Jumat, Desember 06, 2019
hut daerah

Alasannews.com, Bondowoso | Mendapat ancaman pembunuhan, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bondowoso, Alun Taufana Sulistyadi lebih memilih mundur dari jabatannya.

 
Alun Taufana Sulistiyadi dan staf-stafnya mendatangi pendopo bupati dan wakil bupati. Dia datang untuk mengajukan pengunduran diri dari jabatannya.

Seriusnya ancaman itu sehingga dirinya menyampaikan iika pengajuan mundur itu tidak dikabulkan oleh bupati maupun wakil bupati, maka ia tetap akan mengajukan pensiun dini dari posisinya sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Alun Taufana seperti dilansir detik.com hari ini, merasa bahwa Sekretaris Daerah (Sekda), Syaifullah selalu memojokkan BKD dengan alasan sekda definitif tidak segera dilantik. 

"Saya sempat diancam akan dibunuh. Ada rekamannya. Semula, saya enggan mempermasalahkan perihal ancaman. Namun ternyata dalam apel tadi pagi Pak Sekda menyebut bahwa BKD menghambat," tegas Alun, saat bercerita alasan pengundurannya kepada Wabup Irwan Bachtiar.

Hanya saja saat didesak wartawan, Alun Taufana tidak menjabarkan bentuk ancaman maupun siapa orang yang mengancam dirinya.

"Sekda sempat menyampaikan lagi di pemkab saat apel, bahwa BKD kurang sigap. Itu yang membuat saya merasa terpukul," jelasnya.

Wabup Irwan Bachtiar mendengar pengunduran diri itu menghargai langkah dan tindakan yang diambil oleh kepala BKD tersebut. Namun begitu, dia masih merasa kurang berkenan atas langkah yang diambil Kepala BKD Bondowoso itu.

"Jujur, hari ini saya merasa prihatin. Kondisi yang sudah kita bangun, terusik gara-gara ada arogansi pernyataan dari sekda tersebut," kata wabup kepada wartawan saat dikonfirmasi.

Menurutnya, jika ancaman tersebut dinilai cukup mengganggu, yang bersangkutan bisa lapor polisi. Tentu harus disertai bukti.

Merespon hal itu, Polres Bondowoso melalui Kasat Reskrimnya, AKP Jamal mengatakan siap menindaklanjuti ancaman pembunuhan kepala BKD Bondowoso itu.

"Silakan laporkan secara resmi. Kami siap memback-up. Tentu harus disertai alat bukti yang kuat. Sehingga polisi akan mudah mengungkap kasusnya," kata Kasat Reskrim. di mapolres Bondowoso, Rabu (31/7/2019).

Sementara itu, atas tuduhan pengancaman membunuh Kepala BKD, Sekda Bondowoso, Syaifullah
yang dilantik Shari sebelumnya pada Selasa (30/7), menampik hal tersebut. Baginya, sesama ASN adalah bagian dalam hidupnya. Sehingga tidak mungkin menurut dia melakukan intimidasi, apalagi sampai mengancam akan membunuh keluarganya sendiri. 

"Ada dua wasiat orang tua saya yang jadi guru. Pertama, mereka tidak mengisi darah dan daging saya dengan yang haram. Kedua, mereka tidak pernah mendholimi orang lain. Dan kedua didikan itu mereka minta tidak saya lakukan juga. Masak saya anak guru SD ada karakter membunuh orang," ujarnya menanggapi soal tuduhan dirinya mengancam membunuh Kepala BKD Bondowoso......(Red)

Suardi Yajib, Ketua Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia  (APRI) Tolitoli 

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Kegelisahan warga penambang emas di Dusun Pedulu Desa Lingadan Kecamatan Dakopemean mulai mendapat titik terang. Pasalnya tambang emas yang ada di lokasi tersebut bakal mendapat lampu hijau  dari Presiden Jokowi,
 
Kemungkinan adanya peluang itu disampaikan Ketua Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia  (APRI) Kabupaten Tolitoli, Suardi Yajib kapada Alasannews.com di Tolitoli,  Rabu (31/7/2019).
 
Kepastian tersebut menurut Suardi setelah dirinya bertemu dan berkonsultasi dengan berbagai pihak di Jakarta belum lama ini. Diperkuat juga oleh Ketua APRI Sulteng yang menyampaikan adanya arahan Presiden untuk membenahi aturan terkait kendala pertambangan rakyat.
 
"Ini baru saja Ibu Ketua APRI Sulteng menghubungi saya via telepon. Beliau menyampaikan kemungkinan peluang diolahnya lokasi tambang emas di Dakopemean dan godeide. Untuk lebih pastinya, saya diminta konsultasi langsung dengan Ketua Umum mengenai akan adanya arahan baru dari presiden," ujar Suardi Yajib yang juga Pimpinan Umum Alasannews.com.
 
Lebih lanjut menurut Suardi, pihaknya akan segerakan berkoordinasi dengan jajaran organisasinya. Langkah berikutnya akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait.
 
Ketua APRI Tolitoli itu mengakui tidak mudah berurusan dengan tambang ini. Bukan saja persoalan legalitas, tetapi sejumlah persoalan terkait pengolahan dan aspek lingkungan perlu mendapatkan solusi.
 
Pengolahan tambang emas rakyat itu kelak juga menurut wartawan senior ini mesti mempertimbangkan aspek sosial masyarakat sekitar. Mesti dipikirkan sedemikian rupa agar nantinya tidak justru menjadi persoalan...... (****)

 

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Tolitoli,  Moh. Nasir Dg. Marumu, SPt., SIP., MSi., 
 
Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Tolitoli,  Moh. Nasir Dg. Marumu, SPt., SIP., MSi., menyatakan optimis perkebunan sawit rakyat di Tolitoli akan lebih berkembang denggan adanya intervensi pemerintah dalam berbagai hal.
 
Pernyataan itu disampaikan Kadisbunnak Tolitoli saat berbincang dengan awak media ini disela acara sosialisasi peremajaan sawit pekebun di Hotel Mitra Utama Tolitoli hari ini, Rabu (31/7/2019).
 
"Kami optimis perkebunan sawit rakyat akan berkembang baik dengan adanya keterlibatan pemerintah dalam berbagai hal mendasar. Termasuk didalamnya penyediaan benih sawit yang bersertifikat dan dijamin kualitasnya," tegas Nasir Dg. Marumu.
 
"Seperti sosialisasi saat ini, jelas akan sangat membantu. Sawit yang sudah terlanjur ditanam namun tidak produktif karena berasal dari benih yang tidak jelas, sekarang pemerintah programkan untuk diganti. Semua biayanya ditalangi pemerintah melalui pendanaan BPDPKS," sambungan. 
 
Lebih jauh pejabat yang lama sebagai Kadis Lingkungan Hidup ini, dana yang akan di gunakan untuk melakukan replanting itu berasal dari  Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDPKS). Angkanya mencapai Rp.25.000.000 per Hektar. 
 
"Kita diberi alokasi anggaran untuk 1.100 Ha. Untuk tahun ini kita sosialisasikan dan mudah-mudahan bisa dipenuhi sekitar 250 sampai 300 Ha," ungkap orang nomor satu di Disbunnak Tolitoli itu.
 
Selanjutnya Nasir Dg, Marumu yang juga mantan Kadis Pariwisata Tolitoli ini berharap semua pihak, masyarakat petani sawit, penyuluh, kepala desa dan camat setempat bisa saling mendukung untuk merealisasikan program yang didukung pemerintah pusat itu.
 
Terkait wilayah prioritas, sementara ini Disbunnak fokus pada 3 Kecamatan, yaitu Kecamatan Lampasio, Basidondo dan Ogodeide. 
 
