," tandas Mentei Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. "Penangkapan oleh aparat Indonesia pun seringkali mendapatkan dukungan dan kerja sama dari APMM yang turut melakukan pemeriksaan awal di atas kapal ikan Malaysia dan menandatangani titik koordinat penangkapan,” sambungnya. Kunjungan Menteri Susi, diterima Menteri Dalam Negeri Malaysia Tan Sri Dato Muhyiddin bin Muhammad Yassin. Hadir jugq Ketua Pengarah Aparat Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM). Pada kesempatan itu, Ketua APPM menyatakan keinginan belajar dari Satgas 115 yang dipimpin Menteri Susi. Selanjutnya, seperti telah dilansir Kompas.com, dalam pernyataannya, Jumat (12/7/2019), Susi dan Menteri Dalam Negeri Malaysia menyepakati Joint Sharing Session antara APMM dengan Satgas 115 dalam waktu dekat. Malaysia rupanya tertarik untuk mempelajari praktik-praktik sukses (best practices) yang dijalankan oleh Satgas 115 terkait dengan pemberantasan illegal fishing. Selain itu, Menteri Susi juga bertemu dengan Menteri Pertanian dan Industri Asas Tani Malaysia, Dato' Salahuddin Ayub. Ia menyampaikan upaya Indonesia dalam memberantas IUU Fishing yang telah membuahkan hasil positif. Misalnya kenaikan stok ikan dari 7,3 juta ton di tahun 2013 ke 12,54 juta ton di tahun 2017, peningkatan konsumsi ikan per kapita dari 33,89 kg/kapita pada tahun 2012 menjadi 46,49 kg/kapita di tahun 2017.......... (Ma'ruf)

Kapolres Tolitoli AKBP. Hendro Purwoko, SIK, MH., saat konfrensi pers di Aula Parama Satwika Polres Tolitoli, Jum'at Sore,  12 Juli 2019

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Terkait temuan Narkoba jenis sabu di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Kelas II B Tolitoli, Polres Tolitoli gelar jumpa pers di ruang Aula Parama Satwika Polres Tolitoli, Jum'at Sore (12/7/2019).

Kepada sejumlah wartawan yang hadir, Kapolres Tolitoli AKBP Hendro Purwoko, SIK., MH., didampingi Wakapolres, Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba menyampaikan penjelasan terkait kronologis dan proses penggeledahan terhadap Takka (39) oleh Satuan Narkoba pada Kamis siang (11/7), di Lapas Tolitoli.

Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik terhadap tersangka yang masih berstatus warga binaan Lapas kelas II B Tolitoli, Kapolres menyampaikan bahwa sabu yang ditemukan sebanyak 20,20 gram itu jumlah totalnya sebanyak 50 gram.

Terungkap dari pengakuan yersangka bahwa barang haram itu dipasok dari Palu masuk ke Lapas oleh kurir tak dikenal yang menyamar sebagai pengunjung. Modusnya, dibawa masuk kedalam Lapas dengan cara diisi di dalam nasi bungkus untuk mengelabui pemeriksaan petugas jaga Lapas.

Pengakuan tersangka bahwa barang pasokan selanjutnya diedarkan kembali keluar lapas. Seuingga dapat dipastikan jumlah yang ditemukan Kamis Siang itu tinggallah sisa dari penjualan keluar lapas.

"Diketahui dari pengakuan tersangka ini, sabu sebanyak 20,20 gram itu jumlah totalnya 50 gram. Sebagian malah sudah beredar keluar Lapas," terang Kapolres Tolitoli.

Tidak ada penjelasan pasti bagaimana hal itu bisa terjadi. Terkesan sangat mudah dan tak terdetksi alur keluar masuk barang haram itu yang sudah teredar. Padahal mestinya pengawasan di Lapas tersebut sangat ketat.

Menjawab pertanyaan kemungkinan adanya oknum dalam Lapas yang terlibat, Kapolres mengatakan kemungkinannya bisa saja ada, namun belum mendapatkan laporan sejauh itu.

Ketika ditanya upaya penggeledahan terhadap warga binaan di Lapas, Kapolres mengaku itu tidak mudah karena di Lapas memiliki siatem sendiri dan diluar jangkauan polisi.

"Itu tidak mudah, perlu koordinasi yang panjang karena Lapas punya sistem sendiri," cetusnya.

Yang pasti, lanjut Kapolres, mulanya penemuan itu berawal dari penyampaian Kepala Lapas Kelas II B Tolitoli yang menghubungi Kasat Narkoba. Informasi itu ditindaklanjutinya dengan datang ke Lapas bersama beberapa personil.

