Jumat, Desember 06, 2019
hut daerah

Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Toltoli

Nomor: 83/PL.01.0-Kpt/7204/KPU-Kab/VIII/2019

Tentang

Penetapan Calon Terpilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tolitoli Dalam Pemilihan Umum Tahun 2019

Dapil 2:

Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Toltoli

Nomor: 83/PL.01.0-Kpt/7204/KPU-Kab/VIII/2019

Tentang

Penetapan Calon Terpilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tolitoli Dalam Pemilihan Umum Tahun 2019

Dapil 1:

Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Toltoli

Nomor: 83/PL.01.0-Kpt/7204/KPU-Kab/VIII/2019

Tentang

Penetapan Calon Terpilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tolitoli Dalam Pemilihan Umum Tahun 2019

Dapil 4:

 

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Kepolisian Resor (Polres) Tolitoli ungkap 3 kasus narkoba jenis shabu melibatkan 7 orang tersangka pada jumpa pers di Rauang Aula Parama Satwika Mapolres Tolitoli, Rabu Pagi (14/8/2019).

Selain kasus narkoba, polres juga mengumgkap satu kasus pencurian kendaraan bermotor dengan seorang tersangka.
 
Wakapolres Tolitoli, Kompol Nur Asjik, S.Sos., didampingi Kabag Ops, Kompol Nurhadi, SH., dan Kasat Narkoba, Iptu S. Kinsale kepada sejumlah awak media memaparkan hasil kerja jajaran satreskrim dan satresnarkoba Polres Tolitoli tersebut.
 
Dalam kesempatan tersebut, Nur Asjik menghadirkan 8 orang tersangka dan menguraikan kasus dan modus kriminal masing-masing tersangka. Diperlihatkan juga sejumlah barang bukti berupa hasil kejahatan seluruh tersangka tersebut.
 
"Inilah mereka para tersangka dan barang bukti hasil kejahatan yang berhasil diungkap tim satreskrim dan satuan resese narkoba polres Tolitoli. Keberhasilan jajaran kami ini berkat dukungan masyarakat yang memberikan informasi," ujar orang kedua di Polrrs Tolitoli itu di awal penyampaiannya.
 
Kami berharap dukungan masyarakat dan juga rekan media untuk membantu kami  mengungkap kasus-kasus yang ada. Termasuk persoalan narkoba yang semakin mengancam generasi kita," sambungnya.
 
 
Ketiga kasus Narkoba yang diungkap tim polres Tolitoli itu berlangsung ditempat dan waktu berbeda. 
Kasus pertama dengan tersangka Muksin (32), Lelaki, Wiraswasta, Islam, Suku Bugis beralamat di Jl. Wa'ani Kelurahan Baru Tolitoli dan Jl. Siswoyo (lorong salamae) Kelurahan Baru Tolitoli.
 
Tersangka  Muksin ditangkap di lorong salamae Sabtu dini hari (3/8) setelah melalui pengintaian oleh anggota opnal satresnarkoba. Ditempat itu dilakukan penggeledahan dan ditemukan 5 paket shabu dengan berat bruto 1,04 gram yang diakui miliknya dan diperoleh dari Palu.
 
Dari tempat Muksin, diamankan barang buktiberupa 5 Paket shabu, 1 buah tempat bedak, 1 buah alat hisap shabu (bong) dan 1 buah morek api gas. Hasil pemeriksaan urine terbukti positif (+) Amphetami  (AMP).
 
Terhadap Muksin, dikenakan pasal 112 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkoba, dipidana paling singkat 4 Tahun dan paling lama 12 Tahun dan denda paling sedikit Rp. 800 juta dan paling banyak Rp.8 milyar. Sedangkan tersangka Ardiansyah dikenakan pasal 112 ayat (2) undang-undang yang sama.
 
Kasus kedua, penangkapan terhadap 2 orang tersangka Ansar alias Anca (24) dan Ardiansyah alias Dedi (26). Keduanya masih memiliki hubungan kerabat sebagai saudara ipar. Ansar terlebih dahulu ditangkap pada Senin (12/8) sekitar jam 19.30 saat singgah di sebuah kios di pertigaan mapolsek Galang.
 
Penangkapan itu setelah beberapa waktu dilakukan pengintaian oleh anggota satresnarkoba. Saat digeledah badan, Ansar sempat membaung paket shabu tersebut, namun sempat terlihat oleh petugas. 
 
Ansar mengakui paket tersebut adalah miliknya dan diperoleh dari saudara iparnya. Keterangan Ansar itulah yang mengantarkan anggota opnal satnarkoba menangkap Ardiansyah di Jl Ahmad Yani (Kampung Kuda).
 
Setelah dilakukan penggeledahan di rumah tersangka  Ardiansyah, petugas menemukan 11 paket shabu siap edar. Ditemukan juga 1 buah alat hisap sanu (bong), 3 buah korek api gas,1 pak plastik obat kosong ukuran sedang, 2 lembar sachet kosong ukuran 1 ball (50 gram) dan 1 buah timbangan digital.
 
Dari tangan 2 tersangka saudara ipar itu, diamankan total 7 gram shabu. Selanjutnya hasil pemeriksaan urin di lab RSU Mokopido Tolitoli kepada tersangka Ansar dan Ardiansyah, dinyatakan positif (+) Amphetamine (AMP).
 
Terhadap Ansar dikenakan pasal 112 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkoba, dipidana paling singkat 4 Tahun dan paling lama 12 Tahun dan denda paling sedikit Rp. 800 juta dan paling banyak Rp.8 milyar. Sedangkan tersangka Ardiansyah dikenakan pasal 112 ayat (2) undang-undang yang sama.
 
Kasus narkoba yang ketiga, penangkapan diakulan terhadap tiga tersangka yakni, Riki Ferdianto (24), Bugis, beralamat Desa Oyom Kecamatan Lampasio Tolitoli. Ferdi (24), Bugis, Alamat Desa Tinabogan Kecamatan Dondo. Buhari (31) Bugis, alamat Desa Salumpaga Kecamatan Tolitoli Utara, Kabupaten Tolitoli.
 
Ketiganya tertangkap pada Selasa dini hari (13/8) oleh anggota Polsek Tolitoli Utara yang sedang melaksanakan giat Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (K2YD).
 
Berawal saat petugas kepolisian menghentikan sebuah mobil Avanza warna silver nomor polisi DN 1585 DE di Jalan Poros Trans Sulawesi Desa Salumpaga. Kendaraan dikemudikan Bukhari yang berasal dari Desa Salumpaga. Kecurigaan bermula karena Bukhari diketahui baru beberapa bulan bebas dari Lapas Kelas II B Tolitoli terkait kasus Narkoba.
 
