Senin, Desember 09, 2019
hut daerah
Sejarah
Sejarah

Sejarah (25)

Minggu, 20 Oktober 2019 08:39

Mengetahui Arti Bentuk Bendera Nepal

Ditulis oleh

ANcom--Jakarta | Nepal adalah satu-satunya negara di dunia yang bentuk benderanya unik. Bukan persegi, melainkan seperti dua segitiga bertumpuk. Apa makna bendera itu?

Jika menyebut bendera paling unik di dunia, maka Nepal adalah jawabannya. Bentuk bendera negara yang merdeka pada tahun 1923 dari Inggris tersebut, berupa dua segitiga.

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Jumat (18/10/2019) bendera Nepal yang bentuknya unik itu sudah digunakan sebagai bendera nasional pada 16 Desember tahun 1962. Ada tiga versi yang menyatakan, mengapa bendera Nepal bentuknya segitiga.

Pertama, bentuk segitiga melambangkan wilayah Nepal yang berupa pegunungan. Tak ayal, negara ini memang dilintasi oleh Pegunungan Himalaya dengan banyak puncak yang berbentuk segitiga.

Kedua, bentuk segitiga merupakan bendera-bendera kerajaan Hindu dan Buddha di Asia dari zaman dulu. Nepal pun ingin mempertahankan hal tersebut.

Versi ketiga, dua segitiga pada bendera Nepal melambangkan dua dinasti yang pernah berkuasa di Nepal. Kedua dinasti tersebut adalah dinasti Shah dan Rana.


Warna merah yang jadi latar warna benderanya, melambangkan keberanian. Sedangkan pinggiran bendera yang berwarna biru, melambangkan kedamaian.

Pada bendera negara Nepal, juga terdapat lambang bulan sabit di bagian atas dan matahari di bagian bawah. Lambang-lambang itu menggambarkan betapa dinginnya dan hangatnya Nepal.

Usut punya usut, bendera Nepal berbentuk segitiga itu sudah dipakai oleh Prithvi Narayan Shah. Dia merupakan seorang pria yang menyatukan semua kerajaan di Nepal pada tahun 1768.

 

 

WIB

Jumat, 11 Oktober 2019 12:21

Penerjuan AURI Pertama Tutup Usia

Ditulis oleh

Alasannews.com, Jakarta - Imanuel Nuhan telah berpulang pada usia 96 tahun. Pada 72 tahun lalu, Nuhan dan 12 prajurit lainnya melakukan aksi yang berani. Mereka terjun dari pesawat ke tanah Kalimantan tanpa pendidikan terjun yang memadai.

Peristiwa itu menjadi tonggak sejarah, menandai lahirnya Satuan Tempur Darat Matra Udara yang dimiliki TNI AU. Aksi penerjunan Nuhan dan kawan-kawan dilatarbelakangi blokade Belanda di Laut Jawa. Blokade Belanda membuat aliran bantuan dari Jawa ke Kalimantan terhambat.

Dilansir detikcom dari situs resmi TNI AU, Kamis (10/10/2019), warga Kalimantan tidak terima dengan pendudukan NICA (Pemerintahan Sipil Hindia-Belanda) karena Indonesia sudah merdeka sejak 17 Agustus 1945. Warga Kalimantan membentuk pemerintahan daerah sebagai bagian dari Indonesia. Mereka juga berharap ada pelatihan dari Jawa supaya dapat melawan penjajah Belanda.

Namun pelatihan dari Jawa tak bisa datang lantaran laut diblokade oleh Belanda. Satu-satunya jalan mendatangkan tentara dari Jawa ke Kalimantan adalah lewat udara. Gubernur Kalimantan Muhammad Noor meminta bantuan kepada Kepala Staf AU Komodor Udara Suryadi Suryadarma untuk melatih pemuda-pemuda Kalimantan. Pihak AU kemudian berencana membentuk tim penerjun payung.

Dalam waktu singkat, 60 pejuang dari Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan juga dari Madura berhasil dikumpulkan. Mereka semua bersedia diterjunkan ke Kalimantan. Pelatihan terjun payung dilakukan oleh AURI di Maguwo, Yogyakarta.

Sayangnya, waktu latihan sangat singkat. 60 Pejuang hanya mendapat pelatihan di darat selama sepekan. Latihannya berupa teori terjun dan cara melipat payung. Mereka tidak sempat dilatih terun dari pesawat. Akhirnya, tak semua dari 60 orang itu terpilih untuk diterjunkan di Kalimantan melainkan hanya 12 orang saja yang diambil.