Saat sosialisasi, stake holder dari tiga kecamatan itu nampak aktif dan atusias mengikuti sosialisasi yang dihadiri pejabat Disbunnak Sulawesi Tengah sebagai narasumber....... (Ma'rufAsli)

 

 
Kadisbunnak Tolitoli,  Moh. Nasir Dg. Marumu, SPt., SIP., MSi., Saat memberi sambutan pada pembukaan sosialisasi peremajaan sawit, Tolitoli, 31 Juli 2019
 
Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Tolitoli lakukan sosialisasi peremajaan kelapa sawit pekebun dalam kerangka pendanaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) di Aula Hotel Mitra Tolitoli, Rabu (31/72019)
 
Kegiatan yang dibuaka oleh Asisten I Setdakab Tolitoli, Anhar Dg, Mallawa, SE., tersebut menghadirkan sejumlah Kelompok Tani Sawit yang berada di Tolitoli.
 
Anhar dalam mapasitasnya mewakili Bupati Tolitoli pada acara itu, mengatakan bahwa program sawit bisa menjadi peluang untuk memperbaiki perekonomian masyarakat. Itu juga akan berefek pada indeks pembangunan Tolotoli yang saat ini dinilainya perlu ditingkatkan agar tidak tertinggal jauh dari daerah lainnya.
 
"Kalau program replanting ini bisa berjalan baik, saya yakin akan memperbaiki penghasilan masyarakat dan perekonomian daerah ini," ujar mantan Kepala Bappeda Tolitoli ini.
 
Lebih lanjut kata Anhar, bidang pertanian masih mendominasi sumber perekonomian dan pendapatan masyarakat Tolitoli. Untuk itu kebijakn mesti berpihak dan berorientasi kepada pertanian.
 
Sementara itu, Kepala Disbunnak Tolitoli, Moh. Nasir Dg. Marumu, SPt., SIP., MSi. mengatakan saat ini sekitar 250-300 Ha lahan sawit yang telah ditanami masyarakat akan ditingkatkan kualitasnya dari sisi benih. 
 
"Dengan adanya program ini, kedepan peteni kita sudah akan menanami kembali lahannya dengan benih yang bersertifikasi. Secara konsep akan lebih produktif dan bisa diterima dengan harga standar pabrik pengolahan sawit," jelas Kadisbunnak.
 
Tanaman sawit di Tolitoli masih terhitung baru. Usianya belum sampai 10 tahun.
 
Kaitannya dengan istilah peremajaan sawit yang diperuntukkan pada sawit usia diatas 25 tahun, Nasir Dg. Marumu mengatakan untuk Tolitoli, program ini terkait tanaman sawit masyarakat yang tidak standar sertifikasi yang seharusnya. Sehingga kedepan akan merugikan jika industri menolak membeli atau malah harganya rendah.
 
Luasan sasaran program replanting sawit di Tolitoli, menurut Kadisbunnak Tolitoli, totalnya 1.100 Ha. Untuk tahun ini diupayakan 250-300 Ha.
 
Sementara itu, salah satu narasumber dari Disbunnak Provinsi Sulawesi Tengah, Haikal Toramai, SP., MT.,  dalam pemaparannya, terkait tanaman warga yang tidak menggunakan benih bersrtifikat jelas akan merugikan masyarakat itu sendiri.
 
"Produksi sawit dari bibit yang tidak brsertifikasi, selain produksinya rendah, harga jualnya juga akan rendah. Bahkan perusahaan tidak akan mau membeli," urai Haikal dalam pemaparannya.
 
Selain petani sawit, dalam acara trsebut juga dihadirkan Sejumlah perwakilan OPD di Tolitoli, Camat Lampasio, Ogodeide dan Basi Dondo. Hadir pula Kepala Desa, PPL dan Babinsa dari tiga Kecamatan tersebut.........(Ma'ruf Asli)

Sesosok bayi laki-laki ditemukan warga di lokasi Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Kabinuang Kel. Baru Tolitoli sekitar pukul 11.30 WITA, pada Selasa (30/7/2019).

Sosok bayi laki-laki malang itu ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dan masih dengan tali plasenta. Didapati dalam bungkusan plastik warna merah dan berlapis plastik warna hitam di bagian dalam.

Mendapat laporan warga yang menemukan mayat bayi tersebut, Datang Reskrim Polres Tolitoli langsung bergerak ke lokasi TKP. Saat ini Kepolisian sedang bekerja untuk mengungkap siapa pelakunya.

“Kami sedang melakukan penyelidikan dan memeriksa para saksi, terutama di sekitar TKP (tempat kejadian perkara)” kata Kasat Reskrim Polres Tolitoli AKP Esti Prasetyo Hadi SH SIK.

Awalnya, jenazah bayi tersebut ditemukan oleh salah seorang saksi yang kesehariannya bekerja sebagai pemulung di TPA sampah Kabinuang.

Saksi saat itu sedang mengais tumpukan sampah dan melihat bungkusan plastik warna merah. Kemudian saksi tersebut membuka bungkusan yang didalamnya terdapat bungkusan plastik warna hitam.

Setelah dibuka ternyata didalamnya ada sesosok mayat bayi laki-laki lengkap dengan plasenta dan tali pusarnya.

Sat Reskrim Polres Tolitoli bersama Tim Identifikasi dan Polsek Baolan mengevakuasi jenazah bayi tersebut ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mokopido Tolitoli untuk dilakukan visum et repertum.....(Redaksi

Alasannews.com, Jakarta | Tim Indonesia meraih 19 medali di World Championships of Performing Art (WCOPA) 2019 di Amerika Serikat.

Dalam ‘olimpiade’ bidang pentas seni kejuaraan vokal, bernyanyi sambil bermain musik, modeling seni pertunjukan dunia, Ratusan penyanyi, penari, aktor, model, instrumentalis, dan berbagai artis terbaik dari 66 negara tampil dan berkompetisi dalam ajang tersebut.

Delegasi Indonesia sebanyak 14 orang. Mereka berasal dari Jakarta, Tangerang, Jawa Timur, Bali dan Sulawesi Utara.

Seperti telah dilansir SINDOnews, WCOPA Indonesia National Director, Feibe Pusung, mengatakan Indonesia berhasil meraih 19 medali melalui delegasinya dalam ajang WCOPA 2019 itu dalam rilisnya, Sabtu (27/7/2019).

“Inilah hasil kerja keras para duta bangsa di bidang seni. Sebagai Direktur Nasional saya memberi penghargaan setinggi-tingginya kepada kontestan yang sudah meraih medali dan berprestasi di bidangnya, dan untuk semua kontestan berbekal pengalaman ini dapat terus mengasah diri menjadi lebih baik dalam setiap penampilannya di masa mendatang," ujarnya.

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang sudah mendukung putra-putrinya pada kompetisi skala dunia ini. Begitu juga kepada pemerintah melalui BeKraf, Bapak Candra Negara yang sudah menerima dan memberi semangat. Kontingen Indonesia diterima secara resmi oleh Bapak Saud Purwanto Krisnawan, Konjen Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Los Angeles. Kami sangat berharap dukungan pemerintah secara penuh untuk World Championships of Perfroming Arts tahun 2020 karena kompetisi semakin tinggi tantangannya dan supaya kita akan mampu semakin berkiprah di ajang kompetisi dunia,” sambungnya.

Awalnya, duta Indonesia itu dilepas oleh Direktur Hubungan International Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Chandra Negara di Gedung Kementrian BUMN, sekaligus memberikan motivasi.

Di Los Angeles, mereka disambut dan diterima oleh Saud Purwanto Krisnawan, Konjen Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Los Angeles dan tim KJRI.