Diakui Kapolres, langkah Kalapas itu bentuk koordinasi yang baik.

"Akan dilakukan pengembangan kasus, termasuk melakukan pengejaran terhadap pengunjung terakhir, orang bernama Oyong yang diketahui bertemu Takka di Lapas," tandasnya.

Pada kesempatan jumpa pers itu juga, Hendro Purwoko selaku Kapolres Tolitoli berharap dikungan media untuk membantu mengungkap upaya peredaran Narkoba yang semakin memprihatinkan.

Tercatat saat ini; Polres masih menahan dalam proses pemberkasan 9 orang tersangka Narkoba dan bertambah lagi satu orang tersangka, Takka yang saat ini sebenarnya masih sedang menjalani hukuman 4 tahun penjara dengan kasus yang sama tahun 2017, Narkoba sabu sebanyak 18 gram........ (Ma'ruf).

Kapolres Tolitoli AKBP. Hendro Purwoko, SIK, MH., didampingi sejumlah perwira Polres Tolitoli saat jumpa pers terkait pembunuhan berencana di Dampal Selatan

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Polres Tolitoli akhirnya mengungkap kasus pembunuhan terhadap Sudirman alias Sudi Puru-purur di Desa Lempe yang terjadi Kamis (4/7) pekan lalu.

Dua dari Tiga pelaku, Asbudi alias Budi (38) dan Naharuddin alias Unding (32) dimunculkan di depan para awak media saat konfrensi pers yang digelar Polres Tolitoli di Ruang Aula Parama Satwika Polres Tolitoli, Jum'at sore (12/7/2019).

Kapolres Tolitoli AKBP. Hendro Purwoko, SIK., MH., pada kesempatan itu mengatakan pembunuhan tersebut sudah direncanakan. Hal itu berdasarkan keterangan dari kedua pelaku di depan penyidik Polres Tolitoli.

"Pembunuhan itu dilakukan tiga orang dan sudah direncanakan sebelumnya oleh pelaku," kata Hendro Purwoko dalam keterangan persnya di hadapan sejumlah wartawan.

Selain sadis, dalam peristiwa pembunuhan itu terungkap bahwa Sudirman dihabisi di depan putrinya April yang masih berusia 4 Tahun.

April saat itu sedang dibonceng dalam perjalanan. Ayahnya membawa April belok memenuhi undangan pesta minum miras di rumah kebun milik salah satu pelaku.

Usai acara, Siding salah seorang yang menginisiasi pesta itu minta ikut pulang berboncengan Sudirman dan putrinya. Dalam perjalanan, pelaku pura-pura singgah buang air. Kembali dari buang air, pelaku membawa kayu yang telah disiapkan sebelumnya ditempat itu. Saat itulah Sudirman dihantam dengan kayu hingga tak berdaya disaksikan putrinya sendiri.

Pelaku lalu mengantar putri korban kepada ibunya lalu kembali ke lokasi kejadian. Didapati korban masih bergerak. Salah seorang pelaku yang menyusul Siding mengambil batu dan menghantamkan ke leher korban hingga tewas.

Saat ditanya motif pembunuhan itu, Kapolres yang didampingi sejumlah petinggi Polres menjelaskan pembunuhan itu dilatari ketidaksenangan pelaku atas sikap dan sifat korban. Siding sebagai otak perencana pembunuhan menganggap Sudirman yang masih teman dan tinggal satu desa dengannya, memiliki sifat yang tidak baik.

Informasi yang didapat media alasannews.com, menyebutkan adanya rivalitas semacam persaingan reputasi diantara korban dan pelaku.

Sayangnya pelaku utama Siding belum berhasil ditangkap sampai saat ini. Namun Kapolres Tolitoli mengatakana pihaknya terus melakukan pengejaran terjadap otak dan pelaku pembunuhan itu. Diperkirakan pelaku utma tersebut masih berada di wilayah Tolitoli

Adapun kedua pelaku yang telah berhasil ditangkap tim reskrim Polres Tolitoli kini meringkuk ditahanan Polres Tolitoli.

Pasal 340 KUHP sub Pasal 338 KUHP sub Pasal 351 ayat (3) Jo Pasal 55 KUHP menjadi pasal yang dipersangkakan.... (Ma'ruf)

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Polres Tolitoli melalui staf humas dan pemberitaan menyampaikan undangan konfrensi pers pada Jum'at sore nanti.