12 Orang terpilih itu semua paham Bahasa Dayak Kahayan, bahasa yang dituturkan di titik penerjunan, ditambah dua orang non-Kalimantan yakni montir radio dan juru radio. Total ada 14 orang penerjun yang akan berangkat ke Kalimantan.

Salah satu dari mereka adalah Imanuel Nuhan, putra Dayak dari Kahayan Hulu. Misi Nuhan dan kawan-kawan adalah membentuk dan menyusun kekuatan inti gerilya di daerah asal Suku Dayak, membuka stasiun pemancar induk, serta menyiapkan daerah penerjunan untuk operasi selanjutnya. Diharapkan dengan adanya pemancar radio di Kalimantan, maka koordinasi dengan pejuang Jawa dan Sumatera bisa berjalan lebih mudah.

Hari penerjunan telah tiba, yakni 17 Oktober 1947. Dini hari, pilot Bob Earl Freeberg, co-pilot Opsir Udara III Makmur Suhodo, dan Operator Penerjun Opsir Muda Udara III Amir Hamzah telah bersiap di pesawat Dakota RI-002. Mayor Tjilik Riwut bertindak sebagai penunjuk daerah penerjunan. Ditetapkanlah satu titik tujuan penerjunan: Sepanbiha (saat ini masuk Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah).


Pukul 02.30 WIB, pesawat Dakota RI-002 yang membawa 14 penerjun lepas landas dari Maguwo. Pukul 05.30 pagi, Dakota RI-002 sudah melayang-layang di atas rawa-rawa Kalimantan. Tjilik Riwut sempat ragu, apakah mereka sudah berada di atas Sepanbiha atau belum. Terlepas dari keraguan itu, dia akhirnya memutuskan sekaranglah saatnya untuk menerjunkan para prajurit.

Di antara 14 prajurit, ada satu yang tak jadi terjun karena takut, namanya Djarni. Yang lain langsung terjun. Adapun ke-13 anggota pasukan payung yang berhasil mendarat dengan selamat adalah Hari Hadisumantri, Achmad Kosasih, (Mangkahulu), Iskandar, Ali Akbar (Balikpapan), Mica Amiruddin, Imanuel Nuhan (Kahayanhulu), C Williams (Kuala Kapuas), Morawi (Rantau Pulut), Bachri (Barabai), Darius (Kadingan), M Dachlan (Sampit), J Bitak (Kepala Baru), dan Suyoto.


Beberapa dari mereka tersangkut di pohon. Mereka mendarat di tempat-tempat terpisah. Tak semua parasut bisa ditemukan kembali. Semuanya baru bisa berkumpul pada hari ketiga.

Rabu, 09 Oktober 2019 08:09

Sejarah Stasiun Kereta Api Manggarai

Ditulis oleh

alasannews.com, Jakarta | Rencana pemerintah memindahkan Kereta Api jarak jauh ke Manggarai sudah final. Persiapan ke arah itu, menurut Menhub Budi Karya sudah matang, dan realisasinya akan dilakukan 2021 mendatang.

Bagaimana riwayat statiun KA Manggarai, berikuti petikan dari Detik.com, pada awalnya, sejak 1913 perusahaan kereta api negara Staatsspoor en Tramwegen (SS) menguasai seluruh jaringan rel kereta api di Batavia dan Meester Cornelis. SS menata ulang jalur kereta api di dua kotapraja tersebut. Salah satunya adalah pembongkaran Stasiun Boekitdoeri dan mulai membangun stasiun baru di wilayah Manggarai.

Stasiun Manggarai mulai dibangun pada 1914 dan diresmikan pada 1 Mei 1918. Pembangunannya dipimpin oleh arsitek Belanda bernama Ir. J. Van Gendt. Saat itu Stasiun Manggarai memiliki satu bengkel besar paling lengkap yang dimiliki SS untuk merehabilitasi dan merakit ulang kereta, gerbong dan lokomotif uap.

Semasa zaman kolonial Belanda, areal Stasiun Manggarai meliputi batas Sungai Ciliwung di sebelah timur sampai ke sebelah barat yang sekarang menjadi Jl. Swadaya. Sedangkan batas selatan sepanjang jalan Van Goens (Manggarai Selatan 1) dan Boekit Doeri West (Bukit Duri Barat) sampai pagar stasiun di utara yang sekarang menjadi Jl. Dr. Saharjo.

Tidak lama setelah Proklamasi, pada September 1945, Stasiun Manggarai diambilalih oleh puluhan ribu demonstran massa pemuda dan buruh kereta api setelah melakukan aksi long march dari Stasiun Jakarta Kota. Selain itu, pada 3 Januari 1946, di areal stasiun ini pula segala persiapan rahasia dilakukan untuk perjalanan Kereta Luar Biasa (KLB) pemindahan Presiden dan Wakil Presiden RI menuju Yogyakarta.

