Jumat, Desember 06, 2019
hut daerah


Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Terpilihnya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani sebagai Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), lahir keinginan mewujudkan ekonomi syariah. Sri Mulyani berkomitmen menghadirkan ekonomi berbasiskan wajah Islam Indonesia yang inklusif.

Hal itu dimulai dengan melakukan terobosan strategi untuk pengembangan ekonomi syariah agar bisa mensejahterahkan umat Islam di Indonesia.

 
Bahkan Mentri dari jaman SBY ini mengaku telah menyiapkan beberapa program, antara lain pengembangan kualitas sumber daya manusia, peningkatan kapasitas riset, mendukung kebijakan yang menunjang perkembangan ekonomi syariah, mendorong sinergi antara akademisi, industri dan Pemerintah/Otoritas dalam mengembangkan ekonomi syariah, serta mendukung upaya membangun wajah Islam yang inklusif dan sejalan dengan semangat kebhinekaan dalam bingkai NKRI.

"Dengan pengalaman saya sebagai ekonom profesional, baik di Indonesia dan tingkat global, saya ingin meningkatkan peran ekonom-ekonom Islam di Indonesia dalam upaya memajukan kesejahteraan dan kemajuan bangsa Indonesia secara berkeadilan sesuai prinsip dan nilai-nilai Islam yang luhur," ujar Sri Mulyani di Jakarta seperti dilansir Sindonews.com, Minggu (25/8/2019).

Dikatakan Mulyani, tantangan ekonomi Indonesia yang mayoritas beragama Islam adalah memajukan kesejahteraan umat dan menciptakan kesempatan yang adil bagi semua untuk dapat mengaktualisasikan potensi dirinya. Sehingga menjadi manusia yang produktif, inovatif, dan berkualitas dengan tetap memelihara nilai-nilai religiusitas luhur keislamannya.

"Selama empat tahun ke depan, saya akan berupaya membangun IAEI menjadi organisasi para akademisi, ekonom-ekonom, praktisi dan industri dan policymakers yang profesional dan unggul. Sehingga dapat berperan aktif membangun ekonomi Indonesia dan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia," tandasnya.

Tentunya tercapainya kesejahteraan umat secara adil dan merata menjadi tujuan akhir yang ingin dicapai.

"Indonesia sebagai negara dengan jumlah umat muslim terbesar di dunia, mempunyai potensi besar dalam mengembangkan perekonomian Islam untuk mensejahterakan umatnya," jelasnya.

Guna mewujudkan program-program tersebut Mentri yang baru diadulat jadi Ketua IAEI itu berharap adanya dukungan dari berbagai pihak utamanya akademisi, pelaku bisnis dan para pembuat kebijakan.
 
"Tentu tidak akan bisa terlaksana semua program itu dengan baik tanpa adanya dukungan dari para akademisi, pelaku bisnis serta pembuat kebijakan. Oleh karena itu, seluruh unsur tersebut nantinya akan terwakili dalam kepengurusan IAEI," kata Mulyani...... (Ma'ruf Asli)

 

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Kabar pencopotan H. Aziz Bestari, ST., MM., dari posisinya sebagai Ketua Partai Nasdem Kabupaten Tolitoli menuai reaksi dari loyalisnya hingga jajaran pengurus ranting ditingkat desa.
 
Kekuatan arus bawah internal di Tolitoli partai besutan Surya Paloh itu bereaksi karena mengira Aziz Bestari bakal terganjal dalam proses Pilkada Tolitoli mendatang.
 
Angga, salah satu orang dekat mantan Ketua DPRD Tolitoli itu membantah sinyalemen pencopotan H. Aziz sebagai bentuk penjegalan.
 
Menurutnya, ditunjuknya Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Nasdem Tolitoli menggantikan posisinya saat ini, justru karena pilihan Mantan Ketua PKPB itu untuk maju bertarung pada Pilkada mendatang.
 
"Bukan dicopot," singkat Angga bermaksud meluruskan. 
 
"Justru karena Pak Haji mau maju bertarung, maka beliau memilih ketentuan yang telah ditetapkan partai untuk melepas posisi ketua," sambungya kepada Alasannews.com dalam sebuah perbincangan di Tolitoli, Minggu (25/8/2019).
 
Akibat dari keputusan Aziz Bestari melepas posisinya sebagai ketua, menyebabkan tokoh yang berhasil membawa partai Nasdem sebagai pemenang Ketiga dalam Pileg 2019 itu sibuk menenangkan dan meredam reaksi protes para pendukung fanatiknya.
 
Bahkan untuk hal itu, seperti dituturkan Angga, Aziz Bestari yang sudah Tiga kali maju Pilkada Tolitoli itu mesti mengumpulkan sejumlah pendukungnya Sabtu malam (24/8) di Taman Kota Gaukan Mohammad Bantilan (GMB) Tolitoli.
 
Ketika ditanya sejak kapan pastinya posisi ketua dipindah tangankan, Angga tak menyebut tanggal pastinya. Ia hanya memperkirakan sekitar seminggu yang lalu.
 
Hingga berita ini ditayangkan, dari H. Aziz Bestari belum diperoleh keterangan pastinya mengenai ditunjuknya Pelaksana Tugas (Plt) tersebut. 
 
Belum ada penjelasan resmi dari partai Nasdem secara kelembagaan. Angga mempersilahkan mengkonfirmasi langsung kepada H. Aziz Bestari. Namun saat ini yang bersangkutan masih dalam proses dikonfirmasi....... (Ma'ruf Asli
Tampak pagar SDN Anggasan kondisinya memprihatinkan
 
Alasannews.com, Dondo, Tolitoli-Sulteng | Kepala SD Negeri Anggasan, Rusdin AR. Harun mengeluhkan keadaan pagar sekolah yang dipimpinnya hingga saat ini belum ada anggaran pembenahannya.
 
Ditemui di Kantornya di Desa Anggasan kecamatan Dondo, belum lama ini Rusdin AR. Harun menyampaikan kondisi pagar sekolahnya. Dari total panjang 274 meter, 190 meter yang sudah dibangun belasan tahun silam kondisinya rusak parah. Sementara sisanya 84 meter belum ada pagarnya hingga saat ini.
 