Undangan yang disampaikan kepada insan pers itu sekitar jam 02.00, Jum'at dinihari (12/7/2019), terkait Pengungkapan Narkoba di Lapas kelas II B Tolitoli oleh Satuan Narkoba Polres Tolitoli, Kamis (11/7).  

Selain kasus narkoba di Lapas Tolitoli,  kasus Pembunuhan di Dampal Selatan juga akan disampaikan dalam konferensi pers tersebut.

 "Disampaikan kepada rekan media online / cetak bahwa Hari Jumat 12 Juli 2019 pukul 14.00 WITA, Humas Polres Tolitoli akan melakukan Konferensi Pers di Ruang Aula Parama Satwika Polres Tolitoli terkait Pengungkapan Narkoba di Lapas kelas II B Tolitoli dan Pembunuhan di Dampal Selatan...," tulis staf humas Polres Tolitoli melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp yang diterima redaksi alasannews.com.........

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng |  Puncak acara peringatan Hari Bhayangkara ke-73 Polres Tolitoli hari ini dilangsungkan di halaman Polsek Dako Pemean Polres Tolitoli, Rabu (10/7/2019).

Upacara peringatan bertajuk “Dengan Semangat Promotor, Pengabdian Polri Untuk Masyarakat, Bangsa dan Negara” itu ikutsertakan TNI-Polri dan juga agen-pemerintah terkait yang ada di Kabupaten Tolitoli dan dipimpin langsung Kapolres Tolitoli, AKBP. Hendro Purwoko, SIK.,MH.

Upacara yang dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Tolitoli serta para pejabat utama Polres Tolitoli, Ketua Bhayangkari Cabang Tolitoli Ny Dyah Hendro Purwoko, tokoh adat serta tokoh masyarakat itu, dibacakan amanat Presiden Republik Indonesia Ir H Joko Widodo oleh Kapolres Tolitoli. 

“Mengawali amanat ini, atas nama rakyat, bangsa, dan negara Indonesia, saya mendukung Hari Bhayangkara ke-73, bagi anggota keluarga dan keluarga besar di Kepolisian Negara Republik Indonesia, di mana pun Saudara lawan," kata Presiden diawal amanat tertulisnya.

Dalam amanatnya, Presiden  memuji dan berterima kasih serta memberikan penghargaan atas kerja keras, pengabdian, pengorbanan dan perjuangan tanpa pernah mengenal lelah yang ditunjukan sebagai pribadi dalam mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat. Menegakkan hukum memberikan bantuan, pengayoman dan bantuan kepada masyarakat.

"Marilah kita mendoakan para personel Polri yang gugur dalam tugas-tugas keamanan Negara kita" ucapnya.

Dikatakan Presiden bahwa TNI-Polri telah mendukung penyelengaraan Pilkada serentak tahun 2018 dan Pemilu tahun 2019.  Agenda itu telah terselenggara dengan aman, damai.

Demikian juga agenda-agenda kemasyarakatan dapat terselanggara dengan aman, mulai dari pemesanan Natal 2018, Tahun Baru 2019 serta Ramadhan dan Idul Fitri 2019.

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh pribadi Polri dengan dukungan mitra kerja dan masyarakat. Oleh Karena itu, di dalam kesempatan yang penuh dengan kebahagian ini, saya  berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada seluruh personel Polri di mana pun Saudara mengabdi. Bagi mitra kerja Polri, serta bagi masyarakat yang telah mendukung terwujudnya keamanan dalam negeri yang kondusif,” tambah Presiden yang dibacakan Kapolres Tolitoli.

Sementara itu, masih serangkaian Hari Bhayangkara ke-73, Polres Tolitoli juga memberikan penghargaan kepada personel TNI-Polri dan masyarakat yang berprestasi. Kapolres yang didampingi Asisten Dua Sekertariat Daerah Kabupaten Tolitoli Ir H Moh Nur Munawar bersama Ketua Dewan Adat Kabupaten Tolitoli dan Rektor Universitas Madako Tolitoli memberikan penghargaan kepada Empat personel Polres Tolitoli, Satu personel Kodim 1305/BT. Penghargaan juga diberikan kepada Lima masyarakat yang turut membantu tugas Polri. Selain itu, Tiga Atlet yang sudah mengharumkan nama Kabupaten Tolitoli di kancah nasional dan tingkat Provinsi juga mendapat penghargaan.

Empat personel Polres Tolitoli tersebut yaitu, Bripka Resky, Bhabinkamtibmas Kelurahan Nalu. Aipda Zulham L K Laganja Bhabinkamtibmas Kelurahan Tuweley Polsek Baolan. Brigadir Jafar Bhabinkamtibmas Desa Dongko Polsek Dampal Selatan dan Bripda Farid Wajdi Bhabinkamtibmas Desa Malambigu Polsek Dampal Utara Polres Tolitoli.