Saud Purwanto menyampaikan kepada delegasi bahwa dengan mewakili Indonesia bertanding di ajang WCOPA ini, putra-putri Indonesia ini telah menjadi pejuang dan duta seni bangsa Indonesia.

Sebelum bertanding para peserta dibekali pelatihan, wawasan dan diadakan simulasi perlombaan seni dunia oleh tim yang dipimpin oleh Lucky Tampilang di Karunia Bersama Lucky (KBL) Performing Art Centre.

Menjadi pelatih vokal utama terhadap tim WCOPA Indonesia adalah tantangan tersendiri bagi dirinya karena 2 hal.

Pertama, diikuti oleh utusan negara-negara yang sudah lebih dahulu menjadi anggota seperti: Filipina, negara–negara Eropa, kanada, Afrika Selatan, Australia, dan tuan rumah Amerika.

Kedua, dilaksanakan setiap tahun salama 18 tahun di pusat seni dunia performing art berkiblat ke Hollywood, Amerika.

"Saya bersyukur karena duta seni Indonesia mampu berbicara di pentas seni dunia dengan kemampuan dan tetap mempertahankan kekhasan mereka masing-masing sehingga mampu menarik perhatian juri," ujar Lucky Tampilang, Chief vocal coach delegasi Indonesia yang bertanding di World Championship of Performing Art 2019.

Indonesia sendiri adalah salah satu member termuda yang baru diterima sebagai anggota dan baru mulai mengikuti kompetisi sejak tahun 2015.

Sejauh ini, telah meraih total 80 medali. Hal itu jelas menunjukkan keunggulan Indonesia di bidang pentas seni. Di antaranya pernah meraih penghargaan paling bergengsi Junior World Champion the Instrumentalist (Eunike Debora).

Selanjutnya Champion of the World Division Winner Solo Vocal (Kyla Christie), solo vocal kelompok umur 11-15 tahun (Ryan Chandra) dan Yohanes Pasirua (Canho) di bidang musik instrumen piano,

Demikian pula 5 Industry Award (Kyla Christie, Tiffany Geraldine, Vion Winata, Tinnie Tinka, Elisakh Haga) untuk peserta yang telah menunjukan kemampuan yang setaraf standar industri performing art dunia sekelas Hollywood.

Tahun ini peraih medali perak di bidang vokal solo pop, RnB/Soul/Jazz dan karya orisinal (lagu Indonesia) diraih peserta termuda Indonesia Izabelle Kiara Kurniawan (kelompok umur 8-10 tahun). Elisakh Hagia di bidang solo vocalRnB/Soul/Jazz dan solo variety yang merupakan katergori vocal yang kreatif dan unik (kelompok umur 11-12 tahun).

Elisakh Hagia juga meraih industry award tahun ini dengan memperoleh scholarship dari produser musik pemenang Grammy Award.

Nakeisha Athalia Syifa bidang solo open dan vocal RnB/Soul/Jazz, dan open all style (kelompok umur 11-12 tahun).

Sementata itu, Karunia Samuel Tampilang meraih penghargaan di Solo vocal with self accompaniment style pop dan rock (kategori umur 16-17).

Exel Yeremia Tampilang di bidang solo vocal pop dan modeling formal dan casual (18-24 tahun). Sedangkan untuk kelompok vocal self accompanimentduet atau group style pop diraih oleh The Tamps (Exel Yeremia Tampilang dan Karunia Samuel Tampilang). Dan untuk solo vokal gospel 18-24 tahun diraih oleh Hans Van Pakpahan.

Yerakhir, untuk kategori modeling Tahun ini, pertama kali Indonesia mengikutinya dan berhasil meraih medali di bidang modeling formal dan casual. Itu diraih oleh Exel Yeremia Tampilang.

Ia dinilai oleh dewan juri dari LA Model, runway agent nomor satu di Amerika (yang menemukan supermodel: salah satunya Tyra Bank dan pelaku fashion industry dunia.

Sebelum berangkat, Exel mendapatkan pelatihan kilat dari Role Model Project –KBL oleh Emmy Chaniago dan Santo Sinarjo.

Vice Director WCOPA, Maristela menuturkan, putra-putri Indonesia secara konsisten unggul di kategori vokal Pop, RNB/Soul/Jazz, Gospel, Open all style, bernyanyi sambil bermain musik, dan sebagai instrumentalist/ bermain musik.

"Kategori pop adalah kotegori popular yang hampir semua peserta lomba vokal mengikuti kompetisi ini, demikian juga RnB/soul/Jazz adalah style yang 3 stylenya digabung, banyak diikuti oleh peserta," katanya.

Dirinya sangat bangga putra-putri Indonesia mampu berprestasi di style yang sangat kompetitif ini. Demikain juga open all style, lintas style dimana semua style ada dalam kategori ini.

Untuk kategori vocal self accompaniment bernyanyi sambil bermain musik memiliki tingkat kesulitan ganda. Pasalnya, harus mampu bernyanyi dengan bagus dan mampu memainkan instrumen dengan bagus pula.

Para juri dan pelaku industri yang dihadirkan di WCOPA pun mengakui kemampuan dan keunikan penampilan dari putra–putri Indonesia.

"Semoga tahun depan kita akan mempertunjukan lebih banyak lagi keunikan dan kekayaan pentas seni Indonesia seperti karya cipta orisinal, tari folklore, world music, choir maupun seni pentas global seperti broadway, pop, RNB/soul/jazz, pemain musik, tari, acting, stand up komedi dan modeling di pentas dunia,” jelas Maristela, yang ikut serta mempersiapkan delegasi dan menyaksikan gencarnya kompetisi di WCOPA 2019 ini........ (Redaksi)

Unjuk rasa warga di kantor Pertanahan Morowali Utara Terkait Keberadaan PT. ANA.

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Perusahaan perkebunan sawit PT.Agro Nusa Abadi (Anak perusahaan Astra Agro Lestari) belum mengajukan permohonan HGU atas aktivitas perkebunan sawit di Morowali Utara.

Hal ini di sampaikan Kepala kantor Pertanahan Kabupaten Morowali Utara, Adolf kepada warga yang berunjukrasa dari Desa Molino, Bunta, Toara, Bungintimbe dan Tompira.

Warga dari 5 Desa itu melakukan aksi demonstrasi menuntut pencabutan izin PT. ANA di Kantor Badan Pertanahan Morowali Utara, Kamis (25/5/2019).

"Sampai saat ini, PT.ANA belum mengajukan permohonan HGU kepada kami selama melakukan aktivitas". ungkap Adolf.

Menyoal masalah PT.ANA yang diungkap Kepala Pertanahan tersebit, Walhi Sulteng menyatakan harusnya dilakukan penyelidikan karena kuat dugaan terjadi perbuatan melawan hukum.

Melalui Manajer Kampanye WALHI Sulteng, Stevandi melalui rilisnya, menegaskan bahwa, statement Kepala Kantor Pertanahan ini penting dan makin membuka tabir buruk PT.Agro Nusa Abadi (anak perusahaan Astra Agro Lestari) yang selama beraktivitas tidak pernah dilengkapi dengan HGU.

"Jadi informasi ini makin terang bahwa memang PT.ANA tidak memiliki HGU dan terang bahwa PT.ANA telah melakukan tindakan perlawanan terhadap hukum yakni menyerobot lahan masyarakat yang bersertifikat". Ungkap Stevandi.

Unruk itu Walhi Sulteng melalui manajer kampanye nya, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan penyelidikan kasus ini karena memiliki potensi kerugian negara.

Aktivitas PT.ANA selama ini Tidak dilengkapi HGU, melanggar ketentuan UU No 5 Tahun 1960 dan PP No 40 tahun 1996.