Petugas lalu menggeledah mobil yang juga didalamnya ada 2 orang penumpang yakni Riky Ferdianto dan Ferdi. Disaksikan Bankamdes dan aparat desa, petugas menemukan 5 paket kecil dengan berat bruto 0,58 gram. Paket shabu itu ditemukan dibawah kursi depan sebelah kiri.
 
Berdasarkan temuan itu, petugas menghubungi anggota opsnal satresnarkoba untuk menjemput terduga dan barang bukti shabu. Setibanya di Tolitoli, dilakukan pengembangan dengan melakukan penggeledahan tempat kos para terduga di Kelurahan Baru Kecamatan Baolan, 
 
Tak ditemukan barang bukti dikos mereka, selanjutnya dilakukan tes urine di RSU Mokopido Tolitoli. Hasilnya, positif  (+) Amphetamin.
 
Pengakuan paratersangka, mereka me gkonsumsi narkotika itu sebelum berangkat ke Salumpaga. Dan 5 paket yang ditemukan itu adalah sisa yang mereka konsumsi sebelumnya.
 
Dari ketiga tersangka diamankan barang bukti berupa 5 paket shabu, 1 potongan kertas warna putih, 1 unit mobil Avanza silver nomor polisi DN 1585 DEyang diakui tersangka saat dialog interaktif singkat dengan para wartawan saat konfrensi pers tengah berlangsung dipandu Wakapolres Tolitoli, Kompol Nur Asjik, S. Sos.
 
Kepada tiga tersangka, Bukhari, Riky Ferdianto dan Ferdi, fikenakan pasal 112 ayat (1) UU No. 35 tetang Narkotika.
 
Sementara itu, kasus tuggal pencurian sepeda motor yang berhasil diungkap satuan reskrim Polres Tolitoli, menangkap tersangka bernama Adrianto Wolinga alias Rian (19), Gorontalo, Desa Malomba Kecamatan Dondo.
 
 
Tersangka ditangkap pada hari Sabtu (6/7) sekitar jam 02.00 di dini hari di Jl. Daud Lapau, Lr ll Kelurahan Tuweley, Baolan.
 
Tersangka ditangkap terkait dugaan pencurian kendaraan sepeda motor merek Honda Beat warna hitam Nomor Polisi DN 3368 DW, Nomor rangka MH1JFZ133KK115659, Nomor mesin JFZ1E-3115671.
 
Tersangka mengambil kendaraan arna hitam itu yang kini telah digantiwarna biru putih dari dalam rumah yang sedang kosong ditinggal pemiliknya. Sebelumnya tersangka mengintai rumah korban dari bangunan sarang walet yang sedang dikerja oleh Rian tak jauh dari tempat kejadian perkara.
 
Terhadap tersangka, dikenakan pasal 363 ayat (2) KUHPidana Sub Pasal 362 KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,
 
Ketuju orang tersangka saat ini meringkuk dalam sel tahanan polres tolitoli. Adapun barang bukti yang ditemukan, diamankan pihak kepolisian....... (Ma'ruf Asli)

Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Toltoli Nomor: 82/PL.01.9-Kpt/7204/KPU-Kab/VIII/2019

Tentang

Penetapan Perolehan Kursi Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tolitoli Tahun 2019

Berikut lampiran daftar perolehan masing-masing partai Politik di DPRD Tolotoli:

 
Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Komisi Pemilihan Umum  (KPU) Tolitoli menyelenggarakn Rapat Pleno  Penetapan Perolehan Kursi setiap partai dan calon annggota DPRD terpilih tingkat kabupaten di Hotel Mitra Utama Tolitoli, Senin malam (12/08/2019).
 
Rapat pleno mengagendakan pembacaan dan penandatanganan surat penetapan perolehan kursi masing-masing partai peserta pemilu. Selanjutnya penetapan calon anggota legislatif terpilih kabupaten Tolitoli untuk periode 2019 - 2024. 
 
Hadir dalam rapat pleno KPU tersbut pimpinan partai peserta pemilu 2019, Bawaslu, serta perwakilan unsur Forkopimda Tolitoli. 
 
Agenda rapat pleno tersebut sesuai PKPU semestinya telah dilaksanakan pada bulan Juli lalu.  Namun harus tertunda beberapa kali.
 
Alisman, SH., kepada Alasannews.com saat ditemui di sela acara rapat pleno KPU, mengatakan penundaan rapat beberapa kali itu karena menunggu hasil putusan sidang mahkamah konstitusi atas sengketa hasil pemilu,
 
"Sebenarnya di Tolitoli tidak ada sengketa antar peserta dan calon anggota legislatif. Namun kita tetap menunda rapat pleno sesuai arahan dari KPU melalui KPU Provinsi. Itu karena menunggu nomor Buku Register Perkara Konstitulisan," terang Alisman,
 
 
Adapun perolehan kursi dari total 30 kursi DPRD Tolitoli erbagi kepada partai peserta pemilu pada pemilu serentak 2019, yakni :
 
1. PPP dengan perolehan kursi 4
2. Partai Golkar peroleh kursi 4
3. Partai Nasdem peroleh kursi 4 
4. PBB perolehan kursi 4.
5. Partai Gerindraku peroleh kursi 3
6. Partai Demokrat peroleh kursi 3
7. PKS peroleh kursi 3
8. PAN peroleh kursi 2
9. PDPII peroleh kursi 2 dan
10. Partai Hanura peroleh kursi 1
 
Selanjutnya 30 Anggota DPRD itu tinggal menunggu jadwal pengambilan sumpah dan pelantikan........(Hasbi AR)

Suasana acara pembukaan festival lagu daerah, nampak Ir. Hardiyan beserta sejumlah Kadis dan perwakilan Forkopimda Tolitoli, Senin 12 Agustus 2019

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng |  Pembukaan Festifal Lagu Daerah Dewan Kesenian Tolitoli Pantai Gaukan Bantilan, Senin malam (12/08/2019).
 
Setelah sempat ditunda karena bersmaan malam takbiran Idul Adha, Agenda Dewan Kesenian Tolitoli dalam rangkah memeriahkan HUT Kemerdekaan RI itu akhirnya dibuka malam ini.
 
Hadir membuka acara, Asisten lll Administrasi Umum Setdakab, Ir. Hadiyan, MSI., dalam kapasitas ya mewakili Bupati Tolitoli, H. Moh. Saleh Bantilan, SH., MH. 
 