Satu-satuny personel Kodim 1305/BT yang dapat penghargaan yaitu Kopda Kahar Ponggu, Babinsa Ramil 11/Galang DIM 1305/BT. Kepadanya diberikan penghargaan oleh Polres Tolitoli karena telah menunjukkan dedikasi dan loyalitas seorang prajurit TNI membantu tugas Kepolisian dalam memelihara kamtibmas bersama petugas Bhabinkamtibmas.

Kopda Kahar Ponggu senantiasa hadir disaat masyarakat membutuhkan dan beberapa kali memecahkan permasalahan sosial di wilayah binaannya.

Sedangkan Lima masyarakat yang diberikan penghargaan oleh Polres Tolitoli karena berjasa membantu tugas Polri yaitu, Firman (Guru MTs Al-Khaeraat Kalangkangan), Mahmud Masioea (pensiunan dan juga tokoh masyarakat di Desa Galumpang), Anshar S.Pd  (Guru dan juga tokoh agama di Desa Bangkir Kecamatan Dampal Selatan), Rahmat Hidayat (wiraswasta di Desa Kalangkangan) dan Moh Hadri (Kepala Desa Labonu Kecamatan Basidondo Kabuoaten Tolitoli).

Ada pun Tiga Atlet yang mendapat penghargaan yaitu Ananda Putri Maharani juara 1 kumite putri pada Olah Raga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMP di Provinsi Jogyakarta dan Provinsi Sumatera Utara.

Selanjutnya, Moh Riski Saputra juara 1 kumite putri pada Olah Raga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMP di Provinsi Jogyakarta.

Terakhir, Firilia Dinisa Parangi yang memperoleh medali emas cabang taekwondo pada kejuaraan Porprov tahun 2019 di Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi TenPara personel TNI-Polri dan masyarakat ini diberikan penghargaan berupa plakat dan uang pembinaan oleh Polres Tolitoli.

Usai upacara, para atlet Taekwondo yang merupakan anggota Polres Tolitoli menampilkan pertunjukan atraksi bela diri di depan para tamu dan peserta upacara yang hadir....... (Ma'ruf)

Jembatan Gantung Panyapu yang ramai di aoal melalui medsos

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Perbincangan mengenai jembatan gantung yamg rubuh karena banjir di Dusun Panyapu Desa Galumpang Kecamatan Dakopemean, menghangat di media sosial beberapa hari belakangan ini.

Adalah postingan Jemi Yusuf, pemerhati sekalihus pegiat lingkungan di Kabupaten Tolitoli, menyoal aktifitas pertambangan material yang sampai saat ini berlangsung didusun Panyapu itu.

Jemi Yusuf menengarai putus dan robohnya jembatan penghubung akibat banjir dikarenakan kegiatan ekaploitasi material pasir yang sangat dekat dengan jembatan.

"Sampai saat ini jembatan tersebut belum diperbaiki, tapi aktifitas penambangan terus berjalan," kritik Jemi yang juga Calon Anggota DPRD Tolitoli terpilih di Pileh baru lalu.

"Apa tidak melanggar hukum?" tulis Jemi Yusuf mempertanyakan dalam akunnya yang diposting di group WhatsApp www.alasannews.com.

Kondisi fisik Jembatan Panyapu memang sangat memprihatinkan. Seolah tak mendapat perhatian dari pihak terkait.

Berdasarkan informasi dari penelusuran media ini, jembatan itu sudah miring sejak lama, hanya diperparah setelah banjir besar 2017 silam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tolitoli, melalui Sekretarisnya, Vidya Putra ketika dikonfirmasi, Rabu (10/7/2019) di Tolitoli mengatakan bahwa jembatan gantung di Dusun Panyapu itu sudah diverifikasi oleh BNPB bersamaan dengan jembatan Tinigi.

Vidya menampik anggapan bahwa jembatan tersebut kurang diperhatikan. Sebab sejak Tahun 2017 ketika diajukan anggarannya, pusat sudah merespon dengan menurunkan tim verifikasi. Hanya saja menurut Vidya, anggaran tertunda sebab di Tahun 2018 cukup banyak bencana besar melanda wilayah Indonesia.

Namun untuk tahun 2019 ini lanjut Vidya sesuai jadwalnya akan turun anggarannya.