"PP No 40 tahun 1996 terkait pelaksanaan teknis HGU mengamanatkan bahwa setiap perusahaan berwajib mengeluarkan laporan tahunan terkait aktivitasnya berdasarkan HGU yang mereka dimiliki. Bila tidak punya HGU, lantas apa acuan PT.ANA untuk membuat laporan tahunan mereka?". ujar manajer Kampanye WALHI Sulteng, Stevandi.

Dengan fakta itu, jarusnya Pemerintah Daerah bersikap tegas dan melakukan tindakan hukum atas pelanggaran yang dilakukan PT.ANA.

Lebih jauh dalam siaran persnya, wadah aktifis lingkungan itu menyampaikan bahwa akan membantu dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

Pihaknya meminta warga masyarakat untuk membantu badan Pertanahan untuk menyiapkan data-data kepemilikan lahan warga yang saat ini berkonflik dengan PT. ANA.........(Ma'rufAsli)

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Nama calon yang akan mengisi jabatan Tiga Kepala Dinas lingkungan pemerintah daerah yang kosong di Tolitoli semakin mengerucut.

Panitia Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama ( Eselon II.b) mengumumkan nama peserta seleksi yang lolos uji potensi dan Kompetensi Manajerial hari ini, Jum'at (26/7/2019).

Keterangan yang diperoleh redaksi Alasannew.com, itu tertuang dalam surat yang diteken Ketua Pansel, Drs. Mukaddis Syamsuddin, MSi., Jum'at siang.

Pemberitahuan itu disampaikan dengan surat pengumuman nomor: 800/03.07/Pansel/2019

Selanjutnya mereka yang dinyatakan memenuhi syarat usai tes potensi dan kompetensi Manajeroal beberapa hari lalu akan memasuki tes pembuatan makalah, presentasi dan wawancara yang dijadwalkan Sabtu besok (27/7) hingga Minggu lusa (28/7) di Hotel Mitra Tolitoli

Adapun penentuan akhir siapa yang akan mendiduki Kepala Dinas di masing-masing OPD yang kosong (Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan dan Dinas Perdagangan), berada di tangan Bupati Tolitoli.

Penentuan nama oleh Bipati diambil dari rangking Tiga Besar yang dihasilkan Pansel.

Berikut nama-nama yang dinyatakan berhak ikut seleksi penulisan makalah, presentasi dan wawancara untuk masing-masing OPD:

Calon Kepala Dinas LINGKUNGAN HIDUP

1. Moh. Fadly, S. Sos, MSi.

2. Mulyadi, SH. MH.

3. Sudirman, SP.

4. Ridwan, SH.

 

Calon Kepala Dinas PERHUBUNGAN

1. Herman Madjid, S.Pt., M Si.

2. Drs. Asis Jamaludin

3. Anjasmara, SPt., MP.

4. Rusdin Pntjeng, SH.

5. Dahri D. Min'un, SE.

6. Herry Octavia Mendur, S.STP

 

Calon  Kepala Dinas PERDAGANGAN

1. Jusni M. Pangeran, SE.

2. Yustiyanto Bantilan, S.Kom., M.Si.

3. Imran, SE.

4. Ellyah Himmawati Permatasari Sagala, SP.

5. Dr. Ekamasyitah, SE., MM.

6. Sri Lesminingsih, SE., MSi.

7. Endang Dwi Wahyuni Bantilan, SE., MSi.

8. Halima Setyoningrum, SE......... (Ma'rufAsli)

Asisten III Setdakab Tolitoli, Ir. Hardyan memukul gong saat membuka kegiata BID di Aula Kantor Desa Lampasio,  Kamis 25 Juli 2019

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Kegiatan Bursa Inovasi Desa Klaster 3 untuk Kecamatan Baolan, Ogodeide dan Lampasio dipusatkan di Kecamatan Lampasio, di Aula Kantor Desa Lampasio, Kamis (25/07/19).

Mengusung Tema: 'Dengan Bursa Inovasi Desa Kita Tingkatkan Kualitas Perencanaan dan Pemanfaatan Dana Desa menuju Kemandirian Desa', pembahasannya diarahkan pada pengembangan infrastruktur, kewirausahaan dan pengembangan ekonomi lokal serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) di 3 Kecamatan.

Ketua Tim kegiatan Inovasi Desa Kecamatan Lampasio, Nuhung dalam laporannya mengatakan tema itu didasari oleh pemikiran bahwa dari 24 desa se Kecamatan Lampasio, Baolan dan Ogodeide Kabupaten Tolitoli belum satupun berstatus sebagai desa Mandiri.

"Program Inovasi Desa diharapkan dapat mendorong kualitas pemanfaatan dana desa dengan memberikan banyak referensi dan inovasi-inovasi pembangunan desa yang diharapkan mampu memetik kreativitas desa dalam mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki," ungkap Nuhung saat menyampaikan laporan tertulisnya.

Bursa Inovasi Desa (BID) yang dilaksanakan di Desa Lampasio itu merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk mewujudkan Agenda Nawa Cita dalam RPJMN 2015-2019.

BID dimaksudkan membantu desa dalam meningkatkan kualitas kegiatan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat yg akan didanai oleh Dana Desa.

Konteksnya mendiseminasikan informasi pokok terkait Program Inovasi Desa (PID) secara umum, serta Program Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa secara khusus menginformasikan secara singkat pelaku-pelaku program di tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa.

Selain itu, memperkenalkan inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa dalam menyelesaikan masalah dan menjalankan kegiatan pembangunan.

Suasana kegiatan Bursa Inovasi Desa Klaster 3 di Aula Desa Lampasio, 25 Juli 2019

Kegiatan yang menghadirkan perwakilan seluruh desa dari Tiga kecamatan itu, dihadiri dan dibuka oleh Asisten III Setdakab Tolitoli, Ir. Hardyan, atas nama Pemerintah Daerah Tolitoli.

Jadir mendampingi Asisten III, Kepala Dinas PMD Kab. Tolitoli  Moh. Zikron, SH., MSi., beserta Camat Baolan, Camat Ogodeide dan Camat Lampasio. Selain itu turut hadir juga Kapolsek Baolan, Kapolsek Ogodeide dan Kapolsek Lampasio.

Peserta yang hadir sekitar 92 org, termasuk peserta inti, para Kades Se-Kec. Lampasio, Baolan dan Ogodeide beserta Sekdes dan BPD, Ka UPT, Tenaga pendamping, Tokoh masyarakat dan Tokoh adat....... (Ma'rufAsli)

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Pembabatan hutan mangrove untuk pembuatan tambak udang sekitar 80 Ha di Desa Lingadan Kecamatan Dakopemean disorot banyak pihak karena dianggap menyalahi aturan.

Kini kasusnya di tangani pihak Kepolisian Resort Tolitoli usai dilaporkan beberapa LSM dan aktifis pegiat lingkungan di Tolitoli belum lama ini atas dugaan pelanngaran ketentuan lingkungan hidup.

Pembabatan hutan mangrove yang menngunakan alat berat berupa Excavator itu, dilingkupi banyak persoalan yang membelitnya.

Mulai isu dokumen amdal tidak ada, pelepasan tanah negara menjadi milik pribadi yang sarat kolusi bahkan penyalahgunaan kewenangan Kades dan Camat.

Belum lagi isu keterlibatan perusahaan besar yang berinvestasi berkedok kemitraan dengan petani setempat. Padahal konon kabarnya perusahaan itu telah menggelontorkan uang senilai 1,5 'Meter' membeli tanah masyarakat.

