Rabu, November 13, 2019
Iklan Haji
Senin, 18 Februari 2019 19:13

Capres Prabowo Akui Punya Tanah, Tapi Itu HGU

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)

 

 

Alasannews.com, Jakarta | Debat Capres putaran kedua, berla gsung di Hotal Sultan Jakarta di warna dentuman di kawasan Parkir Timur GBK tempat para pendukung melakukan nonton bareng (nobar).

Sesi ketiga yang membahas soal performa agraria, Capres Jokowidodo secara gamblang memaparkan keberhasilan membagi-bagikan sertifikat tanah kepada masyarakat.

Bahkan Capres petahana ini secara detail menyebut angka-angka sertifikat yang dibagikan itu.

Giliran Capres Prabowo menanggapi, kalau bagi-bagi tersebut dinilai akan menyulit generasi dan anak cucu kita kemudian hari. Karena bapak sudau bagi-bagi, nanti tidak ada lagi yang kita bagi, jelas Capres Prabowo.

Begitu penjelasan balik diberikan kepada Jokowidodo, tak disangka jawabanya menyangkut kepemilikan tanah yang dikuasai Prabowo. Seolah jawaban mengagetkan hadirin. Bahkan secara rinci Capres Jokowidodo menyebut luasan tanah milik Prabowo.

Namun disesi akhir, Prabowo menepis namun mengakui juga. "Benar tanah itu, tapi kan Hak Guna Usaha. Artinya, itu tetap tanah negara, ya kapan negera butuhkan bisq diambil," pungkas Prabowo.

 

Dikutip dari tribun.com, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon turut angkat bicara, soal sindiran yang dilontarkan oleh calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) saat debat Pilpres 2019 kedua.

Diketahui, pada debat yang digelar di Hotel Sunan, Jakarta itu, Jokowi menyindir capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, Minggu (17/2/2019).

Fadli Zon menilai, kepemilikan lahan ratusan ribu hektar Prabowo Subianto seharusnya menjadi kebanggan nasional.

"Tadi Pak Prabowo menjawab dengan elegan, bahwa apa yang dimiliki Pak Prabowo seharusnya jadi kebanggaan nasional," kata Fadli Zon saat ditemui Kompas.com seusai acar debat, Minggu (17/2/2019).

Fadli Zon juga menyoroti soal pernyataan Prabowo yang akhirnya memberikan tanggapan di akhir sesi.

 

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyebut, lahan yang dimiliki Prabowo sebelumnya milik PT Perkebunan Nusantara.

"Kalau tidak diambil oleh orang Indonesia, akan diambil oleh orang asing. Dan sudah banyak aset yang seharusnya dimiliki kita, negara, tapi diambil alih oleh asing," ungkap Fadli Zon.

Sementara itu, dalam debat Pilpres 2019 keduan, di segmen sumber daya alam dan lingkungan hidup, Jokowi mendapat giliran pertama untuk menjawab soal reforma agraria.

"Dalam visi dan misinya para capres menjanjikan akan menjalankan reforma agraria, jika mengacu pada UUD 1945, Undang-Undang Pokok Agraria tahun 1960, dan TAP MPR nomor 9 tahun 2001 tentang pembaruan agraria dan pengelolaan sumber daya alam," kata moderator debat Anisha Dasuki membacakan pertanyaan.

"Bahwa reforma agraria bertujuan untuk menyelesaikan ketimpangan agraria, konflik, dan kemiskinan di pedesaan, pertanyaannya bagaimana komitmen dan strategi Bapak menjalankan reforma agraria yang sesuai dengan tujuan tujuan tersebut?," sambung Anisha, dikutip dari YouTube metrotvnews, Minggu (17/2/2019).

Baca 975 kali
Empek Empek
Valentio112
Sekprov
Bupati dan Wakil Ramdhan
Rustam Rewa1
dr adjimain
Fadjar S

Kontak Polisi

RESOR PALU