 

 

 

Rabu, 02 Oktober 2019 10:22

Selamat Hari Batik Nasional, 2 Oktober

Ditulis oleh

alasannews.com -- Sejarah batik di Indonesia terkait erat dengan perkembangan Kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Pulau Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada zaman Kesultanan Mataram, lalu berlanjut pada zaman Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta.

Kesenianbatik di Indonesia telah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit dan terus berkembang sampai kerajaan berikutnya beserta raja-rajanya. Kesenian batik secara umum meluas di Indonesia dan secara khusus di pulau Jawa setelah akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19.

Teknik batik sendiri telah diketahui lebih dari 1.000 tahun, kemungkinan berasal dari Mesir kuno atau Sumeria. Teknik batik meluas di beberapa negara di Afrika Barat seperti Nigeria, Kamerun, dan Mali, serta di Asia, seperti India, Sri Lanka, Bangladesh, Iran, Thailand, Malaysia dan Indonesia.

Hingga awal abad ke-20, batik yang dihasilkan merupakan batik tulis. Batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I berakhir atau sekitar tahun 1920.

Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga kerajaan di Indonesia zaman dahulu. Awalnya kegiatan membatik hanya terbatas dalam keraton saja dan batik dihasilkan untuk pakaian raja dan keluarga pemerintah dan para pembesar. Oleh karena banyak dari pembesar tinggal di luar keraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar dari keraton dan dihasilkan pula di tempatnya masing-masing.

Lama kelamaan kesenian batik ini ditiru oleh rakyat jelata dan selanjutnya meluas sehingga menjadi pekerjaan kaum wanita rumah tangga untuk mengisi waktu luang mereka.

Bahan-bahan pewarna yang dipakai ketika membatik terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari: pohon mengkudu, tinggi, soga, nila. Bahan sodanya dibuat dari soda abu, sedangkan garamnya dibuat dari tanah lumpur.wikipedia

Puan

Senin, 16 September 2019 10:52

Mengenal Negeri Singapura

Ditulis oleh


Singapura (nama resmi: Republik Singapura) adalah sebuah negara pulau di lepas ujung selatan Semenanjung Malaya, 137 kilometer (85 mi) di utara khatulistiwa di Asia Tenggara. Negara ini terpisah dari Malaysia oleh Selat Johor di utara, dan dari Kepulauan Riau, Indonesia oleh Selat Singapura di selatan. Singapura adalah pusat keuangan terdepan ketiga di dunia[8] dan sebuah kota dunia kosmopolitan yang memainkan peran penting dalam perdagangan dan keuangan internasional. Pelabuhan Singapura adalah satu dari lima pelabuhan tersibuk di dunia.

Republik Singapura
Inggris: Republic of Singapore
Melayu: رێڤوبليك سيڠاڤورا
Mandarin: 新加坡共和国
Tamil: சிங்கப்பூர் குடியரசு

Bendera

Lambang
Semboyan: Majulah Singapura  (Malay)
(Inggris: "Onward, Singapore")
Lagu kebangsaan: Majulah Singapura
(Inggris: "Onward, Singapore")

 