Ir. Hardiyan saat membacakan sambutan Bupati Tolitoli mengapresiasi kegiatan yang sarat pesan keragaman dan kebinnekaan. Ia berharap kegiatan seni budaya bisa terus dikembangkan dan dilestarikan.
 
Hardiyan menekankan perlunya semangat keragaman itu dibangun ditengah kemajemukan. Apa lagi momentumnya adalah perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 74.
 
"Ditengah kemajuan super canggih di erah teknologini ini jangan sampai generasi milenial kita lebih kenal budaya luar ketimbang budaya daerah sendiri," ujar Asisten III itu mengingatkan saat membuka acara.
 
Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Tolitoli, Rustam Sombo dalam sambutannya menegaskan kegiatan festival lagu daerah ini adalah wujud nyata upaya menjaga kebinnekaan ditengah msyarakat melalui jalan berkesenian.
 
"Kita perlu menghargai keragaman agar kalimat Bhineka Tunggal Ika yang dicengkram kuat dalam genggaman burung Garuda  betul-betul terwujud," ujarnya penuh semangat. 
 
Festival lagu daerah itu akan berlangsung hingga tanggal 16 Agustus 2019 seperti disampaikan Ketua Panitia, Ahyar Tauhid saat membacakn laporannya.
 
Jumlah peserta yang terdaftar pada panitia hingga acara pembukaan adalah sebanyak 52 peserta dari berbagai wilayah kecamatan yang ada di Tolitoli. 
 
 
Acara pembukaan festival diawali penampilan kelompok tari binaan Dispar Tolitoli yang diiringi lagu pembuka, yaitu Lagu Patriot Sibitolu. 
 
Tarian  dan lagu Patriot Sibitolu itu bermakna keragaman etnis yang mendiami bumi Sibitolu dari Kombo Dampal Selatan hingga Lakuan di Tolitoli Utara yang hidup rukun dan saling menghargai. 
 
Tarian berlanjut dengan iringan lagu-lagu daerah  Makassar, Jawa, Gorontalo, Kaili dan Buol.
 
Usai acara pembukaan, Panitia memperkenalkan dewan juri yang akan mengawali pentas lagu daerah itu hingga tanggal 16 Agustus mendatang. 
 
Pantauan di lokasi, arena dipadati warga yang hendak menyaksikan pementasan seni pada acara pembukaan itu. Nampak hadir pasangan muda mudi yang antusias menonton acara. Selain itu nampak hadir juga para pemerhati dan pecinta seni Tolitoli.
 
Sedangkan untuk keamanan acara, nampak terlihat petugas keamanan dari Polsek Baolan. Dipimpin langsung Kapolseknya, Iptu Army, dengan kekuatan penuh berpakaian lengkap terlihat siap amankan kegiatan..... (Ma'ruf Asli)

 

Alasannews.com. Tolitoli -Sulteng  | Akibat dikenai Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH), mantan Aparat Sipil Negara (ASN), Sawil A. Hakka Tuntut Keadilan atas kasus yang menimpa dirinya hingga kehilangan hak sebagai pegawai pemerintah.
 
Sawil A. Hakka, saat menemui awak media Alasannews.com, di Tolitoli Jum'at malam (09/08/2018) menyampikan pihakny meminta keadilan atas apa yang dialaminya terkait kasus ganti rugi lokasi yang kini ditempati pasar Susumbolan Tolitoli.
 
Menurut Sawil, sangat tidak adil kasus pembebasan lokasi pasar Susumbolan yang menelan dana daerah 1,8 Miliar Rupiah itu, hanya dirinya dan Alm. Supardi Lahaleke yang bertanggungjawab. 
 
"Tidak adil masalah itu hanya saya dengan pak Supardi Lahaleke yang tanggung padahal banyak yang terlibat," tandas Sawil
 
"Saya seperti di korbankan dalam masalah itu," sambunganya.
 
Masih menurut Sawil, persoalan yang menimpanya terkait posisinya sebagai PPTK kegiatan ganti rugi lahan dari anggaran dana APBD tahun 2007. Anggaran itu dialokasikan untuk membayar 3 persil sertifikat tanah untuk lokasi pembangunan pasar Susumbolan. 
 
Satu Sertifikat dimiliki alm. Supardi Lahaleke dan lainnya milik 2 orang keluarganya. Dalam persidangan diungkapan Supardi Lahaleke menerima sendiri bayaran keseluruhan tanah itu.
 
Penuturan eks pegawai Inspektorat Tolitoli ini, saat itu banyak pihak yang menjadi saksi bahkan tersangka. Ada Bupati, Ketua TAPD, Banggar DPRD, PPK dan KPA. Namun faktanya hanya dirinya bersama almarhum yang harus menjadi narapidana.
 
Persoalannya seperti dibatasi hanya disoal pembayaran kepada pemilik sertifikat. Soal asal-usul sertifikat yang dianggap siluman melibatkan Kepala Pertanahan saat itu tidak jelas bagaimana akhirnya.
 
"Setahu saya Muhtar Deluma bukan hanya saksi. Bahkan tersangka. Tapi tidak tahu bagaimana  bisa bebas begitu," ujar Sawil dengan nada tanya.
 
Dalam kesempatan itu, Sawil tidak membantah anggapan yang beredar bahwa penyusunan anggaran dimasa itu hanya akal-akalan dari banyak pihak yang memiliki kuasa penganggaran.
 
Langkah Sawil untuk mempersoalkan hal ini seperti penuturannya diprediksi bakal kandas. Sejumlah saksi utama sudah almarhum. Apa lagi fakta persidangan, pemilik Lokasi yang menjadi terdakwa bersama dirinya,  Alm. Supardi Lahaleke telah mengakui dan menerima dan menjalani putusan pengadilan yang telah menghukumnya.
 
Namun Sawil bersikukuh memiliki bukti otentik yang dianggapnya pintu masuk menyoal kembali hal itu untuk mendapatkan keadilan.
 
Seperti diketahui, PTDH terhadap Sawil, didasarkan pada kasus tersebut. Putusan pengadilan yang dinyatakqn inkrah itu menjadi patokan Bupati Tolitoli menerbitkan surat pemberhentian dengan tidak hormat kepada Sawil A, Hakka dan sejumlah ASN lainnya.
 
Saat ini Sawil mengku mempersoalkan keputusan Bupati itu. Kepada Alasannews.com, Sawil menunjukkan  suratnya yng ditujukan ke Gubernur Sulteng.
 
