×

Peringatan

JUser: :_load: Tidak dapat memuat pengguna denga ID: 675
Cetak halaman ini
Rabu, 19 Jun 2019 16:56

Dinilai Janggal Karena Tahan Tersangka Tunggal Kasus Pasar Salumbia, Begini Penjelasan Kasi Pidsus Kajari Tolitoli

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)

Rustam Efendi, SH. Kasipidsus Kejari Tolitoli

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan pembangunan Pasar Salumbia,  Kecamatan Dondo telah resmi ditahan Kejaksaan Tolitoli sejak kemarin, Selasa (18/6).

Tersangka inisial R, selaku PPK kegiatan senilai Rp. 9,5 Miliar tersebut dinilai menyalahgunakan dana yang ditaksir merugikan keuangan negara sekitar Rp. 400 Juta. Penahanan tersangka R, mendapat perhatian sekaligus mengundang tanya dari banyak pihak.

Pasalnya R baru ditahan setelah 6 bulan menyandang status tersangka. Selain itu, R satu-satuny orang yang ditahan dalam kasus pasar yang melekat pada Dinas Perdagangan tahun 2016 tersebut, dimana R adalah Kepala Bidang Pasar saat itu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Tolitoli, Rustam Efendi, SH., ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (19/6/2019), menepis dan menjawab kekhawatiran sejumlah kalangan tersebut.

Menurut Rustam Efendi, penahanan tersangka baru dilakukan setelah adanya hasil laporan kerugian negara dari BPKP Palu. "Waktunya memang sedikit agak lama baru ditahan. Itu karena menunggu LHP BPKP terkait ada atau yidaknya kerugaian keuangan negara. Kami tidak boleh gegabah menahan tersangka. Walaupun saat itu keyakinan atas data kami mencapai 80 persen adanya kerugian keuangan negara," urai Kasi Pidsus Kejari Tolitoli itu.

Sementara itu, langkah Kejaksaan yang terkesan memproses tersangka tunggal, dikarenakan hanya R yang dinyatakan tersangka dan ditahan, Rustam memegaskan bahwa prosesnya justru sedang bergulir.

Menjawab alasannews.com, Rustam memastikan bahwa pihaknya segera mengembangkan penyidikan kepada semua yang diduga terlibat dan bertanggung jawab atas kerugian keuangan negara tersebut.

"Minggu depan kami fokus pada penyidikan terhadap pihak swasta. Setelah itu akan terlihat semua pihak yang terlibat. Memang harus bertahap dan butuh waktu," ungkapnya.

Proses penyidikan akan lebih mudah menurut Rustam karena pintu masuknya berangkat dari Laporan Hasil Pemeriksaan BPKP.

"Yang jelas, dasar utamanya lebih kuat dengan adanya laporan dari lembaga resmi BPKP," cetusnya.

Masih menurut Rustam,  sejauh ini pihak swasta baru dipanggil sekali untuk dimintai keterangan. Selanjutnya sudah akan ditingkatkan statusnya.

"Tinggal menunggu pemeriksaan minggu depan. Akan ada yang menyusul R," imbuhnya menyudahi pembicaraan...... (Ma'ru)

Baca 389 kali