Kamis, Desember 12, 2019
hut daerah
Kapolres
Rabu, 09 Oktober 2019 13:13

Jadi Tersangka Namun Dijamin Sekda Tolitoli, Kadis Transmigrasi Tak Ditahan, Kejaksaan Ragu-Ragu....?

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)

Kasi Pidsus Kejari Tolitoli, Rustam Effendi, SH. Insert Gbr. Kadis Transmigrasi Tolitoli, Drs. Jumadil Sikoti

 

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Setelah sekian lama berproses, akhirnya Kejaksaan Negeri Tolitoli menetapkan status tersangka kepada Drs. Jumadil Sikoti, Selasa sore (8/10/2019).
 
Usai ditetapkan sebagai tersangka, JS tidak langsung ditahan karena adanya jaminan dari Sekda Tolitoli, Drs. Mukaddis Syamsuddin, MSi., selaku atasannya.
 
Selain Mukaddis Syamsuddin, istri tersangka juga menjadi penjamin agar suaminya tidak ditahan. Pertimbangan lainnya menurut Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Tolitoli, Rustam Effendi, SH., karena JS dianggap kooperatif selama menjalani pemeriksaan di Kejaksaan.
 
"Tidak ditahan dengan jaminan dari Sekda sebagai atasan langsung," ujar Rustam Effendi.
 
"Tersangka JS juga dinilai penyidik kooperatif," tambahnya.
 
Proses penyelidikan hingga penetapan tersangka JS atas kasus pemotongan hak pegawai, menjadi agenda prioritas kejaksaan negeri Tolitoli. Selain menyita perhatian banyak kalangan, juga karena mendapat atensi serius dari Kejaksaaan Tinggi Palu.
 
Dalam konferensi pers yang di laksanakan Selasa sore (8/10/2019), Kasi Pidsus yang baru saja melepas masa lajangnya itu mengaku kasus pemotongan dana perjalanan luar daerah pegawai di Dinas Transmigrasi sebesar 7% itu telah dilakukan gelar perkara sejak Senin (7/10).
 
Selanjutnya dilakukan pemanggilan terhadap JS untuk pemeriksaan Selasa (8/10) hingga ditetapkan sebagai tersangka pada hari itu juga.
 
Masih menurut Rustam, tersangka JS diduga secara sepihak mengambil kebijakan memotong dana perjalanan luar daerah sebesar 7% itu. Dengan demikian dapat dianggap mengurangi hak pegawai yang sedang melaksanakan tugas negara.
 
Olehnya ia diduga melanggar pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 UU no. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU no. 20 tahun 2001 subsider pasal 3 jo pasal 18 UU no. 31 Tahun 1999. 
 
Atau pasal 12 f UU no. 20 Tahun 2001 perubahan atas UU no. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 
Atas dugaan pelanggaran sebagaimana disebutkan itu, tersangka JS diancam dengan hukuman di atas 9 Tahun Penjara........(HAR/Mrf).
Baca 510 kali

Berikan komentar

TULIS PESAN

Sulteng Terkini

Kontak Polisi

RESOR PALU