Kamis, Desember 12, 2019
hut daerah
Rabu, 27 November 2019 20:22

Tolak Pembangunan Hotel Berbintang Kompleks TIM, Seniman Indonesia Sambangi DPRD DKI Jakarta dan Disambut Fraksi PDIP

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)

Alasannews.com, Jakarta Seniman dan pegiat budaya Indonesia, Radar Phanca Dahana beserta 20 orang pegiat seni dan budaya sambangi DPRD DKI Rabu sore, (27/11/2019). Rombongan seniman yang belakangan ini ramai dalam pemberitaan terkait proyek Revitalisasi Taman Ismail Marzuki itu disambut dan di terima Fraksi PDI Perjuangan dipimpin langsung ketua fraksinya, Gembong dalam ruang rapat fraksi Partai Kepala Banteng itu.

Kepada seluruh yang hadir, Radar Panca Dahana menyampaikan sejumlah persoalan merisaukan terkait proyek revitalisasi kompleks Taman Ismail Marzuki. iya menyampaikan kegelisahan mendalam para seniaman dan pegiat kebudayaan Indonesia atas langkah Pemprov DKI Jakarta yang dinilainya tidak mengabaikan aspirasi para pejuang dan pegiat seni dan kebudayaan.

Langkah Revitalisasi TIM yang kini telah mulai berproses itu merisaukan semua pihak. Pasalnya, proyek yang bakal menghabiskan dana 1,8 Triliun itu mengagendakan pembangunan fasilitas hotel berbintang Lima dan melibatkan penyertaan modal dari PT Jakpro yang santer didiperbincangkan bakal mengendalikan pengelolaannya hingga 30 Tahun ke depan.

"Kami meminta proses pembangunan itu dihentikan karena tidak merepresentasikan aspirasi para seniman. Kami semua para seniman yang akan menggunakannya. TIM itu rumahnya para seniman. Kok kami tak didengar? Lantas untuk siapa itu dibangun," ungkapnya dihadapan pimpinan dan seluruh anggota Fraksi PDIP DPRD DKI yang hadir.

Masih menurut Radar Panca Dahana, Pemprov DKI yang dipimpin Gubernur Anis Baswedan mereduksi nilai kebudayaan dengan mengedepankan Revitalisasi TIM yang mengagendakan proyek besar dengan nilai fantantis. Pasalnya pembangunan infrastruktur mewah yang jauh dari jangkauan seniman terutama dari aspek fasilitas tarif Bintang Lima itu hanya akan memanjakan pihak lain, sementara pembinaan SDM dan fasilitas para seniman dibeberapa tempat banyak yang belum tersedia.

Tak heran jika pada akhirnya proyek revitalisasi itu lebih bermotiv komersil dari pada motivasi kebudayaan. Fakta pendukung dari motif itu menurutnya adalah pelibatan PT. Jakpro dengan penyertaan modal ( PMD) dan bakal berorientasi pada profit yang desas-desunya hingga 30 Tahun.

Radar menolak pola semacam itu kareana dianggapnya kelak para seniman bakal tergantung pada pemodal. Padahal semestinya seniman dan kebudayaan itu adalah investasi masa depan suatu bangsa.

"Nah. kalau Jakpro ternyata tidak untung, apakah kami para seniman juga harus berhenti? Lantas dimana tanggungjawab negara dalam memajukan kebudayaan", tandasnya.

Lontaran lebih keras lagi disampaikan oleh seniman lainnya yang menilai Gubernur Anis Baswedan akibat kebijakannya itu merendahkan kebudayaan.

'Gubernur Anis saya anggap tidak memahami kebudayaan dan tidak berkeadaban. Itu sama saja menghianati peradaban," tandas Ucok Hutagaol yang pada akhir pertemuan membacakan puisi yang menurutnya titipan Putu Wijaya

Lontaran yang bernada kekcewaan dan kemarahan para seniman disambut dengan semangat oleh pimpinan dan anggoata Fraksi Kepala Banteng Moncong Putih itu. Mereka sepakat dengan apa yang dikemukakan oleh Radar Panca Dahana dan kawan-kawan yang antara lain, Iwan Burnami, Ucok Hutagaol, Ical Vrigar ,Mmas Padik , Mogan Pasaribu , Santoso , Imam Ma’srif dan David Karo-Karo

Bahkan menurut Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, pihaknya telah mengangkat persoalan TIM tersebut dalam pembahasan APBD Rabu pagi (27/11).

"Kami berterimakasih atas kedatangannya. Kita memiliki kesamaan pandangan dalam soal TIM ini. Sebelum kedatangan senior Radar Panca Dahana dan kawan-kawan, Tadi dalam pembahasan APBD, kami itelah membahas hal ini," Tutur Gembong Warsono saat menyambut kehadiran para seniman senior Indonesia tersebut.

 

Gembong pun menjamin pihaknya akan memperjuangkan aspirasi tersebut dan berjanji akan berkomunikasi dengan semua fraksi di DPRD DKI Jakarta ........(Suardi Yadjib)

Baca 85 kali
Ruslan S Untuh
Mapri
Alimran
Kadis Perkebunan
Ruslan Hadi
Minarni
abd rhman
Amrin Haling
Kadri
Jusman
rusdi
Irfan s
Naharudin
sumardin

Kontak Polisi

RESOR PALU