Ibu kota
Singapura (negara kota)
1°17′N 103°50′E / 1.283°N 103.833°E
PA Terbesar
Bedok[1]
1°19′25″N 103°55′38″E / 1.32361°N 103.92722°E
Bahasa resmi
InggrisMelayuMandarinTamil
Bahasa nasional yang diakui
Melayu
Aksara resmi
Aksara Latin (Inggris dan Melayu)Hanzi SederhanaAksara Tamil
Kelompok etnik (2015)[2]
74.3% Tionghoa
13.3% Melayu
9.1% India
3.3% lainnya
Agama
33.2% Buddhism
18.8% Kekristenan
18.5% Tak beragama
14.0% Islam
10.0% Taoisme dan
agama rakyat
5.0% Hinduisme
0.6% lainnya
Demonim
Singaporean
Pemerintahan
Kesatuan partai mayoritas Republik parlementer
• Presiden
Halimah Yacob
• Perdana Menteri
Lee Hsien Loong
• Wakil Perdana Menteri
Teo Chee Hean
Tharman Shanmugaratnam
• Ketua Parlemen
Tan Chuan-Jin
• Ketua Hakim
Sundaresh Menon
Legislatif
Parliament
Pembentukan
• Kerajaan Singapura
1299
• Kesultanan Melaka
1400
• Kesultanan Johor
1528
• Didirikan oleh Britania Raya
6 Februari 1819
• Negeri-Negeri Selat
1826
• Koloni Singapura
1 April 1946
• Bergabung dengan Malaysia
16 September 1963
• Proklamasi Singapura
9 Agustus 1965
• Deklarasi ASEAN
8 Agustus 1967
Area
 - Total
722,5 km2 (279,0 sq mi)[3] (176)
Penduduk
 - Perkiraan 2018
5,638,700[4][Note 1] (113)
 - Kepadatan
7,804/km2 (20,2/sq mi) (3)
PDB (KKB)
2018
 - Total
$554.855 miliar[5] (39)
 - Per kapita
$98,014[5] (3)
PDB (nominal)
2018
 - Total
$349.659 miliar[5] (41)
 - Per kapita
$61,766[5] (8)
Gini (2017)
▲ 45.9[6]
sedang
IPM (2017)
▲ 0.932[7]
sangat tinggi · 9
Mata uang
Dolar Singapura (S$)
(SGD)
Zona waktu
Waktu Standar Singapura (SST)
(UTC+8)
Format tanggal
dd-mm-yyyy
Lajur kemudi
kiri
Kode telepon
+65
Kode ISO 3166
SG
Ranah Internet
.sg.新加坡.சிங்கப்பூர்
Singapura memiliki sejarah imigrasi yang panjang. Penduduknya yang beragam berjumlah kira-kira 6 juta jiwa, terdiri dari Cina, Melayu, India, Arab, berbagai keturunan Asia, dan Kaukasoid.[10] 42% penduduk Singapura adalah orang asing yang bekerja dan menuntut ilmu di sana. Pekerja asing membentuk 50% dari sektor jasa.[11][12] Negara ini adalah yang terpadat kedua di dunia setelah Monako.[13] A.T. Kearney menyebut Singapura sebagai negara paling terglobalisasi di dunia dalam Indeks Globalisasi tahun 2006.[14]

Sebelum merdeka tahun 1965, Singapura adalah pelabuhan dagang yang beragam dengan PDB per kapita $511, tertinggi ketiga di Asia Timur pada saat itu.[15] Setelah merdeka, investasi asing langsung dan usaha pemerintah untuk industrialisasi berdasarkan rencana bekas Deputi Perdana Menteri Dr. Goh Keng Swee membentuk ekonomi Singapura saat ini.[16]

Economist Intelligence Unit dalam "Indeks Kualitas Hidup" menempatkan Singapura pada peringkat satu kualitas hidup terbaik di Asia dan kesebelas di dunia.[17] Singapura memiliki cadangan devisa terbesar kesembilan di dunia.[18][19] Negara ini juga memiliki angkatan bersenjata yang maju.[20][21]

Setelah PDB-nya berkurang -6.8% pada kuartal ke-4 tahun 2009,[22] Singapura mendapatkan gelar pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, dengan pertumbuhan PD.

Puan/google

 

Puncak upacara peringatan Hari Bhayangkara akan dilaksanakan pada Tanggal 10 Juli mendatang. Kegiatan yang mestinya dilaksanakan 1 Juli 2019 tertunda karena adanya agenda nasional yang membutuhkan kehadiran Polri sebagai penjaga keamanan terkait pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa PHPU.

Jelang hari bersejarah bukan saja bagi Polri semata, melainkan bersejarah bagi seluruh bangsa Indonesia, Redaksi alasannews.com menurinkan tulisan terkait sejarah Bhayangkara: Wajah dan peranannya dari masa ke masa Mengawal NKRI Menegakkan Hukum dan Pengayom Rakyat.

Penetapan 1 Juli sebagai Hari Bhayangkara, berangkat dari kebijakan pemerintah atas peralihan Polri dari posisi Djawatan Kepolisian Negara yang berada di bawah Kementrian Dalam Negeri menjadi berada langsung di bawah dan bertanggungjawab penuh kepada Perdana Mentri.

Perubahan kebijakan itu terjadi pada tanggal 1 Juli 1946. Hal itu tertuang dalam Surat Penetapan Pemerintah tahun 1946 No. 11/S.D.

Lahir, tumbuh dan berkembangnya Polri tidak lepas dari sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejak Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Polri telah dihadapkan pada tugas-tugas yang unik dan kompleks. Selain menata keamanan dan ketertiban masyarakat di masa perang, Polri juga terlibat langsung dalam pertempuran melawan penjajah dan berbagai opersai militer bersama-sama satuan angkatan bersenjata yang lain.