Terkait nama H. Muhtar Deluma  yang disebutkan oleh Sawil A. Hakka, selaku kepala pertanahan kala itu, Media alasannews.com berusaha menghubungi H. Muhtar Deluma melalui sambungan nomor ponselnya, namun tak diperoleh konfirmasi langsung.
 
Melalui kerabat dekatnya, Sukur Deluma, sosok yang kabarnya kini menjabat Kepala Kantor Wilayah Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan itu menepis keterangan Sawil A. Hakka.
 
Sukur Deluma menengarai diungkapnya kembali persoalan itu, bernuansa politis. Ia menduga ada hubungannya dengan santernya disebut nama Muhtar Deluma dalam bursa Pilkada Tolitoli mendatang. 
 
"Kalau itu soalnya, Pak Muhtar sudah siap, dan tidak ada masalah. Dalam rapat keluarga minggu lalu sudah dibahas. Dia memperlihatkan bukti-bukti dari pengadilan bahwa tidak ada hubungan kasus itu dengan dirinya," ungkap Sukur Deluma melalui sambungan telepon seluler, Senin siang (12/8)....... (Tim)

Bupati Tolitoli, H. Moh. Saleh Bantilan bersama jamaah idul adha di Tamkot GMB Tolitoli, 11 Agustus 2019

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Bupati Tolitoli, Dr.(Hc). H. Moh. Saleh Bantilan, SH., MH., laksanakan sholat Idul Adha 1440 H di lapangan Taman Kota Gaukan Muhammad Bantilan (Tamkot GMB) Tolitoli pagi ini, Minggu (11/08/20019).

Sejak pagi Bupati  nampak hadir bersama keluarga dan ribuan jamaah yang memadati lapangan Taman Kota kebanggaan masyarakat Toltoli itu.

Bupati yang juga Raja XVIIs Tolitoli itu terlihat mengambil posisi pada shaf pertam.Bersama seluruh jamaah, melaksanakan sholat dengan beralaskan tikar yang telah disediakan oleh panitia.

Pantauan media ini, perayaan idul Adha yang bertepatan 10 Zulhijjah 1440 Hijriah, selain di Taman Kota, di beberapa masjid juga terlihat pelaksanaan ibadah ldul Adha.

Di Masjid Kampus STIE Mujahidin juga dilakasanakan hal yang sama. Dihadiri jamaah sekitar kampus, sholat Ied dilaksanakan tepat pukul 07.00 Wita.

Di Masjid Kampus itu juga usai solat akan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban berupa Sapi 4 ekor dan Kambing 1 ekor......

 

 

 
Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Gas LPG ukuran tabung 3 Kg kembali langkah beberapa hari jelang Hari Raya Idul Adha di Tolitoli. Antrian warga terlihat di sejumlah pangkalan LPG termasuk di depan toko Srikandi di Malosong sejak pagi hari ini, Jum'at (09/8/2019).
 
Antrian warga masyarakat tu didominasi ibu-ibu. Mereka rela berpanas-panasan demi mendapatkan bahan utama untuk memasak itu.
 
Karena terlalu lama antri, sebagian mereka mulai kesal. Apa lagi saat mereka antri harus melawan panas terik. Sebagian lagi mengeluh akibat langkahnya bahan bakar yang disubsidi pemerintah tersebut.
 
"Ada yang tidak beres ini. Masa kita antri begini lama, belum dapat semua sudah habis. Padahal di mobil itu masih banyak," teriak salah seorang ibu pengantri saat melihat mobil yang angkut LPG mulai beranjak sementara dirinya belum kebagian.
 
Sayangnya Sopir mobil pick-up pengangkut gas LPG itu bungkam dan engganya memeberi penjelasan hendak dibawa kemana sisa yang tak diturunkan tersebut .
 
Pelikaya mendapatkan gas tabung 'melon' itu membuat warga harus membuang waktu dan tenaganya. Bahkan ada yang mengaku sejak pagi berkeliling dan sudah di beberapa tempat, namun selalu tak kebagian.
 
Bukan hanya kali ini, kelengkaan serupa juga terjadi pada bulan puasa silam yang menyebabkan banyaknya protes dari warga masyarakat yang membutuhkan bahan bakar gas cair itu. 
 
Informasi yang dihimpun media ini, belum ada upaya dari otoritas terkait untuk mengatasi hal tersebut. Padahal kebutuhan masyarakat akan penggunananya meningkat jelang hari raya Idul Adha beberapa hari ke depan....... (Hasbi)

H. Rustan Rewa, Kadistapanghorti, saat memberi arahan dalam rapat, Jumat  9 Agustus 2019 

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tolitoli Provinsi Sulawesi Tengah  laksanakan rapat internal dengan jajarannya di ruang aula Dinas, Jum'at (9/8/2019).

Dmulai tepat  09.30, pertemuan internal itu dihadiri Sekretaris Dinas, Kepala Bidang, Kepala Seksi, Jajaran Fungsional dan staf lingkup Dinas Pertanian.

Kepala Dinas Pertanian, Hingga. Rustan Rewa, SPT., MH., dalam arahannya mengatakan perlunya memahami sasaran kinerja pegawai (SKP) agar bisa mencapai target pencapaian program Dinas. 

"Pertemuan ini perlu untuk memberi pemahaman kepada semua jajaran agar targeti pencapaian kerja dapat dilaksanakan dan terpenuhi secara keseluruhan," kata Rustan Rewa saat memeberi arahan di awal acara.

 

Pembahasan SKP diinternal pertanian itu merupakan tindak lanjut pertemuan yang dilaksanakan pada pembahasan SAKIP tingkat kabupaten beberapa waktu lalu.

Rustan Rewa selanjutnya mempersilakan Kasubdit Program, Ria Pujiastuti untuk menyampaikan materi yang didapatkan saat pertemuan evaluasi SAKIP tingkat Kabupaten.

Dalam pemaparannya terkait SKP, Pujiastuti menekankan sinkronisasi administrasi kinerja antara bawahan dengan atasan. Selain itu menurutnya, SKP menekankan adanya tanggungjawab sesuai tupoksi masing-masing pegawai secara berjenjang.

"SKP ini pengganti DP3. Nanti 2020, Januari sudah akan diterapkan SKP eKinerja," papanya di depan  peserta..

