Jum'at 28 Mar 2025

Notification

×
Jum'at, 28 Mar 2025

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Mengadakan Pertemuan di Laut DJBC dan SPCG

| 21:17 WIB | 0 Views Last Updated 2021-11-30T14:17:31Z



ALASANnews.  Batam |  Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ( DJBC ) melalui Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam ,Kantor Wilayah Khusus Kepulauan Riau, Pangakalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Batam mengadakan pertemuan di Laut (Rendezvous at Sea) dengan Singapore Police Coast Guard (SPCG) Selat Singapore, pada Selasa 30/11/2021.  
Pertemuan kali ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh DJBC dan SPCG sejak ditandatanganinya Memorandum Of Understanding ( MoU) antara kedua belah pihak oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai dan Commander of Singapore Police Coast pada 03 Pebruari 2020 dijakarta. 

Pertemuan yang dilaksanakan diatas Kapal Patroli milik masing - masing pihak merupakan gambaran ketika melakukan pengejaran penyeludupan memasuki salah satu batas perairan negara. DJBC maupun SPCG akan tunduk kepada aturan teritorial masing - masing negara dan bersikap saling mempercayai. 

Kerja sama antara DJBC dan SPCG bertujuan untuk mencegah terjadinya segala bentuk kejahatan kemaritiman di wilayah perbatasan Indonesia dan Singapore seperti praktik perdagangan ilegal yang dikhawatirkan akan digunakan untuk mendanai kejahatan yang lebih besar antara lain transnational organize crime atau terorisme . 

Wilayah perbatasan laut Indonesia dan Singapore merupakan jalur strategis yang dipadati oleh kegiatan kemaritiman internasional sekaligus menjadi perlintasan kapal yang berlayar antar benua dan antar samudera .Kondisi tersebut menyebabkan perlunya pengawasan yang ketat di wilayah perairan Indonesia dan Singapore. 
Dalam pertemuan kali ini ,DJBC diwakili oleh Kepala  Bidang penindakan dan Sarana Operasi Kantor Wilayah Khusus Kepulaun Riau . I Wayan Sapta Darma ; Kepala Bidang Penindakan dan Penyelidikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam. Iwan Kurniawan ; Kepala Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai  Tipe A Tanjung Balai Karimun ,Kholis Kamaludin dan Kepala Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Batam, Waloyo serta jajaran awak Kapal patroli BC 30005. 

Terdapat dua topik pembahasan utama yang dibahas pada kesempatan ini ,yaitu cara mengoptimalisasikan strategi komunikasi khususnya di bidang patroli laut atau wilayah Selat Singapore dan cara mempercepat penyelesaian koordinasi patroli laut dengan adanya standar operasional prosedur. 