Tidak lama setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, pemerintah militer Jepang membubarkan Peta dan Gyu-Gun, sedangkan polisi tetap bertugas, termasuk waktu Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Secara resmi kepolisian menjadi Kepolisian Indonesia yang merdeka. Inspektur Kelas I (Letnan Satu) Polisi Mochammad Jassin, Komandan Polisi di Surabaya, pada tanggal 21 Agustus 1945 memproklamasikan Pasukan Polisi Republik Indonesia sebagai langkah awal yang dilakukan selain mengadakan pembersihan dan pelucutan senjata terhadap tentara Jepang yang kalah perang, juga membangkitkan semangat moral dan patriotik seluruh rakyat maupun satuan-satuan bersenjata.

Sebelumnya pada tanggal 19 Agustus 1945 dibentuk Badan Kepolisian Negara (BKN) oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Pada tanggal 29 September 1945 Presiden Soekarno melantik R.S. Soekanto Tjokrodiatmodjo menjadi Kepala Kepolisian Negara (KKN).

Pada awalnya kepolisian berada dalam lingkungan Kementerian Dalam Negeri dengan nama Djawatan Kepolisian Negara yang hanya bertanggung jawab masalah administrasi, sedangkan masalah operasional bertanggung jawab kepada Jaksa Agung. Kemudian mulai tanggal 1 Juli 1946 dengan Penetapan Pemerintah tahun 1946 No. 11/S.D. Djawatan Kepolisian Negara yang bertanggung jawab langsung kepada Perdana Menteri.

Tanggal 1 Juli inilah yang setiap tahun diperingati sebagai Hari Bhayangkara hingga saat ini.

 

Sejarah Awal

Bibit awal mula terbentuknya kepolisian sudah ada pada zaman Kerajaan Majapahit.

Pada saat itu patih Gajah Mada membentuk pasukan pengamanan yang disebut dengan saka bhayangkara yang bertugas melindungi raja dan kerajaan. Maka dari itu hingga saai ini sosok Gajah Mada merupakan simbol Kepolisian RI dan sebagai penghormatan, Polri membangun patung Gajah Mada di depan Kantor Mabes Polri dan nama Bhayangkara dijadikan sebagai nama pasukan Kepolisian.

Pada masa kolonial Belanda, pembentukan pasukan keamanan diawali oleh pembentukan pasukan-pasukan jaga yang diambil dari orang-orang pribumi untuk menjaga aset dan kekayaan orang-orang Eropa di Hindia Belanda pada waktu itu.

Pada tahun 1867 sejumlah warga Eropa di Semarang, merekrut 78 orang pribumi untuk menjaga keamanan mereka.

Wewenang operasional kepolisian ada pada residen yang dibantu asisten residen. Rechts politie dipertanggungjawabkan pada procureur generaal (Jaksa agung).

Pada masa Hindia Belanda terdapat bermacam-macam bentuk kepolisian, seperti veld politie (polisi lapangan) , stands politie (polisi kota), cultur politie (polisi pertanian), bestuurs politie (polisi pamong praja), dan lain-lain.

Sejalan dengan administrasi negara waktu itu, pada kepolisian juga diterapkan pembedaan jabatan bagi bangsa Belanda dan pribumi.

Pada dasarnya pribumi tidak diperkenankan menjabat hood agent (bintara), inspekteur van politie, dan commisaris van politie. Untuk pribumi selama menjadi agen polisi diciptakan jabatan seperti mantri polisi, asisten wedana, dan wedana polisi.

Pada masa Jepang membagi wiliyah kepolisian Indonesia menjadi Kepolisian Jawa dan Madura yang berpusat di Jakarta,

Kepolisian Sumatera yang berpusat di Bukittinggi, Kepolisian wilayah Indonesia Timur berpusat di Makassar dan Kepolisian Kalimantan yang berpusat di Banjarmasin.

Tiap-tiap kantor polisi di daerah meskipun dikepalai oleh seorang pejabat kepolisian bangsa Indonesia, tapi selalu didampingi oleh pejabat Jepang yang disebut sidookaan yang dalam praktik lebih berkuasa dari kepala polisi.

Itulah cuplikan sejarah yang mendasari lahirnya Korps Bhayangkara Kepolisian Republik Indonesia.

Selamat Hari Bhayangkara Ke-73 Tanggal 1 Juli 2019.....(Ma'ruf)

Disarikan dari berbagai sumber bacaan.