Hingga berita ini naik tayang, masih berlanjut pembahasan dari Pujiastuti dan diikuti secara antusias oleh semua yang hadir..... (Ma'rufAsli )

Sekda Buol Drs. Moahammad Suprizal Yusuf, MM.,  berpose bersama peserta Workshop, Kamis 8 Agustus 2019
 
Alasannews.com, Buol |  Sekretaris Daerah (Sekda) Buol, Drs. Moahammad Suprizal Yusuf, MM., menghadiri kegiatan Workshop Lingkungan Hidup Yang Responsif Gender di Hotel Sri Utama Kelurahan Kulango pada, Kamis (08/08/2019).
 
Workshop itu merupakan kegiatan Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Tengah. Melibatkan 40 orang pesrta yang terdiri dari OPD terkait, organisasi permpuan dan tokoh agama serta ibu Bhayangkari Kabupaten Buol.
 
Berdasarkan rilis Humas Diskominfo Kabupaten Buol yang diterima redaksi alasannews.com, hadir menyertai Sekretaris Daerah Buol, sejumlah pejabat dari provinsi yang mewakili Kadis DP3A Provinsi Sulteng.
 
Dalam arahannya, pada acara pro gender itu, Sekda Buol, Drs. Moahammad Suprizal Yusuf, MM., mengulas  mengenai dampak kesetaraan gender. Menurutnya, kesetaraan gender telah berdampak terhadap keberadaan wanita karir. 
 
 
Lebih lanjut Suprizal Yusuf yang didaulat jadi narasumber dalam workshop itu, mengatakan bahwa isu kesetaraan gender telah mengubah pola struktur sosial ditengah masyarakat. 
 
"Kesetaraan gender menjadi sebuah perubahan sosial karena telah mengubah struktur sosial dalam masyarakat. Dulunya berbeda-beda antara perempuan dan laki-laki, kini menjadi bebas terbatas sesuai peran dan statusnya dalam masyarakat," paparnya.
 
Selain Sekda, narasumber dalam workshop ini,   ibu Dra. Rhita Safitri Lapesere selaku akademisi dari Universitas Tadulako....... (Ma'ruf Asli)

Moh. Fadli Lahadia, S.Sos., MSi., Plh. Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Tolitoli 

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Hamparan sampah memenuhi tepian muara Sungai Tuweley yang berada di sisi kiri Jembatan Kampung Pajala.

 
Akibatnya, Kawasan Taman Mini Kampung Pajala yang berada tepat di sisi Selatan muara sungai itu menjadi tak nyaman dikunjungi. 
 
Sejumlah warga yang hendak menikmati keindahan taman dan suasana muara yang lepas ke laut itu mengeluhkan pemandangan itu.
 
"Mengganggu pemandangan dan bikin tidak nyaman," kata salah seorang yang mengaku sering datang ke taman itu.
 
Kepala Bidang Penanganan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup, Mulyono, S.Sos. saat ditemui dikantornya, Rabu (7/8/2019), memahami keluhan warga itu. Pihaknya membenarkan tumpukan smpah yang mengganggu itu merupakan sampah buangan warga yang terbawa aliran sungai.
 
"Jelas itu sampah buangan warga. Bukan sampah alam," tandas Mulyono.
 
"Kesadaran warga yang berada di bantaran sungai perlu dibangun agar mereka tidak membuang samapah di sepanjang  alur sungai itu," sambunganya. 
 
Sampah yang menumpuk itu menurut Mulyono jelas mengganggu pemandangan dan kenyamanan di lokasi wisata kecil itu. Ia menegaskan bahwa sampah itu segera diatasi. 
 
Pihaknya akan memnfaatkanm momen Jum'at bersih mendatang. Peserta dari lintas instansi akan diarahkan ke kawasan taman mini tersebut.
 
Mulyono juga mengatakan pihaknya akan memasang papan hambauan untuk mengingatkan warga  tidak membuang sampah ke sungai.
 
 
Sikap warga yang cenderung membuang sampah ke sungai sepertinya perlu mendapat perhatian khusus dari semua pihak. Dinas Lingkungan Hidup selaku penanggungjawab masalah itu perlu mengambil langkah untuk mengatasinya.
 
PLH Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Tolitoli, Moh. Fadly Lahadja, S.Sos., MSi., ditemui terpisah mengatakan pihaknya berupaya membangun kesadaran warga agar untuk bersama mengatasi sampah. 
 
Menurutny melibatkan warga merupakan keharusan. Sebab jika masyarakat terlibat, maka kesadaran mereka akan terbangun.
 
"Soal sampah ini, masalah kita semua. Jadi semua mesti terlibat. Kami akan mempelopori dan mengajak semua pihak," pungkasnya. 
 
Saat dikonfirmasi, calon Keapala Dinas definitif itu mengaku baru saja menerima warga yang menginisiisasi Bank Sampah. Menurutnya hal itu pertanda positif, dimana warga sudah ada yang ikut peduli.
 
"Mereka mengaku akan konsen untuk mengurusi sampah yang nantinya akan diolah dan dibuat bernilai ekonomis. Disamping mengatasi persoalan sampah, juga dapat mndatangkan penghasilan," imbuhnya. ......(Ma'ruf Asli)

  Karopenmas Polri Brigjen Pol, Dedi Prasetyo.

Alasannews.comel, Jakarta | Pelaku pembalakan liar berinisial M (42)  ditangkap Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri di Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Selasa (30/7/2019). 
 
Seperti dilansir Indonesiaraya.co.id yang dikutip dari Antara, tersangka M ditahan di Rutan Bareskrim Polri oleh Penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri terkait kasus pembalakan liar di dalam kawasan hutan di Jambi dan Sumatera Selatan.

“Tersangka adalah dalang pembalakan liar di dalam kawasan hutan provinsi Jambi dan Sumsel,” kata Karopenmas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Dedi mengatakan, dalam melaksanakan kegiatannya, tersangka M mempekerjakan lebih dari 40 orang untuk menebang pohon di dalam kawasan hutan Jambi dan Sumatera Selatan.

Nantinya, hasil penebangan tersebut diolah di dalam hutan menjadi kayu olahan dengan beragam ukuran.

“Kayu olahan tersebut dialirkan melewati parit atau kanal yang bermuara di dekat gudang tersangka yang berada di Dusun III Pancuran, Desa Muara Merang, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan,” kata Dedi.
 
​​Dalam kasus ini, penyidik menemukan barang bukti kayu olahan dengan berbagai jenis dan ukuran mencapai lebih dari 2.000 kubik.

“Dittipidter Bareskrim dibantu Sat Brimobda Polda Jambi melakukan penindakan di areal parit atau kanal tempat ditumpuknya kayu-kayu milik tersangka M,” katanya.

Dari gudang tersangka, kayu-kayu hasil pembalakan liar tersebut dijual kepada para pembeli di Jambi dan Sumatera Selatan.