Menurut Kepala Sekolah dengan jumlah siswa 239 orang ini, pagar sekolah baginya sangat penting dan mendesak. Keamanan siswa saat berada di sekolah sulit dijaga.
 
Murid yang banyak dengan tenaga pengajar yang kurang menambah persoalannya menjadi lebih kompleks. Mereka tidak dapat terkontrol dengan baik saat jam istirahat.
 
Bahkan menurut Kepala Sekolah berlatar SGO ini, beberapa tahun lalu, karena tak ada pagar, samping Utara sekolah, sempat menjadi tempat pembunuhan.
 
"Saya agak khawatir dengan tidak adanya pagar sekolah ini. Kejadian pembunuhan tepat di samping sekolah sekitar 3 tahun lalu membuat kami agak trauma. Makanya saya usulkan terus. Namun sampai sat ini belum terealisasi," ungkap Rusdin.
 
Ditempat terpisah, Ketua Komite Sekolah Dasar Negeri Anggasan, Hasan Ugo saat dikonfirmasi mengatakan telah berusaha mencari solusi. Namun sampai saat ini belum ada jalan keluar. 
 
"Jika melibatkan orang tua wali murid, khawatir memberatkan dan takut nantinya bermasalah," ujar Hasan Ugo.
 
Untuk itu baik Kepala Sekolah maupun Ketua Komite berharap pemerintah daerah turun tangan mengatasi hal tersebut.....(Hasbi AR).

Alasannews.com, Ogodeide, Tolitoli-Sulteng | Karena pasokan hanya 3 kali dalam sebulan, itu pun jumlahnya terbatas, menyebabkan Gas LPG 3 Kg diserbu warga Pulau Desa Labuan Lobo Ogodeide saat mobil agen tiba di Dusun itu, Jum'at sore (23/8/2019).

 
Warga yang mayoritas ibu-ibu mengerubuti mobil milik salah satu agen LPG bersubsidi asal Toltoli untuk mendapatkan jatah. Khawatir tak kebagian mereka pun  berebut.
 
Salah seorang warga, Darman menuturkan bahwa warga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk memasak karena kondisi seperti itu. 
 
"Terpaksa seperti itu, berebut karena kadang tidak cukup.  Kalau cuma dapat 1 tabung mana cukup untuk 2 Minggu," ujarnya.
 
Warga tak keberatan walau harga yang mereka bayarkan Rp. 30.000 per tabung. Karena bila harus mencari keluar, warga akan keluar biaya ekstra.
 
Untuk mengatasi itu, dituturkan Darman,  terpaksa beli langsung ke kota. Kalau masih kurangan mesti diatasi dengan kayu bakar.
 
Senada dengan Darman, salah seorang ibu yang mendapatkan 1 tabung mengatakan bahwa dengan itu hanya bisa seminggu.
 
Sopir yang sedang sibuk melayani warga mengakui hanya datang 3 kali sebulan sesuai jatah yang diatur perusahaan agennya.......(Ma'ruf Asli)
 
Wakil Bupati Tolitoli Wakil Bupati Tolitoli Hi. Abdul Rahman Hi. Budding dilaporkan menghadiri pengajian rutin Majelis Ta'lim Hubbul Wathan Kecamatan Lampasio Kabupaten Tolitoli di Aula Kantor Urusan Agama Kecamatan Lampasio Kamis pagi (21/8/2019). 
 
Kabag Humas Pemda Tolitoli, Arham A. Yakub dalam rilis resminya, diterima Alasannews.com (22/8) mengatakan Pengajian Rutin yang dihadiri Wakil Bupati itu mengangkat tema "Melalui pengajian Majelis Taklim Hubbul Wathan Kita Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah, Membangun Kebersamaan Umat Membina Generasi Qur'an".
 
Dikatakan Arham, pada kesempatan itu, H. Abdul Rahman H. Budding saat menyampaikan harapan agar Majelis Ta'lim Hubbul Wathan mampu untuk menangkal radikalisme dan menjaga persatuan serta keutuhan bangsa termasuk di daerah Tolitoli. 
 
"Kita berharap agar Majelis Ta'lim Hubbul Wathan mampu untuk menangkal radikalisme dan menjaga persatuan serta keutuhan bangsa termasuk di daerah kita terninta ini," ujara Wabup Tolitoli yang dikutip Kabag Humas dalam rilisnya. 
 
Lebih jauh menurut Arham, Wakil Bupati juga berharap melalui majelis ini semua elemen bersatu menuju titik mardatillah atau keridhaan Allah dan menjadi apa yang diharapkan pendiri bangsa yaitu Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur.
 
Sementara itu, dihadapan Wakil Bupati, Ketua Panitia Pelaksana Jaudi, melaporkan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan seluruh lembaga keagamaan di Kecamatan Lampasio dapat membangun kebersamaan dengan satu tujuan mulia yaitu menciptakan generasi Quran melalui kegiatan bimbingan hafalan Quran yang dievaluasi setiap tahunnya. 
 
Jaudi mengatakan seluruh lembaga keagamaan yang bekerjasama dengan Penyuluh Agama non PNS KUA Kecamatan Lampasio, telah dan akan adakan omba hafal Quran.  Kegiatan itu sudah berlangsung selama 2 tahun. Terfokus pada kegiatan bimbingan hafal Quran. 
 
Rencananya tanggal 10 Muharram 1441 Hijriyah yang bertepatan tanggal 10 September 2019, akan dilaksanakan kegiatan lomba hafal Quran tingkat Kecamatan Lampasio yang kedua kalinya.
 
 
Pengajian tersebut turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli H. Muclis, S,Ag, Camat Lampasio Sudirman, SP, Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Lampasio dan ummat Muslim di Lampasio....... (Redaksi)

Petugas Costumer Service Bank BNI saat melayani pencairan dana bantuan bencana banjir Tolitoli,  Rabu 21 Agustus 2019

 
Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Dana Bantuan untuk korban rencana banjir Tolitoli tahun 2017 sebesar Rp.1,925 Milyar dari Kementrian Sosial, direalisasikan pencairannya melalui Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Tolitoli.
 
Hingga hari ini proses pencairan itu masih berlangsung. Petugas dari Dinas Sosial Tolitoli sudah 3 hari mendampingi masyarakat mengurusproses pencairannya di Kantor BNI 46 Tolitoli.
 