Alasannews.com, Sleman-Yogyakarta| Saat Anda melewati Jalan Raya Yogyakarta-Solo di kawasan Candisari Kalasan, Sleman, sebuah bangunan berkubah warna-warni ini pasti menarik perhatian. Ya, Inilah Masjid An Nurumi. Walau tergolong kecil, namun bentuknya yang unik sangat mudah terlihat oleh para pengendara. Siapa sangka, masjid itu ternyata mengambil bentuk dan gaya bangunan keagamaan di negara Eropa Timur. Masjid An Nurumi itu tampak seperti Katedral St. Basilius (Rusia: Sobor Vasiliya Blazhennogo ) di Moskow. Di Rusia, bangunan itu memang sudah lama menjadi bangunan ikonik dengan sembilan kubahnya. Ada yang menyebutnya Gereja Kremlin, meskipun ada pula yang membicarakan Gereja Lolipop, karena kubahnya yang berwarna-warni cerah seperti permen. Tidak jarang, bagi orang-orang yang kurang akrab dengan bangunan gereja Kekristenan Timur, katedral yang sangat populer Patriakh Gereja Ortodoks Rusia ini, lebih tepatnya dikira masjid. Olehnya sering muncul di gambar kartu pilihan, serta desain lain yang bertema Hari Raya Islam. Di Rusia sendiri Katedral St. Basilius hanya dijadikan museum di masa pemerintahan Komunis. Sekarang sudah difungsikan kembali sebagai gereja. Ada pun penggunaannya secara massal, hanya di hari raya tertentu saja. Keindahan dan kemegahan Katedral St. Basilius itu kemudian menjadi inspirasi bagi Hj. Umi Nursalim  untuk membangun sebuah masjid di Indonesia. Walau tergolong kecil, namun bentuknya yang unik sangat mudah terlihat oleh para pengendara. Masjid ini dibangun tahun 2005, atas prakarsa Hj. Umi Nursalim, pengusaha yang dikenal lewat jaringan rumah makan Ayam Goreng Mbok Berek. Kisah awalnya ketika Umi Nursalim dan keluarga berangkat umrah ke Tanah Suci. Setelah menjalankan ibadah umroh, pulangnya  melewati Eropa Timur. “Di Eropa Timur, Ibu Hajjah Umi Nursalim dan Nurindarti singgah di Kremlin (Moskow), waktu itu habis sembahyang Ibu bernazar. Memohon kepada Allah untuk mengizinkan dan memberi rezeki kepada kita, ingin membangun masjid seperti ini," kisah Jarod. Setelah itu,proses pembangunan masjid pun dilakukan. Dilakukan secara manual, tidak menggunakan alat berat. Untuk membuat sembilan kubah di bagian atas dilakukan oleh tenaga manusia. Proses pembangunanya selesai tahun 2007 dan diresmikan pada Agustus oleh Gubernur DIY, yang juga Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X. “Masjid ini bisa menampung hingga sekitar 200 jemaah, ” ucap Jarod. Masjid An Nurumi ini sebenarnya sama seperti masjid biasanya, hanya yang ditentukan kubah di bagian atas. Jumlah kubah di atas ada sembilan. Tinggi kubah yang berada di tengah sekitar 26,5 meter. Sedangkan lainnya enam meter. Jumlah kubah yang sembilan itu ditegaskan oleh Umi Nursalim sebagai bentuk kenangan dan penghormatan atas para walisongo, yang terbitkan Islam di tanah Jawa. Kubah berwarna-warni itu memang langsung terlihat menonjol. Olehnya masyarakat sekitar ada yang menyebut masjid ini sebagai Masjid Permen lolipop. Masjid An Nurumi pada bulan suci Ramadhan selalu ramai disinggahi warga yang ingin melaksanakan shalat. Selain musafir yang berasal dari Malaysia, Turki dan Australia, banyak juga kalangan datang ke masjid ini karena penasaran dengan bentuk yang terkenal.


Alasannews.com, Bangkok | Penobatan Raja Thailand Maha Vajiralongkorn begitu dipenuhi kemewahan, mahkota dan takhta kerajaan yang berhiaskan emas nampak pada acara yang dimulai pada Sabtu (4/5/2019).

Sejak Sabtu (4/5/2019) hingga Senin (6/5/2019) upacara penobatannya masih akan berlangsung.

CNN melaporkan, biaya sekitar 1 miliar Baht atau sekitar Rp 446 miliar disiapkan untuk acara istimewa tersebut.

Meski angkanya fantastis, apakah Raja Thailand masuk jajaran lima pemimpin monarki paling kaya di dunia?


Business Insider pada 2018 merilis laporan soal 10 anggota kerajaan di dunia yang masuk sebagai bangsawan terkaya di dunia.

Mulai dari penguasa Eropa hingga Asia, lima besarnya diduduki oleh raja atau penguasa suatu wilayah.

Siapa saja mereka?