Ditambah lagi isu keterlibatan pejabat tinggi lingkup birokrasi Pemda Tolitoli. Konon kabarnya memiliki lahan hampir setengah luasan itu, semakin membuat ramai persoalan itu.

Terlepas dari benar salahnya, yang pasti nampak kasat mata adalah musnahnya hutan mangrove seluas 80 Ha yang kini menjadi hamparan rata dan kosong.

 

Gambar ilustrasi: Hutan Mangrove di Muara Angke yang yang senantiasa dijaga dan terus ditambah luasannya

Bola di tanga Polres Tolitoli. Kasus ini jelas membutuhkan ketajaman Tim Serse Polres Tolitoli untuk mengurai benang merahnya.

Kehandalan mereka diuji untuk menegakkan hukum dalam persoalan itu, apa lagi jika hal itu benar bersentuhan dengan orang 'penting' di daerah ini.

Kapolres Tolitoli, AKBP. Hendro Purwoko, SIK., MH., saat dikonfirmasi persoalan ini membenarkan adanya laporan terkait hal pembabatan hutan bakau di Desa Lingadan. .

Kapolres mengatakan pihaknya masih terus melakukan pengumpulan bahan keterangan terkait kasus tersebut.

"Benar, proses lidik dan pilbaket," kata Kapolres Hendro Purwoko saat dikonfirmasi, Rabu (24/7/2019).

Dalam proses penanganan kasus ini, Kapolres Tolitoli terkesan sangat berhati-hati. Bahkan ada penilaian pihak Kepolisian agak ragu karena bersentuhan dengan pejabat di daerah.

Terkait hal ini Perwira Dua Melati itu menolak anggapan jika dirinya ragu-ragu.

Orang momor Satu di Polres Tolitoli itu menampik anggapan kurang serius dan ragu-ragu. Bahkan menurutnya, jika terindikasi pelanggaran terkait kasus mangrove ini, akan diproses secara hukum terhadap siapa pun dan apa pun jabatannya.

Ditempat terpisah sebelumnya, Plh. Kadis Lingkungan Hidup, Moh. Fadly Lahadja, S.Sos., M.si., saat ditanya soal mangrove Lingadan, mengatakan bahwa pihak pemilik tambak sedang mengurus perijinan dan dokumen lingkungannya.

"Mereka sementara proses pengurusan dokumen perijinannya," Kata Moh. Fadly singkat, tanpa merinci dokumen apa saja yang telah dan sedang diurus.

Terkait persoalan ini Fadly enggan berkomentar panjang. Ia meminta semua pihak bisa mendudukkan persoalannya secara bijaksana.

"Apa pun itu, sepanjang proses, prosedur dan ketentuannya dipenuhi pasti semua boleh. Tidak ada larangan," ujarnya sambil mencontohkan kasus kasus serupa yang jauh lebih besar ditempat lain.

Sementara itu, samapi berita ini naik tayang, belum diperoleh keterangan dari pihak pengelola kegiatan tambak Lingadan.

Penanggungjawab lapangannya yang dihubungi via ponsel mengaku masih di luar daerah........ (Redaksi)

Suasana Hari Pencoblosan di Desa Sandana Kecamatan Galang.  Salah satu dar 40 desa yang menyelenggarakan Pilkades Serentak Tolitoli, 22 Juli 2019 

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak pada tanggal 22 Juli 2019, berjalan lancar dan aman.

Agenda demokrasi tingkat desa itu umumnya diliputi ketegangan dan hiruk pikuk dukungan dari masing-masing pendukung yang menginginkan kandidatnya memenangkan kontestasi.

Sejauh pantauan media ini, pilkades serentak itu secara umum berjalan baik dan tak nampak riak berlebihan.

Mengkonfirmasi hal itu, Kapolres Tolitoli, AKBP. Hendro Purwoko, SIK., MH., saat dihubung Siang ini, Senin (24/7/2019) membenarkan situasi yang aman dan kondusif jelang, dan hari 'H' pencoblosan yang berjalan lancar dan aman.

"Iya, Pilkades di 40 desa berjalan aman dan lancar," ujar Kapolres Tolitoli melalui pesan singkat WhatsAppnya.

Belajar dari pilkades serentak sebelumnya, kekisruhan justru terjadi pasca pencoblosan. Saat itu ekses kekalahan kandidat di Desa Santigi Kecamatan Tolitoli Utara berujung penyegelan rumah ibadah di desa itu.

Namun pilkades kali ini, hingga H+2 situasi Kamtibmas masih kondusif dan tak ada laporan kekisruhan terkait Pilkades serentak barusan.

"Tidak ada gangguan kamtibmas yang menonjol," ujar Kapolres Hendro Purwoko.

Atas berjalannya pilkades serentak tanpa gangguan kamtibmas itu selaku Kapolres Tolitoli, AKBP. Hendro Purwoko berterimakasih dan mengapresiasi semua pihak dan masyarakat. Mereka telah berpartisipasi menjaga kamtibmas selama proses Pilkades Serentak 2019 berlangsung.

"Terimakasih dan apresiasi kepada semua pihak dan masyarakat Tolitoli yang sudah berpartisipasi amankan pilkades dan jaga kamtibmas," ungkap Kapolres Tolitoli lewat pesan singkatnya yang diterima Redaksi.....(Ma'rufAsli)

Moh. Fadly Lahadja, S.Sos., MSi., Plh. Kadis Lingkungan Hidup Tolitoli Saat berbincang dengan awak media alasannews.com di ruang kerjanya, Selasa 23 Juli 2019

Alasannews.com,Tolitoli-Sulteng | Menyoroti sejumlah isu terkait masalah lingkungan hidup yang mecuat belakangan ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tolitoli melalui Plh. Kadis DLH Tolitoli, Moh. Fadly Lahadja, S.Sos., MSi., menghimbau semua pihak untuk lebih peduli dan peka dengan lingkungan. Himbauan itu disampaikannya saat berbincang dengan media alasannews.com di kantornya, Selasa (23/7/2019).

"Kami menghimbau semua pihak, utamanya para pemgusaha untuk peka dan peduli lingkungan. Uruslah prijinan sebelum melakukan aktifitas usaha agar sejak awal dilakukan kajian berbagai hal kelayakan dan dampaknya dikemudian hari," kata Sekretaris yang juga sebagai Plh. Kadis Lingkungan Hidup Tolitoli ini.

Himbaun itu seiring maraknya isu lingkungan hidup menyertai beberapa agenda investasi usaha yang di duga tanpa melalui prosedur perijinan yang tentu pula tak memilik kajian lingkungan.

Lebih lamjut menurut Fadly, untuk yang berskala besar wajib memiliki dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Sementara yang skala kecil minimal memiliki dokumen UKL / UPL.

"Kita perlu menyikapi persoalan yang menjadi keresahan ditengah masyarakat terkait isu lingkungan. Persoalan sampah, banjir, abrasi, tanah longsor dan sebagainya merupakan hal serius di daerah kita yang memiliki banyak potensi bencana alam,". ujar pejabat lingkungan hidup ini.

Belakangan ini mencuat berbagai isu lingkungan ditengah masyarakat. Antara lain, soal sampah, reklamasi pesisir pantai, penggalian material tambang pasir dan batu serta tanah timbunan.

Bahkan yang teranyar, pembabatan hutan bakau di Desa Lingadan untuk dialihkan fungsi menjadi lahan tambak.

Semuanya mengundang sorotan bukan saja soal teknis dan dampaknya. Lebih jauh dari itu, soal legalitas perijinannya.

Perubahan bentuk dan struktur lingkungan sebab adanya reklamasi, penggalian dan atau alih fungsi, memerlukan kajian yang memadai tentang akibat dampak yang akan ditimbulkannya.