Kadis Sosisl Tolitoli, Drs. H. Indar Dg. Selasa kepada Alasannews di Tolitoli (22/8/2019) mengatakan proses pencairan itu diupayakan sesegera mungkin diterima warga korban bencana banjir 2 tahun lalu itu.
 
"Kita segera lakukan pencarian melalui Bank BNI. Sudah lama warga menantikan bantuan itu," kata H. Indar.
 
Dijelaskan Kadis Sosial ini, bahwa mekanisme  pencairan bantuan itu diarahkan dalam bentuk rekening kelompok. Dana 1,925 Milyar itu dicairkan melalui 4 Kelompok penerima.
 
Selanjutnya masing-masing kelompok yang pada HUT RI Ke-75 telah menerima secara simbolis dari Wakil Bupati itu, membagikan dana tersebut kepada anggota kelompoknya.
 
 
Suasan dalam ruangenggaman tunggu nasabah Bank BNI Tolitoli saat pencairan dana bantuan korban banjir Topitoli
 
"Agar mereka tidak kesulitan membawa uang dalam bentuk tunai, dinas dan Kelompok memfasilitasi pembuatan rekening anggotanya. Selanjutnya mereka bisa cairkan sendiri sesuai kebutuhan yang diperlukan," imbuh Kadis.
 
Dipilihnya Bank BNI menurut mantan Kabag Kesra ini, karena BNI dinilai responsif dan memudahkan proses administrasinya bagi warga korban bencana. Lagi pula menurutnya selama ini memang pihaknya selalu bekerja sama dengan salah satu Bank Pemerintah tersebut.
 
Pantauan di kantor Bank BNI Tolitoli,  Rabu (21/8) pelayanan antrian warga korban bencana itu dilakukan hingga pukul 17.00 waktu Indonesia Tengah. 
 
Nampak petugas pelayanan Bank cukup sibuk melayani warga. Namun karena kondisi sudah petang, pihak Bank minta dilanjutkan esok harinya.
 
"Dilanjutkan besok lagi ya pak," ujar Ines salah seorang customer service dengan ramah kepada warga yang masih mengantri.
 
Alhasil sore itu pelayanannya diistrahatkan dan dilanjutkan hingga hari ini........(Ma'ruf-Asli)

Armen Jaru, Admin Group Tolitoli Bicara Part Two 

 
Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Group Medsos Facebook yang populer bagi warga net di Tolitoli tak lagi dapat diakses anggotanya.
 
Sejak beberapa hari ini tak ada lagi perdebatan panas dari sejumlah warga net Tolitoli yang biasanya mengundang ratusan komentar atas satu tema 'sensitif' dalam group itu.
 
Armen Jaru, sang 'pemilik', saat berbincang dengan Alasan news.com, Rabu pagi (21/8/2019), mengatakan pihaknya selaku admin group terpaksa menghentikan segala aktifitas Tolitoli Bicara Part Two.
 
Pasalnya menurut Armen, dirinya khawatir dan was-was untuk berhadapan dengan aparat penegak hukum (APH), karena adanya koment yang mengandung ujaran kebencian dari member group.
 
"Terpaksa tutup. Tutup permanen," kata Armen.
 
Dikatakan Armen Jaru, group itu telah dihapus oleh pihak Facebook dan tak dapat lagi di akses.
 
Kekhawatiran bakal dipanggil APH karena adanya indikasi komentar member group berpotensi masuk ranah hukum. 
 
Salah satu akun itu menurut Armen teridentifikasi menyampaikan komentar mengandung ujaran kebencian hingga 7 kali seperti informasi yang menurutnya  diperoleh dari pemberitahuan salah seorang teman di institusi kepolisian.
 
"Lebih baik ditutup daripada kita berirusan APH dan pasal-pasal ITE," ujar Armen.
 
Atas berhentinya Group Medsos Facebook dengan member sebanyak 50 ribuan akun itu, menyebabkan beberapa perdebatan sengit dan panas ciri khas group tak akan menghiasi wall Facebook anda.
 
Aspirasi warga net baik yang di Tolitoli maupun di luar Tolitoli terpaksa terhenti sementara ini. 
 
Tema-tema 'panas ' terkait banyak hal, setiap saat hadir di hadapan member group. Opini mengkritik tokoh pejabat, kebijakan pengelolaan daerah, harga komoditas hingga soal sampah dan persoalan sosial daerah lainnya, mengundang pendapat dan cara pandang yang berbeda atau pun saling menguatkan.
 
Kehadiran group itu menjadi sarana penyalur aspirasi disaat sumbatan jalur formal melalui DPRD atau pun pemberitaan media massa tersumbat. 
 
Demikian pula saat perhelatan politik. Apalagi saat seperti sekarang ini  jelang perhelatan politik Pilkada.  Dipastikan semakin intens perdebatan mengenai kandidat dan program-programnya.
 
Namun demikian, Armen mengaku sedang mempersiapkan group baru. Hanya saja membernya mesti selektif dan menghindari hal-hal yang betentangan dengan undang-undang ITE....... (Redaksi)

 

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Kepastian Desa Lalos dan Desa Kalangkangan bakal jadi Desa Binaan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Tolitoli.
 
Hal itu diungkap Kabid Pemdes Dinas Pemberdayaan Desa Kabupaten Tolitoli, Ramli Mukarram, ST., MSi., saat ditemui di sela pertemuan pihaknya dan BPJS Ketenagakerjaan dengan Kades Lalos serta Kades Kalangkangan di Warkop Buya, Selasa (20/8/2019).
 
Pertemuan itu membahas kesiapan Dua Desa tersebut di Kecamatan Galang untuk bisa bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan louncing program jaminan sosial ketenagakerjaan.
 
Sebelumnya menurut Ramli, pihak BPJS ketenagakerjaan sudah menghadap Sekretaris Kabupaten Tolitoli, Drs. H. Mukaddis Syamsuddin, MSi., dan telah mendisposisi hal tersebut ke Dinasnya untuk ditindak lanjuti.
 
"Ini kami ketemukan pak Kades Lalos dan pak Kades Kalangkangan dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan untuk pembicaraan lanjut mengenai kerjasama untuk penetapan Lalos dan Kalangkangan jadi desa binaan," ujar Ramli.
 