"Acara ini tentunya dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kerja sama kedua negara ,optimalisasi komunikasi khususnya dalam pelaksanaan patroli laut ,dan terutama menjaga perbatasan kedua negara dari kegiatan ilegal ," kata Iwan Kurniawan. 
Baca Juga :Dinas BMPR Sulteng Terkesan Lakukan Pembiaran Terkait Pelaksanaan Pekerjaan Jalan Momunu Air Terang Penulis Suleman Dj.Latantu Buol, AlasanNews com. Pagu kontrak pekerjaan rekonstruksi pekerjaan jalan ruas Momunu - Air Terang sepanjang 10 km sebesar Rp 28 Milyar lebih yang dialokasikan melalui APBD Propinsi Sulteng tahun 2022/2024, adalah nilai angka yang sangat pantasis untuk bisa menghasilkan kualitas dan mutu pekerjaan yang lebih bagus. Namun fakta di lapangan menunjukan, pekerjaan rekonstruksi jalan tersebut yang saat ini dalam tahap pekerjaan hotmix, diduga tidak sesuai spesifikasi tehnis. Sementara disatu pihak Dinas BMPR Sulteng melalui Kepala Bidang Pembangunan jalan Ir.Asbudianto dalam keterangan yang seperti dilansir sebelumnya ini terkesan melakukan pembiaran meskipun masalah itu sudah beberapa kali diinformasikan melalui pemberitaaan media ini " Belum ada rencana saya ke Buol. Ada konsultan pengawas yang dibayar keahliannya untuk melakukan pengawasan terhadap semua jenis kegiatan yang dilaksanakan di lapangan, baik segi kualitas maupun kuantitasnya. Dan kami percaya mereka adalah ahli di bidangnya, silahkan cek" tandas Asbudianto melalui chat Watshafnya pekan lalu Sementara Kepala Dinas BMPR Sulteng Ir. Faidul Keteng yang dikonfirmasi melalui chat Watshafnya terkait masalah tersebut, hingga berita ini ditayang belum memberi jawabanya Seperti diberitakan sebelumnya, sorotan terhadap pekerjaan rekonstruksi jalan ruas Momunu Air Terang di Kabupaten Buol yang laksanakan PT. Wahana Cipta Lestari tahun 2022 hingga 2024, kini terus bergulir. Mulai dari penggunaan material hingga pelaksanaan pekerjaan dilapangan yang dinilai tidak memenuhi standar kualitas. Pantauan media ini dilapangan menunjukkan timbunan meterial LPA yang digunakan iti hanya batu utuh yang diambil dari sungai Air Terang. Menyusul kualitasnya sangat berbeda jauh dengan timbunan LPA yang digunakan pada jalan ruas Panilan Jatimulya Kecamatan Tiloan yang dikerjakan perusahaan lain " Kalau jalan ruas Momunu Air Terang yang saat ini sedang di Hotmix, saya lihat dasarnya bukan LPA. Tapi itu hanya timbunan meterial berupa sirtu yang dimiks. Kalau timbunan LPA yang digunakan pasti kelihatan ada abu batunya. Tapi abu batu sama sekali tidak ada kelihatan dalam pekerjaan jalan ruas Momunu Air Terang" papar sumber media ini Jika membandingkan pekerjaan yang sama antara jalan ruas Momunu Air Terang dengan jalan Ruas Panilan Jatimulya, lanjut sumber itu, kondisi dan kualitas pekerjaanya sangat berbeda jauh terutama dalam hal penggunaan material LPA serta ketebalan timbunan LPA tersebut. Untuk jalan ruas jalan Panilan Jatimulya yang dikerjakan perusahaan lainnya, timbunan LPA nya dinilai sudah memenuhi standar kualitas. Karena timbunan LPA tersebut rata rata menggunakan batu pecah dan abu batu yang didatangkan dari Kota Palu Sedangkan, timbunan LPA jalan ruas Momunu Air Terang hanya menggunakan meterial batu utuh yang diambil dari sungai air terang. Bahkan timbunan meterial LPA memiliki kandungan tanah yang cukup tinggi, ungkap sumber itu menambahkan " Kalau begitu kualitas pekerjaanya, saya yakin jalan itu jelas akan cepat rusak. Karena tidak ada kekuatan struktur timbunan LPA. Dan kondisi seperti itu, kuncinya ada sama konsultan pengawasnya di lapangan. Dan saya dapat info, salah seorang konsultan pengawas jalan Momunu Air itu sudah angkat kaki Karena tidak mau ambil resiko melihat kondisi pekerjaan tersebut" terangnya



SPCG yang diwakili oleh Operations Officer Management ,Deputy Superintendent of Police Billy Tan; Traning Officer ,Coastal Patrol Squadron ,Deputy Superintendent of Police Isham Mohamed dan Manpower ,Admin and Logistics Officer ,Assistant Superintendent of Police Firdaus Taufik. 
"Kerja sama ini sudah melalui banyak hal sejak ditandatangganinya MoU tahun 2020 yang lalu. Saya harap kita dapat terus menjalin kerja sama dengan baik,saling up date dan mampu mencapai tujuan untuk menjadikan wilayah lebih aman dan lebih baik lagi," ucap Billy Tan selaku perwakilan SPCG. 

Ditempat terpisah Atase Keunagan Kedutaan Besar Republik Indonesia  ( KBRI ) di Singapore ,Deni Surjantoro mengatakan bahwa pertemuan seperti ini perlu diadakan rutin dalam jangka pendek satu hingga tiga bulan sekali. Hal tersebut sekaligus aebagai strategi komunikasi berupa pertukaran informasi sesuai kondisi periode tersebut. 

"Sebagai Atase Keunagan sekaligus perwakilan Bea dan Cukai di Singapore , Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada rekan - rekan SPCG ,rekan - rekan BC Batam dan Kanwil DJBC Khusus Kepri yang tiada lelah untuk selalu menjalin kerja sama dalam menegakkan hukum kepabeanan diperbatasan laut, disamping itu saya juga mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya RV kali ini dengan baik dan lancar ,semoga ke depan koordinasi dan kolaborasi antara 2 institusi kedua negara akan semakin meningkat," pungkas Deni. 

Red/Jul
×
Berita Terbaru Update