Kegiatan pembalakan liar yang dilakukan M sudah berlangsung sejak tahun 2015.

Saat ini, polisi telah memeriksa sembilan orang saksi yang merupakan para pekerja pembalakan liar.

Dalam kasus ini, polisi telah menyita sejumlah barang bukti seperti dua unit truk, kayu olahan yang terdiri dari kelompok rimba campuran (punak), kelompok kayu indah dua (rengas burung) dan kelompok meranti, dokumen-dokumen, alat komunikasi, dua kartu ATM dan alat tebang.

Atas perbuatannya, tersangka M dikenakan Pasal 88 ayat (1) huruf a jo Pasal 16 undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dengan ancaman hukuman paling singkat satu tahun penjara dan paling lama lima tahun penjara serta pidana denda paling sedikit Rp500 juta dan paling banyak sebesar Rp2,5 miliar. (Ma'ruf Asli)

 I Made Arya,  Kepala Pemasaran PT. Asuransi Jasindo Tolitoli 

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | PT. Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) bekerja sama instansi dinas terkait, memberikan perlindungan jiwa bagi nelayan serta perlindungan aset usaha petani dan peternak yang ada di Tolitoli.
 
Kepala Kantor Pemasaran Tolitoli  PT. Asuransi Jasindo, I Made Arya mengungkapkan hal itu saat disambangi media Alasannews.com di Kantornya Jl. Syarif Mansur Kelurahan Panasakan, Tolitoli, Senin (5/7/2019).
 
I Made Arya mengatakan saat ini pihaknya melayani asuransi jiwa bagi nelayan bekerja sama dengan Dinas Perikanan Tolitoli. Demikian juga bekerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) untuk mengasuransikan tanaman padi petani sawah di Tolitoli. 
 
Masih, menurut Made Arya, setelah Dinas Perikanan dan Dinas TPH, Kepala Pemasaran area Tolitoli itu juga menjalin kerjasama dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Tolitoli.
 

"Selain asuransi umum kami juga memberikan produk layanan asuranasi jiwa untuk nelayan, serta perlindungan aset petani dan peternak," ujar I Made Arya selaku Kepala Pemasaran di Tolitoli.
 
Pelayanan asuransi perlindungan jiwa nelayan serta perlindungan aset usaha pertanian dan peternakan merupakan kebijakan pemerintah melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan serta Kementrian Pertanian.
 
PT. Asuransi Jasindo yang tidak lain adalah BUMN, mendapat kepercayaan pemerintah untuk menjalankan tugas tersebut. Tanpa mengurangi fungsi profitnya, perusahaan plat merah itu memberikan layanan asuransi yang preminya ditalangi keseluruhan atau separuhnya oleh pemerintah.
 
Perlindungan nelayan dipandang penting oleh pemerintah. Karena pekerjaan di laut bagi nelayan kecil sangat beresiko, maka perlu perlindunga nuntuk memberi rasa tenang bagi nelayan dan keluarganya.
 
Premi yang mesti dibayarkan ke perusahaan asuransi sebesar Rp. 175.000/tahun. Itu menjadi tanggungan pemerintah pusat. Talangan pemerintah itu selama setahun, untuk selanjutnya menjadi tanggungan nelayan yang bersangkutan. Klaim asuransi yang didapatkan hingga Rp. 200.000.000
 
Sejumlah persyaratan mesti dipenuhi nelayan yang berhubungan dengan Dinas perikanan kabupaten. Terlebih dahuluntuk,  mereka mesti memiliki kartu nelayan yang dikeluarkan oleh Kementrian perikanan. 
 
Tak berbeda jauh dengan  nelayan, petani juga mendapatkan perlakuan yang sama. Hanya saja bagi petani, yang diasuransikan adalah aset usaha pertaniannya, yakni padi sawah.
 
Besaran premi yang mesti dibayarkan dalam hitungan perhektar adalah Rp. 180.000. Pemerintah menalangi 80%. Dengan itu petani hanya membayar 20% atau 36.000. Adapun besaran Klaim yang diperoleh petani jika gagal panen, sebesar 6.000.000 per hektar. 
 
 
Sementara itu, sama dengan petani, peternak yang diasuransikan adalah ternaknya. Premi yang mesti dibayarkan peternak adalah Rp.40.000 perekor.
 
Setahun terakhir ini, gencar dilakukan sosialisasi asuransi ternak oleh Disbunak yang bekerja sama Asuransi Jasindo.
 
Kepala Seksi Peternakan Disbunnak Tolitoli, Sri Rahayu, SPt., melalui sambungan telepon mengatakan pihaknya menjalin kerja sama yang erat dengan Perusahaan Asuransi Jasindo untuk melindungi aset para peternak.
 
Dijelaskannya bila akhirnya dalam proses pemeliharaan, ternak mati, dapat kalaim melalui asuransi sebesar Rp, 10.000.000 untuk satu ekor sapi. Tentu saja  dengan persyaratan dan ketentuan yang telah diatur dan disepakati.
 
"Kami terus lakukan sosialisasi agar peternak bergairah untuk mengembangkan usahanya tanpa harus khawatir karena sudah diasuransikan," ujar Kabid Peternakan Disbunnak Tolitoli...... (Ma'ruf Asli )

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Dinas Pendidikan Tolitoli diduga tak peduli dengan nasib para siswa SMP Negeri 3 Lakuan Tolitoli yang membutuhkan ruang belajar yang layak. Kinerja lembaga itu dipertanyakan dalam kasus penyegelan ruang belajar siswa tersebut .

 
Pasalnya sekian lama setelah disegel oleh warga yang mengaku pemilik lahan dimana gedung sekolah itu dibangun, tak ada penyelesaian. Imbasnya Siswa harus melalui proses belajarnya menumpang di ruang kelas lainnya. Tentu saja itu tak nyaman dalam proses belajar mengajar.
 
Kepala Seksi yang menangani Pendidikan Tingkat Pertam Dinas Pendidikan Tolitoli, Ayatullah, ST., sebagai pihak yang paling bersentuhan langsung dengan hal itu tak berhasil ditemui di Kantornya. Demikian pula saat dihubungi melalui sambungan ponselnya, tak ada respon.
 
Semntara itu Kepla Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tolitoli, Dr. Adjmain Laterey saat dikonfirmasi, Selasa (6/7/2019) mengelak memberi keterangan dengan alasan masih sibuk menerima tamu di ruang kerjanya.
 