Sementara itu ditempat yang sama, Kepala kantor perintis BPJS ketenagakerjaan wilayah Tolitoli - Buol, Andi Ilham Akbar kepada alasannews.com mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan serangkaian bentuk kerja sama yang telah terjalin dengan Pemda Tolitoli.
 
"Tadi baru menghadap pak Sekab, dan beliau sudah memberi arahan untuk berkoordinasi dengan pihak terkait. Setelah koordinasi dengan DPMD, kami temui Kades Lalos dan Kades Kalangkangan di sini," terang Andi Ilham.
 
Dalam pertemuan itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan itu menguraikan beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi kedua desa. Sekaligus menjelaskan bentuk kerja sama serta hal yang menjadi komitmen BPJS Ketenagakerjaan.   
 
"Desa yang kita tetapkan tentu saja yang sudah menjadi peserta program jaminansosial ketenagakerjaan dan menyatakan kesediaan," ujarnya Andi Ilham.
 
"Kami luncurkan semacam branding di desa sasaran dengan berbagai bentuk yang sifatnya mensosialisasikan program jaminan sosial ketenagakerjaan. Dan itu kami siapkan anggaran sesuai ketentuan kantor pusat BPJS Ketenagakerjaan," lanjutnya.
 
Merespon rencana kerja sama itu, Kades Lalos, Sudjono G. Darus menyambut dengan terbuka. Pihaknya sangat berterimakasih dan segera memenuhi semua yang menjadi persyaratan.
 
"Segera kami tindak lanjuti ini, apalagi kan Pemda sudah memberi arahan. Kepesertaan kami juga sudah berproses sekarang," imbuh Sudjono.
 
Moh. Djahir, Kades Kalangkangan yang hadir pertemuan tersebut, senada dengan Sudjono G. Darus. Menurutnya program itusangat baik dan menguntungkan aparatnya.
 
"Kalau perlu semua Kadus juga saya upayakan bisa ikut program jaminan sosial ketenagakerjaan ini," ujarnya menimpali pembicaraan saat itu...... (Ma'ruf Asli)

 

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Jabatan Kasat Reskrim dan Kasat Lantas Polres Tolitoli diserahterimakan hari ini di Mapolres Tolitoli, Senin (19/8/2019)
 
Pejabat tersebut yakni AKP Esti Prasetyo Hadi SH., SIK., selaku Kasat Reskrim Tolotoli, pindah jadi Kasat Reskrim Polres Kota Palu. Ia digantikan pejabat baru AKP Bara Libra Sagita, SIK. 
 
Sedangkan Kasat Lantas Polres Tolitoli AKP I Nyoman Raka Arya Wiyasa, SH yang pindah tugas ke Polres Morowali diganti pejabat baru AKP I Dewa Made Arda Dwi Alit Sukardi, SIK.
 
Dua perwira pejabat baru Polres Tolitoli, AKP. Bara Libra Sagita, SIK., yang sebelumnya menjabat Kasat Reskrim Polres Donggala dan AKP. Bara Libra Sagita, SIK yang sebelumnya Kasat Lantas Polres Kota Palu, disambut dengan upacara Sertijab yang dipimpin langsung Kapolres Tolitoli AKBP. Hendro Purwoko, SIK., MH.
 
Acara berlangsung di Aula Jananuraga Polres Tolitoli dihadiri Waka Polres Tolitoli Kompol. M. Nur Asjik, S.Sos., para Kabag, Kasat, Kapolsek, Perwira, dan Bintara Polres Tolitoli. 
 
Sertijab itu dihadiri juga Ibu Kapolres selaku Ketua Bhayangkari Cabang Tolitoli beserta jajaran pengurusnya.
 
Hadirnya Kasat Reskrim dan Kasat Lantas baru ini diharapkan bisa menunjukkan kinerja yang lebih baik lagi dari sebelumnya.
 
 
Kapolres Tolitoli, AKBP. Hendro Purwoko SIK., MH., ketika dikonfirmasi Senin sore, optimis dua pejabat baru di bawah kepemimpinannya bisa bekerja maksimal.
 
Selaku Kapolres, Hendro Purwoko berharap prestasi yang sudah di capai pejabat lama agar diperthankan dan ditingkatkan.
 
"PR yang belum selesai, agar diselesaikan dan tentunya berinovasi atau berkreasi untuk kelola dan menjaga kamtibmas tetap kondusif," ujar perwira dua melati itu.
 
"Semoga kehadiran pejabat baru akan membuat warna baru di polres Tolitoli," sambungnya.
 
 
Tentu saja masih ada sejumlah 'warisan' pejabat sebelumnya pada ranah Reskrim yang belum sempat diselesaikan. 
 
Tercatat misalnya kasus hutan mangrove Lingadan, kasus reklamasi, tambang liar, kasus pembuangan bayi, kasus pembunuhan di Dampal Selatan yang masih menyisakan seorang pelaku berstatus DPO.
 
Hal yang sama pada ranah Lantas Polres Tolitoli. Perlu terus ditekannya kasus laka lantas yang mana sebelumnya telah memperlihatkan penurunan angka lakalantas di Tolitoli. 
 
Demikian pula menyangkut balapan liar dan kebut-kebutan anak muda dibeberapa titik dalam kota perlu terus ditangani dan dicarikan solusia yang baik. Anak muda perlu tersalurkan bakatnya namun tidak boleh meresahkan warga sekaligus membahayakan keselamatannya.
 
Semuanya tentu memerlukan penanganan yang kreatif dan tidak melahirkan persoalan baru sebagaimana dimaksud Kapolres Tolitoli dan juga harapan  masyarakat Toltoli.
 
Kepada pejabat lama, ucapan terimakasih dan selamat bertugas ditempat pengabdian yang baru......(Ma'ruf Asli)

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-74 Tahun 2019 di Tolitoli selain secara formal terpusat di Taman Kota Gaukan Muhammad Bantilan, ada juga dilaksanakan secara khusus kalangan terbatas.

 
Sekitar pukul 07.30, peringatan HUT RI ke-74 diselenggarakan oleh pimpinan dan staf kantor Badan Pertanahan Tolitoli dalam bentuk pengibaran bendera merah putih di halaman kantornya.
 