Raja Maroko, Mohammed VI.(AFP)

5. Raja Mohammed VI dari Maroko

Raja Maroko, Mohammed VI.(AFP) 

Kekayaan sang raja diperkirakan mencapai 5,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 81,2 triliun.

Sebagian besar kekayaan berasal dari kepemilikan keluarga atas Perusahaan Investasi Nasional Maroko, sebuah perusahaan induk swasta yang berinvestasi di Afrika.

Selain itu, dia juga memiliki perusahaan perbankan, telekomunikasi, dan energi terbarukan.

4. Emir Khalifa bin Zayed Al Nahyan dari Abu Dhabi

 

Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan. (AFP/ROSLAN RAHMAN)

Presiden Uni Emirat Arab ini mempunyai kekayaan 15 miliar dollar AS atau sekitar Rp 213,8 triliun.

Emir Abu Dhabi ini mengumpulkan kekayaannya sebagai Keta Otoritas Investasi Abu Dhabi yang mengelula kelebihan cadangan minyak UEA.

3. Raja Salman dari Arab Saudi

Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud.(BANDAR AL-JALOUD / Saudi Royal Palace / AFP )

Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud tercatat memiliki kekayaan 17 miliar dollar AS atau sekitar Rp 242,3 triliun.

Sumber kekayaannya juga berasal dari kepemilikan keluarganya atas kelompok media yang mencakup harian Asharq Al-Awsat dan Al Eqtisadiah.

2. Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam

Sultan Brunei Hassanal Bolkiah. (AFP / BRUNEI)

Sempat disoroti dunia atas keputusannya menegakkan hukum syarih ketat pada beberapa waktu lalu, kekayaan sang sultan diperkirakan mencapai 20 miliar dollar AS atau sekitar Rp 285 triliun.

Sultan Hassanal Bolkiah mendapat untung besar dari industri minyak dan gas.

Dia juga tinggal di istana terbesar di dunia seharga 350 juta dollar AS atau setara Rp 4,9 triliun.

Selain itu, dia disebut memiliki lebih dari 600 unit mobil Rolls-Royce.

1. Raja Maha Vajairalongkorn dari Thailand

Raja Thailand Maha Vajiralongkorn.(AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA)

Raja yang baru dinobatkan setelah hampir tiga tahun kematian ayahnya ini ternyata berada di urutan teratas sebagai raja terkaya di dunia.

Kekayaannya tercatat mencapai 30 miliar dollar AS atau sekitar Rp 427,6 triliun.

Dia dan keluarganya menghasilkan uang dari investasi yang berasal dari Crown Property Bureau, yang mengelola properti mahkota Kerajaan Thailand.

Dia memiliki Golden Jubilee Diamond 545 karat, berlian terbesar di dunia.(serambinews.com)

Alasannews.com, Thailand |  Thailand mengumumkan permaisuri Raja Maha Vajiralongkorn jelang upacara penobatannya yang bakal berlangsung tiga hari lagi.

Berdasarkan Royal Gazette yang dipublikasikan seperti dikutip AFP Rabu (1/5/2019), nama permaisuri yang baru adalah Suthida Vajiralongkorn na Ayudhya.

Suthida adalah perempuan berusia 40 tahun yang merupakan perwira tinggi berpangkat Jenderal di unit khusus Pasukan Penjaga Raja.


Dia juga pernah menjadi pramugari maskapai Thai Airways.

Pengumuman itu menyatakan Raja Vajiralongkorn telah menikah dengan Suthida pada Rabu waktu setempat secara legal dan sesuai dengan tradisi kerajaan.

"Karena itu, beliau menganugerahkan gelar kerajaan menjadi Ratu Suthida mulai saat ini," demikian pemberitahuan yang dikeluarkan dari Royal Gazette.

Pernikahan Raja Thailand Maha Vajiralongkorn dan istrinya Suthida (Thai TV)

Upacara itu dilaporkan berlangsung di Istana Dusit Bangkok.

Raja Vajiralongkorn mengenakan seragam berwarna putih, dengan Ratu Suthida memakai pakaian tradisional Thailand.

Ratu Suthida pertama kali mendapat gelar kerajaan pada 2012 ketika bertugas di Resimen Penjaga Putra Mahkota dengan pangkat Letnan Kolonel, seperti dilansir SCMP.

 

Rekaman dari upacara pernikahan ditayangkan di saluran TV Thailand Rabu (01/05) malam, memperlihatkan anggota keluarga kerajaan dan penasihat istana yang hadir.

Raja terlihat menuangkan air suci di kepala Ratu Suthida. Pasangan itu kemudian menandatangani surat nikah.