"Maaf, saya masih ada tamu dulu. Nanti kita bicarakan ya," ujarnya melalui sambungan telephon.
 
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Alasannews.com, penyegelan SMPN 3 di ujung utara Tolitoli itu sudah berlangsung sejak Februari awal tahun ini. Selama itu tak ada penyelesaian baik dari Desa, Kecamatan dan Disdikbud Tolitoli. Bahkan terkesan saling lempar tanggungjawab.
 
Sekcam Tolitoli Utara, Zulfachri, S.Sos., yang berhasil dikonfirmasi terkait penyegelan  itu mengakui belum adanya penyelesaian. 
 
"Pihak Desa sudah limpahkan ke Kecamatan terkait sengketa lahannya, namun belum ada penyelesaian, makanya kami sudah limpahan ke Kabupaten," akunya.
 
Kabar yang diperoleh, pihak Pemda Tolitoli telah membahas hal ini dalam rapat yang dihadiri Sekda Tolitoli, Drs. Moh. Mukaddis Syamsuddin, MSi., di Kantor Bupati Tolitoli. 
 
Tak diperoleh keterangan pihak-pihak yang hadir dan apa keputusan dari rapat yang konon terbatas dan tertutup itu.
 
Hingga berita ini naik tayang, Kadis Dikbud Tolitoli belum memberi keterangan. Demikian halnya Kepala Seksi Pendidikan Tingkat Pertama, Sayatulla, ST., belum didapat konfirmasinya........ (Redaksi)
Drs. Moahammad Suprizal Yusuf, MM., Sekda Buol Saat Pelepasan Mahasiswa PPL LPK. Komputer di Buol, Senin 5 Agustus 2019
 
Alasannews.com, Buol -Sulteng | Sekretaris Daerah  (Sekda) Kabupaten Buol, Drs. Moahammad Suprizal Yusuf, MM., melepas mahasiswa peserta Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Program Diploma 1 Komputer di Sekrertariat Yayasan Berkah Bina Mandiri Kabupaten Buol,  pada Senin (05/8/2019).
 
Hadir mendampingi Sekretaris Daerah Buol, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kab. Buol Serta Kepala Kemenag Kab buol.
 
Dalam arahannya pada acara tersebut Sekab memberikan apresiasi kepada Ketua dan Pengurus Yayasan Bina Mandiri. 
 
"Adanya PPL ini bsa mmbantu OPD lingkup Pemda Buol," ujarnya.
 
 
Sementara itu, Ketua Yayasan Berkah Bina Mandiri, Jepri Monti, S.Sos., dalam sambutannya mengatakan Mahasiswa LPK Komputer Yayasan Bina Mandiri sebagai peserta PPL tahun ini sebanyak 34 orang. 
 
"Mereka semua akan disebarkan ke beberapa kantor Organisasi Perangkat Daerah  (OPD) lingkup pemda Buol," ungkapnya.
 
Berdasarkan rilis Humas Diskominfo Buol yang diterima redaksi alasannews.com, Senin siang (05/8) usai acara pelepasan, Sekda Buol selanjutnya melakukan peninjauan gedung kegiatan belajar mengajar LPK Komputer Berkah Bina Mandiri. ..... (Ma'ruf Asli)


Alasannews.com, Jakarta | Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol. Dani Kustoni memberiksn penjelasan atas kasus pembobolan rekening giro Bank BUMN di gedung Bareskrim Mabes Polri Jakarta, Jumat (2/8/2019). 

 
Dani Kustoni yang didampingi Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra menguraikan modus yang digunakan tersangka Condro dalam melakujan kejahatannya.

Menurut Kasubdit I Dittipid Siber Bareskrim Polri itu, secara sederhana, kejahatan yang disangkakan kepada Condro adalah mengakali sistem bank untuk mengirim uang ke rekening tertentu. 
 
Jumlah rekening yang jadi penampung itu mencapai 16 rekening. Semua dengan modal rekening Rp. 0, alias tanpa saldo. 
 
Tersangka Condro hingga akhirnya ditangkap, berhasil mentransfer sejumlah uang. Jumlah yang berhasil dia sebar ke 16 rekening tersebut mencapai total Rp 1,7 miliar.

Bagi Bareskrim, baru kali ini menemukan kejahatan dengan modus semacam itu.
 
”Saat ini teknologinya sedang diidentifikasi, dari laptop dan handphone pelaku. Semua sedang diuji laboratorium forensik,” terang Dani Kustoni.

Berdasar hasil identifikasi sementara, diduga Condro memodifikasi kartu ATM yang dimiliki. Kendati Condro diketahui mengambil uang dari ATM Mandiri, namun Dani enggan memastikan Bank lainnya yang jadi korban.

Seperti telah dilansir beberapa media online, saat dimintai konfirmasi secara terpisah, Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas menuturkan, sejauh ini tidak pernah terjadi kasus transfer tanpa saldo di bank pelat merah tersebut.

”Sejauh yang kami tahu, di ATM-ATM kami tidak pernah kejadian seperti itu,” ujarnya di Plaza Mandiri, Jakarta.
 
Berawal Tiga bulan lalu Condro Prayitno mengaku mentransfer Rp 300 ribu. Setelah mengirim uang, saldonya justru bertambah jadi Rp. 600 Ribu.

Kemudian, dia menjajal transfer lagi. Hal serupa kembali terjadi. Jumlah uang di rekening pria 45 tahun itu bertambah gendut. Jadi Rp 1,2 juta.

”Itu hanya kebetulan,” ujar Condro, tersangka kasus akses ilegal, saat berada di gedung Bareskrim Polri, Jakarta (2/8).

Pemilik usaha pembersih lantai itu ditangkap polisi di Majalengka, Jawa Barat, 25 Juni lalu, dalam kasus akses ilegal. Itu terjadi setelah polisi menerima laporan dari salah satu bank BUMN......(Redaksi)

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Pendampingan Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Tolitoli kepada Rumah Sakit Umum (RSU) Mokopido dikabarkan telah dihentikan. Sejumlah program kegiatan dampingan tim Kejaksaan bernilai miliaran rupiah di rumah sakit itu terpaksa harus berjalan tanpa pengawalan 'khusus'.

 
Direktur RSU  Mokopido Tolitoli, dr. Danial saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Sabtu (03/7/2019), membenarkan penghentian pendampingan tersebut. Menurutnya keputusan itu telah diambil pihak Kejaksaan Negeri Tolitoli belum lama ini.
 