Sejumlah persoalan itu menjadi isu sensitif mengingat daerah Tolitoli rawan dilanda musibah bencana alam.

Oleh karena itu menjadi urgen untuk memiliki kepedulian dan kepekaan terhadap lingkungan ini karena dampaknya juga akan kita tanggung sendiri....... (Ma'rufAsli)

Alasannews.com, Jakarta | Sebanyak 57 Perwira Tinggi (Pati) TNI menerima kenaikan pangkat di Gedung Soedirman Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (22/7/2019).

Para Pati TNI dari tiga matra itu menerima kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat semula.

Kenaikan pangkat ini berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/1720/VII/2019 tanggal 19 Juli 2019. Mereka yang mendapat kenaikan pangkat  tersebut terdiri dari25 Pati TNI AD, 21 Pati TNI AL dan 11 Pati TNI AU.

Seperti dilansir Jppn.com, saat menerima laporan Korps kenaikan pangkat, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi oleh Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto, Irjen TNI Letjen TNI M. Herindra dan Danjen Akademi TNI Laksdya TNI Aan Kurnia.

Berikit nama-nama Pati TNI yang mendapatkan kenaikan pangkat:

25 PATI TNI AD

1. Mayjen TNI Awaluddin (Pa Sahli Tk. III Bidang Jahpers Panglima TNI) 2. Mayjen TNI Wibisono Poespitohadi (Kasatwas Unhan) 3. Mayjen TNI Bambang Kusharto (Kabainstrahan Kemhan) 4. Mayjen TNI Murlim Mariadi (Dekan Fakultas Strategi Pertahanaan Unhan) 5. Mayjen TNI Budi Prijono (Kabaranahan Kemhan) 6. Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono (Kapuskesad) 7. Brigjen TNI Sofyan Yahya Botutihe (Pa Sahli Tk. II Kumham dan Narkoba Sahli Bidang Sosbudkum HAM dan Narkoba Panglima TNI) 8. Brigjen TNI U.S. Yusmana (Pa Sahli Tk. II Bidang Komsos Panglima TNI) 9. Brigjen TNI Sahal Ma’ruf (Pa Sahli Tk. II Wassus Sahli Bidang Wassus dan LH Panglima TNI) 10. Brigjen TNI Pramudya Ariftono P (Dirum Akademi TNI) 11. Brigjen TNI Ahmad Dimyati (Dansatintel Bais TNI), 12. Brigjen TNI Syafruddin (Kasgartap I/Jakarta) 13. Brigjen TNI Dr. Joni Widjayanto (Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unhan). 14. Brigjen TNI Raden Toto Oktaviana (Kapusdiklat BIN) 15. Brigjen TNI Robertus Donatus Ndona (Dandenma Mabes TNI) 16. Brigjen TNI Dr. Yusuf(Karo Akademi dan Kemahasiswaan Unhan) 17. Brigjen TNI Muhamad Gultan (Ir IV Itjen Kemhan) 18. Brigjen TNI Catur Sulasdiarso (Sekretaris Pengadilan Militer Utama Mahkamah Agung) 19. Brigjen TNI dr. Lukman Ma’ruf (Ka Medik RSPAD GS Puskesad) 20. Brigjen TNI Ckm dr. Albertus Budi Sulistya (Waka RSPAD GS Puskesad) 21. Brigjen TNI dr. Agung Hermawanto (Waka Puskesad) 22. Brigjen TNI Tama Ulinta Br. Tarigan (Kadilmilti I Medan Mahkamah Agung) 23. Brigjen TNI Weni Okianto (Kadilmilti II Jakarta Mahkamah Agung) 24. Brigjen TNI E. Trias Komara (Kadilmilti III Surabaya Mahkamah Agung) 25. Brigjen TNI Dr. Slamet Sarwo Edy (Panmudpidmil Mahkamah Agung).

21 Pati TNI AL

1. Laksdya TNI Achmad Djamaludin (Sesjen Wantannas) 2. Laksda TNI Benny Rijanto Rudy S (Kabadiklat Kemhan) 3. Laksda TNI Sapto Adi (Pa Sahli Tk. III Bidang Polkamnas Panglima TNI) 4. Laksda TNI Angkasa Dipua (Aspam Kasal) 5. Laksda TNI T.S.N.B. Hutabarat (Deputi Bidang Opslat Bakamla) 6. Laksma TNI Budi Utomo (TA Pengajar Madya Bidang II Pengtek Lemhanas) 7. Laksma TNI Hargianto (Pati Sahli Kasal Bidang Soskumdang) 8. Laksma TNI Dr. Benny Sukandari (Kadisminpersal) 9. Laksma TNI Aria Cakra Wibawa (Kadisinfolhtal) 10. Laksma TNI Dery Triesananto Suhendi (Kapusbintal TNI) 11. Laksma TNI Hanarko Djodi Pamungkas (Danlantamal VI/Mks Koarmada II) 12. Laksma TNI Yayan Sofiyan (Danguskamla Koarmada I) 13. Laksma TNI Heri Suyanto (Pati Sahli Kasal Bidang Ekojemen) 14. Laksma TNI Rachmat Hartoyo (Kadislaikmatal) 15. Laksma TNI Wisnu Sumarto (Kadispamal) 16. Laksma TNI Teguh Sugiono (Kapuslaik Kemhan) 17. Brigjen TNI (Mar) Deden Sudarman (Pati Sahli Kasal Bidang Sumda Hanneg) 18. Brigjen TNI (Mar) Amin Budi Cahyono (Karoum Settama Bakamla) 19. Laksma TNI Dr. R.A. Mulyadi (Pa Sahli Tk. II Bidang Kamkonf Komunal Sahli Bidang Polkamnas Panglima TNI) 20. Laksma TNI Dono Herbowo (Kadissenlekal) 21. Laksma TNI Dwi Aris Priyono (Direktur Data dan Informasi pada Deputi Bidang Informasi, Hukum dan Kerja Sama Bakamla).

11 Pati TNI AU

1. Marsda TNI Deri Pemba Syafar (Pa Sahli Tk. III Hubint Panglima TNI) 2. Marsda TNI Nazisyah (Aspotdirga Kasau) 3. Marsda TNI Irwan Nurhadi (Deputi Bidang Potensi Sarana dan Prasarana, dan Sistem Komunikasi Pencarian dan Pertolongan BNPP) 4. Marsda TNI Diyah Yudanardi (Dankodiklatau) 5. Marsma TNI Eding Sungkana (Danlanud Ats) 6. Marsma TNI Asril Samani (Dirdiklat Kodiklatau) 7. Marsma TNI Engkus Kuswara (Kadisbangopsau) 8. Marsma TNI Petrus Slamet Widodo (Pati Sahli Kasau Bidang Strahan) 9. Marsma TNI Asfan Jauhari (Kapus Alpahan Baranahan Kemhan) 10. Marsma TNI Judy Sudradjat(Dansatkomlek TNI) 11. Marsma TNI P.J. Bambang Purwanto (Direktur Intelijen Geospasial Deputi V Bidang Intelijen Teknologi BIN.......(Redaksi)

Suhardjono, SH., Kepala Kejaksaan Negeri Tolitoli di acara Peringatan Hari Adhyaksa Ke -59 Tanggal 22 Juli 2019 di Tolitoli

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Momentum peringatan Hari Adhyaksa Ke -59, Keluarga Besar Kejaksaan Negeri Tolitoli gelar tumpengan sebagai wujud syukur dihari bhaktinya, Senin (22/7/2019).

Acara yang dihadiri Bupati Tolitoli dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta insan pers itu, menyiapkan acara santap bersama dan selingan hiburan musik electon.

