Jumat, Desember 06, 2019
hut daerah
Kapolres
Minggu, 21 Oktober 2018 06:38

TERLANTAR, BANGUNAN PERIKANAN TINABOGAN KURANG PERHATIAN, DIKELUHKAN WARGA DAN NELAYAN

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(0 pemilihan)

Ilustrasi bangunan terlantar (berikailtara.com)


Alasannews.com, Tolitoli - Sulteng | (13/10), Bangunan Pasar Ikan di Pantai Tinabogan Kec. Dondo terlantar. Kondisinya  terlihat tak terurus dan nampak tumpukan barang yang bukan peruntukanya.

Bangunan yang mestinya jadi tempat menampung hasil tangkapan nelayan itu kurang mendapat perhatian. Akibatnya kegiatan transaksi nelayan menjual hasil tangkapannya dilakukan langsung di atas perahu yang sandar di bibir pantai.

Entah bangunan itu dibangun untuk apa, yang jelas sangat mubazir jika melihat faktanya saat ini.

Padahal menurut penuturan masyarakat yang saat itu ditemui sedang menunggu nelayan naik dari melaut, mestinya bangunan ini difungsikan sebagaimana mestinya.

"Kasian bangunan ini tidak dipake. Padahal kalau ikan hasil tangkapan nelayan dikumpul disini tentu lebih bagus", kata Arif yang mengaku sudah lama mempertanyakan kegunaan bangunan tersebut.

Sementara itu, Rusman mengaku kalau saja bangunan itu berfungsi baik, maka tempat itu akan lebih berkembang dan akan dikenal sebagai pusat penjualan ikan.

"Sekarang kalau ikan datang, Paddola langsung ambil dan dibawa pergi. Terkadang warga disini kesulitan ikan karena langsung diangkut semua", ungkap Rusman. "Kalau ini berfungsi, tentu ikan masih bisa ditampung dulu disini beberapa saat sebelum dilepas", tambahnya.

Salah seorang nelayan, yang mengaku bernama Kisman, mengutarakan harapannya agar bangunan pemerintah tersebut berfungsi. Sebab menurutnya, ada hubungannya dengan harga ikan.

Dituturkan Kisman, bahwa kalau ada tempat penampungan, ikan hasil tangkapan tidak langsung dilepas ke Paddola.

"Sekarang kita tidak tau harga di luar. Cuma dapat informasi dari Paddola. Jadi harga berapa dorang bilang, sudah itu di kase", ungkap Kisman usai menerima uang hasil ikannya..

Pembangunan sebuah fasilitas apalagi dibiayai keuangan negara, mestilah melalui perencanaan yang matang. Bukan asal jadi.

Aspek kemanfaatannya juga mesti dipertimbangka. Hal itu berimplikasi pada keberlanjutan bangunan terkait pengelolaan dan peraeatannya.

Tentu saja bila beberapa apek dimaksud d8abaikan, maka berarti pembangunan itu sia-sia.

Jadinya, bangunan yang menelan sejumlah anggaran keuangan negara, percuma dan tentu saja merugikan negara.

Padahal jika memang tidak dapat dijamin keberlangsungannya, akan lebih baik jika tadinya anggaran itu digunakan pada hal-hal yang mengena dengan kebutuhan nelayan. Semisal pembuatan perahu atau fasilitas lainnya langsung untuk nelayan....... (Tim)

Baca 440 kali

Berikan komentar

TULIS PESAN

Sulteng Terkini

Kontak Polisi

RESOR PALU