"Kami sudah menemui Kajari dan Pak Hazairin selaku Ketua TP4D Tolitoli. Memang ada beberapa alasan penyebab sehingga terjadi penghentian pendampingan," ujar Direktur RSU Mokopido kepada awak media yang menemuinya..
 
Direktur Rumah sakit ini pada dasarnya menyayangkan terhentinya kerja sma pendampingan dengan kejaksaan itu. Namun pihaknya tetap menghormati keputusan yang telah diambil Korps Baju Coklat itersebut. 
 
"Kami menghormati keputusan itu. Walaupun demikian, kami akan tetap konsultasi dengan pihak Kejaksaan sekalipun tidak lagi ada pendampingan TP4D. Bagaimana pun kami perlu meminta pandangan hukum atas apa yang kami kerjakan dengan anggaran yang di gunakan," tutur dokter yang dikenal ramah ini.
 
Terkait dugaan adanya kemungkinan pelanggaran fatal yang ditemukan sebagai alasan pihak Kejaksaan menghentikan pendampingan di instansi yang dipimpinnya, dr. Danial mengaku tak tahu. Sejauh ini pihaknya berusaha untuk bekerja sebaik mungkin dengan menghindari kesalahan sekalipun dalam pendampingan TP4D.
 
Secara terpisah, media alasannews.com mengambil keterangan PPK RSU Mokopido terkait pekerjaan yang sedang dikerjakan dengan pendampingan Kejaksaan. Alumi selaku PPK menyampaikan pihaknya saat ini sedang menangani 4 proyek fisik dan 1 proyek pengadaan alat kesehatan senilai 40 Milyar Rupiah. Semuanya dari DAK.
 
Bangunan fisik yang dananya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019 itu meliputi bangunan instalasi rawat inap, instalasi rawat jalan, bangunan instalasi loundry dan bangunan instalasi pemeliharaan sarana rumah sakit. 
 
Baik direktur maupun PPK mengaku tidak ada perubahan kinerja terkait absennya pendampingan Kejaksaan. Intinya menurut mereka, mengelola dana sekecil apapun pastilah ada kehati-harian untuk menghindari penyimpanan atau penyelewengan.
 
Sejauh ini pihak PPK mengaku bersikap keras dan tegas dengan kontraktor yang melaksanakan kegiatan. Pihaknya tak segan memberikan teguran atau peringatan bila tak sesuai dengan ketentuan kontrak dan progres kegiatan.
 
"Daripada beresiko terhadap kami dan pekerjaan proyek itu, lebih baik kami tegas. Bahkan kalau perlu kami putuskan kontrak," tegas Alumi yang saat itu mengajak untuk meninjau dan menunjukkan langsung proyek kegiatan yang ditanganinya.
 
Sementara itu, untuk mendapatkan kejelasan mengenai penghentian pendampingan TP4D RSU Mokopido, Alasannews.com berusaha mengkonfirmasi Kasi Intel Kejari Tolitoli selaku Ketua TP4D.
 
Sampai berita ini ditayangkan, belum ada konfirmasi dari Hazairin, SH., selaku ketua TP4D Tolitoli........ (Ma'ruf Asli)

Bupati  Tolitoli Dr. (Hc). H. Moh. Saleh Bantilan, SH., MH., bersama sejumlah Kepala Daerah Pada Acara Rakornas Transmigrasi, Kamis 1 Agustus 2019

Alasannews.com,  Jakarta | Sejumlah Kepala Daerah Menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Transmigrasi tahun 2019 yang diselenggarakan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di Hotel Sultan, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta hari ini, Kamis (1/8/2019).
 
Bupati  Tolitoli Dr. (Hc). H. Moh. Saleh Bantilan, SH., MH., turut hadir dalam acara tersebut. Nampak menyertai kehadiran Bupati Tolitoli dalam acara itu, Kadis Trnsmigrasi Tolitoli, Drs. Jumadil Sikoti dan Salah seorang Kabidnya,  Abdullah Haruna, SPt.
 
 
Rakornas yang mengusung tema 'Revitalisasi Pembangunan Ekonomi Kawasan Transmigrasi 4.0' dibuka Wakil Presiden H. Moh. Jusuf Kalla. 
 
Pada kesempatan itu, Wapres JK  mengingatkan pentingnya transfer keterampilan antara transmigran dan penduduk lokal agar terjadi kesetaraan.

"Upaya yang dijalankan dewasa ini ialah bagaimana menyejahterakan transmigrannya dan menyejahterakan tempat di mana transmigran. Bagaimana caranya, tentu transmigrasi itu ada transfer keterampilan," kata JK seperti dilansir Detik.com, Kamis (1/8).

JK menuturkan transmigrasi adalah program yang dijalankan pemerintah sejak 1950. Dia menyebut tujuan transmigrasi adalah menyejahterakan transmigran dan penduduk lokal.

"Kalau yang datang tidak sejahtera, kemudian yang didatangi tidak sejahtera, maka transmigrasi itu tentu tidak maksimal," jelasnya.

JK mengakui ada gesekan antara transmigran dan penduduk lokal pada masa lalu. Tapi dia menilai transmigrasi banyak berdampak positif.

"Kita lihat banyak di antara yang punya anak, mereka sudah sekolah tinggi, sarjana, dan menempati posisi yang baik di daerah transmigrasi itu. Semua terjadi apabila ada suatu kebersamaan," paparnya.

Sementara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mengatakan transmigrasi telah berhasil memindahkan 8 juta penduduk. Selain itu, transmigrasi berhasil menciptakan dua ibu kota provinsi hingga 104 kabupaten baru.

"Transmigrasi telah menciptakan 2 ibu kota provinsi, 104 kabupaten baru, 335 kecamatan, dan 1.336 desa definitif di luar Jawa. Saat ini, capaian transmigrasi di 619 kawasan dan 48 kawasan program revitalisasi telah mengelola 4,2 juta transmigran, termasuk 1,7 juta tenaga kerja yang tinggal di kawasan seluas 4,4 juta hektare," jelasnya.
 
Dari sumber informasi Alasannews.com, Rakornas Transmigrasi itu mengenakan kehadiran beberapa menteri dari Kabinet Kerja sebagai narasumber dalam sesi panel. 
Antara lain, Menteri PPN/BAPPENAS, Menko PMK, Mendagri, Mentan, Menteri LHK dan Menteri ATR / BPN. ....... (Ma'rufAsli
Halaman 7 dari 15
Ruslan S Untuh
Mapri
Alimran
Kadis Perkebunan
Ruslan Hadi
Minarni
abd rhman
Amrin Haling
Kadri
Jusman

Kontak Polisi

RESOR PALU