 

Saat itu dalam keterangan Kantor Perdana Menteri, penghargaan itu diberikan setelah Suthida menunjukkan loyalitas, kejujuran, dan tanggung jawab menjaga Vajiralongkorn.

Enam penghargaan kemudian diberikan kepada Suthida setahun berselang untuk meningkatkan pangkatnya.

Pada akhir 2013, dia sudah menjadi Mayor Jenderal.

 

Kemudian Agustus 2016, dia mendapatkan pangkat Letnan Jenderal sebelum memperoleh bintang empat sebagai Jenderal Angkatan Darat beberapa bulan kemudian.

Kenaikan pangkat Suthida jadi bintang empat pernah diberitakan media BBC pada 17 Desember 2017.

Disebutkan Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn Bodindradebayavarangkun, mempromosikan salah seorang 'pengawal perempuan kerajaan' menjadi 'jenderal empat bintang khusus'.

Kenaikan pangkat itu -yang diumumkan oleh buletin resmi kerajaan, The Royal Gazette, pada 13 Desember- tak sampai setahun setelah perempuan tersebut mendapat pangkat 'jenderal empat bintang'.

Sebenarnya promosi terbaru untuk Suthida Vajiralongkorn Na Ayudhya yang menjabat sebagai Wakil Komandan Keamanan Kerajaan, diberlakukan 1 Agustus lalu namun baru diumumkan di catatan resmi kerajaan pada 10 Desember.

Menurut data Royal Gazette, Suthida hanya membutuhkan waktu empat tahun untuk naik pangkat dari letnan kolonel menjadi jenderal empat bintang, dan semuanya diputuskan oleh raja.

Pada 13 Oktober 2017 -saat mengenang satu tahun ayahnya- Raja Maha Vajiralongkorn juga menganugerahkan gelar kehormatan kepada Suthida, yaitu Dame Grand Cross (First Class) of The Most Illustrious Order of Chula Chom Klao atau Than Phu Ying.

Raja Maha Vajiralongkorn Bodindradebayavarangkun -sejak menjabat putra mahkota- yang memutuskan promosi Suthida dari letkol menjadi jenderal.

Artilel i i sudah ditayangkan di tribun.meda.com

Rabu, 01 Mei 2019 08:31

1 Mei Hari Buruh

Ditulis oleh

 

Alasannews.com, Jakarta |  1 Mei ditetapkan sebagai Hari Buruh Internasional atau May Day. Bagaimana hari itu bisa ditetapkan?

Saat itu, pada 1 Mei 1886 350.000 buruh mogok massal di beberapa tempat di Amerika Serikat (AS). Mereka diorganisir oleh Federasi Buruh Amerika. Kaum pekerja menuntut perbaikan kesejahteraan dan jam kerja 8 jam sehari. Pada saat itu, buruh dipaksa bekerja hingga 15 jam sehari.

Kemudian pada 3 Mei 1886, pemerintah mengirim sejumlah polisi untuk meredam mogok kerja di pabrik McCormick. Polisi menembaki para buruh yang melakukan aksi mogok. Empat orang tewas, puluhan luka-luka. Kalangan buruh pun marah dan mereka melakukan aksi pada 4 Mei di lapangan Haymart.


Aksi yang diikuti puluhan ribu buruh ini awalnya berjalan damai. Namun tiba-tiba sebuah bom meledak. Tidak diketahui siapa yang meledakkan bom. Seorang polisi tewas dan belasan terluka. Polisi membalas dengan menembaki para buruh.

Akibat kejadian ini, tokoh buruh ditangkap dan diadili. Bahkan pimpinan buruh pun dijatuhi hukuman gantung. Masyarakat marah atas hasil pengadilan tersebut. Mereka mendesak pemerintah untuk membebaskan para aktivis buruh yang ditahan. Aktivis buruh pun dibebaskan. Sejak saat itulah diperingati sebagai Hari Buruh.

Di Indonesia, setelah era Orde Baru berakhir, setiap tanggal 1 Mei marak dirayakan oleh buruh di Indonesia dengan demonstrasi di berbagai kota.

Baca juga: Akan Dikawal Polisi ke Jakarta, Massa Buruh Dilarang Blokir Pintu Tol


Kemudian, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat itu memberikan kado bagi para buruh. Pemerintah Indonesia menjadikan Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei sebagai hari libur nasional. Libur 1 Mei mulai berlaku 2014.

Selamat Hari Buruh!

(nwy/imk)
sejarah hari buruh atau mayday hari buruh internasional 2019 hari buruh dunia hari buruh libur hari buruh demo

Sumber:detik.news*

Halaman 1 dari 2

Kontak Polisi

RESOR PALU