Disela acara, usai Bupati dan unsur Forkopimda meninggalkan lokasi acara, Kepala Kejaksaan Negeri Tolitoli, Suhardjono, SH., menghampiri sejumlah wartawan yang masih belum beranjak dan sedang berbincang ringan dengan Kasipidsus, Rustam Efendi, SH.

Kehadiran Kajari dimanfaatkan untuk bersalamam dan umnyampaikan ucapan selamat hari adhyaksa kepada orang nomor 1 di Kejari Tolitoli itu.

Selanjutnya Media alasannews.com meminta waktu untuk menkonfirmasi penuntasan agenda yang sedang ditangani saat ini dan juga proyeksi ke depan dimomentum hari adhiyaksa.

Menanggapi pertanyaan terkait kasus yang sedang ditangani saat ini, Kajari, Suhardjono, SH., mengungkapkan bahwa ada 2 kasus sedang ditangani pihaknya.

"Dua Kasus. Pertama Kasus Pasar Salumbia. Kasus ini saya deadline ke Kasi Pidsus, agar awal bulan depan (Agustus-red), sudah harus tuntas untuk 3 tersangakanya yang saat ini ditahan." ungkap Kajari Tolitoli.

"Kedua, kasus Perjalanan Dinas di Dinas Transmigrasi. Nah, kalau itu, benar sudah dilimpahkan ke Seksi Pidsus. Kasipidsus sudah laporkan sementara sinkronisasi, karena mesti diatur jadwal sesuai urutan prioritas," sambungnya.

Masih menurut Kajari yang saat itu bersama Kasipidsus, penekanan prioritas penuntasan kasus korupsi Pasar Salumbia dikarenakan adanya batasan waktu penahanan oleh jaksa sesuai wewenangnya menurut Undang-Undang.

Sementara itu, Kasi Pidsus ketika dimintai keterangan lebih lanjut, mengaku optimis bisa bekerja memenuhi deadline waktu yang diperintahkan atasannya.

Menjawab pertanyaan apakah penyelesaian kasus Pasar Salumbia hanya sampai pada Tiga tersangka yang sudah di tahan saat ini?

Rustam Effendi mengatakan tidak tertutup kemungkinan ada tersangka berikutnya.

"Kita tuntaskan dulu yang sudah ditahan. Pengembangannya akan menyusul. Kita lihat nanti," terangnya.......... (Ma'rufAsli)

Ucapan Selamat Hari Adhyaksa Ke -59 dari Bupati dan Wakil Bupati Tolitoli,  22 Juli 2019 

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Ucapan selamat untuk Keluarga Besar Kejaksaan Negeri Tolitoli berdatangan di hari bhaktinya yang ke-59, Senin 22 Juli 2019.

Halaman depan kantor kejaksaan dipenuhi jejeran papan karangan bunga ucapan selamat dari berbagai kalangan, termasuk dari Bupati dan Wakil Bupati Tolitoli.

Kepela Kejaksaan Negeri Tolitoli, Suhardjono, SH., saat ditemui di sela-sela kesibukannya dalam acara syukuran itu mengapresiasi dan berterimakasi atas ucapan yang datang dari berbagai pihak sehubungan peringatan hari kejaksaan itu.

"Saya ucapkan terima kasih atas ucapan dan kehadiran semua pihak hari ini. Kami anggap itu bentuk dukungan kepada kami untuk terus berbuat yang terbaik melaksanakan amanat negara," ucap Kajari Tolitoli menanggapi banyaknya karangan bunga di halaman kantornya.

Kegiatan upacara dan syukuran tumpengan di Kejaksaan negeri itu dihadiri Bupati Tolitoli, H. Moh .Saleh Bantilan, SH., MH.

Hadir juga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkofimda) Tolitoli, antara lain, Dandim 1305/BT, Letkol (Inf). Gunnarto, SH., dan Ketua DPRD Tolitoli, Andi Ahmad Syarif.

Amatan media ini dihari kejaksaan hari ini, Senin (22/7), Keluarga Besar penegak hukum itu larut dalam suka cita atas hari bhaktinya yang ke-59.

Namun demikian, dihari penhabdian ke-59 tahun itu, mereka senantiasa melakukan introspeksi. Terkait hal ini, kepada Pemred Alasannews.com yang menemuinya, Kajari Tolitoli, Suhardjono, SH.,  mengatakan pihaknya menyadari pasti ada kekurangan dari instansinya dalam menegakkan hukum.

"Sesuai amanat Jaksa Agung, kami mesti siap introspeksi diri. Kerja-kerja tupoksi kami yang berhasil,  jarang terekspos, justru tindakan oknum yang salah banyak terekspos. Namun kami jadikan itu sebagai bagian yang harus diintrospeksi," tutur orang nomor satu di Kejari Tolitoli ini.

Pada kesempatan itu juga, sekaitan tugasnya dalam ranah penegakan hukum, Jaksa kelahiran Kota Gudeg Yogyakarta itu mengatakan masih banyak keterbatasan terutama masih kurangnya personil. Kekurangan personil itu, jelas akan mempengaruhi kerja-kerja kejaksaan dalam penanganan kasus. Namun menurutnya pantangan untuk mengatakan itu keterbatasan.

"Kekurangan jumlah personil adalah kendala, namun kami pantang mengatakan itu sebagai kendala atau keterbatasan. Karena kami dituntut untuk maksimal menjalankan tugas dan tanggung jawab kejaksaan negeri Tolitoli," ujar Sarjana Hukum jebolan Universitas Gajah Mada ini menyudahi perbincangan jelang sholat dzuhur.

Selamat Hari Bhakti Adhyaksa Ke-59....... (Ma'rufAsli).

Gbr. Suasana Upacara Hari Adhyaksa di Kejari Buol, 22 Juli 2019      

 Alasannews.com, Buol-Sulteng | Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa Ke-59 Tahun 2019, diperingati dengan menggelar upacara yang berlangsung di kantor kejaksaan negeri Kab. Buol, Senin (22/7/2019).

Upacara itu berlangsung hikmat dan di hadiri langsung oleh Wakil Bupati Buol. Hi, Abdullah Batalipu, S.Sos., M.si.

Rilis resmi Pemda Buol melalui Diskominfo mengatakan, selain Wakil Bupati, hadir juga Sekretaris Kab. Buol, Drs. Mohammad Suprizal Jusuf, MM.

Ikut hadir juga Para Kepala OPD Kab. Buol dan para Pejabat Vertikal di kab. Buol.

"Berlangsung hikmat dan di hadiri langsung oleh Bapak Wakil Bupati Buol, Hi. Abdullah Batalipu, S.Sos., M.si," ungkap rilis yang dikeluarkan Diskominfo Buol yang diterima alasannews.com, senin pagi (22/7)......... (Ma'rufAsli)

Pasukan pengamanan pilkades serentak di Tolitoli 2019

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Sehari jelang voting day Pilkades Serentak 40 Desa se Kabupaten Tolitoli,  Polres Tolitoli melakukan apel pengecekan pasukan dipimpin Wakapolres Tolitoli, Komisaris Polisi M.Nur Asjik, S.Sos. di lapangan futsal Polres Tolitoli,  Minggu (21/7/2019).

Kompol. M. Nur Asjik, S.Sos., saat memimpin apel pengecekan pasukan di lapangan futsal Mapolres Tolitoli,  Minggu, 21 Juli 2019 

Untuk mengamankan jalannya Pilkades Serentak 2019 Senin pagi, (22/7) Polres Tolitoli akan menerjunkan 244 personelnya ditambah dukungan padukan dari Polda Sulteng sebanyak 55 personil. 