Kesibukan di Kantor yang berada di Jalan Samratulangi Kelurahan Tuweley itu, tidak biasanya. Ada penampakan lain Sabtu pagi (17/8/2019).
 
Peserta yang hadir dalam barisan upacara tidak menggunakan seragam kantor, korpri atau sejenisnya. 
 
Sebaliknya setiap peserta yang hadir berpakaian adat yang  menggambarkan adat daerah.nusantara.
 
Ya, ruapanya pegawai BPN Tolitoli memperingati hari kemerdekaan RI ke-74 dengan konsep Bhinneka Tunggal Ika yang menghadirkan sejumlah pakaian adat dari beberapa daerah di tanah air. Antara lain pakaian adat Bugis. Tolitoli, Buol dan Jawa.
 
 
Informasi yang diperoleh dari keterangan sekuriti yang mengamankan jalannya acara tersebut, mengatakan kebijakan pimpinan kantor untuk penggunaan pakaian adat Nusantara itu.
 
"Itu kebijkan pimpinan pak," singkat sang sekuriti yang jaga pintu pagar kantor.
 
Saat itu nampak prosesi upacara sedang dimulai. Lengkap dengan petuas-petugas upacaranya mulai dari komandan upacara, inspektur upacara dan petugas pembacaan teks proklamasi.
 
Informasi dari keterangan sekuriti mengatakan upacara itu sengaja dibuat pagi karena pimpinan kantornya akan hadir juga dalam upacara jelang detik-detik proklamasi di Lapangan Tamkot GMB Tolitoli........(Ma'ruf)
 
 
 
Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, H. Rustan Rewa, SP., MP., lakukan monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap perkembangan tanaman padi masyarakat di Desa Kalangkangan Kecamatan Galang.
 
 
Monev itu dilakukan pada Minggu (19/8/2019) dengan turun langsung ke sawah bersama kelompok tani.
 
Kesempatan itu menurut Kadis TPH, sekaligus untuk mengetahui secara dekat kegiatan persawahan para petani di daerah ini.
 
Berdasarkan rilis yang diterima redaksi alasannews.com, hasil monev langsung oleh Kadis, memperlihatkan  perkembangan yang menggembirakan. Pihaknya yakin target-target capaian akan diraih dengan baik.
 
"Bagus pertumbuhan nya dan perkiraan hasilnya meningkat," ungkap Rustan Rewa dalam pesan singkatnya via WhatsApp.
 
Lebih lanjut menurut Kadis Rustan Rewa dalam rilisnya diterima redaksi Alasannews.com sore tadi,  optimisme peningkatan itu setelah pihaknya mengevaluasi langsung hasil perlakuan petani dengan perawatan yang baik dan penggunaan pupuk cair yang diberikannya kepada petani secara cuma-cuma.
 
"Karena pake pupuk cair aminosong. Pupuk itu tadi telah saya bagikan kepada petani secara gratis," tulisnya dalam rilis itu..
 
"Bagi petani yang betul mau maju dan berkembang produksinya bisa lebih meningkat. Bahkan hingga 30 %," terangnya........(Mrf)
 
Dini Azizah Larasati dan Nunung Nurhidayani, pembawa bendera saat upacara pengibaran dan penurunan bendera  pada peringatan HUT RI 74, Sabtu 17 Agustus 2019 di Lapangan Taman Kota Gaukan Mohammad Bantilan Tolitoli. 
 
Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Pelaksanaan upacara pengibaran bendera merah putih dalam peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke -74 pada tanggal 17 Agustus kemarin, berjalan lancar dan sesuai harapan. Demikian pula saat prosesi penurunan bendera pada sore harinya.
 
Kesuksean itu lahir dari kerja sama dan kekompakan yang terbangun saat latihan yang tekun dan tak kenal lelah selama 4 bulan sebelumnya. 
 
Masing-masing anggota pasukan pengibar bendera memiliki tanggung jawab yang besar sesuai perannya. 
 
Namun setiap perhelatan agenda tahunan nasional itu, pusat perhatian seluruh yang hadir tertuju pada sosok pembawa bendera.
 
Bagi yang bertugas membawa bendera baik saat pengibaran pagi hari maupun penurunan sore harinya, butuh kemampuan ekstra dari sisi kesiapan mentalnya.
 
Adalah Dini Azizah Larasati, Pelajar Siswi Kelas XI IPA 3 SMA Negeri 3 Tolitoli yang bertugas membawa baki naik ke podium utama menjemput duplikat bendera pusaka. Usai menerima bendera dari inspektur upacara yang juga Wakil Bupati Tolitoli,  lalu bergabung dengan pasukan lainnya menuju tiang pengibaran. 
 
 
 
Dini, putri tunggal pasangan Sofiyudin, SH. dan Sumarni, SKM. itu mampu mengalahkan rasa groginya hingga sukses menyelesaikan tugas berat yang dipercayakan padanya.
 
Sama halnya yang dialami Nunung Nurhidayani, Pelajar Siswi Kelas XI Madrasah Aliyah Alkhairat Kalangkangan ini mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik. Menurunkan bendera bersama pasukan penggerek bendera lalu mengantarnya ke podium utama dan diserahkan kepada Wakil Bupati selaku Inspektur Upacara.
 
Beban psikologis yang diterima Nunung tidak lebih ringan dari apa yang dialami Dini. Putri dari pasangan orang tua yang keduanya berprofesi guru, Abdul Kadir S. SPd. , dan Ernawaty,  SPd., ini mampu menghalaurasa nerfes dan keragu-raguannyaku dan menuntaskan tugasnya dengan sukses.
 
Ditemui kedua siswi inspiratif ini saat bersantai dengan rekannya sesama Paskibraka di Lobby Hotel Dini fitri Tolitoli, Sabtu malam (17/8/2019), mengungkapkan rasa bangga dan senangnya sukses melaksanakan tugas.
 
Keduanya mengaku senang dan ber terimakasih atas bimbingan para pelatih yang dengan frofesioral menjalankan tugasnya.
 
Ungkapan kedua siswa ini diangguki  H. Ukkas, selaku Pelatih yang juga Ketua Purna Paskibraka Indonesia  (PPI) Tolitoli yang hadir saat wawancara berlansung.
 