"Bersamaan anggarannya dengan Tinigi Tahun ini. Sesuai pembicaraan dan kesepakatan Pak Bupati Tolitoli waktu ketemu Sekretaris utama di BNPB sekitar Dua Bulan lalu," ungkap Vidya.

"Secara teknis Jembatan Panyapu lebih dulu karena tidak proses lelang. Angkanya sesuai verifikasi pusat sebesar 1,7 M sampai 2 M. Kalau Tinigi sesuai PMK (peraturan Menteri Keuangan) yang baru, musti di lelang. Angkanya 12 M samapi 15 M," tambahnya.

Vidya berharap Pusat segera merealisasikan sesuai jadwal yang disepakati agar segera bisa digunakan masyarakat.

"Semoga Pusat bisa secepatnya. Kasihan masyarakat agar bisa gunakan secepatnya," imbuh Sekertaris BPBD Tolitoli itu.

Sementara itu, kegiatan penambangan pasir yang menjadi pangkal persoalan seperti postingan Jemi Yusuf, dari sejumlah keterangan yang dihimpun alasannews.com, di pastikan tak memiliki ijin resmi.

Hanya berdasarkan kesepakatan beberapa masyarakat setempat dengan pihak penambang. Kesepakatan itu menyangkut normalisasi sungai. Pelurusan dan pengerukan sedimentasi material.

Sebagai konpensasinya, pihak penambang diberi kesempatan oleh masyarakat.

Berdasarkan kesepakatan itu, pihak 'berwenang' setempat, termasuk pihak Polsek tak mempersoalkan selama aman dan tidak ada persoalan yamg timbul dilokasi itu.

Mengenai hal imi, Kapolres Tolitoli belum dapat dikonfirmasi dikarenakan masih sibuk dengan puncak upacara peringatan Hari Bhayangkara Ke - 73 hari ini....... (Ma'ruf)

Gambar masyarakat Desa Kabetan saat perekaman e-KTP di Balai Desa Kabetan di Pulau Kabetan, Sabtu Tanggal 6 Juli 2019

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Pelayanan Perekaman Kartu Tanda Penduduk sistem Elektrik atau yang lebih populer dengan e-KTP, hingga saat ini terus dilakukan pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tolitoli.

Pelayanan itu dimaksudkan untuk memastika seluruh warga Tolitoli yang telah memenuhi syarat dan wajib dapat memiliki identitas kependudukan dengan e-KTP.

Guna memenuhi target program garapan Kemendagri sejak 2009 itu, Disdukcapil Tolitoli telah melakukan berbagai upaya.

Petugas sampai 'jemput bola' dengan mendatangi langsung masyarakat ke desa-desa. Bahkan hingga ke Pulau-pulau yang tersebar di wilayah perairan Tolitoli.

Dari beberapa keterangan yang diperoleh Alasannews.com, Tim Disdukcapil Tolitoli, dipimpin Kepala Seksi Identitas Penduduk, Basri Badawi, SH., melakukan pelayanan dengan mengunjungi warga di Pulau Kabetan, Desa Kabetan Kecamatan Ogodeide.

Seperti diutarakan Basri yang dihubungi media ini, Rabu (10/7/2019), langkah itu diambil sesuai arahah dan kebijakan pimpinan sebagai bentuk pelayanan yang bersifat pro aktif.

Pelayanan keliling model 'jemput bola' itu dilakukan untuk meringankan beban masyarakat dari sisi waktu dan biaya transportasi.

"Pelayanan dengan jemput bola ini sifatnya. Kami datangi masyarakat langsung ke desa agar mereka semua bisa dilayani," terang Basri Badawi.

Ditambahkan Basri, kegiatan dengan mendatangi masyarakat langsung seperti itu, bekerja sama dengan pemerintah desa setempat. Tim akan menuju ke Balai Desa, dimana warga dikumpulkan.

Ketika ditanya tekait tantangan dan tingkat kesulitan mengingat harus turun dengan sejumlah perangakat perlatan. Apa lagi harus menempuh jalur laut, Basri dengan santai mengatakan sudah menjadi resiko bagi pihaknya demi melayani masyarakat.

"Itu sudah menjadi resiko dalam melaksanakan tugas demi melayani masyarakat," imbuhnya ketika ditemui sepulang dari Pulau Kabetan belum lama ini...... (Ma'ruf)

Halaman 9 dari 15
Ruslan S Untuh
Mapri
Alimran
Kadis Perkebunan
Ruslan Hadi
Minarni
abd rhman
Amrin Haling
Kadri
Jusman
rusdi
Irfan s
Naharudin
sumardin

Kontak Polisi

RESOR PALU