Sejumlah personil yang juga melibatkan Kompi Brimob Tolitoli itu  akan melaksanakan pengamanan pilkades di 40 Desa yang ada di 10 Kecamatan di wilayah Kabupaten Tolitoli

Selain penyiapan personel, Polres Tolitoli juga telah menyiapkan perlatan pengamanan yang cukup memadai.

Hal tersebut untuk menjaga situasi yang aman, damai dan kondusif di wilayah Kabupaten Tolitoli.

Upaya tersebut sebagai wujud kesiapan Polri dalam pengamanan berbagai ancaman dan gangguan kamtibmas selama tahapan pelaksanaan pilkades serentak di Kabupaten Tolitoli....... (Ma'rufAsli)

Bupati Tolitoli dan Moh.Besar Bantilan saat berpose bersama tim-tim futsal saat acara pembukaan Minggu malam, 21 Juli 2019 di GOR Mokodongan Tolitoli.

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Pembukaan kegiatan Open Turnamen Futsal yang memperebutkan Piala Moh. Besar Bantilan dilaksanakan malam ini, Minggu (21/7/2019) di Gedung Olahraga Mokodongan Tolitoli.

Turnamen dengan total bonus Rp. 75 Juta itu dihadiri dan dibuka langsung Bupati Tolitoli, Dr. (Hc). H. Moh. Saleh Bantilan, SH., MH., didampingi Ketua DPD KNPI Kabupaten Tolitoli, Moh. Besar Bantilan yang juga putra kedua Bupati Tolitoli itu.

Saat membuka kegiatan, Bupati yang hadir dengan pakaian santai itu mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai kegiatan kreatif bagi generasi millenial. Alek, sapaan akrab Bupati Tolitoli berharap kegiatan tersebut membawa dampak positif bagi perkembangan generasi muda sekarang.

Masih menurut Moh. Saleh Bantilan yang juga Raja XVII Tolitoli itu, Futsal sudah menjadi trend masa kini hampir semua kalangan. Terutama bagi generasi muda kaum millenial. Untuk itu selaku Bupati Tolitoli, dirinya mengingatkan semua pihak, utamanya kepada 32 tim peserta yang bertanding untuk menjunjung sportifitas dan tetap menjaga silaturahmi.

"Saya mengingatkan kepada seluruh soccer futsal yang menjadi peserta dalam open turnamen ini, agar dapat menjadikan momentum open turnamen futsal ini sebagai pembangkit semangat kalian serta lebih dari pad itu, tetap menjaga silaturahmi antar sesama peserta dan menjunjung tinggi sportivitas," ujar Bupati dalam sambutannya untuk mengingatkan semua pihak.

Usai membuka kegiatan turnamen, Bupati bersama Esar Bantilan, nama akrab Moh. Besar Bantilan yang juga ketua Pemuda Pancasila Tolitoli, menyempatkan diri menyaksikan laga pembuka turnamen di kesempatan itu yang mempertemukan tim Kaleng-kaleng FC lawan tim Home 74 FC.

Namun tak lama kemudian Bupati nampak beramjak dari posisinya disertai ajudan dan sejumlah petugas protokol Pemda  meninggalkan gedung arena kegiatan. 

Sementara itu, pertandingan tim futsal Kaleng-kaleng FC asal Kabupaten Buol melawan salah satu tim tuan rumah, Home 74 Fc, berlangsung seru.

Awalnya pertandingan imbang 2-2 hingga babak pertama usai. Namun pada babak kedua, pertandingan mulai didominasi Kaleng-kaleng FC. Pertandingan yang disaksikan lebih dari 500 penonton itu berlangsung dengan tempo yang tinggi dan agak keras.

Tim Kaleng-kaleng yang mendominasi pertandingan berhasil menambah gol hingga posisi 5 poin.

Home 74 FC yang tertinggal 3 gol,berusaha mengejar ketertinggalannya. Namun hanya mampu memperkecil  poin menjadi 5-4.

Hingga pertandingan usai, tak berubah kedudukan untuk kemenangan Kaleng-kaleng FC.

Laskar-laskar Pogogul itu mencatatkan kemenangan pertama pada laga awalnya dalam turnamen futsal terbuka 2019 ini.........(Ma'rufAsli)

Alasannews.com, Buol-Sulteng | Usai rapat dengan Direktorat Jenderal Kementrian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Kabupaten Buol memperoleh Lima Unit Ekskavator.

Kelima unit alat berat itu akan diterima langsung Bupati Buol, Hi. Amirudin Rauf, S.poG., bersama dengan Kepala Dinas Perikanan Buol dalam waktu dekat ini.

Informasi yang diterima redaksi alasannews.com, melalui rilis resmi Dinas Kominfo Buol, menjelaskan bahwa bantuan alat berat itu terkait program investasi tambak seluas 400 Ha.

Kehadiran Bupati Buol saat rapat di Direktorat Jenderal KKP, di Jakarta, Kamis (18/7) dalam kapasitasnya sebagai pimpinan delegasi Badan Kerja Sama Utara-utara yang anggotanya 5 Kabupaten sekawasan...... (Redaksi)

Alasannews.com, Jakarta | Kepanikan nasabah Bank Mandiri tak bisa di bendung saat melihat saldonya melalui mesin ATM Rp. 0.

Manajemen Bank Mandiri kebanjiran protes akibat keadaan yang dialami nasabahnya tersebut.

Merespon keadaan itu, melalui situs resminya, https://www.bankmandiri.co.id, bank milik pemerintah itu menyampaikan permohonan maaf.

Menyusul permohonan maafnya, Bank hasil merger beberapa bank itu menjelaskan duduk persoalannya, sekaligus menghimbau nasabah tidak terlalu panik.

“Saat ini kami informasikan dan tegaskan bahwa perubahan tersebut terjadi pada saat perpindahan proses dari core system ke back up system yang rutin dilaksanakan di akhir hari. Namun pada kali ini, terjadi error pada data saldo 10% nasabah Bank Mandiri,” kata Rohan Hafas, Corporate Secretary Bank Mandiri.menjelaskan duduk persoaln yang terjadi di korporasinya, Sabtu (20/7/2019).

Rohan lebih jauh mengatakan pihaknya menjamin saldo nasabah akan segera pulih dalam beberapa jam ke depan. Untuk itu lanjutnya, masyarakat tidak perlu riasu karena sebelum perpindahan ini selalu dilakukan backup data saldo nasabah.

Adapun nasabah yang ingin melakukan pengecekan rekening tabungannya dipersilahkan ke kantor cabang Bank Mandiri terdekat.

“Kami mohon maaf karena kendala ini, saat ini sedang kami investigasi.” kata Rohan Hafas .

“Bapak Ibu tidak perlu khawatir karena kami pastikan tidak ada dana Bapak Ibu yang berkurang,” sambungnya.

Proses normalisasi keadaan terus diupayakan untuk bisa secepatnya berjalan seperti biasa dalam keadaan yang lebih baik dengan sistem IT yang bari.

“Karena saat ini proses normalisasi, datanya sedang berjalan. Bapak Ibu bisa secara berkala memeriksa saldonya melalui e-channel kami,” terangnya.

Untuk informasi lebih lanjut, Bank BUMN itu menyampaikan dalam penutup rilisnya untuk nasabah, dapat menghubungi: mandiri call 14000, +62-21-52997777 Fax: +62-21-52997735 Email: mandiricare@bankmandiri.co.id atau cabang mandiri terdekat https://www.bankmandiri.co.id/web/guest/weekend-banking....... (Ma'rufAsli)

Halaman 8 dari 15
Ruslan S Untuh
Mapri
Alimran
Kadis Perkebunan
Ruslan Hadi
Minarni
abd rhman
Amrin Haling
Kadri
Jusman

Kontak Polisi

RESOR PALU