Saat ditanya proses awal dan motivasi mengikuti perekrutan pasukan pengibar bendera,  baik Dini maupun Nunung mengaku karena keinginnanya menjadi anggota Polisi Wanita  (Polwan) setelah tamat SLTA.
 
Mereka mengaku proaktif mencari tahu proses pendaftaran dan mengikutinya hingga terpilih dan ikut latihan selama 4 Bulan.
 
 
Berikut profil Dini dan Nunung
 
 
Dini Azizah Larasati 
 
Sekolah:  SMA NEGERI 3 Tolitoli 
Kelas: XI IPA 3 
Orang tua:
Ayah : Sofiyudin, SH. (Anggota Polri)
Ibu    : Sumarni, SKM. (PNS/Bidan)
Kelahiran : Jakarta, 23 Januari 2004
Cita-cita: Polwan / Dokter
 
 
Nunung Nurhidayani

Sekolah: Madrasah Aliyah Alkhairat Kalangkangan Kelas : XI
Orang Tua: 
Ayah : Abd. Kadir S. SPd.  (Kepala Sekolah)
Ibu.    : Ernawaty, SPd. 
Alamat : Jl. Bandar Udara Ginunggung.
Kelahiran : Tolitoli,  15 Februari 2005
Cita-cita :  Polwan / Dokter
 
Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Kapolres Tolitoli AKBP Hendro Purwoko, SIK., MH.,  menghadiri upacara pengibaran Bendera Merah Putih di Lapangan Taman Kota Gaukan Muhammad Bantilan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 Tanggal 17 Agustus 2019, Sabtu pagi.
 
Pada Pengibaran Bendera Merah Putih yang  dipimpin Wakil Bupati Tolitoli H. Abd Rahman H. Budding itu,  Kapolres hadir bersama unsur Forkopimda Tolitoli, Sekertaris Kabupaten Tolitoli, Drs. Mukaddis Syamsuddin, MSi., Staf Ahli Bupati,  Para Asisten Setdakab Tolitoli dan para Kepala Perangkat Daerah Lingkup Pemda Tolitoli. 
 
Sementara peserta upacaranya terdiri dari personil  TNI, Polri, Satuan Pemadam Kebakaran BPBD, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Mahasiswa, Pramuka, Pelajar SLTA dan SLTP serta Aparatur Sipil Negara Kabupaten Tolitoli. 
 
 
Unsur Forkopimda yang hadir bersama Kapolres Tolitoli dalam Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih tersebut yaitu Dandim 1305/BT, Danlanal, Kajari, Ketuan Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama dan Ketua DPRD Tolitoli. Selain itu hadir juga para Pejabat Utama Polres Tolitoli. 
 
Komandan upacara pada pengibaran Bendera Merah Putih ini adalah Letda Laut (k) Evenetus Longginus dan Kanit Pidsus Polres Tolitoli Ipda Salman sebagai pemimpin pasukan pengibar benderanya. 
 
Usai upacara pengibaran bendera, Kapolres Tolitoli didaulat memberikan hadiah kepada para pemenang pertandingan tenis lapangan yang digelar oleh pemerintah Kabupaten Tolitoli dalam memeriahkan HUT RI ke-74...... (Redaksi)
 
Sumber: Tribratanews Polres Tolitoli
 
Regu Gerak Jalan perwakilan Ibu PKK Desa Ogowele Buga saat mengikuti lomba gerak jalan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 74 di Tinabogan, 17 Agustus 2019
 
Alasannews.com, Dondo, Tolitoli-Sulteng | Peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke 74 tahun, turut dimeriahkan masyarakat kecamatan Dondo dengan berbagai kegiatan. Salah satunya yang menarik  perhatian adalah lomba gerak jalan.
 
Kegiatan lomba gerak jalan yang melibatkan ibu-ibu PKK dari semua desa sekecamatan Dondo itu dipusatkan di ibu kota kecamatan, Lapqngan Desa Tinabogan, SAbdullah sore (17/8/2019).
 
Pelaksanaan lomba di mulai jam 14:30 siang hari. Pelepasan pserta dengan titik star dri lapangan ogogilli dn finish di lapangan Tinabogan. 
 
 
Selain ibu PKK, turut ambil bagian wakil dari masing-masing desa, .Staf pegawai RSU. Hj. Zusai dah Bantilan Malala dan Siswa SMA.SMK serta security mitra Polri.
 
Sementara untuk Tim juri yang dilibatkan dalam penilaian lomba berasal dari pegawai kecamatan, Koramill Dondo dari unsur TNI  dan Polsek Dondo dari unsur Polri. 
 
 
Pantauan awak media Alasannews.com saat kegiatan berlqnsung, nampqk eeserta sangat antusias dan bersemangat. Terlihat juga kekompakan  melakukan gerak jalan sambil melakukan atraksi yang membuat  penonton bersorak. Atraksi itu semakin variatif  di depan juri penilai. 
 
Sepanjang lintasan, warga cukup antusias turun ke bahu jalan menyaksikan kegiatan yang ada setahun sekali itu.
 
 
"Senang limannya.  Jarang-jarang terjadi," kata salah seorang warga yang menyaksikan tim gerak jalan yang melintasi di depan rumahnya.
 
Untuk menjaga keamanan dan kelancaran kegiata, pihak ke polisian mengawal jalannya lomba dri mulai star sampai finish. Demikian pula 1 unit ambulance disiagakan beserta tim medis untuk evakuasinformasi jika ada yang butuh penanganan medis.
 
Kegiatan lomba gerak jalan itu berakhir di Tinabogan skligus langsung mengikuti upacara penurunan bendera merah putih...... (Hasbi AR)

 Sekda Tolitoli, Drs Mukaddis Syamsuddin, MSi  foto bersama Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Buol,  Andi Ilham Akbar dan Kepala DPMD, Moh.  Zikron, SH, MSi., serta Kades Ogosifat, Kades Kongkomos dan Kades Lantapan  saat penyerahan secara simbolis Sertifikat dan kartu BPJS Ketenagakerjaan di Lapangan Taman Kota Gaukan Muhammad Bantilan pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke -74

Alasannews.comel,  Tolitoli-Sulteng | Pada peringatan HUT RI ke -74, Pemda Tolitoli bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan program perlindungan kepada para Kepala Desa dan Aparatnya.
 
Penyerahan secara simbolis Sertifikat kepesertaan dan Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada Aparat Desa diserahkan oleh Sekda Tolitoli, Drs. H. Mukaddis Syamsuddin, MSi didampingi Kepala DPMD Tolitoli, Moh. Zikron, SH., MSi., serta Kepala Kantor Cabang Perintis BPJS wilayah Tolitoli Buol, Andi Ilham Akbar di Lapangan Taman Kota Gaukan Mohamemada Bantilan serangkaian peringatan HUT RI 74, Sabtu  (17/8/2019).
 
Penerima sertifikat dan kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk Kades dan Aparatnya diwakili Kades Ogosifat, Kades Kongkomos dan kades Lantapan. 
 
Ditemui usai penyerahan kartu secara Simbolis itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Moh. Zikron, SH., MSI., mengatakan pihaknya mendorong agar seluruh Kades dan Aparatnya Desa yang ada di Tolitoli mendapatkan perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan. 
 
"Itu tidak memberatkan dan memang hak mereka juga. Kasihan mereka menjalankan tugas penuh resiko. Kalau ada apa-apa mereka tidak perlu risau karena sudah ada perlindungan kesehatan dan lainnya," ujarnya.
 
 
Program perlindungan dari BPJS untuk aparat desa itu  merupakan hasil MoU antara Pemda Tolitoli dan BPJS Ketenagakerjaan yang diteken langsung Bupati Tolitoli, Moh.Saleh Bantilan, SH., MH., pada Bulan November 2018 silam.
 
Kepala Kantor Cabang Perintis Wilayah Tolitoli Buol mewakili BPJS Ketenagakerjaan di tempat yang sama kepada Alasannews.com.,  mengatakan mengapresiasi kepedulian Bupati Tolitoli H. Moh Saleh Bantilan, SH., MH., kepada Kepala Desa dan Aparat Desa di Kabupaten Tolitoli saat ini.
 
"Kami mengapresiasi langkah beliau untuk memberikan perlindungan kepada aparatnya di tingkat desa melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Untuk itu kami siap memfasilitasi dan melaksanakannya sesuai amanat undang-undang," ujar Andi Ilham Akbar.
 
Masih menurut Andi Ilham Akbar, aparat desa akan mendapatkan perlindungan dari 2 program BPJS Ketenagakerjaan yaitu jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). 
 
 
Untuk JKK,  Kades dan Aparat Desa yang jadi peserta jika tanpa brharap mengalami kecelakaan dan seterunya, namun jik mengalaminya akan mendapatkan biaya pengobatan tanpa batas biaya sesuai kebutuhan medis. Demikian pula santunan sementara tidak mampu bekerja. Dan bila sampai mengakibatkan meninggal dunia, maka ahli waris berhak mendapatkan santunan senilai 48 kali upah yang dilaporkan
 
Sedangkan untuk JKM, apa bila aparat desa pemegang  Kartu BPJS  meninggal tanpa penyebab kecelakaan kerja, ahli waris tetap mendapatkan Rp. 24.000.000. Apabila  memiliki anak yang masih bersekolah,  berhak mendapatkan beasiswa yang kepesertaan nya mencapai 5 tahun.
 
"Kami akan memberikan pelayanan prima sesuai harapan pak Bupati," kata Andi Ilham Akbar.
  
Sementara itu 3 Kepala Desa, Ogosifat, Kongkomos dan Lantapan yang mewakili Kades dan Aparat Desa lainnya merasa bersyukur dan berterima kasih atas kebijakan  yang diberikan Bupati kepada mereka.
 
Selanjutnya sesuai ketentuan, mereka akan mengalokasikan anggarannya melalui Alokasi Dana Desa....... (Ma'ruf Asli)

 

Alasannewscom, Tolitoli Sulteng | Pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-74 Kabupaten Tolitoli, 17 Agustus 2019 dilaksanakan  di Lapangan Taman Kota Gaukan Muhammad Bantilan (GMB)
 
Dimulai 09.45, Sabtu pagi (17/8/2019), upacara dipimpin Wakil Bupati Tolitoli, H. Rahman Hi. Budding, dan dihadiri seluruh unsur Forkopimda serta Kepala Perangkat Daerah Lingkup Kabupaten Tolitoli. 
 
 
Suasan cukup kondusif didukung cuaca cerah. Para peserta berbaris rapih di bawah terik metahari. Mereka tampak antusias mengikuti rangkaian prosesi upacara. Peserta seolah tak terpengaruh dengan panas terik matahari yang menyengat jelang siang itu.
 
 
Memasuki detik-detik proklamasi yang merupakan agenda utama peringatan bersejarah dan monumental bagi bangsa Indonesia itu, Wakil Bupati Tolitoli naik mimbar tribun utama. Sesaat kemudiab pembacaan teks proklamasi yang dilakukan oleh Ketua DPRD Tolitoli,  Andi Ahmad Syarif.
 
Selanjutnya pengibaran Bendera Merah Putih oleh pasukan pengibar bendera. Degan barisan yang rspi, tratur, melangkah mantap dan penuh semangat, mereka melaksanakan prosesi menaikkan bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.
 
Kegiatan upacara Kemerdekaan 17 Agustus 2019 yang jatuh pada Hari Sabtu itu diikuti oleh personil TNI-Polri, Satpol  PP dan ASN Lingkup Pemda Tolitoli serta Pelajar SLTA dan SLTP.
 
Menempati tribun utama, Wakil Bupati beserta unsur  Forkopimda. Tribun kanan ditempati kepala OPD Lingkup Pemda Tolitoli. Pada tribun bagian kiri diisi oleh tamu undangan VIP. Adapun tamu undangan lainnya berada pada sisi kanan dan kiri tribun. Termasuk para orang tua dari pasukan pengibar bendera.
 
 
Secara keseluruhan prosesi kegiatan berlangsung lancar. Tak ada hambatan dan kendala selama prosesi peringatan hari bersejarah itu berlangsung. 
 
Usai pengibaran bendera, dilanjutkan dengan penyerahan bantuan santunan bencana banjir yang melanda Tolitoli 2017 silam. 
 
Dana sebesar Rp. 25.000.000 dialokasikan per Kepala Keluarga dari Dinas Sosial. Dana diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Tolitoli. Total nilai bantuan yang diserahkan itu,  sebesar Rp. 1,925 M.
 
Selain penyerahan dana bantuan bencana, dilanjutkan dengan penyerahan hadiah pemenang Lomba Desa. Pada kesempatan itu diserahkan beberapa unit hand tracktor dari dinas TPH Tolitoli. 
 
Terakhir penyerahan secara simbolis Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada Aparat Desa oleh Sekda Tolitoli, Drs. H. Mukaddis Syamsuddin, MSi didampingi Kepala DPMD Tolitoli dan Kepala Kantor Cabang Perintis BPJS wilayah Tolitoli Buol. Kades dan Aparatnya diwakili Kades Ogosifat, Kades Kongkomos dan kades Lantapan. 
 
Setelah selesai semua rangkaian upacara, selanjutnya dilaksanakan acara ramah tamah oleh Wakil Bupati dan Unsur Forkopimda serta Kepala Perangkat Daerah di Gedung Wanita lama yang tak jauhanya dari Lapangan Taman Kota GMB....... (Ma'ruf Asli)

Alasannews.com, Bandung–Jabar |  Irjen Pol Boy Rafli Amar, berhasil meraih gelar doktor ilmu komunikasi di Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat 

wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri itu berhasil mempertahankan Disertasinya yang berjudul berjudul Integrasi Manajemen Media dalam Strategi Humas Polri 

Mantan Kapolda Papua itu memaparkan disertasinya dalam Sidang terbuka promosi doktor yang digelar Rabu (14/8/2019) silam di Balai Salawa, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor.

Dihadapan penguji yang salah satunya adalah Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Profesor Tito Karnavian, Irjen Boy Rafli mampu mempertahankan disertasinya. 

Dalam pandangan Boy Rafli, seperti dilansir unpad.ac.id, manajemen media sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan publik pada Polri......(Redaksi)

 
Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tolitoli Provinsi Sulawesi Tengah, Hi Rustan Rewa, SP. MP.,  menyaksikan langsung penimbangan hasil ubinan Kelompok Tani (Poktan) Mandiri pada Kamis (15/8/2019) di Desa Lakatan Kec Galang Kabupaten Tolitoli. 
 
Menerapkan perlakuan yang tepat dan pemeliharaan yang intens, Poktan damping PPL Farid Weijedi,  SP. MP., mampu mencspai hasil ubinan 8 ton/ ha gabah kering panen.
 
Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tolitoli  bersama petani dan PPL dari Desa Aung Sukono Saiman,  SP.,  mengambil sampel padi pada desa yang sama.
 
Setelah penimbanang hasil ubinan Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura menyimpulkan bahwa dengan perlakuan yang tepat dan pemeliharaan yg intens oleh pemilik dapat meningkatkan produksi gabah yang cukup. Metode itu juga dapat meningkatkan 25 %.
 
"Jelas sekali perbedaannya seperti alat yang menggunakan mesin tanam lebih bagus di banding dengan yang tidak menggunakan alat tersebut," ujar Kadis TPH yang tak sungkan terjun langsung ke sawah bersama warga ini. 
 
Selanjutnya H. Rustan Rewa, SP., MP., menyarankan kepada semua Poktan agar kiranya dapat mempergunakan alat teknologi yang ada.
 
Disamping itu kadis yang getol menghadirkan sistem penerapan pertanian modern itu mewanti-wanti agar petani konsisten menggunakan varietas unggul....... (Ma'ruf)

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Kejutan buat warga Tolitoli datang dari Bupatinya, Moh. Saleh Bantilan yang diluar dugaan turun langsung menjadi komandan regu gerak jalan pada Kamis sore (15/8/2019).

 
Sontak warga sepanjang jalan yang dilalui Sang Bupati beserta pasukannya mengundang perhatian warga. Saat berhenti di depan Masjid Agung Tolitoli, warga segera berkerumun. Mereka  tak ingin melewatkan kesempatan yang tak terduga itu.
 
Mendadak jalanan jadi padat oleh kerumunan warga. Sambil berteriak, tertawa dan bersorak mereka menyaksikan penampilan Bupati Alek Bantilan yang sesekali membuat gerakan jenaka.
 
Bukan hanya kehadiran Bupati yang tak terduga itu yang menyita perhatian warga. Anggota pasukan gerak jalannya yang terdiri dari Sekda, Asisten, Staf Ahli dan Kabag lingkup Setdakab juga turut memberi kejutan.
 
 
Sekretaris Daerah, H. Mukaddis Syamsuddin diapit Asiten l Anhar Dg. Mallawa dan pejabat lainnya nampak bersemangat dalam barisan. Mereka bergerak teratur sambil mengayunkan tangan disertai hentakan kaki dibawah komando Danru yang identik dengan kumis lebatnya.
 
Menggunakan seragam lengkap warna krem, regu dengan nomor dada 37 itu turut menyusuri rute yang telah ditentukan panitia pelaksana. 
 
 
Kerumunan warga yang sempat menyaksikan penampilan petinggi daerah yang dikomandani langsung orang nomor satu Tolitoli itu merasa senang dan terhibur.
 
"Seru, mantap, dan menghibur. Wow, ini surprise," kata salah seorang warga yang merangsek mendekat untuk mengabadikan momen itu dengan kamera handphonenya.
 
Selain regu yang di pimpin Bupati, agenda peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 74 itu dimeriahkan juga oleh regu gerak jalan dari dinas lingkup pemda Tolitoli. Disusul kemudian oleh kelompok masyarakat dan mahasiswa.
 
Kegiatan gerak jalan ini telah berlangsung sejqk kemari, Rabu (14/8) yang melibatkan ribuan anak SD dan SLTP.
.......(Ma'ruf Asli)

Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Toltoli

Nomor: 83/PL.01.0-Kpt/7204/KPU-Kab/VIII/2019

Tentang

Penetapan Calon Terpilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tolitoli Dalam Pemilihan Umum Tahun 2019

Dapil 3:

Halaman 6 dari 15
Ruslan S Untuh
Mapri
Alimran
Kadis Perkebunan
Ruslan Hadi
Minarni
abd rhman
Amrin Haling
Kadri
Jusman

Kontak Polisi

RESOR PALU